pengaruh sistem informasi akuntansi manajemen terhadap ... ilmiah.pdf · pdf...

Click here to load reader

Post on 06-Feb-2018

225 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • PENGARUH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN TERHADAP KINERJA MANAJERIAL PADA BANK BANK ANGGOTA

    PERBANAS DI SURABAYA

    ARTIKEL ILMIAH

    Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat PenyelesaianProgram Pendidikan Strata Satu

    Jurusan Akuntansi

    Oleh :

    LELLA WINETYNIM : 2010310130

    SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PERBANASSURABAYA

    2014

  • 1

    The Influence of Management Accounting Information System on Managerial Performance at Indonesian Banks Association in Surabaya

    By : Lella WinetyElla_equinox@yahoo.com

    The banking sector is one area of business that can support the development ofthe Indonesian economy. Banking performance will be slightly affected by the current economic conditions, particularly in terms of credit and profitability. The role ofmanagement accounting information systems becomes essential in supporting decision making and problems solving. This study aims to examine the influence of managementaccounting information systems (broadscope, aggregration, timeliness, and integration) on managerial performance. The object of the research is banks member of Indonesian Banks Association in Surabaya. Data obtained by sending questionnaire to 63 managers, head of accounting, head of marketing, and also supervisor of Indonesian Banks Association in Surabaya. The study uses the purposive sampling technique in the data collection. The data analysis conducted by SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) with Multivariate Regression Analysis (MRA) technique version 21.00. The result of the study is Broadcope significant positive effect on Managerial Performance, Aggregation significant positive effect on Managerial Performance, Timeliness significant positive effect on Managerial Performance, Integration unsignifican positif effect on Managerial Performance.

    Keyword : Accounting information system management, Managerial Performance, of Indonesian Banks Association, Broadscope, Aggregation, Timeliness, Integration.

    PENDAHULUAN

    Perkembangan ekonomi saat ini menuntut perusahaan untuk memanfaatkan kemampuan yang dimiliki semaksimal mungkin. Perusahaan harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan serta mampu meningkatkan kinerja mereka. Agar dapat meningkatkan kinerja tersebut, manajer perlu memiliki kemampuan untuk melihat dan menggunakan peluang, mengidentifikasikan permasalahan, dan menyeleksi serta mengimplementasikan proses adaptasi dengan tepat. Manajemen juga berkewajiban mempertahankan kelangsungan hidup serta mengendalikan perusahaan (Widarsono, 2007).

    Sumber daya yang dapat membantu perusahaan dalam menghadapi persaingan bisnis adalah dengan memanfaatkan sistem informasi akuntansi manajemen. Peran penting sistem informasi akuntansi manajemen adalah menyediakan informasi bagi orang yang tepat dengan cara yang tepat dan saat yang tepat. Sistem akuntansi manajemen di sini merupakan sistem dan prosedur normal yang menggunakan infromasi untuk mempertahankan atau menyediakan alternatif untuk perencanaan, pengendalian, pengambilan keputusan dan meningkatkan pemahaman manajer terhadap dunia nyata serta bisa mengidentifikasi aktivitas yang relevan (Iba, 2012).

    Sistem dikatakan bermanfaat apabila informasi yang disajikan oleh mereka secara efektif berguna dalam proses pengambilan keputusan pengguna (Sajady, et.al. 2008).

  • 2

    Informasi yang tersedia dengan tepat akan memengaruhi pengambilan keputusan dalam pengelolaan organisasi. Dengan demikian, manajer dapat menangkap dan mendeteksi secara lebih cepat kapan perubahan kondisi membutuhkan tanggapan strategis.

    Informasi yang diterima oleh pihak manajemen sangat beraneka ragam dalam bentuk maupun fungsi. Beragam informasi yang diterima oleh manajemen, maka perlu dipilih dan dikelompokkan karakteristik informasi yang dapat memberikan kontribusi dalam pencapaian kinerja manajemen (Helmi, 2012). Karakteristik informasi yang tersedia dalam organisasi akan menjadi efektif apabila mendukung kebutuhan pengguna informasi akan pengambilan keputusan (Achmad dan Ira, 2009).

    Penelitian Achmad dan Ira (2009) menggunakan karakteristik akuntansi berupa broadscope,timeliness, aggregation,dan integration secara parsial terdapat pengaruh positif signifikan antara karakteristik SAM terhadap kinerja manajerial. Sepaham dengan pendapat Achmad dan Ira, penelitian yang dilakukan Zainuddin Iba (2012) yang membuktikan bahwa karakteristik SAM berpengaruh secara simultan terhadap kinerja manajerial. Agus Widarsono (2007) menunjukkan secara empiris bahwa secara parsial terdapat pengaruh positif signifikan antara karakteristik informasi akuntansi terhadap kinerja manajerial.

    Perhimpunan Bank Bank Umum Nasional (PERBANAS) mengaku kinerja perbankan akan sedikit terpengaruh dengan kondisi perekonomian saat ini, utamanya dari sisi penyaluran kredit dan perolehan keuntungan. Seperti diketahui, Bank Indonesia (BI) telah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,8 6,2% setelah merespon tingginya tingkat inflasi akibat penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan kenaikan suku bunga acuan. Kenaikan suku bunga acuan akan menekan

    penyaluran kredit perbankan (Infobanknews, 2013). Kondisi tersebut menyebabkan para manajer perbankan harus siap dalam merespon informasi agar dapat digunakan secara efektif dalam pengambilan keputusan. Hasil beberapa peneliti menyebutkan bahwa mengukur manfaat suatu informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi akuntansi terhadap kinerja organisasi, merupakan hal yang sangat sulit (Mahmood dan Mann, dalam Juniarti Evelyne 2003).

    Berdasarkan fenomena tersebut, maka peneliti tertarik untuk membuktikan pengaruh antara karakteristik informasi dengan kinerja manajerial. Peneliti mengambil judul Pengaruh Sistem Infromasi Akuntansi Terhadap Kinerja Manajerial Pada Bank Bank Anggota Perbanas di Surabaya.

    KERANGKA TEORITIS DANPENGEMBANGAN HIPOTESIS

    Sistem Informasi Akuntansi ManajemenMenurut Hansen dan Mowen (2011 : 4)

    menyebutkan bahwa sistem informasi akuntansi manajemen menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan tujuan manajemen tertentu. Sistem akuntansi manajemen menyediakan informasi, baik keuangan maupun non keuangan, kepada manajer dan karyawan organsisasi. Informasi akuntansi manajemen disusun untuk keperluan spesifik para pembuat keputusan dan jarang disebarkan ke pihak luar organisasi. (Atkinson,et.al. 2009 : 3).

    Chenhall dan Morris (1986) dalam Zainuddin Iba (2012), menyatakan bahwa terdapat empat karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen yaitu broadscope (lingkup), aggregation (agregasi), timeliness (tepat waktu) dan integration (integrasi).

  • 3

    1. Broadscope merupakan informasi yang memiliki cakupan luas dan lengkap, yang biasanya meliputi aspek ekonomi (pangsa pasar, produk domestik bruto, total penjualan) dan aspek non ekonomi misalnya : kemajuan teknologi, perubahan sosiologis,demografi (Itje Nazarudin, 1998 dalam Achmad, 2009). ruang lingkup SAM yang luas memberikan informasi yang berhubungan dengan lingkungan eksternal yang mungkin bersifat ekonomi seperti Gross National Product, total penjualan pasar, dan pangsa pasar suatu industri atau mungkin juga bersifat non ekonomi seperti faktor demografi, cita rasa konsumen, tindakan para pesaing dan perkembangan teknologi (Zainuddin Iba, 2012).

    2. Aggregation (agregasi). SAM memberikan informasi dalam berbagai bentuk agregasi yang berkisar dari pemberian bahan dasar, data yang tidak diproses hingga berbagai agregasi berdasarkan periode waktu atau area tertentu, misalnya pusat pertanggungjawaban atau fungsional. Tipe agregasi yang lain mengacu kepada berbagai format yang konsisten dengan model keputusan format, sepertianalisis cash flow yang didiskontokan untuk anggaran modal, simulasi dan liner programming untuk penerapan anggaran modal, analisis biaya-volume-laba, dan model pengendalian persediaan. Dalam perkembangan terakhir, agregasi informasi merupakan penggabungan informasi fungsional dan temporal, seperti area penjualan, pusat biaya, departemen produksi dan pemasaran, dan informasi yang dihasilkan secara khusus untuk model keputusan formal (Zainuddin Iba, 2012).

    3. Timeliness (ketepatan waktu). Kemampuan para manajer untuk merespon secara tepat terhadap suatu peristiwa kemungkinan dipengaruhi oleh timeliness SAM. Informasi yang timeliness meningkatkan fasilitas SAM untuk melaporkan peristiwa paling akhir dan untuk memberikan umpan balik secara tepat terhadap keputusan yang telah dibuat. Jadi, timeliness mencakup frekuensi pelaporan dan kecepatan pelaporan (Zainuddin Iba, 2012). Seperti menyajikan laporan secara berkala dan sistematis dengan segera saat diminta.

    4. Integration (integrasi). Aspek pengendalian suatu organisasi yang penting adalah koordinasi berbagai segmen dalam sub organisasi. Karakteristik SAM yang membantu koordinasi mencakup spesifikasi target yang menunjukkan pengaruh interaksi segmen dan informasi mengenai pengaruh keputusan pada operasi seluruh sub-sub unit organisasi (Zainuddin Iba, 2012). Misalnya dengan memberikan informasi tentang target dan juga dampak dari pengambilan keputusan terhadap keseluruhan departemen.

    Kinerja ManajerialMenurut Williams (2001) dalam Helmi

    Yazid (2013), menyatakan bahwa kinerja manajerial menunjukkan kemampuan manajemen dalam menjalankan fungsi manajemen yang merupakan aktifitas bisnis, yang tentu selalu berkenaan dengan pengambilan keputusan. Menurut Narsa (2003), delapan dimensi kinerja personal adalah sebagai berikut :1. Perencanaan : Kemampuan untuk

    menentukan tujuan, kebijakan dan tindakan/pelaksanaan, penjadwalan kerja, penganggaran, merancang prosedur, dan pemrograman.

  • 4

    2. Investigasi : Kemampuan mengumpulkan dan menyampaikan informasiuntuk catatan, laporan, dan rekening, mengukur hasil, menentukan persediaan, dan ana

View more