bab i%2c viii%2c daftar pustaka.pdf

of 59 /59
KEBERDA'Y AAN PENDIDIKAN ISLAM (Telaab Sistematis Historis) Oleh: Drs. FACHRUDDIN, M.A. NIM. 88099/83 DISERTAST PERPUS'"l .. \.KAAN PROGRAM PASCASA.RJANA IAIN SD-KA YOGYAKARTA . ·'i· . . Diajukan Kepada Institut Agama Is1am Negeri Sunan KaJijaga Untuk Memenuhi Sa1ah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Doktor Dslam llmu Agama Islam YOGYA.KARTA 1998

Author: ajihajirmuhajirmsi

Post on 05-Dec-2015

249 views

Category:

Documents


15 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • KEBERDA'Y AAN PENDIDIKAN ISLAM (Telaab Sistematis Historis)

    Oleh:

    Drs. FACHRUDDIN, M.A. NIM. 88099/83

    DISERTAST

    PERPUS'"l .. \.KAAN PROGRAM PASCASA.RJANA IAIN SD-KA YOGYAKARTA '

    . 'i . .

    Diajukan Kepada Institut Agama Is1am Negeri Sunan KaJijaga Untuk Memenuhi Sa1ah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Doktor

    Dslam llmu Agama Islam

    YOGYA.KARTA 1998

  • DEPARTEllEN AOAllA IAIN SUNAN KALIJAGA YOGVAKARTA

    PENGESAHAN

    DISERTASI berjudul

    Ditulis oleh ... 1t:a11a..-... ..,,,..., NIM

    Telah dapat diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Doktor dalam llmu Agama Islam

    Yogyakarta, I J>lll 1"9

  • DEPARTEllEN AOAllA IAIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

    PENGESAHAN

    DISERTASI berjudul B EKDJ.Uil PEtmIMIU ISLAM (Telaaa Si.stem.tis Bistoria)

    Ditulis oleh DL'B. Facbraddin, M.A. NIM 88099/S.3

    Teiah dapat diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Doktor dalam llmu Agama Islam

    Yogyakarta, 8 Mei 1999

  • , , ABSTRAK

    Judul Disertasi

    Oleh Diajukan Kepada Tahun

    Keberdayaan Pendidikan Islam Telaah Sistematis Historis

    : Fachruddin Program Pascasarjana IAIN Sunan Kali jaga Yogyakarta . 1998

    Disertasi ini memf okuskan bahasan untuk menemukan Keberdayaan Pendidikan Islam secara sistematis historis. Kemajuan yang dicapai pada priode kemajuan Islam klasik dipandang sepagai wacana historis untuk menemukan keberdayaan pendidikan Islam yang telah teruji dalam dinamika sejarah. Telaah menggunakan metode pemaknaan dengan tata pikir historis interdependen dan ref lektif kontekstual serta multi linier agar mendapatkan hal-hal yang mendukung keberdayaan pendidikan untuk dapat dipergunak.an sebagai bahan pembanding dalam mengkonstruksi pemberdayaan Pendidikan Islam kemasa depan.

    Dalam telaah disertasi ini keberdayaan Pendidikan Islam melalui aspek budaya-ekonom.i-agama dan pblitik pada masa kla..sik itu7 berdasar karakteristik perkembangannya

    . -

    terdiri dari tujuh masa,. qapat .dilberi" karakteristik .~arakter istik.sebagai:berikut: Masa pembentukan atau masa Kaffah (571-661) ciri utamanya adalah penerapan ajaran Islam secara menyeluruh pada aspek budaya7 ekonomi 7 agam.a dan politik. Selanjutnya masa peralihan/masa etnosentris (661-750) karakteristik masa ini dipengaruhi sikap politik

    -budaya yang Arabisme dan tertutup dari unsur luar7 mengutamakan pengembangan kemajuan

    perluasan wilayah serta disiplin ilmu naqliyah.

    menitikberatkan Kemudian masa

    awal a tau masa ko.smopolitan (754-814) . karakteristik yang menonjol ajaran Islam diaplikasikan dalam semua aspek d.an dalam suasana kosmopolit. Peradaban Islam dan ilmu pengetahuan berkembang pesat, tingkat kesejahteraan meningkat. Seterusnya kemajuan tengah/masa

    i

  • fanatisme aliran (814'-850)' kecenderungan utama menonjolkan aliran Muktazilah dan repressif terhadap lainnya sehingga menuinbuhkan keretak.an m.aayarakat. Proses diskusi dan keberaa.maan menjadi berhenti. Kemudian masa kemajuan ak.hir/masa politik kekuasaan (850-950). Karakteristik:yang menonjol terjadi pertikaian politik dan perebutan kekuaaaan. Seterusnya masa perpecahan/masa dom1nasi aliran minoritas (950 -1050) pada m.asa ini aliran Syiah mendapat dukungan penguasa. Terakhir masa kemandekan/ disintegrasi atau masa dominasi mazhab mayoritas (1050-1253) pada masa ini dominasi mazhab fiqh dan kalam Asy 1 ariyah sangat dominan. Pendekatan nash dan pendapat ulama aangat diutamak.an dan cenderung mengenyampingkan ilmu aqliyab dan.mengutamakan ilmu diniyah.

    Dari kondisi itu ternyata pendidikan Islam .mendapat keberdayaannya yang optimal pada masa yang memiliki karakteristik kaffah, kosmopolitan dan tidak. repressif.

    Sebagai auatu sistem secara ideographik keberdayaan Pendidikan Islam pada maaa teraebut didukung adanya:

    Wawaaan belajar seum.ur hidup tanpa batas, pem.ahaman agama yang kaffah., masyarakat yang m.emiliki kemampuan kerja shalihat dan nomokratis.

    Proses dan orientasi kependidikan yang terbuka dinamis kreatif mendorong tumbuhnya penalaran, penelitian, disk:usi dengan orientasi pemahaman yang humanisme-teistik, sikap tasyakur yang proaktif dan produktif -- dan tidak. reperessif.

    Pengembangan m.ateri kependidikan dalam. bentuk transformasi nilai dalam kerangk.a Isla.mi, serta sistem kelembagaan yang terpadu dengan jaringan informasi dari konsorsium. ilmu, pusat riset dan pengembangan, si~tem

    pe~M.~~n~H'\n_,yang akurat serta: lembaga yang bebas~ can penuh komitmen pada kebenaran dan akhlak karimah/kemanusiaan.

    ii

  • "

    CATATAN TEKNIS TRANSLITERASI

    1. KONSONAN

    ' =

    LJ - b -

    -L--> - t -...... . ~ - 6 -~

  • KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanir~ahi~m

    Alhamdulillah dan syukur kehadirat Allah SWT dengan

    rahmat hidayah serta inayah Nya akhirnya penulisan

    Disertasi utuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan

    studi dan mencapai gelar Doktor dalam bidang Ilmu Agama

    Islam dengan judul "Keberdayaan Pendidikan Islam Telaah Sistematis Historis" ini dapat diselesaikan.

    Penulis menghadapi berbagai masalah dalam

    penyelesaiannya baik masalah psychis maupun teknis serta

    kelangkaan sumber bacaan yang diperlukan, dan keterbatasan

    pengetahuan penulis dalam masalah yang ditelaah serta

    minimnya sarana dan fasilitas yang dipunyai. Na mun

    berbagai kendala itu dengan susah payah dapat juga teratasi. Semua itu adalah merupakan hasil bantuan dan

    dorongan yang kuat dari berbagai pihak untuk terus membuat

    penulis bersikukuh mengerjakan perampungan disertasi ini, teristimewa dengan dorongan dan bimbingan serta arahan-

    arahan dari ibu dan bapak promoter; Ibu Prof DR. Hj. Zakiah Daradjat Promoter I dan Bapak Prof. DR. H. Noeng Muhadjir promoter II. Keduanya dengan ihklas dan penuh kesabaran telah memperluas wawasan penulis dan memberikan

    berbagai terobosan yang nuansif dan metodoloqis serta

    kerangka berpikir yang sangat membantu penulis.

    Untuk semua jasa baik mereka penulis mengucapkan terima kasih tan pa itu disertasi ini tidak akan dapat

    dirampungkan.

    iy

  • Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam mengumpulkan

    data dan buku-buku yang diperlukan untuk penulisan ini

    Selanjutnya terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Bapak DR. HJt Atho' Mudzhar Rektor IAIN Sunan Kalijaga sekal igus para stafnya, juga Bp. Prof. DR. Simuh, dan Prof. DR. H. Muin Umar Rektor IAIN sebeiumnya yang telah

    banyak memberikan dorongan semasa . studi dan juga dalam masa penulisan disertasi ini.

    Kepada Bpk. Prof. DR. H. Nourouzzaman Shiddiqi, MA.

    Direktur Program Pasca sarjana IAIN Sunan Kali jaga dan Prof. DR. Hj. Zakiah Daradjat Direktur Program Pasca-sarjana IAIN Sunan Kali jaga terdahulu yang telah banyak memberi bantuan kemudahan dan dorongan kepada penulis

    untuk menyelesaikan pendidikan Program Pascasarjana dan perampungan disertasi ini penulis menyampaikan terima

    kasih yang tak terhingga.

    Begitu pula kepada Bpk. DR. Amin Abdullah, Bpk. DR.

    Akh. Minhaji. Serta para pengelola dan staf Program Pascasarjana baik yang masih bertugas maupun yang telah menjalani masa purna tugas yang telah banyak menolong dan membantu penulis dalam menyelesaikan studi dan penulisan

    ini.

    Terima kasih juga kepada Menteri Agama RI Dirjen Binperta Proyek Program Pascasarjana yang telah memberikan beasiswa program S2 dan SJ pada IAIN Sunan Kali jaga dan juga memberikan fasilitas, bantuan selama penulis

  • mengikuti program tersebut.

    Kepada Bp. Prof. DR. H. M. Yakub Matondang Rektor

    IAIN Sumatera Utara dan Bp. Drs. H. A. Nazry Adlani Rektor

    IAIN Sumatera Utara sebelumnya, penulis juga sangat bertema kasih atas semua fasilitas dan bantuan serta

    dorongan yang tidak henti-henti yang diberikan dalam

    rangka mengikuti program Pascasarjana dan penyelesaian disertasi ini.

    Begitu pula terima kasih

    Prof. DR. Hj. Chalidjah Hasan, yang setulusnya kepada

    dekan Fakul tas Tarbiyah

    IAIN SU Medan yang dengan dorongan serta bantuan serta

    penhatiannya penulis dapat menyelesaikan pendidikan dan

    penulisan disertasi ini serta segenap rekan-rekan di

    Fakultas Tarbiyah yang telah banyak membantu segala

    keperluan penulis.

    Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih kepada Bazis Tkt I Sumatera Utara yang memberi bantuan untuk

    penggandaan disertasi ujian tertutup, dan juga kepada Ir. Akbar Tanjung, Mensekneg. R.I. yang khusus sebagai kakanda alumni HMI secara pribadi memberi bantuan untuk

    menggandakan disertasi untuk ujian promosi terbuka. Kepada ayahanda penulis Alm. Zubir dan Ibunda

    Penulis Zainab yang dengan didikan dan do'anya yang

    khalish penulis dapat mengikuti dan penyelesaikan studi

    ini. Ketekunan, nasihat, bimbingan, pengorbanan dan kasih

    sayang mereka berdualah yang telah menghantarkan penulis

    seperti sekarang ini. Penulis wajib bertema kasih kepada

    Vi

  • keduanya. Semoga Allah SWT. melimpahkan karunia rahmat

    dan nikmatNya kepada keduanya. Mudah-mudahan disertasi

    ini menjadi sebahagian dari amal shalihat yang begi tu banyak diberikan kepada anaknya.

    Demikian pula kepada ayahanda Alm. Lokot Dalimunthe

    Bapak mertua dan Ibunda Napsiah ibu mertua.penulis yang

    dengan penuh kasih sayang membantu dan memperhatikan sega-

    la keperluan keluarga penulis selama ditinggal belajar dan menyelesaikan disertasi ini. Semoga Allah memberkahi amal

    jariah dan susah payah mereka. Seterusnya penulis juga berterima kasih yang tak

    terhingga kepada Dra. Naisah istri penulis yang dalam

    kesuli tan yang dihadapi sendirian dalam mengasuh anak

    selama di tinggal be la jar dan masa - masa menyelesaikan penulisan disertasi ini tetap dengan penuh kasih dan sabar

    memberikan semangat dan dorongan serta pengorbanan moril

    dan materiil untuk kesuksesan penulis. Begitu pula pada M.

    Fachran Haikal, M. Fachran Faisal putra penulis dan Fatina

    Fachrina Ulfa, Fatina Fachraini Elfa putri penulis dengan

    kasih yang bening senantiasa berdo' a dan mendorong untuk

    keberhasilan penulis. Semoga Allah senantiasa memberikan

    keberkahan dalam hidup mereka. Amin.

    Kepada pihak yang telah memberikan bantuannya

    penulis mengucapkan terima kasih semoga Allah SWT.

    memberikan karunia pahala yang berlipat ganda.

    Hanya kepada Allah SWT. penulis memohon bimbingan

    hidayah dan inayah, mudah-mudahan penulisan disertasi ini

    diberkati dan bermanfaat.

    v:ii

    Yogyakarta, April 1998

    Drs. Fachruddin, M.A

  • DAFTAR ISI

    Halaman

    HALAMAN JUDUL . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . HALAMAN PENAHAN .................................... HALAMAN D0:3EN PEN

  • 2.Prinsip Ukhuwah Islamiyah dan Taawwun alal birri Bagi Pemgembangan Pendidikan ......... 105

    3.Prinsip Amar Makruf Nahi Munkar dan Pengem bangan Pendidikan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 106

    4.Tanggung Jawab Pendanaan Pendidikan ....... 108

    B.MANUSIA SEBAGAI SUBJEK DAN OBJEK PENDIDIKAN 123 1.Iqra' - Istiqra' dan Perkembangan Ilmu

    Pengetahuan dan Teknologi ................ 124 2.Prinsip Ijtihad dan Musyawarah ........ 130

    C.PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI PENDIDIKAN INTEGRAL KOMPREHENSIP. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 13 5 1.Berorientasi Humanisme-teistik ........... 135 2.Holistik Komprehensif ................... 140

    BAB IV. KEBERDAYAAN PENDIDIKAN ISLAM LEWAT ASPEK EKONOMI. 144

    BAB V

    BAB VI

    A.JARINGAN PERDAGANGAN DAN KEBERDAYAAN PENDIDIKAN ISLAM 144

    /~

    1.Hubungan Perdagangan Dan Ajaran Islam... 144 2.Perdagangan Dan Aktivitas Pendidikan ... 152 3.Perdagangan Dan Pendanaan Pendidikan.... 156

    B.PERTANIAN DAN KEBERDAYAAN PENDIDIKAN ISLAM 159 1.Pertanian dan Pengembangan Pendidikan ..... 159 2.Pertanian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan 163 3.Pertanian dan Pendanaan Pendidikan ..... 164

    C.JARINGAN INDUSTRI MANUFACTUR DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN.. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 165 1.Ilmu Pengetahuan Dan Pengembangan Industri. 165 2.Industri Dan Pendidikan Kejuruan ........... 167

    KEBERDAYAAN PENDIDIKAN ISLAM LEWAT ASPEK POLITIK

    A.PERSAMAAN, PERSATUAN DAN KEADILAN ........... 170 B. ALIH TEKNOLOGI. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 194 C.PEMBINAAN SUMBER DAYA MANUSIA ............ 196 D. KEBEBASAN AKADEMIK. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 199

    PRESPEKTIP KEBERDAYAAN PENDIDIKAN ISLAM LEWAT BERBAGAI ASPEK. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2 0 3 A.ASPEK BUDAYA ................................ 204 B . ASPEK AGAMA . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 218 C . ASP EK EKONOMI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2 2 6 D. ASPEK POLITIK. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2 41 E.HAL-HAL PENDUKUNG KEBERDAYAAN PENDIDIKAN

    ISLAM LEWAT BERBAGAI ASPEK ................... 276

    ~' J;X

  • BAB VII REKONSTRUKSI PEMBERDAYAAN PENDIDIKAN ISLAM ~ PROSPEK KEDEPAN. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 'l!ff'

    279 A.IMPLEMENTASI PEMBERDAYAAN PENDIDIKAN ISLAM .. A.IMPLIKASI PEMBERDAYAAN BAGI KEBERDAYAAN

    PENDIDIKAN iSLAM. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3 04

    B.APLIKASI PEMBERDAYAAN PENDIDIKAN ISLAM ....... 312

    BAB VI I I PENUTUP . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3 2 4 A.KESIMPULAN ................................. 324 B.BEBERAPA PANDANGAN KEDEPAN ............... 325

    DAFTAR PUSTAKA 326 DAFTAR RIWAYAT HIDUP PENULIS

    X

  • ..

    ..

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah

    Sejak awal Nabi Muhammad SAW menyampaikan Islam agama ini telah berkembang keseluruh belahan dunia,

    sampai saat ini jumlah umat Islam lebih dari satu milyard jiwa1 ). Mereka tersebar di empat puluh lima

    I

    negara Asia Afrika dan di negara-negara Eropah , bekas

    Uni Sovyet, Amerika dan Australia. Sebahagian besar

    terkonsentrasi di wilayah negara negara Afrika Utara,

    Asia Barat (Timur Tengah) ,Asia Barat Daya dan beberapa negara Asia Tenggara. Negara yang jumlah penduduknya memeluk agama Islam sangat banyak terdapat di Indonesia, Pakistan Bangladesh dan India 2 >. Selebihnya berada di negara-negara lain dalam jumlah yang relatip kecil.

    Masyarakat Islam di. :.berbagai tempat itu menghadapi permasalahan yang berbeda namun secara umum

    permasalahan itu dapat dikelompokkan pada permasalahan bi dang budaya, agama, ekonomi, politik, dan

    Pendidikan . Dalam disertasi ini mendudukkan Pendidikan sebagai telaah utama.

    Keadaan masyarakat Islam tersebut bila dilihat dari aspek budaya terdiri dari berbagai etnis suku

    !)Ismail R.Faruqi, Islamization Of Knowledge;General Principle and Work Plan, (Washington D. c., International Institut of Islamic Thought,1982), edisi bahasa Indonesia, Islamisasi Ilmu Pengetahuan (Bandung: Pustaka,1981), p.2

    2 )John L.Esposito, (Ed) Islam in Asia; Religion, Politics, and Society, (New York: Oxford University Press, 1987), p.11

    1

  • 2

    bangsa dengan beragam budaya. Di .kalangan masyarakat

    Muslim biasanya sediki t a tau banyak unsur unsur keislaman tampak mewarnai budaya itu. Keadaan itu sebagai basil proses enkulturasi yang lama dan

    intensip. Masalah yang dihadapi umumnya adalah pengaruh

    budaya-budaya dunia yang meluas bersa~a era globalisasi, orientasi ideologis dan norma .. norma nasional yang

    dikembang suburkan oleh

    menghidupkan budaya asli negara nasional, upaya

    (Nati visme) dalam rangka kepentingan pembangunan parawisata3 > serta merebaknya

    budaya hedonisme dan permesivisme1 di.samping budaya yang

    dipaksakan pada masyarakat Muslim minoritas, masalah pluralitas agama serta adanya kecenderungan sekularisasi .

    Dalam aspek agama, masyarakat Islam memiliki

    pedoman dan sumber dasar a jaran yang satu yaitu Al-Qur'an dan Hadits Namun dalam pemahaman terdapat beberapa polarisasi antara Sunni dan Syiah4 ) serta beberapa pemikiran yang mendasari polarisasi seperti

    pandangan teologi Asy'ariyah yang cenderung tradisional

    (tektual; formal legalistik) yang berkembang.df:.kalangan Sunni dan Muktazilah yang rasionalistis (kontekstual ; emperik phenomenologik) yang banyak menjadi dasar

    3 )Lihat Deliar Neer., "Masa Depan Ummat Islam tantangan dan Saran Menghadapinya" dalam Dawam Raharjo Reformasi Politik, (Jakarta: Intermasa, 1997), p.234

    4>Mayoritas Sunni menerima proses pemilihan atau

    penseleksian dalam menentukan pemimpin sedangkan Syiah menetapkan bahwa kepemimpin adalah hak dari kterunan Ali yang disebut pa~a Imam.

  • 3

    pandangan kalangan pembaharu (modrenis) berpengaruh kuat di~beberapa negara. Kemudian adanya perbedaan

    antara Islam diwahyukan dan Islam yang ditafsirkan

    antara Islam yang skriptural - normatip dengan Islam

    yang deskriptip - emperik. 5 ) Sedangkan dari segi ekonomi banyak negara- negara

    Islam dikarunia sumber daya alam yang melimpah seperti

    minyak dan bahan mineral serta lahan yang subur dan

    hutan yang luas. Namun tidak satupun negara Islam yang

    berperan menentukan perekonomian dunia6 > dan bahkan

    tidak satupun tumbuh menjadi negara industri yang sesungguhnya. Kesenjangan yang lebar terdapat antara negara miskin dan kaya serta kesenjangan yang dalam antara penduduk miskin dan kaya juga terjadi di banyak negara Islam,. serta mayoritas masyarakat Muslim yang

    tidak memiliki kemampuan professional.

    Di:.bidang politik antara negara - negara Islam

    tidak ada kata kesepakatan, masing-masing dengan garis

    politiknya sendiri-sendiri. Walaupun ada organisasi yang

    5 )Ismail R.Faruqi,(ed) Sceince and Traditional Values in Islamic Society in Sceince and Human Condition In India and Pakistan (New York: World Morehouse Rockefeller University Press,tt.),pp.12-38. Prof Dr.Noeng Muhadjir menyatakan bahwa dalam studi Islam terdapat dU. aliran yai tu Tekstual dan kontekstual yang pertama menggunakan pendekatan formal legalistik berdasarkan teks har;>iyah Al--Qur an, kedua emperik-phenomenologik berdasar pemahaman konteksnya, Noeng Muhadjir, Metodologi Penelitian Kualitati[ , (Yogyakarta: Rake Sarasin,1989),p.191

    6 )oeliar Noor, op-cit, p. 232

  • ..

    4

    mempersatukan dan membina kerjasama 7 ) kenyataannya kerjasama i tu suli t dicapai. Sungguhpun Islam mengakui adanya perbedaan ras dan etnis namun Islam juga memberi sinyal bahwa keberbedaan itu adalah justru untuk adanya komunikasi saling menyempurnakan. Keharmonisan semua

    keberbedaan dapat diwujudkan menjadi kesatuan bila semua yang menjadikan ukuran kemuliaan adalah ketaqwaan8 >. Pada kenyataannya tuntunan itu seperti terabaikan.

    Antara negara Islam cenderung saling mencurigai dan

    bahkan ada yang saling berperang (Kasus Iran - Irak dan aneksasi Irak terhadap Kuwait). Keberpihakan Arab Saudi dan berapa Negara T.eluk kepada Amerika, embargo terhadap

    Libya , Sudan dan Irak yang tak kunjung selesai, masalah Palestina Sementara i tu banyak negara mengembangkan

    politik pemerintahan yang reperessif , pemerintahan

    mi1iter dan tidak / belum demokratis (jauh dari tuntunan ajaran Islam). Dan kecenderungan masyarakat yang sekteranian berpikir mazhab sentris. Kurangnya pemimpin

    yang berwawasan luas responsip antisipatif,

    lemahnya etika moral dan hukum.

    Sedangkan bi la di tinjau dari sejarahnya,

    serta

    Islam

    pernah mencapai kema juan yang gemilang dalam peradaban

    7 >organisasi kerjasama negara negara . Islam itu diantaranya Rabithah Alam Islamy,(Mekah) Muktamar Alam Islami (Karachi),Dewan Mesjid Se Dunia (Mekah); Organisasi Konperensi Islam (Jeddah) tingkat Regional seperti Islamic Council Of Europe (London) ; Islamic Council Of Asia (Srilangka) ,Regional Islamic Dakwah Council For Southeast Asie and Pasific.

    S)Qs. Al-Hujarat, ayat 13

  • 5

    dan ilmu pengetahuan selama abad VII XII atau disebut

    priode klasik (650 - 1250). Harun Nasution menyebutkan abad itu dengan keemasan Islam9 ) itu bermula dari abad VII dan berahir abad XIII M, dibagi kepada .du:a bahagian

    yaitu; a) masa kemajuan (650 lOOOM); b) masa disintegrasi (1000-1250). Pada priode klasik ini Islam berkembang sangat cepat tercatat hanya 23 tahun seluruh

    jazirah Arabia menjadi kehidupan lama mengalami

    Islam dan seluruh sistem

    perubahan. Seratus tahun

    (661-750) kemudian Islam meluas meliputi Asia , Afrika dan Asia Kecil serta Andalusia. Kemajuan itu diikuti dengan kemajuan berbagai disiplin ilmu Islam yang berkembang dengan pesat. Beberapa pengetahuan praktis

    dari Yunani dan Persia Kuno diambil diterjemahkan dikembangkan walau dalam tahap masih terbatas. Hampir

    seluruh zimmi melakukan konversi agama menjadi Islam. Pada masa kemajuan /mas a Abbasiyah (750 -1250) perkembangan kemajuan Islam mencapai puncak berbagai ilmu pengetahuan dan filsafat warisan kuno Persia, Cina,

    India, Mesir dan Yunani diterjemahkan secara menyeluruh ke~dalam bahasa Arab. Penterjemahan ini telah memulai era

    9 )Harun Nasution, "Tinjauan Filosofis Tentang Pembentukan Kebudayaan Islam", dalam Abd.Basir Solissa Dkk. (eds), Al-Quran dan Pembinaan Buday a, Dialog Dan Transformasi, ( Yogyakarta: LES FI, 1993) , p. 19. secara keseluruhan Harun membagi priodesasi sejarah Islam kepada tiga bahagian: I. Priode Klasik (650 - 1250) terdiri dari masa kemajauan 650 - 1000, masa disintegrasi 1000-1250, II Priode Pertengahan 1250-1800 ; masa kemunduran 1250-1500; masa tiga kerajaan besar 1500-1800; fase kemajuan 1500-1700 dan fase kemunduran 1700-1800 dan III periode Modern 1800-s/d sekarang. Harun Nasution, Islam ditinjau dari beberapa Aspek, (Jakarta: UIP, 1985), p. 56.

  • 6

    baru yang menghantarkan dunia Islam memasuki tahap

    kebesaran dan kemegahannya dalam bidang ilrnu pengetahuan

    dan filsafat10 >. Baghdad, Cairo, Cordoba dan kota lainnya tel ah menjadi pusat peradaban dunia. Mesjid,Majlis Ilmu, Perpustakaan toko buku rumah sakit, observatorium, pabrik- pabrik berdiri di. mana ..

    mana , penuh dengan aktivitas ilmiyah. Berbagai ilmuan

    ternama berikut penemuan mereka dalam berbagai disiplin

    ilmu agamadan ilmu pengetahuan dan filsafat Islam lahir

    pada priode ini.

    Pada masa disintegrasi suatu model lembaga

    pendidikan modern diberi nama Madrasah didirikan oleh

    Nizam al Mulk,perdana menteri Bani Seljuk,yang mengambil alih kekuasaan khalifah Abbasiyah. Selanjutnya setelah mengalami masa kemunduran yang parah daerah Islam

    terpecah pecah. Setelah itu ummat Islam mengalami

    kemunduran. Baru mulai bangkit kembali setelah mengalami

    penjajahan yang panjang. Pada awal abad XX satu persatu negeri Muslim memperoleh kemerdekaan.

    Namun dalam pada itu yang dihadapi tumbuhnya

    berbagai masalah yang dikemukakan di :depan. Menghadapi

    kondisi i tu pendidikan menjadi sistem yang diharapkan mampu mengatasi masalah. Berbagai gagasan pembaharuan

    lO)Khurbutli membagi ilmu yang berkembang dalam dunia Islam kepada ( 1) Dirasat al Diniyah ( 2) Dirasat al Adabiyah (3) Dirasat al Aqliyah dan (4) Dirasat al-Alamiyah. Husni Al Khurbutly, Al Hadharat al Arabiyah Al-Islamiyah, (Kairo: Maktabah Al Khasanji, tt.), p. 246.

  • 7

    dilakukan mulai dari gerakan Wahabi 11 ), gerakan Sayyid Ahmad Khan, Sayyed Ameer Ali, Nanik Kemal, Jamaluddin Al

    Afghani, Muhammad Abduh12 ), Muhammad Iqbal dan banyak lagi lainnya baik yang bercorak purif ikasi dan

    dilanjutkan kepada yang bersifat modernisasi. Baik melalui jalur pembaharuan pemikiran dan yang diikuti dengan pembaharuan melalui jalur pendidikan yang tampilannya dalam bentuk adopsi budaya barat, adaptasi

    (asimilasi dan akomodasi), dualisme dan integrasi dalam bentuk upaya islamisasi ilmu pengetahuan, maupun gerakan

    poli tik telah dilancarkan namun dunia umat Islam pada

    saat ini masih berada di anak tangga bangsa-bangsa

    terbawah, 13 ) terbelakang dalam segi budaya, ekonomi,

    11 )Gerakan Wahabi disebut juga Puritanisme, hakikat gerakan 1n1 ingin mengkonstruksi spritualitas dan moralitas atas dasar kemurnian awal Islam, Fazlur Rahman menyebut gerakan ini dengan istilah rivivalisme atau fundamentalisme, Lihat Fazlur Rahman, Islam and Modrenity1 Transformation an Intelectual tradition. (Chicago:The University of Chicago, 1987), p. 136.

    12 )pazlur Rahman menyatakan bahagian integral dari semangat dan pemahaman para pembaharu itu adalah (1) bahwa suburnya perkembangan sain dan semangat ilmiah dari abad IX hingga abad X dikalangan MUslimin adalah buah dari tuntunan Al-Quran agar manusia mengkaji alam semesta hasil karya Tuhan yang telah diciptakan baginya, (2) bahwa abad pertengahan yang akhir semangat penyelidikan ilmiah telah merosot dan karenanya masyarakat Muslim lalu mengalami kemacaten dan kemerosotan (3) Bahwa Barat telah menggalakkan kajian ilmiah yang sebahagian besar telah dipinjamnya dari kaum Muslimin dan karena itu mereka memperoleh kemakmuran dan bahkan menjajah negeri-negeri Muslim (4) bahwa karena itu kaum Muslimin mempelajari kembali sain Barat yang telah berkembang akan berarti menemukan kembali masa lalu mereka dan memenuhi kembali perintah Al-Quran yang terabaikan, Lihat Fazlur Rahman , Islam and Modernity, ibid, p. 8-9.

    13 )Ismail Al-Faruqi, op-cit, p. 1.

  • ..

    8

    politik dan juga intelektualitas. Masalah yang

    pendidikan Islam

    paling

    pad a

    mendasar mengapa kemajuan priode klasik itu tidak

    berkelanjutan secara progressif linear dan mengapa pembaharuan yang telah dilangsungkan belum menjawab permasalahan. Menjawab masalah ini tampak perlu ada arah yang jelas dan aplikabel untuk pemberdayaan Pendidikan Islam kemasa depan.

    Untuk itu yang paling memungkinkan adalah

    melakukan telaah historis sistematis keberdayaan

    Pendidikan Islam , yaitu meneliti keberdayaan pendidikan

    Islam yang telah teruji dalam proses kesejarahan terutama pada priode kemajuan klasi~ lewat aspek budaya, ekonomi, agama dan politik. Sebagai suatu sistem,

    maka pendidikan interdependen . dengan sistem budaya,

    ekonomi agama dan poli tik dan sebagainya / .sehingga hal

    hal yang mendukung keberdayaan pendidikan Islam yang

    ditemukan pada masa klasik tersebut merupakan

    keberdayaan pendidikan dari berbagai aspek. Hal yang

    mendukung keberdayaan itulah diharapkan dapat menjadi bahan pembanding bagi rekonstruksi pemberdayaan

    pendidikan Islam kedepan.

    B.Perumusan Masalah.

    Dari latar belakang tersebut maka masalah

    tersebut dapat difokuskan kepada tiga persqip.lan pokok

    yaitu :

    1. Bagaimanakah keberdayaan Pendidikan Islam pada masa

    klasik dalam aspek budaya, ekonomi, agama dan politik.

  • +

    9

    2.Apa sajakah pendukung keberdayaan Pendidikan Islam pada masa tersebut,

    3.Bagaimanakah keberdayaan Pendidikan Islam masa klasik

    itu dapat dipakai sebagai pembanding guna rekonstruksi

    pemberdayaan kemasa depan terutama

    permasalahan ummat Islam dewasa ini

    budaya, ekonomi agama dan politik.

    c. Tujuan Pembahasan dan Kebermaknaan Study Tujuan pembahasan study ini adalah

    untuk menjawab dalam bidang

    1. Mencermati Pendidikan Islam dari masa ke masa pada

    priode kemajuan klasik dan menemukan pada saat mana Pendidikan Islam mendapat keberdayaan lewat aspek

    budaya , agama, ekonomi dan poli tik yang ada pada

    masa kesejarahannya. 2. Menemukan hal hal yang menjadi pendukung keberdayaan

    Pendidikan Islam dalam interaksinya dengan kondisi

    budaya, agama, ekonomi dan politik yang berlangsung

    pada priode klasik, sebagai bahan pembanding

    merekonstruksi

    depan.

    pemberdayaan pendidikan Islam masa

    3. Di .. samping i tu disertasi ini diharapkan juga berguna untuk bahan mengadakan study lanjut tentang usaha Pemberdayaan Pendidikan Islam.

    D. Metode Penelitian

    1. Study Pustaka

    Sumber utama pembahasan ini adalah

    historis tentang sejarah pendidikan Islam data

    yang

  • 10

    terdapat pada berbagai literatur sejarah pendidikan Islam d~antaranya buku History of Muslim Education

    ----- ----------------------------- _,.--------- dt- ~ (Beirut, Libanon: Dar al Kashaf Publishing Printing,./ ! 1-, ..... '?-~ Distributing House, 1954) - ~ku ini merupakan/ disertasi Ahmad Syalabi yang atas saran guru besar

    sejarah di Uni versi tas juga promotornya telah

    Cambridge AJ"' Arberry yang

    diterbitkan dalam bahasa

    Arab berjudul Parikh al-Tarbiyah al-Islamiyah. Pada edisi berbahasa Arab ini bahagian yang tadi ditulis

    singkat diperluas penjelasan dan pembahasannya Buku ini mengulas berbagai unsur pendidikan Islam

    dari awal Islam sampai dengan abad XII. Penulisan

    buku ini menggunakan sumber dari studi lapangan

    tempat-tempat dan inskripsi historis, buku tentang

    penyelenggaraan pendidikan masa klasik Islam yang

    sebahagian tidak di jumpai lagi kecuali pada tempat tertentu yang kebetulan diketemukan dalam penelitian

    di perpustakaan-perpustakaan di Timur Tengah, serta

    beberapa negara Eropah.

    Kemudian buku Higher Learning in Islam. , The

    Classical Priod AD 700 - 1300. Karya Charles Michael

    Stanton yang menyoroti sejarah pendidikan Islam dari segi institusi pendidikan tinggi dan proses

    penyelenggaraannya,pengaruh Helenisme, prespektif

    Islam tentang Ilmu dan prestasi ilmuwan, peran

    lembaga informal pendidikan tinggi dan transmisi

    pendidikan tinggi ke Eropah. Sumber yang

    dipergunakan sama dengan Syalabi dan beberapa

    mengutip dari Syalabi. Selanjutnya karya Muhammad

  • ~

    11

    Munir Mursi, Tarbiyah al- Islam:yyah Usuluha wa

    Tatawwaruha fi al-Bilad al-' Arabiyah (Kairo: Alam Kutub, 1977) rnengungkap dasar dasar dan perkernbangan Pendidikan Islam masa klasik dan dilanjutkan rnasa modern dan pendidikan di beberapa negara Arab.

    Tulisan Aminah Ahmad Hasan, Na~ary.yah al-Tarbiyah fi al-Qur ani wa ta~biqatuha. (Kairo: Dar al-Ma'arif 1985), buku ini khusus menjelaskan pendidikan menurut Al-Qur'an dan penyelenggaraannya pad a mas a Rasul. Sa'ad Mursi Ahmad, Tarikh al-Tarbiyah wa. al-

    Ta' lim, (Mesir Alam al-Kutub, 1974) Selanjutnya karya George Makdisi, The Rise Of Colleges Insti-tution of Learning in Islam in The West (Edinburgh: 1981).memuat berbagai institusi pendidikan Islam dan sistem penyelenggaraannya . Selanjutnya karya Richard W Bullet, The Patrician of Nishafur, A study in Medieval Islamic Social History (Cambridge: 1972) dan beberapa institusi pendidikan Islam:, dalam The Encyclopedia of Islam (Leiden EJ. Brill). tentang waqaf dalam John L.Esposito, The Oxford Encyclopedia of the Modern Islamic World (New York: Oxford University Press, 1995). Suatu buku berharga tulisan Fazlur Rahman guru besar Islamic

    studies di Uni versi tas Chicago. Buku ini mengulas

    tentang pendidikan dalam prespektif sejarah dengan al-Qur an sebagai kreteria penilai. Buku ini semula berjudul Islamic Education diterbitkan menjadi Islam

    and

    and

    Modernity,

    Modernity,

    Transformation of an Intelectual Tradition. Buku

  • 12

    Fazlur Rahman ini banyak menyentuh unsur penting

    penyelenggaraan -masa awal dan pertengahan serta

    menyoroti pembaharuan Pendidikan yang dilakukan

    dibeberapa negara. Sungguhpun buku ini tidak

    mengkhususkan tinjauan dari aspek budaya, ekonomi, politik agama namun berbagai analisis telah

    mengikutkan tinjauan i tu. Kemudian buku Al-Tarbiyah. al-Islamiyah (Kairo, Dar al-Qaumiyah li al !iba'ah wa al- Nasyr, 1964) tulisan Muhammad A!iyah al~ Abrasyi, guru besar di Dar al-Ulum Universitas

    Kairo. Seterusnya beberapa karya tentang sejarah Islam dalam tinjauan budaya, ekonomi, politik seperti Sceince

    (Cambridge, 1987) and

    karya

    Civilization

    Seyyed Hossein In Islam

    Nasr yang mengungkapkan tentang konsep i lmu pengetahuan dan

    peradapan serta hasil temuan Ilmuan Islam dalam

    berbagai bidang, Tulisan Ahmad Syalabi, Sejarah Kebudayaan Islam tiga jilid. mengungkapkan sejarah kebudayaan Islam sejak priode awal sampai akhir masa Abbasiyah dengan telaah sosial poli tik dan budaya.

    Studies In Islamic History karya Amir Hasan Shiddiqi

    selain mengungkap sejarah Islam sepintas dalam buku ini diulas juga tentang sistem ekonomi politik, peradilan dan beberapa pandangan Islam tentang isu

    utama yang berkembang dan pandangan Islam terhadap

    isu tersebut. Sumber perpustakaan lainnya adalah

    karya Ira Marvin Lapidus,berjudul History of Islamic Societies (Cambridge,1991) dan Muslim Cities in The Latter Middle Ages (Cambridge, 1967) yang

  • ..

    ..

    13

    mengungkap telaah sejarah melalui kajian ekonomi, sosial dan politik. Serta buku tulisan E.Ashtor yang

    di tul isnya di Zurich, berjudul Economic History of 1'he Near East in The Middle Ages (London: Collins St.James's Place,1976) Ashtor menggunakan sumber dari berbagai 1 i teratur Arab populer dan yang

    tidak dipublikasi, tersembunyi di perpustakaan

    London dan Oxford, sejumlah dokumen Yahud-Arab dan sejumlah besar dukumen dalam arsip Venesia dan beberapa kota di Italia yang pernah menjadi jalur perdagangan dengan Timur dekat abad pertengahan dan

    dukumen lain yang tidak terpublikasi karena tampa

    penulis yang jelas. Tulisan sejarah Islam yang memuat secara implisi t kehidupan masyarakat Islam

    seperti Tarikh al-Islami al-Siyasi wa al-Din lima

    jilid ,(Mesir: Maktabah al-Nahdhah,1976) karya Hasan Ibrahim Hasan. Buku Fajr al-Islam, Dhuha al-Islam; Zuhr al-Islam .

    karya Ahmad Amin serta Al-Hadharah

    al-Arabiyah al-Islamiyah, karya Ali Hasapy al-

    Khurbu~ly. Karya P. K Hi tti, History of The Arabs

    (London: Macmilan,1955) Karya Sayid Ameer Ali, A Short History of The Saracen serta The Venture Of

    Islam (Chicago: 1974), 3 jilid Karya Marshal G. Hudgson, serta The Mayesty That Was Islam, dan

    Muhammad At Mecca keduanya karya \ F-1 . Montgemery

    Watt, Sert a The Islamic Dynasties tulisan

    C.E.Bosworth. Untuk kerangka analisis ditelaah pula

    buku Education and National Development a

    Comprative Perspective yang disusun oleh Ingemar

  • 14

    Fagerlind guru besar Stockholm University dan

    Lawrence J Saha dari Australian National Unversity.

    Buku ini mengulas tentang berbagai konsep teori

    perubahan sosial, dimensi pengembangan pendidikan

    dan pertumbuhan ekonomi, tenaga kerja modernisasi dan mobilitas politik serta beberapa buku teori

    pendidikan lainnya seperti karya F. Harbison and CA

    Myers, Education and Manpower and Growth Strategies

    of Human Resources Development (London: Mc Graw 'Hill, 1964), M. D Shipman, Education and Modernization, (Faber:1972) dan buku-buku pengantar teori antropologi budaya, ekonomi dan Plitik serta

    beberapa konsep poli tik dari Plato dan Aristoteles

    dipakai untuk kerangka pengantar analisis.

    2. Metode

    Metode yang dipergunakan adalah metode peneli-

    tian kuali tatif-phenomenologi dengan berusaha

    menangkap dan mengungkapkan pemaknaan dari data

    historis yang ada dengan tata pikir historis

    interdependen dan interpretatif-konstruktif serta

    interdependen - multi linier14).

    3. Landasan Teoritik

    Dalam telaah phenomenologi teori dipergunakan

    sebagai kerangka analisis. Dengan cara melllilJtnai

    14 >Noeng Muhadjir, Metodologi Penelitian Kualitatif, ( Yogyakarta, Rake Sarasin, 1996 ), p.68, 128.

  • ..

    ..

    15

    kecenderungan data tanpa menggiring pada konsep atau

    teori tersebut sehingga pemaknaan yang diperoleh

    menjadi memiliki konfirmabilitas , dependabilitas dan transferabilitas.

    Teori yang dipergunakan sebagai kerangka

    analisis dalam telaah ini adalah bergerak dari teori

    Modernisasi yang mengembangkan konsep pendidikan

    sebagai suatu sistem yang dialektis. Seluruh

    komponen sistem pendidikan interdependensi dengan

    sistem lainnya (budaya, politik, ekonomi, sosial dan semacamnya) 15 ) Pendidikan akan berfungsi penuh dalam keterikatan dengan aspek kehidupan lainnya.

    Antara aspek itu menurut Adolphe E Meyer saling

    merefleksi16 ) Dengan konsep itu maka perencanaan a tau pelaksanaan Pendidikan secara dialektis

    sebagai subjek dan objek perubahan. 17 ) Hubungan sub sistem itu saling interaktif dengan pendidikan sebagai

    pusatnya seperti terlihat pada figure dibawah ini:

    15 )Lihat Noeng Muhadjir, Perencanaan dan Kebijakan pembangunan Sumber Daya Manusia, ( Yogyakarta, Rake Sarasin, 1993), p.129

    16 >rmam Barnadib, Kearah Prespektif Baru Pendidikan, ( Jakarta: Depdikbud, Dikti, PPLPTK, 1988). Lihat juga Imam Barnadib, Dasar - Dasar Kependidikan , Memahami Makna dan Prespektif Beberapa Teori Pendidikan, ( Jakarta: Ghalia-Indonesia, 1996 ). p.80

    17 >rngemar Fagerlind, Education and National Development a Comparative Perspective, (Oxford: Pergamon Press, 1983), p.197

  • .

    ..

    ..

    ..

    social cultural ideologies

    political

    figure;l, dialectic model of educ~tion and development

    16

    Karena dalam telaah ini memasukkan agama sebagai suatu

    sub sistem tersendiri maka hubungan dialektik itu

    sebagai berikut :

    agama politik

    budaya ekonomi

    figure 2: model dialektis dimensi pengembangan pendidikan Islam

    Sebagai suatu sistem, 11 pendidikan 11 terdiri dari

    komponen sistem: wawasan, proses, materi dan lembaga

    kependidikan yang terpadu berkelindan (sinergis). Keterpaduan komponen itu menjadi suatu sistem pendidikan yang berperan secara. optimal menjalankan perannya. Ada tiga peran utama pendidikan tampa

    kecuaii pendidikan Islam yaitu (a) sosialisasi dan integrasi anak didik kedalam nilai kelompok atau moral

    yang dianut (b) mempersiapkan untuk memiliki kecakapan /kemampuan sosial ekonomi dengan membekali dengan

    kualif ikasi-kualif ikasi pekerjaan dan prof esi yang membuat mereka mampu memainkan peran sosial ekonomi

  • I

    >

    17

    dalam masyarakat, ( c) tumbuhnya kelompok elite yang nantinya memberikan sumbangan bagi keberlangsungan dan

    kelanjutan pembangunan18) Sear ah dengan i tu , Noeng Muhadjir mengemukakan fungsi pendidikan : menumbuhkan kreatifitas subjek didik, menjaga lestarinya nilai-nilai insaniyah dan ilahiyah, dan membina tenaga kerja produktit19 >.

    Ahli pendidikan Muslim Ibnu Maskawih

    menyatakan fungsi pendidikan adalah memanusiakan

    manusia agar tetap pada kebenaran ( al-khairat) dan dapat menghindari kejahatan (al-Syurur) dan tidak jatuh ke martabat hina (al-hayawaniah), memasyarakatkan sebagai anggota masyarakat dalam

    kehidupan kebersamaan makalul ins an (human perfection). 20 > Munir Mursi menyatakan Pendidikan Islam adalah 11 proses pembinaan manusia mengabdi dan

    taat kepada Allah agar taqwa, memakmurkan bumi untuk

    kepentingan memperkokoh ke maslahatan manusia dengan

    menguasai berbagai ilmu, dan memperkuat persatuan

    Islam21 >. Aminah Ahmad menyatakan "mengembangkan

    18 )MD. Shipman, Education and Modernization, (London: Faber, 1972), pp.33-35.

    19 >Noeng Muhadjir, Pendidikan dan Perubahan Sosial, suatu teori Pendidikan, (Yogyakarta : Rake Sarasin, 1993), p. 35

    20 >rbnu Maskawih , Tahzib al-Akhlaq wa Tahthir al-A'raq, cet. I (Cairo : Al-Khairiyah, tt), pp. 5-13

    21 >Muhammad Munir Mursi, Tarbiyah al-Islamiyah Usuluha wa Tatawwaruha fi al-Bilad al-'Arabiyah, (Kairo: Dar al-Kutub, 0 1977), p. 20

  • I

    18

    manusia kearah kesempurnaan-keutuhan baik kepribadian

    maupun kemampuan menyelesaikan urusan dunia dan

    akhirat dan agar berakhlak mulia 11 22) Para ahli berkesimpulan pendidikan mempunyai

    peran besar dan menjadi pembuka pintu modernisasi.23) Anderson misalnya menyatakan pembangunan ban yak

    tergantung kepada bagaimana pendidikan diorganisasikan

    dan dimanfaatkan untuk membantu integrasi sosial

    budaya dan politik.24) Ajaran Islam secara tuntas menyatakan pendidikan sebagai landasan utama bagi

    peningkatan harkat martabat (derajat) manusia dan kemanusiannya. 25 )

    Peran Pendidikan yang strategis itu sering

    tidak muncul sehingga pendidikan lebih sebagai objek perubahan ketimbang subjek. Keadaan ini menumbuhkan berbagai teori pembaharuan pendidikan mulai dari

    Rivi talisasi Budaya sampai Modernisasi dengan konsep

    Pembangunan sumber Daya Manusi sampai

    bentuk liberasi yang dikumandangkan Iv~n Illich, dan ,) lainnya. / / /)

  • 19

    Dalam dunia Pendidikan Islam pembaharuan juga dilancarkan terus menerus sejak awal abad XIX. Upaya pembaharuan i tu dapat dikatagorikan kepada yang

    bercorak purif ikasi dan dilanjutkan kepada yang modernisasi. Tampilan dari upaya pembaharuan

    pendidikan i tu adalah : ( 1) Pemurnian ; a) berupaya menolak semua yang berasal dari luar Islam terutama

    Barat dan menyerukan kembali kepada Al-Qur an dan menentang semua bentuk khurafat. b) mempertahan pol a tradisional yang partial dan tektual dan menolak semua

    bentuk perubahan. (2) Pembaharuan; a) mengadopsi semua model Barat dan membuang semua unsur Islami dan nilai

    tradisional. b) Adaptasi dapat dibagi kepada lb) akomodasi yaitu dengan cara memasukkan pelajaran umum dalam kurikulum sekolah agama dan 2b) memasukkan mata pelajaran agama disekolah umum dan mata pelajaran umum disekolah agama 26 >. (3) Pembangunan tampilannya adalah (a) integrasi ilmu pengetahuan (Islamisasi Ilmu Pengetahuan) dan rekonstruksi ilmu pengetahuan yang Islami dan (c) pola lanjut (dekonstruksi) suatu upaya pembongkaran dari konsep yang ada. Usaha tersebut

    tampilannya lebih pada lingkup pembaharuan.

    Pada era 1990-an di USA dan beberapa negara

    Industri memandang perlu planned change dengan model

    pemberdayaan (empowerment). Dalam bahasa Inggeris

    26 )Lihat Hasan Langgulung, Pendidikan Islam Menghadapi Abad 21, ( Jakarta : Al-Husna, 1984 ), p.68.

  • 20

    empower diartikan give power .or, authority27)Empowe:r ment/ pemberdayaan dipakai sebagai istilah dalam kebijakan organisasi management. Bila pemberdayaan tertuju pada pribadi maka berarti proses membangkitkan motivasi daya dari dalam (intrinsik) seseorang untuk mampu melaksanakan tugas 28 ) dan secara organisasi pemberdayaan berarti agar suatu sistem berdaya

    memiliki kesemarakan, kemampuan daya adaptasi dan

    berkembang dalam hubungannya dengan lingkungan yang

    berubah29 ) jadi ada suatu keberdayaan yang intrinsik pada sistem itu untuk memiliki kemajuan , kernampuan adaptasi dan perubahan berkembang berkelanjutan yang tinggi. Dengan konsep itu ditelusuri keberdayaan

    Pendidikan Islam masa klasik sebagai sistem yang

    interdependen dengan sistem sosial lainnya, dengan memaknai deskripsi sistematis historis secara interpretatif kontekstual dan historis interdependen.

    Dalam sejarah telah berlangsung pembaharuan Pendidikan Islam mulai dari pol a adopt if, dual istik,

    adaptif dan integratif. Sernua dapat dicirikan sebagai

    upaya perubahan kualitatif. Hal itu perlu ditingkatkan

    menjadi usaha pemeranan berkualitas (pemberdayaan).

    27>A.S Hornby cs, The Advanced Learner's Dictionary

    of Current English, (London: Oxford University Press,1950) p.395 28

    >stephen P.Robins, Organizational Bechavior Concept Controversies and Aplications, (San Diego: San Diego State University, Printice Hall International, Inc., 1993),p.682

    29) ibid, p. 668.

  • 21

    Usaha optimasi pembaharuan menjadi pemberdayaan, secara teori tis merupakan suatu gerak perubahan

    berkelanjutan30) yang memerlukan arah yang jelas berupa gambaran keberdayaan yang akan dicapai sebagai

    wacana pembanding yang aplikabel. Keberhasilan dan

    kesemarakan pendidikan Islam pada priode klasik dapat

    menjadi wacana pembanding itu. Hal hal yang mendukung keberdayaan Pendidikan

    Islam masa kemajuan klasik itu melalui telaah sistematis historis selanjutnya dapat diref leksikan bagi us aha pemberdayaan kedepan dengan tidak

    mengenyampingkan kompleksitas situasi kondisi yang

    berkembang pada masanya.

    4. Strategi Pembahasan dan teknik analisis

    Pembahasan didahului dengan mendiskripsikan

    semua informasi penyelenggaraan Pendidikan Islam dari

    zaman ke zaman. Pendiskripsian dilaksanakan dengan

    memperhatikan keterkaitan dengan Pendidikan Islam

    antara satu masa dengan masa yang lainnya dengan

    mempertimbangkan situasi kondisi historis yang. ada

    secara interdependen dengan menempatkan ayat Al-Qur an sabagai penimbangnya 31 ). Pendeskrip-sian sistematis dilakukan melalui aspek budaya; aspek ekonomi; aspek

    agama dan aspek politik. Hal ini dimaksudkan agar

    30 >gerak perubahan menurut pandangan teori opt:imistik "model linear" adalah gerak maju tampa henti, Lihat Ingemar Fagerlind,at. all, op-cit, p.147

    31 ) ibid, p.176.

  • 22

    tinjauannya tidak menjadi bias historis. Setelah itu dilakukan upaya melihat prespektif

    keberdayaan pendidikan dari berbagai aspek dengan

    berusaha menangkap dan mengungkapkan pemaknaan dari

    data historis yang ada dengan interpretatif

    konstruktif. Berbagai paktor penyebab keberdayaan

    pendidikan Islam dilatari kondisi budaya - ekonomi -

    agama dan politik dimaknai dengan memperhatikan

    interaksi yang berlangsung berdasar kontek priode

    sejarahnya pada saat masa Pendidikan Islam mendapatkan keberdayaannya Esensi keberdayaan itu dijadikan indikasi pemberdayaan. Hasil analisa itu dirumuskan

    sebagai indikator indikator pemberdayaan

    pendidikan Islam. Untuk mendapatkan bagaimana

    paradigma pemberdayaan Pendidikan Islam kemasa depan

    lebih dahulu dilakukan studi implikasi pemberdayaan

    Pendidikan secara replektif konstektual dengan

    indikator pemberdayaan dari tiap aspek dengan

    memperhatikan dan mempertimbangkan paktor historis dan

    perkembangan situasi kondisi yang ada sekarang.

    Selanjutnya dikonstruksikan aplikasi Pemberdayaan Pendidikan Islam ke Masa depan sebagai suatu gagasan

    prospektif.

    E. Sistematika Penulisan

    Penulisan disertasi ini disusun secara berurutan

    bab demi bab dengan diawali, bab pertama sebagai bab

    Pendahuluan pada Bab ini di ungkapkan latar belakang

    dan perumusan masalah, tujuan dan signifikansi studi.

  • 23

    Metode Penelitian dan pembahasan, serta sistematika

    penulisan.

    Bab kedua Keberdayaan Pendidikan Islam lewat

    aspek Budaya. Pada bab ini diungkap kondisi budaya

    masyarakat Islam secara berkesinambungan pada masa

    ummat Islam mengalami kemajuan. Mengungkapkan pada bahagian (a) Proses terbinanya masyarakat beriman dan berbudaya belajar, yang menguraikan pembinaan komunitas muslim menjadi learning. society, pembinaan masyarakat madani dan hubungan dengan pengembangan sistem budaya,

    pengembangan penalaran dan musyawarah sebagai basis

    masyarakat Intelektual. Pada bahagian (b) pengembangan kelembagaan pendidikan Islam, meliputi uraian tentang

    tumbuhnya Mesjid, Mesjid Khan dan Madrasah, Modifikasi Kuttab - Maktab dan Maktabah dan Perkembangan Majlis Taklim - Majlis Ilmu dan Observatorium. Selanjutnya bahagian (c) Aktivitas Pembelajaran Masyarakat mengungkapkan tentang gerakan tulis baca dan

    pembelajaran di negeri Muslim, Muatan Islami pad a budaya Arab dan pad a budaya negeri-negeri Islam.

    integritas diniyah ilmiyah dan amaliyah.

    Selanjutnya pad a Bab Ketiga Keberdayaan Pendidikan Islam lewat Aspek Agama. Pada Bab ini

    diuraikan pada bahagian (a) tentang Pendidikan sebagai hak dan kewajiban asasi meliputi Pendidikan sebagai tanggung jawab induvidu masyarakat dan nagara; prinsip ukhuwah Islamiyah dan Taawwun alal birri bagi

    pengembangan Pendidikan; Prinsip Amar Makruf Nahi

  • 24

    Munkar dan Pengembangan Pendidikan; Tanggung Jawab

    Pendanaan Pendidikan, zakat-infaq-sedeqah dan wakaf. Bahagian (b) Manusia sebagai subjek dan objek Pendidikan meliputi prinsip Iqra'- istiqra' bagi

    pengembangan ilmu pengetahuan, prinsip ijtihad dan musyawarah dan bahagian ( c) Pendidikan Islam sebagai Pendidikan yang integral komprehensif meliputi telaah tentang Pendidikan Islam bersifat humanisme teistik

    dan holistik komprehensif. Bab keempat Keberdayaan Pendidikan Islam lewat

    aspek ekonomi, diulas pada bahagian (a) . perdagangan, bahagian (b) pertanian dan (c) industri manufactur masing masing dan hubungannya dengan penyelenggaraan pendidikan.

    Bab kelima tentang Keberdayaan Pendidikan Islam lewat aspek Politik membahas tentang (a) isu persamaan, (b) persatuan dan keadilan, (c) alih teknologi dan ilmu pengetahuan, (d) Pembinaan sumber daya manusia dan kebebasan akademik.

    Bab keenam Prespektif Keberdayaan Pendidikan Islam mengemukakan analisa Keberdayaan Pendidikan Islam dari berbagai aspek; (a) aspek budaya pada tiap priode dan interaksi bagi pemberdayaan pendidikan serta elemen penting dari terjadi Keberdayaan dari aspek budaya tiap priode dan penampilan indikator indikator pemberdayaan pendidikan lewat aspek budaya; ( b) aspek agama pada tiap priode dan interaksi terhadap Keberdayaan pendidikan Islam serta elemen elemen penting dan

    indikator terjadi keberdayaan Pendidikan Islam dari aspek agama; ( c) aspek ekonomi pada tiap priode dan

  • 25

    interaksinya bagi keberdayaan Pendidikan Islam serta elemen-elemen dan indikator penting keberdayaan . pendidikan dari aspek ekonomi dan (d) aspek politik pada tiap priode dan interaksinya dengan keberdayaan pendidikan Islam serta elemen dan indikator keberdayaan pendidikan Islam lewat aspek politik, (e) Hal-hal Pendukung keberdayaan pendidikan Islam dari berbagai aspek.

    Bab ketujuh Rekonstruksi Pemberdayaan pendidikan Islam prospek ke depan terdiri dari pembahasan; Implementasi Pemberdayaan Pendidikan di Indonesia, implikasi Pemberdayaan bagi keberdayaan Pendidikan Islam suatu perbandingan dan Aplikasi Pemberdayaan Pendidikan Islam Ke Masa Depan.

    Selanjutnya bab kedelapan merupakan penutup memuat rangkuman kesimpulan dan beberapa pokok pikiran.

    PERPUST,~K~AN - .. ~'l PROGRAM PASCAS,c\.l

  • Sebagai

    BAB VIII

    PENUTUP

    penutup disertasi ini dirangkumkan

    kesimpulan dari keseluruhan pembahasan keberdayaan

    pendidikan Islam pada bab I s/d VII. serta beberapa

    pokok pikiran bagi pemberdayaan pendidikan kemasa depan.

    A. KESIMPULAN

    1. Keberdayaan Pendidikan Islam adalah keberhasilan

    pendidikan Islam dalam menjalankan perannya. Keberdayaan Pendidikan Islam dalam telaah sistematis

    historis adalah keberhasilan Pendidikan Islam dalam

    perannya yang interdependen dengan sistem budaya,

    ekonomi, agama dan politik pada kurun waktu tertentu

    masa yang lalu. Pada disertasi ini difokuskan pada

    kesemarakan dan keberhasilan Pendidikan Islam pada

    priode klasik.

    2. Dari telaah sistematis historis, melalui aspek

    budaya, ekonomi, agama dan poli tik pada masa Islam

    klasik menunjukkan, ada hubungan yang timbal balik antara kondisi yang dominan dari aspek-aspek tersebut

    dengan keberdayaan Pendidikan Islam.

    3. Berdasarkan ka~akteristik perkembangan Pendidikan

    Islam dalam aspek budaya, ekonomi, agama dan politik

    masa klasik (masa -.kemai_;u~n 650-~ooo, masa disin~egra'si 1000-1250 J i tu, maka fase perkembangannya dapat dibagi kepada masa kaffah {571-660), masa etnosentris {661-750), mas a kosmopolitan (7541-814)' mas a fanatisme aliran ( 814-850), masa poli tik kekuasaan (850-950), masa dominasi aliran minoritas (950-1050)

    322

  • . "

    dan masa dominasi Mazhab mayoritas (1050-1258) 4. Keberdayaan Pendidikan Islam ternyata menjadi optimal

    pada kondisi yang kaffah, kosmopolitan, dan tidak

    repressif. Selanjutnya Keberdayaan Pendidikan Islam menjadi tidak optimal pada suasana yang etnosentris dan fanatisme aliran, politik kekuasaan, dominasi

    aliran minoritas dan bahkan pada masa dominasi mazhab

    menjadi mundur dan tidak berdaya. 5. Hal-hal yang mendukung keberdayaan peran pendidikan

    Islam pada kondisi yang kaffah, kosmopolitan serta

    tidak repressif tersebut adalah : (a) wawasan belajar seumur hidup tanpa batas dengan pemahaman agama yang

    kaffah, kemampuan kerja shalihat yang menjunjung persatuan persamaan dan keadilan berdasarkan asas-

    asas kitabullah dan Sunnah Rasul. (b) proses dan orientasi kependidikan yang terbuka, dinamis dan

    kreatif-- dengan orientasi pemahaman yang humanisme

    teistik dan tidak repressif. (c)transformasi nilai dalam1 kerangka Islami dan ( d) jaringan kelembagaan yang terpadu dengan konsorsium ilmiah dan pusat

    penelitian serta pengembangan dengan memanfaatkan

    jaringan inf ormasi yang ada, didukung dengan status pendanaan yang akur-at dan status lembaga yang bebas

    dengan komlt.men yang tinggi pada keimanan

    6. Pemberdayaan Pendidikan Islam di Indonesia kemasa

    depan seyogyanya dapat dikembangkan dalam kondisi

    yang kaffah dan kosmopoli t. Pemberdayaan peran

    pendidikan Islam yang tel ah dilakukan dapat

    dioptimalkan dalam setiap aspek sehingga hal-hal yang

    323

  • mendukung keberdayaan dapat diwujudkan dengan optimal. Wawasan belajar yang masih memisahkan pendidikan Islam sebagai pendidikan agama saja perlu dikembangkan kearah pengertian sebagai pendidikan

    yang integratif komprehensif. Proses kependidikan yang

    teistik ataupun yang teistik humanistik harus

    dikembangkan kepada orientasi yang humanisme teistik.

    Pengembangan pembelajaran yang ekspositori perlu dikembangkan menjadi model inquiri. Pengembangan kurikulum yang cenderung dichotomik perlu diarahkan

    menjadi monochotomik, perlu ada konsorsium ilmu-ilmu ihsaniyah. Selanjutnya kelembagaan pendidikan yang ada perlu meningkatkan kuali tas kerjasama dengan pusat-pusat penelitian dan pabrik terutama untuk

    sekolah kejuruan. Perlu pula dibangun sistem pendanaan pendidikan Islam yang terpadu.

    B. Beberapa Pandangan ke depan.

    1. Bagi keperluan pemberdayaan pendidikan Islam kemasa

    depan perlu menciptakan suasana pemahaman agama yang

    kaffah dalam suasana kebersamaan yang tidak repressif

    dalam semua aspek, mulai lingkup pribadi, sekolah, organisasi dan negara.

    2. Berbagai hal pendukung keberdayaan pendidikan Islam

    sebagai suatu sistem, hendaknya dapat diupayakan

    semua pihak dalam usaha memberdayakan pendidikan

    Islam, baik dalam pemberdayaan visi kependidikan,

    proses dan orientasi penyelenggaraan, pengembangan kurikulum maupun kelembagaan.

    324

  • 325

    DAFTAR PUSTAKA

    Abduh, Muhammad, Ilmu dan Peradaban Menurut Islam dan Kristen, Bandung: Diponegoro, 1978.

    Ahmad, Kurshid, Basic Principle Of Islamic Education, Lahore, 1978.

    Ahmad , Sa'ad Mursi, Parikh al-Tarbiyah wa al- Ta'lim , Mesir : Alam al Kutub, 1971.

    Ahwani, Ahmad Fuad , Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta: Proyek Pembinaan Prasarana PTAI/IAIN, 1984.

    Al-Abrasyi, Kairo, 1964.

    Muhammad Atiyah, Al-Tarbiyah al-Islamiyah, Dar al-Qaumlyah li al-Tiba 'ah wa al-Nasyr,

    Al-Attas, Syed Naquib dan Syed Sajjad Husain, Aims and Objectives Islamic Education, London, 1979.

    _______ ,

    Mizan,1995 Islam Dan Filsafat Sain, Bandung

    Al-Faruqi, Ismail R, The Cultural Atlas Of Islam, New York: Macmillan Publishing Company, 1990.

    Al-Faruqi, Ismail R, Islamization Of Knowledge; General Principle and Work Plan , Washington DC., International Institute Of Islam Tought, 1982.

    Al-Haddad, Habib Ali Thahir, Sejarah Masukkan Islam ke Timur Jauh, Jakarta: Lentera, 1995.

    Al-Hudary, Beik Al-Syaikh Muhammad, Kitab Parikh Al-Tasyri' al-Islamy, cet Iv, Mesir: Al-Sa'adah 1954.

    Al-Khurbutly, Aly Hus~y_-: Al-Hadharah al-Arabiyah al-Islamiyah, Qahirah: Maktabah Al-Khasanji, tt.

    Amin, Ahmad, Zuhr al-Islam, juz II ,cet V ,Kairo: Maktabah al-Nah?ah 0 al-Mi~riyah,1977.

    _______ ,Duha al -Islam , Kairo, Maktabah al- Nahdah al Mi~riyah, 1977 .

    Amin, Abdullah.M, Falsafah Kalam Di Era Post Modernisme, Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 1996

    Ameer, Ali , A Short History of The Saracens, New Delhi: Kitab Bahavan, Fourth Edition, 1994.

  • 326

    Arbi, Sutan Zanti, Pengantar Kepada Filsafat Pendidikan, Jakarta: Depdikbud, Dirjen Dikti, Proyek Pengembangan Tenaga Kependidikan, 1980.

    Ashtor, E, A Social and Economic History The Near East In The Middle Ages, London: Collins st James's Place, 1976

    Azra, Azyumardi, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara,Abad XVIIdan XVIII, Bandung: Mizan, 1995.

    Baloch, N.A, Advent of Islam In Indonesia , Islamabad: National Institute Of Historical and Cultural Research, 1980

    Barnadib, Imam, Dasar - Dasar Kependidikan, Memahami Makna dan Prespektif Beberapa Teori Pendidikan, Jakarta : Ghalia Indonesia, 1993.

    Barginsky,V.I,Tasawuf Dan Sastra Melayu, Jakarta: RUL,1993

    Billgrami, Hamid Hasan. Konsep Universitas Islam, (terj.) Yoyakarta: Tiara Wacana, 1988.

    Bosworth, Edmund Clifford, The Islamic Dynasties, Edinburgh, Edinburgh University Press, 1980.

    Bulliet, Richard w, The Patricians of Nishafur, A study in Medieval Islamic Social, Cambridge: Harvard University Press, 1972

    Dahl, Robert A, Modern Political Analycis, New Delhi: Printice Hall Of India Private, Limited.1974.

    Daradjat, Zakiah, MP3A dalam Prespektif sejarah, Jakarta, Work Paper Seminar Peran MP3A dalam Pendidikan Agama, Jakarta : Departemen Agama RI, 1998.

    ---------, suatu Analisis Perkembangan Pemikiran Pendidikan Islam Masa Abbasiyah, uraian lepas, 27 September 1989, Jakarta, Wisma Sejahtera, 1998

    Dodge, Bayard, Muslim Education In Medieval Times Washington,DC,: The Middle East Insti tut , 1962.

    Esposito, Jhon L, (ed), Islam In Asia: Religion Politics and Society, New York: Oxford Univer sity Press, 1987

    Fagerlind, Ingemar,cs, Education and National Development, Oxford : Pergamon Press, 1983

    Gazalba, Sidi, Mesjid Sebagai Pusat Ibadah dan Kebuda yaan Islam, Jakarta: Pustaka al-Husna, 1992.

  • 327

    Graudy, Roger, Hencari Agaa Pada Abad XXI , Wasiat Filsafat Roger Graudy, terjemah Prof. DR.H.M.Rasyidi, Jakarta: Bulan Bintang, 1986.

    Hasan, Aminah Ahmad, Nazaryyah al-farbiyah fi al-Qur ani wa Ta~biqatuha, Kairo, Dar al~Maarif, 1985.

    Hasan, Ibrahim Hasan, Tarikh al-Islam al-Siyasi wa al-din, cet vii,Mesir : Maktabah Al-Nah?ah ,1976

    Hitti, Philip K, History of The Arabs, London : Macmillan ,1955.

    Hisyam, Ibnu, Al-Sirah al-Nabawiyah, Juz I & II, Mesir : Syirkah Maktabah wa Matba 'ah wa Mustafa al-Bab a 1 Halabi wa Auladuh, 1955.

    Hudgson, Marshal G., The Venture Of IslCDl, vol. ,III, Chicago: The University of Chicago Pres, 1974.

    Iqbal, Muhammad The Reconstruction Of Religious Thought: In Isla, Lahore, Syekh Muhammad Ashraf, 1981.

    Jalal, Abd al -Fatah, Hin al-U~ul al-farbiyah fi al-IslCDl, Mesir, 1977.

    Kahf, Monzer, "Wakaf" dalam Jhon L. Esposi~o, T~~e Oxford Encyclopedia of The llodern Islatic World, New York: Oxford University Press, 1995.

    Khaldun, Ibnu, The 1958.

    lluqaddi111ah, NY: Belingen Fondation,

    Koentjaranin,_qrat, Pengantar Ilmu Antropoloqi Raneka Cipta, 1980.

    Jakarta

    Kuntowijoyo, "Agama Negara Dan Format Sosial, Sejarah Alienasi dan Oposisi Islam di Indonesia", dalam A.E.Priyono,(ed) Paradigma IslCDl, Interpretasi untuk aksi, Bandung : Mizan, 1990.

    ________ , "Muslim Kelas Menengah Indonesia, 1915 -1950"dalam A.E.Priyono,(ed) ParadigllfB IslCDl, Interpretasi Untuk Alesi, Bandung : Mizan, 1993.

    ________ "Muhammadiyah Sebagai Gerakan Kebudayaan Tampa Kebudayaan" dalam Ade Maarif dkk. lluhCDfllfadiyah dan Pellfberdayaan Rakyat, Yogyakarta: KSL dan LPJEM UMY Kerjasama dengan Pustaka Pelajar, 1995.

    Langgulung, Hasan, Pendidikan Isla. Henghadapi abad ke 21, Jakarta : al-Husna, 1984.

    !

    Lapidus, Ira Marvin, A History of Islairic Societies, Cambridge: Cambridge University Press., 1991.

    __________ , Huslim Ci ties in The Latter Hiddle Ages, Cambridge, Massachusets: Harvard University Press, 1967.

  • 328

    Lombard, Maurice. The Golden Age of Islam, vol.2 New York : American Elseirer Publishing Company, INA, 1975.

    Ma arif, Syafii, Membumikan Islam, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1995.

    Madjid, Nurcholish, 11 Pertimbangan Kemashlahatan Menangkap Makna Dan Ketentuan Keagamaan: Kasus Ijtihad Umar Bin Khattab dalam Nurkhalis Majid, ( ed), Islam Doktrin dan Peradaban, Jakarta : Paramadina, 1995.

    --------~,Islam Ke Modrenan dan Ke Indonesian, Bandung : Mizan, 1989.

    Makdisi, George , The Rise of Colleges; Institution of Learning in Islam in The West, Edinburgh: Edinburgh University Press, 1981.

    _________ , On The Rise The Christian West:

    of Humanism in Classical in With Special Reference

    Edinburgh University .Press, Scholastic, Edinburgh: 1982

    _________ , 11Madrasah11 dalam Bosworth, at. all.,

    (eds) The Encyclopedia of Islam, Vol.V , New Edition, London: EJ.Brill,1986

    Maududi, Abu A'la, Islamic Law and Constitution Translated and Edited by Kurshid Ahmad tp,1982.

    Miarso, Yusuf, Dkk, Teknologi Komunikasi Pendidikan Pengertian dan Penterapannya di Indonesia, Jakarta: Pustekom Depdikbud dan CV Rajawali, 1984.

    Muhadjir, Noeng, Metodologi Penelitian Yogyakarta : Rake Sarasin, 1996.

    Kualitatip,

    -----------------,Ilmu Pendidikan dan suatu Teori Pendidikan, Edisi IV, Sarasin, 1993

    Perubahan Sosial Yogyakarta: Rake

    -----------------

    ,

    Sumber Daya Sarasin, 1992

    Perencanaan Dan Kebijakan Pengembangan Manusia, cet II, Yogyakarta Rake

    Mursi, Muhammad Munir, Tarbiyat al Islamiyah Usuluha wa Tatawarruha fi al-Bilad.' al-' Arabiyah, Kairo: Dar al-Kui:ub, 1977.

    Nadvi, Syed Habibullah, Penerbit Risalah,1986.

    Dinamika Islam, Bandung

    Nakosteen, Mehdi, History Of The Islamic Origin of Western Education, Boulder : University of Colorado Press, 1964.

  • ________ , Konstribusi Islam Atas Barat, Deskripsi Analisa Abad ( terjemahan Joko s, dkk, Surabaya 1996

    329

    Dunia Intelektual Keemasan Islam

    : Risalah Gusti,

    Nasr, Seyyed Hossein , Sceince and Civilization In Islam, New York: A Plume Book From American Library, 1970

    Nasution, Harun, "Tinjauan Filosofis Tentang Pembentukan Kebudayaan Islam" dalam Abd. Basir Solissa dkk, (Ed) Al-Qur an dan Pembinaan Budaya; Dialog Dan Transformasi, Yogyakarta: Lesfi,1993

    ________ ,Islam di tinjau dari Beberapa Aspek, Jakarta: UIP, 1985.

    ________ , Islam Rasional Gagasan dan Pemikiran , Bandung : Mizan, 1995

    Pembaharuan Dalam Islam , Sejarah Pemikiran dan Gerakan, Jakarta : Bulan Bintang,_1987

    Noer, Deliar, Gerakan Modern Islam Indonesia, 1900-1942, Jakarta : LP3ES, 1995

    _______

    11 Masa Depan Ummat Islam Tantangan Dan Cara Menghadapinya 11 dalam Dawam Raharjo, Reformasi Politik, Jakarta : Intermasa, 1977

    Pijper, C.F, Beberapa study Tentang Sejarah Islam di Indonesia 1900-1950, cet.I, Jakarta : UI Press, 1964

    Rahman, Fazlur, Islam and Modrenity: Intelectual Tradition, Chicago: Chicago,1987

    Transformation The University

    an of

    _______ , Islamic Methodology in History, Karachi: Central Institute Of Islamic Research, 1968

    Robertson, Ian, Sociology, New York: Worth Publisher, Inc. 1981.

    Sabiq, Said, Fiqh al-Sunnah, juz ii, Beirut: Dar al Kitab, al-Arabi,1974

    Salam, Solichin, Muhammadiyah dan Kebangunan Islam di Indonesia,Jakarta : NV.Mega, 1965

    Sastromijoyo. Seno, Renungan Tentang wayang Kulit, Jakarta : tp, 1964

    Saqbi, Ghulam Nabi, Modrenization Of Muslim Education, Lahore: Islamic Book Service, tt.

  • 330

    Sezgin, Fuat, 11 Dar al Hadist11 ,dalam Bernad Lewis et.al. The Encyclopedia of Islam, New Edition vol II, Leiden: EJ Brill, 1980.

    Shaban, M.A., Islamic History; A New Interpretation Cambridge: The University Pres, 1971.

    Shihab, Quraisy, Membumikan Al-Qur an , Bandung , Mizan, 1989

    Siddiqi, Amir Hasan, studies In Islamic History, alih bahasa HMJ Irawan,Jakarta : Al-Maarif, 1985.

    Siddiqi, Nourrouzzaman, Menguak Sejarah Muslim, Yogyakarta : LP2M, 1987.

    Tamaddun Muslim, Jakarta, Bulan Bintang, 1987.

    Sol ton, H Roger, An Introduction to Poli tics, London: Longman, Green and co, Ltd, 1960.

    Stanton, Charles Michael, Higher Learning In Islam, The Classical Priod A.D 700 - 1300, Rowman & little field Publisher Inc, 1990.

    Steenbrink, K.A, Pesanteren , Madrasah, Sekolah, Jakarta LP3ES, 1975.

    Suryanegera, Ahmad Mansyur, Menemukan Sejarah Wacana Pergerakan Islam di Indonesia, Bandung : Mizan, 1995.

    Syalabi, Ahmad, History Of Muslim Education, Libanon: Dar al Kashaf Publishing Distributing House, 1954.

    Beirut-Printing

    Taylor, EB, Primitive Culture, London: Jhon Murray, 1871.

    Watt, W.Montgomerry , The Mayesty That Was Islam, London : Sidwick A. Jackson, 1971.

    __________ , Muhammad At Mecca, London University Press, 1979.

    Oxford

    __________ , Muhammad's Mecca, History in The Qur an, Edinburgh : Edinburgh University Press, 1988.

    Yunus, Mahmud, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, Jakarta : Mutiara , 1970.

    Zuhairini, dkk, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia Jakarta Proyek Pengembangan dan Peningkatan PTAI/IAIN, Departemen Agama RI, Jakarta: 1986.

  • -

    PETIKAN AYAT AL-QUR'AN

    I. Q.S. Al-Hujurat ayat (13)

    f-J\ ~) i,;Jl..'.l Jl:J_, ~_,..;. ~-' ._;.;~ J', .y ~ti .rU!I t.:i~ j:::>~~\jj~\~\ ~

    3. Q.S al- Alaq 1-5

    (r) ij)r1 ~.JJ lJl (") J;;, ~ j ~~I:}:>- (') :}:>- i.f~I ~_) r-~ \;J (o)~~\..j~~\~ (i)~l~~i.f~I

    4. Q.S al-Mudatsir ayat 1-3

    (t) )dJ ~t;J (r) fa ~_)J (") _;~\; r:9 (') ;~1 ~\ 5. Q.S al-Baqoroh ayat 30-32

    .-.. .. ~ .. / .. , ,, ~ ~ . ~ 1:..LI \'\:; ~ ':JI l':JI_)~ Wt;Jl~L... J11 "~\ ~\j _y u--ol

    . .. ..

    ~\.JI \iJI _f ~ ~J ~':} J~\., ~ J~I 4.S~ . ... .. .. .. .. ..

    7. Q.S al- Ankabut ayat 43 ..

    0_,JWI ':J \--~ \..J ~Lll ~~ JL...~I ~J

  • 8. Q.S al- Saff ayat 4

    (t) ~~r ~ ri(~ ~ c) ~~~.)} \ ~1\ 0\ 9. Q.S at-Taubah ayat 60

    ~jJ~~u)\o-9.J~.fo~_;l~ ~~~ J"U~~~~\~\ ~ ~ i'.1 _, 11..;- ;.,;.. ) J:.:-11.Y.\, i'.1 ~ r

    10. Q.S al-Hasyar ayat 7 ~ ~~\ ~ ~.J.l ~ ~-

    11. Q.S ali Imron ayat 92 \ .. ~~4\\0\;~ir ~ \...J~ \t~ ~A\)~ J

    12. Q.S al-Saff a~at 10-11 -.l~J.J 1~ ~Ji~\ ~\)J;. if~ 0J~ J!' fl.)\~~\ ~jl~\~

    ,:,.,.\,;; r (JI fl P,-flU f.-J.\J ~\,-~ 11 .b- .) .:i_,~_, 13. Q. S al-Baqoroh ayat 261

    ~~J.~~~\~j.:s'1\~ c)~~,~~.)l\J,.

    14. Q.S Luqman ayat 27

    15. Q.S al-Syam ayat 9

    16. Q.S al-Lail ayat 18

    \(~(ft\

    f ~ ~ \.. J~ ~jJ\

  • '

    17. Q.S al- Baqoroh ayat 177 \ r""'1~ ~~~I~ ~I i:/JJ '-:'~~ ~_r.11 J.:j ~.J>:J \,JJ 0L~I ~ ~~ ~ jll ~J~ "--:>"~JUI~~~~ '-:'l3J~ ~~__,.>..~I ~)~ o_,s)I ~~ o_,Lz11 ,iu~ '-:''U JI ~J ~u~ ~I J~ f.w~

    .. ..,,,,,, _, .

    0:~1 ~JI ~y1 (J;;>-J ,.~~ 1-L....\._JI ~ 0'.!.U~ 1_,.,Ull>- 1~1 ~~

    ~l~~J~\;;~ 18. Q.S al-Baqoroh ayat 275

    \

    ~ ~ .J \..:JI ~~I ~Jt; .:1\s. Lf4J ~I JI o_r~ ~\... ~ ~\.; ~.J

    0.J~\;.. 19. Q.S al-Mutaffifin ayat 1 - 6

    r>)\.5 \~\., ("

  • 23. Q.S al-Baqoroh ayat 188

    ~l:JI J~I if ~)\.ta i\Q.1 Jl~\.,\~J Jkl_J~ ~ fi~1!f(t;';/J

    24. Q.S al-rum ayat 41

    ~ \,.w. '5:JI ~ ~~~\:JI '5~1 ~~~\.,Al J~U~

    25. Q.S al- Isra' 16 -~~\fr J~\ ~ ~ ~ ~_;.. trl ~ ~ 01 t~..)1 lj\_,

    26. Q.S al-Furqon ayat 67

    , -,!.S al-Isro' 26-27

    0\,;.I ~~ ~_;~~.U ~I~~_;~ '1.J ~I J.\., \., ~ J.jll~ ~\., ~_) 0-"~_) ;~1~_,..o~L.\_, 1_;_,...b' ~)0~10~~~\

    28. Q.S Muhammad ayat 38 l_;>-:"4 '}_; ~ \>Y.J

    ~Ll~~lfJ~if~ 11~JL,WJ~~ ~'ly,rf'~ ~~'} ~ f ~L.j J~ ~_,:; 0\J ;~I ~\JJ ~\ 1\., ~ ~

    29. Q.S Yusuf 53

    r:->~_;_#- J._; 01 J..J r>_) L. '11 ~.rJ~ o_; L.~ ~101 ~ ts~rL.-J 30. Q.S Rum ayat 29

    ' Lt~ lJ" ~ L.J ~\ J..01 lJ" '5.>.ii ~ ~ ~ ~~~1 \_,.ll;, L>jjl ~I J

  • 31. Q.S al-Balad ayat 12 - 13

    32.Q.S al-Jumu'ah 10 ' ' V:?' ~\ ~fi~ ~\ ~ rY ~~ ~J ~\ d ~_r:i..; o}:al\ ~:: .a.;1~1,.;

    33. Q.S al Asyura ayat 38

    ~ ~ .. :u \tJ ~ ,_;11_,..!. ~ .r~ o~l~G~ ~) ~ \:i;-1 L>jj~ 34. Q.S Ali Imron ayat 159

    ~~~Y,Y ~~~I~ \W~)J~~11if~J~ ' ' " ~~101~1~ JS_j:J~y- l~u .r~I d~JJl:uJ~;;.:-~~

    ~_;ll

  • -

  • RIWAYAT HIDUP

    Nama Drs.Fachruddin,M.A Tempat/Tgl Lahir Pangkalan Berandan, 26 Des. 1955 Pekerjaan : Dosen Fakultas Tarbiyah IAIN SU

    Alamat

    Nama Ayah Nama Ibu

    Nama Isteri Anak

    Pendidikan:

    Medan Jln.Pimpinan No.195 Tanjung Anom P.Batu,Medan 20353

    Zubir (Alm) : Zainab

    : Dra.Naisah Muhammad Fachran Haikal

    : Muhammad Fachran Faisal : Fatina Fachrina Ulfa : Fatina Fachraini Elf a

    - SD Islam Al-Maarif Berandan , tamat tahun 1966 - PGA 4 Thn Pangkalan Berandan tamat tahun1971 - SPIAIN Tanjung Pura ,Langkat tamat tahun 1973

    Sarjana Muda Fak Tarbiyah IAIN Sumatera Utara Medan 1977

    - Sarjana Lengkap Fak.TarbiyahIAIN Sumatera Utara Medan 1982

    - Pasca Sarjana (S2) PPS. IAIN Sunan Kalijaga Yogya karta.meraih Magister Art (M.A)thn.1990

    - Pasca Sarjana (S3) PPS IAIN Sunan Kalijaga Yogya karta

    Penqalaman Kerja . .

    -Guru Yayasan Pendidikan Islam .Indonesia Helvetia Medan tahun 1976-1979

  • -Guru Taman Pendidikanislam (TPI) Medan 1977-1980 -Guru Yayasan Pesanteren Islam (YPI) Tanjung Anom

    1978-1986 -Dosen Agama Fakultas Teknik Universitas Islam

    Sumatera Utara (UISU) Medan 1986-1988 -Dosen Agama

    Kimia (PTIK) Perguruan Tinggi Ilmu Teknik dan (Kerjasama ASEAN-Jepang 1986-1988

    -Dosen pada Istitut Agama Islam Ja~aiyah Mahmudiyah Tanjung Pura,Langkat 1985-1988

    -Dosen tetap pada Fakultas Tarbiyah IAIN sumatera Utara Medan tahun 1982 s/d sekarang

    Karya Ilmiyah Elektrifikasi Pedesaan Pinggir Kota Madya Medan

    dan Pengaruhnya Pada Pendidikan Formal Agama (Fakultas Tarbiyah IAIN-SU 1982) Administrasi Pendidikan : Penataan dan Penyeleng-garaan (Medan ; Fakultas Tarbiyah IAIN-SU 1986) Administrasi Pendidikan : Perencanaan & Pengem-

    bangan (Medan: Fakultas Tarbiyah IAIN-SU ,1987 Kepemimpinan Dan Keorganisasian Pendidikan (Modul mata kuliah Administrasi Pendidikan( Fakul tas

    . Tar- biyah IAIN SU), 1989 Dienul Islam (Study Islam dalam Persfektif Ilmu) (Medan : Perguruan Tinggi Ilmu Teknik Dan Kimia, 1987. Ijtihad Pendidikan Dalam Pengembangan Pola Pendi-dikan Islam di Indonesia (Thesis), Yogyakarta: PPS IAIN sunan Kalijaga 1990. Pendidikan Manusia Indonesia Baru (Miqat 1994) Pendidikan Islam Dan Abad Informasi (Miqat 1992)

    Prespektip Pendidikan Islam Memasuki Abad XXI (Jurnal Tarbiyah IAIN sumatera Utara 1993)

    Pendidikan Integral Komprehensip ; Membangun Sumber Daya Manusia Indonesia PJPT II (Jurnal Tarbiyah IAIN sumatera Utara - Medan 1994)

  • Penelitian Kualitatip dalam Pendidikan {Miqat 1991) Penelitian Pendidikan Islam {Miqat 1991) Pengamalan agama Dan Peningkatan Pendidikan Islam (study eksploratip pengembangan Pendidikan Islam){Jurnal Tarbiyah 1995 Pengembangan Pendekatan Teknologik Dalam Pendidik an di IAIN Sumatera Utara {Miqat 1990)

    Sikap Muslim Menyongsong mas a {Jakarta:Artikel SKJ IKMI-DDII 1990)

    de pan

    Perlindungan Produsen dan Konsumen menurut Islam {Jakarta:artikel; SKJ,IKMI-DDII 1994 ) Sikap Sabar Modal dasar kehidupan Pasca Industri {Jakarta:artikel, SKJ-IKMI-DDII,1995) Wawasan Masa Depan Ummat Islam (artikel,SKJ,1992) Sirah Rasul Dalam Masyarakat Informasi {artikel, SKJ 1991)

    Pembentukan Keluarga Sejahtera (Medan, LP2A, 1~93) Keluarga Sakinah Laban Yang Subur Bagi Pembinaan Generasi Muda (Medan, LSIAS,1994) Disiplin dan Etos Kerja Muslim (Medan, Lp2A dan

    MD.PTP IX,1995) Membentuk Komunitas Teladan (artikel SKJ 1996)