referat polio

Download Referat Polio

Post on 24-Nov-2015

22 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • REFERAT POLIOOleh:Charles TheneIndra Adi BintaraLambertus Y. F BugaYuliana Sarty Susanti

    SUB DEPARTEMEN NEUROLOGIRS TK. II dr. SOEPRAOEN-MALANGFAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMASURABAYA2014Pembimbingdr. Bambang. Sp.S

  • Apa itu polio?Poliomielitis dari bahasa yunani berarti sum sum abu-abu medulla spinalis dan itis dari bahasa latin berarti peradanganPoliomielitis adalah penyakit menular akut yang disebabkan oleh virus dengan predileksi pada sel anterior masa kelabu sumsum tulang belakang dan inti motorik batang otak dan akibat kerusakan bagian susunan saraf pusat tersebut akan terjadi kelumpuhan (AFP=Acute Flaccid Paralysis) dan atrofi otot. Agen pembawa penyakit ini, sebuah virus yang dinamakan poliovirus (PV)

  • EtiologiVirus poliomyelitis (virus RNA) tergolong dalam genus enterovirus dan famili picorna viridae, mempunyai 3 strain yaitu tipe 1 (Brunhilde), tipe 2 (Lansing) dan tipe 3 (Leon). Infeksi dapat terjadi oleh satu atau lebih dari tipe virus tersebut. Epidemi yang luas dan ganas biasanya disebabkan oleh virus tipe 1. Masa inkubasi biasanya antara 7-10 hari, kadang-kadang terdapat kasus dengan inkubasi antara 3-35 hari.

  • EpidemiologiSelama 3 dekade pertama di abad ke 20-,80-90% penderita polio adalah anak balita, kebanyakan dibawah umur 2 tahun. Tahun 1955, di Massachusett Amerika Serikat pernah terjadi wabah polio sebanyak 2.771 kasus dan tahun 1959 menurun menjadi 139 kasus.Hasil penelitian WHO tahun 1972-1982, di Afrika dan Asia Tenggara terdapat 4.214 dan 17.785 kasus. Dinegara musim dingin,sering terjadi epidemic dibulan Mei-Oktober, tetapi kasus sporadic tetap terjadi setiap saat. Di Indonesia, sebelum perang dunia II, penyakit polio merupakan penyakit yang sporadic-endemis, epidemi pernah terjadi di berbagai daerah seperti Blitonsampai ke banda,Balikpapan, Bandung, Surabaya, Semarangdan MedanEpidemi terakhir terjadi pada tahun 1976/1977 di Bali Selatan.

  • PATOGENESISBila tertelan virus yang virulen, maka akan terjadi multiplikasi di orofaring dan mukosa usus ( Peyers patches ). Invasi sistematik terjadi melalui sistem limfatik dan kemudian darah.Kira-kira 7-10 hari setelah tertelan virus. Kemudian terjadi penyebaran, termasuk ke susunan syaraf pusat. Penyebaran virus polio melalui syaraf belum jelas diketahui. Penyakit yang ringan(minor illness) terjadi pada saat viremia, yaitu kira-kira hari ketujuh, sedangkan major illness ditemukan bila konsentrasi virus di susunan syaraf pusat mencapai puncaknya yaitu pada hari ke-12 sampai 14.

  • Tanda dan Gejala KlinisPoliomielitis asimtomatis (silent infection)(Setelah masa inkubasi 7-10 hari), tidak terdapat gejala karena daya tahan tubuh cukup baik, maka tidak terdapat gejala klinik sama sekali.Poliomielitis abortif : Timbul mendadak langsung beberapa jam sampai beberapa hari. Gejala berupa infeksi virus seperti malaise, anoreksia, nausea, muntah, nyeri kepala, nyeri tenggorokan, konstipasi dan nyeri abdomen.

  • Poliomielitis non paralitik : Gejala klinik hampIr sama dengan poliomyelitis abortif , hanya nyeri kepala, nausea dan muntah lebih hebat. Gejala ini timbul 1-2 hari kadang-kadang diikuti penyembuhan sementara untuk kemudian remisi demam atau masuk kedalam fase ke2 dengan nyeri otot. Poliomielitis paralitik : Gejala sama pada poliomyelitis non paralitik disertai kelemahan satu atau lebih kumpulan otot skelet atau cranial. Timbul paralysis akut pada bayi ditemukan paralysis fesika urinaria dan antonia usus.

  • ANAMNESISa.Demam 2 minggub.Sakit KepalaMengalami sakit kepala yang hebat, sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.c.MuntahMuntah disertai rasa mual, setiap diberikan makan akan di muntahkan.d.Peradangan TenggorokanMengalami sakit tenggorokan, tidak bisa makan dan minum dengan baik, makanan yang diberikan tidak dihabiskan.

  • e.Sulit buang air besarMengalami kesulitan dalam buang air besar, fesesnya cair.f.NyeriNyeri di perut dan di bagian belakang serta nyeri di bagian tangan atau kaki.g.KelumpuhanAnak mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari seperti tengkurap, telentang, berguling, duduk, berdiri, atau berjalan.h.Riwayat Imunisasi PolioBelum mendapat imunisasi polio, tidak lengkap mendapatkan imunisasi polio.

  • PEMERIKSAAN PENUNJANG1. Pemeriksaan Laboratoriuma. Viral Isolationb. Uji Serologic. Cerebrospinal Fluid (CSF)2. Pemeriksaan RadiologisPada anak yang sedang tumbuh, di dapati tulang yang pendek, osteoporosis dengan korteks yang tipis dan rongga medulla yang relative lebar, selain itu terdapat penipisan epifise, subluksasio dan dislokasi dari sendi.

  • 3. Pemeriksaan Fisiologis dan PatologisPemeriksaan Reflek Fisiologis dan Patologisa. Pemeriksaan Reflek FisiologisJenis-jenis pemeriksaan reflek fisiologis :1. Pemeriksaan Reflek pada Lengan (Pemeriksaan Reflek Biseps dan Triseps)2. Pemeriksaan Reflek pada Tungkai (Pemeriksaan Reflek Patella dan Achiles)Interpretasi pemeriksaan reflek fisiologis, normal (++) meningkat (+++)

  • b. Pemeriksaan Reflek PatologisJenis-jenis pemeriksaan reflek patologis :1. Reflek Hoffman Trommer2. Reflek Babinski SignReflek Babinski, di antaranya :a. Cara Chaddockb. Cara Gordonc. Cara Schaeferd. Cara OppenheimInterpretasi pada pemeriksaan patologis normal (-)

  • DIAGNOSA BANGDING1) Poliomielitis nonparalitik harus dibedakan dengan:a) Aseptik meningitisb) Meningitis purulenta dan tuberculosisc) Penyakit lain seperti: Demam rematik, rheumatoid arthritis, serum sickness, pneumonia dini, disentri, tifoid, pielitis, tonsillitis akut dapat memberi gejala nyeri cairan serebrospinalis ternyata dalam batas normal.2) Poliomielitis paralitik dibedakan dengan:a) pseudoparalitikb) Sindrom Guillain Berrec) Transverse myelitis/neuromyelitis optikad) Tick bite paralise) Mielopati akut sekunder dan polineuropati

  • PENGOBATANpoliomielitis abortifa)Cukup di berikan analgetika dan sedatifab)Diet adekuatc)Istrahat sampai suhu tubuh normalpoliomielitis non paralitika)Sama seperti pada tipe abortifb) Selain di beri analgetik dan sedatif dapat di kombinasi dengan kompres hangat selama 15-30 menit, setiap 2-4 jam

  • poliomielitis parilitika)Membutuhkan perawatan di rumah sakitb)Istrahat total minimal 7 hari atau sedikitnya sampai fase akut di lampauic)Selama fase akut kebersihan mulut di jagad)Fisioterapi di lakukan sedini mungkin sesudah fase akut mulai dengan latihan pasif dengan maksud untuk mencegah terjadinya deformitaspoliomielitis bulbara)Memerlukan inkubasi endotrakeab)Menjaga saluran nafasc)Menghindari aspirasi sekret yang tidak dapat di telan.

  • PROGNOSISPrognosis tergantung kepada jenis polio (subklinis, non-paralitik atau paralitik) dan bagian tubuh yang terkena. Jika tidak menyerang otak dan korda spinalis, kemungkinan akan terjadi pemulihan total. Jika menyerang otak atau korda spinalis, merupakan suatu keadaan gawat darurat yang mungkin akan menyebabkan kelumpuhan atau kematian (biasanya akbiat gangguan pernafasan). Pada bentuk paralitik bergantung pada bagian mana yang terkena. Bentuk spinal dengan paralisis pernafasan dapat ditolong dengan bantuan pernafasan mekanik. Tipe bulberprognosisnya buruk, kematian biasanya karena kegagalan fungsi pusat pernafasan atau infeksi sekunder pada jalan nafas. Otot-otot yang lumpuh dan tidak pulih kembali menunjukkan paralisis tipe flasiddengan atonia (tidak ada kontraksi otot), arefleksi (tidak adanya refleks), dan degenerasi (kemunduran fungsi sel).

  • KOMPLIKASIAdapun komplikasi dari Poliomyelitis diantaranya :a) Hiperkalsuriab) Melenac) Pelebaran lambung akutd) Hipertensi ringane) Pneumoniaf) Ulkus dekubitus dan emboli parug) Psikosis

  • PENCEGAHAN1.Memberikan imunisasi2. Melakukan survailence accute flaccid paralysis atau usaha penemuan penderita yang di curigai lumpuh layu pada usia di bawah 15 tahun, kemudian dilakukan pemeriksaan pada tinjanya untuk mengetahui adanya polio atau tidak3.Melakukan mopping-up, yakni pemberian vaksin massal di daerah yang ditemukan penderita polio terhadap anak usia dibawah 5 tahun tanpa melihat status imunisasi polio sebelumnya4.Mengurangi aktivitas yang berlebihan5.Memberikan vaksin terhadap penderita dapat di bagi dalam dua bentuk yaitu:Vaksinasi polio hidup yang di berikan melalui mulut (OPV)Vaksinasi polio mati yang di berikan dengan suntikan (IPV)6. Perlindungan mukosa (selaput usus) yang di timbulkan IPV lebih rendah dari OPV.

  • KESIMPULANPolio adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus polio yang dapatmengakibatkan terjadinya kelumpuhan yang permanen. Penyakit ini dapatmenyerang pada semua kelompok umur, namun yang peling rentan adalahkelompok umur kurang dari 3 tahun. Gejala utama penyakit ini adalahkelumpuhan. Kelumpuhannya biasanya berkurang sampai hilang, akan tetapidapat menetap setelah 60 hari yang akan menyebabkan kecacatan. Cara penularan ini disebut droplet infection per-oral.Gejala awal biasanya terjadi selama 1-4hari, yang kemudian menghilang.Gejala lain yang bisa muncul ialah nyeri tenggorokan, rasa tidak enak di perut,demam ringan, lemas, dan nyeri kepala ringan. Gejala klinis yang mengarahpada kecurigaan serangan virus polio adalah adanya demam dan kelumpuhanakut. Kaki biasanya lemas tanpa gangguan saraf perasa. Kelumpuhan biasanyaterjadi pada tungkai bawah, asimetris, dan dapat menetap selamanya yang bisadisertai gejala nyeri kepala dan muntah. Biasanya terdapat kekakuan pada leherdan punggung setelah 24 jam.Virus ini dapat dibiakkan pada kultur jaringan dengan sampel cairancerebro spinal, apus tenggorok, bilas hidung, darah dan spesimen fekal.Imunisasi merupakan factor terpenting untuk memberantas polio.Terdapat 2 macam jenis vaksin polio di Indonesia, yaitu OPV (Oral VaccinePolio) atau yang biasa disebut Sabin danIPV (Injection Polio Vaccine) atauyangbiasa disebut Salk-vaksin.

  • TERIMAKASIH