edisi 21 desember 2012

Download Edisi 21 Desember 2012

Post on 24-Mar-2016

293 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Fakta Karawang ePaper

TRANSCRIPT

  • JUMAT, 21 Desember 2012 Terbit 12 Halaman

    website : http://www.faktakarawang.comRedaksi dan Iklan : Jl. Ir. H. Juanda No. 62 Karawang | Telp. 0267 8490864 | Fax : 0267 8490867

    Ke Halaman 11

    Ke Halaman 11

    KARAWANG - Ratusan bu-ruh dari PT. Toyobo Kniting Indonesia (TKI) minta diang-kat menjadi karyawan tetap di perusahaan tersebut. Hal itu terlontar saat ratusan buruh PT. TKI melakukan unjuk rasa di Gedung DPRD Karawang, Kamis (20/12).

    "Sudah bertahun-tahun kami kerja di PT. Toyobo, na-mun sampai saat ini kami belum juga diangkat men-jadi karyawan tetap, padahal menurut Undang-Undang yang berlaku seharusnya kami sudah diangkat menjadi kary-awan tetap," ungkap salah se-

    Minta Diangkat Jadi Karyawan Tetap

    orang pengunjuk rasa dalam orasinya.

    Sementara itu Maulana Hamdan ketua Serikat Pekerja PT. TKI mengatakan, ada 105 orang karyawan yang bek-erja di PT. TKI yang statusnya masih menjadi karyawan kon-trak atau karyawan Perjanjian Kerja Untuk Waktu Tertentu (PKWTT), padahal menurut-nya pekerjaan yang dilkukan oleh karyawan kontrak terse-but merupakan pekerjaan yang statusnya sama dengan karyawan tetap.

    KEMBALIKAN UANG SYARIF..!!Ormas dan OKP Bakal Ontrog Kejaksaan KarawangKARAWANG - Beberapa organisasi

    Masyarakat (Ormas) dan Organisasi Kepemudaan (OKP) Kabupaten Kara-wang, akan mendesak pihak Kejak-saan Negeri (Kejari) Karawang untuk mengembalikan uang Syarif Hidayat yang saat ini masih di tahan oleh Ke-jari. Desakan tersebut akan disampai-kan oleh Ormas dan OKP saat melaku-kan hearing dengan pihak Kejari, Senin (24/12).

    Abdul Majid wakil ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), mengatakan unsur Ormas dan OKP yang akan mendesak pihak kejaksaan untuk mengembalikan uang syarif adalah, KNPI, Barisan Muda Pen-egak Amanat Nasional (BM-PAN),

    Gerakan Masyarakat Bawah Indo-nesi (GMBI), dan Karang Taruna (KT) Karawang."Surat permohonan audi-ensinya sudah kami layangkan kepada kejaksaan hari ini (kemarin-red)," kata Majid dikantor BM-PAN Karawang, kamis (20/12).

    Majid Mengatakan, desakan yang dilakukan oleh beberapa Ormas dan OKP di Karawang kepada pihak Ke-jaksaan, dikarenakan putusan penga-dilan Tipikor memutuskan agar uang jaminan Syarif 100 juta rupiah yang disimpan di Kejari Karawang, agar dikembalikan kepada syarif melalui keluarganya. Namun menurutnya

    Nissan Evalia Lebih Mahal dari APVKARAWANG Harga

    mobil op-e r a s i o n a l masyarakat desa den-gan meng-

    g u n a k a n produk Nissan,

    yang belum lama mulai diserahkan kesetiap desa ternyata berharga Rp134 juta, harga tersebut sudah termasuk dipotong diskon.

    Pengadaan mobil opra-sional masyarakat desa yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Karawang ke-pada 309 desa se-Karawang menempuh banyak proses dan persoalan. Asisten Daer-ah III Kabupaten Karawang, Teddy S, menyampaikan dari segala yang ada dalam pengadaan mobil desa ini.

    Mulai dari permintaan Bu-

    Mobil Opera

    sional

    Masyarakat

    Desa

    Niat Cari Kopi, Eh Malah Dapat Teh Celup SIAPA bilang para kupu-kupu

    malam yang menghiasi warung-warung kawasan gelap samping rel kereta api Stasiun Karawang, tuwir-tuwir (tua maksudnya)? Nah loh, ini emang kenyataan. Ternyata, di ka-wasan gelap ini banyak juga cewek bohai yang usianya masih belia dan mantap-mantap. Oyib ngalamin langsung, makanya bisa bilang sep-erti itu.

    Nih ya, tadi subuh sekitar jam set-

    engah empat, Oyib nyempatkan diri masuk ke kawasan itu. Tadinya sih cuma pengen cari kopi (tapi sambil lihat-lihat cewek bohai gitu, kali aja ada yang bisa main masuk-masukin kancing).

    Oyib pun masuk ke sebuah warung yang lokasinya tak jauh dari pintu masuk ke kawasan gelap itu. Kebet-ulan, subuh itu di warung tersebut terlihat sepi, tidak ada orang (mak-lum jam setengah empat bro, dah

    pada bobo kali). Seperti niatnya dari rumah, cari

    kopi. Oyib pun memesan kopi hi-tam. Kang kopi ah, hiji. Nu hitam yups! pinta Oyib ke seorang lelaki

    Kejari Awas Masuk Angin

    Ke Halaman 11

    Ke Halaman 11

    Ke Halaman 11

    Ke Halaman 11

    KARAWANG - Nace permana ketua Lembaga Swadaya (LSM) Lodaya Karawang mengingatkan pihak kejaksaan agar tidak "masuk angin" dalam mengawasi dan meman-tau pekerjaan-pekerjaan pemerintah yang dilak-

    sanakan selama 2012 dengan mengguna-

    kan APBD. Pasalnya menurut Nace, di-duga banyak peker-jaan-pekerjaan di Karawang yang p e l a k s a n a a n n y a bermasalah dan tidak sesuai dengan yang telah ditetap-kan dalam kontrak."Ya kami hanya

    ingin mengingatkan Kejaksaan agar tidak masuk angin dalam mengawasi proyek-proyek di Karawang, khususnya yang ada

    USIANYA masih belasan tahun. Tapi, sikapnya tak me-nampakkan kalau dia masih cewek belasan tahun. Bayang-kan, di usainya yang belia itu dia sudah bisa menghasilkan uang sendiri.

    Lumayan lah mas, bisa buat shooping, hehe, ujarnya ke-pada Fakta Karawang saat dis-inggung soal uang penghasi-lannya itu.

    Cewek bernama Esti Wardah ini, menghasilkan uang dari kepiawaiannya berolah vo-cal alias menyanyi. Dia sudah memiliki jam terbang luma-yan, manggung dari tempat hajatan dengan iringan organ tunggal.

    Lumayan dah sering saya manggung. Biasa, dari tem-pat hajatan ke tempat hajatan. Hampir tiap minggu, mas, ucapnya.

    Sebagai penyanyhi organ, tentunya banyak suka duka yang dialami Esti. Dukanya kata dia, adalah banyak orang yang mencibir dan kadang lelaki suka memperlakukan seenaknya. Apalagi kalau pas lagi saweran. Ih suka banyak yang seperti itu mas, ungkap-nya.

    Sukanya, kata dia, ya ka-

    Nyanyi untuk Bisa Kuliah lau para penonton puas dan tentunya mendapat saweran yang banyak. Ya senang lah namanya juga dapat uang mas, katanya.

    Esti mengaku, setelah tabun-gannya banyak, dia akan melanjutkanpendidikan for-

    Esti Warda

    Foto: Solehudin

    SEPI: Tampak Kantor Kejari Karawang dari depan.

    Foto: Solehudin

    DEMO: Ratusan buruh pabrik tengah menggelar aksi unjukrasa di depan Gedung DPRD Karawang.

    Nace Permana

    Esti

  • cmyk

    Mau Aman, Fraksi Golkar Mesti Lebih KencangKritisi Kinerja Bupati

    KARAWANG Hati-hati, anggotaFraksi Golkar di DPRD Karawang akandicopot jika tidak mau mengopti-malkan fungsinya, terlebih dalam sisipengawasan. Ancaman ini dikeluar-kan DPD Golkar Karawang agar paraanggota dewan dari partai berlam-bang beringin ini bisa lebih kencanglagi dalam mengkritisi kebijakan-ke-bijakan serta pembangunan yangmasih lamban di bawah kepemim-pinan Ade Swara.

    Ketua DPD Partai Golkar Karawang,Dadang S Muchtar mengatakan, saatini pembangunan di Karawang masihsangat lamban dan keterlambatanpembangunan itu dampaknya sangatbesar kepada masyarakat. Oleh kare-na itu dirinya selaku ketua DPD Gol-kar meminta kepada semua anggotaDPRD dari partainya untuk semakin

    mengoptimalkan perannya di DPRD."Semua lini pembangunan di Ka-

    rawang masih sangat lamban, ma-kanya DPD Golkar sudah membe-rikan teguran kepada semua anggotaDPRD dari fraksi Golkar supaya lebihmeningkatkan fungsi pengawasan-nya," ungkap Ketua DPD Partai Gol-kar yang juga pernah menjadi BupatiKarawang ini, seusai membuka acaraorientasi fungsionaris Golkar di DPDGolkar, Kamis (20/12).

    Selain sanksi Pergantian Antar Wak-tu (PAW) kepada anggota DPRD dariGolkar, DPD juga tidak akan menca-lonkan kembali anggota DPRD Kara-wang saat ini dalam Pileg 2014 yangakan datang."Kita akan melakukanevaluasi secara komperhensif sejakdilayangkan surat teguran tersebutsampai dengan akhir masa jabatan-nya," tambah Dadang.

    Dadang juga mengakui, selama ke-

    pemimpinan Bupati Ade Swara, ang-gota DPRD dari fraksi Golkar sangatlemah dalam menjalankan fungsinyasebagai wakil rakyat. Padahal me-nurutnya, banyak kebijakan-kebija-

    kan pembangunan di Karawang yangperlu di kritisi. "Salah satu contohadalah lembatnya penyerapan ang-garan, belum kebijakan-kebijakanlainnya, dan saya mengakui anggota

    DPRD dari Golkar masih sangat lemahdalam sisi pengawasannya," tandasDadang.

    Sementara H. Warman ketua FraksiGolkar mengatakan, teguran yangdisampaikan DPD Golkar terhadapFraksi Golkar merupakan sebuahlangkah yang baik yang dilakukanoleh Partai. Karena menurutnya ba-gaimanapun Fraksi Golkar adalahkepanjangan tangan dari Partai Gol-kar."Saya dan semua anggota FraksiGolkar sangat menyambut baik tegu-ran yang disampaikan DPD kepadakami, dan kami secepatnya akan jauhlebih meningkatkan fungsi kami diDPRD, khususnya dalam sisi penga-wasan," ujar Warman.

    Warman juga mengatakan, dalamrapat Fraksi yang dilaksanakan akhir-akhir ini, dirinya selalu menghimbaukepada semua anggotanya untuklebih proaktif dalam menjalankan fu-

    ngsinya di DPRD Karawang."Ya kamimemang sudah bersepakat untuklebih "kencang" lagi dalam mengkritisikebijakan-kebijakan pemerintah ya-ng merugikan masyarakat karawang,karena itu memang sudah menjaditugas kami di dewan," pungkas H.Warman.

    Acara Orientasi fungsionaris yangdigelar oleh DPD Golkar Karawangsendiri merupakan salah satu syaratwajib yang harus diikuti oleh semuakader Golkar Karawang yang akanmaju dalam pileg 2014 yang akan da-tang. Menurut keterangan TimmyNurjaman Sekretaris DPD GolkarKarawang, dari 79 balon legislatifyang akan maju dalam pileg tingkatKabupaten cuma 59 orang yang men-daftar ulang untuk mengikuti kegiatantersebut."Kita juga hanya punya quo-ta 50 orang untuk dicalonkan dalampileg nanti," terang Timmy. (ssp)

    JUMAT, 21 DESEMBER 2012

    2FAKTA KARAWANG

    KARAWANG - Gelombang du-kungan dari berbagai LSM mulaimengalir ke salah satu pasangancalon Gubernur dan Wagub Ja-wa Barat.

    Meski Pilgub Jabar baru akandigelar 24 Februari mendatang,namun berbagai gelombang du-kungan sudah mulai berdata-ngan ke salah satu calon guber-nur dan wakil gubernur.

    Salah satunya, datang dariLembaga Swadaya Masyarakat(LSM) Barisan Kebangkitan Na-sional Kabupaten Purwa