profil kesehatan provinsi sulawesi tenggara ?· sumber : bps prov. sultra (sultra dalam angka...

Download PROFIL KESEHATAN PROVINSI SULAWESI TENGGARA ?· Sumber : BPS Prov. Sultra (Sultra Dalam Angka 2012)…

Post on 20-Mar-2019

219 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PROFIL KESEHATAN

PROVINSI SULAWESI TENGGARA

TAHUN 2012

Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2012..

1

Dalam rangka mewujudkan tujuan pembangunan kesehatan yakni mewujudkan

kemampuan masyarakat yang mandiri untuk Hidup Sehat, telah dilakukan berbagai upaya. Upaya-

upaya tersebut meliputi pengembangan Desa Siaga, Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),

Revitalisasi Posyandu dan lain sebagainya.

Untuk mengukur keberhasilan pembangunan kesehatan diperlukan indikator kinerja baik

program maupun pelayanan. Indikator yang digunakan saat ini, antara lain Indikator Indonesia

Sehat, Indikator Kinerja dari Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan dan Indikator MDGs.

Indikator Indonesia Sehat yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan tersebut di atas

dapat digolongkan ke dalam : (1) Indikator Derajat Kesehatan sebagai hasil akhir, yang terdiri atas

indikator-indikator untuk Mortalitas, Morbiditas dan Status Gizi ; (2) Indikator Hasil Antara, yang

terdiri atas indikator-indikator untuk Keadaan Lingkungan, Perilaku Hidup, Akses dan Mutu

Pelayanan Kesehatan, Sumber Daya Kesehatan, Manajemen Kesehatan, dan Kontribusi Sektor

Terkait. Sedangkan Indikator Kinerja Standar Pelayanan Minimal Kesehatan di Kabupaten/Kota

terdiri atas 18 indikator kinerja dari 4 jenis pelayanan bidang kesehatan yang diselenggarakan oleh

kabupaten/kota, serta indikator kinerja lainnya yang pelayanannya ada pada kabupaten/kota

tertentu.

Penyusunan Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2012, mengikuti pedoman

penyusunan profil kesehatan kabupaten/kota dan provinsi tahun 2010 yang dikeluarkan oleh

Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Kesehatan RI, penyajian data pada tahun 2012

dalam bentuk data terpilah berdasarkan jenis kelamin (responsive gender) untuk membuka

wawasan serta dapat menggambarkan kondisi, disparitas, partisipasi, kontrol dan manfaat dalam

pembangunan bidang kesehatan. Profil dengan data terpilah ini diharapkan dapat membantu dalam

proses penyusunan rencana dan penganggaran program pembangunan kesehatan yang lebih

difokuskan pada kondisi permasalahan kelompok rawan.

Dalam proses penyusunan profil ini banyak menemui kendala terutama karena sebagian

data dari kabupaten/kota belum disajikan terpilah menurut jenis kelamin sehingga profil kesehatan

provinsi juga belum sepenuhnya terpilah menurut jenis kelamin. Anatomi profil kesehatan 2012 ini

terdiri dari 6 (enam) bab, terdiri dari Bab I Pendahuluan, Bab II Gambaran Umum, Bab III Situasi

Derajat Kesehatan, Bab IV Situasi Upaya Kesehatan, Bab V Situasi Sumber Daya Kesehatan dan Bab

VI Penutup.

BAB I PENDAHULUAN

Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2012..

2

Perubahan juga dilakukan dalam penulisan dan penyajian data. Pada profil kesehatan edisi

2012 ini, berusaha menampilkan data progres lima tahunan dikombinasi dengan pencapaian

kabupaten/kota pada tahun penulisan, lalu membandingkan pencapaian Sulawesi Tenggara secara

nasional. Penyajian data dalam bentuk tabel dan map menggunakan teknik dua dan tiga dimensi

sehingga data yang ditampilkan kelihatan lebih hidup dan komunikatif serta teknik GIS (geografis

information system) untuk mapping pencapaian kinerja secara regional. Hal ini dimaksudkan agar

pembaca mampu secara lebih cepat melihat, memahami dan memaknai hasil-hasil pelaksanaan

pembangunan kesehatan yang telah dicapai di Sulawesi Tenggara hingga tahun 2012.

Dengan demikian tujuan diterbitkannya Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara 2012

ini adalah dalam rangka menyediakan sarana untuk mengevaluasi pencapaian Pembangunan

Kesehatan 2012 dengan mengacu kepada Visi Indonesia Sehat. Oleh karena itu, gambaran yang

disajikan dalam Profil Kesehatan Sulawesi Tenggara ini disusun secara sistematis sesuai dengan

pedoman penyusunan Profil Kesehatan tahun 2010.

Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara 2012 ini terdiri dari 6 (enam) bab yaitu:

Bab I : Pendahuluan

Bab ini menyajikan tentang maksud dan tujuan diterbitkannya Profil Kesehatan

Provinsi Sulawesi Tenggara 2011 dan sistematika dari penyajiannya.

Bab II : Gambaran Umum

Bab ini menyajikan tentang gambaran umum Sulawesi Tenggara. Selain uraian

tentang letak geografis, administratif dan informasi umum lainnya, bab ini juga

mengulas faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan antara lain keadaan

lingkungan serta perilaku penduduk yang berhubungan dengan kesehatan, faktor-

faktor kependudukan, kondisi ekonomi, perkembangan pendidikan dan lain-lain.

Bab III : Situasi Derajat Kesehatan

Bab ini berisi uraian tentang indikator keberhasilan pembangunan kesehatan

sampai dengan 2012 yang mencakup Umur Harapan Hidup, Angka Kematian,

Angka Kesakitan dan Status Gizi Masyarakat.

Bab IV : Situasi Upaya Kesehatan

Bab ini menguraikan tentang upaya-upaya kesehatan yang telah dilaksanakan oleh

bidang kesehatan selama 2012 yang menggambarkan tingkat pencapaian program

pembangunan kesehatan. Gambaran tentang upaya kesehatan meliputi cakupan

pelayanan kesehatan dasar, pelayanan farmasi, pelayanan kesehatan rujukan,

pencegahan, pemberantasan penyakit menular, perbaikan gizi masyarakat serta

kesehatan dan situasi keadaan darurat

Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2012..

3

Bab V : Situasi Sumber Daya Kesehatan

Bab ini menguraikan tentang sumber daya yang dimanfaatkan dalam

penyelenggaraan upaya kesehatan untuk 2012. Gambaran tentang keadaan

sumber daya kesehatan yang mencakup tentang keadaan sarana kesehatan,

tenaga kesehatan dan pembiayaan kesehatan.

Bab VI : Penutup

Bab ini menguraikan tentang kesimpulan dari penulisan ini serta harapan-harapan

untuk perbaikan/peningkatan mutu tulisan pada tahun yang akan datang.

Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2012.. ` 4

A. KONDISI GEOGRAFIS

Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan daerah yang mencakup jazirah (daratan) tenggara

pulau Sulawesi serta pulau-pulau besar dan kecil di sekitarnya (Pulau Muna, Buton, Wawonii,

Kabaena dan Kepulauan Besi di Laut Banda) dengan luas wilayah daratan sebesar 38.140 km2 atau

3.814.000 ha dan wilayah perairan diperkirakan seluas 110.000 km2 atau 11.000.000 ha. Secara

geografis terletak di bagian selatan garis khatulistiwa, memanjang dari utara ke selatan di antara

02045-06015 Lintang Selatan dan membentang dari barat ke timur di antara 120045-124030 Bujur

Timur. Provinsi Sulawesi Tenggara di sebelah utara berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Selatan

dan Provinsi Sulawesi Tengah, sebelah selatan berbatasan Provinsi NTT di laut Flores, sebelah

timur berbatasan dengan Provinsi Maluku di laut Banda dan sebelah barat berbatasan dengan

Provinsi Sulawesi Selatan di Teluk Bone.

Secara administratif, pada tahun 2012 terdiri atas dua belas wilayah kabupaten/kota,

yaitu Kabupaten Buton, Muna, Konawe, Kolaka, Konawe Selatan, Wakatobi, Bombana, Kolaka Utara,

Buton Utara dan Konawe Utara dengan dua wilayah kota, yaitu Kota Kendari dan Kota Bau-Bau.

Pasca otonomi daerah laju pemekaran daerah berjalan sangat cepat yang berdampak pada

pertambahan jumlah kecamatan, desa dan kelurahan. Pada tahun 2012 jumlah kecamatan se-

Sulawesi Tenggara sebanyak 204 kecamatan yang terdiri dari 2.159 desa/kelurahan (Desa: 1.791;

Kelurahan: 368). Data lengkap pembagian wilayah administratif Provinsi Sulawesi Tenggara dapat

dilihat pada tabel 1 lampiran profil ini.

Kondisi topografi tanah di daerah Provinsi Sulawesi Tenggara umumnya memiliki

permukaan yang bergunung-gunung, bergelombang dan berbukit-bukit. Di antara gunung dan

bukit-bukit, terhampar dataran-dataran yang merupakan daerah pertanian dan perkebunan yang

subur. Sebagian besar penduduk Provinsi Sulawesi Tenggara bermukim di sepanjang wilayah

pesisir dengan mata pencaharian utama sebagai nelayan dan sebagian yang lain di daerah

pedalaman dan bekerja sebagai petani. Fakta ini membuat Sulawesi Tenggara memiliki keragaman

budaya dan adat istiadat dengan karakteristik yang berbeda satu dengan yang lain, adanya

keragaman dalam berbagai aspek tersebut juga akan mempengaruhi perilaku masyarakat

terhadap kesehatan.

BAB II GAMBARAN UMUM DAN PERILAKU PENDUDUK

Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2012.. ` 5

GAMBAR 2.1 PETA PROVINSI SULAWESI TENGGARA

B. KEADAAN PENDUDUK

Berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (Supas) BPS tahun 2012 jumlah

penduduk Sulawesi Tenggara sebesar 2.307.618 jiwa, tingkat kepadatan penduduk sebesar

60,50 jiwa/km. Kepadatan tertinggi terdapat di Kota Kendari sebesar 999,5 jiwa/km,

diikuti Kota Bau-Bau sebesar 474,96 jiwa/km dan Kabupaten Wakatobi 218,31 jiwa/km,

sedang kepadatan terendah terdapat di Kabupaten Konawe Utara sebesar 10,78 jiwa/km2,

disusul Kabupaten Buton Utara 27,96 jiwa/km2, keduanya merupakan wilayah pemekaran

tahun 2008.

Penduduk Sulawesi Tenggara sebagian besar bermukim di wilayah daratan (63,78%),

meliputi Kabupaten Kolaka (14.29%), Konawe (11,00%), Konawe Selatan (11.69%), Konawe

Utara (2.27%), Kolaka Utara (5.65%), B