pengaruh budaya organisasi dan komitmen ...repository.usd.ac.id/35131/2/152214129_full.pdfpengaruh...

of 131/131
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN Studi kasus pada karyawan PT. Fajar Lestari Sejati SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen Oleh: Novryanto NIM: 152214129 PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Post on 08-Nov-2020

12 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KOMITMEN

    ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN

    Studi kasus pada karyawan PT. Fajar Lestari Sejati

    SKRIPSI

    Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

    Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

    Program Studi Manajemen

    Oleh:

    Novryanto

    NIM: 152214129

    PROGRAM STUDI MANAJEMEN

    JURUSAN MANAJEMEN

    FAKULTAS EKONOMI

    UNIVERSITAS SANATA DHARMA

    YOGYAKARTA

    2019

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • i

    PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KOMITMEN

    ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN

    Studi kasus pada karyawan PT. Fajar Lestari Sejati

    SKRIPSI

    Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

    Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

    Program Studi Manajemen

    Oleh:

    Novryanto

    NIM: 152214129

    PROGRAM STUDI MANAJEMEN

    JURUSAN MANAJEMEN

    FAKULTAS EKONOMI

    UNIVERSITAS SANATA DHARMA

    YOGYAKARTA

    2019

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KOMITMENORGANISASI TERHADAP KlNERJA KARYAWAN

    Studi kasus pada karyawan PT. Fajar Lestari Sejati

    SkripsiDiajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

    Memperoleh Gelar SeIjana EkonomiProgram Studi Manajemen

    Qleh:Novryanto

    NIM: 152214129

    Te1ah &setujui o1eh :

    Pembimbing I

    Dra. Diah Utari Bertha Rivieda M,Si.

    Pembimbing IT

    Maria Theresia Ernawati, S.E., M.A.

    ii

    Irauggal 16}Jei2019

    Tanggal21 Juni 2019

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • Skripsi

    PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KOMITMENORGANISASI TERHADAP KlNERJA KARYAWAN

    Studi kasus pada karyawan PT. Fajar Lestari Sejari

    Dipersiapkan dan Ditulis Oleh :Novryanto

    NIM: 152214129

    Telah Dipertahankan di Depan Dewan PengujiPada Tanggal31 Juli 2019

    Dan Dinyatakan Memenuhi Syarat

    1 , • t

    PS;' I , usunan Dewan enguuJabatan Nama Lengkap Tanda TA/lganKetua Dr. Lukas Purwoto, M.Si. lIT -Sekretaris Maria Theresia Emawati, S.E., M.A. /l(WT" '" :f.Anggota Dra.' Diah Utari Bertha Rivieda M,SI. orr I.---JJAnggota Maria Theresia Emawati, S.E., M.A. L-Anggota Fransisca Desiana Pranatasari S,E., M.M. iitJr '

    iii

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • iv

    MOTTO DAN PERSEMBAHAN

    Everybody is genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will

    live it whole life believing that it is stupid

    (Semua orang genius. Tapi jika anda menilai kemampuan ikan untuk memanjat

    pohon, maka dia akan hidup dengan percaya bahwa dia bodoh)

    Albert Einstein

    Many of life’s failures are people who did not realize how close they were to

    success when they gave up

    (banyak kegagalan hidup yang terjadi karena orang-orang tidak menyadari

    seberapa dekat kesuksesan mereka saat mereka menyerah)

    Thomas Alva Edison

    Skripsi ini saya persembahkan kepada:

    Orang tua, kakak, dan adikku

    Terimakasih atas dukungan, do’a, dan perhatiannya

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • UNIVERSITAS SANATA DHARMAFAKULTAS EKONOMI

    JURUSAN MANAJEMEN - PROGRAM STUGI MANAJEMEN

    PERNYATAANKEASLIANKARYA TULISSaya yang bertanda tangan di bawah ini, dengan ini menyatakan bahwa Skripsidengan judul :

    PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KOMITMENORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN

    Studi kasus pada karyawan PT. Fajar Lestari Sejari

    dan diajukan untuk diuji pada tanggal 31 Juli 2019 adalah hasil karya saya.Saya juga menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atausebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin, atau menirudalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukkan gagasan ataupendapat atau pemikiran dari penulis lain yang saya akui seolah-olah sebagai tulisansaya sendiri, dan atau tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin,saya tiru, atau saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan(disebutkan dalam referensi) pada penulis aslinya.Bila di kemudian hari terbukti bahwa saya temyata melakukan tindakan tersebutmaka saya bersedia menerima sanksi, yaitu skripsi ini digugurkan dan gelarakademik yang saya peroleh (S.E) dibatalkan serta diproses sesuai dengan aturanperundang-undangan yang berlaku (UU No 20 Tahun 2003, pasal25 dan pasal 70).

    Yogyakarta, 31 Juli 2019Yang membuat pemyataan,

    NovryantoNIM: 152214129

    v

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • LEMBARPERNYATAANPERSETUJUAN

    PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIK

    Yang bertanda tangan dibawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma

    Nama Novryanto

    Nomor Induk Mahasiswa 152214129

    Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan

    Universitas Sanata Dharma karya ilmiah yang berjudul:

    "PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KOMITMEN ORGANISASI

    TERHADAP KINERJA KARYAWAN: Studi Kasus pada Karyawan PT. Fajar

    Lestari Sejati" beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya

    memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk

    menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk

    pangkalan data, mendistribuskan secara terbatas, dan mempublikasikannya di

    internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari

    saya maupun memberikan royalty kepada saya selama tetap mencantumkan nama

    saya sebagai penulis.

    Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenamya.

    Dibuat di Yogyakarta

    Pada tanggal, 31 Juli2019

    Yang menyatakan

    Novryanto

    vi

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • KATAPENGANTAR

    Puji syukur dan terima kasih kepada Tuhan yang maha esa atas karunia danrahmatnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang beIjudul "PengaruhBudaya Organisasi dan Komitmen Organisasi terhadap KineIja Karyawan": StudiKasus pada Karyawan PT. Fajar Lestari Sejati. Skripsi ini ditulis sebagai salah satusyarat untuk memperoleh gelar SeIjana Ekonorni pada Program Studi Manajemen,Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

    Penulisan skripsi ini dapat selesai dengan baik berkat bantuan berbagaipihak. Untuk itu penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :I. Bapak Albertus Yudi Yuniarto, S.E., M.B.A., selaku Dekan Fakultas Ekonorni

    Universitas Sanata Dharma.2. Bapak Dr. Lukas Purwoto, M.Si., selaku Ketua Program Studi Manajemen,

    Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma.3. Ibu Dra. Diah Utari Bertha Rivieda, M,Si., selaku dosen pembimbing I, yang

    telah mengarahkan dan membimbing penulis dengan kesungguhan hati.4. Ibu Maria Theresia Emawati, S.E., M.A., selaku dosen pembimbing II, yang

    telah mengarahkan dan membimbing penulis sehingga skripsi ini menjadi lebihsempuma.

    5. Bapaklibu penguji6. Bapak Wijaya selaku pimpinan HRD beserta staff yang sudah mengizinkan

    penelitian di PT. Fajar Lestari Sejati dan membantu proses pengambilansampel.

    7. Para karyawan PT. Fajar Lestari Sejati yang sudah bersedia membantu penulismengisi kuesioner sehingga penelitian ini dapat terlaksana.

    8. Segenap Dosen dan Karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.9. Ayah dan Ibu tercinta yang sudah banyak memberikan berbagai dukungan dari

    awal hingga skripsi ini selesai.10. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini yang tidak

    dapat disebutkan satu-persatu.

    Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan karena keterbatasandan pengalaman yang dimiliki penulis. Oleh karena itu, penulis mengharapkankritik dan saran yang membangun dari para pembaca guna menyempumakanskripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak yang membacanya.

    Yogyakarta, 31 Juli 2019pef17NOvnanto

    NIM: 152214129

    vii

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • viii

    DAFTAR ISI

    HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i

    HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................ ii

    HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ iii

    HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................... iv

    HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS ....................... v

    HALAMAN PERNYATAAN PUBLIKASI ................................................. vi

    HALAMAN KATA PENGANTAR .............................................................. vii

    HALAMAN DAFTAR ISI ............................................................................ viii

    HALAMAN DAFTAR TABEL .................................................................... x

    HALAMAN DAFTAR GAMBAR ................................................................ xi

    HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN ............................................................ xii

    HALAMAN ABSTRAK ................................................................................ xiii

    BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 1

    A. Latar Belakang ................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah .............................................................................. 6 C. Pembatasan Masalah .......................................................................... 6 D. Tujuan Penelitian ............................................................................... 7 E. Manfaat Penelitian ............................................................................. 7

    BAB II KAJIAN PUSTAKA ......................................................................... 9

    A. Landasan Teori ................................................................................... 9 B. Penelitian Sebelumnya ....................................................................... 24 C. Kerangka Konseptual ......................................................................... 26 D. Hipotesis ............................................................................................. 27

    BAB III METODE PENELITIAN................................................................. 28

    A. Jenis Penelitian ................................................................................... 28 B. Subjek dan Objek Penelitian .............................................................. 28 C. Waktu dan Lokasi Penelitian ............................................................. 29 D. Variabel Penelitian dan Pengukuran .................................................. 29 E. Definisi Operasional........................................................................... 31 F. Populasi dan Sampel .......................................................................... 34 G. Teknik Pengambilan Sampel.............................................................. 35 H. Jenis dan Sumber Data ....................................................................... 36 I. Teknik Pengumpulan Data ................................................................. 37 J. Teknik Pengujian Instrumen .............................................................. 37 K. Teknik Analisis Data .......................................................................... 39

    BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ........................................ 49

    A. Sejarah PT. Fajar Lestari Sejati .......................................................... 49 B. Visi dan Misi ...................................................................................... 50 C. Bidang Usaha Perusahaan .................................................................. 51 D. Produk ................................................................................................ 52 E. Sumber Daya Manusia ....................................................................... 53 F. Nilai-Nilai Perusahaan ...................................................................... 54 G. Logo Perusahaan ................................................................................ 55

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • ix

    H. Lokasi ................................................................................................. 55 BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ...................................... 57

    A. Deskripsi Karakteristik Responden .................................................... 57 B. Deskriptif Data dan Analisis .............................................................. 60 C. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas .................................................... 65 D. Hasil Uji Prasyarat Regresi ................................................................ 71 E. Pembahasan Hasil Uji Prasyarat Regresi ........................................... 77 F. Analisis Regresi Berganda ................................................................. 78 G. Uji Koefisien Regresi Berganda (Uji F)............................................. 79 H. Uji t .................................................................................................... 81 I. Pembahasan ........................................................................................ 82

    BAB VI KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN .................... 85

    A. Kesimpulan ........................................................................................ 85 B. Saran ................................................................................................... 85 C. Keterbatasan ....................................................................................... 86

    DAFTAR REFERENSI ................................................................................. 88

    LAMPIRAN ................................................................................................... 91

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    DAFTAR TABEL

    III.1 Model Kuesioner Dengan Skala Likert............................................ 31

    III.2 Aspek dan Indikator Masing - Masing Variabel .............................. 33

    III.3 Tabel Skala Data Budaya Organisasi ............................................... 40

    III.4 Tabel Skala Data Komitmen Organisasi .......................................... 40

    III.5 Tabel Skala Data Kinerja Karyawan................................................ 41

    V.1 Data Responden Berdasarkan Jenis Kelamin .................................. 57

    V.2 Data Responden Berdasarkan Usia .................................................. 57

    V.3 Data Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir ........................ 58

    V.4 Data Responden Berdasarkan Masa Kerja ....................................... 59

    V.5 Data Responden Berdasarkan Departemen ...................................... 59

    V.6 Skor Total Rata – Rata Variabel Budaya Organisasi ....................... 60

    V.7 Skor Total Rata – Rata Variabel Komitmen Organisasi .................. 62

    V.8 Skor Total Rata – Rata Variabel Kinerja Karyawan ........................ 64

    V.9 Hasil Uji Validitas Variabel Budaya Organisasi ............................. 66

    V.10 Hasil Uji Validitas Variabel Komitmen Organisasi......................... 67

    V.11 Hasil Uji Validitas Variabel Kinerja Karyawan .............................. 68

    V.12 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Budaya Organisasi .......................... 69

    V.13 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Komitmen Organisasi ..................... 70

    V.14 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kinerja Karyawan ........................... 71

    V.15 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test ......................................... 73

    V.16 Uji Multikolinearitas ........................................................................ 74

    V.17 Uji Linieritas .................................................................................... 76

    V.18 Model Summaryb ............................................................................. 78

    V.19 ANOVAb .......................................................................................... 78

    V.20 Coefficientsa ..................................................................................... 79

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xi

    DAFTAR GAMBAR

    II.1 Kerangka Konseptual Penelitian ...................................................... 26

    IV.1 Aksesoris Kunci Elektronik ............................................................. 52

    IV.2 Aksesoris Pintu Dorong Lipat .......................................................... 52

    IV.3 Aksesoris Pintu Besi ........................................................................ 53

    IV.4 Aksesoris Pintu Kaca ....................................................................... 53

    IV.5 Logo PT. Fajar Lestari Sejati ........................................................... 55

    IV.6 Lokasi PT. Fajar Lestari Sejati......................................................... 56

    V.1 Uji Normalitas .................................................................................. 72

    V.2 Uji Heteroskedastisitas..................................................................... 75

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xii

    DAFTAR LAMPIRAN

    Lampiran Judul

    Lampiran 1 Kuesioner Penelitian .......................................................... 92

    Lampiran 2 Tabulasi Data Penelitian .................................................... 99

    Lampiran 3 Uji Validitas dan Reliabilitas ............................................. 105

    Lampiran 4 Uji Normalitas ................................................................... 111

    Lampiran 5 Uji Multikolinieritas .......................................................... 112

    Lampiran 6 Uji Heteroskedastisitas ...................................................... 113

    Lampiran 7 Uji Linieritas ...................................................................... 113

    Lampiran 8 Uji Regresi ......................................................................... 113

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xiii

    PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KOMITMEN

    ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN Studi Kasus pada Karyawan PT.Fajar Lestari Sejati

    Novryanto

    Universitas Sanata Dharma

    Yogyakarta

    2019

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah: 1) budaya organisasi dan

    komitmen organisasi berpengaruh secara parsial pada kinerja karyawan, 2) budaya

    organisasi dan komitmen organisasi berpengaruh secara simultan pada kinerja

    karyawan, pada PT.Fajar Lestari Sejati. Populasi dalam penelitian ini adalah

    seluruh karyawan PT. Fajar Lestari Sejati berjumlah 159 orang. Teknik

    pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel sebanyak

    62 responden, data diperoleh dengan membagikan kuesioner kepada 62 responden.

    Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah Statistical Product and Service

    Solutions menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1)

    budaya organisasi dan komitmen organisasi berpengaruh secara parsial pada kinerja

    karyawan, 2) budaya organisasi dan komitmen organisasi berpengaruh secara

    simultan pada kinerja karyawan.

    Kata kunci: budaya organisasi, komitmen organisasi, dan kinerja karyawan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xiv

    THE INFLUENCE OF ORGANIZATIONAL CULTURE AND

    COMMITMENT ON EMPLOYEE PERFORMANCE A Case Study at Employee PT. Fajar Lestari Sejati

    Novryanto

    Universitas Sanata Dharma

    Yogyakarta

    2019

    The aim of this research is to know whether : 1) organization culture and

    commitment influence separately employee performance; 2) organization cultural

    and commitment influence simultaneously employee performance at PT. Fajar

    Lestari Sejati. The population of this research is all employees of the company,

    totalling 150 employees. The sample number is 62 employees chosen from the

    population with a purposive sampling technique. The research’s data are collected

    by distributing a questionnaire to 62 sample member as respondents. The analysis

    technique used is the statistical product and service solutions (SPSS) 25. The result

    of the research shows that organization culture and commitment influence

    separately employee performance; and organization culture and commitment

    influence simulataneously employee performance.

    keyword: Organization Cultural, Organization Commitment, and Employee

    Perfomance.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar belakang

    Semakin banyak kebutuhan dan keinginan konsumen akan berdampak

    pada semakin ketat pula persaingan dunia usaha. Di samping itu,

    perkembangan zaman yang semakin kompleks baik internal maupun

    eksternal, juga akan mempengaruhi pergerakan dunia usaha. Perkembangan

    revolusi industri 4.0 merupakan suatu permasalahan eksternal yang tidak

    dapat dihindari oleh perusahaan. Masalah internal juga tidak boleh diabaikan,

    yaitu masalah yang dihadapi saat ini adalah rendahnya kualitas sumber daya

    manusia. Jumlah sumber daya manusia di Indonesia yang besar, apabila dapat

    digunakan secara efektif dan efisien akan bermanfaat untuk menunjang laju

    pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Agar dalam masyarakat tersedia

    sumber daya manusia yang handal diperlukan pendidikan yang berkualitas,

    berbagai fasilitas sosial dan lapangan pekerjaan yang memadai. Tantangan

    utama yang sesungguhnya adalah bagaimana memperoleh dan

    mempertahankan sumber daya manusia yang berpotensi, sebab karyawan

    yang berpotensi mampu menjaga, menggerakkan dan mempertahankan

    kelangsungan hidup perusahaan sehingga mecapai tujuan suatu perusahaan

    atau organisasi.

    Dalam hal memperoleh sumber daya manusia yang berpotensi

    sangatlah penting untuk mewujudkan kesuksesan organisasi di masa yang

    akan datang. Kemampuan perusahaan untuk beradaptasi di dalam

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 2

    persaingan memerlukan adanya keberhasilan yang dicapai suatu organisasi

    dipengaruhi adanya kinerja yang dilakukan oleh karyawan. Sehingga,

    karyawan merupakan aset penting dalam suatu perusahaan. Ketika terdapat

    karyawan yang bermasalah maka akan berdampak terhadap kinerja

    perusahaan.

    Dalam hal mempengaruhi kinerja karyawan terdapat beberapa faktor

    menurut Amstrong dan Baron dalam Sedarmayanti (2011: 223), Kinerja

    karyawan dipengaruhi oleh faktor personal, faktor kepemimpinan, faktor

    team, faktor sistem, dan faktor situasional. Sedangkan menurut Stern dalam

    Mangkunegara (2010: 16) faktor-faktor penentu prestasi kerja karyawan

    adalah faktor individu dan faktor lingkungan kerja organisasi.

    Keberhasilan kinerja karyawan dipengaruhi adanya Komitmen

    organisasi dan juga budaya organisasi yang mewakilkan kedua faktor dalam

    menentukan sikap karyawan untuk membantu mewujudkan tujuan

    perusahaan. Kreitner, Robert dan Kanichi Angelo (2003 :274) mengatakan

    bahwa komitmen organisasi mencerminkan bagaimana seseorang individu

    mengidentifikasi dirinya dengan organisasi. Sedangkan menurut Astuti

    (2010:74) komitmen organisasi merupakan sejauh mana seorang karyawan

    mempercayai perusahaan tersebut bisa seperti seorang karyawan bayangkan

    dalam mencapai tujuan organisasi. Jika seorang karyawan berkomitmen

    untuk meluangkan waktu dan kemampuannya untuk organisasi tersebut maka

    akan berpengaruh pada kinerja karyawan.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 3

    Sementara itu menurut Umam (2012: 259) komitmen organisasi

    sebagai suatu konstruk psikologis yang merupakan karakteristik hubungan

    anggota organisasi dengan organisasinya dan memiliki implikasi terhadap

    keputusan individu untuk melanjutkan keanggotaannya dalam berorganisasi.

    Karyawan yang memiliki komitmen terhadap organisasinya akan lebih dapat

    bertahan sebagai bagian dari organisasi dibandingkan karyawan yang tidak

    memiliki komitmen terhadap organisasi. Hal ini didukung oleh Nurjanah

    dalam Kurniawan (2013) yang mengemukakan bahwa komitmen organisasi

    berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.

    Salah satu hal penting lainnya bagi perusahaan untuk meningkatkan

    kinerja karyawan adalah dengan adanya budaya organisasi yang dapat

    menjadi acuan, seperti yang dikemukakan oleh Susanto (2006: 109) bahwa

    untuk menciptakan kinerja karyawan yang efektif dan efisien demi kemajuan

    organisasi maka perlu adanya budaya organisasi sebagai salah satu pedoman

    kerja yang bisa menjadi acuan karyawan untuk melakukan aktivitas

    organisasi. Setiap organisasi maupun perusahaan akan berusaha untuk

    meningkatkan kinerja karyawan untuk mencapai tujuan organisasi yang telah

    ditetapkan. Banyak perusahaan atau organisasi yang mencoba berbagai cara

    untuk meningkatkan kinerja karyawan menjadi lebih efektif dan efisien,

    misalnya melalui pelatihan dan pengembangan, pendidikan, kompensasi dan

    motivasi.

    Menurut Sarplin dalam Susanto (2006: 120) budaya organisasi adalah

    suatu sistem nilai, kepercayaan dan kebiasaan dalam suatu organisasi yang

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 4

    saling berinteraksi dengan struktur sistem formalnya untuk menghasilkan

    norma-norma perilaku organisasi. Menurut Ivancevich (2007: 46) budaya

    organisasi dapat dikatakan kuat jika antar karyawan mempunyai nilai-nilai

    bersama yang dianggap baik dan sesuai dengan ketentuan. Semakin banyak

    nilai saling berbagi dan saling menerimanya maka akan semakin memperkuat

    budaya yang diterapkan sebuah organisasi dalam berperilaku.

    Mengenai budaya organisasi dalam sebuah organisasi tidak akan

    berkembang menjadi organisasi yang maju tanpa memperkokoh fondasi

    budayanya, setelah budaya kuat maka akan berpengaruh besar terhadap

    strategi yang dijalankan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Budaya

    organisasi akan mempengaruhi kinerja karyawan. Sebagaimana diketahui

    kinerja (performance) adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seorang atau

    sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan

    tanggung jawab masing-masing dalam rangka mencapai tujuan organisasi

    (Lilis, 2009: 239).

    Nilai inti organisasi itu akan dipegang secara intensif dan dianut secara

    meluas dalam suatu budaya yang kuat. Budaya kuat memperlihatkan

    kesepakatan yang tinggi di kalangan anggota tentang apa yang harus

    dipertahankan oleh organisasi tersebut. Pemahaman budaya organisasi

    terhadap karyawan akan membina kohesifitas, kesetiaan dan komitmen

    organisasional. Kualitas ini selanjutnya akan mengurangi kecenderungan

    karyawan untuk meninggalkan organisasi. Suatu organisasi untuk mencapai

    keberhasilan perlu meningkatkan faktor kinerja organisasi dengan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 5

    membentuk dan mengembangkan suatu budaya organisasi yang mendukung

    terciptanya komitmen karyawan.

    Budaya dan komitmen organisasi meresap dalam kehidupan organisasi

    dan selanjutnya mempengaruhi setiap kehidupan organisasi. Oleh karena itu,

    budaya dan komitmen organisasi berpengaruh sangat besar pada aspek

    fundamental dari kinerja organisasi. Menurut Bashaw & Grant (1994) dalam

    Utaminingsih (2014: 144) mengungkapkan tingkat komitmen organisasional

    seseorang karyawan juga merupakan hal penting yang perlu diukur oleh

    perusahaan dalam upaya meningkatkan kinerja karyawan. Menurut Hackett

    & Guinon dalam Utaminingsih (2014: 170-171) karyawan yang memiliki

    komitmen yang tinggi akan berdampak pada karyawan tersebut yaitu dia lebih

    puas dengan pekerjaannya, dan tingkat absensinya menurun.

    Menurut Robbins (2008: 296) hampir tidak ada keraguan bahwa budaya

    organisasi sangat berpengaruh terhadap sikap karyawan. Maka untuk

    mencapai profesional kerja, manajemen puncak dan divisi sumber daya

    manusia bisa menciptakan budaya kerja organisasi yang berkualitas. Budaya

    organisasi dengan penerapan sistem manajemen yang baik adalah cara yang

    tepat untuk mencapai tujuan organisasi yang sudah direncanakan.

    berdasarkan uraian di atas, maka judul penelitian yang diambil adalah.

    “PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KOMITMEN

    ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN”

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 6

    B. Rumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang yang diungkapkan diatas maka dapat

    diidentifikasi rumusan masalah sebagai berikut:

    1. Apakah budaya organisasi dan komitmen organisasi berpengaruh

    secara simultan terhadap kinerja karyawan

    2. Apakah budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan

    3. Apakah komitmen organisasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan

    C. Batasan masalah

    Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah yang telah

    disebutkan diatas, perlu adanya batasan masalah sehingga pembahasan dalam

    penelitian ini menjadi lebih terfokus, ruang lingkup penelitian ini menjadi

    jelas dan terarah pada sasaran, serta tidak terlalu luas dan membuat peneliti

    lebih spesifik dalam meneliti. Maka penelitian hanya akan meneliti pengaruh

    budaya organisasi dan komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan :

    1. Responden meliputi karyawan PT. Fajar Lestari Sejati.

    2. Budaya organisasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah inovasi

    dan keberanian mengambil resiko, perhatian terhadap detail,

    berorientasi kepada hasil, berorientasi kepada manusia, berorientasi

    kepada tim, agresifitas, stabilitas.

    3. Komitmen organisasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah

    komitmen afektif, komitmen berkelanjutan, komitmen normatif.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 7

    4. kinerja karyawan yang dimaksud dalam penelitian ini adalahh hasil

    kerja, perilaku kerja, sifat pribadi yang berhubungan dengan pekerjaan

    dimana dipengaruhi oleh budaya organisasi dan komitmen organisasi.

    D. Tujuan penelitian

    Berdasarkan pada pokok permasalahan diatas maka tujuan dari

    penelitian ini adalah :

    1. Untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja

    karyawan

    2. Untuk mengetahui pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja

    karyawan

    3. Untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dan komitmen

    organisasi secara simultan terhadap kinerja karyawan.

    E. Manfaat Penelitian

    1. Bagi perusahaan

    Diharapkan hasil penelitian ini dijadikan evaluasi bagi

    perusahaan dalam menetapkan peraturan, nilai-nilai dan kebijakan yang

    berhubungan dengan budaya organisasi dan komitmen organisasi yang

    berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 8

    2. Bagi Universitas

    Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat digunakan

    sebagai referensi tambahan lebih lanjut, menambah wawasan untuk

    penelitian selanjutnya dan menambah referensi kepustakaan

    Universitas Sanata Dharma.

    3. Bagi penulis

    Penelitian ini merupakan kesempatan bagi penulis untuk

    menambah wawasan dan menerapkan teori-teori ekonomi yang sudah

    didapat dan sedang dipelajari penulisa dalam mempelajari masalah dan

    solusi yang timbul dalam suatu organisasi.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 9

    BAB II

    KAJIAN PUSTAKA

    A. Landasan Teori

    1. Organisasi

    Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani yang

    berarti alat. Menurut Pabundu (2010: 3) organisasi adalah suatu

    kelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

    Tujuan dari sebuah organisasi sangat mempengaruhi kinerja dari

    organisasi itu sendiri maupun untuk mencari massa atau anggota baru

    dalam pengembangan sebuah organisasi dan untuk menjaga kaderisasi

    anggota. Kaderisasi bertujuan untuk menjaga sebuah organisasi tetap

    bisa bertahan dan eksis dalam jangka waktu yang panjang. Pengertian

    organisasi telah banyak disampaikan oleh para ahli, tetapi pada

    dasarnya tidak ada perbedaan prinsip, sebagai bahan perbandingan ada

    beberapa pendapat yang disampaikan oleh pakar organisasi,

    diantaranya: Menurut Sheldon (dalam Alindra 2015:22) organisasi

    adalah proses penggabungan pekerjaan yang para individu atau

    kelompok harus melakukan dengan bakat-bakat yang diperlukan untuk

    menyelesaikan tugas-tugas sedemikian rupa, memberikan seluruh

    kemampuan terbaik untuk pemikiran yang efisien, sistematis, positif

    dan terkoordinasi. Menurut Trecker dalam Susanto (2006: 24)

    organisasi adalah perbuatan atau proses penghimpunan atau mengatur

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 10

    kelompok yang sedang berhubungan dari instansi menjadi suatu

    keseluruhan yang bekerja. Menurut beberapa pengertian diatas penulis

    menyimpulkan bahwa organisasi adalah kumpulan satu orang atau lebih

    yang diatur dengan baik yang saling berinteraksi dan bekerja sama

    dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Organisasi sengaja didirikan

    untuk jangka waktu tertentu dan terkoordinasi dengan pola kerja yang

    terstruktur dalam mewujudkan tujuan bersama.

    2. Budaya Organisasi

    Menurut Luthans (dalam Alindra 2015: 111) budaya organisasi

    adalah norma-norma dan nilai-nilai yang mengarahkan perilaku

    anggota organisasi. Setiap anggota akan berperilaku sesuai dengan

    budaya yang berlaku agar diterima oleh lingkungannya. Menurut

    Sarplin (dalam Alindra 2015:120) budaya organisasi adalah suatu

    sistem nilai, kepercayaan dan kebiasaan dengan struktur formalnya

    untuk menghasilkan norma-norma perilaku organisasi. Menurut

    Sondang (dalam Alindra 2015: 233) budaya organisasi adalah

    penggabungan antara gaya kepemimpinan manajemen puncak dan

    norma-norma serta sistem nilai keyakinan para anggota organisasi.

    Menurut Robbins and Coulter (2010: 296) Budaya organisasi mengacu

    pada sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang

    membedakan organisasi tersebut dengan organisasi lainnya.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 11

    Pengertian diatas menunjukkan bahwa budaya organisasi adalah

    kebiasaan yang berlaku pada sebuah organisasi. Berdasarkan definisi

    yang dikemukakan para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa

    budaya organisasi merupakan pola dasar nilai-nilai, harapan,

    kebiasaan-kebiasaan dan keyakinan yang dimiliki bersama seluruh

    anggota organisasi sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas untuk

    mencapai tujuan organisasi. Dengan demikian antara satu organisasi

    dengan organisasi lainnya mempunyai kebiasaan yang berbeda meski

    keduanya bergerak pada bidang aktivitas bisnis yang sama.

    Budaya organisasi memiliki peran yang sangat strategis untuk

    mendorong dan meningkatkan efektifitas kinerja organisasi. Menurut

    Susanto (2006: 112) peran budaya organisasi adalah sebagai alat untuk

    menentukan arah organisasi, mengarahkan apa yang boleh dilakukan

    dan yang tidak boleh dilakukan, bagaimana mengalokasikan sumber

    daya dan mengelola sumber daya organisasional, juga sebagai alat

    untuk menghadapi masalah peluang dari lingkaran internal maupun

    eksternal. Susanto (2006: 112) mengatakan ada empat peran dari

    budaya organisasi, yaitu:

    a. Memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja ekonomi

    organisasi.

    b. Menjadi faktor yang lebih menentukan dalam kesuksesan atau

    kegagalan organisasi pada tahun selanjutnya.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 12

    c. Dapat mendorong peningkatan kinerja ekonomi dalam jangka

    panjang jika di organisasi terdiri atas orang-orang yang layak.

    d. Dibentuk untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

    Adanya suatu budaya organisasi akan memudahkan karyawan

    untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan perusahaan dan membantu

    karyawan untuk mengetahui tindakan apa saja yang seharusnya

    dilakukan sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalam perusahaan dan

    menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut sebagai pedoman bagi para

    karyawan untuk selalu berperilaku dan bersikap baik dalam

    melaksanakan tugas dan pekerjaannya (Robbins and Coulter, 2010:

    297).

    Budaya memiliki beberapa fungsi di dalam suatu organisasi. Ada

    beberapa pendapat mengenai fungsi budaya organisasi. menurut

    Pabundu (2010: 14) fungsi budaya organisasi adalah sebagai berikut:

    a. Sebagai batas pembeda terhadap lingkungan, organisasi maupun

    kelompok.

    b. Sebagai perekat bagi karyawan dalam suatu organisasi sehingga

    dapat mempunyai rasa memiliki, partisipasi dan rasa tanggung

    jawab atas kemajuan perusahaan.

    c. Mempromosikan stabilitas sistem sosial, sehingga lingkungan

    kerja menjadi positif, nyaman dan konflik dapat diatur secara

    efektif.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 13

    d. Sebagai mekanisme kontrol dalam memandu dan membentuk

    sikap serta perilaku karyawan.

    e. Sebagai integrator karena adanya sub budaya baru. Dapat

    mempersatukan kegiatan para anggota perusahaan yang terdiri

    dari sekumpulan individu yang berasal dari budaya yang berbeda.

    f. Membentuk perilaku karyawan, sehingga karyawan dapat

    g. memahami bagaimana mencapai tujuan organisasi.

    h. Sebagai sarana untuk menyelesaikan masalah-masalah pokok

    organisasi.

    i. Sebagai acuan dalam menyusun perencanaan perusahaan.

    j. Sebagai alat komunikasi antara atasan dengan bawahan atau

    sebaliknya, serta antar anggota organisasi.

    k. Sebagai penghambat berinovasi. Hal ini terjadi apabila budaya

    organisasi tidak mampu mengatasi masalah-masalah yang

    menyangkut lingkungan eksternal dan integritas internal.

    Menurut Smirccich yang dikutip oleh Susanto (2006: 113) ada

    empat fungsi budaya organisasi, yaitu:

    a. Memberikan suatu identitas organisasional kepada para anggota

    organisasi.

    b. Memfasilitasi atau memudahkan komitmen kolektif.

    c. Meningkatkan stabilitas sistem sosial.

    d. Membentuk perilaku dengan anggota-anggota organisasi

    memiliki perasaan terhadap sekitarnya.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 14

    Dari berbagai pendapat di atas mengenai fungsi budaya

    organisasi, dapat diketahui budaya itu memang ada di dalam sebuah

    organisasi. Budaya organisasi berguna bagi organisasi dan karyawan.

    Budaya mendorong terciptanya komitmen organisasi dan

    meningkatkan konsistensi sikap kerja karyawan. Keadaan seperti ini

    jelas akan menguntungkan sebuah organisasi. Budaya menyampaikan

    kepada karyawan bagaimana pekerjaan dilakukan dan apa saja yang

    bernilai penting.

    Menurut Robbins (dalam Antoro 2014:279) ada tujuh

    karakteristik budaya organisasi. Ketujuh karakter tersebut yaitu:

    a. Inovasi dan keberanian mengambil resiko (innovation and risk

    taking) adalah sejauh mana organisasi mendorong para karyawan

    bersikap inovatif dan berani mengambil resiko. Selain itu

    bagaimana organisasi menghargai tindakan pengambilan resiko

    oleh karyawan dan membangkitkan ide karyawan.

    b. Perhatian terhadap detail (attention to detail), adalah sejauh mana

    organisasi mengharapkan karyawan memperlihatkan kecermatan,

    analisis dan perhatian kepada rincian.

    c. Berorientasi kepada hasil (outcomes orientation), adalah sejauh

    mana manajemen memusatkan perhatian pada hasil dibandingkan

    perhatian pada teknik dan proses yang digunakan untuk meraih

    hal tersebut.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 15

    d. Berorientasi kepada manusia (people orientation), adalah sejauh

    mana keputusan manajemen memperhitungkan efek hasil- hasil

    pada orang-orang di dalam organisasi.

    e. Berorientasi tim (team orientation), adalah sejauh mana kegiatan

    kerja diorganisasikan dalam tim-tim kerja, bukan pada individu

    individu untuk mendukung kerjasama.

    f. Agresifitas (aggressiveness), adalah sejauh mana orang dalam

    organisasi agresif dan kompetitif untuk menjalankan budaya

    organisasi sebaik-baiknya.

    g. Stabilitas (stability), adalah sejauh mana kegiatan organisasi

    menekankan status quo sebagai kontras dari pertumbuhan.

    Budaya mengandung apa yang boleh dilakukan atau tidak boleh

    dilakukan sehingga dapat dikatakan budaya organisasi sebagai suatu

    pedoman yang dipakai untuk menjalankan aktivitas organisasi demi

    meraih tujuan yang ingin dicapai. Budaya organisasi yang baik akan

    mempunyai pengaruh yang besar terhadap perilaku para anggotanya

    karena tingginya tingkat kebersamaan dan intensitas untuk

    menciptakan suatu iklim internal. Budaya organisasi juga menciptakan,

    meningkatkan, dan mempertahankan kinerja tinggi. Budaya organisasi

    yang kondusif menciptakan kepuasan kerja, etos kerja, dan motivasi

    kerja karyawan. Semua faktor tersebut merupakan indikator terciptanya

    kinerja tinggi dari karyawan yang akan menghasilkan kinerja organisasi

    juga tinggi (Porwani, 2010: 4)

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 16

    3. Komitmen Organisasi

    Komitmen organisasi adalah sikap karyawan yang tertarik dengan

    tujuan, nilai dan sasaran organisasi yang ditunjukkan dengan adanya

    penerimaan individu atas nilai dan tujuan organisasi serta memiliki

    keinginan untuk berafiliasi dengan organisasi dan kesediaan bekerja

    keras untuk organisasi sehingga membuat tujuan organisasi dan

    kelangsungan organisasi tercapai. Mowday Et. Al (dalam Amrullah

    2016:188) komitmen organisasional sebagai kekuatan relatif dari

    identifikasi individu dan keterlibatan dalam organisasi khusus, meliputi

    kepercayaan, dukungan terhadap tujuan dan nilai-nilai organisasi, dan

    keinginan yang kuat untuk menggunakan upaya yang sungguh sungguh

    untuk kepentingan organisasi, dan kemauan yang kuat untuk

    memelihara keanggotaan dalam organisasi. Bathaw dan Grant (dalam

    Sunuharjo 2016:40) menyebutkan, komitmen organisasional sebagai

    keinginan karyawan untuk tetap mempertahankan keanggotaannya

    dalam organisasi dan bersedia melakukan usaha yang tinggi demi

    pencapaian tujuan organisasi.

    Komitmen organisasi merupakan sikap yang merefleksikan

    loyalitas karyawan pada organisasi dan proses berkelanjutan dimana

    anggota organisasi mengekspresikan perhatiannya terhadap organisasi.

    Luthans (dalam Hendrawan 2017:26) mendefinisikan komitmen

    organisasi sebagai sikap, yaitu:

    a. Keinginan kuat untuk tetap sebagai anggota organisasi tertentu.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 17

    b. Keinginan untuk berusaha keras sesuai keinginan organisasi.

    c. Keyakinan tertentu, penerimaan nilai dan tujuan organisasi.

    Komitmen karyawan terhadap organisasi lebih dari sekedar

    loyalitas yang pasif terhadap organisasi. Hal ini melibatkan suatu

    hubungan yang aktif dimana karyawan berusaha memberikan

    kontribusi terhadap tercapainya tujuan perusahaan. Komitmen

    organisasi yang dimiliki karyawan dibentuk oleh lingkungan kerja dan

    melalui proses pengembangan diri yang dilakukan oleh karyawan.

    Komitmen yang dimiliki karyawan terhadap organisasi

    merupakan upaya karyawan dalam melibatkan diri untuk perusahaan.

    Komitmen yang dimiliki karyawan dipengaruhi faktor yang berasal dari

    internal dan eksternal karyawan. Menurut Minner (dalam Hendrawan

    2017:27), komitmen organisasi dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai

    berikut.

    a. Faktor personal seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan,

    pengalaman kerja dan kepribadian.

    b. Karakteristik pekerjaan seperti lingkup jabatan, tantangan dalam

    pekerjaan, konflik peran, tingkat kesulitan dalam pekerjaan.

    c. Karakteristik struktur seperti besar kecilnya organisasi, bentuk

    organisasi, kehadiran serikat kerja, dan tingkat pengendalian yang

    dilakukan oleh organisasi terhadap karyawan.

    d. Pengalaman kerja, pengalaman seseorang berpengaruh terhadap

    tingkat komitmen karyawan pada organisasi. Karyawan yang

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 18

    baru dan yang sudah lama bekerja memiliki tingkatan komitmen

    yang berbeda

    Komitmen karyawan pada organisasi tidak timbul begitu saja,

    namun melalui proses yang panjang dan bertahap. Komitmen karyawan

    juga dibentuk oleh sejumlah faktor. Steers dan Porter (dalam

    Hendrawan 2017:28) membedakan faktor-faktor yang mempengaruhi

    komitmen menjadi empat kategori yaitu:

    a. Karakteristik personal, mencakup usia, masa jabatan, motif

    berprestasi, jenis kelamin, ras, dan faktor kepribadian. Sedang

    tingkat pendidikan berkorelasi negatif terhadap komitmen

    perusahaan. Karyawan yang lebih lama bekerja menunjukkan

    komitmen yang tinggi.

    b. Karakteristik pekerjaan, meliputi kejelasan serta keselarasan

    peran, umpan balik, tantangan pekerjaan, otonomi, kesempatan

    berinteraksi, dan dimensi pekerjaan.

    c. Karakteristik struktural, mencakup drajat formalisasi,

    ketergantungan fungsional, desentralisasi, tingkat partisipasi

    dalam pengambilan keputusan dan fungsi kontrol dalam

    perusahaan.

    d. Pengalaman bekerja, dipandang sebagai kekuatan sosialisasi

    yang penting bagi karyawan karena memiliki korelasi yang

    positif terhadap komitmen organisasi.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 19

    Mayer dan Allan (dalam Sunuharjo 2016:40) mengemukakan

    bahwa terdapat tiga dimensi terpisah komitmen organisasional, yaitu:

    a. Komitmen afektif (affective commitment)

    Komponen afektif berkaitan dengan emosional, identifikasi, dan

    keterlibatan pegawai di suatu organisasi.

    b. Komitmen keberlangsungan (continuance commitment)

    Komitmen ini didasarkan pada persepsi pegawai tentang kerugian

    yang akan dihadapinya jika karyawan meninggalkan organisasi.

    Karyawan dengan komitmen keberlangsungan yang kuat akan

    meneruskan keanggotaan organisasinya, dikarenakan mereka

    membutuhkannya.

    c. Komitmen normatif (normative commitment)

    Normatif merupakan perasaan-perasaan pegawai tentang

    kewajiban yang harus dia berikan kepada organisasi, dan tindakan

    tersebut merupakan hal benar yang harus dilakukan. Karyawan

    dengan komitmen normatif yang kuat akan tetap bergabung

    dalam organisasi karena mereka sudah merasa cukup dengan

    hidupnya.

    4. Kinerja Karyawan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 20

    Kinerja seorang karyawan merupakan hal yang bersifat

    individual, karena setiap karyawan mempunyai tingkat kemampuan

    yang berbeda-beda dalam mengerjakan tugasnya. Secara garis besar,

    kinerja dapat dipahami sebagai hasil kerja yang dapat dicapai oleh

    seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan

    wewenang dan tanggung jawab masing-masing, guna mencapai tujuan

    organisasi yang bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan

    sesuai dengan moral maupun etika. Menurut Pabundu (2010: 122)

    seseorang akan selalu mendambakan penghargaan terhadap hasil

    pekerjaannya dan mengharapkan imbalan yang adil. Penilaian kinerja

    perlu dilakukan subjektif karena akan memotivasi karyawan dalam

    melakukan kegiatannya. Di samping itu, penilaian kinerja dapat

    memberikan informasi untuk kepentingan pemberian gaji, promosi dan

    pengawasan terhadap perilaku karyawan.

    Suatu organisasi, baik itu pemerintah maupun swasta, selalu

    digerakkan oleh sekelompok orang yang berperan aktif untuk mencapai

    tujuan yang ingin dicapai dari organisasi tersebut. Tujuan organisasi

    tentunya tidak akan tercapai jika kinerja anggota atau pegawainya tidak

    maksimal. Menurut Pabundu (2010: 121) kinerja adalah hasil-hasil

    fungsi pekerjaan/kegiatan seseorang atau kelompok dalam suatu

    organisasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor untuk mencapai

    tujuan organisasi dalam periode waktu tertentu.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 21

    Berbagai macam jenis pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan,

    tentunya membutuhkan kriteria yang jelas, karena masing-masing jenis

    pekerjaan mempunyai standar yang berbeda-beda tentang pencapaian

    hasilnya. Makin rumit jenis pekerjaan, maka Standard Operating

    Procedure (SOP) yang ditetapkan akan menjadi syarat mutlak yang

    harus dipatuhi.

    Terdapat beberapa pendapat mengenai faktor-faktor yang

    mempengaruhi kinerja karyawan. Menurut Amstrong dan Baron dalam

    Sedarmayanti (2011: 223). Kinerja karyawan dipengaruhi oleh lima

    faktor, Yaitu:

    a. Faktor personal (individu), meliputi : pengetahuan, kemampuan,

    kepercayaan diri, motivasi dan komitmen yang dimiliki oleh

    setiap individu.

    b. Faktor kepemimpinan, meliputi : kualitas dalam memberikan

    dorongan, semangat, arahan, dan dukungan yang diberikan

    pemimpin.

    c. Faktor team, meliputi : kualitas dukungan dan semangat yang

    diberikan oleh rekan satu tim, kepercayaan terhadap sesama

    anggota tim, keserataan dan kekompakan anggota tim

    d. Faktor sistem, meliputi : sistem kerja, fasilitas kerja yang

    diberikan organisasi, proses organisasi dan budaya organisasi.

    e. Faktor situasional, meliputi : tekanan lingkungan internal dan

    eksternal.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 22

    Sedangkan menurut Stern dalam Mangkunegara (2010:16).

    Faktor-faktor penentu kinerja karyawan dipengaruhi oleh dua. Yaitu:

    a. Faktor individu, secara psikologis, individu yang normal adalah

    individu yang memiliki integritas yang tinggi antara fungsi psikis

    dan fungsi fisik. Dengan adanya integritas yang tinggi antara

    fungsi psikis dan fisik, maka individu tersebut memiliki

    konsentrasi, motivasi, dan komitmen diri yang baik. Konsentrasi,

    motivasi, dan komitmen yang baik ini merupakan modal utama

    individu untuk mampu mengelola dan mendayagunakan potensi

    dirinya secara optimal dan melaksanakan kegiatan atau aktivitas

    kerja sehari-hari dalam mencapai tujuan organisasi.

    b. Faktor lingkungan organisasi, lingkungan kerja organisasi sangat

    menunjang bagi individu dalam mencapai prestasi kerja. Faktor

    lingkungan kerja organisasi yang dimaksud antara lain uraian

    jabatan yang jelas, autoritas yang memadai, target kerja yang

    menantang, pola komunikasi yang efektif, hubungan kerja

    harmonis, iklim kerja, peluang berkarir, dan fasilitas kerja

    memadai.

    Indikator untuk mengukur kinerja karyawan secara individu ada

    lima, yaitu (Robbins, 2006 : 260):

    a. Kualitas, kualitas kerja diukur dari persepsi karyawan terhadap

    kualitas pekerjaan yang dihasilkan serta kesempurnaan tugas

    terhadap keterampilan dan kemampuan karyawan.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 23

    b. Kuantitas, merupakan jumlah yang dihasilkan dinyatakan dalam

    istilah seperti jumlah unit, jumlah siklus aktivitas yang

    diselesaikan.

    c. Ketepatan waktu, merupakan tingkat aktivitas diselesaikan pada

    awal waktu yang dinyatakan, dilihat dari sudut koordinasi dengan

    hasil output serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk

    aktivitas lain.

    d. Efektivitas, merupakan tingkat penggunaan sumber daya

    organisasi (tenaga, uang, teknologi, bahan baku) yang

    dimaksimalkan dengan maksud menaikkan hasil dari setiap unit

    dalam penggunaan sumber daya.

    e. Kemandirian, merupakan tingkat seorang karyawan yang

    nantinya akan dapat menjalankan fungsi kerjanya

    f. Komitmen kerja, merupakan suatu tingkat dimana karyawan

    mempunyai komitmen kerja dengan instansi dan tanggung jawab

    karyawan terhadap kantor.

    Menurut Wirawan (2009: 54) secara umum dimensi kinerja

    dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu:

    a. Hasil kerja. Hasil kerja adalah keluaran kerja dalam bentuk

    barang dan jasa yang dapat dihitung dan diukur kuantitas dan

    kualitasnya.

    b. Perilaku kerja. Perilaku kerja adalah perilaku karyawan yang ada

    hubungannya dengan pekerjaan. Perilaku kerja dicantumkan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 24

    dalam standar kinerja, prosedur kerja, kode etik dan peraturan

    organisasi.

    c. Sifat pribadi yang ada hubungannya dengan pekerjaan adalah

    sifat pribadi karyawan yang diperlukan dalam melaksanakan

    pekerjaanya.

    B. Penelitian Sebelumnya

    1. Sugeng Mulyono dan Jamal Abdul Nasir. 2012. “Memetakan Budaya

    Organisasi atas Dasar Gaya Kepemimpinan dan Pengaruhnya Terhadap

    Kinerja Dosen,” Manajemen dan Bisnis, Volume 11 nomor 2.

    September, 194-212. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan

    budaya organisasi, menganalisis budaya organisasi, menganalisis

    pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja dosen, dan menganalisis

    pengaruh secara langsung maupun tidak langsung gaya kepemimpinan

    terhadap kinerja dosen PTS. Sampel menggunakan multi stages

    sampling dengan jumlah sampel sebanyak 280 dosen. Pengumpulan

    data menggunakan kuesioner, wawancara ddan pelacakan dokumen

    yang relevan; sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif

    dan path analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya

    kepemimpinan otoriter berpengaruh negatif dan signifikan terhadap

    budaya organisasi. Gaya kepemimpinan demokratis dan gaya

    kepemimpinan laisse faire berpengaruh positif dan signifikan terhadap

    budaya. gaya kepemimpinan otoriter dan demokratis berpengaruh

    positif dan signifikan terhadap kinerja dosen. Gaya kepemimpinan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 25

    laisse faire berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja dosen.

    Budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja

    dosen. gaya kepemimpinan otoriter dan demokratis berpengaruh tidak

    langsung secara positif dan signifikan terhadap kinerja dosen. gaya

    kepemimpinan laisse faire berpengaruh tidak langsung secara negatif

    terhadap kinerja dosen.

    2. Sih Darmi Astuti, 2010 “Model Person-Organization Fit (P-O fit

    model) terhadap kepuasan kerja, komitmen organisasi dan kinerja

    karyawan. Jurnal bisnis dan ekonomi, Volume 17 nomor 1. Maret, 43-

    60. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh

    karyawan karoseri laksana ungaran yang berjumlah 211 orang. Sampel

    yang digunakan dalam studi ini dengan menggunakan teknil

    pengambilan purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel

    dengan menggunakan pertimbangan-pertimbangan tertentu

    berdasarkan tujuan penelitian. Berdasarkan hasil dari penelitian ini

    untuk mencapai kinerja karyawan akan lebih cepat dan peka melalui

    penciptaan komitmen para karyawan terhadap perusahaan. Komitmen

    dapat dibangun dalam menciptakan kinerja karyawan terutama

    komitmen afektif adalah komitmen kontinuan. Komitmen afektif

    adalah komitmen yang berkaitan dengan emosional karyawan terhadap

    perusahaan, identifikasi dengan perusahaan, dan keterlibatan karyawan

    dengan kegiatan diperusahaan. Karyawan dengan komitmen afektif

    yang tinggi akan terus menjadi bagaian dari perusahaan karena

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 26

    memiliki keinginan untuk itu. Sedangkan komitmen kontinuan adalah

    komitmen yang berkaitan dengan kesadaran karyawan bahwa mereka

    akan merasa rugi jika harus meninggalkan perusahaan, karena sudah

    memperhitungkan untung dan ruginya.

    C. Kerangka Konseptual Penelitian

    Untuk mempermudah memahami proposal penelitian ini, maka penulis

    merumuskan kerangka konseptual sebagai berikut :

    Gambar II. 1

    Kerangka Konseptual

    Keterangan :

    Variabel bebas (X) yang terdiri dari X1, X2 diduga berpengaruh terhadap

    variabel terkait (Y).

    : pengaruh secara parsial variabel bebas terhadap

    variabel terkait

    : pengaruh secara Simultan variabel bebas terhadap

    variabel terkait

    Kinerja Karyawan

    Budaya Organisasi

    Komitmen Organisasi

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 27

    D. Rumusan Hipotesis

    Pentingnya budaya organisasi dan komitmen organisasi dalam

    hubungannya dengan kinerja karyawan dikuatkan oleh pernyataan Robbins

    (dalam Jajang 2014:60) bawasanya dalam kenyataannya, salah satu kajian

    budaya organisasi mengemukakan bahwa para karyawan di perusahaan yang

    budayanya kuat lebih komitmen pada perusahaan mereka dari pada karyawan

    di perusahaan yang budayanya lemah. Perusahaan dengan budaya kuat juga

    akan menggunakan usaha-usaha perekrutan dan praktek sosialisasi mereka

    untuk membina komitmen karyawan. Dan semakin banyak bukti yang

    mengemukakan bahwa budaya kuat berkaitan dengan kinerja organisasi yang

    tinggi.

    Berdasarkan kerangka pemikiran diatas, maka hipotesis dalam

    penelitian ini adalah sebagai berikut:

    H1 : Budaya organisasi, komitmen organisasi berpengaruh secara simultan

    terhadap kinerja karyawan.

    H2 : Budaya organisasi, komitmen organisasi berpengaruh secara parsial

    terhadap kinerja karyawan.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 28

    BAB III

    Metode Penelitian

    A. Jenis Penelitian

    Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus. Dalam

    penelitian ini peneliti akan berusaha menemukan apakah budaya organisasi

    dan komitmen organisasi mempengaruhi kinerja karyawan pada PT. Fajar

    Lestari Sejati.

    B. Subjek dan Objek Penelitian

    1. Subjek penelitian

    Subjek penelitian adalah orang yang menjadi sasaran dalam penelitian

    dan memberikan informasi kepada penulis. Subjek dalam penelitian

    adalah Karyawan tetap PT. Fajar Lestari Sejati dengan masa kerja

    minimal 1 tahun.

    2. Objek penelitian

    Objek penelitian adalah variabel yang dapat diukur dan akan diteliti

    oleh penulis. Objek dalam penelitian ini adalah: budaya organisasi,

    komitmen organisasi dan kinerja karyawan.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 29

    C. Waktu dan Lokasi Penelitian

    1. Waktu penelitian

    Penelitian dilakukan pada bulan April 2019 – Mei 2019

    2. Lokasi Penelitian

    Lokasi penelitian adalah PT. Fajar Lestari Sejati.

    D. Variabel Penelitian dan Pengukuran

    1. Variabel Independen (X)

    Variabel independen merupakan variabel yang mempengaruhi

    atau yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel dependen

    (Sugiyono, 2010:4). Variabel independen dalam penelitian ini yaitu

    budaya organisasi dan komitmen organisasi.

    a. Budaya Organisasi (X1)

    Budaya organisasi adalah pola keyakinan dan nilai-nilai

    organisasi sehingga pola tersebut memberikan arti tersendiri dan

    menjadi dasar aturan berprilaku dalam organisasi (Schein dalam

    Mulyono dan Nasir, 2012:197).

    b. Komitmen Organisasi (X2)

    Komitmen organisasi adalah sebagai suatu konstruk

    psikologis yang merupakan karakteristik hubungan anggota

    organisasi dengan organisasinya, dan memiliki implikasi

    terhadap keputusan individu (Allen dan Meyer dalam Darmawan,

    2013:169).

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 30

    2. Variabel Dependen (Y)

    Variabel dependen atau variabel terkait merupakan variabel yang

    dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel

    independen atau variabel bebas (Sugiyono 2010:4). Variabel dependen

    dalam penelitian ini adalah kinerja karyawan. Kinerja karyawan adalah

    hasil secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan

    dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang

    diberikan kepadanya (Mangkunegara dalam Mulyono dan Nasir,

    2012:196).

    3. Pengukuran

    Untuk melakukan analisis variabel yang ada maka dilakukan

    penyebaran kuesioner. Menurut Sugiyono (2012: 199) kuesioner

    merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara

    memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada

    responden untuk dijawabnya.

    Pengukuran variabel dengan menggunakan Skala Likert. Skala

    Likert menurut Indriantoro dan Supomo (2002) merupakan metode

    yang mengukur sikap dengan menyatakan setuju atau tidak setuju

    terhadap subjek, objek atau kejadian tertentu. Nama lain dari Skala

    Likert ini adalah summated ratings method.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 31

    Pada umumnya pengukuran Skala Likert menggunakan lima

    angka penilaian dengan model sebagai berikut:

    Tabel III.1

    Model Kuesioner dengan Skala Likert

    PERNYATAAN STS TS N S SS

    Skor 1 2 3 4 5

    Keterangan

    SS : Sangat Setuju

    S : Setuju

    N : Netral

    TS : Tidak Setuju

    STS : Sangat Tidak Setuju

    E. Definisi Operasional

    1. Variabel Dependen (Y) (Kinerja Karyawan)

    Kinerja karyawan (Y) adalah hasil secara kualitas dan kuantitas

    yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya

    sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya

    (Mangkunegara dalam Mulyono dan Nasir, 2012:196). Indikator

    kinerja karyawan dalam penelitian ini yaitu: hasil kerja, perilaku kerja,

    dan sifat pribadi yang berhubungan dengan pekerjaan.1

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 32

    2. Variabel Independen (X)

    a. Budaya Organisasi

    Budaya organisasi adalah pola keyakinan dan nilai-nilai

    organisasi sehingga pola tersebut memberikan arti tersendiri dan

    menjadi dasar aturan berprilaku dalam organisasi (Schein dalam

    Mulyono dan Nasir, 2012:197). Setiap organisasi akan berprilaku

    sesuai dengan budaya yang berlaku agar diterima oleh

    lingkungannya. Indikator budaya organisasi dalam penelitian ini

    yaitu: Inovasi dan keberanian mengambil resiko, perhatian

    terhadap detail, berorientasi kepada hasil, berorientasi kepada

    manusia, berorientasi kepada tim, agresifitas, stabilitas.

    b. Komitmen Organisasi

    Komitmen organisasi dalam penelitian ini adalah komitmen

    yang dimiliki karyawan terhadap perusahaan dimana karyawan

    tersebut berkerja. Menurut Allen dan Meyer dalam Darmawan

    (2013:169) Komitmen organisasi adalah sebagai suatu konstruk

    psikologis yang merupakan karakteristik hubungan anggota

    organisasi dengan organisasinya, dan memiliki implikasi

    terhadap keputusan individu. Komitmen terhadap organisasi

    menunjukkan usaha karyawan dan kemauan mengerahkan segala

    upaya untuk kepentingan organisasi serta berminat tetap menjadi

    bagian dari organisasi. Indikator komitmen organisasi penelitian

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 33

    ini yaitu: komitmen afektif, komitmen berkelanjutan, komitmen

    normative.

    Tabel III.2

    Aspek dan indikator Masing-Masing Variabel

    Variabel Sub Variabel Indikator

    Budaya

    Organisasi

    1. Inovasi dan keberanian mengambil resiko

    a) Kreativitas b) Pengambilan resiko

    2. Perhatian terhadap detail

    Akurat/teliti

    3. Berorientasi kepada hasil

    Tujuan

    perusahaan

    4. Berorientasi kepada manusia

    a) Pengaruh b) Hasil kerja

    5. Berorientasi tim Kerja sama 6. Agresifitas persaingan 7. Stabilitas keseimbangan

    Komitmen

    Organisasi

    1. Komitmen Afektif a) Keinginan untuk menjadi anggota

    organsasi

    b) Merasa memiliki keterlibatan dalam

    mencapai tujuan

    perusahaan

    c) Keterkaitan secara emosional

    d) Membanggakan perusahaan kepada

    orang lain

    2. Komitmen Berkelanjutan

    a) Ada perasaan bersalah

    meninggalkan

    perusahaan

    b) Memikirkan pendapat orang lain

    jika keluar dari

    perusahaan

    c) Tetap bertahan merupakan

    kewajiban

    d) Memiliki rasa tanggung jawab

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 34

    terhadap

    perusahaan

    3. Komitmen Normatif a) Berharap mendapatkan

    keuntungan apabila

    bertahan

    b) Bertahan dalam perusahaan

    merupakan

    kebutuhan

    c) Pertimbangan keluar perusahaan

    d) Berat meninggalkan

    organisasi

    Kinerja karyawan 1. Hasil kerja a) Kuantitas hasil kerja

    b) Kualitas hasil kerja c) Efisiensi dalam

    melaksanakan

    tugas

    2. Perilaku Kerja a) Disiplin kerja b) Inisiatif c) Ketelitian

    3. Sifat pribadi yang ada hubungannya dengan

    pekerjaan

    a) Kepemimpinan b) Kejujuran c) Kreativitas

    F. Populasi dan Sampel

    1. Populasi

    Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas

    objek/subjek yang mempunyai kualitas tertentu yang diterapkan oleh

    peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya

    (Sugiyono 2010:61).

    Menurut Kuncoro (dalam Ivan afriyanti 2014: 62) populasi

    adalah sekelompok elemen yang lengkap, yang biasanya berupa orang,

    objek, transaksi atau kejadian dimana kita tertarik untuk

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 35

    mempelajarinya atau menjadikan objek penelitian. Dalam penelitian ini

    yang menjadi populasi adalah karyawan non produksi PT. Fajar Lestari

    Sejati yang jumlah karyawannya sebanyak 159 orang.

    2. Sampel

    Sampel adalah bagian dari jumlah dan kualitas yang dimiliki oleh

    populasi tersebut (Sugiyono 2010:62). Pendapat lain dikemukakan oleh

    Sukandarrumidi (2006: 50) yang menyatakan sampel adalah sebagai

    bagian dari populasi yang memiliki sifat-sifat yang sama dari obyek

    yang merupakan sumber data. Untuk mendapatkan sampel dari sesuatu

    populasi, sampel harus benar-benar mencerminkan populasi, artinya

    kesimpulan yang diangkat dari sampel merupakan kesimpulan dari

    populasi. Sampel dari populasi penelitian ini berjumlah 62 orang yang

    dimana terdiri dari beberapa departemen yaitu : departemen keuangan,

    HRD, marketing, logistic.

    G. Teknik Pengambilan Sampel

    Berkaitan dengan pengambilan sampel, penelitian ini menggunakan

    pemilihan dengan teknik nonprobability sampling yaitu teknik sampling

    purposive. Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan

    pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2010: 62). Pertimbangan yang digunakan

    dalam menentukan sampel adalah karyawan tetap yang minimal sudah

    bekerja satu tahun di PT. Fajar Lestari Sejati.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 36

    Berdasarkan rumus slovin (Sevilla et.al, dalam wahyu 2017:182) untuk

    menentukan minimal sampel perlu dihitung dengan cara sebagai berikut:

    𝑛 =N

    1 + N 𝑒2

    Dimana :

    n = ukuran sampel

    N = ukuran populasi

    e = kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel

    yang dapat ditolerir. Penelitian menetapkan nilai e sebesar 10%

    berdasarkan rumusan ini dapat direncanakan jumlah sampel minimal

    adalah sebanyak :

    159

    1+159 (0,1)2 = 61,3 (62)

    H. Jenis dan Sumber Data

    Dalam penelitian ini data diperoleh dari data primer. Data diperoleh

    dengan menyebarkan kuesioner kepada 62 karyawan yang sudah menjadi

    karyawan tetap minimal 1 tahun. Data primer merupakan sumber data yang

    diperoleh secara langsung dari sumber asli tanpa melalui perantara

    (Indriantoro dan supomo 2002:147). Data ini secara khusus dikumpulkan

    oleh peneliti untuk menjawab pertanyaan dalam penelitian.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 37

    I. Teknik Pengumpulan Data

    Untuk Menyajikan data yang baik tentu melalui sebuah pengumpulan

    data yang baik pula, maka dibutuhkan sebuah teknik pengumpulan data yang

    cocok untuk mengamati variabel yang diharapkan. Pengumpulan data

    penelitian ini akan dilakukan melalui daftar pertanyaan atau kuesioner.

    Menurut Nasir (2011:203), kuesioner adalah pertanyaan tentang fakta-fakta

    yang dianggap dikuasai oleh responden penelitian. Hal ini menunjukkan

    kuesioner sebagai sebuah teknik pengumpulan data dengan mengemukakan

    pertanyaan secara tertulis untuk mendapat jawaban dari responden. Selain

    kuesioner, dilakukan juga wawancara khusus untuk mengetahui lebih jauh

    gambaran umum perusahaan.

    J. Teknik Pengujian Instrumen

    Pengujian instrument sangat perlu dilakukan dalam suatu penelitian

    dengan tujuan untuk mengetahui apakah alat ukur yang digunakan dalam

    penelitian ini layak atau tidak. Berikut ini ada beberapa teknik pengujian

    instrumen pada penelitian ini.

    1. Uji Validitas

    Sugiyono (2012: 146) menjelaskan uji validitas dapat digunakan

    untuk mengukur apa yang seharusnya dapat diukur. Validitas

    digunakan untuk mengetahui kesamaan antara data yang terkumpul

    dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti,

    sehingga terdapat data yang valid.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 38

    Perhitungan validitas menggunakan komputer seri program statistik

    SPSS.

    Rumus korelasi sebagai berikut :

    rxy =N∑xy − ∑x ∑y

    N∑x2 − ∑ 𝑥2 𝑁∑𝛾2 − ∑𝛾2

    Keterangan :

    rxy = koefisien korelasi product moment.

    X = jumlah skor item.

    Y = jumlah skor total (seluruh item).

    N = jumlah responden

    Instrument dinyatakan valid apabila nilai korelasinya positif dan

    lebih besar dari r tabel dimana tingkat signifikansi adalah 5%.

    2. Uji Reliabilitas

    Suharsimi Arikunto (dalam Ivan Alindra 2015: 154) mengatakan

    reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen

    dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data, karena

    instrumen tersebut sudah baik. Uji reliabilitas digunakan untuk

    menunjukkan sejauh mana alat pengukur (instrumen) dapat

    memperlihatkan kemantapan, keajegan, atau stabilitas hasil

    pengamatan bila diukur dengan instrument tersebut dalam penelitian

    berikutnya dengan kondisi yang tetap. Instrumen dikatakan reliabel

    apabila instrumen tersebut mampu mengungkapkan data yang bisa

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 39

    dipercaya dan sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Perhitungan

    reliabilitas menggunakan rumus komputer seri program statistik SPSS.

    RII = 𝐾

    𝑅−1 1 –

    ∑𝛼𝑏2

    𝛼𝑡2

    Keterangan:

    RII = Reliabilitas instrument

    K = Banyaknya butir pertanyaan

    𝛼2t = Varian total

    ∑ 𝛼2b = Jumlah varian butir

    Secara umum suatu instrumen dikatakan reliabel jika nilai

    Croanbach’s Alpha < 0,60 masih dianggap cukup, reliabilitas dalam

    kisaran 0,60 - 0,80 dapat diterima dan dikatakan baik, dan reliabilitas

    yang melebihi 0,80 adalah sangat baik (Sekaran & Bougie, 2017:115).

    K. Teknik Analisis Data

    1. Analisis Deskriptif

    Menurut Wiyono (2011:171), Statistik deskriptif merupakan

    statistik yang menggambarkan fenomena atau karakteristik dari data

    yang telah dikumpulkan tanpa adanya kesimpulan yang berlaku untuk

    digeneralisasikan. Analisis deskriptif variabel digunakan untuk

    mendapatkan gambaran mengenai variabel. Langkah-langkah yang

    dilakukan adalah sebagai berikut:

    a. Menghitung mean dari setiap variabel.

    b. Menghitung mean dengan langkah-langkah berikut ini:

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 40

    - Menentukan skor maksimum.

    - Menentukan skor minimum.

    - Menentukan rentang kategori dengan menggunakan interval

    kelas.

    𝐶 =𝑟𝑎𝑛𝑔𝑒

    𝐾

    Keterangan:

    C = Interval

    Range = Selisih batas atas dengan bawah

    K = Banyaknya kelas

    Berdasarkan rumus di atas, maka interval kelas pada penelitian

    ini adalah sebagai berikut:

    Tabel III.3

    Tabel Skala Data Budaya Organisasi

    Skala Data Kelas Keterangan

    1 1,00 – 1,79 Sangat Buruk

    2 1,80 – 2,59 Buruk

    3 2,60 – 3,39 Netral

    4 3,40 – 4,19 Baik

    5 4,20 – 5,00 Sangat Baik

    Tabel III.4

    Tabel Skala Data Komitmen Organisasi

    Skala Data Kelas Keterangan

    1 1,00 – 1,79 Sangat Rendah

    2 1,80 – 2,59 Rendah

    3 2,60 – 3,39 Netral

    4 3,40 – 4,19 Tinggi

    5 4,20 – 5,00 Sangat Tinggi

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 41

    Tabel III.5

    Tabel Skala Data Kinerja Karyawan

    Skala Data Kelas Keterangan

    1 1,00 – 1,79 Sangat Rendah

    2 1,80 – 2,59 Rendah

    3 2,60 – 3,39 Netral

    4 3,40 – 4,19 Tinggi

    5 4,20 – 5,00 Sangat Tinggi

    2. Analisis Regresi Linier Berganda

    Analisis regresi linier berganda digunakan untuk memprediksi

    seberapa jauh perubahan nilai variabel dependen bila nilai variabel

    independent diubah-ubah atau dinaik turunkan (Sugiyono 2010:260).

    Analisis regresi linier berganda digunakan oleh peneliti sebagai alat

    analisis peramalan nilai pengaruh dua variabel bebas atau lebih

    terhadap variabel terikat untuk membuktikan ada atau tidaknya

    hubungan fungsi atau hubungan kausal antara dua variabel atau lebih

    dengan satu variabel terikat (Natawiria dan Riduwan, 2010: 88). Jadi

    penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier berganda

    untuk mengukur pengaruh budaya organisasi dan komitmen organisasi

    terhadap kinerja karyawan.

    Berikut rumus regresi linier berganda:

    Ŷ = α + b1 X1 + b2 X2

    Keterangan:

    Y = Kinerja karyawan

    a = Konstanta regresi

    b1 = koefisien regresi budaya organisasi

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 42

    b2 = koefisien regresi komitmen organisasi

    X1 = budaya organisasi

    X2 = komitmen organisasi

    3. Uji Asumsi Klasik

    persamaan regresi perlu meyakinkan linearitasnya dan memenuhi

    tingkat validitas, ketepatan dalam estimasi, tidak bias dan konsisten

    yang diharapkan untuk memenuhi peramalan. Hal ini membutuhkan uji

    asumsi klasik dengan menggunakan uji normalitas, uji

    multikolonieritas, dan uji heterokedastisitas.

    a. Uji Normalitas

    Uji normalitas adalah pengujian asumsi residual yang

    berdistribusi normal. Pengujian normalitas dilakukan untuk

    mengetahui normal tidaknya suatu distribusi data. Jika distribusi

    dari nilai-nilai residual tersebut tidak dapat dianggap berdistribusi

    normal, maka dikatakan ada masalah terhadap asumsi normalistis

    (Santoso, 2014:190).

    Deteksi normalitas sebagai berikut : deteksi dengan melihat

    penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik, dengan

    dasar pengambilan keputusan ( Santoso 2014:192).

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 43

    Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti

    arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi

    normalitas. Jika data menyebar jauh dari garis diagonal atau tidak

    mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi tidak

    memenuhi asumsi normalitas. Selain melihat normal probability

    plot, penulis juga akan menggunakan one-sample kolmogorovos-

    smirnov test untuk mendukung penilaian dalam memenuhi

    asumsi normalitas.

    b. Uji Multikolinieritas

    Uji multikolinieritas adalah pengujian untuk mengetahui

    ada atau tidaknya korelasi yang signifikan antara variabel

    independen dalam suatu model regresi linier berganda. Model

    regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara

    variabel independent. Untuk dapat mengetahui multikolinieritas

    maka dapat dilihat dari nilai Tolerance dan VIF pada kolom

    Collienarity Statistik, dengan kriteria pengambilan keputusan

    sebagai berikut:

    1) Jika nilai Tolerance > 0,10 maka artinya tidak terjadi

    multikolinieritas.

    2) Jika nilai Tolerance ≤ 0,10 maka artinya terjadi

    multikolinieritas.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 44

    3) Jika nilai VIF < 10 maka artinya tidak terjadi

    multikolinieritas.

    4) Jika nilai VIF ≥ 10 maka artinya terjadi multikolinieritas.

    c. Uji Heteroskedastisitas

    Alat uji ini digunakan untuk mengetahui apakah dalam

    sebuah model regresi, terjadi ketidaksamaan varian residual dari

    satu pengamatan ke pengamatan yang lain. jika varian residual

    dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain berbeda disebut

    sebagai heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah tidak

    terjadi heteroskedastisitas (Santoso 2014:187). Deteksi

    heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan menampilkan scatter

    plot dari nilai prediksi sumbu X dengan nilai residunya pada

    sumbu Y.

    Dasar pengambilan keputusan:

    1) Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang membentuk

    suatu pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar

    lalu menyempit), berarti telah terjadi heteroskedastisitas.

    2) Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar

    diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak

    terjadi heteroskedastisitas.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 45

    d. Uji Linieritas

    Uji linieritas bertujuan untuk mengetahui apakah dua

    variabel mempunyai hubungan yang linier atau tidak secara

    signifikan. Uji linieritas menggunakan Test for Linearity pada

    SPSS Untuk mengetahui hubungan antara variabel X dan Y

    dinyatakan linier apabila nilai Ftabel > Fhitung dan apabila Ftabel ≤

    Fhitung maka data tersebut dinyatakan tidak linier dengan taraf

    signifikansi 5%.

    4. Pengujian Hipotesis

    a. Uji F

    Model uji statistik F digunakan untuk melihat apakah

    semua variabel independen mempunyai pengaruh secara bersama

    terhadap variabel dependen.

    Mekanisme uji F adalah sebagai berikut :

    1) Melakukan pembuatan hipotesis untuk kasus uji F-test

    yakni

    a) Ho: 𝞫1 : 𝞫2 = 0 artinya budaya organisasi dan komitmen

    organisasi secara simultan tidak berpengaruh terhadap

    kinerja karyawan.

    b) Ha: 𝞫1 : 𝞫2 minimal salah satu ≠ 0 artinya budaya

    organisasi dan komitmen organisasi secara simultan

    berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 46

    2) Menentukan taraf signifikansi (𝞪)

    Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan

    tingkat signifikansi sebesar 5% atau tingkat keyakinan

    sebesar 95%.

    3) Menentukan besarnya Fhitung

    F hitung dapat dihitung dengan rumus:

    𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 =𝑅2/𝐾

    (1 − 𝑅2)/ (𝑛 − 𝑘 − 1)

    Dimana :

    R2 = koefisien determinasi

    n = jumlah data

    k = jumlah variabel independen

    4) Menentukan Kriteria

    a) Jika Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak dan Ha diterima.

    b) Jika Fhitung ≤ Ftabel maka Ho diterima dan Ha ditolak.

    5) Mengambil keputusan

    a) Jika Ho diterima, artinya bahwa budaya organisasi dan

    komitmen organisasi secara simultan tidak berpengaruh

    terhadap kinerja karyawan.

    b) Jika Ho ditolak, artinya bahwa budaya organisasi dan

    komitmen organisasi secara simultan berpengaruh

    terhadap kinerja karyawan.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 47

    b. Uji t

    Uji t digunakan untuk menjawab rumusan masalah nomor

    2 yang berbunyi: Apakah Budaya Organisasi dan Komitmen

    Organisasi Berpengaruh Secara Parsial Terhadap Kinerja

    Karyawan?

    Prosedur yang dilakukan adalah sebagai berikut:

    1) Menentukan hipotesis

    a) Ho: 𝞫1 = 0, artinya tidak ada pengaruh Budaya

    Organisasi terhadap Kinerja Karyawan.

    Ha: 𝞫1 ≠ 0, artinya ada pengaruh Budaya Organisasi

    terhadap Kinerja Karyawan.

    b) Ho: 𝞫2 = 0, artinya tidak ada pengaruh Komitmen

    Organisasi terhadap Kinerja Karyawan.

    Ha: 𝞫2 ≠ 0, artinya ada pengaruh Komitmen Organisasi

    terhadap Kinerja Karyawan.

    2) Menentukan taraf signifikan (𝞪)

    Taraf signifikan (𝞪) yang digunakan pada penelitian ini

    adalah 5% atau 0,05.

    3) Mengetahui besarnya thitung

    Hasil perhitungan diketahui dari output SPSS atau dapat

    dihitung dengan rumus:

    𝑡𝑜 =𝑏𝑖 − 𝑠𝑏𝑖

    𝑠𝑏𝑖

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 48

    Dimana:

    to = t hitung koefisien variabel

    bi = koefisien regresi variabel

    Sbi = standard error dari variabel

    4) Menentukan kriteria

    a) Jika Sig ≥ 0,05 atau nilai – ttabel ≤ thitung ≤ ttabel, maka Ho

    diterima dan Ha ditolak.

    b) Jika Sig < 0,05 atau nilai – ttabel > thitung >ttabel, maka Ho

    ditolak dan Ha diterima.

    5) Kesimpulan

    Jika Ho diterima, maka Budaya Organisasi dan

    Komitmen Organisasi secara parsial tidak berpengaruh

    terhadap Kinerja Karyawan. Sebaliknya jika Ho ditolak

    maka Budaya Organisasi dan Komitmen Organisasi secara

    parsial berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 49

    BAB IV

    PT. FAJAR LESTARI SEJATI

    A. Sejarah PT. Fajar Lestari Sejati

    PT. FAJAR LESTARI SEJATI merupakan salah satu perusahaan

    Hardware Product bermerek DEKKSON dan juga sebagai pemasok desain

    aksesories interior yang telah berdiri pada tahun 1994. Saat ini produk-produk

    DEKKSON yang dikenal dengan “Best Designed with Good Quality” dalam

    penyediaan jasa perangkat arsitektur telah dinikmati semua lapisan

    masyarakat, mulai dari rumah pribadi sampai gedung bertingkat dan bahkan

    beberapa hotel di seluruh Indonesia, karena DEKKSON memberikan banyak

    pilihan desain yang menarik yang diikuti oleh pilihan bahan serta warna yang

    memikat dan elegan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan maupun

    permintaan masyarakat. Selain unggul dalam hal desain, DEKKSON juga

    unggul dalam ketahanan kualitas dan produk yang pengerjaannya

    menggunakan mesin-mesin berteknologi tinggi modern dari Italia, operator

    mesin-mesinnya dilayani dan dengan tenaga-tenaga ahli yang professional

    sehingga berani memberikan jaminan.

    DEKKSON adalah brand yang selalu mengutamakan kualitas sebagai

    kunci utama untuk memasuki pasar aksesoris pintu dan bangunan.

    DEKKSON yang sebelumnya dikenal sebagai perangkat keras aksesoris

    untuk produk-produk dari alumunium, mulai mengembangkan produk-

    produk aksesoris pintu dan jendela untuk bahan kayu dan besi.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 50

    Perkembangan ini dikarenakan adanya peningkatan permintaan akan

    aksesoris pintu dan jendela dari bahan kayu dan besi.

    Contoh salah satu kunci DEKKSON dengan merek HENDE

    DEKKSON adalah keperluan kunci pintu, handle pintu, stoper pintu, engsel

    pintu DEKKSON, door closer, kunci knob set dan lain-lainnya untuk

    memenuhi permintaan pelanggan dan pasar yang semakin besar.

    B. Visi dan Misi dan

    1. Visi

    Berkomitmen “QUALITY IS THE KEY”, Produk DEKKSON

    menyediakan produk-produk berkualitas tinggi, dapat dipercayai,

    artistik, serta pemasangan dan perawatan yang mudah.

    2. Misi

    a. Mengembangkan diri dan mengerti kebutuhan pelanggan

    b. Memberikan harga dan mutu yang terbaik

    c. Memberikan solusi paling baik melalui pelayanan dan yang

    mudah, fleksibel dan cepat

    d. Menjunjung tinggi service terhadap konsumen, terutama dalam

    melayani ketersediaan barang.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 51

    C. Bidang Usaha Perusahaan

    Pelayanan yang diberikan oleh PT. Fajar Lestari Sejari terbagi menjadi

    tiga garis besar pelayanan profesional untuk konsumen di Indonesia,

    pelayanan tersebut merangkul konsumen dari sebelum melakukan pembelian

    hingga setelah melakukan pembelian produk di PT. Fajar Lestari Sejati.

    Berikut ini adalah rangkuman pelayanan yang diberikan oleh PT. Fajar

    Lestari Sejati.

    1. Before Purchase

    Upaya untuk mendapatkan kepercayaan dan perhatian dari konsumen

    untuk menjalin kerjasama dengan PT. Fajar Lestari Sejati, terus

    dikembangkan. Pelayanan before purchase adalah pelayanan yang

    dapat dimanfaatkan oleh konsumen secara cuma-Cuma. Pelayanan

    yang diberikan yaitu memberikan konsultasi dan solusi kepada

    konsumen dalam memenuhi kebutuhannya.

    2. During Purchase

    Setelah mendapatkan perhatian dan kepercayaan dari konsumen,

    langkah selanjutnya adalah menjalin kerjasama antara PT. Fajar Lestari

    Sejati dengan konsumen. Pelayanan penjulan yang diberikan oleh PT.

    Fajar Lestari Sejati adalah Manufacturing Facility, Warehouse Facility,

    Delivery Service.

    3. After Purchase

    Dalam menjaga kepercayaan yang telah terjalin dengan baik adalah

    suatu hal yang sangat penting dilakukan, karena hal tersebut akan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 52

    berpengaruh pada transaksi berikutnya. PT. Fajar Lestari Sejati sangat

    memperhatikan dan terus mengembangkan pelayanan after purchase.

    Pelayanan yang diberikan setelah penjulan adalah products warranty,

    after sales servces.

    D. Produk

    Produk yang dihadirkan oleh PT. Fajar Lestari Sejati sebagai pemasok

    interior demgam kuali