virus gemini

Download Virus Gemini

Post on 11-Jul-2015

231 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 5/11/2018 Virus Gemini

    1/6

    BuletinHama dan P en ya ltit T umbuh an 1 1( 1) :2 6- 31 (1 99 9)B ulle tin o f P la nt P es ts a nd D is ea se s, I SSN 0854 -3836 Ju ru san H PT IP B, B og or, In do nes ia

    VIRUS GEMINI PADA CABAl:VARlASIGEJALADANSTUDICARAPENULARAN

    Eliza S. RusH!), Sri H. Hidayat" 3), Rusmilah Suseno" d an Budi Tjahjono2)"Pusat Karant ina Pertanian, Departemen Pertanian, Jakarta

    2) Jurusan Hama d an Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor"Penulis untuk: korespondensi

    ABSTRACTGeminivirus infecting pepper: symptom variation and transmission study

    Infection of geminiviruses has been reported to cause significant yield loss on various crops. Polymerase chainreaction was able to detect geminivirus infection on pepper samples around Bogor and Cipanas, West Java.Symptom variation and transmission of the geminivirus infecting pepper was studied using five solanaceae plantswith three different. transmission manner, i.e. mechanical inoculation. side grafting. and insect vector. Thetransmission study showed that mechanical inoculation was not able to transmit the geminivirus, while sidegrafting and insect vector, Bemisia tabaci, caused infection with symptoms varies from yellow mosaic. leaf curlleaf distortion, to stunting of the plant. Higher infection was observed on pepper var. Hot Chilli through B. tabaci

    (800/6)and side grafting (71.4%) than those on chilli pepper and tomato. DNA fragment of - 1.7 kb was amplifiedusing PCR from those plants showing symptoms. but no DNA fragment was observed from symptomless egg plantand tobacco var. White Burley. Thus it can be concluded that the last two kinds of plants were resistant to thegeminivirus infectingpepper.Key words: Bemisia tabaci, geminivirus, grafting, mechanical inoculation, pepper, Solanaceae.

    RINGKASAN

    Virus gemini pada cabai: variasi gejala dan studi cara penularanVirus gemini telah banyak dilaporkan menyebabkan kehilangan hasil pada berbagai jenis tanaman. Deteksidengan teknik polymerase chain reaction (PCR) terhadap contoh tanaman cabai yang diperoleh dari beberapalokasi pertanaman di daerah sekitar Bogor dan Cipanas, Jawa Barat membuktikan adanya infeksi virus gemini.Penelitian dilakukan untuk mempelajari variasi gejala virus gemini asal cabai pada lima jenis tanaman dalam

    famili Solanaceae melalui tiga cara penularan, yaitu dengan inokulasi mekanis, penyambungan, dan seranggavektor. Hasil penularan menunjukkan bahwa virus gemini asal cabai tidak dapat ditularkan secara mekanismelalui cairan perasan daun sakit, tetapi penularan melalui penyambungan samping dan serangga vektorBemisia tabaci dapat menghasilkan infeksi dengan variasi gejala dari mosaik kuning, tepi daun melengkung keatas, ukuran daun mengecil, sampai gejala kerdil. Persentase infeksi pada tanaman cabai besar var. Hot Chillimelalui B. tabaci (800/6)dan penyambungan (71.4%) lebih tinggi dibandingkan hasil infeksi pada tanaman cabairawit dan tomat. Pengujian dengan teknik PCR berhasil memperoleh fragmen DNA berukuran - 1.7 kb daritanaman cabai besar, cabai rawit dan tomat yang bergejala, semen tara dari tanaman terung dan tembakau var.White Burley yang tidak menunjukkan gejala tidak diperoleh fragmen DNA. Hal in i membuktikan bahwa keduatanaman tersebut resisten terhadap infeksi virus gemini asal cabai.Kata kunci: Bemisia tabaci, cabai, inokulasi mekanis, penyambungan, Solanaceae, virus gemini.

    PENDAHULUAN rupa utas tunggal DNA yang melingkar, da n ter-selubung dalam virion ikosahedra kembar (gemi-nate) (Harrison 1985; Lazarowitz 1987). Replikasivirus terjadi dalam bagian nukleus tanaman melaluiVirus gemini termasuk dalam kelompok virustanaman dengan genom berukuran 2,6-2,8 kb be-

  • 5/11/2018 Virus Gemini

    2/6

    BULETIN HPT. VOL. 11,No.1, JUNI 1999.pembentukan utas ganda DNA (double strandedDNA replicative form). Kelompok virus geminidibedakan dalam tiga subgrup, subgrup pertamamemiliki genom yang monopartit, menginfeksi ta-naman-tanaman monokotiledon dan ditularkan olehvektor wereng daun (leafhopper); subgrup keduajuga ditularkan oleh vektor wereng daun, dan me-miliki genom monopartit, tetapi menginfeksi tanam-an-tanaman dikotiledon; subgrup ketiga memilikianggota yang paling banyak dan beragam, dengangenom bipartit, menginfeksi tanaman-tanaman di-kotiledon dan ditularkan oleh serangga vektor kutukebul (Bemicia tabaci Genn.) (Gilbertson et al.1991).Virus kelompok gemini yang memiliki vektor B.

    tabaci memiliki daerah persebaran yang luasterutama di daerah-daerah tropik dan subtropik tem-pat B.' tabaci dapat berkembang dengan baik. Pe-nyakit-penyakit yang ditimbulkan oleh virus kelom-pok gemini ini menjadi kendala yang penting bagiproduksi tanaman (Bock 1982). Pada beberapakasus, infeksi oleh virus-virus gemini dapat sangatberat sehingga tanaman tidak dapat tumbuh, con-tohnya adalah African cassava mosaic geminivirus(ACMV) dan tomato. yellow leaf curl geminivirus(TYLCY) di belahan dunia timur dan bean goldenmosaic geminivirus (BGMV) di belahan duniabarat. Di Indonesia, penyakit krupuk pada temba-kau menjadi sangat penting sejak 1984 karena se-rangan virus krupuk dapat menyebabkan daun-dauntembakau tidakdapat lagi digunakan sebagai pem-bungkus cerutu (Trisusilowati 1989).Akhir-akhir ini perhatian terhadap virus kelom-pok gemini setnakin meningkat terbukti dengan se-makin banyaknya penelitian yang berfokus padamasalah ini. Sayangnya di Indonesia baru dua pe-nyakit yang telah terbukti disebabkan oleh virus ge-mini, yaitu penyakit kerupuk pada tembakau danpenyakit kuning pada babadotan (Ageratum cony-zoides).Dari pengamatan lapangan di daerah Bogor an-

    tara bulan April sampai dengan Agustus 1998 ter-lihat gejala infeksi virus gemini pada beberapa ta-naman cabai yang berupa kekuningan pada daundan daun mengecil, Keberadaan virus gemini padacabai tersebut baru dapat dilaporkan pada taft.un1999 (Hidayat et al. 1999).Penelitian dilakukan untuk mempelajari karak-ter biologi virus tersebut yang mencakup studi ki-saran inang dan cara penularan. Studi kisaran inangvirus dapat menunjukkan tanaman-tanaman yangdapat terinfeksi oleh virus dan gejala yang timbul,

    VIRUS GEMINI PADACABAl 27sedangkan studi cara penularan virus dapat menun-jukkan apakah virus dapat ditularkan oleh satu ataubeberapa cara penularan.

    BAHAN DAN METODEDeteksi Isolat VIrUSGeminiPengumpulan tanaman cabai yang diduga ter-

    infeksi virus gemini dilakukan melalui kegiatansurvei ke beberapa pertanaman cabai di daerah seki-tar Bogor dan Cipanas, Jawa Barat. Tanaman darilapang tersebut dipindahkan ke dalam pot-pot dandipelihara di rumah kaca. Deteksi virus gemini di-lakukan melalui tahapan ekstraksi DNA mengikutiprosedur Dellaporta et al. (1983). dan amplifikasiDNA dengan proseder Rojas et al. (1993) meng-gunakan primer universal virus gemini yaituPALIV 1978 danPARIC 715.Pemasangan primer univ~sal yang digunakan

    akan mengamplifikasi DNA virus yang mencakupbagian dari gen selubung protein, gen replikasi dandaerah common region.Identifikasi, Pemellharaan dan Perbanyakan B.tabaciIdentifikasi dilakukan dengan pembuatan pre-

    parat mikroskop kantung pupa kutu kebul menurutmetode Martin (1987).

    Serangga vektor B. tabaci yang telah diidenti-fikasi dipelihara pada tanaman brokoli Brassicaleraceae var. italica sehat yang berumur 4-6 ming-guo Tanaman yang telah mengandung sejumlahtelur serangga dipindahkan dari kunmgan lama kekunmgan baru tanpa mengikutsertakan seranggadewasa yang ada. Dari telur serangga tersebut akanmuncul nimfa dan imago baru yang merupakanimago bebas virus yang akan digunakan sebagaivektor dalam uji penularan.Persiapan Tanaman Uji dan Perbanyakan Sum-ber InokulumTanaman-tanaman uji yang digunakan meliputi:

    cabai besar (Capsicum annuum) var. Hot Chilli, cabairawit (C. frutescens) var. Cakra Putih, tomat apel(Lycopersicon esculentum) var. Roma, terung ungupanjang (Solanum melongena) dan tembakau(Nicotiana tabacum) var. White Burley. Sumberinokulum virus diperbanyak pada tanaman cabairawit.

  • 5/11/2018 Virus Gemini

    3/6

    28 VIRUS GEMINI PADACABAl

    Penyemaian benih-benih tanaman yang diguna-kan dalam penelitian ini dilakukan dalam nampanplastik berlubang yang diisi tanah steril. Benihyang telah berkecambah dan memiliki setidaknyatiga helai daun dipindahkan ke kantung plastikhitam (20 em x 20 em) yang berisi campuran tanahdan pupuk kandang (2: 1)steriI.Perbanyakan inokulum dilakukan dengan me-

    tode penularan secara penyambungan. Tanaman-tanaman uji dan sumber inokulum dipelihara dalamrumah kaca yang kedap serangga.Penularan dengan Penyambungan

    Penyambungan dilakukan pada saat tanaman ujiberumur 4-6 minggu setelah tanam. Penyambungandilakukan dengan membuat irisan tipis pada bagianujung tangkai dari daun tanaman sakit (scion), yangkemudian disisipkan ke dalam sayatan yang dibuatagak serong ke dalam pada sisi batang tanaman uji(stock). Bagian sambungan kemudian dibalut para-film. Sebagai kontrol negatif dengan cara yangsarna dilakukan penyambungan menggunakan scionyang berasal dari tanaman cabai rawit sehat.

    Penularan dengan B. tabaciUmur tanaman uji pada saat penularan dilaku-kan adalah 3 minggu setelah tanam. Serangga ima-go diberi periode makan akuisisi pada tanamansakit selama 24 jam. Setelah itu serangga tersebutdipindahkan ke tanaman uji sebanyak sepuluh ekorserangga per tanaman untuk diberikan periode ma-kan inokulasi selarna 24 jam. Setelah melalui pe-riode makan inokulasi serangga dimusnahkan satuper satu. Sebagai kontrol negatif serangga diberi-kan peri ode makan akuisisi pada tanaman cabaisehat sebelum diberi periode makan inokulasi padatanaman uji.Penularan dengan Inokulasi MekanisDaun muda tanaman cabai rawit yang terinfeksi

    virus gemini dihancurkan dalam mortar, kemudianditambahkan larutan penyangga potasium fosfat(O,IM pH 8) yang mengandung 0,1% ~merkapto-etanol dengan perbandingan daun