case report tumor phyloid

Download Case Report Tumor Phyloid

Post on 12-Aug-2015

50 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

TUMOR PHYLOID PADA WANITA UMUR 17 TAHUNPEMBIMBING Dr. Widyanti S., Sp.B(K)Onk

Oleh : Haivan Kusuma Aji

PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS ILMU BEDAH FK UNS / RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA 2011

1

Tumor Phyloid Pada Wanita Umur 17 Tahun (laporan kasus) Haivan Kusuma Aji, Widyanti Soewoto* *Sub bagian bedah onkologi FK UNS RSUD Dr Moewardi Surakarta

Abstrak Tumor phyloid adalah tumor yang jarang dijumpai, suatu tumor jinak yang terjadi hampir hanya pada payudara wanita. Umumnya pertumbuhan massa tumor relatif cepat, yang terbentuk dari periductal sel stroma dari payudara. Secara klinis tumor phyloid menampilkan karakteristik yang cenderung besar dan sebagian besar bersifat jinak. Dengan gambaran histopatologis tumor yang jinak memperlihatkan peningkatan jumlah mencolok pada fibroblas fusiformis reguler dalam stroma, sel-sel anaplastik dengan perubahan miksoid. Pada tumor yang maligna hampir selalu didapatkan atipia seluler tingkat tinggi, dengan peningkatan selularitas stroma dan peningkatan jumlah mitosis. Melaporkan seorang wanita umur 17 tahun dengan keluhan sejak 3 bulan timbul benjolan sebesar biji kacang pada payudara kanannya.. Benjolan makin lama semakin membesar sampai sebesar kepalan tangan orang dewasa dan makin lama semakin sering terasa nyeri. Penatalaksanaan tumor phyloid adalah dengan eksisi radikal, yaitu dilakukan pengangkatan satu kompartemen payudara tersebut disertai dengan pemeriksaan histopatologis. Metode : Laporan Kasus Kata Kunci : Tumor Phyloid, Eksisi Radikal

2

A. Definisi

Tumor Phyloid adalah tumor yang jarang dijumpai, suatu tumor jinak yang terjadi hampir hanya pada payudara wanita. Umumnya disebut sebagai phyllodes cystosarcoma, cystosarcoma phylloides, tumor phyllodes dan tumor phylloides. Disebut demikian, oleh karena namanya berasal dari kata Yunani yaitu phullon atau daun, biasanya besar, cepat tumbuh massa yang terbentuk dari periductal sel stroma dari payudara. Dengan gambaran tumor menampilkan karakteristik yang cenderung besar, dengan tampilan seperti daun ketika dipotong dan menampilkan epitel menyerupai ruang seperti kista bila dilihat secara histologis. Karena sebagian besar tumor itu jinak, namanya dapat menyesatkan. Dengan demikian, terminologi yang disukai sekarang adalah tumor phyloid. Adalah Johann Muller yang pertama kali memberikan nama cystosarcoma phyllodes pada tahun 1838, karena tumor ini seringkali kistik dan secara klasik memiliki proyeksi seperti daun ke dalamnya. Kemudian istilah-istilah ini digambarkan lagi dengan tepat, istilah sarkoma tidak dibenarkan dalam mayoritas kasus, maka saran bahwa istilah tumor filodes diganti, dengan istilah sarkoma filodes terbatas pada sebagian kecil yang membenarkan penggambaran tumor ini atas dasar histologis. Ini adalah kondisi lain dimana kebingungan merajalela, dan banyak lagi kesalahan harus ditujukan terhadap terminologi yang tidak tepat. Semenjak tumor tidak kistik maupun sarkoma, cystosarcoma harus ditinggalkan untuk mendukung tumor filodes (jinak) atau sarkoma filodes (ganas). Kasus ini juga dijabarkan oleh Azzopardi.

3

B. Etiologi

Etiologi cystosarcoma phyllodes secara pasti belum diketahui. Tumor phyloid adalah tumor fibroepithelial terdiri dari epitel dan komponen stroma seluler. Tumor ini mungkin dianggap jinak , borderline, atau ganas tergantung pada fitur histologis termasuk cellularity stroma, infiltrasi di tepi tumor, dan aktivitas mitosis. Semua bentuk tumor phylloid dianggap kanker payudara, sebagai bentuk jinak bahkan dianggap memiliki potensi ganas. Tumor ini juga dikenal sebagai penyakit serocystic dari Brodie. Tumor Phyloid secara nyata berhubungan dengan fibroadenoma dalam beberapa kasus, karena pasien dapat memiliki kedua lesi dan gambaran histologis kedua lesi mungkin terlihat pada tumor yang sama. Namun, apakah tumor phyloid berkembang dari fibroadenoma atau keduanya berkembang bersama-sama atau apakah tumor phyloid dapat muncul de novo, belum ada yang bisa menjelaskan.

4

C. Insidensi

Sampai saat ini predileksi untuk tumor phyloid secara pasti belum ditemukan. Tumor ini mencapai kurang dari 1% dari semua neoplasma payudara dan muncul hampir secara umum pada payudara wanita. Belum ada yang melaporkan kasus tumor phyloid pada pria. Tumor phyloid dapat terjadi pada semua golongan usia, namun pada umumnya didapatkan pada usia paruh baya, cenderung lebih sering terjadi pada payudara kiri dibandingkan payudara kanan. Beberapa fibroadenoma juvenil pada remaja dapat terlihat seperti tumor phyloid secara histologis, namun bersifat jinak sama seperti fibroadenoma lainnya. Karena data yang terbatas, persentase tumor pilodes jinak dibanding ganas tidak terdefenisi dengan baik. Laporan yang ada mengindikasikan bahwa sekitar 8095% tumor phyloid adalah jinak dan sekitar 10-15% adalah ganas.

D. Patofisiologi Tumor phyloid merupakan neoplasma non-epitelial payudara yang paling sering terjadi, meskipun hanya mewakili 1% dari tumor payudara. Tumor ini memiliki tekstur halus, berbatas tajam dan biasanya bergerak secara bebas. Tumor ini adalah tumor yang relatif besar, dengan ukuran rata-rata > 5 cm. Namun, lesi yang > 30 cm pernah dilaporkan.

5

E. Diagnosis Anamnesa :

Dari sebuah massa kecil dapat dengan cepat berkembang ukurannya dalam waktu yang relatif singkat

Tumor jarang melibatkan kompleks puting payudara/areola Pasien dengan metastase bisa muncul dengan gejala seperti dispnoe, kelelahan, dan nyeri tulang (metastase secara hematogen paru, jantung, hati dan tulang)

Pemeriksaan fisik :

Didapatkan adanya massa payudara keras, bergerak bebas, berbatas-jelas, tidak teraba lunak

Permukaan kulit tampak licin dan cukup terlihat transparan sehingga memperlihatkan vena payudara yang terlihat melebar

F. Beberapa perbedaan Tumor Phyloid dengan Fibroadenoma

Perbedaan Usia Pertumbuhan massa tumor Sifat tumor Makroskopis Mikroskopis

Tumor Phyloid Paruh baya/premenopouse Relatif cepat, dapat dalam hitungan minggu/bulan Dapat jinak maupun ganas Ukuran tumor rata-rata > 5cm Memperlihatkan peningkatan jumlah mencolok pada fibroblas fusiformis reguler dalam stroma Eksisi Radikal Remaja Lambat

Fibroadenoma

Jinak Ukuran tumor rata-rata < 5cm Memperlihatkan proliferasi glandula maupun stroma

Tindakan operatif

Lumpectomy

6

G. Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan laboratorium, tidak ada penanda tumor hematologik atau uji darah lainnya yang bisa digunakan untuk mendiagnosa tumor phyloid

Meski mamografi dan ultrasonografi umumnya penting dalam diagnosis lesi payudara, namun keduanya sangat tidak dapat diandalkan dalam membedakan tumor philoides jinak/ganas ataupun dari fibroadenoma. Dengan demikian, pemeriksaan radiologis bukanlah diagnosis pasti dari tumor phyloid.

FNAB/Biopsi jarum dapat dipercaya, namun masih bisa terdapat kesalahan pengambilan sampel dan kesulitan dalam membedakan lesi dari sebuah fibroadenoma Biopsi payudara eksisi terbuka untuk lesi lebih kecil atau biopsi insisional untuk lesi lebih besar adalah metode lebih baik untuk mendiagnosis tumor phyloid.

7

H. Penatalaksanaan

Pada kebanyakan kasus cystosarcoma phylloides dilakukan eksisi luas normal, dengan lingkaran jaringan normal. Tidak terdapat aturan tentang besarnya batas. Namun, batas 2 cm untuk tumor kecil (< 5 cm) dan batas 5 cm untuk tumor besar (> 5 cm) yang dianjurkan.

I. Gambaran Histopatologi

Tumor phyloid mengandung komponen stroma yang dapat bervariasi dalam tampilan histologis dari satu lesi ke lesi lainnya. Umumnya tumor phyloid jinak memperlihatkan peningkatan jumlah mencolok pada fibroblas fusiformis reguler dalam stroma. Adakalanya sel-sel sangat anaplastik dengan perubahan miksoid. Atipia seluler tingkat tinggi, dengan peningkatan selularitas stroma dan peningkatan jumlah mitosis, hampir selalu didapatkan pada bentuk maligna cystosarcoma phylloides. Secara ultra-struktural, pada tumor phyloid baik jinak maupun ganas, nukleolus terlihat seperti nukleolonema yang bertautan kasar dan berlimpah dalam retikulum endoplasma.

8

Tampak seperti ruang sumbing dan konsentrasi sel tumor di bawah epitelium.

Gambaran tumor phyloid jinak :

Konfigurasi mirip fibroadenoma Stroma seluler tanpa fitur atipikal terkonsentrasi di daerah periductal Komponen stroma: gambaran fibroblastik dengan campuran jaringan adiposa matang

9

Tampak diferensasi jaringan adiposa komponen sromaneoplastik.

Gambaran tumor phyloid ganas : Ditandai atypia nuklir Banyak mitosis Hilangnya hubungan antara kelenjar dan stroma Pertumbuhan berlebih dari kelenjar oleh stroma sarcomatous Komponen epitel: memiliki penampilan mencolok, proliferatif, dengan fitur sebagian besar dari fibroblas

10

LAPORAN KASUS

a. Identitas Nama Umur : Nn. Ms : 17 th

b. Keluhan Utama Timbul benjolan di payudara sebelah kanan. c. Riwayat Penyakit Sekarang Sejak 3 bulan SMRS pasien mengeluh timbul benjolan sebesar kacang tanah di payudara sebelah kanannya, benjolan makin lama makin membesar sampai sebesar kepalan tangan orang dewasa dan makin lama semakin sering terasa nyeri, pasien kemudian periksa ke poli bedah RSDM. d. Pemeriksaan Fisik - Keadaaan umum - Kepala - Mata - Leher - Thoraks - Cor - Pulmo : BJ I-II intensitas normal, regular : SD Vesikuler : Compos Mentis : Mesocephal : Konjungtiva Anemis (-/-) : Pembesaran KGB (-)

11

- Abdomen - I : distensi (-)

:

- P: Nyeri tekan (-) - P: Tympani - A: BU (+) N - R. Mammae (D) :

P: Teraba massa keras pada payudara, berbenjol-benjol ukuran 8 x 6 x 6 cm, tidak terfixir pada dinding dada / mobile (+), batas tidak tegas, NT (+).

e. Pemeriksaan Laboratorium Hb Ht AE AT AL PT APTT HbsAg : 12,9 : 43 : 5,00 : 281 : 7,

Recommended

View more >