Teh Wonosari

Download Teh Wonosari

Post on 11-Oct-2015

144 views

Category:

Documents

13 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>BAB IPENDAHULUAN</p> <p>1.1. Latar Belakang MasalahSeperti yang kita tahu, teh merupakan salah satu jenis komoditas non migas yang dimiliki oleh Indonesia. Tanaman teh ini biasa diolah menjadi produk minuman segar dengan berbagai inovasi, baik untuk kemasannya maupun rasa teh itu sendiri. Mulai dari teh dalam kemasan celup, botol hingga karton. Dari teh dengan rasa original hingga teh rasa buah. Permintaan pasar untuk produk teh ini juga besar, terbukti dengan semakin maraknya produk-produk olahan teh yang beredar di masyarakat.Indonesia merupakan negara yang menempati posisi kelima dalam hal ekspor teh terbesar setelah Srilanka, India, Cina dan Kenya. Seharusnya Indonesia dapat menempati urutan pertama Negara pengekspor teh dengan keberadaan perkebunan teh yang cukup luas dan tersebar diberbagai wilayah. Kendala yang dihadapi saat ini adalah perusahaan teh milik rakyat yang ada jarang yang berorientasi untuk ekspor. Hal ini disebabkan oleh kurangnya penguasaan teknologi atau dari aspek kualitas sumber daya manusianya sehingga merasa cukup puas dengan hasil yang telah dicapai selama ini. Salah satu perusahaan teh di Indonesia yang telah menerapakan teknologi dalam pengolahan produk teh ini adalah PT. Perkebunan Nusantara XII ( Persero ) yang berada di Jalan Rajawali Surabaya. Perusahaan ini merupakan salah satu perusahan besar yang bergerak dalam bidang produksi teh dengan didukung oleh teknologi yang canggih serta tenaga ahli yang professional. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya cabang perusahaan yang berada diberbagai wilayah seperti Wonosari ( Malang ), Blitar dan Lumajang. Selain itu Teknologi Bersih yang diterpakan dalam proses pengolahan untuk pembuatan Teh juga sudah menggunakan produksi bersih yang berarti memanfaatkan kembali limbah yang dihasilkan selama proses pengolahan teh. Peluang-peluang bersih yang ada juga sudah diterapkan di perkebunan ini mulai dari limbah padat dan limbah cair. Tetapi masih ada peluang-peluang yang sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk diolah atau digunakan lagi tanpa mencemari lingkungan sekitar.</p> <p>1.2. Perumusan Masalah- Perkebunan teh wonosari merupakan pabrik teh yang masih menekankan pengolahan limbah sebagai upaya pengelolaan lingkungan dan belum melakukan identifikasi peluang-peluang produksi bersih. - Perkebunan teh wonosari belum mengkaji keuntungan secara ekonomi dan lingkungan apabila menerapkan produksi bersih. </p> <p>1.3. Tujuan PenelitianAdapun tujuan dari dilaksanakannya Kunjungan Lapang ini antara lain adalah sebagai berikut.a. Mengetahui secara umum sejarah perkembangan, struktur organisasi dan aspek ketenagakerjaan perusahaanb. Mengetahui dan mempelajari alat dan mesin yang digunakan oleh perusahaanc. Mengetahui dan mempelajari proses panen dan pasca panend. Mengetahui dan mempelajari proses pengemasan produke. Mengetahui dan mempelajari proses pengolahan limbah sisa produksi.</p> <p>1.4. Manfaat Penelitian- Melalui penelitian dan analisis hasil penelitian dapat meningkatkan pemahaman tentang produksi bersih. - Masukan data bagi industri dalam meningkatkan keuntungan secara ekonomi dan memperkecil resiko lingkungan. - Mempersiapkan pabrik teh dalam menyongsong era globalisasi. -Hasil penelitian dapat digunakan sebagai referensi guna menambah khasanah pengetahuan terkait dengan penerapan produksi bersih di pabrik teh. </p> <p>BAB IITINJAUAN PUSTAKA</p> <p>2.1.Tinjauan Teknologi Proses Pembuatan Teh dan Limbahnya2.1.1. Tinjauan Teknologi ProsesPembuatan TehDasar utama pengolahan the adalah pemanfaatan oksidasi senyawa polofenol yang ada dalam pucuk the (Kusmiyati dan Suryatmo, 1996). Pengolahan Teh CTC (Cutting, Tearing, Curling) adalah suatu cara pengolahan the, dimana penggulungannya memerlukian tingkay layu yang sangat ringan (kadar airnya mencapai 67-79%) dengan sifat penggulungan kertas, sedangkan cara pengolahan irthodoks memerlukan tingkat layu yang sangat berat, kadar air mencapai 52-58% dengan sifat penggulungan ringan (Anonymous, 1993)2.1.1.1 Proses Pembuatan Teh1. PemanenanDipetik daun teh dari kebun teh. Diusahakan daun teh yang dipetik adalah pucuk daun (peko), hal ini bertujuan agar mutu teh yang dihasilkan pada akhir proses memiliki kualitas yang bagus. 2. PelayuanMenggunakan kotak untuk melayukan daun, merupakan kotak yang diberikan kipas untuk menghembuskan angin ke dalam kotak atau daun teh disebar secara merata di atas rak dan diangin-anginkan secara alami selama 24 jam.Proses pelayuan merupakan langkah pertama pada pengolahan teh hitam. Proses ini bertujuan memekatkan cairan sel sampai kondisi optimum untuk berlangsungnya proses oksidasi enzimatis polifenol teh. Selain itu pelayuan akan menghasilkan kondisi fisik daun yang optimum untuk digulung. Pengurangan air secara drastis pada pelayuan dapat menyebabkan perubahan struktur enzirn yang berperan dalam oksidasi polifenol, oleh sebab itu tingkat layu dan laju pelayuan selalu menuntut pengendalian yang serius.3. Pembalikan 2 3 kaliBertujuan untuk meratakan proses pelayuan.4. PenggilinganBertujuan untuk memecah sel-sel daun, sehingga cairan dalam sel serta enzim dapat keluar dan proses fermentasi dapat berlangsung secara merata.Penggilingan bertujuan mempertemukan polifenol teh dengan enzirn oksidase dengan jalan merusak membran dan dinding sel sehingga cairan sel keluar kepermukaan pucuk dan bertemu dengan oksigen dari udara. Peristiwa ini merupakan awal oksidasi senyawa polifenol secara enzimatis yang akan membentuk mutu dalam inner quality teh jadi made tea. Hasil penggilingan dipengaruhi oleh tekanan pada bahan olah, kecepatan putar silinder penggiling dan lamanya waktu penggilingan. Dengan mengendalikan faktor-faktor yang berpengaruh tersebut mutu bubuk hasil penggilingan dapat terkendali.5. FermentasiProses fermentasi dimulai sejak proses penggulungan dimulai dan berakhir pada saat proses pengeringan dilakukan. Proses ini merupakan reaksi oksidasi yang sekaligus bertanggung jawab atas pembentukan flavor, aroma dan warna dari teh hitam yang dihasilkan. Selama proses oksidasi ini, warna daun teh berubah menjadi gelap dan mulai terbentuk rasa pahit. Proses oksidasi harus dihentikan pada saat aroma dan flavor dari teh hitam telah muncul atau terbentuk. Pengendalian oksidasi polifenol (fermentasi) teh bertujuan untuk mengatur komposisi substansi tanin/katekin dan hasil oksidasinya berupa tehaflavin dan teharubigin. Jumlah substansi tehaflavin dan teharubigin yang dihasilkan selama proses oksidasi akan menentukan sifat air seduhan yang sering digambarkan oleh tea taster sebagai colour, strength, quality dan briskness. Komposisi terbaik antara tehaflavin dengan teharubigin teh hasil olahan orthodox adalah 1/10 sampai 1/12. Teh akan kehilangan briskness dan strength pada komposisi ratio tehaflavin dengan teharubigin lebih besar atau sama dengan 1/20. Selama proses ini berlangsung terjadi perubahan warna dari hijau ke coklat dan kemudian menjadi hitam. Perubahan warna ini dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan tingkat oksidasi polifenol yang optimum. 6. PengeringanProses pengeringan ini akan menghentikan proses fermentasi yang terjadi dengan menghentikan aktifitas enzim yang berperan dalam proses fermentasi tersebut. Selama proses ini berlangsung yang perlu diperhatikan adalah suhu dan lama pengeringan. Hal ini untuk memastikan bahwa produk telah kering secara merata. Jika proses pengeringan dilakukan terlalu cepat maka produk akhir yang dihasilkan nanti akan memiliki kualitas yang rendah.2.1.2. Tinjauan Limbah pembuatan TehLimbah merupakan kotoran yang dihasilkan karena pembuangan sampah atau sisa hasil pengolahan dari pabrik. Limbah merupakan bahan yang tidak berarti dan tidak berharga, tetapi limbah bisa menjadi suatu yang berguna dan bermanfaat jika diproses secara baik dan benar. Limbah bisa berarti juga sesuatu yang tidak berguna dan biasanya dibuang. Orang menganggap limbah sebagai sesuatu yang tidak berguna dan jika dibiarkan terlalu lama, maka akan menyebabkan penyakit padahal dengan pengolahan limbah secara benar dapat menjadikan limbah itu menjadi benda ekonomis (Sam, 2008).2.1.2.1 Sumber dan karakteristik limbah serta pengaruhnya terhadap lingkunganSecara garis besar air limbah berasal dari beberapa sumber yaitu :a. Limbah Cair IndustriLimbah cair industri adalah seluruh limbah cair yang berasal kegiatan industri. Jumlah aliran air limbah yang berasal dari industri sangat bervariasi tergantung dari jenis dan besar kecilnya industri, pengawasan dan proses industri, derajat penggunaan air, dan derajat pen golahan air limbah.b. Limbah Cair DomestikLimbah cair domestik adalah sisa air yang telah dipakai untuk kegiatan sanitasi manusia seperti minum, memasak, mandi, mencuci, menyiram tanaman, dan lain-lain. Kegiatan sanitasi di gedung perkantoran, komersial, dan kegiatan industri turut menyumbangkan air limbah domestik ke dalam sistem penyaluran air buangan.Air limbah mempunyai komposisi yang sangat bervariasi, tergantung pada sumber asal limbah tersebut. c. Limpahan air hujanLimpahan air hujan akan bergabung dengan air limbah, dan sebagian air hujan tersebut menguap dan adapula yang merembes ke dalam tanah dan akhirnya menjadi air tanah. Apabila permukaan air tanah bertemu dengan saluran air limbah, maka terjadi penyusupan air tanah ke saluran limbah melalui sambungan-sambungan pipa atau melalui celah -celah yang ada karena rusaknya saluran pipa (Sudrajat, 2004).2.1.2.2 Baku Mutu LimbahBaku Mutu Air Limbah adalah ukuran batas atau kadar unsur pencemar dan atau Jumlah unsur pencemar yang diperbolehkan keberadaannya dalam air limbah yang akan dibuang ke lingkungan.2.2. Tinjauan Produksi Bersih dan Penerapan di Proses Pembuatan TehProses produksi merupakan suatu proses untuk menambah nilai guna dari suatu input barang atau jasa dengan bantuan dari beberapa sector yang lain tenaga kerja, mesin dean biaya untuk dirubah menjadi output (Handoko, 2000). Konsep produksi bersih yang digunakan adalah menghasilkan komponen-komponen atau produk dengan hasil samping seminimal mungjin 2.2.1 Pengertian Produksi BersihProduk bersih merupakan salah satu pendekatan dalam pengelolaan ligkungan hidup. Konsep produk bersih adalah mencegah dan meminimalkan terbentuknya limbah atau bahan pencemar lingkungan diseluruh tahapan produksi. Disamping itu,produk bersih juga melibatkan upaya-upaya untuk meningkatkan efisien penggunaan bahan baku, dan bahan penunjang dan energi diseluruh tahapan produksi, sehingga dengan menerapkan konsep tersebut, diharapkan sumber daya alam dapat lebih dilindungi dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. Dengan kata lain, produk bersih merupakan pengelolaan lingkungan yang bersifat preventif, terpadu dan diterapkan secara kontinyu pada proses produksi, produk dan jasa untuk meningkatkan ekoefisiensi sehingga mengurangi resiko terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Secara singkat, produk bersih memberikan dua keuntungan:-Meminimalkan terbentuknya limbah sehingga dapat melindungi kelestarian lingkungan hidup.-Efisiensi dalam proses produksi, sehingga dapat mengurangi biaya produksi.Sebagai suatu strategi pengelolaan lingkungan yang bersifat preventif, produk bersih memberikan keuntungan dan manfaat antara lain:-menghemat dalam pemakaian bahan baku-mengurangi biaya pengolahan limbah-mencegah terjadinya kerusakan lingkungan-mengurangi bahaya terhadap kesehatan dan keselamatan kerja-meningkatkan daya saing produk-meningkatkan image yang baik terhadap perusahaan.Para pengusaha mulai menerapkan strategi produk bersih didalam pengembangan usahanya dikarenakan:-Meningkatnya daya saing dan keberlanjutan usahanya, mengingat semakin besarnya peranan lingkungan hidup dalam kebijakan internasional. (Prasyarat memiliki ISO 14000 untuk dapat ekspor ke Eropa)-Memperoleh keuntungan ekonomis dengan adanya peningkatan efisien dan efektifitas di segala aspek.-Dengan menjalankan strategi produk bersih, perusahaan dapat menurunkan biaya produksi dan biaya pengolahan limbah serta sekaligus mengurangi terjadinya kerusakan dan pencemaran lingkungan2.2.2. Prinsip-Prinsip Pokok Produksi BersihPrinsip-prinsip pokok dalam strategi bersih adalah sebagai berikut:1.Menguragi dan meminimalkan penggunaan bahan baku, air dan energi serta menghindari pemakaian bahan baku beracun dan berbahaya serta mereduksi terbentuknya limbah pada sumbernya sehingga mencegah atau mengurangi dari timbulnya masalah pencemaran dan kerusakan lingkungan serta resikonya terhadap manusia.2.Perubahan dalam pola produksi dan konsumsi berlaku baik pada proses maupun produk yang dihasilkan.3.Upaya produk bersih ini tidak dapat berhasil dilaksanakan tanpa adanya perubahan dan pola pikir, sikap dan tingkah laku dari semua pihak terkait baik pemerintah, masyarakat maupun kalangan dunia usaha dalam mempertimbangkan aspek lingkungan.4.Mengaplikasikan teknologi akrab lingkungan, manajemen dan prosedur standar operasional sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.5.Pelaksanaan program produksi bersih lebih mengarah pada pengaturan diri sendiri (self regulation) daripada pengaturan secara command and control. Jadi pelaksanaan program produk bersih ini tidak hanya mengandalkan peraturan saja, tetapi lebih didasarkan pada kesadaran untukmerubah sikap dan tingkah laku.Prinsip dalam produk bersih diaplikasikan dalam bentuk kegiatan yang dikenal dengan 4R, yaitu:1.Reuse(penggunaan kembali) adalah suatu upaya yang memungkinkan suatu limbah dapat digunakan kembali tanpa mengalami perlakuan fisika, kimia atau biologi.2.Reduction(pengurangan limbah) pada sumbernya adalah upaya yang dapat mengurangi atau mencegah timbulnya pencemaran diawal produksi.3.Recoveryadalah upaya untuk memisahkan suatu bahan atau energi dari suatu limbah untuk kemudian dikembangkan kedalam suatu proses produksi dengan atau tanpa perlakuan fisika, kimia dan biologi.4.Recyclingatau daur ulang adalah teknologi yang berfungsi untuk memanfaatkan limbah dengan prosesnya kembali ke proses semula yang dapat dicapai melalui perlauan fisika, kimia ataupun biologi.2.2.3. Good HousekeepingSecara Etimologi kata housekeeping berasal dari kata house dan keep (Inggris) yang juga sering disebut dengan kata tata graha dalam bahasa Indonesia. House : tempat tinggal, keep : mengurus rumah tangga. Secara harfiah kata housekeeping diartikan sebagai pengaturan dan pemeliharaan rumah. Maka dari kata house keeping tersebut dapat diartikan dengan pemeliharaan dan perawatan rumah tangga yang meliputi semua perabotan yang ada baik yang bergerak atau yang tidak bergerak. Manajemen Tata Graha (5S GOOD HOUSE KEEPING) adalah penataan tempat, dimana tempat yang dimaksud dalam Tata Graha adalah penataan tempat, dimana tempat yang dimaksud dalam hal ini adalah tempat lingkungan dimana kita bekerja, baik itu diperkantoran maupun dipabrik. Manajemen Tata Graha mengandung arti bahwa bagaimana kita mengkondisikan tempat kerja agar menjadi aman dan nyaman sehingga kegiatan pekerjaan menjadi aman dan nyaman sehingga kegiatan pekerjaan kita tidak terganggu yang akhirnya tujuan atau sasaran yang ingin dicapai dapat dipe...</p>