Tp Kimia Fisika Anti

Download Tp Kimia Fisika Anti

Post on 25-Dec-2015

217 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

titik didih dan titik lebur

TRANSCRIPT

<p>1. Apa yang anda ketahui tentang titik didih atau titik leleh zat ?a. Titik DidihTitik didih adalah suhu dimana tekanan uap suatu zat (cair) sama dengan tekanan udara luar, sehingga proses penguapan terjadi di seluruh bagian cairan. Hal ini dapat perhatikan dengan adanya gelembung yang tidak lain uap-uap (gas) yang ingin keluar dari cairan.analogikan bahwa proses mendidih adalah proses pertarungan antara uap dengan udara luar. Jika kita misalkan uap dan udara luar sedang main dorong-dorongan, maka uap akan mendorong ke atas, sedangkan udara luar mendorong ke bawah. Semakin banyak uap yang mendorong ke atas, semakin mudah mereka menguap, atau dengan kata lain, semakin mudah mendidih. Begitu pula, semakin banyak udara luar yang mendorong ke bawah, maka semakin sedikit zat yang dapat menguap, sehingga semakin sulit mendidih atau dengan kata lain, titik didihnya menjadi lebih tinggi.</p> <p>Jika jumlah partikel udaranya berkurang, maka tekanan udaranya pun berkurang akibatnya, lebih banyak zat cair yang bisa menguap.</p> <p>air mendidih pada suhu yang berbeda di tempat-tempat yang berbeda ketinggian. Sebagai contoh, di Bandung, air mendidih pada suhu 98 oC. Lalu, titik didih air 100 oC itu di daerah pantai yang tekanan udaranya 1 atm.Pada waktu air dipanaskan maka suhu semakin tinggi dan pada dasar bejana terlihat gelembung-gelembung uap air. Uap air jenuh dalam gelembung mengembun, pecah, dan mengeluarkan bunyi karena suhunya lebih rendah dari suhu air di bawahnya. Pada suhu 1000C dan tekanan normal maka gelembung-gelembung terdapat di seluruh bagian zat cair dan setelah mencapai permukaan akan pecah. Dalam keadaan seperti ini zat cair dikatakan mendidih. Mendidih adalah peristiwa menguapnya zat di seluruh bagian zat cair karena dipanaskan. Suhu pada saat suatu zat cair mendidih disebut titik didih. Titik didih normal terjadi ketika tekanan 1 atmosfer. Selama mendidih, suhu zat cair tetap.Tb= m. KbTb= Kenaikan Titik Didih (C)m= Molaritas Larutan Kb= Tetapan kenaikan titik didih (C)Suhu dimana cairan mendidih dinamakan titik didih. Jadi, titik didih adalah temperatur dimana tekanan uap sama dengan tekanan atmosfer. Selama gelembung terbentuk dalam cairan, berarti selam cairan mendidih, tekanan uap sama dengan tekanan atmosfer, karena tekanan uap adalah konstan maka suhu dan cairan yang mendidih akan tetap sama. Penambahan kecepatan panas yang diberikan pada cairan yang mendidih hanya menyebabkan terbentuknya gelembung uap air lebih cepat. Cairan akan lebih cepat mendidih, tapi suhu didih tidak naik. Jelas bahwa titik didih cairan tergantung dari besarnya tekanan atmosfer.Titik didih merupakan satu sifat lagi yang dapat digunakan untuk memperkirakan secara tak langsung berapa kuatnya gaya tarik antara molekul dalam cairan. Cairan yang gaya tarik antar molekulnya kuat, titik didihnya tinggi dan sebaliknya bila gaya tarik lemah, titik didihnya rendah .b. Titik LeburMelebur adalah perubahan wujud padat menjadi cair. Jika lilin padat dipanaskan maka akan melebur pada titik leburnya. Suhu pada saat zat melebur disebut titik lebur. Titik lebur suatu zat dapat ditentukan oleh gaya tarik antarpartikel. Zat-zat padat yang termasuk garam mempunyai titik leleh yang tinggi, karena partikel penyusunnya berupa ion-ion yang memiliki gaya antarpartikel yang sangat kuat.Zat padat mirip dengan zat cair bahwa keduanya adalah kondisi terkondensasi, dengan partikel yang jauh lebih dekat bersama-sama daripada gas. Namun, sementara zat cair adalah dalam bentuk cairan, zat padat tidak. Partikel pada zat padat yang dikemas erat bersama-sama dalam susunan yang teratur. Gerakan atom individual, ion, atau molekul di dalam zat padat dibatasi hanya gerak membentuk getaran sekitar titik tetap. Zat padat hampir sepenuhnya mampat dan merupakan bentuk terpadat dari tiga wujud zat.Sat - zat padat dipanaskan, partikel akan bergetar lebih cepat karena zat padat menyerap energi kinetik. Akhirnya, organisasi partikel dalam struktur zat padat akan mulai rusak dan zat padat mulai mencair. Titik lebur adalah suhu di mana zat padat mengalami perubahan menjadi cair. Pada titik lebur, getaran pada partikel zat padat dapat mengatasi kekuatan gaya tarik menarik yang beroperasi pada zat padat. Seperti titik didih, titik lebur zat padat tergantung pada kekuatan gaya tarik menarik. Natrium klorida (NaCl) merupakan senyawa ionik yang terdiri dari banyak ikatan ionik yang kuat. Natrium klorida meleleh pada 801 C. Es (zat padat H2O) adalah senyawa dengan molekul-molekul yang diikat bersama oleh ikatan hidrogen. Meskipun ikatan hidrogen adalah yang terkuat dari gaya antarmolekul, kekuatan ikatan hidrogen jauh lebih sedikit dibandingkan dengan ikatan ionik. Titik leleh es 0 C.Titik leleh yang solid adalah sama dengan titik beku cairan. Pada suhu itu, negara-negara padat dan cair bahan berada dalam kesetimbangan. Untuk air, keseimbangan ini terjadi pada 0 C.H2O (s) H2O(l)Kita cenderung berpikir bahwa zat padat adalah bahan-bahan yang berbentuk padat pada suhu kamar. Namun, semua bahan memiliki titik lebur yang bermacam-macam. Gas menjadi padat pada temperatur yang sangat rendah, dan cairan juga akan menjadi padat jika suhu cukup rendah. Tabel di bawah ini menunjukan titik lebur dari beberapa bahan yang umum dikenal.</p> <p>Titik Lebur beberapa Bahan yang umum</p> <p>MaterialTitik lebur (C)</p> <p>hidrogen-259</p> <p>oksigen-219</p> <p>dietil eter-116</p> <p>etanol-114</p> <p>air0</p> <p>perak murni961</p> <p>2. Apakah setiap zat memiliki titk didih/titik leleh yang berbeda-beda ? jelaskan!Setiap senyawa atau zat tentunya memiliki titik didiTitik leleh suatu senyawa dapat ditentukan oleh jenis ikatannya. Seperti perbandingan antara ikatan ion ikatan kovalen, dan ikatan logam.Titik leleh senyawa ion jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan senyawa kovalen, hal ini disebabkan oleh ikatan antara ion-ion dengan gaya elektrostatis sangat kuat dengan susunan kristal yang tertentu dan teratur serta ikatan logam yang kuat dikarenakan atom-atom logam terikat oleh ikatan logam yang kuat. Untuk mengatasi ikatan tersebut, diperlukan energi dalam jumlah yang besar. Dalam keadaan padat, senyawa ionis terdapat dalam bentuk kristal dengan susunan tertentu. Penafsiran terhadap hasil difraksi sinar-X pada senyawa ion dapat memberi petunjuk mengenai susunan internal dari kristal ion tersebut. Misalnya pada kristal NaCl dapat diketahui bahwa setiap ion Na+ dikelilingi oleh 6 ion Cl-, dan setiap ion Cl- juga dikelilingi oleh 6 ion Na+.Perbedaan titik didih dan titik leleh dapat juga dilihat dari sistem priodik . Pada unsure alkali dimana terjadi ikatan logam yang pada unsur unsur ini yang disebabkan karena setiap atom hanya mempunyai satu electron dimana ikatan akan bertambah lemah jika jari jari bertambah besar.Sehingga dalam satu golongan dari atas ke bawah titik leleh akan berkurang.Akan tetapi kekuatan logam bertambah dari ke kanan dalam satu periode sehingga titik leleh bertambah pula.Sedangkan pada unsur- unsur halogen yang terikan pada gaya Van Der Walls yang lemah.Titik leleh pada golongan halogen akan bertambah besar seiring bertambah besarnya jari jari.Sehingga dalam sato golongan dari atas ke bawah titk leleh akan semakin besar.Untuk golongan gas mulia titik leleh akan semakin besar seiring dengan semakin besarnyana atom yang berarti ikatan Van Der Waals sangat lemah. Dan untuk karbon memiliki titk leleh yang sangat besar jika dibandingakan dengan senyawa atau unsur lainnya.Dalam menentukan titik leleh suatu zat, adapun faktor-faktor yang mempengaruhi cepat atau lambatnya zat tersebut meleleh adalah : 1. Ukuran KristalUkuran Kristal sangat berpengaruh dalam menentukan titik leleh suatu zat. Apabila semakin besar ukuran partikel yang digunakan, maka semakin sulit terjadinya pelelehan. 2. Banyaknya Sampel. Banyaknya sampel suatu zat juga dapat mempengaruhi cepat lambatnya proses pelelehan. Hal ini dikarenakan, apabila semakin sedikit sampel yang digunakan maka semakin cepat proses pelelehannya, begitu pula sebaliknya jika semakin banyak sampel yang digunakan maka semakin lama proses pelelehannya. 3. Pengemasan Dalam Kapiler. Pemanasan dalam suatu pemanas harus menggunakan bara api atau panas yang bertahan. Adanya senyawa lain yang dapat mempengaruhi range titik leleh. 4.Pemanasan dengan panas yang bertahan5.Adanya senyawa lain yang memepengaruhi range titik leleh.3. Tuliskan MSDS (material safety data sheet) Asam Benzoat, Asetanilida, Asam Oksalat!A. MSDS Asam BenzoatASAM BENZOAT C6H5COOH BENZOIC ACIDBenzenemethanoic acidBenzenacarboxylic acidPhenylcarboxylic acidPhenylformic acidCarboxybenzenaBenzeneformic acidDracylic acidBerat molekul : 122,12 g/mol</p> <p>Asam benzoat merupakan padatan kristal berwarna putih dan merupakanasam karboksilataromatikyang paling sederhana. Asam lemah ini beserta garam turunannya digunakan sebagai pengawet makanan. Asam benzoat adalah prekursor yang penting dalam sintesis banyak bahan-bahan kimia lainnya.</p> <p>SIFAT-SIFAT BAHAYA</p> <p>KESEHATANEfek terhadap Kesehatan :Berbahaya jika tertelan, terhirup, mengiritasi kulit, mengiritasi mata, menyebabkan gangguan mata berat. Asam benzoat beracun untuk paru-paru, sistem saraf, membran mukosa. Paparan berulang atau berkepanjangan untuk asam benzoat dapat menghasilkan kerusakan organ. Gejala yang ditimbulkan: efek iritan, diare, mual, muntah, kelainan usus, resiko cedera serius pada mata.</p> <p>KEBAKARANMudah terbakar pada suhu tinggi, titik nyala 121C. Produk pembakaran berupa karbon oksida (CO, CO2).Media dan instruksi pemadam kebakaran:Api kecil: menggunakan serbuk keringApi besar: gunakan semprotan air, kabut atau busa. Jangan gunakan air jet.</p> <p>REAKTIVITASProduk stabil. Reaksi eksotermik dengan basa dan oksidator. Stabiltas kimia dapat menyublim.</p> <p>SIFAT-SIFAT FISIKA DAN KIMIA</p> <p>Bentuk : padatWarna zat : putihTitik leleh : 122,4 CTitik didih : 249,2 C Tekanan uap : 0,001 hPa pada 20 CTitik nyala : 121 CTitik sublimasi: &gt;100 CSuhu menyala : 570 CDensitas curah : Ca.500 kg/m3Berat jenis uap relatif : 4,21Berat jenis : 1,321 g/cm3 pada 20 CKelarutan dalam air : 2,9 g/L pada 25 CLarut dalam alkohol, aseton, benzena, chloroform, etanol. Sedikit larut: petroleum eter dan heksana.</p> <p>KESELAMATAN DAN PENGAMANAN</p> <p>PENANGANANDAN PENYIMPANANPenanganan:Jauhkan dari panas. Jangan ditelan. Jangan menghirup debu. Pakailah pakaian pelindung yang sesuai. Ventilasi ruangan cukup, pakai peralatan pernapasan yang sesuai. Jika tertelan, segera bawa ke dokter dan tunjukkan wadah atau label. Hindari kontak dengan mata dan kulit.Penyimpanan: Wadah pastikan tertutup rapat. Simpan di tempat yang dingin dan berventilasi cukup.</p> <p>TUMPAHANDAN KEBOCORANMenggunakan alat yang tepat untuk menempatkan bahan buangan ke dalam wadah pembuangan yang sesuai. Jika perlu menetralisir residu dengan larutan encer natrium karbonat. Setelah bubuk dibersihkan, gunakan air dipermukaan yang terkontaminasi dan membuangnya sesuai persyaratan daerah lokal dan regional. </p> <p>ALAT PELINDUNG DIRIPernafasan</p> <p>Mata/mukaKulit: jika operasi laboratorium menghasilkan debu, asap atau kabut, gunakan pembuangan lokal atau kontrol teknik yang tepat untuk menjaga paparan kontaminan udara dibawah batas pemaparan. Dan gunakan respirator untuk menghindari inhalasi produk.: goggles atau perisai muka (face shield): jas laboratorium, gloves (karet), dan boots</p> <p>PERTOLONGAN PERTAMAPenghirupanTerkena kulit</p> <p>Terkena mata </p> <p>Tertelan: pindahkan korban ke tempat udara segar. Bila sulit bernafas beri oksigen dan bawa ke dokter: cuci dengan air atau air sabun dan bilas dengan air bersih. Jika kontak dengan kulit serius, maka cuci dengan sabun dan tutup dengan cream antimikroba. Segera hubungi dokter, bila terjadi iritasi.: periksa dan buka lensa kontak. Cuci dengan air bersih, alirkan air minimal selama 15 menit. Bawa ke dokter, bila terjadi iritasi.: segera beri korban minum air putih (dua gelas paling banyak). Jika dalam jumlah besar asam benzoat ditelan. Periksakan ke dokter.</p> <p>INFORMASI LINGKUNGAN</p> <p>Limbah harus dibuang sesuai petunjuk mengenai limbah 2008/98/EC serta peraturan nasional dan lokal lainnya. Tinggalkan bahan kimia dalam bahan aslinya. Jangan dicampurkan dengan limbah lain. Jangan dibuang ke saluran pembuangan.</p> <p>B. MSDS AsetinelidaAsetanilida merupakan senyawa turunan asetil amina aromatis yang digolongkan sebagai amida primer, dimana satu atom hidrogen pada anilin digantikan dengan satu gugus asetil. Asetinilida berbentuk butiran berwarna putih tidak larut dalam minyak parafin dan larut dalam air dengan bantuan kloral anhidrat. Asetanilida atau sering disebut phenilasetamida mempunyai rumus molekul C6H5NHCOCH3 dan berat molekul 135,16. Asetanilida pertama kali ditemukan oleh Friedel Kraft pada tahun 1872 dengan cara mereaksikan asethopenon dengan NH2OH sehingga terbentuk asetophenon oxime yang kemudian dengan bantuan katalis dapat diubah menjadi asetanilida. Pada tahun 1899 Beckmand menemukan asetanilida dari reaksi antara benzilsianida dan H2O dengan katalis HCl. Pada tahun 1905 Weaker menemukan asetanilida dari anilin dan asam asetat.Macam Macam ProsesAda beberapa proses pembuatan asetanilida, yaitu;Pembuatan asetanilida dari asam asetat anhidrid dan aniline : Larutan benzene dalam satu bagian anilin dan 1,4 bagian asam asetat anhidrad direfluk dalam sebuah kolom yang dilengkapi dengan jaket sampai tidak ada anilin yang tersisa.2 C6H5NH2 + ( CH2CO )2O 2C6H5NHCOCH3 + H2O Campuran reaksi disaring, kemudian kristal dipisahkan dari air panasnya dngan pendinginan, sdan filtratnya direcycle kembali. Pemakaian asam asetatanhidrad dapat diganti dengan asetil klorida.Pembuatan asetanilida dari asam asetat dan anilineMetode ini merupakan metode awal yang masih digunakan karena lebih ekonomis. Anilin dan asam asetat berlebih 100 % direaksikan dalam sebuah tangki yang dilengkapi dengan pengaduk. C6H5NH2 + CH3COOH C6H5NHCOCH3 + H2OReaksi berlangsung selama 6 jam pada suhu 150oC 160oC. Produk dalam keadaan panas dikristalisasi dengan menggunakan kristalizer.Pembuatan asetanilida dari ketene dan anilineKetene ( gas ) dicampur kedalam anilin di bawah kondisi yang diperkenankan akan menghasilkan asetanilida. C6H5NH2 + H2C=C=O C6HNHCOCH3Pembuatan asetanilida dari asam thioasetat dan aniline.Asam thioasetat.direaksikan dengan anilin dalam keadaan dingin akan menghasilkan asetanilida dengan membebaskan H2S.C6H5NH2 + CH3COSH C6H5NHCOCH3 + H2SDalam perancangan pabrik asetanilida ini digunakan proses antara asam asetat dengan anilin. Pertimbangan dari pemilihan proses ini adalah;1. Reaksinya sederhana2. Tidak menggunakan katalis sehingga tidak memerlukan alat untuk regenerasi katalis dan tidak perlu menambah biaya yang digunakan untuk membeli katalis sehingga biaya produksi lebih murah.Kegunaan ProdukAsetanilida banyak digfunakan dalam industri kimia , antara lain; Sebagai bahan baku pembuatan obat obatan Sebagai zat awal penbuatan penicilium Bahan pembantu dalam industri cat dan karet Bahan intermediet pada sulfon dan asetilkloridaSifat sifat fisis: Rumus molekul : C6H5NHCOCH3 Berat molekul : 135,16 g...</p>