BMT EL-ANSHARY 256

Download BMT EL-ANSHARY 256

Post on 08-Jul-2015

31 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Jurusan muamalah adalah salah satu bagian dari Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang melaksanakan kegiatan akademik dalam bidang hukum Islam pada aspek Muamalah (Ekonomi dan Bisnis Syariah). Oleh karena itu ia merupakan ujung tombak dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran sesuai dengan tujuan kurikulum yang hendak dicapai. Jurusan muamalah membentuk sarjana muslim yang menguasai dasar ilmiah dan keterampilan bidang keahlian hukum dan pranata Ekonomi Syariah dan mampu dan mampu berprilaku dalam membawakan diri dan berkarya di bidang keahlian hukum dan pranata Ekonomi Syariah dalam kehidupan bersama dalam masyarakat. Namun demikian, semua itu tidak terlepas dari adanya kerjasama dari sebuah lembaga BMT (Baitul Mal Watamwil) yang beroperasi berdasarkan sistem syariah. Kegiatan pokok BMT diarahkan pada usaha produktif dan investasi dengan memadukan fungsi Baitul Mal dan Baitul Tamwil. Baitul Mal merupakan lembaga non komersial yang berfungsi sebagai mediator antara pembayaran ZIS dengan para mustahiq dengan memanfaatkan yang produktif dan paling bermanfaat melalui pembiayaan qardul hasan. Baitul Mal Watamwil adalah lembaga komersial yang berfungsi sebagai mediator antara masyarakat yang memiliki kelebihan dana dengan yang kekurangan dana atau yang membutuhkan dana untuk usaha-usaha produktif melalui pembiayaan dengan prinsip bagi hasil atau jual beli. Untuk mencapai tujuan tersebut di atas perlu disusun suatu kegiatan pembelajaran yang terencana, terorganisir dan sistenatik sejalan dengan kurikulum yang berbasis dengan kompetensi. Kegiatan-kegiatan itu salah satunya adalah praktek lapangan di lembagalembaga ekonomi dan perbankan syariah yang disebut dengan Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Kuliah Kerja Lapangan merupakan bentuk kegiatan pembelajaran di luar perkuliahan</p> <p>agar mahasiswa dapat pngetahuan dan pengalaman praktis sesuai dengan bidang kompetensinya. Kuliah Kerja Lapangan (KKL) melibatkan berbagai unsur, yaitu mahasiswa senagai peserta, staf jurusan sebagai pelaksana teknis, pimpinan fakultas senagai penanggung jawab dan dosen pembimbing, serta pihak-pihak lain, yakni pimpinan Baitul Mal Watamwil yang di jadikan sebagai tempat praktek. B. Dasar penyelenggaraan Praktikum Dasar penyelenggaraan kuliah kerja lapangan: 1. Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional 2. Peraturan Pemerintah nomor 60 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi 3. Keputusan Menteri Agama RI nomor 110 tahun 1982 tentang pembinaan ilmu agama 4. Keputusan Menteri Agama RI nomor 27 tahun1995 tentang kurikulum nasional program stara satu (s1) 5. Keputusan Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung 6. Keputusan Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung nomor 16 tahun 2004 tentang pedoman pelaksanaan kegiatan akademik 7. Keputusan Rapat Pimpinan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung tentang penyelenggaraan praktikum C. Tujuan Praktikum Kuliah Kerja Lapangan Tujuan kuliah kerja lapangan: 1. Agar mahasiswa jurusan muamalah memahami secara mendalam tentang manajemen perusahaan dan perbankan syariah secara makro. 2. Agar mahasiswa jurusan muamalah memiliki pengalaman praktis mengenai pengelola perusahaan dan operasional bank syariah yang meliputi administrasi keuangan, produksi dan pemasaran. 3. Agar mahasiswa jurusan muamalah mengetahui dan memahai kegiatan-kegiatan bisnis yang Islami. 4. Agar mahasiswa jurusan muamalah memiliki keterampilan dalam membuat dan menyusun laporan kerja, akunting, dan neraca dan perbankan syariah.</p> <p>D. Tahap Kegiatan Kegiatan kuliah kerja lapangan (KKL) ini dilaksanakan di BMT EL-ANSHARY dengan tahapan kegiatan sebagai berikut: 1. Tahap pembekalan, mahasiswa/praktikum mengikuti penyuluhan dan orientasi praktikum yang diselenggarakan panitia dan tim pengarah. 2. Tahap pelaksanaan, mahasiswa/praktikum melaksanakan kegiatan latihan kerja di lokasi praktikum, dalam kegiatannta mahasiswa mengadakan pengamatan terhadap mekanisme perusahaan, menelaah dan mempelajari administrasi, termasuk turut serta membantu kegiatan-kegiatan pelayanan administrasi, termasuk turut serta membantu kegiatan-kegiatan pelayanan pada perusahaan di bawah bimbingan staf perusahaan. 3. Tahap laporan, mahasiswa/praktikum membuat laporan hasil kegiatan praktik, kemudian disrahkan kepada pembimbing dan jurusan untuk diadakan evaluasi. BAB II KONDISI OBYEKTIF BMT EL-ANSHARY 1. Sejarah Berdirinya BMT El-Anshary A. Latar Belakang Pendirian BMT El-Anshary Sebagai bangsa yang mayoritas penduduknya beragama Islam, maka kehadiran lembaga syariah di Indonesia diyakini prinsip-prinsip operasionalnya sesuai dengan syariah Islam merupakan suatu kebutuhan sekaligus suatu keharusan, hal ini didasarkan pada keyakinan umat yang kuat bahwa Islam mengajarkan tidak hanya mengatur ibadah muhdoh dan muamalah, tetapi juga mengatur kehidupan sosial ekonomi. Namun dalam realita kehidupan sehari-hari sebagian masyarakat, terutama besada di wilayah Sukamiskin dan sekitarnya di mana perekonomian masyarakat belum mencerminkan nilai-nilai syariah. Dengan keadaan ini seorang pengusaha merintis dan mendirikan lembaga keuangan yang beroperasi atas dasar syariat Islam yang diharapkan dapat mmbantu khususnya masyarakat dan pengusaha muslim umumnya masyarakat daerah Sukamiskin dan sekitarnya.</p> <p>B. Proses Pendirian BMT El-Anshary adalah lembaga keuangan mikro syariah yang didirikan bulan Agustus 2008 dan merupakan program kerjasama antara PINBUK dan Bank Muamalat Indonesia yang bergabung dalam jaringan BMT El Jawa Barat. BMT ElAnshary didirikan oleh sekitar 30 orang badan pendiri. BMT adalah kependekan dari Balai Usaha Mandiri Terpadu atau Baitul Maal Wat Tamwil yaitu Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang berdasarkan prinsipprinsip syariah. Kata BMT sesuai dengan namanya terdiri dari dua fungsi utama yaitu: Baitul Tamwil (Bait = Rumah, at-Tamwil = pengembangan harta) melakukan kegiatan pengembangan usaha-usaha produktif dan investasi dalam meningkatkan kualitas ekonomi pengusaha mikro dan kecil antara lain mendorong kagiatan menabung dan menunjang pembiayaan kegiatan ekonomi. Baitul Maal (Bait = Rumah, Maal = Harta) menerima titipan dana zakat, infaq , shadaqah serta mengoptimalkan distribusinya sesuai dengan peraturan dan amanahnya. Jadi BMT ada BT dan BM yang dalam operasionalnya dijalankan sesuaidengan konsep syariah yakni yang berpedoman pada Al-Quran dan Hadits. C. Visi dan Misi BMT El-Anshary 256 Visi : Berikhtiar menjadi lembaga keuangan mikro yang sehat, yang mampu melayani anggota dan masyarakat lingkungan yang salam. Misi ; Mengembangkan BMT sebagai pembebasan pemberdayaan dan keadilan sehingga terwujud kualitas masyarakat di sekitar BMT yang salam. D. Tujuan Didirikan BMT El-Anshary Lembaga syariah BMT Anshary menjalankan usahanya berdasarkan syariah Islam. Dengan sistem yang bebas riba, namun tetap menguntungkan serta memberikan kenyamanan, keamanan dan keadilan bagi penyimpan dan</p> <p>pengguna dana yang diharapkan dengan keberadaan lembaga ini. Lembaga yang mampu meningkatkan kualitas kehidupan ekonomi umat, meningkatkan kesejahteraan sosial mempererat serta memperluas kerjasama dalam bidang usaha dengan motto Memberi Manfaat Mensejahteraan Umat, dan bertujuan : a. Menumbuhkembangkan ekonomi syariah melalui lembaga keuangan mikro BMT Shari guna memacu pertumbuhan usaha dalam rangka peningkatan kesejahteraan umat. b. Memperkuat kelembagaan dan memperluas jaringan kerja melalui kerjasama dengan berbagai potensi umat bersinergi dengan lembaga-lembaga keuangan dan perbankan syariah. c. Mengembangkan linkage program dengan lembaga-lembaga keuangan syariah sebagai agen dalam memperdayakan usaha mikro. d. Mengembangkan suatu model BMT dengan menggunakan SOM, SOP, dan IT yang khas PINBUK. e. Mendukung terciptanya jaringan kerja antara kantor BMT di seluruh Indonesia, untuk menghasilkan : Sinergi kerja BMT yang lebih luas Volume transaksi keuangan yang lebih besar Kecepatan dan keamanan transaksi yang lebih baik Efisien dan optimalisasi usaha yang lebih tinggi Kontrol yang lebih baik dalam pengelolaan dana.</p> <p>2. Struktur Organisasi dan Tugas Wewenan A. Struktur Organisasi BMT: RAPAT ANGGOTA TAHUNAN</p> <p>B. Job Discription Menangacu pada struktur organisasi BMT di atas, maka pada masing-masing tingkatan diberikan uraian tugas sebagai fungsi masing-masing tingkatan dengan ciri sebagai sebuah organisasi. KETUA Fungsi Utama Jabatan Melakukan control/pengawasan secara keseluruhan atas aktivitas dan aktivitas lembaga dalam rangka menjaga kekayaan BMT dan memberikan arahan dalam upaya lebih mengembangkan dan meningkatkan kualitas BMT.</p> <p>Tanggung Jawab a. Bertanggun jawab atas aktivias BMT dan melaporkan perkembangan unit BMT kepada seluruh anggota mekanisme rapat yang disepakati. b. Terseleksinya calon karyawan sesuai dengan formasi yang dibutuhkan dan mengeluarkan Surat Keputusan Pengangkatan/Pemberhentian Karyawan. c. Terkendalinya aktivitas simpan pinjam di BMT. d. Terjaganya kondisi kerja yang aman dan nyaman di BMT. e. Terbukanya hubungan kerjasama dengan pihak-pihak luar dalam rangka</p> <p>mengembangkan usaha BMT. f. Menjaga BMT agar dalam aktivitasnya senantiasa tidak lari dari visi dan misinya. g. Meningkatkan kualitas SDM BMT. Tugas-Tugas Pokok a. Bertanggungjawab atas aktivitas BMT darimelaporkan perkembangan unit BMT kepada seluruh anggota melalui mekanisme rapat yang disepakati. Melakukan pengawasan dan pertemuan bulanan triwulan/semester untuk membahas capaian target BMT serta kendala-kendala yang dihadapi BMT. Memberikan masuka pada pengelola mengenai strategi-strategi yang dapat dikembangkan BMT dalam pencapian target. Membantu pengelola melakukan evaluasi dan memyusun perencanaan BMT.</p> <p> Mendapatkan data dan mempersiapkan bahan dan agenda rapat anggota untuk melaporkan perkembangan BMT Menyelenggarakan rapat anggota dan melaporkan perkembangan BMT secara periodik (triwulan/semester/tahunan) kepada anggota BMT. Mengajukan rencana kerja dan anggaran pendapatan/belanja BMT pada musyawarah anggota. b. Terseleksinya calon karyawan sesuai dengan formasi yang dibutuhkan dan mengeluarkan Surat Keputusan pengangkatan/pemberhentian karyawan. Melakukan penilaian terhadap kinerja karyawan dan kebutuhan akan akan penambahan SDM. Membuka peluang kesempatan kerja secata terbuka apabila masih dibutuhkan formasi di BMT. Melakukan tahap-tahap rekrutmen hingga selaku karyawan sesuai dengan aturan yang berlaku. Mengeluarkan Surat Keputusan pengangkatan atau pemberhentian karyawan. c. Terkendalinya aktivitas simpan pinjam di BMT. Mengawasi secara keseluruhan aktivitas BMT Melakukan penilaian terhadap aktivitas BMT dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan BMT. Mengatur dan melakukan segala tindakan-tindakan dalam rangka menjaga dan melindungi kekayaan BMT. d. Terjaganya kondisi kerja yang aman, dan nyaman di BMT. Merencanankan dan merancang sistem hubungan kerja yang memotivasi karyawan untuk berkerjasama dalam mencapai sasaran lembaga. Memperhatikan keluhan karyawan dalam hal kerjasama tim dalam mencapai target kerja. e. Terbukannya kerjasama dengan pihak-pihak luar dalam rangka mengembangkan usaha BMT. Mencari peluang dan membuka kerjasama dengan pihak lain</p> <p>(lembaga/perorangan) yang dapat secara langsung ataupun tidak langsung</p> <p>memenuhi kebutuhan lembaga (seperti funding untuk likuiditas ataupun kerjasama pembiayaan). Mempertahankan kerjasama yang telah terjalin dalam lembaga-lembaga sejenis. Melakukan hubungan kelembagaan dengan pihak eksternal baik pemerintah ataupun swasta. f. Menjaga agar dalam aktivitas BMT tidak lari dari visi dan misinya. Melakukan pengawasan terhadap aktivitas BMT dan memastikan aktivitas BMT konsisten dengan visi dan misinya. Melakukan evaluasi bersama dengan Dewan syariah atas prinsip-prinsip syariah yang diterapkan dalam aktivitas simpan pinjamnya. g. Meningkatkan kualias SDM BMT Mengadakan kajian-kajian/diskusi secara internal ataupun mengundang pihak tertentu dengan tema yang relevan yang berdampak secara langsung/tidak langsung bagi peningkatan pengetahuan dan wawasan SDM. Mengirimkan karyawan BMT dalam paket-paket pelatihan/seminar/lokakarya yang diselenggarakan pihak-pihak tertentu sehubungan dengan peningkatan skill dan wawasan SDM sesuai dengan bidangnya.</p> <p>Wewenang a. Menyetujui/menolak pengajuan pengeluaran biaya dengan alasan-alasan yang dapat diterima. b. Menyetujui/menolak pengajuan biaya (hasil rapat komite) apabila dianggap dapat merugikan lembaga. c. Menyetujui/menolak pengajuan pembelian aktiva tetap. d. Menyetujui/menolak pencairan dropping pembiayaan sesuai dengan batasan wewenang. e. Menyetujui/menolak penggunaan keuangan yang dianjurkan yang tidak melalui prosedur</p> <p>f. Memberikan teguran dan sanksi atas pelanggaran yang dilakukan manajemen pengelola g. Melakukan penilaian dan evaluasi atas prestasi karyawan sesuai dengan ketentuan yang berlaku h. Memberikan keputusan promosi, rotasi, dan PHK sesuai dengan ketentuan yang berlaku i. Mengeluarkan surat keputusan pengangkatan dan atau pemberhentian karyawan. j. Mengadakan kerjasama dengan pihak lain untuk kepentingan lembaga dalam upaya mencapai target profesi dan tidak merugikan karyawan. k. memutuskan menolak atau menerima kerjasama dengan pihak lain dalam sesuai dengan kegiatan utama BMT (simpan pinjam)</p> <p>SEKERTARIS Fungsi Utama Jabatan Melakukan pengelolaan pengadministrasian segala sesuatu yang berkaitan dengan aktivitas badan pengurus. Tanggung Jawab a Mangadministrasikan seluruh berkas yang menyangkut keanggotaan BMT. b. Semua surat-surat masuk dan keluar, khususnya yang berkaitan dengan badan pengurus. c. Merencanakan rapat rutin koordinasi dan evaluasi kegiatan badan pengurus. d. Mendistribusikan setiap hasil rapat pengurus/anggota kepada pihak-pihak yang berkepentingan</p> <p>Tugas-Tugas Pokok a. Mengadministrasikan seluruh berkas yang menyangkut keanggotaan BMT. Melakukan pendataan ulang terhadap anggota baru BMT. Melakukan penghimpunan biodata atau kelengkapan administrasi anggota BMT. Melakukan registrasi keanggotaan BMT. b. Mengadministrasikan semua surat masuk dan keluar yang berkaitan dengan aktivitas badan pengurus Melakukan kegiatan administrasi surat masuk dan keluar.</p> <p> Membuat kebijakan system administrasi pada tingkat surat pengurus. Mengadministrasikan dokumen lembaga yang sifatnya permanen, seperti akta pendirian. Membuat surat keputusan atau persetujuan ketua pengurus untuk</p> <p>mengangkatan karyawan yang ditandatangani ketua badan pengurus. Mengadministrasikan seluruh surat keputusan yang dikeluarkan oleh badan pengurus. c. Merencanakan rapat rutin koordinasi dan evaluasi kegiatan badan pengurus. Menyusun kalender kerja badan pengurus bersama ketua dan bendahara. Mengatur rencana rapat dengan agenda yang disepakati dan evaluasi kegiatan badan pengurus. d. mendistribusikan hasil rapat pengurus kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Membuat notulasi pada setiap rapat mendokumentasikan notulasi dan mendistribusikan kepada seluruh pihak yan...</p>