Hypnosis Paper

Download Hypnosis Paper

Post on 13-Nov-2015

20 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

keperawatan holistik

TRANSCRIPT

<ul><li><p> HYPNOSIS </p><p>Makalah Ini Digunakan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keperawatan Holistik II </p><p>Dosen Pengampu : </p><p>Ns. Elsa Naviati, M.Kep, Sp.Kep.An </p><p>Ns. Sri Padma Sari, MSc </p><p>Disusun Oleh : </p><p>Kelas A.12.2 </p><p>Aditya Primahuda 22020112110023 </p><p>Putri Apriyati 22020112120011 </p><p>Muhammad Zulfikar M. 22020112130050 </p><p>Arini Agustina 22020112130076 </p><p>Marsha Yoke Nancy 22020112130106 </p><p>Desi Ardiyani 22020112140111 </p><p>PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN </p><p>FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO </p><p>SEMARANG </p><p>2014 </p></li><li><p>2 </p><p>KATA PENGANTAR </p><p>Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas segala rahmat dan karunia-</p><p>Nya, makalah tugas Keperawatan Holistik II mengenai Hypnosis ini dapat terselesaikan tepat </p><p>pada waktunya. </p><p>Dalam penyusunan makalah ini kami tidak lupa mengucapkan terima kasih pada </p><p>pihak yang telah membantu menyelesaikan makalah ini. </p><p>Penulis menyadari masih membutuhkan kritik dan saran yang membangun, guna </p><p>penyempurnaan penulisan karya tulis yang akan datang. Semoga makalah ini dapat </p><p>memberikan manfaat dan menambah ilmu pegetahuan. </p><p>Semarang, 02 November 2014 </p><p>Penulis </p></li><li><p>3 </p><p>DAFTAR ISI </p><p>Kata Pengantar .............................................................................................................. 2 </p><p>Daftar Isi ....................................................................................................................... 3 </p><p>Bab I; Pendahuluan ....................................................................................................... 4 </p><p>Bab II ............................................................................................................................. 5 </p><p>A. Definisi .............................................................................................................. 5 </p><p>B. Sejarah ............................................................................................................... 6 </p><p>C. Kontraindikasi ................................................................................................... 7 </p><p>D. Manfaat .............................................................................................................. 10 </p><p>E. Aplikasi hypnosis ............................................................................................... 13 </p><p>Bab III ............................................................................................................................. 17 </p><p>Daftar Pustaka ................................................................................................................. 18 </p></li><li><p>4 </p><p>BAB I </p><p>PENDAHULUAN </p><p>A. Latar Belakang </p><p>CAM (Complementary and Alternative Medicine) adalah terapi atau suatu </p><p>teknik untuk mencegah maupun mengobati penyakit selain menggunakan teknik </p><p>konvensional seperti yang diajarkan di sekolah-sekolah kesehatan maupun yang </p><p>diterapkan di rumah sakit. Banyak bentuk dari terapi CAM sudah ada sejak berabad </p><p>abad yang lalu yang kebanyakan merupakan bentuk pengobatan tradisional dari </p><p>budaya timur contohnya TCM (Traditional Chinese Medicine, ayurvedic medicine). </p><p>National Center for Complementary and Alternative Medicine (NCCAM) </p><p>mengelompokkan CAM ke dalam 5 bagian yaitu : alternative medical system, mind </p><p>body interventions, biologically based therapy, manipulative and body based </p><p>methods, energy therapy. Saat ini, terapi CAM semakin populer dan banyak </p><p>digunakan di masyarakat baik sebagai pelengkap terapi konvensional maupun sebagai </p><p>pengganti terapi konvensional. Salah satu terapi CAM yang banyak digunakan di </p><p>masyarakat adalah hipnosis yang merupakan salah satu bagian dari mind body </p><p>intervetions suatu teknik untuk memfasilitasi kemampuan pikiran untuk </p><p>mempengaruhi fungsi tubuh. </p><p>Hipnosis sudah ada sejak awal mula peradaban manusia dan telah tercatat di </p><p>berbagai peradaban seperti peradaban Mesir kuno dan juga Yunani. Hipnosis adalah </p><p>keadaan konsentrasi terfokus dan relaksasi yang alamiah. Hipnosis merupakan cara </p><p>merelaksasi dan mengesampingkan pikiran sadar (conscious mind, kehendak), </p><p>sekaligus menggerakkan pikiran bawah sadar (subconsciuos mind) ( Bruce G.2007). </p><p>Dari penelitian ditemukan satu fakta menarik bahwa sekitar 75% dari semua penyakit </p><p>fisik yang diderita banyak orang sebenarnya bersumber dari masalah mental dan </p><p>emosi. Hipnoterapi yang merupakan bagian dari terapi CAM, merupakan salah satu </p><p>cara yang sangat mudah, efektif, dan efisien dalam menjangkau pikiran bawah sadar, </p><p>melakukan re-edukasi, dan menyembuhkan pikiran yang sakit (Gunawan A. 2007). </p><p>Saat ini, terapi hypnosis merupakan fenomena ilmiah. Beberapa ilmuwan berspekulasi </p><p>bahwa hypnotherapy dapat menstimulasi otak untuk melepaskan neurotransmiter, zat </p><p>kimia yang terdapat di otak. Zat itu adalah enchephalin dan endhorphin yang </p><p>berfungsi untuk meningkatkan mood sehingga dapat mengubah penerimaan individu </p></li><li><p>5 </p><p>terhadap sakit atau gelaja fisiknya. (Fachri H. 2008.). Teknik Hipnosis banyak </p><p>digunakan untuk menghilangkan phobia, nyeri kronis, insomnia, ansietas, perasaan </p><p>berduka (grief), depresi, trauma, serta untuk mengatasi masalah yang berhubungan </p><p>dengan perilaku, seperti kebiasaan merokok, makan berlebihan, dan minum minuman </p><p>keras yang berlebihan serta perilaku adiktif lainnya. </p><p>B. Tujuan </p><p>1. Tujuan umum </p><p>Mahasiswa dapat mengetahui konsep umum dari hipnosis serta dapat </p><p>mengaplikasikan teori, langkah serta prosedur dalam melakukaan terapi hipnosis. </p><p>2. Tujuan khusus </p><p>a. Mengetahui definisi dari hipnosis </p><p>b. Mengetahui sejarah hypnosis </p><p>c. Mengetahui kontraindikasi hypnosis </p><p>d. Mengetahui manfaat hypnosis </p><p>e. Mengaplikasikan teori, langkah dan juga prosedur melakukan hipnosis </p></li><li><p>6 </p><p>BAB II </p><p>PEMBAHASAN </p><p>A. Definisi </p><p>Hipnosis merupakan nama dewa tidur Yunani. Zaman dulu, penduduk berpikiran </p><p>bahwa tidur ini sebagai analogi terbaik untuk keadaan yang berbeda jauh dari bangun kognisi </p><p>dan perilaku. Hypnosis dan Hypnotherapy menyatukan penelitian terbaru tentang sifat </p><p>hypnosis dan studi tentang apa yang dapat dicapai dalam pengobatan (Barrent, 2010). </p><p>Hipnotis adalah penembusan factor kritis dalam pikiran sadar diikuti dengan diterimanya </p><p>suatu pemikiran atau sugesti (Solihudin. 2010). Kata hypnosis dalam Bahasa inggris adalah </p><p>hypnosis atau hypnotism (hipnotisme), menurut kamus Encarta dalam Gunawan 2015, </p><p>memiliki makna: </p><p>1. Suatu kondisi yang menyerupai tidur yang dapat secara sengaja dilakukan kepada </p><p>orang, dimana akan memberikan respon pertanyaan yang akan diajukan secara </p><p>terbuka dan reseptif terhadap sugesti yang diberikan oleh sihipnotis. </p><p>2. Teknik atau praktik dalam mempengaruhi orang lain untuk memasuki kedalam </p><p>kondisi hypnosis. </p><p>Hipnosis adalah kondisi kesadaran yang berubah dimana akses langsung diperoleh </p><p>dengan pikiran bawah sadar, dan ini merupakan suatu keadaan peningkatan sugesti. </p><p>Pemahaman yang salah tentang seseorang yang dihipnotis akan melaksanakan instruksi yang </p><p>diberikan ini merupakan pikiran bawah sadar anda. Pemahaman ini kurang benar karena </p><p>seorang individu tidak akan menerima saran yang bertentangan dengan prinsipnya. </p><p>Sementara hypnosis seseorang memiliki kekuatan untuk memilih hanya saran bahwa dia </p><p>bersedia menerima untuk mengikuti. Pikiran bawah sadar memiliki sistem filter otomatis </p><p>yang memutuskan apa yang dapat diterima dan tidak dalam setiap situasi. Seseorang hanya </p><p>dalam keadaan hypnosis untuk jangka waktu yang dia inginkan. Seorang hypnosis benar-</p><p>benar memiliki fungsi jam alarm internal yang dapat digunakan dalam situasi lain. </p><p>Orang yang mudah dihipnotis adalah berkemauan lemah atau berpikiran lemah. </p><p>Semakin cerdas dan imajinatif seseorang, semakin mudah untuk dia dihipnotis. Setiap orang </p><p>memiliki kemampuan untuk dihipnosis asalkan dia ingin berpartisipasi, pengaturan yang </p><p>tepat dan teknik yang digunakan adalah sesuai untuk individu. </p></li><li><p>7 </p><p> Berdasarkan berbagai studi klinis hypnosis juga bermanfaat sebagai reduksi sakit akut </p><p>yang dialami oleh pasien yang mengalami luka bakar, anak-anak yang kekurangan cairan di </p><p>jaringan tulang dan perempuan yang sedang melahirkan. Efek hilangnya sensasi sakit akibat </p><p>hypnosis ini sering kali substansial, dan pada beberapa derajat kasus dari pengurangan sensasi </p><p>sakit sama dari efek yang dihasilkan oleh morfin. Society for Clinical and Experimental </p><p>Hypnosis menyatakan bahwa hypnosis tidak dapat dan tidak seharusnya berdiri sendiri </p><p>sabagai satu satunya intervensi medis atau psikologis untuk bebagai gangguan. Sebaiknya </p><p>sebelum memberikan tindakan hypnosis dapat dikonsultasikan dulu kepada ahli medis atau </p><p>perawat (Putra. 2013). </p><p>B. Sejarah Hypnosis </p><p>Sejarah hipnosis, berawal dari penggalian budaya masa lalu, baik budaya Yunani, </p><p>mesir Kuno, maupun budaya yang lain. Fenomena penyembuhan seseorang dengan musik </p><p>atau mantra tertentu adalah bagian dari fenomena hipnosis. Begitu pula dengan budaya </p><p>sentuhan seorang raja/bangsawan. Budaya sentuhan itu membuat orang yang ia sentuh </p><p>menjadi sehat. Atau merasa direstui kehidupannya. Jika kita menilik lebih jauh awal mula </p><p>fenomena hipnosis dan budaya Indonesia pada dasarnya memiliki prinsip yang sama. Budaya </p><p>kita sangat kaya dengan fenomena-fenomena hipnosis dengan segala kekhasan entik </p><p>budayanya. Menariknya, hingga saat ini, budaya dan fenomena tersebut masih berlaku </p><p>dengan segala sugesti akan keyakian dan kepercayaan pada budaya tersebut. </p><p>Namun tidak bisa dimungkiri bahwa penggalian keilmiahan hipnosis barat ternyata </p><p>berawal dari pengembangan teknik dan teori fenomena-fenomena hipnosis atau yang disebut </p><p>dengan sentuhan bangsawan (royal touch). </p><p>Bapak hipnosis, yang pertama kali mengembangkan hipnosis adalah Franz Anton </p><p>Mezmer (1734 1815). Namun, saat itu, hipnosis lebih dikenal dengan istilah magnetisme, </p><p>teknik dan teori yang dikembangkan pun berbeda dengan hipnosis yang dipelajari saat ini. </p><p>Tokoh hipnosis saat itu, antara lain adalah Edward the Confesor dan raja-raja di Prancis, yang </p><p>menganggap dirinya sebagai Tuhan. Ide tersebut kemudian mati di akhir abad ke 18, </p><p>bersamaan dengan terbitnya periode renaissance, saat banyak orang mencari dasar ilmiah </p><p>atas berbagai fenomena. Ritual sentuhan bangsawan dihidupkan kembali saat Charles X. </p><p>Salah seorang yang berpengaruh pada periode tersebut adalah Paraselsus. Ia beranggapan </p></li><li><p>8 </p><p>bahwa tubuh surgawi memberikan makan tubuh manusia melalu perantaara magnet. Ia </p><p>berkeyakinan bahwa magnet mampu mengobati berbagai macam penyakit. </p><p>Mesmer memulai perjalannya saat mengamati para rohaniawan jesuit, Father hell, di </p><p>Paris yang berhasil menyembuhkan orang-orang sakit dengan mengetuk pelan sebuah salib </p><p>besi ke kepala mereka. Dari hal itu, mesmer mengembangkan teori animal magnetisme. Ia </p><p>percaya bahwa di setiap tubuh manusia terdapat cairan universal. Ketika cairan tersebut </p><p>mengalir lancar, segala hal di tubuh berlangsung secara sempurna. Tubuh tidak bekerja secara </p><p>sempurna karena aliran cairan universal di tubuh terhalang. Mesmer menjalankan lempengan </p><p>logam melalui tubuh pasien guna melancarkan aliran cairan universal. </p><p>Mesmer mengklaim bahwa ia mamiliki energi khusus. Ia mengatakan magnet </p><p>mengalir ke tubuhnya melalui tongkat ajaib. Ia berkeyakinan bahwa ia dapat menyembuhkan </p><p>apapun dengan menggunakan magnet. Pada periode itu, ia sangat sukses dengan metode </p><p>penyembuhannya tersebut. </p><p>Ia meminta French Academy of Medicine untuk mempelajari metodenya. Kemudian, </p><p>ditunjuklah The Royal Commision, yang diketuai oleh Benjamin Franklin, untuk melakukan </p><p>penyelidikan terhadap metode penyembuhan Mesmer. Namun, komisi tersebut ternyata </p><p>menemukan fakta bahwa magnet tidak memberikan efek apapun. Menurut komisi tersebut, </p><p>kesembuhan yang terjadi hanya didasarkan pada imajinasi. Mesmer hanya membangkitkan </p><p>imajinasi pasien dan membuat pasien tersebut suggestible. Akhirnya, Mesmer didiskreditkan </p><p>pada tahun 1784. </p><p>Walaupun magnetisme banyak ditentang, teori ini masih terus berkembang. Arquis de </p><p>Puysegur (1781 1825) adalah salah seorang pengikut Mesmer. Ketika menerapkan metode </p><p>yang digunakan Mesmer pada seorang pengembala berusia 24 tahun, ia menemukan suatu </p><p>fenomena yang tidak diketahui sebelumnya oleh Mesmer. Ia mendapati bahwa subjek yang </p><p>dipengaruhi magnet tidak hanya mengalami fenomena yang tidak awam, tetapi juga tertidur </p><p>lelap. Pada kondisi itu, subjek tidak dapat membuka matanya dan berbicara dengan kurang </p><p>jelas, tetapi bertingkah seolah-olah sadar. Puysegur menyebut kondisi ini sebagai artificial </p><p>somnambulism. Sementara itu, joseph Philippe francois Deleuze (1753-1835) menemukan </p><p>teori bahwa sugesti yang diberikan kepada subjek selama dalam kondisi trancce terus terbawa </p><p>hingga saat subjek terstandar. </p></li><li><p>9 </p><p>Dari rangkaian sejarah magnetisme, yang kali pertama menggunakan kata hipnosis </p><p>adalah James Braid (1796-1860). Kata hipnosis berasal dari bahasa yunani, yaitu hypnos </p><p>yang berarti tidurkarena ia percaya itu adalah salah satu dari bentuk tiur. Kemudian, ia </p><p>mencoba memberikan nama baru, yaitu monodeism, Namun, akhirnya, ia menjadi ragu akan </p><p>teorinya sendiri bahwa hal tersebut salah satu bentuk tidur. padahal, ia telah mempelajari </p><p>teori mesmer selama bertahun-tahun, tetapi ia menolak anima magnetisme. </p><p>James Esdaile (1808-1859) adalah seorang dokter bedah yang mempelajari </p><p>Mesmerism kketika ia berada di India. Kemudian, ia menulis buku mesmerism in India. Ia </p><p>menggunakan cara yang mirip dengan Mesmer, yaitu menyapukan tangannya di atas tubuh </p><p>pasien, dari kepala sampai ke kaki secara terus-menerus untuk menginduksi/menghipnosis. </p><p>Bahkan, terkadang hal itu dilakukannya dalam waktu yang sangat lama. </p><p>Esdaile bekerja di sebuah penjara dunia di India dan melakukan lebih </p><p>Dari 3000 operasi tanpa menggunakan obat bius. Umumnya, tindakan operasi dengan </p><p>cara itu akan mengakibatkan 50 % dari pasien meninggal. Esdaile melatih serangkaian </p><p>metode tertentu kepada para asistennya. Dengan metode tersebut, laju kematian dapat di </p><p>tekan hingga 5 %. (kini, diketahuipenjelasan di balik fenomena itu, yaitu ternyata pada </p><p>hipnosis perdarahan dapat diminimalkan. Selain itu, tubuh juga mengembangkan resistensi </p><p>terhadap infeksi dan tidak mengalami dehidrasi). </p><p>Jean martin Charcot(1852-1893), seorang neurologist (terminologi awal untuk </p><p>psikolog) di Prancis, memberikan hipnosis pada dua belas wanita yang mengalami histeria. </p><p>Saat hipnosis, para pasien dapat berjalan dan melakukan banyak hal lainya, tetapi ketika </p><p>berada pada kondisi normal, mereka kehilangan kemampuan tersebut. Charcot </p><p>menginduksikan pasien dengan eye fixation. Dia juga telah mengategorikan Hypnoterapic </p><p>Trance Ke dalam beberapa level. Keopulerannya saat itu membuat Dr. Charcot dapat </p><p>mengembangkan hipnosisi dalam bidang kedokteran. </p><p>A.A. Libeault (1823-1904) percaya bahwa hipnosisi dimunculkan dengan </p><p>menggunakan sugesti. Ia menginduksikan dengan menggunakan gerakan tangannya di dahi </p><p>pasien sambil menyugestikan sehingga pasien itu akan tertidur. Mungkin, teknik Dr.Libeault </p><p>inilah yang hampir mirip dengan teknik hipnosis modern sekarang. Dalam teknik itu, ia </p><p>memeriksa kedalaman hypnotic state dahulu sebelum memberikan sugesti bagi pasien. </p></li><li><p>10 </p><p>Dr. Hippolyte Bernheim (1919-1940 ) ad...</p></li></ul>