BAB I%2C V%2C DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download BAB I%2C V%2C DAFTAR PUSTAKA.pdf

Post on 15-Jul-2016

7 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • KONSEP PENJARA DENGAN SISTEM PEMASYARAKATAN (STUDI PERBANDINGAN ANTARA HUKUM PIDANA ISLAM

    DAN HUKUM POSITIF)

    SKRIPSI

    SKRIPSI DIAJUKAN KEPADA FAKULTAS SYARIAH

    UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN SYARAT-SYARAT MEMPEROLEH GELAR SARJANA STRATA SATU

    DALAM ILMU HUKUM ISLAM

    OLEH:

    MUHAMMAD HAFIDH 03360165

    PEMBIMBING

    1. Drs. MAKHRUS MUNAJAT, M.Hum. 2. BUDI RUHIATUDIN, S.H., M.Hum.

    PERBANDINGAN MAZHAB DAN HUKUM FAKULTAS SYARIAH

    UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

    2009

  • ABSTRAK

    Pelaksanaan pidana penjara di Indonesia yang diatur dalam Undang-undang No. 15 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan merupakan perubahan secara yuridis filosofis dari sistem kepenjaraan menjadi sistem pemasyarakatan. Sistem pemenjaraan yang sangat menekankan pada unsur balas dendam dan penjeraan secara berangsur-angsur dipandang sebagai suatu sistem yang tidak sejalan dengan konsep rehabilitasi dan reintegrasi sosial, agar narapidana menyadari kesalahannya, tidak lagi berkehendak untuk melakukan tindak pidana dan kembali menjadi warga masyarakat yang bertanggung jawab bagi diri, keluarga, dan lingkungannya.

    Namun dalam kenyataannya, pidana penjara yang merupakan salah satu jenis sanksi pidana yang paling sering digunakan sebagai sarana menaggulangi masalah kejahatan dewasa ini posisinya cenderung mengalami degradasi, karena mendapat tantangan dan tekanan dari berbagai kalangan. Pidana penjara sekarang mulai pudar pamornya, justru akibat yang ditimbulkan, seperti mencetak penjahat-penjahat baru dan lebih berbahaya, selain itu pidana penjara juga menunjukkan kelemahan-kelemahan, yaitu menciptakan dehumanisasi maupun desosialisasi, yang dialami mantan narapidana.

    Dalam Islam sendiri esensi dari pemberian hukuman bagi pelaku suatu jarmah menurut Islam adalah pertama, pencegahan serta pembalasan (ar-radu wa az-zajru) dan kedua, adalah perbaikan dan pengajaran (al-ilh wa al-tahb).

    Pelaksanaan pidana penjara di Islam termasuk dalam kategori hukuman tazr karena di dalam al-Qurn memang tidak mengatur tentang pidana penjara. Hal ini mengacu pada pengertian tentang hukuman tazr bahwa hukuman atas jarmah yang hukumannya belum di tentukan oleh syara disebut sebagai hukum tazr. Sehingga pedoman pelaksanaan umum untuk hukuman penjara sebagai tazr, diserahkan kepada ijtihad hakim dengan memperhatikan perbedaan kondisi jarmah, pelaku, tempat, waktu, dan situasi ketika jarmah itu tejadi.

    Penelitian ini menggunakan jenis penelitian literatur atau kajian pustaka. Artinya data-data yang diperlukan diambil dari buku-buku, majalah, artikel, makalah dan lain sebagainya yang sesuai dengan tema yang akan penulis angkat dengan pendekatan normatif yuridis.

    Berangkat dari paradigma di atas maka Penelitian ini menghasilkan pemahaman bahwa pelaksanaan pidana penjara dengan sistem pemasyarakatan adalah sesuai dengan tujuan pidana dalam hukum pidana Islam dan pelaksanaan pidana penjara yang berlaku di Indonesia belumlah seefektif yang diinginkan, ini terbukti dengan semakin menigkatnya tindak kejahatan dimasyarakat dan masih besarnya kesan buruk masyarakat terhadap para mantan narapidana.

    Oleh karena itu, perlunya dibuat alat ukur yang disepakati untuk mengevaluasi dan menilai efektifitas pemidanaan khususnya pada pidana penjara yang konsisten dan sesuai dengan tujuan pemidanaan dan perlunya koordinasi antara pemerintah, petugas lembaga pemasyarakatan dan masyarakat dalam membina narapidana serta harus ada sarana dan prasarana yang mendukung proses pembinaan narapidana dalam pemasyarakatan agar pelaksanaan pidana penjara bisa lebih efektif.

    ii

  • MOTTO

    Be My Self

    vi

  • KATA PENGANTAR

    ,

    . .

    : Puji dan syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah

    melimpahkan rahmat, inayah dan taufik-Nya sehingga penyusun dapat

    menyelesaikan tugas akhir dalam menempuh studi di Fakultas Syari'ah

    Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

    Shalawat dan salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan kita

    Nabi Muhammad SAW yang telah membimbing umat manusia ke jalan yang

    benar dan penuh dengan nr ilahi. Serta keselamatan selalu menaungi

    keluarganya, sahabatnya serta orang-orang yang selalu mengikuti jalannya.

    Kemudian, tak lupa pula penyusun mengucapkan rasa terima kasih yang

    sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah membantu proses penyusunan

    skripsi ini, baik berupa bantuan dan dorongan moril ataupun materiil, tenaga

    maupun pikiran, terutama kepada:

    1. Bapak Prof. Dr. H. M. Amin Abdullah, selaku Rektor Universitas Islam

    Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

    2. Bapak Prof. Drs. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., selaku Dekan Fakultas

    Syari'ah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

    3. Bapak Budi Ruhiatudin, S.H., M.Hum., selaku Ketua Jurusan PMH.

    4. Prof. Dr. H. Abd Salam Arif, selaku Pembimbing Akademik.

    vii

  • 5. Bapak Drs. Makhrus Munajat, M.Hum., dan Bapak Budi Ruhiatudin, S.H.,

    M.Hum., selaku Pembimbing I dan II, dengan segala kesabaran dan

    kebesaran hati serta jiwa, telah memberikan bimbingan demi

    kesempurnaan skripsi ini.

    6. Ibu dan Bapak tercinta, yang telah memberikan dorongan, motifasi, do'a

    serta pengorbanan baik spiritual maupun materiil demi kemajuan

    pendidikan anaknya. Adikku M. Luthfi Musthafa dan Arina Luthfi

    Larasati serta Grandfathers dan Grendmathers yang telah memberikan

    bekal pengetahuan dalam mengarungi hidup.

    7. Teman-teman PMH-1 angkatan 2003, Hafidz Umami, S.H.I., Agus Mulki.

    S.H.I, Nasihul Ibad el-Has. S.H.I, M. Arif N, S.H.I, Hakim 'Chavez'

    sekeluarga, Agus, Iskan, Rohman dan Farid W dan Mba Mila. S.Pd.I,

    Anis, S.Pd.I dan teman-teman yang lain.

    8. Teman-teman kos PALUPI (487), Cak Solah, Pendenk Corenk, Saripin

    Hitler, Zaprol Syeh Koji, Nugraha Sedengan dan semua teman-teman

    yang tidak dapat penyusun sebutkan satu persatu.

    Akhirnya, penyusun sadar bahwa skripsi ini masih jauh dari

    kesempurnaan, untuk itu saran dan kritik yang konstruktif sangat penyusun

    harapkan. Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat dan berguna bagi kita.

    Yogyakarta, 7 Rabiul Awal 1430 H 4 Maret 2009 M

    Penyusun

    Muhammad Hafidh NIM. 03360165

    viii

  • PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN

    Pedoman Transliterasi Arab-Latin ini merujuk pada SKB Menteri Agama

    dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, tertanggal 22 Januari 1988 No:

    158/1987 dan 0543b/U/1987.

    A. Konsonan Tunggal

    Huruf Arab Nama Huruf Latin Keterangan

    Alif tidak dilambangkan tidak dilambangkan

    B' B Be

    T' T Te

    ' es titik atas

    Jim J Je

    H' H ha titik di bawah

    Kh' Kh ka dan ha

    Dal D De

    al zet titik di atas

    R' R Er

    Zai Z Zet

    Sn S Es

    ix

  • Syn Sy es dan ye

    d es titik di bawah

    Dd D de titik di bawah

    T' te titik di bawah

    Z' Z zet titik di bawah

    'Ain koma terbalik (di atas)

    Gayn G Ge

    F' F Ef

    Qf Q Qi

    Kf K Ka

    Lm L El

    Mm M Em

    Nn N En

    Waw W we

    H' H Ha

    Hamzah apostrof

    Y Y Ye

    x

  • B. Konsonan rangkap karena tasydd ditulis rangkap:

    ditulis mutaaqqidn

    ditulis iddah

    C. T' marbtah di akhir kata.

    1. Bila dimatikan, ditulis h:

    ditulis hibah

    ditulis jizyah

    (ketentuan ini tidak diperlukan terhadap kata-kata Arab yang sudah

    terserap ke dalam bahasa Indonesia seperti zakat, shalat dan sebagainya,

    kecuali dikehendaki lafal aslinya).

    2. Bila dihidupkan karena berangkaian dengan kata lain, ditulis t:

    ditulis ni'matullh

    ditulis zaktul-fitri

    D. Vokal pendek

    ____ (fathah) ditulis a contoh ditulis

    daraba

    ditulis fahima ____(kasrah) ditulis i contoh

    ditulis kutiba ____(dammah) ditulis u contoh

    xi

  • E. Vokal panjang:

    1. fathah + alif, ditulis (garis di atas)

    ditulis jhiliyyah

    2. fathah + alif maqr, ditulis (garis di atas)

    ditulis yas'

    3. kasrah + ya mati, ditulis (garis di atas)

    ditulis majd

    4. dammah + wau mati, ditulis (dengan garis di atas)

    ditulis furd

    F. Vokal rangkap:

    1. fathah + y mati, ditulis ai

    ditulis bainakum

    2. fathah + wau mati, ditulis au

    ditulis qaul

    G. Vokal-vokal pendek yang berurutan dalam satu kata, dipisahkan dengan

    apostrof.

    ditulis a'antum

    ditulis u'iddat

    xii

  • ditulis la'in syakartum

    H. Kata sandang Alif + Lm

    1. Bila diikuti huruf qamariyah ditulis al-

    ditulis al-Qur'n

    ditulis al-Qiys

    2. Bila diikuti huruf syamsiyyah, ditulis dengan menggandengkan huruf

    syamsiyyah yang mengikutinya serta menghilangkan huruf l-nya

    ditulis asy-syams

    ditulis as-sam'

    I. Huruf besar

    Huruf besar dalam tulisan Latin digunakan sesuai dengan Ejaan Yang

    Disempurnakan (EYD)

    J. Penulisan kata-kata dalam rangkaian kalimat dapat ditulis menurut

    penulisannya

    ditulis zaw al-furd

    ditulis ahl as-sunnah

    xiii

  • DAFTAR ISI

    HALAMAN JUDUL ..................................................................................... i

    ABSTRAK ..................................................................................................... ii

    HALAMAN NOTA DINAS .......................................................................... iii

    HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... v

    MOTTO ......................................................................................................... vi

    PERSEMBAHAN .......................................................................................... vii

    KATA PENGANTAR ................................................................................... viii

    PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN ........................................ x

    DAFTAR ISI .................................................................................................. xiv

    BAB I. PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah ............................................................. 1

    B. Pokok Masalah ........................................................................... 7

    C. Tujuan dan Kegunaan ................................................................ 8

    D. Telaah Pustaka ........................................................................... 9

    E. Kerangka Teoretik ...................................................................... 12

    F. Metode Penelitian ...................................................................... 15

    G. Sistematika Pembahasan ............................................................ 18

    BAB II. PIDANA DAN PEMIDANAAN

    A. Tinjauan Umum tentang Pidana dan Pemidanaan ..................... 20

    1. Pengertian Pidana dan Pemidanaan20

    2. Tujuan Pidana dan Pemidanaan. 25

    B. Tujuan Pidana dan Pemidanaan dalam Hukum Islam................. 31

    xiv

  • BAB III. PIDANA PENJARA

    A. Pengertian dan Sejarah Pidana Penjara ... ................................... 37

    1. Pengertian Pidana Penjara.......................................................37

    2. Sejarah Pidana Penjara............................................................38

    B. Pengaturan Pidana Penjara.......................................................... 45

    C. Pelaksanaan Pidana Penjara dengan Sistem Pemasyarakatan..... 48

    D. Pidana Penjara dalam Hukum Pidana Islam................................. 58

    1. Pengertian dan Unsur Jarmah Tazr.................................. 58

    2. Pengertian dan Pelaksanaan Pidana Penjara dalam Hukum

    Pidana Islam........................................................................ 62

    BAB IV. ANALISIS KONSEP PIDANA PENJARA DENGAN

    SISTEM PEMASYARAKATAN (STUDI PERBANDINGAN

    ANTAR HUKUM PIDANA ISLAM DAN HUKUM

    POSITIF)

    A. Ditinjau dari Tujuan Pemidanaan ............................................... 68

    B. Efektifitas Pidana Penjara dengan Sistem Pamasyarakatan ....... 78

    BAB IV. PENUTUP

    A. Kesimpulan ................................................................................ 85

    B. Saran ........................................................................................... 87

    DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 88

    LAMPIRAN-LAMPIRAN

    I. Terjemahan.............................................................................................. I

    II. Biografi Tokoh dan Ulama ..................................................................... II

    xv

  • III. Undang-undang No. 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan ............... IV

    IV. Curriculum Vitae .XXXI

    xvi

  • BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah

    Negara Indonesia dikenal sebagai negara hukum, yaitu setiap gerak

    langkah pergaulan hidup manusia dalam hubungannya dengan hubungan

    bermasyarakat dan bernegara tidak lepas dari norma hukum yang merupakan

    tata aturan yang dapat dijadikan pedoman atau pegangan dalam usaha

    mewujudkan ketentraman dan kedamaian dalam bermasyarakat. Di Indonesia

    untuk mengatur tata kehidupan dalam bermasyarakat dan bernegara lazim

    dikenal denagn istilah Hukum Privat dan Hukum Publik.1

    Hukum tersebut merupakan aturan-aturan yang sengaja dibuat umtuk

    mengatur kehidupan masyarakat dan bersifat memaksa, artinya bahwa setiap

    warga negara harus mau mematuhi setiap aturan-aturan yang ada. Dengan

    begitu setiap perbuatan yang melanggar aturan-aturan tersebut sebagai

    konsekuensinya akan mendapat balasan atau hukuman sebagai reaksi dari

    keinginan masyarakat terhadap pelaku tindak pidana.2

    Tujuan nasional sebagai mana ditegaskan dalam Pembukaan Undang-

    undang Dasar 1945 diwujudkan melalui pelaksanaan penyelenggaraan negara

    yang berkedaulatan rakyat dan demokratis dengan mengutamakan persatuan

    dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.

    Penyelenggaraan negara dilaksanakan melalui pembangunan nasional dalam

    1 Moeljatno, Asas-asas Hukum Pidana (Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 1982),

    hlm. 1. 2 C.S.T. Kansil. Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia, cet. ke-8 (Jakarta:

    Balai Pustaka, 1986), hlm. 29.

    1

  • 2

    segala aspek kehidupan bangsa.3 Salah satunya yaitu pembaharuan dibidang

    hukum. Dalam hal pembaharuan hukum pidana mau tidak mau akan

    mencakup persoalan-persoalan utama yang berkaitan dengan tiga masalah

    pokok yaitu tentang perbuatan yang dilarang, orang yang melakukan

    perbuatan dan masalah pidana (hukuman).

    Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), Pasal 10 tentang jenis-

    jenis pidana membedakan dua macam pidana atau ancaman hukum. Pertama,

    pidana pokok, yang meliputi pidana mati, pidana penjara, pidana kurungan,

    pidana denda dan pidana tutupan (pidana yang disebut terakhir termaktub

    dalam Undang-undang No. 20 Tahun 1946). Kedua, pidana tambahan, yang

    meliputi pencabutan hak-hak tertentu, perampasan barang-barang tertentu dan

    pengumuman putusan hakim.4) Urutan pidana sebagaimana yang diatur dalam

    Pasal 1 KUHP ini dibuat menurut beratnya pidana, dimana urutan pidana yang

    terberat disebutkan terlebih dahulu.

    Pidana penjara sebagai sarana represif dewasa ini posisinya cenderung

    mengalami degrad...