desa mitra kerja uin sunan kalijaga dalam upaya

Download DESA MITRA KERJA UIN SUNAN KALIJAGA DALAM UPAYA

Post on 31-Dec-2016

218 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • DESA MITRA KERJA UIN SUNAN KALIJAGADALAM UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

    BERBASIS INTEGRASI-INTERKONEKSI(Tinjauan Evaluatif terhadap Tiga Wilayah Desa Binaan :

    Tegalpanggung, Kricak dan Prawirodirjan)

    Mardjoko Idris* dan Indal Abror**

    Abstract

    This article will identity the implementation of Villages DevelopmentPrograms (VDP) in three areas, Kelurahan Tegal Panggung, Krical Kricak,and Prawirodirjan byLPM-UINSunanKalijaga. Its has specification issueswhich can referred by another. The main project of VDP is improving the localmosques based social-beneficent. Each village has special purposes, such asin Tegalpanggung, the main program is empowering the local mosque to becenter of social activities. In Krical, the programs focused on productizing ofland for vegetables, etc. In Prawirodirjan, focused on mosque as entrepre-neur-center, like public toilet, public parking, sewing, and building rental

    Keywords: pembangunan desa, pemberdayaan masyarakat

    I. Pendahuluan

    A. LatarBelakang

    UIN sebagai lembaga pendidikan perguruan tinggi islam, tidak saja dituntutuntuk mengembangkan ilmu pengetahuan melalui pengajaran dan penelitian, ia jugaharus menyiapkan diri dan civitas akdemikanya menjadi agen perubahan social dalambentuk pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian tersebut dimaksudkan untukmempercepat proses pembangunan bangsa, terutama di daerah pedesaan.

    JURNAL PENELITIAN AGAMA, VOL XVII, NO. 3 SEPTEMBER-DESEMBER 2008 (.(.a

  • Mardjoko tdris, dkk., Desa Mitra Kerja UIN Sunon Kalijaga...

    Desa Binaan ataujuga sering disebut dengan istilah Desa Mitra Kerja adalahmerupakan salah satu bentuk program pengabdian kepada masyarakat y ang berusahamembantu masyarakat dalam peningkatan kualitas kehidupan keagamaan danpeningkatan taraf hidup masyarakat yang dilaksanakan oleh UIN Sunna Kalijagamelaui kegiatan LPM (Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat).

    Tujuan umum desa binaan adalah meningkatkan kemampuan masyarakat untukdapat membangun desa mereka secara swaday a dan dapat merealisasikan cita-cita, keinginan, dan kebutuhan mereka di dalam pembangunan desa mereka sendiri.Sedangkan tujuan operasionalnya adalah membantu mengembangkan sumber matapencaharian masyarakat melaui pengembangan kemampuan dan ketrampilan sertameningkatkan kadar swadaya masyarakat sebagai landasan yang kuat untukmencapai tingkat keberhasilan pembangunan yang lebih baik.1

    Secara lebih khusus dan oprasional, bagi masyarakat, pelaksanaan desa binaanatau desa mitra kerja dimaksudkan untuk mewujudkan tujuan-tujuan berikut ini:Pertama. Meningkatnyapemahaman, penghayatan, dan pengamalanajaran Islamdi kalangan masyarakat. Kedua, meningkatnya kemampuan dan ketrampilanmasyarakat untuk mengembangkan sumber mata pencaharian dan pendapatanmereka. Ketiga, meningkatnya kadar kesehatan keluarga dan masyarakat,pembinaan sehat lingkungan, perumahan serial, dan meningkatnya aktivitas belajarmasyarakat sebagai upaya untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas.Sedangkan bagi LPM UIN Sunan kalijaga sebagai lembaga penyelenggara, kegiatandesabinan atau mitra kerja ini dapat dijadikan sebagai laboratorium bagi segenapsivitas akademika UIN untuk melaksanakan parktek lapangan.

    Keberhasilan pelaksanaan desa binaan dapat dilihat dari dua sisi: Pertamadari penyelenggaraan yang berorientasi pada proses; Kedua, dapat dilihat dari sisikualitas. Keberhsilan proses penyelenggaraan Desa Binaa dapat dikatakan berhasil,mengingat semua rencanayang sudah ditulis dalam rencana program kerja telahterlaksana dengan baik. Sedangkan, dari sisi kualitas hams lebih menunggu dulubeberapa saat. Ini mengingat, tolok ukur yang digunakan antara lain ada atau tidaknyaperkembangan kehidupan masyarakat di lokasi tersebut kearah kehidupan yanglebih baik dari yang sebelumnya. Dengan kata lain, Desa Binaan dinyatakan berhasil

    1 Dirjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, Direktorat Jenderal Kelembagaan AgamaIslam Depag RI, Pedoman Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat Perguruan TinggiAgama Islam, Jakarta :2001 p. 3-4.

    JUKNAL PENELITIAN AGAMA, VOL XVII, NO. 3 5EPTEMBER-DESEMBER 2008

  • Mardjoko Idris, dkk., Desa Mitra Ker/o UIN Sunan Kalijaga...

    apabila dampak dari pelaksanaannya mempunyai dampak positip bagi masyarakat,yangditempuh dengan melalui proses pemberdayaan masyarakat.

    Setelah beberapa bulan berlalu, kini dampak Desa Binaan UIN Sunan Kalijagaterhadap masyarakat dapat dilihat dan dirasakan, setidaknya adanya perubahankondisi fisik, sosial, budaya, agama, dan ekonomi ke arah yang lebih baik. Lebihdari itu, perubahan juga nampak pada kualitas kehidupan masyarakat dalamberagama. Fenomena tersebut sangat nampak di tiga wilayah lokasi desa Binaan diTegalpanggung, Prawirodirjan, dan Kricak. Bahkan ketiga wilayah ini telah berhasilmengimplementasikan dan mengembangkan serta pada akhimya melahirkan ciri atauke-khasan sebuah wilayah desa binaan yang berbasis Integratif-Interkonektif. Wilayahlokasi Kricak dengan berbasis Lingkungan, Tegalpanggung dengan berbasis sosialkemasyarakatan, sedang Prawirodirjan tealah berbasis Wirausaha.2

    Dalam tataran realitas -selain tiga wiyalah di atas- sebagian dari 24 lokasidesa binaan tersebut juga telah menerapkan Pardigma Integratif-Interkonektif,sehingga mampu melahirkan ke-khasan sebagai wilayah desa binaan LPM UINSunan Kalijaga. Misalnya, yang terjadi di masyarakat wilayah Banjaroya kecamatanKalibawang, utamanya dalam pemberdayaan masjid. Pemberdayaanmasjid diwilayah tersebut sudah berubah ke arah lebih baik dan lebih mandiri bila dibandingdengan masa-masa sebelumnya. Masjid tidak lagi terlalu menggantungkan daribantuan masyarakat muslim sekitarnya, melainkan sudah mulai berkemampuanmenghidupi dirinya sendiri. Sekarang masjid telah mempunyai kekayaansekitar-18 ekor kambing dan 48 pohon jati. Semua itu menjad milik masjid, dan akan sertatelah dimanfaatkan seutuhnya untuk keperlun masj id.3

    B. Rumusan Masalah

    Agar pembahasan dalam penelitian ini mendalam dan terarah, maka pokokmasalah di atas dirinci ke dalam tiga sub-pokok masalah sebagai berikut:1. Bagaimana dampak Pelaksanaan Desa Binaan terhadap pemberdayaan

    masyarakat wilayah Prawirodirjan, Kricak, dan Tegalpanggung dalam aspekKeagamaan, Ekonomi, dan Sosial Budaya

    1 Tim Desa Binaan LPM UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Pedoman Lokal PelaksanaanDesa Binaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarla, 2007, p. 25

    ' Ibid., p. 27.

    JURNAL PENELITIAN AGAMA, VOL. XVII, NO. 3 SEPTEMBER-DESEMBER 2008 571

  • Mardjoko Idris, dkk.. Desa Mitra Kerja UIN Sunan Kalijaga...

    2. Faktor-faktor apa yang menyebabkan pelaksanaan Desa Binaan UIN SunanKalijaga mengalami keberhasilan, khususnya di tiga wilayah tersebut di atas.

    C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian.

    Secara khusus, peneli tian ini dilaksanakan dengan tujuan:1. UntukmengetahmStrategJvairediterapkan.hmgBatercapai keberhasilan dalam

    pelaksanaan Desa Binaan terutama di tiga wilayah tersebut.

    2. Untuk mengetahuiPampakpelaksanaan Desabinaandi Wilayah Prawirodirjan,Kricak, dan tegalpanggung, dalam aspek keagamaan, ekonomi, dan sosialbudaya.

    Selain yang dua tersebut di atas, itu pelaksanaan Kegiatan Pengabdian kepadaMasyarakat, termasuk di dalamnya Desa Binaan dapat dijadikan umpan balik (Feedback) bagi sebuah rancangan kegiatan penelitian, demikian pula sebaliknya.

    D. LandasanTcori

    Pada hakekatnya Desa Binaan atau Desa Mitra Kerja adalah salah satu darisekian banyak program kerja yang dikelola oleh LPM (Lembaga Pengabdian kepadaMasyarakat) di Perguruan Tinggi, termasuk UIN Sunan Kalljaga Yogyakarta. Adabeberapa program yang lain. Serjerti;pendidikanmasyarakat,pelayananmasyarakat,pembinaan masyarakat pantai, penerbitan jurnal, penerbtan buku keagamaan,pelatihan bagi mahasiswa, dan KKN (Kuliah Kerja Nyata) bagi mahasswa.pelaksanaan Program kerja tersebut dimaksudkan untuk lebih meningkatkan kualitaskehidupan keagamaan dan peningkatan taraf hidup masyarakat yang dilaksanakansecara berencana, berkesinambungan, dan terpadu.

    Maksud Berencana adalah bahwa kegiatan-kegialan yang dilaksanakan diprogram desa binaan tersebut, didasarkan kepada program yang disusun secaramatang, dengan didahului oleh proses penelitian, dan pengkajian yang mendalam.Maksud berkesinambungan adalah bahwa kegiatan pembinaan dilakukan secaraterus menerus secara berkesinambungan dan tanpa henti selama kurun waktu masapembinaan yang diprogramkan. Sedangkan maksud Terpadu adalah bahwa kegiatanpembinaan dilaksanakan dalam satu kesatuan program yang saling terkait dan salingmenunjang antar bidang garapan yang satu dengan bidang garapan yang lainnya.Dengan demikian, pemberdayaan dan pemecahan persoalan yang muncul di

    672 JURNAL PENELITIAN AGAMA. VOL XVII. NO. 3 SEPTEMBER-DESEMBER 2008

  • Mardjoko Idris. dkk., Desa Mitra Kerja UIN Sunon Ka/yaga...

    masyarakat dapat selesaikan secara imparsial dan bukan parsial.Berdasar pada paradigma tersebut di atas, dapat dikemukakan bahwa

    pelaksanaan desa binaan atau desa mitra kerja dinyatakan berhasil apabila dampakdari pelaksanaannya mempunyai dampak positip bagi masyarakat, atau masyarakatmenuju ke arahyang lebih baik jika dibandig dengan masa-masa sebelumnya, baikdampak terhadap kepada mahasiswa, masyarakat maupun lembaga pelaksana itusendiri.

    Adapun mengenai dampak Desa Binaan UIN Sunan Kalijaga terhadapmasyarakat dapat dilihat dari adanya perubahan kondisi fisik, sosial, budaya, agama,dan ekonomi ke arah yang lebih baik. Dan di tiga wilyah penelitian ini dampaktersebut sangat positip bagi masyarakat.

    Perubahan dimaksud dapat dikemukakan melalui ukuran-ukuran berikut sebagaiberikut; Pertama, kondisi keluarga pra-sakinah (II). Kedua, kondisi keluarga pra-sakinah (I). Ketiga, kondisi keluarg sakinah, dan Keempat, kondisi keluargapascasakinah.

    II. Metode Penelitian

    A. Metode Penentuan Subyek dan Obyek Penelit

Recommended

View more >