analisis kuantitatif perdagangan internasional paket-(ekonomi perdagangan internasional)

Download Analisis Kuantitatif Perdagangan Internasional Paket-(Ekonomi Perdagangan Internasional)

Post on 17-Dec-2014

374 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

 

TRANSCRIPT

  • 1. Lilis Yuliati FE UNEJ 1 ANALISIS KUANTITATIF PERDAGANGAN INTERNASIONAL JURUSAN IESP FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JEMBER APRIL 2012

2. Lilis Yuliati FE UNEJ 2 TEORI KEUNGGULAN KOMPARATIF Suatu neg akan berspesialisasi & meng-X brg2 dimana neg tsb memiliki keunggulan komparatif. Artinya, biaya produksinya relatif rendah di banding neg lain, atau produktivitas relatif yg dimiliki oleh negara tsb dlm memproduksi brg2 yg di-X adl plg tinggi 3. Lilis Yuliati FE UNEJ 3 Pendekatan Keunggulan Komparatif: Langsung: melht sumber dy or biaya yg dikeluarkan Tak langsung: melht kinerja X-nya 4. Lilis Yuliati FE UNEJ 4 Ad: Pendekatan Tak Langsung (Mengukur Kinerja Ekspor) 1. Constant Market Share Analysis (CMSA) 2. Revealed Compatarive Advantage (RCA) 3. Indeks Konsentrasi Pasar (IKP) 4. Trade Specialization Ratio (TSR) 5. Lilis Yuliati FE UNEJ 5 Scr teori X suatu neg scr tdk langs mencerminkan komoditi yg memiliki potensi dy saing or mendpt tempat di psr internasional Komoditi yg memiliki kemamp utk X memperlhtkan sebrp jauh keunggulan yg dimiliki or dlm hal ini keunggulan komparatif yg dimiliki oleh komoditi tsb 6. Lilis Yuliati FE UNEJ 6 Ad 1: CMSA Menganalisis perkembgn X suatu neg dibanding neg lain dg asumsi X-nya konstan selama periode yg sdg diteliti, Atau utk melihat cpt or lambatnya laju pertumb X Indonesia dibanding dgn rata2 laju dunia 7. a) Efek Pertumbuhan Impor: Dimana: m = persentase pe M dunia di Indonesia Xi, jk1 = X industri i Indonesia ke negara mitra dagang th ke (t-1) 1, jkiXm Ad 1: CMSA 8. b) Efek Komposisi Komoditas: Dimana : m = persentase pe M dunia ke Indonesia mi= persentase pe M industri i ke Indonesia Xi, jk 1 = X industri i dr Indonesia ke mitra dagang th ke (t-1) 1, jkii Xmm Ad 1: CMSA 9. c) Efek Daya Saing: Dimana: mi = persentase pe M industri i ke Indonesia Xi, jk 1 = X industri i dr Indonesia ke negara mitra dagang th ke (t-1) Xi, jk 2 = X industri i dr Indonesia ke negara mitra dagang th ke (t) 1,1,2, jkiijkijki XmXX Ad 1: CMSA 10. 11,2,1,2, jkiijkijkiijkijkijki XmXXmmXmXX shg dinamika perdag. internasional dpt dirmskan sbb: Ad 1: CMSA 11. Lilis Yuliati FE UNEJ 11 Ad 2: RCA or IRCA IRCA memskkan unsur waktu shg menunjukkan pangsa relatif dr waktu ke waktu Dimana: C : angka RCA Xij : nilai X kelompok komoditi i neg j X.j : nilai X total nej j Xiw : nilai X kelompok komoditi i dunia X.w : nilai X total dunia wj iwij XX XX C .. / / 12. Lilis Yuliati FE UNEJ 12 , maka IRCA adalah IRCA < 1 terjadi pe RCA, artinya kinerja X komoditi i dr neg j mengalami kemunduran relatif dgn kinerja X rata2 dunia IRCA > 1 terjadi pe RCA, artinya kinerja X komoditi i dr neg j mengalami pe relatif dibanding dg rata2 dunia, artinya pangsanya di psr dunia me 11 / / t wi t ij t iw t ij xx xx I iw w iw ij j ij x X X x X X .. ; tertentuperiodepadaRCAangkax t ij Ad 2: RCA or IRCA 13. Lilis Yuliati FE UNEJ 13 Ad 3: IKP Indeks Konsentrasi Pasar (IKP) digunakan utk mengeta hui derajat kestabilan penerimaan X suatu komoditi & kecenderungannya dr waktu ke waktu Intensitas pemusatan neg tujuan dpt dihitung dgn bbrp metode, slh satunya adalah: Hirschman Coefficien Concentration K = koefisien konsentrasi pasar Xij = nilai X komoditi i ke negara j Xi = nilai X total komoditi i suatu neg 2 / iij XXK 14. Nilai K: Tertinggi, K = 1 jika X komoditi i hanya tertu ju di 1 neg sj Terendah, K = .. tdk dpt ditentukan dgn pasti bergantung pd byknya neg tujuan X Angka terendah akan terj kalau pangsa setiap neg tujuan persis sama dgn bsrnya: Ad 3: IKP tujuannegaraN N ,1 15. Lilis Yuliati FE UNEJ 15 Ad 4: TSR Trade Specialization Ratio (TSR) or Indeks Spesiali sasi Perdagangan (ISP) Digunakan utk mengetahui kondisi relatif daya saing suatu komoditas X di psr internasional ttt Pertama kali digunakan oleh Kaneko & Yanagi th 1988 dlm membhs dy saing komoditi X dlm kaitan nya dgn product life cycle iMiE iMiE TSRi 16. Lilis Yuliati FE UNEJ 16 E(i) = nilai X utk komoditi i M(i) = nilai M utk komoditi i Nilai TSRi adl -1,0 s/d +1,0 TSRi = -1,0 tdk punya X sama sekali TSRi = -1,0 s/d 0 komoditi tsb daya saingnya lemah, sebab M > X TSRi = 0 1 menunjukkan bhw komoditi tsb mempunyai daya saing kuat, sebab X > M TSRi = 1 neg tsb tdk punya M untuk komoditi y.b.s 17. Lilis Yuliati FE UNEJ 17 TSR digunakan utk melakukan periodisasi proses industrialisasi & perkembangan pola perdag. TSR -1 s/d -0,5 industri pd thp pengenalan -0,5 s/d 0 ---------,,--------- substitusi M 0 s/d 0,8 ---------,,--------- perluasan X 0,8 s/d 1 ---------,,--------- pematangan Ad 4: TSR 18. Lilis Yuliati FE UNEJ 18 Mengukur peranan/sumbangan/share X: Mengukur peranan/sumbangan/share M: %100x x x K j i Xij %100x M M K j i Mij PERANAN EKSPOR & IMPOR 19. Lilis Yuliati FE UNEJ 19 LAJU PERTUMBUHAN EKSPOR Rumus utk menghitung laju pertumbuhan X: %100 1 1 x x xx X it itit it 20. Lilis Yuliati FE UNEJ 20 Commodity Concentration Index Commodity Concentration Index (CCI) digunakan utk mengukur prospek komoditi di pasar dunia Cjx = indeks konsentrasi X kelompok komoditi Xij = nilai X neg j utk kelompok komoditi i X j = nilai X total neg j 2 .100 j ij jxi X X C 21. Semakin X or M suatu neg terkonsentrasi pd kelompok komoditi ttt, semakin bsr nilai indeksnya CCI = 100 hanya X or M satu kelompok komoditi sj Commodity Concentration Index 22. Commodity Concentration Index CCI utk M komoditi 2 .100 j ij jmi M M C 23. Lilis Yuliati FE UNEJ 23 Intra-Industry Trade (IIT) IIT Indeks Grubel-Lloyd (1975) = X industri i ke neg j, = M industri i dr neg j Kriteria Krugman apabila IIT 40% inter-industry trade > 40% intra-industry trade i j i j i j i ji j MX MX IIT 1 i jX i jM 24. IIT mendekati 0 perdag yg cocok didsrkan pd psr persaingan sempurna, di mana terjadi perbedaan kelimpahan faktor, & perdag didsrkan pd keunggulan komparatif IIT = 0 industri i hanya inter-industri IIT = 1 yg terj dlm industri I hanya IIT didsr- kan pd psr persaingan tdk sempurna krn adanya increasing return to scale Intra-Industry Trade (IIT) 25. Lilis Yuliati FE UNEJ 25 Utk menampilkan data pd level yg lbh menyeluruh digunakan formula agregasi k j ijij n i k j ijij n i k j ijij n ii j MX MXMX AIIT 11 1111 Intra-Industry Trade (IIT) 26. Lilis Yuliati FE UNEJ 26 Ada 2 IIT: 1. Horisontal: perdag 2 arah dr produk yg memili ki kualitas sama tp berbeda karakteristiknya 2. Vertikal: perdag 2 arah dr produk yg sama or sejenis tp memiliki kualitas beda 11 m i x i VU VU 1m i x i VU VU 1m i x i VU VU Intra-Industry Trade (IIT) 27. Keterangan: = nilai unit X (f.o.b) = nilai unit M (c.i.f) = 25% Intra-Industry Trade (IIT) x iVU m iVU 28. Syarat penyerahan hrs ditentukan scr tepat, misalnya: a. Loco Price harga brg dgn penyerahan di tempat brg itu disimpan & dlm keadaan spt aslinya. b. FOB Price (Free On Board) semua biaya sampai brg dimuat di atas kapal c. C & F Price (Cost and Freight) seperti dlm FOB, ditambah ongkos angkut laut dr pelabuhan muat sampai ke pelabuhan tujuan brg yg diingini oleh importir or pembeli. 29. d. CIF Price (Cost Insurance and Freight) sgl biaya sbgmn dlm C & F Price ditambah dgn premi asuransi e. FRANCO Gudang Pembeli segala biaya sampai brg di bongkar di gudang pembeli. f. Foq (Free on quay), Fas (Free alongside ship), Far (Free alongside rail) Foq harga sampai brg diserahkan ke kade pelabuhan muat. Fas harga sampai brg diserahkan di kade disamping kapal yg akan memuat brg. Far harga sampai brg diserahkan di pelataran stasiun KA yg akan mengangkut brg. 30. Lilis Yuliati FE UNEJ 30

Recommended

View more >