kritik dan syarah hadits (revisi)

Download Kritik Dan Syarah Hadits (Revisi)

Post on 09-Jul-2016

240 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

BK Islam

TRANSCRIPT

KRITIK DAN SYARAH HADITS:KEKERASAN DALAM PENDIDIKAN

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Studi HaditsDosen Pengampu : Dr. Ocktoberrinsyah, M.Ag.

Oleh :Muh. Sholeh Marsudi(1520311107)Yogi Abdul Aziz (1520311099)

BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAMPROGRAM PASCASARJANAUNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGAYOGYAKARTA2015BAB IPENDAHULUAN

A. Latar Belakang MasalahHadits merupakan salah satu sumber pokok ajaran Islam. Sebab ia merupakan bayn (penjelas), terhadap ayat-ayat Al-Quran yang masih mujmal (global), m (umum) dan yang mutlaq (tanpa batasan). Bahkan secara mandiri hadits dapat berfungsi sebagai penetap (muqarrir) suatu hukum yang belum ditetapkan oleh Al-Quran.Hadits sebagai salah satu sumber ajaran Islam ini, tampaknya selalu menarik untuk dikaji, baik yang menyangkut tentang kritik otentitas atau validitas (sanad dan matan) maupun metodologi pemahaman (syarh) hadis itu sendiri. Upaya untuk menemukan metode yang digunakan ulama dalam penyusunan kitab syarah hadits tersebut melalui beberapa metode yang diklasifikasikan dalam pemahaman hadits, yakni metode tahll, metode ijml, metode muqrin dan metode maudhii. Tulisan ini akan menyajikan dan membahas kedua hal tersebut, yaitu kritik (naqd) atas hadits dan metode pamahaman (syarh) tentang hadits kekerasan dalam pendidikan.

B. Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang diatas maka penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut:1. Apa pengertian kritik dan syarah hadits?2. Hadits-hadits apa sajakah yang berkaitan dengan kekerasan dalam pendidikan?3. Bagaimana kritik dan syarah hadits yang berkaitan dengan kekerasan dalam pendidikan?

BAB IIPEMBAHASAN

A. Pengertian Kritik dan Syarah Hadits1. Pengertian Kritik HaditsKata kritik sering disebut dalam bahasa arabnya naqd yang berarti membandingkan maupun menimbang. Dalam literature arab kata an-naqd berarti kritik atau memisahkan yang baik dari yang buruk; yang berarti penelitian, analisis, pengecekan dan pembedaan. Jadi kata kritik dapat diartikan sebagai upaya untuk memebedakan antara yang benar (asli) dan yang salah (palsu). Pada hakikatnya kritik hadits, khususnya kritik matan hadits bukanlah untuk menilai salah ataupun membuktikan ketidakbenaran sabda Rasulullah saw, karena otoritas nubuwwah dan penerimaan mandat risalah, tetapi sebagai uji dan pengecekan terhadap seperangkat yang memuat informasi atas kejujuran informatornya beserta redaksinya.[footnoteRef:1] [1: Khamdan, dkk., Studi Hadits Teori dan Metodologi (kritik terhadap hadits-hadits pendidikan), (Yogyakarta: Idea Press, 2012), hal.40.]

Adapun tujuan kritik hadits adalah untuk menguji kebenaran suatu hadits dan menganalisis secara kritis apakah fakta sejarah suatu hadits itu dapat dibuktikan, baik secara komposisi kalimat yang tercakup dalam sebuah matan (tek hadits). Kata dasar matan dalam bahasa arabnya berarti punggung jala atau bagian tanah yang keras dan menonjol ke atas.[footnoteRef:2] [2: Ali Mustafa Yaqub, Kritik Matan Hadits, (Yogyakarta: Teras, 2004), hal.14]

Dalam pandangan Ibn Atsir Al-jazari, bahwa setiap matan hadis tersusun atas lafal (teks) dan makna (konsep). Dengan demikian komposisi ungkapan matan hadits pada hakiakatnya tercermin pada konsep idea yang intinya telah dirumuskan dalam bentuk teks. Susunan kalimat dalam hadits berfungsi sarana perumus konsep dalam versi hadits. Teks matan hadis disebut juga nash al-hadits atau nash al-riwayah.[footnoteRef:3] [3: Khamdan, dkk., Studi Hadits Teori dan Metodologi (kritik terhadap hadits-hadits pendidikan), (Yogyakarta: Idea Press, 2012), hal.41]

Secara umum, suatu matan hadits dinyatakan shahih apabila:a. Tidak bertentangan dengan al-quranb. Tidak bertentangan dengan hadits yang labih kuatc. Tidak bertentangan dengan akal sehat, indera dan sejarahd. Susunan bahasanya menunjukan ciri-ciri lafadz kenabian yaitu tidak rancu, sesuai dengan kaidaha bahasa arab.[footnoteRef:4] [4: Ibid., hal.47]

2. Pengertian Syarah HaditsKata syarah (Syarh) berasal dari bahasa Arab, Syaraha-Yasyrahu-Syarhan yang artinya menerangkan, membukakan, melapangkan.[footnoteRef:5] Istilah syarh (pemahaman) biasanya digunakan untuk Hadist, sedangkan tafsir untuk kajian Al-Quran. Dengan kata lain, secara substansial keduanya sama (sama-sama menjelaskan maksud, arti atau pesan); tetapi secara istilah, keduanya berbeda. Istilah tafsir (tafsir) spesifik bagi Al-Quran (menjelaskan maksud, arti, kandungan, atau pesan ayat Al-Quran), sedangkan istilah Syarah (syarh) meliputi hadis (menjelaskan maksud, arti, kandungan, atau pesan hadis) dan disiplin ilmu lain.[footnoteRef:6] [5: Mahmud Yunus. 1973. Kamus Arab-Indonesia. Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penterjemah Penafsir Al-Quran.,hal.] [6: Nizar Ali. 2001. Memahami Hadis Nabi (Metode dan Pendekatan). Yogyakarta: Center for Educational Studies and Development (CESaD) YPI Al-Rahmah., hal. 28.]

Jadi maksud dari metodologi pemahaman (syarh) hadis ialah ilmu tentang metode memahami hadis. Dengan demikian, kita dapat membedakan antara dua istilah, yakni metode syarh: cara-cara memahami hadis, sementara metodologi syarh: ilmu tentang cara tersebut. Metode yang digunakan oleh pensyarahan hadis ada tiga, yaitu metode tahlili (analitis), metode ijmali (global), metode muqarin (komparatif), dan maudhu (tematik).[footnoteRef:7] [7: Nizar Ali. 2007. (Ringkasan Desertasi) Kontribusi Imam Nawawi dalam Penulisan Syarh Hadis. Yogyakarta., hal. 4.]

B. Hadits-hadits yang berkaitan dengan kekerasan dalam pendidikan1. Hadits Abu Dawud : , Skema Sanad Haditsnya: ( )

( )

1. Hadits Sunan At-Tirmidzi : Skema Sanad Haditsnya: .. ( )

( )

1. Hadits Musnad Ibnu Hambal :

Skema Sanad Haditsnya : .. ( )

( )

Dari ketiga sanad hadits diatas dapat penulis rangkum menjadi satu silsilah sebagai berikut : .. ( )

( )

Takhrij Hadits 1 : , Langkah-langkah penelusuran hadits metode Al Mujam:a. Gunakan Al Mu'jam Al Mufahras Li Al Faz Al Hadith Al Nabawiy : An Al Kutub Al Sunnah Wa An Musnad Al Darami, Muwatta' Malik, Wa Musnad Ahmad Ibn Hanbal karangan A.J. Wensinck yang diterbitkan di Istambul oleh Dar al Da'wah pada tahun 1987 untuk mencari sumber hadis. Penulis kitab ini adalah seorang orientalis dan guru besar Bahasa Arab di Universitas Leiden.

b. Kitab tersebut menggunakan metode takhrij melalui kata-kata dalam matan hadis. Dalam makalah ini, kami menggunakan kata ( - )

c. Kemudian mencari hadits yang dimaksud

d. Setelah dilakukan penelusuran, kami menemukan hadis yang kami maksud tercantum dalam Kitab Sunan Abu Daud.

e. Melalui kodenya kita tahu bahwa hadits tersebut terdapat dalam kitab Sunan Abu Daud, Bab Sholat Nomor 26.

Kritik SanadAdapun analisa sanad hadis-hadis tersebut adalah dilihat dari ketersambungan (ittishal) sanad, keadilan dan kedhabitan perawi serta metode periwayatannya. Analisa sanad hadis riwayat Abu Daud ini adalah sebagai berikut:1. Hadis Pertama :Periwayat yang terdapat dalam mata rantai sanad hadis pertama ini adalah : Abu Daud Muhammad bin Isa Ibrahim bin Saad Abdul Malik bin ar Rabi Ar Rabi bin Sabrah Sabrah bin MabadAbu DaudBeliau adalah Sulaiman bin Asyas bin Syaddad bin Amru bin Amir, Ibnu Dassah menyebutkan namanya Sulaiman bin Al Asyas bin Basyir bin Saddad Abu Daud as Sijistani al Hafiz, seorang imam, syekh dan hafiz terkenal.dia adalah Abu Daud al Azdi ahli hadis dari Basrah. Beliau lahir pada tahun 202 H dan wafat pada pertengahan bulan Syawal tahun 275 H.Guru-gurunya : Abu Slamah, Abi al Walid, Muhammad bin Kasir, Sulaiman bin Harbi, Muslim bin Ibrahim, Abdullah bin Slamah bin Raja, Hasan bin Rabi, Ahmad bin Yunus, Abi Tabah ar Rabi, Ahmad bin Abi Syuaib, Hisyam bin Imran, Ishaq bin Rawahaih, Ahmad bin Hanbal, Ahmad bin Salih, Ali bin al Madani, Hakim bin Musa, Khalaf bin Hisyam, Muammal bin Hisyam, Said bin Mansur, Abdul bin Whhab, Amru bin Aun, Sulaiman bin Daud, Muhammad bin Isa, Abdul Wahhab bin Najdah, Muaz bin Asad, Yahya bin Main dan ulama Iraq, Mesir, Khurasan, Syam, Hijaz, Kufah, Damaskus dan Baghdad.Adapun murid-muridnya adalah : Abu Isa, NasaI, Ibrahim, Ibn Hamdan, Ahmad bin Ibrahim, Abu Hamid, Ahmad bin Jafar, Abu Bakar an Najdi, Abu al Arabi, Abu Bakar Ahmad bin Muhammad, Ishaq bin Musa, ar Ramli, Ismail bin Muhammad, Harb bin Ismail, dan lain-lain.Kritik ulama hadis terhadap dirinya :1. Abu Bakar al Khilal : Abu Daud seorang imam terkemuka di zamannya2. Ahmad bin Muhammad bin Yasin al Harawi : beliau adalah salah seorang huffaz Islam untuk hadis Rasul, menguasai ilmu hadis dan sanadnya .3. Muhammad bin Makhlad : Abu Daud meriwayatkan seratus ribu hadis dan apa yang ia susun di dalam Sunannya dan menjadi rujukan umat serta kitabnya menjadi menjadi pedoman ahli hadis.4. Musa bin Harun : Abu daud diciptakan di dunia untuk hadis dan di akhirat untuk surga.5. Abu Hatim ibn Hibban : Ia adalah seorang imam dunia yang faqih, ilmuwan, hafiz, wara, nusuk, dan mutqin.6. Al Hakim : Abu Daud ahlul hadis di zamannya.7. Al Hafiz Zakariya Syaji : Kitabullah adalah Islam sedangkan kitab Abu DAud adalah janji Islam.Dari pendapat-pendapat ulama hadis diatas, dapat disimpulkan bahwa Abu Daud adalah perawi yang siqah, dan lafaz periwayatan hadis antara guru dan murid yaitu Muhammad bin Isa dan Abu Daud menggunakan sigah haddatsana. Dengan begitu, sanad antara Abu Daud dan Muhammad bin Isa adalah muttashil.

Muhammad bin IsaBeliau adalah Muhammad bin Isa bin Najih al Bagdadi Abu Safar ibn at Taba. Beliau lahir pada tahun 150 H dan wafat pada tahun 224 H. Beliau meriwayatkan hadis dari : Malik, Hammad bin Zaid, Ibn Zibbi, Abdul Wahab bin Said, Abdullah bin Jaf