cb email.pdf

Download cb email.pdf

Post on 29-Jan-2016

216 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • BAB I

    A. Latar Belakang

    Telah menjadi rahasia umum bahwa manusia adalah mahluk yang unik. Munculnya anggapan seperti itu karena berdasarkan suatu realita, bahwa tidak ada manusia yang memiliki kepribadian yang sama. Sehingga hal itulah yang kadang-kadang menimbulkan kesulitan untuk mengerti kepribadian seseorang. Namun jika ditelusuri lebih jauh bagaimana sesungguhnya pembentukan kepribadian seseorang, maka hal itu bukanlah merupakan sesuatu yang aneh.

    Pembentukan kepribadian seseorang dapat dibentuk melalui interaksi sosial Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi. Ada aksi dan ada reaksi. Pelakunya lebih dari satu. Individu vs individu. Individu vs kelompok. Kelompok vs kelompok dll. Contoh guru mengajar merupakan contoh interaksi sosial antara individu dengan kelompok. Interaksi sosial memerlukan syarat yaitu Kontak Sosial ( terjadinya hubungan, sambungan atau sentuhan sosial antara dua orang atau lebih ) dan Komunikasi Sosial ( proses penyampaian pesan atau informasi dari satu pihak komunikator ke pihak lain komunikan dengan menggunakan symbol berupa kata-kata, suara, gerak isyarat, benda, dsb. )

    B. TUJUAN DAN MANFAAT

    1. Tujuan

    1. Tujuan dari penulisan ini guna melengkapi dan memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh nilai tugas mata kuliah Character Building

    2. Dengan dibuatnya makalah ini dapat membantu kita dalam memahami kepribadian individu lain dengan baik

    3. Belajar membuat makalah tentang MEMBENTUK KEPRIBADIAN MELALUI INTERAKSI SOSIAL

    2. Manfaat

    1. Dengan makalah ini diharapkan kita mampu membentuk kepribadian yang lebih baik

    2. Mengetahui kepribadian individu lain dengan baik dengan melalui interaksi social

    C. METODE dan PROSEDUR

    Metode yang digunakan penulis dalam penyusunan makalah ini yaitu dengan mengumpulkan informasi dari kuisioner yang dilaksanakan di kampus BSI Cikarang yang beralamat Jl. Cibarusah No.108 Cikarang Square, kepada setiap Mahasiswa/i yang berada di sekitar kampus BSI Cikrang. Contoh kuisioner seperti berikut :

  • BAB II

    DASAR PEMIKIRAN

    A. Kepribadian

    Kata kepribadian (personality) sesungguhnya berasal dari kata latin: pesona. Pada mulanya kata persona ini menunjuk pada topeng yang biasa digunakan oleh pemain sandiwara di zaman romawi dalam memainkan perannya. Lambat laun, kata persona (personality) berubah menjadi satu istilah yang mengacu pada gambaran sosial tertentu yang diterima oleh individu dari kelompok masyarakat, kemudian individu tersebut diharapkan bertingkah laku berdasarkan atau sesuai dengan gambaran sosial yang diterimanya.

    Kepribadian (Allport, 1971) adalah organisasi-organisasi dinamis dari sistem-sistem psikofisik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik/khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

    Karena tiap-tiap kepribadian adalah unik, maka sukar sekali dibuat gambaran yang umum tentang kepribadian. Yang dapat kita lakukan adalah mencoba mengenal seseorang dengan melalui interaksi sosialnya.

    A.I. Tipe-Tipe Kepribadian

    Pada dasarnya setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda satu sama lain. Penelitian tentang kepribadian manusia dilakukan para ahli sejak dulu kala. Kita mengenal Hippocrates dan Galenus yang mengemukakan bahwa manusia bisa dibagi menjadi empat golongan menurut keadaan zat cair yang ada dalam tubuhnya.

    1. Melancholicus (melankolisi), yaitu orang-orang yang banyak empedu hitamnya, sehingga orang-orang dengan tipe ini selalu bersikap murung atau muram, pesimistis dan selalu menaruh rasa curiga.

    2. Sanguinicus (sanguinisi), yakni orang-orang yang banyak darahnya, sehingga orang-orang tipe ini selalu menunjukkan wajah berseri-seri, periang atau selalu gembira, dan bersikap optimistis.

    3. Flegmaticus (flegmatisi), yaitu orang-orang yang banyak lendirnya. Orang-orang seperti ini sifatnya lamban dan pemalas, wajahnya selalu pucat, pesimis, pembawaannya tenang, pendiriannya tidak mudah berubah.

    4. Cholericus (kolerisi), yakni yang banyak empedu kuningnya. Orang bertipe ini bertubuh besar dan kuat, namun penaik darah dan sukar mengendalikan diri, sifatnya garang dan agresif.

    A.II. Faktor faktor yang mempengaruhi kepribadian : 1. Faktor genetik

    Dari beberapa penelitian bayi-bayi baru lahir mempunyai temperamen yang berbeda, Perbedaan ini lebih jelas terlihat pada usia 3 bulan. Perbedaan meliputi: tingkat aktivitas, rentang atensi, adaptabilitas pada perubahan lingkungan Sedangkan menurut hasil riset tahun 2007 Kazuo Murakami di Jepang menunjukan bahwa gen Dorman bisa distimulasi dan diaktivasi pada diri seseorang dalam bentuk potensi baik dan potensi buruk.

  • 2. Faktor lingkungan

    Perlekatan (attachment): kecenderungan bayi untuk mencari kedekatan dengan pengasuhnya dan untuk merasa lebih aman dengan kehadiran pengasuhnya dapat mempengaruhi kepribadian. Teori perlekatan (Jhon Bowlby) menunjukkan : kegagalan anak membentuk perlekatan yang kuat dengan satu orang atau lebih dalam tahun pertama kehidupan berhubungan dengan ketidakmampuan membentuk hubungan dengan orang lain pada masa dewasa (Bowlby , 1973).

    3. Faktor stimulasi gen dan cara berpikir

    Berdasarkan penelitian akhir 2007, yang dilakukan oleh Kazuo Murakami, Ph.D dari Jepang dalam bukunya The Divine message of the DNA. Menyimpulkan bahwa kepribadian sepenuhnya dikendalikan oleh gen yang ada dalam sel tubuh manusia. Gen tersebut ada yang bersipat Dorman (tidur) atau tidak aktip dan yang bersipat aktip. Bila kita sering menyalakan gen yang tidur dengan cara positif thinking maka kepribadian dan nasib kita akan lebih baik. Jadi genetik bukan sesuatu yang kaku, permanen dan tidak dapat dirubah. Setiap orang yang diciptakan Tuhan sudah dilengkapi dengan kepribadian. Kepribadian itu sebetulnya adalah sumbangsih atau pemberian Tuhan ditambah dengan pengaruh lingkungan yang kita terima atau kita alami pada masa pertumbuhan kita.

    B. Interaksi Sosial

    Interaksi terjadi jika satu individu melakukan tindakan, sehingga menimbulkan reaksi pada individu-individu yang lain. Karena itu interaksi terjadi dalam kehidupan sosial. Dengan kata lain interaksi dapat diartikan hubungan timbal balik atau saling mempengaruhi diantara gejala aneka kehidupan yang dilakukan oleh manusia. Interaksi sosial merupakan sarana atau alat dalam mencapai kehidupan sosial. Adanya interaksi sosial merupakan naluri manusia yang sejak lahir membutuhkan pergaulan dengan sesamanya(gregoriousness).

    Proses Interaksi sosial menurut Herbert Blumer adalah pada saat manusia bertindak terhadap sesuatu atas dasar makna yang dimiliki sesuatu tersebut bagi manusia. Kemudian makna yang dimiliki sesuatu itu berasal dari interaksi antara seseorang dengan sesamanya. Dan terakhir adalah Makna tidak bersifat tetap namun dapat dirubah, perubahan terhadap makna dapat terjadi melalui proses penafsiran yang dilakukan orang ketika menjumpai sesuatu. Proses tersebut disebut juga dengan interpretative process

    Faktor yang mendasari terjadinya interaksi sosial meliputi imitasi, sugesti, identifikasi, indenifikasi, simpati dan empati Imitasi adalah interaksi sosial yang didasari oleh faktor meniru orang lain. Contoh anak gadis yang meniru menggunakan jilbab sebagaimana ibunya memakai. Sugesti adalah interaksi sosial yang didasari oleh adanya pengaruh. Biasa terjadi dari yang tua ke yang muda, dokter ke pasien, guru ke murid atau yang kuat ke yang lemah. Atau bisa juga dipengaruhi karena iklan.

    Indentifikasi adalah interaksi sosial yang didasari oleh faktor adanya individu yang mengindentikkan (menyadi sama) dengan pihak yang lain. Contoh menyamakan kebiasaan pemain sepakbola idolanya. Simpati adalah interaksi sosial yang didasari oleh foktor rasa tertarik atau kagum pada orang lain.

  • Empati adalah interaksi sosial yang disasari oleh faktor dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, lebih dari simpati. Contoh tindakan membantu korban bencana alam. Interaksi sosial mensyaratkan adanya kontak sosial dan komunikasi sosial. Kemudian membuat terjadinya proses sosial. Proses sosial dapat bersifat asosiatif dan disasosiatif. Asosiatif meliputi akomodasi, difusi, asimilasi, akulturasi, kooperasi (kerjasama) (Intinya interaksi social yang baik-baik, kerjasama, rukun, harmonis, serasi dll). Contoh kerja sama antara depertemen pendidikan nasional dengan PT Telkom dalam program Hardiknas.

    Disasosiatif meliputi konflik, kontravensi dan kompetensi (Intinya interaksi sosial yang tidak baik, penuh persaingan, perang dingin, bertengkar dll). Contoh Bapak memukul anaknya karena tidak mendengarkan nasihatnya. Menyuruh pergi seorang pengemis dengan cara membentak.

    B.I. Macam Macam Interaksi Sosial

    a. Interaksi antara individu dan individu

    Dalam interaksi itu individu yang satu memberikan pengaruh, rangsangan, atau stimulus kepada individu lainnya. Sebaliknya, individu yang terkena pengaruh itu akan memberikan reaksi, tanggapan, atau respons. Wujud interaksinya dapat berupa kerlingan mata, jabat tangan, saling menyapa, bercakap-cakap, atau mungkin bertengkar, interaksi social dapat terjadi tanpa berbincang-bincang, misalnya, orang yang sedang marah, tidak menyapa terhadap temannya, saling berdiam diri atau orang yang bertingkah aneh yang mengundang perhatian orang banyak.

    b. Interaksi antara individu dan kelompok

    Dalam interaksi itu seorang individu berinteraksi sosial dengan kelompok. Contohnya, seorang ketua kelas yang sedang memberlkan penjelasan di depan teman-temannya mengenai pembagian tugas piket kelas, atau seorang mahasiswa praktek kerja lapangan (PKL) yang sedang mengajar didepan kelas. Interaksi antara kelompok dan kelompok Dalam interaksi ini kepentingan individu-individu dalam kelompok merupakan satu kesatuan, dan berhubungan dengan kepentingan individu-individu dalam kelom