program csr kpwbi sultra

Download Program CSR KPwBI Sultra

Post on 26-Dec-2015

9 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Tidak ada masalah yang dapat diselesaikan pada level kesadaran yang sama dengan yang menimbulkannya. Dibutuhkan level kesadaran yang lebih tinggi untuk menyelesaikannya.

  • 1. Tahun 1950 - 1960an - Berkembangnya konsep CSR di era tahun 1950-1960 tidak

    terlepas dari pemikiran para pemimpin perusahaan yang pada saat itu menjalankan usaha mereka dengan mengindahkan prinsip: 1) Prinsip derma (Charity Principle) berasal dari kesadaran

    pribadi perusahaan untuk berbuat sesuatu kepada masyarakat yang antara lain dipicu oleh nilai-nilai spiritual yang dimiliki para pemimpin perusahaan kala itu.

    2) Prinsip perwalian (Stewardship Principle) yaitu bahwa perusahaan merupakan wali yang dipercaya oleh masyarakat untuk mengelola berbagai sumber daya. Oleh karena itu, perusahaan harus mempertimbangkan dengan seksama berbagai kepentingan dari para pemangku kepentingan yang dikenai dampak keputusan dan praktik operasi perusahaan.

  • - Karya Horward Bowen yang berjudul Social Responsibilities of the Businessman yang terbit pada tahun 1953 merupakan tonggak sejarah CSR Modern. Di dalam karyanya ini, Bowen memberikan definisi awal dari CSR sebagai kewajiban para pebisnis untuk membuat kebijakan, keputusan, atau untuk mengikuti tindakan-tindakan yang disenangi oleh masyarakat dilihat dari sisi tujuan dan nilai-nilai yang dibawanya.

    - Pada tahun 1960 Keith Davis menambahkan dimensi lain tanggung jawab sosial perusahaan, dengan menegaskan adanya Iron Law of Responsibility yang menyatakan adanya tanggung jawab sosial para pelaku bisnis akan sejalan dengan kekuasaan sosial yang mereka miliki, oleh karenanya bila pelaku usaha mengabaikan tanggung jawab sosialnya maka hal ini bisa mengakibatkan merosotnya kekuatan sosial perusahaan.

  • 2. Tahun 1970 - 1980an - Tahun 1971, Committee for Economic Development (CED)

    menerbitkan Social Responsibilities of Business Corporations. Penerbitan yang dapat dianggap sebagai code of conduct bisnis tersebut dipicu anggapan bahwa kegiatan usaha memiliki tujuan dasar memberikan pelayanan yang konstruktif untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan masyarakat.

    - Tahun 1970-an juga ditandai dengan pengembangan definisi CSR. Dalam artikel berjudul Dimensions of Corporate Social Performance, S. Prakash Sethi memberikan penjelasan atas perilaku korporasi yang dikenal dengan social obligation (perilaku yang didorong oleh kepentingan pasar dan pertimbangan hukum), social responsibility (perilaku yang menyelaraskan social obligation dengan norma, nilai dan harapan kinerja yang dimiliki oleh lingkungan sosial), dan social responsiveness (perilaku yang secara responsif dapat mengadaptasi kepentingan sosial masyarakat).

  • - Faktor yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan konsep CSR pada era tahun 1970-1980-an: 1) Periode awal tahun 1970-an merupakan periode

    berkembangnya pemikiran mengenai manajemen para pemangku kepentingan (Stakeholders).

    2) Perusahaan mulai mencari model CSR yang dapat mengukur dampak pelaksanaan CSR oleh perusahaan terhadap masyarakat serta sejauh mana pelaksanaan CSR sebagai suatu investasi sosial memberikan kontribusi bagi peningkatan kinerja keuangan perusahaan. Kebutuhan ini telah mendorong lahirnya konsep corporate social performance sebagai penyempurnaan konsep CSR sebelumnya.

    3) Periode tahun 1980-an merupakan periode tumbuh dan berkembangnya perusahaan multinasional (multinational corporation-MNC).

  • 3. Tahun 1990 saat ini - Laporan yang diterbitkan Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui

    World Commission on Environment and Development (WECD) pada Tahun 1987 yang berjudul Our Common Future menjadi dasar kerja sama multilateral dalam rangka melakukan pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Sustainable development diterjemahkan sebagai pembangunan yang dapat memenuhi kebutuhan manusia saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi yang akan datang dalam memenuhi kebutuhan mereka.

    - Pengenalan konsep sustainable development memberi dampak besar kepada perkembangan konsep CSR selanjutnya

    - Perkembangan CSR saat ini juga dipengaruhi oleh perubahaan orientasi CSR dari suatu kegiatan bersifat sukarela untuk memenuhi kewajiban perusahaan menjadi suatu kegiatan strategis yang memiliki keterkaitan dengan pencapaian tujuan perusahaan dalam jangka panjang.

  • Tiga Pendekatan dalam CSR

    1. CSR as Value Creation (CSR sebagai pembentuk nilai/budaya) Merupakan pandangan dalam strategi bisnis yang memasukkan masalah dan kebutuhan sosial dalam perancangan strategi perusahaan. Sebagai contoh: - Toyota Prius, kendaraan hybrid listrik/bensin, menjadi kendaraan yang tidak hanya

    memberikan keuntungan ekonomis, namun juga berdampak positif bagi lingkugan. - Urbi, sebuah perusahaan konstruksi asal Meksiko, mengembangkan pasar perumahan

    dengan memberikan kredit murah untuk pekerja dengan gaji kecil,. - Whole Foods Market telah menjadi pemimpin kategori di segmen supermarket dengan

    menawarkan makanan organik dan alami kepada konsumen yang sadar lingkungan 2. CSR as Risk Management (CSR sebagai bagian dari Manajemen Resiko)

    CSR dipandang sebagai salah satu cara untuk menghindari atau meminimalisir resiko sosial yang timbul akibat ketidakpuasan stakeholders terhadap kinerja organisasi . CSR menjadi alat untuk membangun hubungan baik dengan stakeholders dan perangkat intelijen untuk mengidentifikasi potensi resiko sosial yang dihadapi.

    3. CSR as Corporate Philantropy (CSR sebagai program sosial perusahaan) Pendekatan yang paling umum adalah CSR dipandang sebagai program sosial. Sehingga ruang lingkupnya hanya sebatas bantuan dana, barang atau skill untuk masyarakat dan lembaga di berbagai bidang kecuali bidang Politik. Perusahaan tertentu tidak menyukai pendekatan ini karena tidak berkontribusi terhadap pembangunan yang lebih berkelanjutan (sustainable development)

  • - Secara etimologis pengertian CSR dapat diartikan sebagai Tanggung Jawab Sosial Perusahaan.

    - Menurut World Business Council for Sustainable Development, CSR adalah Komitmen bisnis untuk terus menerus berkontribusi dalam pembangunan ekonomi dengan juga meningkatkan kualitas hidup tenaga kerja dan keluarganya sebagaimana halnya penduduk dan masyarakat secara luas.

    - PBB mendefinisikan CSR sebagai kontribusi bisnis secara menyeluruh terhadap pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development)

    - UU PT Nomor 40 Tahun 2007 Pasal 1 butir 3 menyebutkan bahwa Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan adalah komitmen Perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi Perseroan sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat pada umumnya.

  • - Meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup umat manusia dalam jangka panjang.

    - Mendongkrak citra perusahaan, yang dalam rentang waktu panjang akan meningkatkan reputasi perusahaan.

    - Berfungsi sebagai pelindung dan membantu perusahaan meminimalkan dampak buruk yang diakibatkan suatu krisis yang dapat mempengaruhi opini publik sehingga relatif tidak mempengaruhi aktivitas dan kinerjanya .

    - Karyawan akan merasa bangga bekerja pada perusahaan yang memilki reputasi baik. Kebanggaan ini akan menghasilkan loyalitas yang akan berujung pada peningkatan kinerja dan produktivitas.

    - Memperbaiki dan mempererat hubungan antara perusahaan dengan para stakeholdernya.

    - Membantu pemasaran produk. - Mendapatkan insentif khusus dari pihak terkait.

  • 11

    Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) adalah bantuan Bank Indonesia sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial untuk memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat, serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pelaksanaan tugas dan pencapaian tujuan Bank Indonesia.

    Tujuan PSBI: 1. Membantu upaya pemecahan permasalahan sosial termasuk upaya

    meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang berkaitan secara langsung atau tidak langsung dengan pencapaian tujuan Bank Indonesia

    2. Mendukung upaya peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap pelaksanaan tugas dan pencapaian tujuan Bank Indonesia.

    Prinsip PSBI: 1. Menjunjung keterbukaan (transparancy) 2. Mengutamakan pertanggungjawaban (accountability) 3. Menghindari benturan kepentingan (conflict of interest)

    Jenis PSBI: 1. PSBI Stratejik (60%), yaitu program pengembangan bidang ekonomi dan

    peningkatan pengetahuan serta pemahaman masyarakat terhadap pelaksanaan tugas dan pencapaian tujuan Bank Indonesia.

    2. PSBI Responsif (40%), yaitu kegiatan kepedulian Bank Indonesia terhadap permasalahan sosial di masyarakat.

  • 12

    Ruang Lingkup PSBI: 1. PSBI Stratejik, meliputi pemberian atau penyaluran bantuan:

    - Pengembangan bidang ekonomi - Peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap pelaksanaan tugas

    serta pencapaian tujuan Bank Indonesia. 2. PSBI Responsif, meliputi pemberian atau penyaluran bantuan di bidang:

    - Pendidikan - Kesehatan - Lingkungan Hidup - Kebudayaan - Keagamaan dan Kerukunan Hidup Beragama - Penanganan Musibah dan Bencana Alam

    Kriteria Penerima PSBI: - Diberikan kepada Lembaga/Kelompok Masyarakat - Non Partisan, bukan partai politik atau lembaga milik partai politik - Tidak terafiliasi dengan Bank Indonesia (Pegawai, Pensiunan, Keluarga, Yayasan) - Memiliki identitas dan kepengurusan lembaga atau kelompok program yang jelas - Kegiatan yang diusulkan tidak bertentangan dengan tugas dan tujuan Bank Indonesia - Memenuhi persyaratan administrasi pemberian atau penyaluran PSBI - Dilaksanakan di Wilayah Kerja Bank Indonesia

  • Rupiah %

    Tahun 2008 BSR, Beasiswa dan Edukasi Publik 50,000,000 49,981,218 99.96%

    Tahun 2009 BSR, Beasiswa