meletakkan landasan dalam menuntut ilmu

Click here to load reader

Post on 22-Jun-2015

3.455 views

Category:

Spiritual

6 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Meletakkan Landasan dalam Menuntut Ilmu

TRANSCRIPT

  • 1. Judul Asli: Laying the Foundation in SeekingKnowledgePenulis : Syaikh Muhammad bin Umar binSalim BazmulJudul Terjemahan: Meletakkan Landasan dalam MenuntutIlmuAlih Bahasa : Ummu Abdullah al-ButhoniyahDesain Sampul : Ummu Tsaqiif al-AtsariyahDisebarluaskan melalui:Website: http://www.raudhatulmuhibbin.org e-Mail: redaksi@raudhatulmuhibbin.org Januari,, 2008, Oktober, 2009Buku ini adalah online e-Book dari MaktabahRaudhah al Muhibbin yang diterjemahkan darion-line e-Book versi Bahasa Inggris dari situshttp://www.al-ibaanah.com. Diperbolehkanuntuk menyebarluaskannya dalam bentukapapun, selama tidak untuk tujuan komersil

2. Mengenai Buku Ini:Buku ini merupakan terjemahan penuh dari buklet: At-Tasilfi Thalabil Ilm (Laying the Foundation for SeekingKnowledge). Sumber yang digunakan untuk terjemahan iniadalah Dar-ul Imaan edisi pertama, 2005 oleh Al-IbaanahPublications, yang kemudian diterjemahkan ke dalam BahasaIndonesia dengan judul: Meletakkan Landasan dalamMenuntut Ilmu.Aslinya risalah ini adalah muhadharah yang diberikan Syaikhdi sebuah masjid. Muhadharah tersebut kemudian dibuattranskrip dan dipublikasikan dalam bentuk buku.Dalam risalah ini, Syaikh Muhammad Bazmul mendiskusikandengan terperinci sembilan landasan dasar dalam menuntutilmu, yang dikumpulkannya dan didukung oleh dalil danhujjah. Karenanya, risalah ini dibagi menjadi sembilan babdan pendahuluan.Topik ini sangat penting mengingat setiap Muslimberkewajiban untuk menuntut ilmu pada satu masa dalamkehidupannya atau lainnya, apakah itu untuk menerapkanajaran Islam yang menjadi kewajibannya, atau mempelajaridasar-dasar keimanannya. Sehingga seseorang harusmengetahui bahwa menuntut ilmu memiliki adab, etika, danpanduan, yang sebagian diantaranya dijelaskan penulis didalam risalah ini.11 Januari 2008Maktabah Raudhah al-Muhibbin 3. Meletakkan Landasan dalam menuntut IlmuPENDAHULUANSesungguhnya segala puji hanya milik AllahYang kitamemuji-Nya, kita memohon pertolongan dan pengampunandari-Nya, yang kita memohon dari kejelekan jiwa-jiwa kamidan keburukan amal-amal kami. Barangsiapa yangmendapatkan petunjuk Allah, tidak ada yang dapatmenyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan oleh-Nya,tidak ada yang dapat menunjukinya.Saya bersaksi bahwasanya tiada Ilah yang Haq untukdisembah melainkan Allah, tiada sekutu bagi-Nya danMuhammad adalah hamba dan utusan Allah . Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepadaAllah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan islam. (Al-Imran : 102) Wahai sekalian manusia bertakwalah kepada Tuhanmuyang menciptakanmu dari satu jiwa dan menciptakan darisatu jiwa ini pasangannya dan memperkembangbiakkan dari keduanya kaum lelaki yang banyak dan kaum wanita. Maka 1http://www.raudhatulmuhibbin.org 4. Meletakkan Landasan dalam menuntut Ilmubertaqwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah senantiasa menjaga danmengawasimu. (An-Nisa : 1)Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepadaAllah dan ucapkanlah perkataan yang benar niscaya Ia akan memperbaiki untuk kalian amal-amal kalian, dan akan mengampuni dosa-dosa kalian, dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya maka baginya kemenangan yang besar. (Al-Ahzab : 70 71)Amma badu, sesungguhnya sebenar-benar kalam adalahKalam Allah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjukMuhammad Sedangkan seburuk-buruk suatu perkaraadalah perkara yang mengada-ada (muhdats) dan tiap-tiapmuhdats itu Bidah dan tiap kebidahan itu sesat. Dan setiapkesesatan tempatnya di neraka.Selanjutnya:Saya memuji Allah yang telah menganugerahkan kemampuanuntuk menghadiri pertemuan ini bersama anda semua yangdengannya saya berharap Allah akan menempatkan kebaikanyang banyak dan memberkahi kita semua. 2http://www.raudhatulmuhibbin.org 5. Meletakkan Landasan dalam menuntut IlmuDalam halaqah yang diadakan di Masjid al-Amir MutibJeddah pada hari Kamis, tanggal 6 Rabiul Awwal 1421 H, kitaakan mendiskusikan topik: Meletakkan Landasan dalamMenuntut Ilmu.Bukan merupakan rahasia bagi setiap Muslim bahwa ilmuadalah penting. Karena demikian pentingnya sehingga setiaporang mengklaim bahwa dirinya memiliki ilmu. Bahkanseorang yang bodoh tidak senang jika dikatakan bodoh, danakan menjadi senang manakala dia dikatakan berilmu.Ali bin Abi Thalib berkata: Ada cukup bukti bahwa ilmudimuliakan dan mereka yang tidak sepadan dengannyamengkalim memilikinya dan bergembira manakala ilmudinisbatkan kepada mereka. Dan ada cukup bukti bahwakebodohan itu tercela bahwa mereka yang memilikinyamembebaskan diri darinya.1Bagaimana seorang muslim tidak menyadari kebaikan ilmudan jasa para ulama, manakala dia selalu membaca firmanAllah: Katakan: Apakah sama orang yang mengetahui dengan yang tidak mengetahui? (Az Zumar : 9)Dan ia juga mendengar firman Allah:1Tadzkirat us-Saami wal Mutakallim (hal. 10)3http://www.raudhatulmuhibbin.org 6. Meletakkan Landasan dalam menuntut IlmuAllah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkankeadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (jugamenyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi MahaBijaksana. (Al-Imran : 18)Allah menyertakan kesaksian orang-orang yang berilmusebagaimana kesaksian para malaikat dengan kesaksian-Nya.Bagaimana seorang Muslim tidak mengetahui kebaikandalam menuntut ilmu manakala dia terus-menerusmendengarkan sabda Rasulullah : Barangsiapa menempuhjalan untuk menuntut ilmu, Allah akan memudahkan jalannyamenuju surga.2 dan sabdanya: Menuntut ilmu adalah wajibbagi setiap muslim.3Bahkan, bagaimana ia bisa meragukan betapa pentingnyamemiliki ilmu agama dari apa-apa yang dibutuhkan seorangMuslim dalam hidupnya, manakala dia taat terhadap agamayang dilandaskan pada 2 prinsip, yaitu:2HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-NasaI, Ibnu Majah, dan IbnuHibban dalam Shahih-nya.3Diriwayatkan Ibnu majah dalam Sunan-nya, dari Anas bin Malik. Sanadnyalemah. Namud demikian hadits ini terdapat beberapa jalan periwayatanyang mendukung dan mengangkat derajatnya menjadi shahih berdasarkanriwayat lainnya. Silahkan merujuk pada Muskhilatul Faqr oleh Syaikh Albani(hal. 86)4http://www.raudhatulmuhibbin.org 7. Meletakkan Landasan dalam menuntut Ilmu 1. Bahwa tidak ada sesuatu melainkan Allah yangberhak diibadahi, dan 2. Bahwa seseorang tidak seharusnya beribadah kecualidengan apa-apa yang disyariatkan-Nya.Dua prinsip ini membentuk esensi pernyataan tauhid: Akubersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembahmelainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammadadalah hamba dan utusan-Nya.Oleh sebab itu, memiliki ilmu agama adalah sebuah syaratyang dibutuhkan untuk benar-benar melaksanakanpernyataan tauhid. Hal ini menjadi semakin pentingmengingat: Bagaimana seorang Muslim dapat melaksanakanprinsip kedua, bahwa seseorang tidak beribadah kepadaAllah kecuali dengan apa-apa yang telah disyariatkan-Nya,tanpa meuntut ilmu? Itulah sebabnya mengapa ilmu harusmendahului perkataan dan perbuatan.Al-Bukhari rahimahullahu menjelaskan hal ini dalamShahih-nya, mengatakan dalam kitab Ilmu:Bab: Ilmu mendahului perkataan dan perbuatanberdasarkan firman Allah: (Muhammad : 19). Lalu beliaumemulainya dengan ilmu.Lebih jauh, para ulama adalah pewaris para nabi. Dan apa-apa yang ditinggalkan oleh para Nabi sebagai warisan adalahilmu. Sehingga siapapun yang berpegang teguh padanya,telah mendapat-kan warisan yang besar. 5http://www.raudhatulmuhibbin.org 8. Meletakkan Landasan dalam menuntut IlmuDemikian juga, barangsiapa yang menelusuri jalan yangdengannya dia menuntut ilmu, Allah akan memudahkanbaginya jalan menuju surga. Allah berfirman:Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama (Fathir :28)Dan Dia berkata:Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untukmanusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orangyang berilmu. (Al-Ankabuut : 43)Allah berfirman:Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan ataumemikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasukpenghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala". (Al-Mulk :10)Dan Dia berfirman:6http://www.raudhatulmuhibbin.org 9. Meletakkan Landasan dalam menuntut IlmuKatakan: Apakah sama orang yang mengetahui denganyang tidak mengetahui? (Az Zumar : 9)Rasulullahbersabda: Barangsiapa yang Allah kehendakikebaikan baginya, maka Allah pahamkan baginyaagamanya., dan dia bersabda: Sesungguhnya ilmu (hanyadiperoleh) dengan belajar.Abu Dzar berkata: Jika kamu hendak meletakkan pedangdisini lalu dia menunjuk kepada bagian tengkuknya- dankemudian saya mengira bahwa saya masih dapatmengatakan sebuah hadits yang saya dengarkan dariRasulullah sebelum kamu menebaskan pedangmu, makasaya akan melakukannya.Ibnu Abbasberkata: Jadilah seorang Rabbaniyyin menahan diri dan memahami.Dikatakan bahwa Rabbaniyyin adalah seseorang yangmenghidupkan orang lain dengan aspek yang terkecil dariilmu sebelum aspek yang lebih besar.[Akhir dari perkataan Imam Al-Bukhari] Al-Bukhari rahimahullah menyebutkan semua perkataantersebut dalam bab ini.Karena demikianlah ilmu itu, musuh-musuh akan bekerjakeras untuk memotong jalan itu, menempatkan hambatan,rintangan, dan kebohongan-kebohongan untuk menghalangijalan para penuntut ilmu. Namun betapa kelirunya mereka,karena sungguh, orang-orang yang berilmu telahmenetapkan pendirian terhadap mereka (perintang ilmu 7http://www.raudhatulmuhibbin.org 10. Meletakkan Landasan dalam menuntut Ilmupent). Dan salah satu usaha mereka dalam hal ini, adalahuntuk menunjukkan adab dan kewajiban (menuntut ilmu)yang akan berguna untuk menyingkap kepalsuan dankebohongan ini.Dan karena peringatan tersebut bermanfaat bagi kaummukminin, hal ini adalah dalam upaya memberikanmemperingatkan (diri kita) muhadharah ini disampaikan. yaitu sebagai peringatan dari orang-orang berilmu dalammasalah ini, semoga Allah melimpahkan manfaat kebaikanyang menyeluruh atas usaha ini. Karenanya, saya memohonpertolongan d

View more