perdagangan internasional teh

Download Perdagangan Internasional Teh

Post on 12-Jul-2015

560 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PERDAGANGAN INTERNASIONAL Data GDP/GNP untuk Komoditas Teh di Indonesia

Kelompok 7 Disusun oleh : Wendi Irawan Dityo Gunarto Rivalnu Luqman R.Moudy A.P Fika Nutfahul Husna NPM : 150310080137 NPM : 150310080164 NPM : 150310080167 NPM : 150310080173 NPM : 150610090046

Dosen: M Arief Budiman, SE.,ME.

Kelas: Agribisnis D

Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran 2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kita berbagai macam nikmat, sehingga aktifitas hidup yang kita jalani ini akan selalu membawa keberkahan, baik kehidupan di alam dunia ini, lebih-lebih lagi pada kehidupan akhirat kelak, sehingga semua cita-cita serta harapan yang ingin kita capai menjadi lebih mudah dan penuh manfaat. Terima kasih sebelum dan sesudahnya kami ucapkan kepada dosen mata kuliah Ekonomi Sumber Daya Alam, Bapak M. Arief Budiman, SE.,ME. serta teman-teman sekalian yang telah membantu, baik bantuan berupa moriil maupun materil, sehingga makalah ini terselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan. Kami menyadari sekali, didalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan serta banyak kekurangan-kekurangnya, baik dari segi tata bahasa maupun dalam hal pengkonsolidasian kepada dosen serta teman-teman sekalian, yang kadangkala hanya menuruti egoisme pribadi, untuk itu besar harapan kami jika ada kritik dan saran yang membangun untuk lebih menyempurnakan makalah-makah kami di lain waktu.

Bandung, April 2011

Penulis

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Teh Teh adalah minuman yang mengandung kafein, sebuah infusi yang dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman Camellia sinensis dengan air panas. Teh merupakan sumber alami kafein, teofilin dan antioksidan dengan kadar lemak, karbohidrat atau protein mendekati nol persen. Teh bila diminum terasa sedikit pahit yang merupakan kenikmatan tersendiri dari teh.

1.2

Macam-Macam Teh Teh Putih Teh yang dibuat dari pucuk daun yang tidak mengalami proses oksidasi dan sewaktu belum dipetik dilindungi dari sinar matahari untuk menghalangi pembentukan klorofil. Teh putih diproduksi dalam jumlah lebih sedikit dibandingkan teh jenis lain sehingga harga menjadi lebih mahal. Teh putih kurang terkenal di luar Tiongkok, walaupun secara perlahan-lahan teh putih dalam kemasan teh celup juga mulai populer.

- Teh HijauTermasuk jenis teh yang begitu disukai karena manfaatnya sangat besar untuk tubuh kita, catechins antioksidan dan kuta yang terkandung di dalamnya bisa membantu membunuh virus, memacu daya tahan tubuh, dan bisa memperlambat efek penuaan dini. Teh Hitam Ini jenis teh yang sering kita konsumsi, ternyata juga memiliki manfaat, karena teh ini mempunyai kandungan polyhenol ini bisa mencegah kanker dan penyakit jantung, kolesterol tinggi dan infeksi. 1.3 Pengolahan Teh Daun teh Camellia sinensis segera layu dan mengalami oksidasi kalau tidak segera dikeringkan setelah dipetik. Proses pengeringan membuat daun menjadi berwarna gelap, karena terjadi pemecahan klorofil dan terlepasnya unsure tanin. Proses selanjutnya berupa

pemanasan basah dengan uap panas agar kandungan air pada daun menguap dan proses oksidasi bisa dihentikan pada tahap yang sudah ditentukan. Pengolahan daun teh sering disebut sebagai "fermentasi" walaupun sebenarnya penggunaan istilah ini tidak tepat. Pemrosesan teh tidak menggunakan ragi dan tidak ada etanol yang dihasilkan seperti layaknya proses fermentasi yang sebenarnya. Pengolahan teh yang tidak benar memang bisa menyebabkan teh ditumbuhi jamur yang mengakibatkan terjadinya proses fermentasi. Teh yang sudah mengalami fermentasi dengan jamur harus dibuang, karena mengandung unsur racun dan unsur bersifat karsiogenik.

BAB II PEMBAHASAN

2.1

Komoditi Teh di Indonesia Teh merupakan salah satu komoditi yang mempunyai peran strategis dalam perekonomian Indonesia. Industri teh mampu memberikan kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar Rp 1,2 triliun (0,3% dari total PDB nonmigas). Komoditi ini juga menyumbang devisa sebesar 110 juta dollar AS setiap tahunnya (ATI, 2000). Selain untuk menjaga fungsi hidrolis dan pengembangan agroindustri, perkebunan teh juga menjadi sektor usaha unggulan yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar. Rasio perbandingan tenaga kerja dengan luas lahannya 0,75. Karena itu perkebunan teh digolongkan sebagai industri padat karya (www.pkps.org). Tahun 1999 industri ini mampu menyerap 300.000 pekerja dan menghidupi sekitar 1,2 juta jiwa (Suprihatini Rohayati, Daya Saing Ekspor Teh Indonesia di Pasar Teh Dunia). Jawa Barat merupakan Provinsi penghasil Teh terbesar di Indonesia, lebih dari 70 % produksi Teh Nasional di hasilkan dari Jawa Barat, oleh karenanya Teh dijadikan komoditas unggulan di Jawa Barat. Tanaman Teh merupakan tanaman tahunan yang dapat berproduksi secara berkesinambungan sehingga perkebunan Teh yang tersebar diwilayah pedesaan pegunungan Jawa Barat, merupakan sumber mata pencaharian bagi masyarakat sekitar sehingga dapat menekan laju urbanisasi. Lebih dari 2 juta jiwa masyarakat Jawa Barat kehidupannya tergantung dari agribisnis Teh. Tanaman Teh yang dibudidayakan dengan kepadatan yang cukup tinggi dan sistem pengelolaan yang cukup baik terbukti mampu menjaga kelestarian alam dan lingkungan, antara lain mencegah erosi, memelihara fungsi hutan dan hidrologis serta menekan laju emisi karbon. Potensi pengembangan komoditi teh Indonesia sangat besar. Produksi teh yang tinggi menempatkan Indonesia pada urutan kelima sebagai negara produsen teh curah, setelah India, Cina, Sri Lanka dan Kenya. Indonesia juga menduduki posisi kelima sebagai negara eksportir teh curah terbesar dari segi volume setelah Sri Lanka, Kenya, Cina dan India (Suprihatini Rohayati, Daya Saing Ekspor Teh Indonesia di Pasar Teh Dunia).

2.2

Profil Bisnis Komoditi Teh Di Indonesia. GDP (Gross Domestic Product)/PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia Menurut bank dunia GDP (Gross Domestic Product)/PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia bernilai 540 miliar dolar atau 0,87% dari ekonomi dunia. Dari tahun 1967 sampai 2009, rata-rata Produk Domestik Bruto Indonesia adalah 138,19 milyar dolar, mencapai tingkat tertinggi sebesar 540,28 milyar dolar pada bulan Desember tahun 2009 dan rekor terendah sebesar 5,98 milyar dolar pada bulan Desember 1967. Indonesia merupakan negara dengan perekonomian nasional terbesar di Asia Tenggara. Indonesia memiliki perkonomian negara berbasis pasar di mana pemerintah memainkan peran penting dengan memiliki lebih dari 164 perusahaan milik negara. Pemerintah mengelola harga barang pokok, termasuk bahan bakar, beras, dan listrik.

a. Perkembangan Luas Areal Teh bukan tanaman asli Indonesia. Tanaman teh diperkenalkan pertama kali di Indonesia pada tahun 1686 oleh Dr. Andreas Cleyer sebagai tanaman hias. Pada tahun 1728 pemerintah Hindia Belanda mendatangkan bibit teh dalam bentuk biji-bijian dalam jumlah yang besar karena tertarik untuk membudidayakannya di pulau Jawa. Sayangnya, usaha tersebut tidak berhasil.Usaha budidaya dilakukan kembali dengan bibit teh dari jepang yang dipromosikan oleh Dr Van Siebold setalah tahun 1824. Usaha perkebunan teh yang pertama dipelopori Jacobson pada tahun 1828 dan berkembang menjadi komoditi yang menguntungkan pemerintahan Hindia Belanda. Sejak saat itu

teh menjadi salah satu tanaman yang harus ditanam rakyat melalui politik Tanam Paksa (Culture Stetsel). Pada masa pemerintahan Hindia Belanda perkebunan teh berkembang dan menyebar di tanah Indonesia. Setelah kemerdekaan, usaha perkebunan dan perdagangan teh diambil alih oleh pemerintah RI. Kini, perkebunan dan perdagangan teh juga dilakukan oleh pihak swasta. Berbeda dengan komoditi Indonesia lainnya, teh tidak membutuhkan areal lahan yang luas seperti karet, kelapa sawit dan tebu. Meski demikian produktivitas teh tidak kalah apabila dibandingkan dengan komoditi lainnya. Bahkan produktivitas teh menempati urutan ketiga setelah kelapa sawit dan tebu. Pada umumnya tanaman teh di Indonesia adalah 50% jenis medium grown, 20% high grown tea. Sisanya 30% adalah jenis low grown yang merupakan hasil grade medium grown yang bermutu rendah (Kantor Pemasaran Bersama PTPN). Jenis teh ini didasarkan pada ketinggian lahan. Kualitas teh sangat ditentukan oleh ketinggian tempat penanaman. Teh membutuhkan lahan yang tinggi. Tidaklah mengherankan apabila Jawa Barat menjadi propinsi yang memiliki luas lahan perkebunan teh terbesar di Indonesia karena wilayah tersebut mempunyai banyak dataran tinggi yang cocok untuk tanaman ini. Lahan yang digunakan untuk perkebunan teh di Indonesia semakin berkurang dari tahun ke tahun. Jika dihitung secara keseluruhan pertumbuhan luas areal teh pada tahun 2004 mengalami penurunan 0,58%. Lahan-lahan ini sebagian dikonversi menjadi kebun kelapa sawit, sayuran dan tanaman lainnya yang dianggap lebih menguntungkan. Bahkan sebagian petani teh telah menjual tanah mereka karena dinilai tidak lagi mendatangkan keuntungan (Kompas,11 Maret 2004).

Perkembangan luas areal teh di Indonesia pada periode tahun 1970-2009 cenderung mengalami peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 0,37%. Pertumbuhan positif luas areal teh terjadi pada periode 1970 - 1998 dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 1,20%, sedangkan periode sesudahnya mengalami penurunan ratarata luas areal sebesar 1,72%. Penurunan luas areal teh yang cukup tinggi terjadi pada tahun 1971 dengan penurunan sebesar 12,07%. Sementara itu peningkatan luas areal teh terbesar terjadi pada tahun 1998 yakni sebesar 10,42%

b. Produksi Penurunan areal teh di Indonesia telah mempengaruhi jumlah produksi teh nasional. Penurunan pertumbuhan produksi teh pada tahun 2004 berkisar 2,95%. Meski demikian, di beberapa propinsi seperti Jawa Tengah, DIY dan Sumatera Barat, penurunan areal tidak berpengaruh pada produksi mereka,