?· Web viewSalah satu contoh faktor lingkungan yang dapat menghambat kegiatan pemancangan antara lain…

Download ?· Web viewSalah satu contoh faktor lingkungan yang dapat menghambat kegiatan pemancangan antara lain…

Post on 15-May-2019

213 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>analisis faktor yang berpengaruh pada pemancangan tiang pancang tekan di bangunan sembilan belas lantai </p> <p> TC Title Authors \f s \l 2</p> <p>Sentosa Limanto, Jonathan H. Kusuma XE "Author 1" \f a</p> <p> XE "Author 2 " \f a2, Mario R.B. 3dan Rizky P.S. 3</p> <p>1Dosen Jurusan Teknik Sipil, Universitas Kristen Petra, Kampus Siwalankerto 121-131, Surabaya 60236, Telp 031-2983392, email: leonard@peter.petra.ac.id</p> <p>2Dosen Jurusan Teknik Sipil, Universitas Kristen Petra, Kampus Siwalankerto 121-131, Surabaya 60236, Telp 031-2983392, email: jkusuma@peter.petra.ac.id </p> <p>3Alumni Jurusan Teknik Sipil, Universitas Kristen Petra, Kampus Siwalankerto 121-131, Surabaya 60236, Telp 031-2983393</p> <p>Usaha jasa konstruksi merupakan lahan kerja yang mempunyai tingkat kesulitan tinggi dan banyak hal yang berpengaruh pada awal pelaksanaan, salah satunya adalah pekerjaan pondasi dalam pada pemancangan tiang pancang tekan untuk mendirikan bangunan tinggi. Pekerjaan pemancangan tiang pacang tekan pada bagunan tinggi merupakan struktur penting saat mulainya pekerjaan konstruksi/pembangunan. Proses pemancangan yang dilakukan untuk mendirikan bangunan tinggi perlu mendapatkan pengawasan yang baik dan cermat, sehingga dibutuhkan evaluasi yang teliti terhadap proses pemancangan tersebut agar bisa diselesaikan dengan baik. Sehubungan dengan evaluasi pekerjaan pemancangan tersebut, hal ini erat berkaitan dengan nilai-nilai/factor yang berpengaruh pada pekerjaan pemancangan. Dengan metode Productivity Delay Model (PDM) dapat dianalisis faktor penghambat pemancangan tersebut diantaranya faktor pekerja dan kondisi lingkungan serta bahan/materialnya. Hal ini digunakan untuk mengontrol proses pekerjaan pemancangan kemudian usaha untuk meminimalkan keterlambatan ataupun kegagalan yang akan timbul. Hasil yang didapat terhadap analisis faktor penghambat pemancangan tiang tekan yang dominan pada bangunan tinggi terjadi pada faktor penyiapan material/tiang pancangnya.</p> <p>Kata kunci: pemancangan, pondasi dalam, Productivity Delay Model, tiang tekan XE "keyword 1" \f k </p> <p>1. PENDAHULUAN</p> <p>Setiap perusahaan selalu ingin menjadi lebih baik daripada perusahaan kompetitornya. Sehingga perusahaan tersebut bisa meraup keuntungan dan terus menjalankan roda perusahaannya. Ini tidak berbeda dengan perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi. Maka dari itu, perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi harus lebih meningkatkan mutunya jika tidak ingin kalah bersaing dengan sesama perusahaan kompetitornya. </p> <p>Banyak perusahaan yang menjual jasanya dengan daya tarik ketepatan dan kecepatan proses pembangunan, ada juga beberapa perusahaan yang lebih menarik pemakai jasa dengan harga yang lebih kompetitif, apapun daya tarik yang mereka gunakan itu sebenarnya yang terpenting untuk mendapatkan kecepatan dan hematnya proyek adalah produktivitas pekerjaan mereka. Karena dengan semakin produktifnya suatu proyek, maka waktu pengerjaan proyek akan lebih cepat, di sisi pengeluaran biaya proyekpun akan semakin efisien pula, karena pengeluaran biaya proyek menjadi tepat guna. Karena produktivitas sangat berhubungan dengan tenaga kerja, modal, dan sumber daya lainnya yang berhubungan langsung dengan pekerjaan.</p> <p>Produktivitas yang disebutkan di sini melingkupi seluruh aspek yang ada dalam proyek itu sendiri, mulai dari manusianya (berapa jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan), sampai ke pengaturan sistem kerja (work management) [8]. Salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas secara langsung selain faktor manusia juga ada faktor alat, alat dalam suatu proyek harus direncanakan pemilihannya dengan tepat sesuai dengan keadaan proyek tersebut, kondisi lingkungan sekitar proyek itu, kemampuan tenaga kerja dalam mengoperasikan alat tersebut, serta dana yang tersedia untuk menyewa atau membeli alat dalam suatu proyek itu. Pengoperasian alat yang salah dan penggunaan alat yang tidak tepat akan berpengaruh terhadap produktivitas dari proyek tersebut. Apabila alat beroperasi dengan baik dan dapat menghasilkan output sesuai yang diinginkan, baik dari segi kualitas dan kuantitas maka proyek dianggap berjalan lancar. Alat-alat penunjang pembangunan konstruksi ada berbagai macam, yang sengaja diciptakan agar dapat membantu proses pelaksanaan pembangunan konstruksi sehingga lebih produktif dan tidak sepenuhnya lagi mengandalkan tenaga manusia saja, sehingga dalam suatu pekerjaan pembangunan manusia hanya menjadi bagian untuk proses pengoperasian dari alat yang ada dengan waktu yang telah ditentukan atau biasa disebut jam kerja [3] Sehingga pekerjaan pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan efisien karena adanya bantuan dari alat-alat tersebut. </p> <p>Dari berbagai alat yang ada, salah satu alat yang paling sering digunakan pada pembangunan proyek konstruksi adalah alat pancang untuk pekerjaan pondasi. Pondasi ini merupakan salah satu struktur yang sangat penting dalam suatu proses pembangunan, dimana pondasi merupakan penerima keseluruhan beban struktur di atas pondasi tersebut, yang kemudian beban tersebut disalurkan ke tanah tempat di mana bangunan itu akan didirikan. Proses pemancangan yang dilakukan pada suatu proyek pembangunan harus dilakukan dengan cermat, karena tiang pancang yang akan menyalurkan beban ke tanah tersebut tidak boleh berubah tempat dari titik pemancangan yang telah direncanakan sebelumnya [5].</p> <p>Selain faktor yang mendukung produktivitas pemancangan yang dibahas sebelumnya, ada juga beberapa faktor yang biasanya mempengaruhi penurunan produktivitas pekerjaan pemancangan antara lain adalah kecerobohan pekerja yang mengoperasikan alat pancang, kondisi tanah yang tidak sesuai atau tidak seperti yang diharapkan, keterbatasan dana yang secara tidak langsung berimbas kepada alat yang kurang memadai, perubahan desain, kondisi lingkungan sekitar proyek yang tidak mendukung sehingga tidak menunjang proses pemancangan, dan mungkin juga terkadang keterlambatan dalam penyediaan material atau peralatan . Faktor-faktor ini biasanya menyebabkan terjadinya keterlambatan yang juga secara tidak langsung berakibat menurunnya produktivitas sebuah proyek. Oleh karena itu pada penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang produktivitas pemancangan tiang pancang pada suatu proyek bangunan tinggi (Gambar 1.)</p> <p> Gambar 1.</p> <p>2. LANDASAN TEORI </p> <p>Waktu penyelesaian suatu proyek menjadi kunci utama keberhasilan suatu perusahaan jasa konstruksi. Salah satu usaha yang harus dilakukan untuk menjaga agar proyek konstruksi dapat selesai tepat waktu adalah dengan melakukan kontrol produktivitas kerja setiap jenis pekerjaan yang ada mulai dari awal proyek berlangsung. Dengan melakukan kontrol produktivitas kerja akan meminimalkan terjadinya keterlambatan (delay). Dengan dilakukannya kontrol produktivitas di tiap jenis pekerjaan diharapkan mendapat gambaran tren produktivitas dan dapat dijadikan patokan untuk memperbaiki nilai produktivitas untuk mewujudkan visi yang telah direncanakan pada awal konstruksi.</p> <p>Sebagaimana kita ketahui bahwa pengukuran produktivitas banyak sekali mengalami kesulitan, karena produktivitas tidak bisa diukur secara akurat melainkan hanya bisa melalui suatu pendekatan [6]. Karena ada banyak faktor yang mempengaruhi produktivitas dan diharapkan dapat dijadikan salah satu acuan untuk melakukan kontrol produktivitas kerja agar proyek konstruksi dapat selesai tepat waktu khususnya pada jenis pekerjaan pemancangan tiang pancang.</p> <p>Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas</p> <p>Pada bidang jasa konstruksi, proyek selalu memilik tingkat produktivitasnya masing-masing. Produktivitas inipun tidak akan sama satu dengan lainnya karena berbagai hal, yaitu antara lain [7] :</p> <p>Kombinasi antara pekerja dan peralatannya.</p> <p> Usaha yang dilakukan oleh tenaga kerja.</p> <p> Keahlian pekerja dalam mengoperasikan alat berat ( alat pancang silent pile)</p> <p> Ketepatan pemilihan alat-alat dan efisiensi dari alat-alat yang digunakan.</p> <p> Tingkat pelatihan tenaga kerja</p> <p> Jumlah tenaga kerja yang digunakan</p> <p>Suhu udara sekitar 30-34o C dan cuaca cerah/hujan.</p> <p>Kemampuan dalam hal desain konstruksi (constructability).</p> <p>Lamanya jam kerja: pada proyek yang kita tinjau, para pekerja mulai bekerja pukul 09.00-17.00 dengan istirahat jam makan siang adalah jam 12.00 selama 1 jam.</p> <p>Day shift dan night shift.</p> <p>Karena faktor-faktor di atas tidak akan sama dalam setiap proyek. Lokasi proyek, kemampuan pekerja, sampai suhu/cuaca juga sangat berpengaruh dalam tingkat produktivitas suatu proyek. Berikut merupakan faktor-faktor yang berpengaruh langsung terhadap tingkat produktivitas suatu pekerjaan termasuk pekerjaan pemancangan, yaitu:1. Lingkungan, 2. Peralatan, 3. Pekerja, 4. Material, 5. Manajemen.</p> <p>Ke lima faktor yang mempengaruhi produktivitas seperti yang sudah disebut di atas adalah sebagai berikut :</p> <p>Lingkungan: faktor alam merupakan suatu hal yang dapat menghambat pengerjaan suatu proyek. Lebih susahnya lagi faktor ini tidak dapat diprediksi sebelumnya secara tepat. Salah satu contoh faktor lingkungan yang dapat menghambat kegiatan pemancangan antara lain seperti hujan deras, adanya batuan-batuan yang besar dan keras dalam lapisan tanah yang menghambat tiang pancang masuk. Hal-hal ini perlu mendapat perhatian dan diperhitungkan dalam perencanaan schedule. Karena hal ini tak dapat dihindarkan dan tidak dapat diprediksi sebelumnya, sehingga lebih baik mengantisipasi kemungkinan keadaan terburuk.</p> <p>Peralatan: Pekerjaan pemancangan sangat berpengaruh pada hal ini, karena proses pemilihan alat merupakan hal yang terpenting. Baik itu pemilihan alat berdasarkan keadaan lapangan, maupun seberapa dalam tiang pancang dan sheet pile yang akan kita pancang (berhubungan dengan kuat tekan alat). Selain itu kondisi daripada peralatan yang digunakan harus diperhatikan karena alat ini merupakan alat yang utama dan paling penting pada proses pemancangan. Perawatan alat secara rutin akan memberikan pengaruh yang berarti pada produktivitas kerja di lapangan. Perawatan tersebut antara lain seperti mengganti oli mesin dan oli hidrolis tepat waktu. Apabila pada saat proses pemancangan sedang berlangsung terjadi kerusakan pada alat, maka akan terjadi keterlambatan waktu pemancangan dan menurunkan produktivitas kerja. Apalagi jika alat tersebut sampai mengalami kerusakan, sampai harus diganti alat yang lain. Hal ini akan berpengaruh terhadap proyek karena akan mengalami keterlambatan yang cukup lama.</p> <p>Pekerja: Hal ini sangat rumit sekali, karena berhubungan dengan manusia. Setiap manusia memiliki tingkat kejenuhan yang berbeda, keinginan yang berbeda dan tingkat kenyamanan yang berbeda pula, maka dari itu faktor ini termasuk salah satu faktor yang paling kompleks dibanding faktor-faktor lainnya. Pekerja merupakan sumber daya yang dipengaruhi oleh banyak hal sehingga tidak mudah dalam pengendaliannya. Pada kasus pekerjaan pondasi, jumlah pekerja yang ada tidak terlalu banyak. Produktivitas di sini dipengaruhi oleh kemampuan, pengetahuan dan kerjasama, sehingga hal tersebut perlu mendapat perhatian lebih. Pengaturan shift kerja perlu diperhatikan, tentu saja pengaturan jam istirahat juga perlu diperhatikan. Karena dengan bekerja berulang-ulang dengan hal yang sama tentu dapat meningkatkan kejenuhan pekerja.</p> <p>Material: Material sangat diperlukan dalam semua pekerjaan proyek, tidak terkecuali dalam pekerjaan pemancangan. Jika seluruhnya sudah siap (site, pekerja) tetapi ada sedikit keterlambatan dari pengiriman material, maka tentu pekerja akan terkena dampaknya langsung, yaitu tidak dapat mengerjakan apa-apa. Maka dari itu material merupakan faktor yang tak kalah penting. Material yang tidak sesuai dengan spesifikasi juga dapat menghambat produktivitas kerja dan mempengaruhi jadwal proyek. Para pekerja menjadi tidak produktif karena tidak ada material yang memadai untuk dikerjakan atau dengan kata lain sering menganggur sehingga menurunkan produktivitas kerja. Tentu hal ini ingin kita hindarkan dari tiap pekerjaan. </p> <p>Manajemen: Manajemen berfungsi untuk mengatur dan mengelola para pekerja. Selain itu juga berfungsi untuk perencanaan, penempatan lokasi, pemantauan kemajuan proyek dan lain-lain. Manajemen yang buruk akan berpengaruh pada kinerja pekerja yang otomatis mempengaruhi produktivitas kerja.</p> <p> Silent Pile System</p> <p>Sistem ini merupakan suatu sistem pemancangan pondasi tiang pancang yang pada pelaksanaannya tiang pancang tersebut ditekan masuk ke dalam tanah dengan menggunakan dongkrak hydraulis (Gambar 2.) [4], sehingga pada tanah di sekitar lokasi pemancangan tidak menimbulkan getaran yang terlalu besar dan gaya tekan dongkrak langsung dibaca melalui sebuah manometer. Dengan demikian, gaya tekan tiang setiap mencapai kedalaman tertentu dapat diketahui [1].</p> <p> Gambar 2.</p> <p>3. mETODOLOGI </p> <p>Studi literatur</p> <p>Pengertian produktivitas diperoleh dari studi literatur demikian juga metode yang digunakan untuk penelitian adalah Method delay productivity model adalah suatu metode untuk menghitung produktivitas ideal dan produkivitas keseluruhan dengan memperhitungkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas itu sendiri. Faktor-faktor tersebut antara lain faktor lingkungan (environment), peralatan (equipment), pekerja (labor), material, dan manajemen (management). </p> <p>Observasi lapangan</p> <p>Sebelum kita melakukan observasi, perlu menyiapkan lembar observasinya.Kemudian kita dapat mengetahui situasi dan kondisi lokasi proyek yang hendak tinjau sehingga kita dapat merencanakan dan menyiapkan segala sesuatunya supaya pada saat melaksanakan penelitian dapat berjalan dengan lancar. Selain itu dapat melihat/mengetahui secara langsung faktor-faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas pemancangan pada proyek tersebut tinjau seperti faktor lingkungan (environment), peralatan (equipment), pekerja (labor), material, dan manajemen (management) yang dapat kita pelajari dan analisa. Keseluruhan studi literatur dan studi lapangan akan digunakan sebagai acuan untuk membuat lembar observasi. </p> <p>Lembar Observasi </p> <p>Lembar observasi dibutuhkan sebagai sarana bagi penelti untuk mencatat data di lapangan. Adapun bentuk lembar observasi yang dirancang harus menyesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan karena data-data yang dibutuhkan adalah waktu/durasi dan faktor-faktor penyebab keterlambatan (delay). Pada penelitian ini, kami mencatat semua kegiatan yang dilakukan pada proses pemancangan beserta waktu / durasinya, entah itu kegiatan yang termasuk delay maupun tidak agar bisa dipantau dan dinilai secara detail masing-masing kegiatan sekaligus memudahkan pencatat selama pengambilan data di lapangan karena tidak perlu melakukan penilaian delay atau tidak pada saat pengambilan data. Untuk contoh lembar observasi dapat dilihat pada lampiran.</p> <p>Pengamatan Sample</p> <p>Dalam pengamatan sample data, tentu memerlukan objek yang akan diamati. Dalam penelitian mengenai produktivitas pemancangan ini, o...</p>

Recommended

View more >