makalah plh - pentingnya sanitasi lingkungan

Download Makalah PLH - Pentingnya Sanitasi Lingkungan

Post on 18-Jan-2016

93 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Pentingnya Sanitasi Lingkungan

TRANSCRIPT

PENTINGNYASANITASI LINGKUNGAN

Disusun Oleh :Nama: Retno NingkristianaNIM: 4001413039Prodi: Pendidikan IPA

JURUSAN IPA TERPADUFAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAMUNIVERSITAS NEGERI SEMARANG2014

DAFTAR ISI

DAFTAR ISIiiKATA PENGANTARiiiBAB I PENDAHULUAN11.Latar Belakang12.Rumusan Masalah23.Tujuan2BAB II PEMBAHASAN31.Pengertian32.Sanitasi Lingkungan33.Pentingnya Menciptakan Sanitasi yang Baik54.Menciptakan Sanitasi yang Baik6a.Mengembangkan kebiasaan atau perilaku hidup sehat6b.Membersihkan ruangan dan halaman rumah secara rutin6c.Membersihkan kamar mandi dan toilet7d.Menguras, menutup dan menimbun (3M)7e.Tidak membiarkan adanya air yang tergenang7f.Membersihkan saluran pembuangan air7g.Menggunakan air yang bersih7h.Faktor Rumah8BAB III PENUTUP15Simpulan15Daftar Pustaka15

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah yang berjudul Pentingnya Sanitasi Lingkungan ini. Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini.Saya menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh sebab itu, saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman.

Penulis

ii

BAB I PENDAHULUAN1. Latar BelakangDalam penerapannya di masyarakat, sanitasi meliputi penyediaan air, pengolaan limbah, pengolaan sampah, control vector, pencegahan dan pengontrolan pencemaran tanah, sanitasi makanan, serta pencemaran udara.Kesehatan lingkungan di Indonesia masih memprihatinkan. Belum optimalnya sanitasi di Indonesia ini ditandai dengan masih tingginya angka kejadian penyakit infeksi dan penyakitmenular di masyarakat. Pada saat negara lain pola penyakit sudah bergeser menjadi penyakit degeneratif, Indonesia masih direpotkan oleh kasus demam berdarah, diare, kusta, serta hepatitis A yang seakan tidak ada habisnya.Kondisi sanitasi di Indonesia memang tertinggal cukup jauh dari Negara-negara tetangga. Dengan Vietnam saja Indonesia hampir disalip, apalagi dibandingkan dengan Malaysia atau Singapura yang memiliki komitmen tinggi terhadap kesehatan lingkungan di negaranya. Jakarta hanya menduduki posisi nomor 2 dari bawah setelah Laos dalam pencapaian cakupan sanitasinya.Sanitasi sangat menentukan keberhasilan dari paradigma pembangunan kesehatan lingkungan lima tahun ke depan yang lebih menekankan pada aspek pencegahan dari aspek pengobatan. Dengan adanya upaya pencegahan yang baik, angka kejadian penyakit yang terkait dengan kondisi lingkungan dapat di cegah. Selain itu anggaran yang diperlukan untuk preventif juga relative lebih terjangkau daripada melakukan upaya pengobatan.Sanitasi yang memadai merupakan dasar dari pembangunan. Namun, fasilitas sanitasijauh di bawah kebutuhan penduduk yang terus meningkat jumlahnya. Akibatnya, muncul berbagai jenis penyakit yang salah satu diantaranya adalah penyakit diare.Di dunia, penyakit tersebut telah menimbulkan kematian sekitar 2,2 juta anak per tahun dan menghabiskan banyak dana untuk mengatasinya. Minimnya sanitasi lingkungan seperti penanganan sampah, air limbah, tinja, saluran pembuangan, dan kesehatan masyarakat, telah menyebabkan terus tingginya kematian bayi dan anak olehpenyakit diare dan berperan pentingdalam mengundang munculnya berbagai vektor pembawa penyakit. Penanganan sanitasi lingkungan oleh pemerintah sampai saat ini masih menghadapi banyak kendala. Jumlah fasilitas yang ada, tidak sebanding dengan pertumbuhan penduduk. Selain itu, masyarakat di banyak wilayah masih mempraktikkan perilaku hidup yang tidak sehat, seperti buang air besar di kebun atau di sungai yang airnya kotor, mencuci di sungai yang airnya kotor, membuang sampah sembarangan dan lain-lain.Karena itu, kita diharapkan tidak meniru perilaku tersebut dan mampu mengajak rekan dan orang-orang di sekitar untuk mempraktikkan hidup sehat dengan menciptakan sanitasi lingkungan yangbaik.2. Rumusan Masalaha. Apa yang dimaksud dengan sanitasi lingkungan?b. Mengapa sanitasi lingkungan perlu untuk dikaji lebih dalam?c. Bagaimana menciptakan sanitasi yang baik?3. Tujuana. Memahami tentang sanitasi yang terjadi di sekitar lingkungan tempat tinggal kita.b. Memahami pentingnya sanitasi lingkungan yang baik bagi kehidupan manusia.c. Memahami cara membuat sanitasi yang baik.

BAB II PEMBAHASAN1. PengertianSanitasi merupakan salah satu komponen dari kesehatan lingkungan, yaitu perilaku yang disengaja untuk membudayakan hidup bersih untuk mencegah manusia bersentuh langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya, dengan harapan dapat menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia.Sanitasi lingkungan sering dikaitkan dengan status kesehatan suatu lingkungan yang mencakup perumahan, pembuangan kotoran, penyediaan air bersih dan sebagainya. Sanitasi lingkungan dapat pula di artikan sebagai kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan dan mempertahankan standar kondisi lingkungan yang mendasar yang mempengaruhi kesejahteraan manusia.Kondisi tersebut mencakup :1.Pasokan air yang bersih dan aman2.Pembuangan limbah dari hewan, manusia dan industry3.Perlindungan makanan dari kontaminasi biologis dan kimis4.Udara bersih dan aman5.Rumah yang bersih dan aman.Definisi lain dari sanitasi adalah segala upaya yang dilakukan untuk menjamin terwujudnya kondisi yang memenuhi persyaratan kesehatan.Sementara beberapa definisi lainnya menitik beratkan pada pemutusan mata rantai kuman dari sumber penularannya dan pengendalian lingkungan.2. Sanitasi LingkunganSanitasi lingkungan adalah pencegahan penyakit dengan jalan pengawasan tidak hanya terhadap lingkungan fisikmanusia saja tetapi juga pengawasan terhadap lingkungan biologis, sosial dan ekonomi yang dapat mempengaruhi kesehatanmanusia. Sanitasi lingkungan sangat berperan juga terhadap sanitasi makanan yangmeliputi kegiatan usaha yang ditujukan kepada semua tindakan pada semua tingkatan, sejakmakanan dibeli, disimpan, diolah sampai disajikanuntukmelindungi agar konsumen tidak dirugikan kesehatannya.Usaha-usahasanitasi tersebut antara lainmeliputi:keamananmakanan danminuman yang disediakan, hygiene perorangan dan praktek-praktek penangananmakananoleh karyawan yang bersangkutan, keamanan terhadap penyediaan, pengolahan pembuangan air limbah dankotoran, perlindunganmakanan terhadap kontaminasi selama dalam proses pengolahan, penyajian dan penyimpanan serta pencucianya, kebersihan dan penyimpanan alatalat atau perlengkapan. Selain itu, bagi Industri pangan airmerupakan urat nadi kehidupan.Airmempunyai tiga fungsi yaitu sebagai bahan olah atau pencampur, sebagaimedia atau sarana proses,misalnya sebagai pemanas, air pedingin dan sebagai sarana pembersih .Pada fungsi pertama air akan menjadi bagian dari produk pangan,sedang kanpada fungsi kedua dan ketiga air tidakmenjadi bagian, namun langsung atau tidak langsung akan kontak dengan produk pangan berartimempunyai potensi sebagai pencemar. Masing-masing penggunaan airmemerlukan perlakuan sanitasi. Air yang digunakan untukmemasakmaupununtukmencuci harus berasal dari sumber-sumber yang memenuhi standar air, yaitumemenuhi syarat fisik, kimia, bakteriologis. Karakteristik fisikSebagian besar terdiri dari air dan sebagian kecil terdiri dari bahan-bahan padat dansuspensi. Terutama air limbah rumah tangga, biasanya berwarna suram sepertilarutansabun, sedikit berbau. Kadang-kadang mengandung sisa-sisa kertas, berwarna bekascucian beras dan sayur, bagian-bagian tinja, dan sebagainya.2. Karakter kimiawiBiasanya air buangan ini mengandung campuran zat-zat kimia anorganik yang berasaldari air bersih serta bermacam-macam zat organik berasal dari penguraian tinja, urinedan sampah-sampah lainya. Oleh sebab itu, pada umumnya bersifat basah pada waktumasih baru, dan cenderung ke asam apabila sudah memulai membusuk. Substansiorganic dalam air buangan terdiri dari dua gabungan, yakni :a. Gabunganyang mengandung nitrogen, misalnya: urea, protein, amine, danasamamino.b. Gabungan yang tak mengandung nitrogen, misalnya: lemak, sabun, dankarbuhidrat,termasuk selulosa. Karakteristik bakteriologisKandungan bakteri pathogen serta organisme golongan coli terdapat juga dalam airlimbah tergantung darimana sumbernya, namun keduanya tidak berperan dalamproses pengolahan air buangan. Sesuai dengan zat-zat yang terkandung di dalam air limbah ini, maka air limbah yangtidak diolah terlebih dahulu akan menyebabkan berbagai gangguan kesehatanmasyarakat dan lingkungan hidup antara lain :a. Menjadi transmisi ataumedia penyebaran berbagai penyakit, terutama:kholera, typhus abdominalis, desentri baciler.b. Menjadimedia berkembangbiaknyamikroorganismepathogen.c. Menjadi temoat-tempat berkembang biaknyanyamuk atau tempat hiduplarvanyamuk.d. Menimbulkanbau yangtidak enak serta pandangan yang tidak sedap.e. Merupakan sumber pencemaranair permukaan, tanah,dan lingkungan hidup lainya.f. Mengurangi prodduktivitas manusia, karena orang bekerja dengan tidak nyaman dan sebagainya.

3. Pentingnya Menciptakan Sanitasi yang BaikSanitasi yang buruk memungkinkan berbagai penyakit menular terus menyebar. Diantara penyakit manusia yang disebabkan oleh parasit schistosomiasis menempati peringkat kedua setelah malaria. Penyakit tersebut bersifat endemic di 74 negara berkembang dan menginfeksi 200 juta penduduk dan 20 juta diantaranya sangat menderita sebagai akibat dari penyakit tersebut.Ascariasis ditemukan di berbagai belahan dunia. Penularan dengan frekuensi kejadian tertinggi terjadi di Negaranegara tropis dan subtropics serta di wilayah yang sanitasinya buruk. Ascariasis merupakan salah satu penyakit parasit yang paling umum dijumpai. Penyakit Ascaris mengakibatkan 60.000 kematian setiap tahunnya terutama anak-anak.Infeksi trematode disebabkan oleh parasit yang menginfeksi manusia dan binatang. Di banyak wilayah, i