petrol ogi

Download Petrol Ogi

Post on 10-Nov-2015

215 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

hggnnnnnnnnnn

TRANSCRIPT

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah S.W.T atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan ini dengan baik, dimana laporan ini merupakan salah satu persyaratan studi lapangan mata kuliah geologi struktur dan petrologi. Laporan ini berdasarkan hasil pengamatan selama dilapangan yang dilakukan didaerah Pangkep, Bantimala.

Dalam penulisan laporan ini kami menyadari, bahwa laporan ini masihg jauh dari kesempurnaan dan harapan kita semua, hal ini disebabkan kemampuan kami yang terbatas.

Oleh karena itu kami mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Bapak Ir,H.Muh Jufri Nur, MT, yang telah memberikan izin dalam melaksanakan praktikum studi lapangan.

2. Bapak Ir. Hasanuddin selaku Dosen matakuliah Geologi Struktur.

3. Bapak Ir. Rafiuddin, selaku Dosen mata kuliah Petrologi.

4. Kanda Buniyaman, Iskandar, dan Andhika Ariyhandi selaku asisten dilapangan.

5. Seluruh Asisten dan rekan-rekan peserta studi lapangan.

Kami sadar bahwa penulisan laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran sangat kami harapkan sebagai acuan untuk penulisan laporan berikutnya.Akhirnya kami mengucapkan terima kasih, semoga laporan ini bermamfaat bagi kami sendiri dan bagi pembaca lainnya. Amin

Makassar, Maret 2009

PenulisDAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG

I.2 MAKSUD DAN TUJUAN

I.3 MANFAAT DAN KEGUNAAN

I.4 LOKASI DAN KEAMPAIN DAERH

I.5 METODE DAN PENGAMBILAN DATA

BAB II KONDISI GEOLOGI

II.1 GEOLOGI REGIONAL

II.2 GEOLOGI LOKAL

II.3 GEOLOGI STRUKTUR

BAB III PENUTUP

IV.1 KESIMPULAN

IV.2 SARAN

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

BAB I

P E N D A H U L U A N

I.1 Latar Belakang

Ilmu Geologi merupakan suatu ilmu pengetahuan yang mempunyai hubungan erat dengan ilmu Pertambangan, seperti Eksplorasi bahan galian mineral. Oleh karena itu dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia khususnya dalam bidang pertambangan dimana harus menguasai ilmu geologgi secara umum, khususnya geologi struktur dan petrologi.

Sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan, maka perlu mengadakan praktek studi lapangan Geologi struktur dan Petrologi, dimana hal ini merupakan aplikasi dari teori, praktek laboratorium yang didapat dari kampus dan juga disebabkan oleh pertimbangan bahwa teori dan praktek harus sejalan dan adanya keseimbangan antara teori, praktek laboratorium, dan praktek dilapangan

I.2 Maksud dan Tujuan

Kegiatan studi lapangan Geologi struktur dan petrologi ini dimaksudkan untuk menyesuaikan teori dan praktek dilapangan dengan keadaan geologi yang sebenarnya.

Adapun tujuan dari praktek studi lapangan ini :1. Agar praktikan dapat mengamati secara lansung keadaan geologi regional termaksud geomorfologi, stratigrafi, struktur-struktur geologi, baik struktur primer maupun sekunder dan keadaan topografi suatu daerah.

2. Untuk mengetahui perubahan-perubahan struktur geologi, serta singkapan-singkapan batuan yang ada didaerah penelitian.

3. Agar Praktikan dapat mengetahui cara-cara pengambilan data dilapangan serta cara-cara pengolahan data yang dimaksud.

4. Untuk mengetahui jenis bahan galian yang terdapat pada daerah penelitian.

5. Sebagai salah satu syarat kelulusan dalam mata kuliaah Geologi struktur dan petrologi.

1.3 Fungsi

Manfaat yang dapat diperoleh dari praktikum lapangan Geologi Sktuktur dan Petrologi adalah :

1. Para praktikan dapat melihat langsung struktur-stuktur Geologi secara langsung dilapangan, seperti : stratigrafi (perlapisan), perlipatan (fold), sesar (fault) dan cross bedding.

2. Praktikan dapat mengamati, secara langsung pola-pola aliran sungai.3. Praktikan dapat mengetahui cara-cara pengambilan cara-cara pengambilan data secara langsung seperti pengukuran slope, floating lokasi, pengukuran strike dan dip, rekonstruksi perlipatan, membuat diagram aligment, penggunaan kompas geologi, serta determinasi batuan.

4. Mahasiswa dapat lebih memahami struktur yang ada di lapangan, tanpa terpaku hanya pada teori semata, sehingga dapat melakukan pengembangan ilmu secara individual.1.4 Lokasi

Daerah yang menjadi tempat praktek lapangan geologi struktur dan petrologi adalah di Desa Bantimurung Kec.Tondong Tallasa, Kab.Pangkep, Prov. Sulawesi selatan. Base camp bertempat di rumah mantan kepala desa Bantimala. Jalur pengatan hari pertama kearah timur base camp menuju ke ujung bassi dengan melewati desa Bulu Tondong Tellue dan Salo Elle. Hari kedua kearah barat base camp munuju cole-cole melalui jalan tambang. Lokasi praktek lapangan dapat di tempuh dengan waktu kurang lebih 3 jam perjalanan dari kota Makassar ke daerah Bantimurung kab. Pangkep dengan jarak kurang lebih 70 km, melewati kantor pusat PT. Semen Tonasa dan beberapa tambang marmer serta tambang pasir silika.

1.5 Waktu pelaksanaan

Waktu pelaksanaan kegiatan kegiatan praktek lapangan Geologi Struktur dan Petrologi dilaksanakan pada tanggal 28 Februari 02 maret 2009.1.6 Metode Pengambilan dan Pengolohan Data

Metode pengambilan dan pengolahan data tetap bersandar pada teori yang diperoleh dari kampus dan dibawah pengawasa doen juga asisten mahasiswa. Adapun metode pengambilan dan pengolahan data adalah sebagai berikut :

1. Tahap Pertama (pengamatan)

Tahap pertama yang dilakukan adalah tahap pengamatan secara lansung terhadap objek yang berupa singkapan-singkapan. Dari singkapan tersebut dapat dilihat struktur geologinya seperti kekar, sesar, lipatan antiklin, sinklin dengan demikian dapat diamati secara lansung warna batuaan, ukuran butir, struktur dll,

2. Tahap Kedua (pencatatan)

Tahap pencatatan atau perekaman data. Bentuk ukuran dan kedudukan semua jenis struktur yang diamati diberikan menurut masing-masing jenis struktur. Data struktur yang dikumpulkan dan kemudian dikelomok-kelompokan.

3. Tahap Ketiga (analisa)

Data dari struktur umumnya berupa data hasil berpuluh-puluh bahkan ratusan pengamatan dan pengukuran, maka data yang terkumpul tersebut dianalisa dengan metode-metode geometri dan statistik untuk mendapatkan pola ataupun kedudukan umumnya kemudian disajikan dalam peta atau diagram maket.

4. Tahap keempat (sintesa)

Tahap sintesa merupakan tahap akhir dari pengamatan struktur geologi, yakni menafsirkan dan membahas bagaimana cara dan mekanisme pembentukan struktur yang diamati.

BAB II

KONDISI GEOLOGI

II. 1 Geologi Regional

Daerah Bantimala termasuk dalam lembah Pangkajene dan Watampone yang dibatasi oleh dua baris pegunungan yang memanjang hampir sejajar pada arah utara barat-laut dan dipisahkan oleh lembah Walanae.

Pegunungan yang barat menempati hampir setengah luas daerah,melebar dibagian selatan (50 km) dan menyempit hampir dibagian utara (22 km). Puncak tertingginya 1694 m, sedangkan ketinggian rata-ratanya 1500 m. Pembentukannya sebagian besar adalah batuan gunung api, pencerminan adanya batu gamping, bisa dilihat dengan adanya topografi karst pada lereng sebelah barat dan beberapa tempat dibagian timur diantara topografi karst terdapat daerah perbukitan yang dibentuk oleh pratersier.

Pegunungan yang di timur relatif lebih sempit dan lebih rendah dengan puncaknya rata-rata 700 m dan yang tertinggi 787 m, bagian selatan melebar (20 km) dan lebih tinggi, tetapi keutara lebih menyempit dan merendah dan akhirnya menunjam kebawah pada perbatasan antara lembah Walanae dan dataran Bone. Bagian utara pegunungan ini bertopografi karst yang permukaannya sebagian kerucut, batasnya ditimur laut dengan dataran Bone.

II. 2 Geologi Lokal2.1 GeomorfologiDilihat dari peta topografi daerah Bantimala memiliki tiga jenis morfologi yaitu :

1. Satuan morfologi berelief tinggi

Mempunyai ketinggian 200-400 m, diatas permukaan air laut, yang meliputi : B. Malaka (272 m), B Como (280 m) dan B. Sampindien (305 m).

2. Satuan morfologi berelief sedang

Mempunyai ketinggian 50-200 m diatas permukaan air laut, yang meliputi daerah Bantimurung, Tondokura Malaka.

3. Satuan morfologi berelief rendah

Meliputi daerah Bantimurung khususnya daerah pertanian.

Lereng B. Malaka sebelah timur dari stasiun yang mempunyai kemiringan kurang lebih 40o sedangkan kemiringan lereng dari B. Como bagian barat kurang lebih 35o.

Sungai-sungai yeng mengalir searah dengan arah perlapisan batuan seperti pada stasiun 4 dimana batuan pasir searah dengan aliran sungai. Induk sungai umumnya berstadia dewasa yang dicirikan dengan adanya erosi vertical pada bagian tengah dan penampang berbentuk U, juga ditemukan kelok-kelokan sungai dan dataran bajnir, sedangkan cabang dari sungai tersebut erosinya tegak, masih intensif dibandingkan pdengan erosi mendatar,dimana sungainya masih terlihat berbentu V, sehingga bisa disebut sebagai sungai berstadia muda menjelang dewasa.

2.2 TopografiSecara umum daerah Bantimurung dan sekitarnya seperti cole-cole dan ujung bassi merupakan daerah perbukitan yang berelief tinggi. Di daerah ini umumnya di jumpai variasi bentuk-bentuk tofografi sepeti : bukit, lembah, dan sungai.Di daerah lembah umumnya di manfaatkan sebagai lahan pertanian dengan memanfaatkan air sungai sebagai irigasi, seperti daerah lembah disebelah barat dan barat laut desa Bantimurung. Di daerah ini juga banyak di jumpai cukup banyak sungai. Daerah satuan morfologi berelief tinggi mempunyai ketinggian rata-rata 150-290 m dari permukaan air laut. Seperti daerah perbukitan di sebelah barat desa Bantimurung dengan ketinggian 230-252m dari permukaan air laut, daerah perbukitan di timur laut desa Bantimurung menuju cole-cole merup