makalah kelompok pjt - litosfer

23
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bumi ini tersusun dari beberapa lapisan yaitu lapisan barisfer, lapisan antara,dan lapisan litosfer. Barisfer merupakan lapisan inti bumi yang tersusun dari lapisannife (nikel dan ferum). Sedangkan lapisan antara adalah lapisan yang terletak di atasnife (nikel dan ferum) yang merupakan bahan cair dan berpijar. Adapun litosfer adalah lapisan paling luar yang berada di atas lapisan antara. Litosfer merupakan lapisan bumi paling atas yang merupakan tempat tinggal mahkluk hidup, baik oleh manusia, hewan dan tanaman. Semua akifitas manusiadilakukan di lapisan litosfer. Manusia tinggal, berkembang biak, bekerja dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar di lapisan ini. Lapisan litosfer memiliki beragam bentuk, ada yang berupa pegunungan,dataran tinggi, dataran rendah, maupun sungai. Perbedaan bentuk ini dipengaruhi oleh beberapa faktor alam yaitu tenaga endogen dan eksogen bumi. Perbedaan bentuk muka bumi ini menyebabkan pengaruh yang berbeda terhadap kehidupan manusia. Oleh sebab itu, kita perlu mengkaji lebih dalam mengenai litosfer, bahan-bahan penyusunnya serta pengaruhnya terhadap kehidupan manusia. 1 | Penginderaan Jauh Terapan

Upload: chery-tobondo

Post on 27-Jan-2016

118 views

Category:

Documents


4 download

DESCRIPTION

Geografi

TRANSCRIPT

Page 1: Makalah Kelompok PJT - Litosfer

BAB IPENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Bumi ini tersusun dari beberapa lapisan yaitu lapisan barisfer, lapisan

antara,dan lapisan litosfer. Barisfer merupakan lapisan inti bumi yang tersusun

dari lapisannife (nikel dan ferum). Sedangkan lapisan antara adalah lapisan yang

terletak di atasnife (nikel dan ferum) yang merupakan bahan cair dan berpijar.

Adapun litosfer adalah lapisan paling luar yang berada di atas lapisan antara.

Litosfer merupakan lapisan bumi paling atas yang merupakan tempat

tinggal mahkluk hidup, baik oleh manusia, hewan dan tanaman. Semua akifitas

manusiadilakukan di lapisan litosfer. Manusia tinggal, berkembang biak, bekerja

dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar di lapisan ini.

Lapisan litosfer memiliki beragam bentuk, ada yang berupa

pegunungan,dataran tinggi, dataran rendah, maupun sungai. Perbedaan bentuk ini

dipengaruhi oleh beberapa faktor alam yaitu tenaga endogen dan eksogen bumi.

Perbedaan bentuk muka bumi ini menyebabkan pengaruh yang berbeda terhadap

kehidupan manusia. Oleh sebab itu, kita perlu mengkaji lebih dalam mengenai

litosfer, bahan-bahan penyusunnya serta pengaruhnya terhadap kehidupan

manusia.

Dalam kaitannya dengan Studi Pengideraan Jauh, Litosfer erat kaitannya

dengan persebaran batuan, pembuatan peta topografi, pengukuran sesar melalui

citra satelit.

Penggunaan data penginderaan jauh dalam bidang kebumian (bagian

khusus dari Litosfer) pada dasarnya adalah mengenal dan memetakan obyek

dan parameter kebumian yang spesifik, menafsirkan proses

pembentukannya dan menafsirkan kaitannya dengan aspek lain. Data

penginderaan jauh dicirikan oleh data yang dikumpulkan dari suatu daerah yang

sangat luas dalam waktu yang sangat singkat. Data yang diperoleh adalah

data hasil radiasi dan emisi energi elektromagnetik yang berasal dari

semua obyek yang ada dipermukaan bumi dan direkam diatas pita magnetik.

1 | P e n g i n d e r a a n J a u h T e r a p a n

Page 2: Makalah Kelompok PJT - Litosfer

B. Rumusan masalah

1. Apa yang dimaksud dengan litosfer?

2. Bagaimana struktur dan lapisan bumi itu?

3. Apa saja yang dapat dianalisis dalam citra Geologi?

C. Tujuan Penulisan

Tujuan pembuatan makalah ini adalah:

1. Untuk memenuhi tugas kelompok Penginderaan Jauh Terapan.

2. Untuk dijadikan bahan dalam kegiatan diskusi.

3. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai “Litosfer serta aplikasi

Penginderaan Jauh Terapan dalam bidang Ilmu Litosfer”.

2 | P e n g i n d e r a a n J a u h T e r a p a n

Page 3: Makalah Kelompok PJT - Litosfer

BAB IIPEMBAHASAN

A.  PENGERTIAN LITOSFER

Litosfer adalah kulit terluar dari planet berbatu. Litosfer berasal dari kata

Yunani, litosfer berasal dari kata lithos artinya batuan, dan sphere artinya lapisan.

Secara harfiah litosfer adalah lapisan bumi yang paling luar atau biasa disebut

dengan kulit bumi. Litosfer merupakan lapisan batuan/ kulit bumi yang bulat

dengan ketabalan kurang lebih 1200 km. Ahli- ahli geofisika menggunakan istilah

litosfer dalam pengertian yang lebih terbatas yaitu kulit luar bumi yang tipis,

disebut kerak (crust). 

 Pada lapisan ini pada umumnya terjadi dari senyawa kimia yang kaya akan Si02,

itulah sebabnya lapisan litosfer sering dinamakan lapisan silikat dan memiliki

ketebalan rata-rata 30 km yang terdiri atas dua bagian, yaitu Litosfer atas

(merupakan daratan dengan kira-kira 35% atau 1/3 bagian) dan Litosfer bawah

(merupakan lautan dengan kira-kira 65% atau 2/3 bagian).

Bumi tersusun dari beberapa lapisan yaitu :

a.       Kulit bumi (lithosfer)

Lapisan ini pada kedalaman 50-200 km, tebalnya sekitar 1200 km, dengan masa

jenis rata-rata 2,9 gram/cc. Lithosfer disebut juga kulit bumi terdiri dua bagian

yaitu:

Lapisan sial yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silisium dan

alumunium, senyawanya dalam bentuk SiO2 dan Al2O3. Lapisan ini

memilikiketebalan rata-rata 35Km.

Lapisan Sima yaitu lapisan bumi yang disusun oleh logam-logan sillisium

dan magnesium dalam bentuk senyawa SiO2 dan MgO. Lapisan ini

mempunyai berat jenis yang lebih besar daripada lapisan sial, karena

mengandung besi dan magnesium yaitu mineral ferromagnesium dan

batuan basalt. Lapisan ini bersifat elastis dan mempunyai ketebalan rata-

rata 65Km.

3 | P e n g i n d e r a a n J a u h T e r a p a n

Page 4: Makalah Kelompok PJT - Litosfer

b.      Selimut (Mantel)

Lapisan ini mempunyai 2 bagian berturut-turut :

§  Mesosfer : Lapisan ini dikedalaman sekitar 2900 km, wujudnya padat terletak

dibawah atenosfer dengan ketebalan 2400-2750 km.

§  Astenosfer : Lapisan ini dikedalaman 700 km, wujudnya agak kental tebalnya

100-400km. Diduga lapisan ini tempat formasi magma.

c.       Inti Bumi (Barisfer atau Centrosfer)

Terdiri atas dua bagian, yaitu inti luar (outer core) dan inti dalam (core). Lapisan

inti luar merupakan satu-satunya lapisan cair. Inti luar terdiri atas besi, nikel, dan

oksigen. Lapisan ini mempunyai tebal ±2.255 kilometer. Adapun lapisan inti

dalam setebal ±1.200 kilometer. Inti dalam merupakan bola logam yang padat dan

mampat, bersuhu sangat panas sekitar 4.500°C. Lapisan ini terbentuk dari besi dan

nikel padat. Lapisan inti dalam merupakan pusat bumi.

B. MENGENAL DAN MENAFSIR OBYEK GEOLOGI PADA CITRA

Kondisi geologi suatu daerah biasanya sangat komplek, oleh karena itu

untuk memperoleh hasil penafsiran yang maksimal diperlukan suatu penafsiran

yang sifatnya analisis. Berikut ini beberapa obyek geologi yang yang bisa dikenal

dan ditafsirkan diatas selembar citra.

A. Struktur Patahan (Sesar) Seringkali suatu patahan dicirikan oleh suatu kelurusan yang dikenal sebagai

lineament. Pada dasarnya lineament itu sendiri tidak selalu berbentuk garis lurus

(linear). Suatu patahan yang besar dapat memberikan bentuk yang linear dan

sangat tipis, terutama apabila patahan itu terjadi di daerah yang morfologinya

berbukit bukit atau berupa dataran aluvial.

Kelurusan itu sendiri tidak selalu berkaitan dengan patahan dan tidak dapat

dipakai sebagai bukti adanya patahan. Jadi hanya kelurusan-kelurusan yang

4 | P e n g i n d e r a a n J a u h T e r a p a n

Page 5: Makalah Kelompok PJT - Litosfer

diakibatkan oleh pergerakan tektonik saja yang dapat menunjukan suatu

kenampakan tertentu yang bisa dipakai sebagai indikator suatu patahan atau sesar.

1) Penafsiran patahan berdasarkan jejak-jejak lapisan. Adanya perbedaan jejak-jejak lapisan dapat dikembangkan untuk mengenal suatu

patahan, yaitu:

a) Pergeseran suatu jejak lapisan (displaced structural pattern of bedding

trace);

b) Jejak perlapisan yang terputus (bedding trace off set);

c) Jejak perlapisan yang membentuk sudut lancip (acute angel of bedding

trace);

d) Pola jejak perlapisan yang berbeda (different pattern of bedding trace);

e) Jejak perlapapisan yang menghilang pada satu sisi (no pattern on one side

of bedding trace).

5 | P e n g i n d e r a a n J a u h T e r a p a n

Page 6: Makalah Kelompok PJT - Litosfer

6 | P e n g i n d e r a a n J a u h T e r a p a n

Page 7: Makalah Kelompok PJT - Litosfer

7 | P e n g i n d e r a a n J a u h T e r a p a n

Page 8: Makalah Kelompok PJT - Litosfer

8 | P e n g i n d e r a a n J a u h T e r a p a n

Page 9: Makalah Kelompok PJT - Litosfer

2). Penafsiran patahan berdasarkan arah kemiringan dan inklinasi Perbedaan arah kemiringan dan inklinasi pada daerah yang berdampingan

dapat dipakai petunjuk adanya suatu patahan (sesar) diantara kedua daerah tersebut.

9 | P e n g i n d e r a a n J a u h T e r a p a n

Page 10: Makalah Kelompok PJT - Litosfer

3).

Penafsiran patahan berdasarkan perbedaan warna Untuk mendeliniasi jenis batuan adalah dengan cara melihat penyebaran

warna yang ada pada citra, akan tetapi umumnya citra mempunya probalitasnya

warna yang sangat bervariasi. Adanya pergeseran yang terjadi pada batuan dasar

dapat juga dipakai sebagai pengenal perkembangan dari suatu patahan / sesar.

10 | P e n g i n d e r a a n J a u h T e r a p a n

Page 11: Makalah Kelompok PJT - Litosfer

B. Struktur Perlipatan

Kenampakan suatu lapisan batuan pada citra merupakan informasi kunci

yang sangat penting untuk mengetahui suatu bentuk lipatan. Analisa jenis lipatan

akan menjadi lebih akurat lagi, terutama pada satuan batuan yang homogen sudut

kemiringan lapisannya tampak jelas di kedua sayapnya.

1). Penafsiran struktur lipatan berdasarkan suksesi dan kemiringan lapisan

Ada 2 pola perlapisan, yaitu pola perlapisan yang berbentuk oval dan yang

berbentuk paralel, seperti yang diperlihatkan pada gambar 1-13. Pola perlapisan

yang berbentuk cekung dapat dipakai sebagai petunjuk bahwa lipatannya

berbentuk asimetri. Metoda superimpose dari peta topografi dan citra satelit dapat

juga dipakai untuk menentukan jurus dan kemiringan lapisan, metoda ini adalah

metoda yang konvensional.

11 | P e n g i n d e r a a n J a u h T e r a p a n

Napal

konglomerat

batugamping

batu pasir

lempung

Page 12: Makalah Kelompok PJT - Litosfer

2). Penafsiraan struktur perlipatan berdasarkan suksesi lapisan Kasus ini seringkali dijumpai pada citra, penelusuran perlapisan tidak

melibatkan gawir-gawir lapisan tertentu. Pada daerah yang relatif agak datar,

seperti perbukitan dengan daerah dataran aluvial umumnya sering dijumpai.

Kedua lipatan baik sinklin maupun antiklin dapat diketahui dari citra.

12 | P e n g i n d e r a a n J a u h T e r a p a n

Page 13: Makalah Kelompok PJT - Litosfer

13 | P e n g i n d e r a a n J a u h T e r a p a n

Page 14: Makalah Kelompok PJT - Litosfer

C. IDENTIFIKASI LITOLOGI DAN DELINIASI SEBARAN BATUAN

Identifikasi obyek dan parameter jenis-jenis batuan (kelompok batuan) dan

penyebaran satuan batuan pada citra dilakukan secara fotomorfik artinya

mengandalkan apa yang nampak pada citra, dengan menggunakan unsur-unsur

dasar penafsiran citra yaitu rona warna, tekstur, bentuk, pola, ukuran, dan asosiasi.

Warna/rona merupakan unsur yang paling dominan digunakan untuk

mengenali persebaran batuan atau mendeliniasi dalam penafsiran visual ini.

Tampilan citra yang komposit akan lebih mempermudah untuk mengenali satuan

batuan. Citra komposit merupakan citra yang mampu memperlihatkan perbedaan

informasi geologi maupun geografi yang sangat jelas dan citra komposit ini telah

dibuktikan sebagai citra yang paling baik untuk pemetaan fenomena geologi.

Penarikan (deliniasi) batas sebaran batuan (litologi) atau satuan batuan

pada citra dapat dilakukan dengan mendasarkan sifat-sifat dari fotomorfik citra,

yaitu antara lain mendasarkan pada kenampakan rona warna yang sama, tekstur

yang sama, pola atau bentuk yang sama, atau berdasarkan hubungan diantara

asosiasi rona warna, tekstur dan bentuk obyek geologi di dalam citra. Berikut ini

beberapa contoh penarikan (deliniasi) batas persebaran batuan atau satuan batuan

yang tampak pada suatu citra, yaitu :

14 | P e n g i n d e r a a n J a u h T e r a p a n

Page 15: Makalah Kelompok PJT - Litosfer

1) Penarikan batas litologi (batuan) berdasarkan rona warna dan tekstur

15 | P e n g i n d e r a a n J a u h T e r a p a n

Page 16: Makalah Kelompok PJT - Litosfer

2) Penarikan batas dan penyebaran batuan berdasarkan rona warna dan tekstur

16 | P e n g i n d e r a a n J a u h T e r a p a n

Page 17: Makalah Kelompok PJT - Litosfer

3). Penarikan batas dan penyebaran satuan batuan berdasarkan rona warna,

tekstur, dan jejak-jejak lapisan.

17 | P e n g i n d e r a a n J a u h T e r a p a n

Page 18: Makalah Kelompok PJT - Litosfer

18 | P e n g i n d e r a a n J a u h T e r a p a n

Page 19: Makalah Kelompok PJT - Litosfer

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Litosfer adalah kulit terluar dari planet berbatu. Litosfer berasal dari kata

Yunani, litosfer berasal dari kata lithos artinya batuan, dan sphere artinya lapisan.

Studi Geologi merupakan salah satu bidang ilmu yang mmbahas litosfer

secara mendalam, khususnya mengenai batuan dan persebarannya.

Ada beberapa teknik yang digunakan dalam menentukan posisi atau

tempat persebaran batuan, salah satunya dengan menggunakan citra satelit dengan

beberapa model penfsiran, seperti penfsiran struktur lipatan dalam citra dan

identifikasi litologi dan deliniasi sebaran batuan.

19 | P e n g i n d e r a a n J a u h T e r a p a n

Page 20: Makalah Kelompok PJT - Litosfer

REFERENSI :

Anonim ,http://taufikhidayat93.blogspot.com/2012/05/makalah-litosfer.html diakses 14 Maret 2014.

PDF,http://www.docstoc.com/myoffice/recommendations?docId=159719865&download=1 diakses 14 Maret 2014.

20 | P e n g i n d e r a a n J a u h T e r a p a n