akuntansi manajemen - informasi akuntansi pertanggungjawaban

Click here to load reader

Post on 02-Aug-2015

392 views

Category:

Documents

19 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Dea Naufal Kharisma Fitriani Fauzia Boy Dolok F. Sihombing Masyita Leybasari Anwar M.Wiku Chandra Glenada Anggun Prastyo Ervian Kurnia Indra Sejati Anisa Nurbayani Heski Megawati M.Kurnia Ramadhan Barnabas Manaen

(108200159) (108200168) (108200157) (108200183) (108200183) (1082001 (1082001089) (1082001 (1082001 (1082001 (1082001 (1082001

Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban adalah Informasi yang bersangkutan dengan pelaksanaan wewenang dalam suatu struktur organisasi Hubungannya menejer dengan aktiva, pendapatan, dan biaya dapat dikelompokkan menjadi: Aktiva, pendapatan dan biaya terkendalikan

Aktiva, pendapatan dan biaya terkendalikan adalah aktiva, pendapatan, dan biaya yang dapat secara signifikan (80% atau lebih) dipengaruhi oleh seorang menejer dalam jangka waktu tertentu.

Aktiva, pendapatan dan biaya yang tidak terkendalikan oleh menejer tersebut. Aktiva, pendapatan dan biaya yang tidak terkendalikan maksudnya adalah suatu aktiva, pendapatan dan biaya yang tidak dapat dikendalikan oleh Menejer Bagian, tapi mungkin Menejer Departemen yang membawahinya atau Menejer Bagian yang lain yang dapat mengendalikannya.

Dalam Sistem Akuntansi Pertanggungjawaban tradisional, informasi akuntansi pertanngungjawaban merupakan informasi aktiva, pendapatan, dan/atau biaya yang dihubungkan dengan manajer yang bertanngungjawab atas pusat pertanggungjawaban tertentu. Sedangkan dalam Activity based responcibility accounting system, informasi akuntansi pertanggungjawaban merupakan informasi aktiva, pendapatan, dan/atau biaya yang dihubungkan dengan aktivitas penambah dan bukan penambah nilai

Aktiva terkendalikan bagi seorang menejerpusat pertanggungjawaban adalah: Aktiva yang pemerolehan dan penggunaannya berada dibawah wewenang menejer pusat pertanggungjawaban atau,

Pendapatan Terkendalikan Dapat diperoleh atau tidaknya pendapatan oleh suatu pusat pertanggungjawaban sangat tergantung atas kemampuan pusat pertanggungjawaban yang bersangkutan.

Biaya Terkendalikan Terjadinya biaya dalam suatu pusat pertanggungjawaban tidak selalu sebagai akibat dari keputusan menejerpusat pertanggungjawaban yang bersangkutan. Pedoman untuk membedakan biaya yang terkendalikan dengan yang tidak terkendalikan adalah sebagai berikut:

Jika seorang menejer memiliki wewenang, baik dalam pemerolehan maupun penggunaan jasa, ia harus dibebani dengan biaya jasa tersebut. Jika seorang menejer dapat secara signifikan mempengaruhi jumlah biaya tertentu melalui tindakannya sendiri, ia dapat dibebani dengan biaya tersebut. Meskipun seorang menejer tidak dapat secara signifikan mempengaruhi jumlah biaya tetrtentu melalui tindakan langsungnya sendiri, ia dapat juga dibebani biaya tersebut, jika menejemen puncak menghendaki agar ia menaruh perhatian, sehingga ia dapat membantu menejer yang lain yang bertanggungjawab untuk mempengaruhi biaya tersebut.

Pengubahan Biaya Tidak Terkendalikan Menjadi Biaya Terkendalikan Biaya tidak terkendalikan dapat diubah menjadi biaya terkendalikan melalui 2 cara, yaitu: Mengubah dasar pembebanan dari alokasi ke pembebanan langsung Untuk mengubah menjadi biaya terkendalikan, biaya tersebut harus dibebankan sedemikian rupa kepada pusat pertanggungjawaban tertentu, sehingga biaya tersebut dapat dipengaruhi secara signifikan oleh menejer pusat pertanggungjawaban yang bersangkutan

Mengubah letak tanggung jawab pengambilan keputusan Untuk mengubah menjadi biaya terkendalikan, delegasikanlah wewenang untuk pengambilan keputusan dari menejemen puncak ke menejer pusat pertanggungjawaban yang bersangkutan. Pengubahan Biaya Tidak Terkendalikan Menjadi Biaya Terkendalikan Biaya yang dialokasikan kepada suatu pusat pertanggungjawaban dengan dasar sembarang, tidak dapat dimintakan pertanggungjawaban kepada manajer pusat pertanggungjawaban yang bersangkutan.

Untuk mengubah biaya tersebut menjadi biaya terkendalikan, terdapat dua cara yang saling berkaitan, yaitu : Mengubah dasar pembebanan dari alokasi ke pembebanan langsung Biaya yang dialokasikan dengan dasar sembarang harus dibebankan kepada pusat pertanggungjawaban tertentu, sehingga biaya tersebut dapat dipengaruhi secara signifikan oleh manajer pusat pertanggungjawaban yang bersangkutan.

Mengubah letak tanggung jawab pengambilan keputusan Pengubahan biaya tidak terkendalian juga bisa dilakukan dengan cara mendelegasikan wewenang untuk pengambilan keputusan dari manajer puncak kepada manajer pusat pertanggungjawaban yang bersangkutan.

Anggaran Biaya sebagai Tolak Ukur Pengendalian Biaya Dalam suatu anggaran, dibutuhkan adanya organisasi yang baik, yang tiap-tiap manajernya mengetahui dengan jelas wewenang dan tanggung jawab masingmasing. Hal ini dibutuhkan agar jika terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan yang direncanakan dalam anggaran, akan mudah menemukan pihak yang seharusnya bertanggung jawab. Untuk pengendalian biaya, anggaran biaya harus disusun sesuai dengan tingkat manajemen dalam organisasi

Variabilitas biaya merupakan perilaku biaya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan. Hubungan antara biaya terkendalikan dengan variabilitas biaya terjelaskan secara singkat dalam gambar berikut ini.

Tanggung Jawab Ganda (Dual Responsibility) Masalah tanggung jawab ganda biasnya timbul jika terdapat lebih dari seorang manajer yang dianggap dapat mempengaruhi secara signifikan suatu biaya. Dual responsibility menimbulkan dua masalah berikut ini : Pengumpulan data biaya. Masalah yang timbul adalah kepada pusat pertanggungjawaban mana biaya tersebut harus dimintakan pertanggungjawaban.

Pembebanan tanggung jawab atas biaya unit organisasi penghasil jasa. Masalah yang timbul adalah kepada pusat pertanggungjawaban mana biaya unit organisasi penghasil jasa harus dimintakan pertanggungjawaban; kepada manajer unit organisasi penghasil jasa saja atau kepada manajer unit organisasi pemakai jasa, ataukah kepada keduanya.

Pemecahan Masalah Tanggung Jawab Ganda Pemecahan masalah adanya tanggung jawab ganda golongan unit organisasi pengesahan pengeluaran modal dan unit organisasi yang mengusulkannya dapat dilakukan dengan melaporkan pengeluaran modal yang telah terjadi kepada unit organisasi pengesahan pengeluaran modal dan unit organisasi yang mengusulkannya.

Pemecahan masalah dapat dilakukan dengan membebankan biaya kepada unit organisasi penghasil jasa sebagai pusat pertanggungjawaban utama, dan membebankan biaya tersebut kepada unit organisasi pemakai jasa berdasarkan dasar yang objektif untuk menbebankan pertanggungjawaban biaya tersebut kepada pudat pertanggungjawaban sekunder.

Dalam penyelesaian masalah tanggung jawab ganda perlu dibedakan : Alokasi biaya. Alokasi biaya bertujuan untuk perhitungan kos produk, yang seringkali menggunakan dasar alokasi bersifat sembarang (arbitrary). Pembebanan pertanggungjawaban biaya. Pembebanan pertanggungjawaban biaya bertujuan untuk pengendalian biaya, sehingga menuntut digunakannya dasar pembebanan biaya yang wajar kepada unit organisasi pemakai jasa.

Informasi akuntansi pertanggungjawaban yang berupa informasi masa yang akan datang bermanfaat untuk penyusunan anggaran. Sedangkan informasi akuntansi pertanggungjawaban yang berupa informasi masa lalu bermanfaat sebagai: Penilai kinerja manajer pusat pertanggungjawaban. Pemotivasi manajer. Informasi akuntansi pertanggungjawaban ini bermanfaat bagi manajemen untuk: Mengelola aktivitas, dengan cara mengarahkan usaha manajemen dalam mengurangi dan akhirnya menghilangkan biaya-bukan-penambah nilai (non-valueadded costs). Memantau efektivitas program pengelolaan aktivitas.

Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban sebagai Dasar Penyusunan Anggaran Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban sebagai Penilai Kinerja Manajer Pusat Pertanggungjawaban Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban sebagai Pemotivasi Manajer Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban Memungkinkan Pengelolaan Aktivitas

Dengan menyajikan informasi biaya yg dipisahkan ke dalam biaya-penambah dan bukan-penambah nilai dalam bentuk perbandingan dari periode ke periode, manajemen dapat: Memantau efektivitas program pengelolaan aktivitas Merumuskan keputusan-keputusan strategic

Sistem akuntansi pertanggungjawaban tradisional dirancang berlandaskan atas beberapa asumsi tentang perilaku manusia berikut ini: Pengelolaan berdasarkan penyimpangan (management by exception) merupakan pengendalian operasi secara efektif yg memadai. Pengelolaan berdasarkan tujuan (management by objective) akan menghasilkan anggaran yg disepakati, biaya standar, sasaran organisasi, dan rencana yg dapat dilaksanakan. Struktur pertanggungjawaban sesuai dengan struktur hirarkhi organisasi

Manajer dan bawahannya bersedia untuk menerima tanggungjawab yg dibebankan kepada mereka melalui hirarkhi organisasi Sistem akuntansi pertanggungjawaban mendorong kerja sama, bukan kompetisi.

Pengelolaan berdasarkan penyimpangan menggunakan anggapan bahwa agar manajer secara efektif mengelola dan mengendalikan aktivitas organisasi, mereka harus memusatkan perhatian terhadap bidang yg didalam nya terdapat penyimpangan hasil sesungguh nya dari sasarn yg di anggarkan atau sasaran standar.

Pengelolaan berdasarkan penyimpangan seringkali menimbulkan perilaku yg tidak semestinya (dysfunctional behavior) berikut ini: Manajemen tidak atau kurang memberikan perhatiaan atau pengakuan terhadap penyimpangan yg menguntungkan, sehingga hal ini seringkali menimbukan persepsi manajer bawah bahwa laporan kinerja hanya digunakan oleh manajer atas untuk mencari kegagalan daripada keberhasilan.

Manajer bahwa cenderung menggunakan reaksi defensive dalam menghadapi kecenderungan manajer atas terhadap penyimpangnya yg merugiakan dengan cara memanipulasi data kinerja untuk menutupi penyimpangan yg merugikan. Manajer bahwa cenderung sangat hati-hati dan enggan untuk menggunakan pendekatan baru, jika mere

View more