pertumbuhan janin

Upload: justin-golden

Post on 11-Jul-2015

218 views

Category:

Documents


2 download

TRANSCRIPT

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................................................................ DAFTAR ISI .................................................................................................... DAFTAR GAMBAR........................................................................................ I. II. III. PENDAHULUAN .................................................................................. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MINGGU PERTAMA . PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MINGGU KEDUA ......

i ii iii 1

IV. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MINGGU KETIGA ..... V. VI PEMBENTUKAN DAN PERKEMBANGAN ....................................... MINGGU KEEMPAT SAMPAI KEDELAPAN....................................

VII. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN JANIN .......................... VIII. MINGGU KESEMBILAN SAMPAI LAHIR......................................... IX. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN JANIN.......................................................... X. KESIMPULAN .......................................................................................

XI. RUJUKAN ..............................................................................................

I. PENDAHULUAN Dengan adanya era industri pada saat ini diperkirakan akan terjadi peningkatan kejadian kelainan congenital terhadap janin. Kenyataan lain dari era industri adalah terjadinya peningkatan penggunaan medikasi atau obat selama kehamilan, dari hasil survey he center for disease control (1987) terhadap 492 orang ibu hamil di Negara bagian New York mendapatkan bahwa 90% diantaranya menggunakan obat baik obat dari dokter maupun obat bebas. Sedangkan Rubin 1986 di Inggris melaporkan bahwa 35% ibu hamil menggunakan obat atau medikasi.1 Pada saat ini diperkirakan bahwa 10% dari semua kelainan pada manusia yang diketahui sebabnya oleh faktor lingkungan dan 10% lainnya oleh faktor genetic dan kromosom sedangkan sisanya 80% diduga mempengaruhi dalam hubungan yang sangat rumit.2 Beckman dan Brent (1986) memperkirakan penyebab dari kerusakan janin 20-25% disebabkan oleh genetic, 3-5% oleh infeksi, 4% oleh penyakit maternal, 1 cm. denyut jantung embrio mulai dapat dideteksi pada umur kehamilan 6 minggu.8 Pada awal minggu kelima anggota badan atas tampak sebagai tunas yang berbentuk dayung, beberapa saat kemudian tampak tunas anggota bawah, ada minggu keenam tampak pada ujung tunas empat alur seperti jari-jari. Sementara jari dan tangan terbentuk, terjadi pula penyempitan pada kedua tunas dan kemudian membagi lengan dan tungkai menjadi dua bagian yang kelak kita kenal seperti anggota badan dewasa.2,3,4

Gambar 12. Skema perkembangan mudigah bulan kedua (dikutip dari 3) Selama minggu ketujuh kepala terus membesar dengan cepat sehingga tampak vesikula serebral (hemisphere). Secara simultan pemanjangan muka, penggeseran mata dari lateral keposisi frontal dan peninggian muka mulai menghilang, demikian juga lengkung feringeal dan daerah leher menjadi pemisah antara kepala dan tonjolan jantung. Pembesaran jantung dan hati menyebabkan tonjolan di dinding depan tubuh di atas tali pusat. Di sini ukuran tali pusat mengalami penciutan yang progresif.4 Selama minggu kedelapan kelopak mata menutup mata, hidung, dahu dan daun telinga menjadi jelas menyerupai bentuk khas manusia. Diferensiasi genetalia eksterna dapat diidentifikasi dengan mata.3 dengan menggunakan USG tangan dan kaki dapat terlihat dan panjang mudigah (ubun-ubun bokong) 11 mm.8

VIII.

PERTUMBUHAN

DAN

PERKEMBANGAN

JANIN

MINGGU

KESEMBILAN SAMPAI LAHIR. Periode dari minggu kesembilan sampai lahir disebut masa janin (fetal). Perubahan nama ini karena terjadinya perubahan yang bermakna dari embrio sehingga dapat dikenal sebagai bentuk manusia. Perkembangan selama masa janin ini yang menjadi perhatian utama adalah penyempurnaan pertumbuhan dan diferensiasi dari jaringan dan organ.2,3 Pertumbuhan selama masa ini sangat cepat khususnya menganai panjang yaitu antara minggu kesembilan sampai minggu kedua puluh. Sedangkan peningkatan berat badan sangat menyolok pada 2 bulan terakhir dari kehamilan.2,3

Perubahan dari bulan ke bulan. Bulan ketiga Pada permulaan bulan ketiga kepala menempati kira-kira setengah dari panjang kepalabokong (crown rump length). Selama bulan ketiga wajah makin menyerupai manusia. Mata yang mula menghadap ke lateral berubah letaknya kepermukaan ventral wajah dan telinga mendekati sisi kepala.2,3

Gambar 13. Skema ukuran kepala dibandingkan bagian tubuh lainnya pada beberapa tingkat perkembangan (Dikutip dari 2)

Anggota badan mencapai panjangnya yang relative dibandingkan dengan bagian tubuh yang lain, walaupun anggota badan bawah masih agak lebih pendek dan kurang berkembang sedemikian rupa sehingga menjelang minggu kedua bulan ini jenis kelamin dapat ditentukan pada pemeriksaan luar. Pada akhir bulan ketiga kegiatan reflek dapat ditimbulkan pada janin yang digugurkan, hal ini menunjukkan adanya kegiatan otot.2,3

Bulan keempat. Merupakan periode pertumbuhan yang sangat cepat. Pada akhir bulan keempat kepala relative kecil dibandingkan dengan janin usia 12 minggu. Tungkai mulai memanjang, pada masa ini proses penulangan (ossifikasi) dari skleton tumbuh dengan cepat dan tampak gambaran rambut kepala.3

Bulan kelima. Pertumbuhan menurun selama periode ini tetapi janin tetap bertambah besar. Gerakan janin sudah dirasakan oleh ibu.2,3

Kulit ditutupi oleh vernix caseosa dan pada akhir bulan kelima janin biasanya ditumbuhi oleh rambut-rambut halus yang disebut lanugo. Alis mata dan rambut kepala juga kelihatan pada saat ini.1,3

Bulan keenam Periode ini janin dapat hidup jika lahir karena paru-paru telah mampu bernafas dan pembuluh paru cukup berkembang untuk membantu pertukaran gas. Sebagai tambahan sistem saraf pusat telah matur untuk mengatur pernafasan secara teratur dan mengontrol temperature tubuh. Meskipun demikian janin yang dilahirkan pada masa ini sukar untuk bertahan hidup. Kulit janin yang tampak kemerah-merahan dan keriput.1,3

Bulan ketujuh Pada periode ini panjang kepala-bokong 25 cm dan berat janin 1.100 g. membrane pupil sudah tak kelihatan dari mata, bayi yang lahir pada saat ini menggerakkan badannya cukup kuat dan menangis lemah.1,6

Bulan kedelapan Pada usia kehamilan 30 minggu pupil telah mempunyai reflek terhadap cahaya. Biasanya pada akhir periode ini lengan dan tungkai tampak gemuk. Saat ini jumlah lemah putih pada tubuh janin kira-kira 7-8% dari berat badan. Testis mulai turun pada janin lakilaki.3

Bulan kesembilan. Pada akhir kehamilan 39 minggu rata-rata panjang kepala-bokong 32 cm dan beratnya 2.500 g. karena deposit lemaksubkutan badab janin lebih bulat dan kerutan-kerutan diwajah menghilang. Pada saat ini lingkaran kepala dan perut kira-kira sama.2,3,6

Bulan kesepuluh. Kulit janin saat ini halus dan tidak ada lanugo kecuali kadang-kadang disekitar pundak. Pada kulit masih terdapat vernix caseosa dan kuku melebihi ujung jari. Rata-rata panjang

kepala bokong janin 36 cm dan beratnya 3.400 g. pada janin laki-laki testis sudah ada di dalam scrotum dan pada janin wanita labia mayor menutup labia minora.1,6

IX. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN JANIN. Pertumbuhan dan perkembangan janin sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Pada saat ini diperkirakan bahwa 10% dari semua kelainan pada manusia yang diketahui sebabnya oleh faktor genetic dan kromosom sedangkan sisanya yang 80% diduga mempengaruhi dalam hubungan yang sangat rumit.2 Disini dapat dikelompokkan faktor-faktor yang mempengaruhi tersebut.2,3,9 Faktor lingkungan seperti : - infeksi - radiasi - obat-obatan atau zat kimia Faktor kesehatan seperti : - ibu kurang gizi

- penyakit tertentu pada ibu - Diabetes malitus - Hipertensi / Hipotensi - Dekompensatio kordis - Penyakit paru kronis - Penyakit ginjal - Umur ibu / paritas - ibu yang perokok Faktor keturunan seperti : - trisomi 21

- trisomi 13-15 - dll

A. Infeksi Infeksi pada ibu hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin terutama infeksi oleh golongan Toksoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes simplek (TORCH) dan Sifillis.

Infeksi Toksoplasmosis pada manusia diperoleh melalui makanan yang mengandung kista parasit, transfuse darah, transplantasi organ atau melalui tangan yang terkontaminasi. Infeksi congenital pada bayi biasanya ditandai dengan trias : hidrosefalus, koreoretinitis, dan klasifikasi intracranial. Erat hubungannya antara saat terjadinya infeksi dengan beratnya infeksi janin. Infeksi toksoplasmosis yang paling hebat pada janin terjadi pada trimester I.10 Infeksi Rubella, merupakan virus yang dapat menyebabkan kelainan. Kelainan yang ditimbulkan ditentukan oleh tingkat perkembangan mudigah pada saat infeksi terjadi misalnya, katarak timbul akibat infeksi pada kehamilan minggu keenam dan ketulian pada kehamilan minggu kesembilan, kelainan jantung terjadi setelah infeksi pada minggu kelima hingga kesepuluh dan kelainan gigi antara minggu keenam kesembilan dan kelainan saraf terjadi setelah infeksi pada trimester kedua.1,2 Infeksi sitomegalovirus menimbulkan suatu sindroma yang mencakup berat badan lahir rendah, mikrosefalus, kalsifikasi intracranial, korioretinitis, retardasi mental serta motorik, gangguan sensori neural, hepatosplenomegali, ikterus, anemia hemolitik dan purpura trombositopenik.1,2 Infeksi herpes simplek biasanya dipindahkan menjelang saat kelahiran dan kelainan-kelainan yang dilaporkan adalah mikrosefali, mikroftalmus, displasia retina, pembengkakan hati dan limpa dan keterbelakangan jiwa.2 Infeksi oleh treponema palida dapat menyebabkan tuli bawaan dan

keterbelakangan jiwa, selain itu banyak organ-organ lain seperti paru-paru dan hati ditandai oleh fibrosis yang merata serta osteokondritis.

B. Radiasi Efek yang berbahaya dari radiasi dapat terjadi secara langsung dan tidak langsung yang mana ada 3 prinsip efek biologisnya yaitu : 1. Kematian sel yang mempengaruhi embryogenesis. 2. Karsinogenesis. 3. Efek terhadap generasi selanjutnya dan mutasi sel germinal.

C. Obat-obatan / zat-zat kimia.

Peranan zat-zat kimiawi dan obat-obatan farmasi dalam pembentukan kelainan pada manusia sulit ditafsirkan karena sebagian besar penelitian adalah retrospektif dan sejumlah besar obat-obatan farmasi digunakan oleh wanita hamil. Food and drug administration (FDA) membuat 5 katagori untuk yang mungkin mempengaruhi terhadap janin.1 1. Katagori A Obat-obatan yang tidak memperhatikan resiko terhadap janin seperti vitamin. 2. Katagori B Obat-obat yang dalam penelitian binatang atau manusia tidak memperlihatkan resiko yang berarti. Kategori ini mencakup obat-obat yang dalam penelitian binatang tak memperlihatkan resiko terhadap janin binatang tersebut, namun penelitian pada manusia tidak dilakukan. 3. Kategori C Obat-obat yang belum diteliti secara memadai atau obat-obat yang dalam penelitian binatang menunjukkan efek berbahaya terhadap janinnya tetapi data-data

pemakaiannya pada manusia tidak tersedia.

4. Kategori D Obat-obat yang terbukti membawa resiko bagi janin namun khasiatnya melebihi resiko tersebut. 5. Kategori X Obat-obatan yang terbukti membawa resiko bagi janin dan jelas resikonya melebihi setiap manfaat yang diberikan.

X. KESIMPULAN Pertumbuhan dan perkembangan janin diawali oleh panyatuan sel benih pria dan wanita yang mengalami pembelahan dan diferensiasi sehingga menjadi embrio kemudian janin. Pada minggu pertama merupakan proses gametogenesis dan implantasi, pada minggu kedua pembentukan embrio berlapis dua, pada minggu ketiga menjadi embrio berlapis tiga (ectoderm, mesoderm dan entoderm), pada minggu keempat sampai kedelapan tiap-tiap lapisan mengalami proses organgenesis, dimana merupakan periode yang sangat penting, sedangkan minggu kesembilan sampai akhir merupakan proses penyempurnaan dari proses sebelumnya. Selama proses pertumbuhan dan perkembangan ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu lingkungan, kesehatan, dan keturunan.

XI. RUJUKAN 1. Cuningham GF, Mac Donald PC, Gant NF, Leveno KJ, Gilstrap LC. William obstetric, Nineteenth edition. Prentice Hall International Inc, 1993; 111-38, 165-70,724-32, 961-2, 1281-97. 2. sadler TW. General embryology. In : Langmans medical embryology. Sixth edition, Baltimore : William & Wilkins, 1990; 1-138 3. Moore KL. The developing human, clinically oriented embryology. Third edition, Philadelphia: WB Saunders Company, 1982; 1-110. 4. Gasser RF. Embryology and fetology. In : Iffy L, Kamminezky HA. Principle and practice of obstetrics & perinatology. Volume 1. New York Toronto : A Willey Medical Publical Publication, 1981: 127-180. 5. Wiknjosastro H. Pembuahan, nidasi dan plasentasi. Dalam Wiknjosastro H, Saifuddin AB, Rachimhadhi T. Ilmu Kebidanan. Edisi Ketiga. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, 1991; 55-65. 6. Supono. Ilmu Kebidanan bagian fisiologi. Edisi pertama. Bagian obstetric dan Ginekologi RSU. Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, 1982; 50-4, 68-73. 7. Sofyansyah. Embriologi. Dalam : Gajahnata KHO. Biologi kedokteran I. Edisi II. Bagian Biologi Medik Fakultas Kedokteran Unsri Palembang, 1987; 306-334 8. Siddik D. Kehamilan normal trimester pertama. Dalam : Wiknjosastro G, Wibowo N. Ultrasonografi dasar obstetric ginekologi. Kongres Obstetri Ginekologi Indonesia IX, Jakarta: 1993; 10-33. 9. Stubblefield PG. Cause and prevention of premature birth an over view. In : Fuchs AR, Fuchs F, Stubblefield PG. Preterm birth, cause, prevention and management. Second edition. New york: Mac Graw-Hill, Inc, 1993; 12-21 10. Syamsuri AK. Toksoplasmosis pada masa reproduksi. Lab Obstretri & Ginekology FK Unsri / RSUP Palembang.