wrap up sk 1 b11 blok respirasi

Download Wrap Up Sk 1 B11 Blok Respirasi

Post on 13-Apr-2016

216 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

b11

TRANSCRIPT

BLOK RESPIRASIWRAP UP KELOMPOK B 11

Ketua: Zulfikar Caesar N (1102014294)Sekretaris: Rista Triana K (1102014228)Anggota: Arisya Hanifah N(1102011045)Nidaul Hasanah(1102012192)Muhamad Rezha C(1102014163)Sella Pratiwi(1102014240)Rezkina Azizah P(1102014225)Santi Noor A(1102014237)Nurhayati `(1102014201)

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI 2016

SKENARIONYERI SENDISeorang laki-laki, umur 20 tahun , selalu bersin-bersiin di pagi hari., keluar ingus encer, gatal di hidung dan mata. Keluhan juga timbul bila udara berdebu. Keluhan seperti ini sudah diderita sejak usia 14 tahun. Dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit serupa, kecuali penyakit asma pada ayah pasien. Pasien rajin solat tahajud, sehingga dia bertanya apakah ada hubungan memasukan air ke hidung di malam hari dengan keluhannya ini? Pasien menanyakan ke dokter mengapa bisa terjadi demikian, dan apakah berbahaya apabila menderita keluhan ini dalam jangka waktu yang lama.

IDENTIFIKASI KATA SULIT1. Asma : radang kronis saluran nafas yang menybabkan peningkatan hiperresponsif saluran nafas2. Ingus : mucus atau secret yang keluar dari hidung 3. Bersin : keluarnya udara semiotonom dari hidung dan mulut

Pertanyaan dan jawaban

1. Mengapa gejala terjadi pada pagi hari ?Jawab: karena pada pagi hari suhu dingin atau rendah, pasien di scenario kemungkinan alergi terhadap suhu dingin.

2. Mengapa bias terjadi bersin-bersin? Jawab : reflek bersin timbul karena cilia terpapar allergen. Pada scenario ini alergennya adalah debu.

3. Apa penyebab gatal pada hidung ?Jawab : karena adanya histamine. 4. Apa hubungan bersin-bersin dengan memasukan air ke dalam hidung ?Jawab : karena pasien kemungkinan alergi suhu dingin.

5. Mengapa ingus yang keluar encer ? Jawab : karena etiologi dari scenario ini adalah non-infeksi.

6. Apakah ada hubungan penyakit asma pada ayah pasien?Jawab : ada, alergi dapat menurun secara genetic.

7. Apa yang terjadi bila dibiarkan dalam jangka waktu yang panjang ?Jawab : jika tidak ditangani dapat menimbulkan polip. 8. Apa diagnosis dari scenario ini?Jawab : rhinitis Alergi

HIPOTESA Udara dingin dan debu dapat mengakibatkan terjadinya alergi pada hidung yang disebut rhinitis alergi. Gejala dapat berupa bersin bersin, ingus encer dan bening, dan gatal di hidung dan mata. Apabila tidak di terapi dapat menimbulkan polip yang pada akhirnya dapat menyebabkan sinusitis.

SASARAN BELAJAR LO. I Memahami dan menjelaskan Anatomi Saluran Pernafasan AtasI.1. Memahami dan Menjelaskan Makroskopis Anatomi Saluran Pernafasan AtasI.2. Memahami dan Menjelaskan Mikroskopis Anatomi Saluran Pernafasan AtasLO.II. Memahami dan Menjelaskan Fisiologi pernafasan LO.III. Memahami dan Menjelaskan Rhinitis alergiIII.1. Memahami dan Menjelaskan Definisi Rhinitis alergiIII.2. Memahami dan Menjelaskan Etiologi Rhinitis alergiIII.3. Memahami dan Menjelaskan Klasifikasi Rhinitis alergiIII.4. Memahami dan Menjelaskan Patofisiologi Rhinitis alergiIII.5. Memahami dan Menjelaskan Manifestasi Rhinitis alergiIII.6. Memahami dan Menjelaskan Diagnosis Rhinitis alergiIII.7. Memahami dan Menjelaskan Diagnosis Banding Rhinitis alergiIII.8. Memahami dan Menjelaskan komplikasi Rhinitis alergiIII.9. Memahami dan Menjelaskan Penatalaksanaan Rhinitis alergiIII.10. Memahami dan Menjelaskan Pencegahan Rhinitis alergiIII.11. Memahami dan Menjelaskan Prognosis Rhinitis alergiLO.IV. Memahami dan Menjelaskan Menjaga saluran nafas dalam islam

LO. I Memahami dan menjelaskan Anatomi Saluran Pernafasan AtasI.1. Memahami dan Menjelaskan Makroskopis Anatomi Saluran Pernafasan AtasSistem pernapasan biasanya dibagi menjadi 2 daerah utama:

Bagian konduksi, meliputi rongga hidung, nasofaring, laring, trakea, bronkus, bronkiolus dan bronkiolus terminalis. Bagian respirasi, meliputi bronkiolus respiratorius, duktus alveolaris, saccus alveolaris dan alveolus.

A. HIDUNG Mempunyai 2 buah nares anterior = aperture nasalis anterior = lubang hidung = nostril Vestibulum nasi adalah bagian depan rongga hidung, tempat muara nares anterior. Pada mucusa hidung, terdapat silia yang kasar untuk penyaring udara Rangka hidung terdiri dari bagian luar dibentuk oleh tulang-tulang : os nasal, processus frontalis os maxillaris Bagian dalam rongga hidung yang berbentuk terowongan disebut dengan cavum nasi (mulai dari nares anterior sampai ke nares posterior, yang dikenal dengan choanae) Cavum nasi (rongga hidung) mempunyai : dasar, atap, dinding lateral dan medialDasar = dibentuk oleh processus palatinus os maxilla dan lamina horizontal os palatinusAtap = dibentuk oleh os frontale dan os nasal, bagian tengah oleh lamina cribrosa os ethmoidalisDinding = bagian lateral oleh tonjolan tulang conchae nasalis (superior, media, inferior). Diantaranya ada saluran yang dinamakan meatus nasalis (superior, media, inferior) Sekat Antara kedua rongga hidung dibatasi oleh dinding yang berasal dari tulang dan mucusa disebut septum nasi, yang dibentuk oleh tulang-tulang : cartilage septi nasi, os vomer, lamina perpendicularis os ethmoidalis Persarafan hidunga. Persarafan sensorik dan sekremotorik hidung :1. Bagian depan dan atas cavum nasi mendapat persarafan sensoris dari N.nasalis, N.ethmoidalis anterior semuanya cabang N.opthalmicus (N.V1)2. Bagian bawah belakang termasuk mucusa conchae nasalis depan dipersarafi oleh rami nasalis posterior (cabang dari N.maxillaris/N.V2)3. Daerah nasopharynx dan conchae nasalis belakang mendapat persarafan sensorik dari cabang ganglion pterygolapatinumb. Nervus olfactorius (N.I) Perdarahan hidung a. Berasal dari a.carotis interna dan a. carotis externab. A. carotis interna mempercabangkan arteria opthalmica, selanjutnya bercabang lagi menjadi :1. Arteria ethmoidalis anterior dengan cabang-cabang : a.nasalis externa, lateralis, a.septalis anterior2. Arteria athmoidalis posterior, selanjutnya bercabang lagi menjadi a.nasalis posterios, a. nasalis posterior, lateral dan septal, a.palatinus majusc. A.carotis externa mempercabangkan dari a.maxillaris ke A.spenopalatinumd. Ketika pembuluh darah diatas pada mukosa hidungmembentuk anyaman kapiler pembuluh darah yang dinamakan plexis kisselbach (mudah pecah oleh trauma/infeksi sehingga sering menjadi sumber epitaxis (perdarahan hidung terutama pada anak

B. SINUS PARANASALIS Adalah sinus-sinus atau rongga-rongga yang berhubungan dengan cavum nasi. Ada 4 macam, yaitu :i. Sinus sphenoidalis (2 buah) : mengeluarkan sekresinya melalu recessus sphenoethmoidalis keluar pada meatus superiorii. Sinus frontalis : ke meatus mediaiii. Sinus ethmoidalis : ke meatus superior dan mediaiv. Sinus Maxillaris : ke meatus media, berbentuk pyramid terapat dalam corpus maxillare di belakang pipi (os zygomaticum), dasar sinus berhubungan dengan akar gigi premolar dan molar Sinus-sinus di atas dilapisi oleh mucoperiosteum dan terisi udara yang berfungsi sebagai resonator suara dan sekresi sinus dialirkan pada cavum nasi dan bila aliran tersumbat maka sinus berisi cairan dapat merubah kualitas suara Pada sudut mata medial terdapat hubungan hidung dan mata melalui ductus nasolacrimalis tempat keluarnya air mata ke hidung melalui meatus inferior Pada nasofaring terdapat hubungan hidung dengan rongga telinga melalui OPTA

C. NASOPHARYNX Adalah daerah yang terletak di belakang choanae / nares posterior dapat dicari dengan memakai Rhinoscopy posterior :i. Tonsilla pharyngealis terletak di bagian atasii. Bagian ujung belakang conchae nasalisiii. Torus tubarius daerah yang menonjol osteum pharyngeum tubaiv. Osteum pharyngeum tuba auditiva (lubang yang menghubungkan hidung dengan bagian dalam telinga)

D. LARYNX Adalah organ yang berperan sebagai sphincter pelindung pada system respirasi dan berperan dalam pembentukan suara. Terletak setinggi vertebrae cervicalis 4,5 dan 6, di bawah lidah dan tulang os hyoid (batas dagu dan leher), dibagian depan terdapat otot-otot dan bagian lateral ditutupi kelenjar tiroid. Daerah ini dimulai dari aditus larynges sampai batas bawah cartilage cricoid

Rangka larynx dibentuk oleh : tulang (1 buah os hyoid) dan cartilage (1buah thyroid, 2buah arytenoid, 1buah epiglottis) yang dihubungkan oleh membrane dan ligamentum serta digerakkan oleh otot-otot larynx Pada arytenoid di bagian ujung terdapat tulang rawan kecil yaitu, cartilage corniculata dan cuneiforme (Sepasang), cricoid (1buah) bentuk cincin bagian terbawah dari larynx Larynx merupakan ruang yang berbentuk rongga disebut dengan cavitas larynges. Pada bagian atas disebut sebagai pintu larynx yang dikenal dengan aditus larynges dan bagian bawah lebih kecil dan terbentuk oleh cartilage cricoid yang berbentuk lingkaran Cavitas larynges terbagi dalam 3 bagian :I. Vestibulum larynges : dari aditus sampai plica vestibularisII. Daerah tengah : dari plica vestibularis sampai setinggi vocalisIII. Daerah bawah : dari plica vocalis sampai ke pnggir bawah cartilage cricoid Fossa piriformis adlaah recessus yang terdapat di Antara kedua sisi lipatan dan aditus larynges, yang dibatasi oleh plica aryepiglotica di medial dan cartilage tiroid sebelah lateral Sinus laringis (ventriculus laringis) adalah ruang yang terdapat di Antara plica vestibularis dan plica vocalis Os hyoid (1buah)a. Terbentuk dari jaringan tulangb. Mempunyai 2 cornu (cornu majus dan minus)c. Dapat diraba pada batas Antara leher atas dengan pertengahan dagud. Berfungsi tempat perlekatan otot mulut dan cartilage thyroid Cartilage thyroid (1buah)a. Terletak di bagian depan dan dapat diraba tonjolah yang dikenal dengan prominens laryngesb. Melekat ke atas dengan os hyoid dan ke bawah dengan cartilage cricoid, ke belakang dengan arytenoidc. Jaringan ikatnya adalah membrane thyrohyoidd. Mempunyai cornu superior dan inferiore. Pendarahan dari a.thyroidea superior dan inferior Cartilage arytenoid (2buah)a. Terletak posterior dari lamina cartilage thyroid dan diatas cartilage cricoidb. Mempunyai bent