keb eliminasi (repaired)

Download Keb Eliminasi (Repaired)

Post on 27-Oct-2015

41 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

askep

TRANSCRIPT

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan YME atas Rahmatnya sehingga kami dapatmenyelesaikan tugas makalah ini yang membahas tentang kebutuhan dasar eliminasi.Terima kasih kami ucapkan kepada para pengajar atas bimbingan dan pendidikan yangdiberikan sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik.Makalah ini merupakan hasil diskusi kelompok kami dengan materi eliminasi.Pembahasan di dalamnya kami dapatkan dari kuliah, browsing internet, diskusi anggota, dll.Dengan pemahaman berdasarkan pokok bahasan masalah kebutuhan dasar eliminasi padamanusia.Kami sadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Kritik dan saran yangmembangun dari semua pihak sangat kami harapkan demi kesempurnaannya.Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnyabagi kami yang sedang menempuh pendidikan dan dapat dijadikan pelajaran bagi temantemandan kami khususnya.

Konsep dasarA. Pengertian EliminasiMenurut kamus bahasa Indonesia, eliminasi adalah pengeluaran, penghilangan,penyingkiran, penyisihan.Dalam bidang kesehatan, Eliminasi adalah proses pembuangansisa metabolisme tubuh baik berupa urin atau bowel (feses).Eliminasi pada manusiadigolongkan menjadi 2 macam, yaitu:1. DefekasiBuang air besar atau defekasi adalah suatu tindakan atau proses makhluk hidupuntuk membuang kotoran atau tinja yang padat atau setengah-padat yang berasaldari sistem pencernaan (Dianawuri, 2009).2. MiksiMiksi adalah proses pengosongan kandung kemih bila kandung kemih terisi. Miksi inisering disebut buang air kecil.Sistem tubuh yang berperan dalam prose eliminasi alvi (buang air besar) adalah sistem gastrointestinal bawah yang meliputi usus halus dan usus besar.Usus halus terdiri atas duodenum, jejenum dan ileum dengan panjang kurang lebih 6 meter dan berdiameter 2,5 cm, serta berfungsi sebagai tempat absorpsi elektrolit Na, Cl, K, Mg, HCO3, dan Ca. Usus besar dimulai dari rektum, kolon hingga anus yang memiliki panjang kurang lebih 1,5 meter atau 50-60 inci dengan diameter 6cm. Usus besar merupakan bagian bawah atau bagian ujung dari saluran pencernaan, dimulai dari katup ileum sampai ke dubur (anus).Batas antar usus besar dan ujung usus halus adalah katup ileocaecal. Katup ini biasanya mencegah zat yang masuk ke usus besar sebelum waktunya, dan mencegah produk buangan untuk kembali ke usus halus. Produk buangan yang masuk ke usus besar berbentuk cair. Setiap hari saluran anus menyerap sekitar 800-1000 ml cairan. Penyerapan inilah yang menyebabkan feses mempunyai bentuk dan berwujud setengah padat. Jika penyerapan tidak baik, produk buangan cepat melalui usus besar, maka akan terlalu banyak air menyababkan feses berupa lunak dan berair. Jika feses terlalu lama dalam usus besar, maka feses menjadi kering dan dan keras.Kolon sigmoid mengandung feses yang sudah siap untuk dibuang dan diteruskan ke dalam rektum. Panjang rektum adalah 12 cm (5 inci), 2,5 inci merupakan saluran anus. Dalam rektum terdapat 3 lapisan jaringan transversal. Segitiga lapisan tersebut merupakan rektum yang menahan feses untuk sementara. Setiap lipatan mempunyai arteri dan vena.Gerakan peristaltik yang kuat dapat mendorong feses ke depan. Gerakan ini terjadi 1-4 kali dalam waktu 24 jam. Peristaltik sering terjadi sesudah makan. Biasanya 1/2 1/3 dari produk buangan hasil makanan dicernakan dalam waktu 24 jam, dibuang dalam feses, dan sisanya sesudah 24 48 jam berikutnya.Makanan yang diterima oleh usus dari lambung dalam bentuk setengah padat, atau dikenal dengan nama chyme, baik berupa air, nutrien maupun elektrolit kemudian akan diarbsorpsi. Usus akan mensekresi mukus, kalium, bikarbonat, dan enzim. Secara umum kolon berfungsi sebagai tempat arbsorpsi, proteksi, sekresi dan eliminasi. Proses perjalanan makanan dari mulut hingga rektum membutuhkan waktu kurang lebih 12 jam. Proses perjalanan makanan, khususnya pada daerah kolon, memiliki beberapa gerakan, diantaranya haustral suffing atau dikenal dengan gerakan mencampur zat makanan dalam bentuk padat untuk mengabsorpsi air ; kontraksi haustral atau gerakan mendorong zat makanan/air pada daerah kolon ; dan gerakan peristaltik, yaitu gerakan maju ke anus.Otot melingkar (sfingter) bagian dalam dan luar saluran abus menguasai pebuangan feses dan gas dari anus. Rangsangan motorik disalurkan oleh sistem simpatis dan rangsangan penghalang oleh sistem parasimpatis. Bagian dari sistem saraf ini memiliki sistem kerja yang berlawanan dan keseimbangan yang dinamis. Sfingter luar anus merupakan otot bergaris yang berada di bawah penguasaan parasimpatis. Baik di waktu sakit maupun sehat dapat terjadi gangguan pada fungsi normal pembuangan oleh usus yang dipengaruhi oleh jumlah, sifat cairan, makanan yang masuk, taraf kegiatan, dan keadaan emosi.

TANDA DAN GEJALA MASALAH ELIMINASISISA METABOLISME DAN SISA PENCERNAAN

Kebutuhan Eliminasi

Kebutuhan eliminasi terdiri atas dua, yakni eliminasi urine (sisa metabolisme) dan elimiasi alvi/kebutuhan buang air besar (sisa pencernaan)

Kebutuhan Eliminasi Urine

Organ Yang Berperan Dalam Eliminasi Urine

Organ yang berperan dalam terjadinya eliminasi urine adalah ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Peranan masing-masing organ tersebut diantaranya:A. GinjalGinjal merupakan organ retroperitoneal (di belakan selaput perut)nyang terdiri atas ginjal sebelah kiri dan kanan tulang punggung. Ginjal berperan sebagai pengatur komposisi dan volume cairan dalam tubuh. Ginjal juga menyaring bagian dari darah untuk di buang dalam bentuk urine sebagai zat sisa yang tidak di perlukan oleh tubuh.

B. kandung kemihKandung kemih merupakan sebuah kantong yang terdiri atas otot halus yang berfungsi sebagai penampung air seni / urine.

C. UretraUretra merupakan organ yang berfungsi untuk menyalurkan urine ke bagian luar. Fungsi uretra pada wanita mempunyai fungsi berbeda denagn yang terdapat pada pria. Pada pria, uretra digunakan sebagai tempat pengaliran urine dan sisitem reproduksi berukuran panjang 20 cm, sedangkan pada wanita memiliki panjang 4-6,5 cm san hanya berfungsi untuk menyalurkan urine ke bagian luar tubuh.

Komposisi urine:1. air (96 %)2. larutan (4 %)a. larutan organik (urea, amonia, kreatin dan asam urat)b. laarutan anorganik (natrium, klorida, kalium,sulfat)

Faktor Yang Mempengaruhi Eliminasi Urine

1. diet dan asupan (intake)jumlah dan tipe makanan merupakan faktor utama yang mempengaruhi jumlah urine. Protein dan natrium dapat menentukan jumlah urine yang di bentuk. Selain itu, minum kopi juga dapat meningkatkan pembentukan urine.2. respons keinginan awal untuk berkemihkebiasaan mengabaikan keinginan awal untuk berkemih dapat menyebabkan urine banyak tertahan di dalam vesika urinaria. Sehingga mempengaruhi ukuran vesika urinaria dan jumlah pengeluaran urine.3. gaya hidupperubahan gaya hidup dapat mempengaruhi pemenuhan kebutuhan eliminasi. Hal ini terkait dengan tersedianya fasilitas toilet.4. stres psikologismeningkatnya stres dapat meningkatkan frekuensi keinginan berkemih.5. tingkat aktivitas6. tingkat perkembangan7. kondisi penyakitkondisi penyakit dapat mempengaruhi produksi urime, seperti Diabetes Melitus8. Sosiokultural9. kebiasaan sesorang10. pemeriksaan diagnostik

Gangguan/Masalah Kebutuhan Eliminasi Urine

a. retensi urineretensi urine merupakan penumpukan urine dalam kandung kemih akibat ketidakmampuan kandung kemihuntuk mengosongkan kandong kemih.

Tanda klinis retensi:o ketidaknyamanan daerah pubiso distensi vesika urinariao ketidak sanggupan untuk berkemiho sering berkemih, saat vesika urinaria berisi sedikit urine. ( 25-50 ml)o ketidakseimbangan jumlah urine yang dikeluarkan dengan asupannyao meningkatkan keresahan dan keinginan berkemiho adanya urine sebanyak 3000-4000 ml dalam kandung kemih.

Penyebab:o operasi pada daerah abdomen bawah, pelvis vesika urinariao trauma sum sum tulang belakngo tekanan uretra yang tinggi karena otot detrusor yang lemaho sphincter yang kuato sumbatan (striktur uretra dan pembesaran kelenjar prostat)

b. Inkontinesia Urinemerupakan ketidakmampuan otot spinkter eksternal sementara atau menetap untuk mengontrol eksresi urin. Penyebab nya: proses penuaan (aging prodess), pembesaran kelnjar prostat, serta penurunan kesadaran serta penggunaan obat narkotik.

c. Enuresismerupakan ketidaksanggupan menahan kemih (ngompol) yang di akibatkan tidak mampu mengontrol sphincter eksterna. Biasanya enuresis terjadi pada anak atau orang jompo. Faktor penyebab:o Kapasitas vesika urinaria lebih besar dari normalo Vesika urinaria peka ransang, dan seterusnya tidak dapat menampung urine dalam jumlah besaro Suasana emosional yang tidak menyenangkan di rumaho Infeksi saluran kemih, perubahan fisik, atau neorologis sistem perkemihano Makanan yang banyak mengandung garam dan mineralo Anak yang takut jalan gelap untuk ke kamar mandi.

d. Perubahan Pola Eliminasi UrineMerupakan keadaan seseorang yang mengalami gangguan pada eliminasi urine karena obstruksi anatomis, kerusakan motorik sensorik, dan infeksi saluran kemih. Perubahan pola eliminasi urin terdiri atas:a. frekuensib. urgensic. disuriad. poliuriae. urinaria supresi.

Kebutuhan Eliminasi Alvi (Buang Air Besar)

Sistem Yang Berperan Dalam Eliminasi Alvi sistem tubuh yang berperan dalam proses eliminasi alvi (buang air besar) adalah sistem gastrointertinal yang meliputi usus halus dan usus besar. Usus halus terdiri atas duodenum, jejunum, dan ileum dengan panjang 6 m.

Proses Buang Air Besar (Defekasi) Defekasi adalah proses pengosongan usus yang sering disebut buang air besar.

Gangguan/ Masalah Eliminasi Alvia. konstipasimerupan keadaan individu yang mengalami atau berisisko tinggi mengalami stasis usus besa