pandu anjhih

Download Pandu Anjhih

Post on 07-Jul-2016

247 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

yg

TRANSCRIPT

PANDUAN

PEDOMAN PENUNDAAN

PELAYANAN ATAU PENGOBATAN

RS. MULIA INSANI

Jl. Raya Serang Km 16,8

Sukamulya-Cikupa

TangerangBAB IPENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Penundaan/perubahan jadwal adalah penundaan atau yang disebabkan oleh berbagai hal seperti :kondisi pasien, dokter berhalangan, kerusakan alat, masalah administrasi dan lain lain (bukan berasal dari keinginan pasien).

1.2. Tujuan Pedoman Penundaan Pelayanan atau Pengobatan

a. Sebagai acuan apabila terjadi penundaan atau perubahan jadwal pelayanan atau pengobatan secara konsisten.b. Agar pasien mendapatkan informasi yang jelas tentang penyebab penundaan atau perubahan jadwal pelayanan atau pengobatan.c. Memberikan kepuasan pelanggan (pasien dan keluarga).d. Untuk menghindari terjadinya komplikasi pasien.e. Agar pelayanan atau pengobatan dapat berjalan dengan lancar

1.3. Ruang Lingkup Penundaan atau perubahan jadwal pelayanan (OT, Radiologi, lain sebagainya termasuk pelayanan pemberian obat) pada pasien harus dilihat sebagai masalah antar disiplin dan atau multi disiplin. Oleh karena itu kebijakan ini secara berlaku untuk semua karyawan di RS. Mulia Insani termasuk dokter, perawat dan para manajer.

1.4. Tanggung Jawaba. Direktur Utama (CEO) bertanggung jawab sepenuhnya untuk memestikan efektifitas dan manajemen resiko dalam pelayanan atau pengobatan untuk pengguna jasa (pasien dan keluarganya) sehubungan dengan penundaan atau perubahan jadwal pelayanan atau pengobatan pada pasien dan menyediakan infrastruktur yang tepat dan dukungan yang berkesinambungan termasuk pencatatan dan pemantauannya.

b. Direktur Oprasional (COO) bertanggung jawab terhadap manajemen oprasional rumah sakit termasuk di dalamnya terlaksananya proses kebijakan penundaan atau perubahan jadwal pelayanan atau pengobatan pada pasien.

c. Para Kepala Bagian bertanggung jawab untuk terlaksananya proses kebijakan penundaan atau perubahan jadwal pelayanan atau pengobatan pada pasien dan menjamin keselamatan pasien setiap saat.

d. Duty Officer bertanggung jawab untuk menangani setiap masalah yang timbul diluar jam kerja yang berhubungan dengan penundaan atau perubahan jadwal pelayanan atau pengobatan pada pasien dan memberikan bantuan dan petunjuk untuk menyelesaikan masalah yang ada.

e. KUP bertanggung jawab untuk :

1. Terlaksananya semua proses kebijakan penundaan atau perubahanj adwal pelayanan atau pengobatan pada pasien di bagian mereka.

2. Memastikan adanya system operasional di dalam unit mereka untuk memastikan proses penundaan atau perubahan jadwal pelayanan atau pengobatan pada pasien.

3. Melaporkan setiap masalah penundaan atau perubahan jadwal pelayanan atau pengobatan pada pasien kepada Manajer untuk membantu dan memastikan proses penundaan atau perubahan jadwal pelayanan atau pengobatan pada pasien.

4. Memastikan bahwa staf di unit mereka paham akan maksud dari kebijakan ini.

f. Seluruh staf klinis

Seluruh staf klinis diminta untuk patuh pada kebijakan ini dan melaporkan setiap masalah berhubungan dengan penundaan atau perubahan jadwal pelayanan atau pengobatan pada pasien kepada KUP dan melengkapi formulirlaporan kejadian yang berhubungan dengan kebijakan ini.1.5. Pernyataan Kebijakana. Penjelasan tentang penundaan atau perubahan jadwal pelayanan atau pengobatan yang disebabkan oleh masalah medis di lakukan oleh dokter yang akan melakukan pelayanan atau pengobatan.

b. Pada kondisi dimana dokter tidak dapat memberikan penjelasan alasan penundaan tindakan, maka dapat di wakilkan kepada manajemen RS Mulia Insani.

c. Penjelasan tentang penundaan atau perubahan jadwal pelayanan atau pengobatan yang disebabkan oleh masalah unit dilakukan oleh petugas unit terkait.

d. Penjelasan tentang penundaan atau perubahan pelayanan jadwal pelayanan atau pengobatan yang di sebabkan oleh masalah kerusakan alat dilakukan oleh penanggung jawab unit.

e. Informasi yang diberikan kepasien berkaitan dengan penundaan atau perubahan jadwal pelayanan atau pengobatan paling sedikit meliputi : alasan penundaan, rencana jadwal berikutnya.

f. Untuk pasien dengan indikasi CITO dan mengalami penundaan tindakan atau pelayanan atau pengobatan yang mengakibatkan baik masalah adiministrasi maupun masalah kerusakan alat, maka pasien tersebut harus segera dirujuk kerumah sakit yang mempunyai pelayanan atau pengobatan sejenis.

Semua proses penundaan pelayanan atau pengobatan pasien di catat dalam case note.1.6. Penundaan Setelah Pasien Dirawat

a. Apabila penundaan atau perubahan jadwal pelayanan atau pengobatan disebabkan masalah administrasi, maka petugas Administrasi menghitung pasien, dokter dan perawat untuk menginformasikan tentang penundaan atau perubahan jadwal pelayanan atau pengobatan.

b. Apabila penundaan atau perubahan jadwal pelayanan atau pengobatan disebabkan oleh dokter berhalangan pada jadwal yang ditentukan, maka kepala unit menginformasikan tentang penundaan atau perubahan jadwal pelayanan atau pengobatan tersebut kepada pasien.

c. Apabila penundaan atau perubahan jadwal pelayanan atau pengobatan disebabkan kerusakan alat, maka Penanggung jawab unit tersebut menghubungi pasien dan dokter untuk menginformasikan tentang penundaan atau perubahan jadwal pelayanan atau pengobatan.1.7. Penundaan Setelah Pasien DirawatApabila terdapat kondisi yang menyebabkan penundaan atau perubahan jadwal pelayanan atau pengobatan seperti :

a. Masalah medis :

1. Dokter memberi penjelasan tentang penyebab penundaan atau perubahan jadwal pelayanan atau pengobatan dan menjadwalkan ulang rencana pelayanan atau pengobatan.

2. Pasien dipulangkan menunggu kondisi pasien secara medis sudah layak untuk dilakukan pelayanan atau pengobatan dan dijadwalkan berikutnya.

b. Masalah administrasi :

1. Petugas administrasi menjelaskan kepada pasien dan keluarga tentang penyebab penundaan atau perubahan jadwal pelayanan atau pengobatan.

2. Petugas administrasi menginformasikan ke dokter dan perawat bahwa pelayanan atau pengobatan belum bisa dilakukan.

3. Perawat menghubungi dokter untuk meminta penjadwalan ulang.

4. Pasien dipulangkan atau menunggu sampai masalah administrasi selesai.

5. Apabila masalah administrasi sudah selesai, maka pasien harus melakukan penjadwalan ulang.

c. Masalah fasilitas atau kerusakan alat medis :

1. Penanggung jawab unit memberikan penjelasan kepada pasien dan keluarga tentang penyebab penundaan atau perubahan jadwal pelayanan atau pengobatan.

2. Penanggung jawab unit menghubungi dokter dan memberikan penjelasan tentang penyebab penundaan atau perubahan jadwal pelayanan atau pengobatan.

3. Pasien dirujuk kerumah sakit lain yang mempunyai fasilitas pelayanan atau pengobatan yang sama atau di pulangkan menunggu sampai alat diperbaiki.

4. Apabila alat sudah diperbaiki, maka penanggung jawab unit menghubungi dokter untuk penjadwalan ulang dan menhubungi pasien untuk menginformasikan jadwal yang telah ditentukan dokter.1.8. ImplementasiKebijakan penundaan atau perubahan jadwal pelayanan atau pengobatan pada pasien diberikan kepada seluruh staf baru dalam proses pengenalan atau orientasi.1.9. Pemantauan Dan Audit

1. Dokumen ini akan di pantau untuk menjamin efektifitas dan jaminan kepatuhan. Indicator kuncinya sebagai berikut :

a. Jumlah kejadian di tiap unit yang merugikan dan yang hampir terjadi berkaitan dengan penundaan atau perubahan jadwal pelayanan atau pengobatan pasien.

b. Jumlah keluhan berkaitan dengan penundaan atau perubahan jadwal pelayanan atau pengobatan pada pasien.

c. Jumlah penundaan atau perubahan jadwal pelayanan pada pasien di tiap unit

d. Jumlah pemulangan di luar jam normal dari unit rawat inap.

2. Hasil audit, trend atau tema yang teridentifikasi dari pelaporan kejadian dan rencana pelayanan atau pengobatan harus dilaporkan kepada Chief Operating Officer oleh Manager terkait.I.10. REFERENSI

JCI.(2010).Joint Commission international Hospital Accreditation Standards 4th ed. Joint commission resources.

BAB II

DEFINISI OPERASIONAL

2.1. Definisi Instalasi Gawat Darurat (IGD)Instalasi Gawat darurat (IGD) adalah suatu keadaan yang mana penderita memerlukan pemeriksaan medis segera, apabila tidak dilakukan akan berakibat fatal bagi penderita. Instalasi Gawat Darurat (IGD) adalah salah satu unit di rumah sakit yang harus dapat memberikan pelayanan darurat kepada masyarakat yang menderita penyakit akut dan mengalami kecelakaan, sesuai dengan standar.

IGD adalah suatu unit integral dalam satu rumah sakit dimana semua pengalaman pasien yang pernah datang ke IGD tersebut akan dapat menjadi pengaruh yang besar bagi masyarakat tentang bagaimana gambaran Rumah Sakit itu sebenarnya. Fungsinya adalah untuk menerima, menstabilkan dan mengatur pasien yang menunjukkan gejala yang bervariasi dan gawat serta juga kondisi-kondisi yang sifatnya tidak gawat. IGD juga menyediakan sarana penerimaan untuk penatalaksanaan pasien dalam keadaan bencana, hal ini merupakan bagian dari perannya di dalam membantu keadaan bencana yang terjadi di tiap daerah.

Rumah sakit merupakan terminal terakhir dalam menanggulangi penderita gawat darurat oleh karena itu fasilitas rumah sakit, khususnya instalasi gawat darurat harus dilengkapi sedemikian rupa sehingga dapat menanggulang gawat darurat. Pelayanan keperawatan gawat darurat merupakan pelayanan profesional yang didasarkan pada ilmu dan metodologi keperawatan gawat darurat berbentuk Bio-Psiko-Sosio-Spiritual yang komprehensif ditujukan kepada klien atau pasien yang mempunyai masalah aktual atau potensial mengancam kehidupan tanpa atau terjadinya secara mendadak atau tidak di perkirakan tanpa atau disertai kondi