makalah kemasan aseptik

Download Makalah Kemasan Aseptik

Post on 21-Dec-2015

687 views

Category:

Documents

122 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Makalah mengenai kemasan aseptik yang terbuat dari kertas karton

TRANSCRIPT

Sebuah konverter DAC dengan input-input BCD seperti gambar dibawah, apabila diketahui bobot dari Bo = 0,2 volt, hitunglah :

PERJALANAN SEKOTAK TEH BOTOLPROSES PEMBUATAN KEMASAN ASEPTIK

MakalahDigunakan Untuk Memenuhi Persyaratan Mata Kuliah Pengantar Ilmu LingkunganInstitut Teknologi Nasional Malang

Oleh :

LUTFI ROZAQI: 1412902

KONSENTRASI TEKNIK ELEKTRONIKAJURUSAN TEKNIK ELEKTRO S-1FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRIINSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL MALANG2015

ii

KATA PENGANTARPuji syukur dipanjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini yang diberi judul Perjalanan Sekotak Teh Botol - Proses Pembuatan Kemasan Aseptik.Makalah ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memenuhi persyaratan kelulusan pada mata kuliah Pengantar Ilmu Lingkungan di Institut Teknologi Nasional Malang.Makalah ini dapat diselesaikan dengan dukungan dari berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dalam penyusunan makalah ini. Penulis menyadari bahwa pada penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, untuk itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat diharapkan demi perbaikan masa yang akan datang.

Malang, April 2015

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDULiKATA PENGANTARiiDAFTAR ISIiiiDAFTAR GAMBARivBAB I. PENDAHULUAN11.1 Latar Belakang Masalah11.2 Rumusan Masalah11.3 Tujuan dan Manfaat11.4 Batasan Masalah21.5 Sistematika Penulisan2BAB II. PEMBAHASAN32.1 Definisi Pengemasan Aseptik32.2 Proses Pembuatan Kemasan Aseptik42.2.1. Sterilisasi52.2.2. Proses Pengemasan7BAB III. PENUTUP10Kesimpulan10DAFTAR PUSTAKA11

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Contoh Kemasan Aseptik3Gambar 2.2 Contoh Alat Pengemasan Aseptik4Gambar 2.3 Proses Pengolahan Aseptis4Gambar 2.4a Hubungan antara suhu dengan waktu dalam sterilisasi UHT6Gambar 2.4b Hubungan antara suhu dengan waktu dalam sterilisasi konvensional di dalam wadah6Gambar 2.5 Lapisan Kemasan Aseptis8

iv

iii

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang MasalahBanyak kemasan dari banyak produk minuman dan makanan khususnya dalam format cair seperti teh, susu, aneka jus, puding, dan santan menggunakan kemasan kertas. Kemasan jenis ini disebut dengan kemasan aseptik atau biasanya juga dikenal dengan Tetra Pak yang diambil dari nama salah satu pionir perusahaan produsen kemasan aseptik. .Kemasan aseptik ini merupakan hasil inovasi teknologi. Kemasan ini terdiri dari beberapa lapisan yang terdiri dari polietilen, kertas, juga aluminium. Kemasan aseptik tidak hanya anti bocor, namun juga bisa melindungi isinya dari ancaman bakteri. Karena kelebihannya ini, banyak produk yang kemudian dikemas dengan menggunakan kemasan aseptik. Alhasil, jumlah total kemasan aseptik yang digunakan di seluruh dunia setiap tahunnya.Terdapat berbagai proses dalam pembuatan kemasan aseptik, dengan disusunnya makalah ini diharapkan dapat menginformasikan bagaimana proses pembuatan kemasan aseptik tersebut.1.2 Rumusan Masalah Rumusan masalah yang akan dibahas pada makalah adalah :1. Apa saja proses dalam pembuatan kemasan aseptik?1.3 Tujuan dan ManfaatTujuan dari pembahasan makalah ini adalah :1. Mengetahui proses dalam pembuatan kemasan aseptik.Manfaat dari makalah adalah:1. Dapat memberi informasi mengenai proses pembuatan kemasan aseptik.

1.4Batasan MasalahMasalah yang akan dibatasi pada pembahasan dari makalah ini adalah :1. Hanya membahas proses pembuatan kemasan aseptik dengan jenis wadah kertas.1.5Sistematika PenulisanSistematika penulisan makalah meliputi :Bab. 1 : PendahuluanYang meliputi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat pembahasan, batasan masalah, dan sistematika penulisan dari makalah.Bab. 2 : PembahasanDalam bab ini memuat tentang kajian teori dan data-data referensi yang dibahas di dalam makalah.Bab. 3 : PenutupBab ini berisikan kesimpulan dari yang dihasilkan dari bahasan pada makalah.

2

3

13

BAB IIPEMBAHASAN

2.1 Definisi Pengemasan AseptikAseptik berarti bebas dari infeksi. Aseptik adalah keadaan bebas dari mikroorganisme penyebab penyakit. Teknik aseptik atau asepsis adalah segala upaya yang dilakukan untuk mencegah masuknya mikroorganisme ke dalam benda hidup atau benda mati yang kemungkinan besar akan mengakibatkan infeksi. Tindakan asepsis ini bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan mikroorganisme yang terdapat pada permukaan benda hidup atau benda mati (Para kontributor Wikipedia, 2014).

Gambar 2.1 Contoh Kemasan Aseptik(greenlifestyle.or.id, 2009)Pengemasan aseptik atau pemrosesan aseptik adalah aktivitas memproses produk seperti makanan dan farmasi ke dalam kemasan aseptik untuk menjaga sterilitasnya. Sterilisasi dapat dilakukan sebelum produk dimasukan ke dalam kemasan atau setelahnya. Sterilisasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan sistem UHT (Ultra High Temperature) dengan temperatur yang sangat tinggi (135-150C) selama 2-5 detik sehingga nutrisi produk tetap terjaga. Kemasan aseptik umumnya terbuat dari berbagai macam bahan dan berlapis dengan jenis bahan lebih dari satu (Para kontributor Wikipedia, 2014).

2.2 Proses Pembuatan Kemasan Aseptik

Gambar 2.2 Contoh Alat Pengemasan Aseptik(tetrapak.com, tanpa tahun)Untuk keberhasilan proses aseptis bahan pangan, maka ada beberapa persyaratan yang diperlukan, yaitu : Peralatan yang dapat disterilkan Produk steril secara komersial Kemasan yang steril secara komersial Ruang steril dalam mesin pengemas, tempat pengisian produk steril ke dalam kemasan steril dan penutupan secara hermatis Ada monitoring dan pencatat faktor-faktor kritis

Gambar 2.3 Proses Pengolahan Aseptis(Purwiyatno Hariyadi, 2014)Dalam sistem pengemasan aseptis, produk dan wadah pengemas disterilisasisecara terpisah, kemudian dilakukan pengisian produk ke dalam wadah dalam lingkungan steril sehingga diperoleh produk steril dalam kemasan yang tahan disimpan dalam jangka waktu lama (chokee, 2010).

2.2.1. SterilisasiSterilisasi produk dalam sistem aseptis dilakukan dengan sistem alir atau sistem UHT (Ultra High Temperature), yaitu pemanasan dengan suhu yang sangat tinggi (135-150C) selama 2-5 detik.Pemanasan produk dengan sistem UHT dalam pengemas aseptis dapat dibagi menjadi 2 kategori utama, yaitu:1. Sistem pemanasan langsung, yaitu sistem dimana terjadi kontak langsung antara medium pemanasan dam hal ini uap panas dengan produk yang dipanaskan. Dalam sistem pemanasan langsung terdapat dua cara yaitu : 1) cara injeksi uap dimana uap panas disuntikkan ke dalam produk, dan 2) cara infusi dimana produk diinfusikan ke dalam aliran uap panas.Pindah panas terutama disebabkan kondensasi uap mencapai sekitar 10 persen dari produk. Sehingga untuk mempertahankan kadar padatan produk, perlu diuapkan dengan vakum. Pada sistem injeksi uap, uap panas disemprotkan ke dalam aliran produk menggunakan injektor. Suhu uap mencapai 140-146C dengan waktu tinggal sekitar 4 detik. Suhu produk yang disterilisasi mencapai 137-138 persen. Pada proses infusi produk, produk didispersikan ke dalam ruang infusi yang berisi uap panas.2. Sistem pemanasan tidak langsung, yaitu sistem dimana medium pemanas tidak kontak langsung dengan produk. Panas ditransfer melalui permukaan (biasanya stainless steel). Pada sistem pemanasan tidak langsung ada 3 macam cara, yaitu : 1) heat exchanger tipe konvensional yang berupa lempengan atau plate dan 2) tipe saluran atau tubular, dan 3) Scraped-Surface Heat Exchanger.

a. Sterlisisasi UHT b. Sterilisasi dalam WadahGambar 2.4 Hubungan antara suhu dengan waktu dalam a) sterilisasi UHT dan b) Sterilisasi konvensional di dalam wadah.(chokee, 2010)Pada prinsipnya dalam sistem UHT terjadi kenaikan suhu secara cepat untuk mencapai suhu mendekati 150C, dimana dalam sistem tidak langsung dibutuhkan waktu lebih lama untuk mencapainya dibanding dengan sistem langsung. Proses seluruhnya akan selesai dalam waktu satu sampai dua menit. Waktu yang dibutuhkan dalam sistem UHT jauh lebih singkat dibandingkan dengan cara sterilisasi konvensional di dalam wadah.Proses sterilisasi kemasan dengan menggabungkan antara peroksida dan sinar ultraviolet sudah diterapkan oleh perusahaan kemasan lamintaing seperti Tetra Pak. Dalam hal ini sterilisasi dilakukan dalam dua tahap, yaitu : Tahap pertama, bahan kemasan berupa kotak karton berlaminasi (terdiri dari kotak karton yang diberi plastik tipis dan dilapisi dengan alumunium foil), dilewatkan pada bak berisi hidrogen peroksida, dimana derajat sterilisasi tergantung pada waktu dan suhu yang digunakan. Misalnya waktu sterilisasi 6.5 detik dengan konsentrasi H2O2 30% dan suhu 65C, atau selama 5 detik pada suhu 76C Tahap kedua, bahan kemasan dikeringkan dengan udara panas untuk menghilangkan sisa H2O2.Sinergisme antara larutan H2O2 dengan sinar ultraviolet sudah lama diterapkan untuk pengawetan bahan pangan yang bertujuan untuk memperpanjang umur simpan (extended shelf life=ESL), tapi produk ESL ini masih membutuhkan penyimpanan pada suhu rendah (refrigerasi). Produk ESL yang dikemas membutuhkan standard higenis tapi tidak seketat standard yang ditetapkan dalam kemasan aseptis.Pada proses aseptis yang tradisional, peroksida diaplikasikan ke bahan kemasan dengan cara menyemprot atau mengkondensasikan gas H2O2 pada permukaan bahan kemasan. Konsentrasi peroksida yang digunakan biasanya sekitar 2% dengan waktu 2-4 detik. Bahan kemasan yang masih basah dan mengandung H2O2 kemudian diberi sinar UV, kemudian kemasan dikeringkan dengan udara panas untuk menghilangkan sisa H2O2.Saat ini kombinasi antara peroksida dan UV telah dikembangkan oleh Tetra Pak, dimana sinar UV diberikan setelah kemasan dikeringkan dengan udara panas. Sinar UV lebih efektif untuk membunuh mikroorgansime patogen