seni ornamen dari sulawesi

Click here to load reader

Download seni ornamen dari sulawesi

Post on 20-Mar-2017

193 views

Category:

Education

18 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Slide 1

Ornamen SULAWESI Kelompok:41)Muh. Zidni S.2)Nuha Kh.3)Ryan Nailufar F.4)Sekar Arum l.

Asal-usul

Sebagai salah satu suku bangsa terbesar di Sulawesi Selatan (Sulsel), suku Toraja memiliki kebudayaan berupa seni ukir yang indah dan penuh filosofi. Ukiran Toraja terinspirasi dari beragam hal, seperti cerita rakyat, benda di langit, kerbau yang disakralkan, babi, peralatan rumah tangga, tumbuhan, dan lain-lain. Hal-hal itu oleh orang Toraja memang disakralkan (Mohammad Natsir Sitonda, 2007; JS Sande, 1989). Ukiran Toraja merupakan bentuk seni ukir yang dicetak menggunakan alat ukir khusus di atas sebuah papan kayu, tiang rumah adat, jendela, atau pintu. Terdapat kurang lebih 67 ragam hias ukir Toraja yang hingga kini masih lestari dalam kehidupan orang Toraja. Di antaranya terdapat di dinding-dinding rumah adat Toraja atau peralatan rumah tangga (K. Kadang, 1960;.T. Tangdilintin, 1975).

Bahan,Peralatan, dan Cara PembuatanBahan yang digunakan untuk membuat ukiran Toraja adalah kayu, baik itu berupa papan, tiang, jendela, atau pintu. Untuk membuatnya, dibutuhkan peralatan yang sederhana, yaitu palu dari kayu dan tatah dari besi dengan berbagai ukuran. Saat ini, pembuatan ukiran Toraja sudah ada yang menggunakan peralatan modern, seperti gergaji mesin dan penghalus kayu. Namun, ukiran Toraja masih dibuat dengan cara tradisional, yakni dengan ditatah secara manual.

Neq Limbongan. Orang Toraja meyakini bahwa nama ini diambil dari nama leluhur mereka yakni Limbongan yang diperkirakan hidup pada 3000 tahun yang lalu. Sedangkan neq berarti danau. Dalam pengertian orang Toraja, limbongan berarti sumber mata air yang tidak pernah kering sehingga menjadi sumber kehidupan. Oleh karena itu, motif ukiran ini berbentuk aliran air yang memutar dengan panah di keempat arah mata angin. Motif ini dimaknai bahwa rejeki akan datang dari 4 penjuru bagaikan mata air yang bersatu dalam danau dan memberi kebahagiaan.

CONTOH ORNAMEN SULAWESI

4

Paqbarre allo. Barre artinya bulatan, dan allo artinya matahari. Ukiran jenis ini menyerupai bulatan matahari dengan pancaran sinarnya dan biasanya ada di salah satu bagian belakang atau depan rumah di bawah ukiran paqmanuk londong yang berbentuk segitiga. Ukiran ini dimaknai sebagai ilmu pengetahuan dan kearifan yang menerangi layaknya matahari.

Paqkapuq baka. Kapuq artinya ikatan dan baka artinya bakul atau keranjang. Motif ukiran ini menyerupai ikatan pada penutup bakul (tempat menyimpan pakaian) yang bagi orang Toraja dianggap sakral. Jika ikatan bakul berubah, dipercaya bahwa ada yang mencuri pakaian di dalamnya. Ukiran ini dimaknai sebagai harapan agar keturunan senantiasa bersatu dan senantiasa hidup damai dan sejahtera

Paqkadang pao. Nama ini berarti kait mangga. Oleh Karena itu, ukiran ini berbentuk seperti kait penjolok yang digunakan untuk mengambil mangga. Ukiran ini dimaknai bahwa untuk mengaitkan harta benda ke rumah harus dengan cara yang jujur dan perlu kerjasama di lingkungan keluarga atau masyarakat.

Paqsulan sangbua. Sulan berarti sulam atau lipatan seperti tembakau sirih. Oleh karena itu, ukiran ini mirip sulaman tembakau sirih dan dimaknai sebagai lambang kebesaran bangsawan Toraja.

Paqbulu londong. Kata londong berarti ayam jantan sehingga ukiran ini menyerupai rumbai bulu ayam jantan. Ukiran ini dimaknai sebagai lambang keperkasaan dan kearifan laki-laki atau pemimpin

Paqtedong. Tedong berarti kerbau. Ukiran ini menyerupai tanduk kerbau dan dimaknai sebagai lambang kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat semua dan keluarga.

Paqtangko pattung. Istilah ini berarti menyerupai paku bambu yang biasa digunakan untuk mengaitkan tiang bangunan. Ukiran ini melambangkan kebesaran bangsawan Toraja dan lambang persatuan yang kokoh seperti paku bambu.

Paqtangkiq attung II. Ukiran jenis ini merupakan pengembangan dari Paqtangko pattung. Motif ini terdiri dari 4 bundaran benda seragam dan membentuk angka 8 sebangun, yang bila dijumlah menjadi 16, sama dengan 1+6=7. Angka 7 merupakan angka sakral bagi orang Toraja sesuai dengan falsafah aluk saqbu pitu ratuq pitung pulo pitu (7777). Ukiran ini merupakan lambang kebersamaan dan kekeluargaan Toraja.

Fungsi Ukiran Toraja

Sebagai pelengkap dalam upacara adat. Sebagai penghormatan terhadap leluhur. Sebagai pendidikan untuk melaksanakan ajaran leluhur Sebagai hiasan tradisional.

Nilai-nilai:Ekonomi. Beberapa jenis ukiran Toraja juga ada yang dijadikan sebagai komoditas yang mendatangkan keuntungan ekonomi bagi masyarakat. Pelestarian tradisi. Ukiran Toraja merupakan peninggalan leluhur yang berharga dan hingga kini masih cukup terjaga. Keterjagaan ukiran Toraja ini juga didukung oleh pelaksanaan upacara adat. Simbol. Nilai ini tercermin dari penggunaan ragam hias yang oleh masyarakat untuk perlambangan sesuatu. Seni. Ragam ukiran Toraja merupakan benda seni. Tentunya, tanpa mempunyai jiwa seni, orang Toraja tidak mungkin dapat menciptakan ukiran yang indah dilihat dan memiliki nilai sakral. Kelas sosial. Bagi masyarakat Toraja, memiliki ukiran dengan motif tertentu adalah sebuah kebanggaan dan menyatakan status sosial dalam kehidupan.

ORNAMEN MALUKU

ORNAMEN MATAHARI

Contoh penggunaan ornamen matahari pada tiang rumah adat dan rumah tempat tinggal warga di pedesaan

Setiap tiang yang memakai ornamen matahari disebut Tiang Raja.

Beragam corak dan bentuk Ornamen Matahari masa kini.

Nilai filosofis di dalam Ornamen Matahari

Ornamen Matahari lebih banyak penekanan pada unsur makna simbolis yang berhubungan dengan latarbelakang kehidupan kepercayaan, adat- istiadat dan sosial budaya masyarakat Alifuru.Nilai filosofis yang terkandung didalam ornamen matahari tidak lepas dengan seni budaya, kepercayaan, serta adat-istiadat organisasi Pata Siwa Alifuru di Pulau Seram.Bentuk dan unsur ornamen matahri dilambangakan sebagai simbol matahari yang di dalamnya memiliki makna simbolis keyakinan, pola pikir, norma, adat istiadat, dan tata nilai

UNSUR-UNSUR BENTUK ORNAMEN MATAHARI YANG TERDAPAT PADA SALAWAKU1) Gambar Unsur Titik yang terdapat pada Ornamen Matahari

Unsur titik melambangkan makna filosofis matahari dengan pengertian matahari sumber panas dan cahaya kekuasaan, agresif, kesuburan, kehancuran artinya pandanglah matahari sebagai citra trinitas orbit, cahaya dan panas tidak dapat dipisahkan (Sebagaimana satu Allah/sang Pencipta) dengan kata lain hubungan manusia dengan yang mahakuasa tidak dapat dipisahkan. Warna merah melambangkan kepercayaan, kewibawaan, penghormatan, kekuasan, kehidupan dan kematian.

2) Unsur Lingkaran yang terdapat pada Ornamen Matahari

Unsur lingkaran mengandung makna filosofis religius yang sangat dalam bahwa Tuhan Yang Maha Esa telah memelihara seluruh makluk hidup, yang berdiam di dalamnya lingkaran ini memberi siarat terhadap tanah leluhur dengan seluruh kekayaan alam yang diikat oleh budaya yang tidak bisah dipisahkan. Warna Merah melambagkan makna keberanian yang dimiliki oleh seluruh masyarakat Maluku dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

3) Gambar Unsur garis yang terdapat pada Ornamen Matahari

Unsur garis mengandung makna filosofis kesuburan dan kehidupan yang menuju kepada kesejateraan sosial budaya masyarakat maupun terhadap alamnya, kesucian dan keluhuran kebesaran jiwa, makna kekuatan adat-istiadat sebagai bagian dari budaya masyarakat Maluku yang tumbuh dan berkembang dalam, pandangan yang selalu mengarah kepada masa depan tetap terbuka dan tidak pernah berhanti pada suatu titik tertentu. Warna merah melambangkan kecintaan seluruh masyarakat Maluku baik dalam relasi kehidupan bermasyarakat yang berbeda latarbelakang kehidupan sosial tetapi tidak bisah dipisahkan dari karakteristik dalam kehidupan setiap hari.

4). Gambar Unsur burung talang yang terdapat pada Ornamen Matahari

Unsur burung talang mengandung makna filosofis sebagai toko binatang yang artinya, ketiga matahari terbit di permukaan bumi burung-burung talang terbang diatas permukaan laut dengan alam predator yang agresif burung-burng talang tersebut memangsa ikan-ikan yang muncul di permukaan laut. lewat burung-burung ini maka ada keberuntungan bagi masyarakat untuk pergi menagkap ikan-ikan yang ada di permukaan air laut tersebut. warna merah melambangkan keagungan kelimpahan alam semesta .

5) Gambar Unsur kait yang terdapat pada Ornamen Matahari

Unsur kait mengandung makna filosofis keberanian dalam berperan dengan pengertian pangilan sumpah dan janji bagi seluruh masyarakat Maluku untuk tidak melupakan jati dirinya sebagai putra-putri Nusa Ina, dan memiliki komitmen moral untuk menjaga kelestarian budaya kepada generasi penerus dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia. Warna merah melambangkan keberanian dalam berperan. Lewat kepercayaan adat-istiadat serta prinsip penguasa, dan keberanian

6). Gambar Unsur cengkeh yang terdapat pada Ornamen Matahari

Unsur cengkeh mengandung makna filosofis hasil utama daerah Maluku sebagai kepulauan rempah-rempah yang melambangkan kekayaan di masa lampau dan kemungkinan-kemungkinan di masa yang akan datang lebih melimpah lagi. Warna putih melembangkan makna kemakmuran, kelimpahan dari sang pencipta.

7) Gambar Unsur perahu yang Terdapat pada Ornamen Matahari

Unsur perahu mengandung makna filosofis Pemerintahan yang didasarkan atas Persatuan dan Kekeluargaan pela dan gandong untuk mangurebe maju menuju Kemakmuran. Warna putih yang melambangkan perjuangan hidup yang suci.

8). Gambar Unsur kait inai laiki siana yang terdapat pada Ornamen Matahari

Unsur Kait Inai laiki siana tumbuhan yang mengandung makna filosofis sebagai ibu di pagi hari dengan pengertian setiap matahari terbit tumbuh-tumbuhan bergerak mencari cahaya yang dinamakan laiki siana terhadap fajar a

View more