pertumbuhan janin terhambat (pjt) sebagai … filepertumbuhan janin terhambat (pjt) sebagai faktor...

14
PERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT (PJT) SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEMATIAN NEONATUS SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana Kedokteran Diajukan Oleh : WAHID NOR HUDA J 500060062 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2013

Upload: vohanh

Post on 01-May-2019

258 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

Page 1: PERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT (PJT) SEBAGAI … filePERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT (PJT) SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEMATIAN NEONATUS SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat

PERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT (PJT) SEBAGAI FAKTOR

RISIKO KEMATIAN NEONATUS

SKRIPSI

Untuk memenuhi sebagian persyaratan

mencapai derajat Sarjana Kedokteran

Diajukan Oleh :

WAHID NOR HUDA

J 500060062

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2013

Page 2: PERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT (PJT) SEBAGAI … filePERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT (PJT) SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEMATIAN NEONATUS SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat

ii

Page 3: PERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT (PJT) SEBAGAI … filePERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT (PJT) SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEMATIAN NEONATUS SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat

iii

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi saya ini tidak terdapat

karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu

Perguruan Tinggi, sepanjang sepengetahuan saya tidak terdapat karya atau

pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali dalam

naskah ini disebutkan dalam pustaka.

Surakarta, Oktober 2012

Wahid Nor Huda

Page 4: PERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT (PJT) SEBAGAI … filePERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT (PJT) SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEMATIAN NEONATUS SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat

iv

MOTTO

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaumnya

sehingga mereka merubah dirinya (jiwa) sendiri.”

(QS. Ar – Ra’d/13: 11)

“Jangan tunda hingga esok apa yang dapat kamu lakukan saat ini.”

(penulis)

“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”

(QS. Alam Nasyrah\94: 6)

“Tidak ada kata terlambat kecuali Izroil menjemput”

(Shofwan)

“Kenapa ? capek, males, bosen, nyerah ? maaf, bukan sok menggurui, kalau

sekarang capek, malas, bosen, nyerah besok kalau sudah jadi dokter lebih dari ini

tantangannya. Wahid jangan nyerah”

(Octavia)

Page 5: PERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT (PJT) SEBAGAI … filePERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT (PJT) SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEMATIAN NEONATUS SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat

v

PERSEMBAHAN

Dengan penuh cinta, penulis mempersembahkan karya nan sederhana ini

dengan ikhlas kepada :

1. Ibuku (Maryatin) dan bapakku (Dwi Yanto) tercinta yang telah mengiringi

langkahku dengan doa dan kasih sayang yang tak terhingga, betapa aku ingin

mempersembahkan yang terbaik atas segala perjuangan yang engkau lakukan

untuk cita-cita dan masa depanku. Ibu, Bapak terima kasih serta maaf putramu

belum bisa membalas jasa-jasamu.

2. Adik-adikku sayang (adek pertama (Gigih), adek kedua (Arul)) hanya karya ini

yang kupersembahkan untuk kalian semoga kasih sayang yang kalian berikan

tidak pernah akan putus.

3. Seseorang yang aku kasihi (Octavia) yang selalu menginspirasiku dalam

melangkah menggapai masa depan dan yang selalu memberikan semangat serta

motivasi dalam hidupku, terima kasih.

4. Yahyul yang selalu sabar dalam menghadapiku dan selalu memberi kata-kata

yang membangkitkan semangatku, terima kasih ya.

5. Bro 1 (Farida) dan Angga Justia RW yang selama ini membantu, semoga

simbiosis mutualisme kita selalu terjaga.

6. Almamaterku. Semoga karya ini sebuah awal kesuksesanku

Page 6: PERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT (PJT) SEBAGAI … filePERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT (PJT) SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEMATIAN NEONATUS SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat

vi

KATA PENGANTAR

ـب ـب ب الر س م ب الر ب س ــ ب س

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahirobil’alamin, ash-sholatu wassalamu’ ala Rosulillah. Puji

dan syukur penulis panjatkan atas segala rahmat, taufik dan hidayah Allah SWT,

sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi ini dengan judul ”Pertumbuhan

Janin Terhambat (PJT) sebagai faktor risiko kematian neonatus” ini disusun

sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana di Fakultas Kedokteran

Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Dalam menyusun skripsi ini, penulis senantiasa mendapat bimbingan,

bantuan dan petunjuk dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis mengucapkan

banyak terima kasih kepada:

1. Prof. DR. Bambang Subagyo, dr. Sp.A (K) selaku Dekan Fakultas

Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta.

2. dr. Rusmawati, M.Kes,Sp.A selaku pembimbing I yang telah memberi

bimbingan dan pengarahan materi.

3. dr. Annta Kern Nugrohowati, M.Si selaku pembimbing II yang telah

memberikan bimbingan dan pengarahan materi.

4. dr. Mohammad Wildan, Sp.A selaku penguji yang telah memberikan

koreksi untuk perbaikan dan selesainya skripsi ini.

5. Tim skripsi yang telah memberikan pengarahan.

6. Bagian DIKLAT RS. PKU Muhammadiyah Surakarta, terutama kepada

dr. Aswin, bapak Triyono, mas Taufik yang telah membantu dalam proses

penelitian skripsi ini.

7. Bagian Rekam Medik RS. PKU Muhammadiyah Surakarta, terutama

kepada ibu Wulan dan ibu-ibu di bagian rekam medik yang sangat

membantu dalam proses penelitian skripsi ini.

Page 7: PERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT (PJT) SEBAGAI … filePERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT (PJT) SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEMATIAN NEONATUS SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat

vii

8. Keluarga besar Ibu Aslimah dan Ibu Sarmi, yang telah memberikan do’a,

dan nasehat-nasehatnya dalam langkah hidupku.

9. Ulul aydi ’06 : boze, ci2ek, indra, ari, mayang, dony, brow 1, brow 2,

mamy don, bang yoz, ahmad, bersama kalian aku berbagi suka dan duka,

terima kasih telah memberikan rasa persaudaraan dan kenangan indah

yang tak terlupakan.

10. Teman- teman DOTA : Mardiansyah, Elyos Mega Putra, Dony Kurniawan

Nugraha, Rustomo Raharjo kapan-kapan kita kan bertanding lagi.

11. Semua pihak yang yang telah membantu hingga selesainya skripsi ini,

yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan segala rahmat dan anugrah-

Nya sebagai balasan segala amal baik yang telah dilakukan. Dengan menyadari

segala kekurangan dan keterbatasan, maka kritik dan saran yang bersifat

membangun penulis harapkan demi kesempurnaan skripsi ini. Penulis berharap,

skripsi ini dapat bermanfaat bagi khasanah keilmuan.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Surakarta, Oktober 2012

Penulis

Page 8: PERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT (PJT) SEBAGAI … filePERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT (PJT) SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEMATIAN NEONATUS SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat

viii

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ....................................................................................... i

LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................ ii

PERNYATAAN ............................................................................................... iii

MOTTO ........................................................................................................... iv

PERSEMBAHAN ............................................................................................ v

KATA PENGANTAR ..................................................................................... vi

DAFTAR ISI ................................................................................................... viii

DAFTAR TABEL ........................................................................................... x

DAFTAR SKEMA ........................................................................................... xi

DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... xii

ABSTRAK ....................................................................................................... xiii

BAB I PENDAHULUAN ........................................................................ 1

A. LatarBelakangMasalah ............................................................. 1

B. RumusanMasalah ..................................................................... 3

C. TujuanPenelitian ...................................................................... 3

D. ManfaatPenelitian .................................................................... 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ............................................................... 4

A. LandasanTeori .......................................................................... 4

1. Bayi Berat Lahir Rendah ....................................................

a. Definisi ................................................................... 4

b. Insidensi ................................................................. 7

c. Klasifikasi .............................................................. 7

d. Faktor risiko ........................................................... 10

e. Etiologi..................... .............................................. 10

f. Patofisiologi ........................................................... 14

g. Diagnosis ................................................................ 16

h. Luaran bayi PJT ..................................................... 18

i. Prognosis ................................................................ 18

Page 9: PERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT (PJT) SEBAGAI … filePERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT (PJT) SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEMATIAN NEONATUS SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat

ix

j. Penatalaksanaan .................................................... 19

2. Kematian Neonatus ............................................................ 21

3. Hubungan PJT Terhadap Kematian Neonatus ................... 23

B. KerangkaTeori.......................................................................... 25

C. Hipotesis ................................................................................... 26

BAB III METODOLOGI PENELITIAN .................................................... 27

A. Desain Penelitian ...................................................................... 27

B. Tempat dan Waktu Penelitian .................................................. 27

C. Populasi Penelitian ................................................................... 27

D. Sampel dan Teknik Sampling .................................................. 27

E. Estimasi Besar Sampel ............................................................. 27

F. Kriteria Restriksi ...................................................................... 28

G. Variabel Penelitian ................................................................... 28

H. Definisi Operasional Variabel .................................................. 29

I. Instrumen Penelitian................................................................. 29

J. Rencana Analisis Data ............................................................ 29

K. Alur Penelitian ......................................................................... 32

L. Jadwal Penelitian ...................................................................... 33

BAB IV A. HASIL PENELITIAN ............................................................... 34

B. PEMBAHASAN ....................................................................... 38

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ...................................................... 41

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 44

LAMPIRAN ..................................................................................................... 50

Page 10: PERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT (PJT) SEBAGAI … filePERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT (PJT) SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEMATIAN NEONATUS SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat

x

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Dampak PJT ....................................................................................... 9

Tabel 2. Faktor risiko PJT ................................................................................ 10

Tabel 3. Frekuensi Pertumbuhan Janin Terhambat Sebagai Faktor Risiko

Kematian Neonatus ......................................................................................... 34

Tabel 4. Distribusi Jenis Kelamin, Umur Kehamilan, Dan Riwayat

Persalinan Pada Bayi BBLR ............................................................................ 35

Tabel 5. Penyakit penyerta pada bayi BBLR yang meninggal ........................ 36

Page 11: PERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT (PJT) SEBAGAI … filePERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT (PJT) SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEMATIAN NEONATUS SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat

xi

DAFTAR SKEMA

Skema 1. Kerangka teori ........................................................................ ......... 25

Skema 2. Alur penelitian .................................................................... ............. 32

Page 12: PERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT (PJT) SEBAGAI … filePERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT (PJT) SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEMATIAN NEONATUS SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat

xii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Surat keterangan penelitian ........................................................ 50

Lampiran 2. Data hasil penelitian ................................................................... 51

Lampiran 3. Hasil analisis data Fisher Probability Test dengan menggunakan

program SPSS 16 ............................................................................................ 57

Page 13: PERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT (PJT) SEBAGAI … filePERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT (PJT) SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEMATIAN NEONATUS SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat

xiii

ABSTRACT

Intrauterine Growth Retardation (IUGR) as a risk factor of neon taldeath

Wahid Nor Huda1, Rusmawati

1, Annta Kern Nugrohowati

1

Background.low birth weight infants are weighing less or equal to 2500 grams. In

Indonesia the birth of babies with low birth weight infant followed by mortality precisely.

Low Birth Weight Baby (LWB) is one of mayor factors that contribute to perinatal and

neonatal mortality. LBW was divided into two categories, low birth weight due to

prematurity (age less than 27 weeks), LBW due to intrauterine growth retardation (IUGR)

the term babies but less weight for age. Incidence of IUGR in Indonesia reached 19.8%

and 10% occurred during the perinatal mortality as a consequence of IUGR.

Purpose.To analyze the link between Intrauterine Growth Retardation (IUGR) as a risk

factor for neonatal mortality in newborns at PKU Muhammadiyah Surakarta Hospital.

Design.This study was a cross-sectional study conducted at the PKU Muhammadiyah

Surakarta Hospital using secondary data obtained through patient medical records of

newborns between 1 January 2010-31 December 2011. Sample decision by total

sampling, by taking the data as many as 173 LBW infants. The data was processed by the

Fisher Exact Probability Test.

Results.Based on Fisher Exact Probability Test, P = 0,062, it’s mean value of P > 0.05

thus shows that the results are not significant at 5% significant level, confidency interval

95 % between 0,020 to 1,390.

Conclusion.No significant relationship between Intrauterine Growth Retardation (IUGR)

and neonatal mortality in PKU Muhammadiyah Surakarta Hospital.

Keyword : Intrauterine Growth Retardation (IUGR), neonatal death

1. Medical Faculty Of Muhammadiyah University Of Surakarta

Page 14: PERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT (PJT) SEBAGAI … filePERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT (PJT) SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEMATIAN NEONATUS SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat

xiv

ABSTRAK

Pertumbuhan Janin Terhambat (PJT) sebagai factor risiko kematian

neonatus.

Wahid Nor Huda1, Rusmawati

1, Annta Kern Nugrohowati

1

Latarbelakang. Bayi dengan berat lahir rendah adalah bayi dengan berat badan

kurang atau sama dengan 2500 gram. Di Indonesia kelahiran bayi dengan berat

lahir rendah justru diikuti kematian bayi. Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)

menjadi salah satu factor utama yang berkontribusi terhadap kematian perinatal

dan neonatal. BBLR dibedakandalam 2 kategori, yaitu : BBLR karena prematur

(usia kandungan kurang dari 27 minggu), dan BBLR karena intrauterine growth

retardation (IUGR/PJT) yaitu bayi cukup bulan tetapi berat kurang untuk usianya.

Di Indonesia insidensi PJT mencapai 19.8% dan 10% terjadi kematian pada masa

perinatal sebagai konsekuensi PJT.

Tujuan. Melakukan kajian ilmiah mengenai kaitan antara Pertumbuhan Janin

Terhambat (PJT) sebagai faktor risiko terjadinya kematian neonates pada bayi

baru lahir di RS PKU Muhammadiyah Surakarta.

Desain. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional yang dilakukan di RS

PKU Muhammadiyah Surakarta menggunakan data sekunder yang diperoleh

melalui rekam medis pasien bayi baru lahir antara 1 Januari 2010 – 31 Desember

2011.Pengambilan sampel dengan cara total sampling, dengan mengambil data

sebanyak 173 BBLR. Data kemudian diolah dengan uji Fisher Exact Probability

Test.

Hasil. Berdasarkan uji Fisher Exact Probability Test didapatkan nilai P = 0,062

yang berarti nilai P > 0.05 sehingga menunjukkan hasil yang tidak signifikan pada

taraf signifikan 5%, dengan interval kepercayaan 95% antara 0.020-1,390.

Kesimpulan. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Pertumbuhan Janin

Terhambat (PJT) dengan kematian neonatus di RS PKU Muhammadiyah

Surakarta.

Kata Kunci : Pertumbuhan Janin Terhambat (PJT), kematian neonatus

1. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta