web viewpeta topografi disebut juga sebagai peta umum (bersifat umum). karena dalam peta topografi...

of 13 /13
TUGAS GEOLOGI TEKNIK NAMA : ANDHIYANA LASMITA SARI NIM : 2014.01.0471 JURUSAN : TEKNIK SIPIL (S-1) SORE

Author: buidat

Post on 30-Jan-2018

241 views

Category:

Documents


0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

TUGAS GEOLOGI TEKNIK

NAMA:ANDHIYANA LASMITA SARI

NIM:2014.01.0471

JURUSAN:TEKNIK SIPIL (S-1) SORE

1. Jelaskan perbedaan antara peta topografi dan peta geologi ?

Peta topografi adalah peta yang memperlihatkan unsur-unsur alam (asli) dan

unsur-unsur buatan manusia di atas permukaan bumi. Unsur-unsur tersebut

diusahakan untuk diperlihatkan pada posisi yang sebenarnya.

Peta Topografi disebut juga sebagai peta umum (bersifat umum). Karena dalam peta topografi menyajikan semua unsur yang ada pada permukaan bumi, tentu saja dengan

memperhitungkan skala yang sangat terbatas. Jadi peta topografi dapat

digunakan untuk bermacam-macam tujuan. Selain itu peta topografi dapat

digunakan juga sebagai dasar (base map) dalam pembuatan peta tematik,

seperti : peta kehutanan, peta turis, peta tata guna tanah dan sebagainya.

Peta topografi menyediakan data yang diperlukan tentang sudut kemiringan, elevasi, daerah

aliran sungai, vegetasi secara umum dan pola urbanisasi. Peta topografi juga menggambarkan sebanyak mungkin ciri-ciri permukaan suatu kawasan tertentu dalam batas-batas skala. Peta topografi dapat jugai diartikan sebagai peta yang menggambarkan kenampakan alam (asli) dan kenampakan buatan manusia, diperlihatkan pada posisi yang benar. Selaiin itu peta topografi dapat diartikan peta yang menyajikan informasi spasial dari unsur-unsur pada muka bumi dan dibawah bumi meliputi, batas administrasi, vegetasi dan unsur-unsur buatan manusia. Peta topografi mempunyai garisan lintang dan garisan bujur dan titik pertemyuannya menghasilkan koordinat. Koordinat ialah titik persilangan antara garisan lintang dan bujur.

peta topografi? Ciri utama peta topografi adalah menggunakan garis kontur. Untuk lebih jelas mengenai peta topografi dan garis kontur dapat Anda lihat pada gambrar 2.1, 2.2, dan 2.3.

Beberapa ketentuan pada peta topografi:

1. Makin rapat jarak kontur yang satu dengan yang lainnya menunjukkan daerah tersebut semakin curam. Sebaliknya semakin jarang jarak antara kontur menunjukkan daerah tersebut semakin landai.

2. Garis kontur yang diberi tanda bergerigi menunjukkan depresi (lubang/cekungan) di puncak, misalnya puncak gunung yang berkawah.

3. Peta topografi menggunakan skala besar, antara 1 : 50.000 sampai 1 : 100.000.

Berikut ini beberapa contoh peta topografi.

Gambar 1.2.Garis kontur dengan interval (jarak antara 2 kontur) 40 meter.

Gambar 1.3.Jarak kontur.

Perhatikan gambar 1.3.1Berdasarkan jarak antara kontur dan tanda pada kontur, Anda dapat menyimpulkan bahwa:

Pada peta 1A adalah daerah curam karena jarak antara garis konturnya rapat dan B adalah daerah landai karena jarak konturnya jarang. Sedangkan pada peta 2,D adalah daerah curam karena jarak konturnya rapat,E adalah daerah landai karena jarak konturnya jarang, dan C adalah daerah depresi (lubang/cekungan) di puncak karena diberi tanda bergerigi.

Pada gambar 1.3.2Menunjukkan kenampakan gunung dengan puncaknya yang digambarkan menjadi peta kontur. Pada gambar tersebut, A daerah curam, B daerah landai dan C daerah cekungan di puncak.

Sedangkan Peta geologi pada dasarnya merupakan suatu sarana untuk menggambarkan tubuh batuan, penyebaran batuan, kedudukan unsur struktur geologi dan hubungan antar satuan batuan serta merangkum berbagai data lainnya. Peta geologi juga merupakan gambaran teknis dari permukaan bumi dan sebagian bawah permukaan yang mempunyai arah, unsur-unsurnya yang merupakan gambaran geologi, dinyatakan sebagai garis yang mempunyai kedudukan yang pasti. Pada dasarnya peta geologi merupakan rangkaian dari hasil berbagai kajian lapangan. Hal ini pula yang menyebabkan mengapa pemetaan geologi diartikan sama dengan geologi lapangan.

Sedangkan Pengertian Pemetaan Geologi Adalah suatu pekerjaan atau kegiatan pengumpulan data geologi, baik darat maupun laut, dengan berbagai metode Adapun jenis-jenis peta Geologi dan peta lainnya yang berkaitan dengan geologi adalah sebagi berikut:

Peta geologi permukaan (surface geological map), adalah peta yang memberikan berbagai formasi geologi yang langsung terletak di bawah permukaan. Skala peta ini bervariasi antara 1 : 50.000 dan lebih besar, berguna untuk menentukan lokasi baghan bangunan, drainase, pencarian air, pembuatan lapangan terbang, maupun pembuatan jalan.

Peta singkapan (outcrop map), adalah peta yang umumnya berskala besar, mencantumkan lokasi ditemukannya batuan padat, yang dapat memberikan sejumlah keterangan dari pemboran beserta sifat batuan dan kondisi strukturalnya. Peta ini digunakan untuk menentukan lokasi, misalnya material yang berupa pecahan batu, dapat ditemukan langsung di bawah permukaan.

Peta ikhtisar geologis, adalah peta yang memberikan informasi langsung berupa formasi-formasi yang telah tersingkap, mapun ekstrapolasi terhadap beberapa lokasi yang formasinya masih tertutup oleh lapisan Holosen. Peta ini kadang agak skematis, umumnya berskala sedang atau kecil, dengan skala 1 : 100.000 atau lebih kecil.

Peta struktur, adalah peta dengan garis-garis kedalaman yang dikonstruksikan pada permukaan sebuah lapisan tertentu yang berada di bawah permukaan. Peta ini memiliki skala sedang hingga besar.

Peta geologi sistematik adalah peta yang menyajikan data geologi pada peta dasar topografi atau batimetri dengan nama dan nomor lembar peta yang mengacu pada SK Ketua Bakosurtanal No. 019.2.2/1/1975 atau SK penggantinya

Peta geologi tematik adalah peta yang menyajikan informasi geologi dan/atau potensi sumber daya mineral dan/atau energi untuk tujuan tertentu

Peta topografi adalah peta ketinggian titik atau kawasan yang dinyatakan dalam bentuk angka ketinggian atau kontur ketinggian yang diukur terhadap permukaan laut rata-rata.

Peta isopach, yaitu peta yang menggambarkan garis-garis yang menghubungkan titik-titik suatu formasi atau lapisan dengan ketebalan yang sama. Dalam peta ini tidak ditemukan konfigurasi struktural. Peta ini berskala sedang hingga besar.

Peta fotogeologi, adalah peta yang dibuat berdasarkan interpretasi foto udara. Peta fotogeologi harus selalu disesuaikan dengan keadaan yang sesungguhnya di lapangan.

Peta hidrogeologi, adalah peta yang menunjukkan kondisi airtanah pada daerah yang dipetakan. Pada peta ini umumnya ditunjukkan formgasi yang permeabel dan impermeabel.

2. Informasi apa saja yang dapat diperoleh dari suatu peta geologi ?

Peta geologi memberikan petunjuk tentang susunan lapisan batuan dan pada umumnya memberikan informasi tentang formasi apa saja yang ada di daerah yang dipetakan. Dasar untuk peta geologi biasanya adalah peta topografi. Peta geologi adalah bentuk ungkapan data dan informasi geologi suatu daerah / wilayah / kawasan dengan tingkat kualitas yang tergantung pada skala peta yang digunakan dan menggambarkan informasi sebaran, jenis dan sifat batuan, umur, stratigrafi, struktur, tektonika, fisiografi dan potensi sumber daya mineral serta energi yang disajikan dalam bentuk gambar dengan warna, simbol ydan corak atau gabungan ketiganya.

Peta geologi sebagai peta yang menggambarkan sebaran berbagai jenis batuan dan struktur geologi dalam suatu peta dan merupakan sumber informasi geologi dari suatu wilayah akan bermanfaat bagi para perencana maupun pelaksana dalam bidang:

1. Keteknikan (Pembangunan Pondasi Bendungan, Jalan Raya, Daya Dukung Lahan,

Daerah Rawan Longsor, Daerah Rawan Banjir, dll)

2. Perencanaan Wilayah dan Kota (Perencanaan Tata Ruang)

3. Pertambangan (Potensi Bahan Galian Ekonomis)

4. Perminyakan (Potensi Sumberdaya Gas dan Minyakbumi)

5. Industri (Potensi Sumberdaya Air dan Mineral).

3. Jelaskan pentingnya peta geologi bagi pekerjaan pembangunan pondasi bendungan ?

Eksplorasi sumberdaya mineral (mineral-airtanah) & energi (migas konvensional - unconventional).Kawasan rawan bencana alam geologi (gempa, tsunami, letusan gunungapi, longsor).Rencana pembangunan dan tata ruang (klasifikasi kualitas lahan permukiman, potensi air tanah).Transportasi dan komunikasi (rancangan jaringan jalan, listrik, pipa dan jaringan kabel telepon).

Dalam setiap tahapan pembangunan dibutuhkan data geologi yang handal agar pembangunan yang dilaksanakan sesuai dengan tujuan dan sasaran baik jangka pendek maupun berkelanjutan. Data terinci dari peta geologi skala yanug lebih besar seperti skala 1:50.000 dapat memberikan berbagai informasi suatu kawasan yang semula belum dimanfaatkan menjadi kawasan yang bisa didaya-gunakan dan bahkan dapat menjadi pedoman untuk pengambilan keputusan.

Fungsi peta geologi sebagai pendukung dalam perencanaan pembangunan

Peta geologi telah dimanfaatkan oleh berbagai instansi pemerintah maupun swasta untuk keperluan perencanaan, pemantauan, hingga evaluasi hasil-hasil pembangunan. Juga menyajikan informasi sangat berguna bagi pengelola dan pengambil keputusan untuk membantu memecahkan permasalahan, menentukan pilihan atau membuat kebijakan tata ruang melalui metode analisis data peta.

Bencana geologi berupa tanah longsor sebenarnya dapat diantisipasi Pemerintah Daerah bila memiliki data geologi yang menunjukkan potensi longsor, dengan menandai titik-titik potensi bahaya geologi dan menginformasikan kepada warga masyarakat di kawasan berisiko tinggi. Peta geologi di Indonesia umumnya baru dimanfaatkan oleh beberapa Kementerian dan Lembaga di tingkat pusat dan baru dirintis di tingkat daerah. Daerah-daerah pada umumnya belum banyak menggunakan peta geologi, karena para penyelenggara pemerintahan belum banyak tahu tentang pentingnya peta geologi dalam penyusunan rencana, pemantauan, dan evaluasi pembangunan secara mudah, murah, efektif, dan akurat. Saat ini lembaga struktural yang pali