psikologi perkembangan: evolusi & sosiobiologi

Click here to load reader

Post on 06-Aug-2015

21 views

Category:

Education

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  1. 1. EVOLUSIONER & SOSIOBIOLOGI 1. Ajeng Septiana 2. Casuarino FD 3. Eka Purwaningsih 4. Mardiyah Permata Utami 5. Meira Handayani 6. Nadia Fildzah 7. Nurhickmah
  2. 2. Teori-teori biologis menekankan faktor nature sebagai penentu perkembangan manusia, yaitu kematangan, dan dasar-dasar biologis prilaku proses mental. Teori-teori biologis dipengaruhi oleh perspektif evolusioner pemikiran Charles Darwin. Proses proses biologis dipandu oleh gen, memengaruhi perkembangan individu di setiap periode masa hidup manusia. Pengalaman lingkungan dan landasan biologis sama-sama membuat kita seperti adanya saat ini.
  3. 3. Teori Evolusi Teori evolusi menjelaskan terbentuknya makhluk hidup melalui proses perubahan pada makhluk yang berlangung secara perlahan dan jangka wanktu yang lama. Beberapa teori evolusi menurut para ahli: Jean-Baptise Lamarck: Lingkungan mempunyai pengaruh terhadap perubahan organ organisme dan perubahan tersebut diwariskan. Charles Darwin: mengemukakan hipotesis Seleksi Alam sebagai penyebab terjadinya perubahan. Seleksi alam menurutnya adalah: -Keberhasilan yang berbeda dalam reproduksi -Terjadi melalui interaksi antar ingkungan dengan keaneka ragaman yang ada di antara individu organisme yang menyusun populasi -Produk berupa adaptasi populasi dengan lingkungannya
  4. 4. Mekanisme Evolusi Evolusi dapat berlangsung akibat variasi genetik dan seleksi alam Keturunan dari perkawinan bersifat bervariasi Variasi dalam suatu keturunan disebabkan oleh adanya mutasi gen dan adanya rekombinasi gen-gen dalam suatu keturunan. Seleksi alam terjadi berdasarkan kemampuan makhluk hidup untuk bertahan dan menyesuaikan diri tehadap lingkungan.
  5. 5. Perspektif Evolusioner Seleksi Alam & Perilaku Adaptif Psikologi Evolusioner
  6. 6. Seleksi Alam dan Perilaku Adaptif Seleksi alam (natural selection) adalah proses evolusi yang menetapkan bahwa spesies-spesies yang paling dapat menyesuaikan diri akan menjadi spesies yang dapat bertahan hidup dan bereproduksi. Jika makhluk hidup tidak mampu bertahan terhadap perubahan lingkungan yang terjadi makan kemungkinan besar ia akan mati / punah. Konsep seleksi alam dalam relevansinya dengan psikologi evolusioner: -Variabilitas ditekankan pada aktivitas visual, kekuatan fisik dan kecepatan belajar. -Hanya beberapa perbedaan individu / sifat yang bisa diwariskan
  7. 7. Perilaku Adaptif (adaptive behaviour) adalah perilaku yang mendukung kelangsungan hidup organisme dihabitat alam (Johnson & Losos, 2010). Adaptasi terbagi menjadi 3: Adaptasi Morfologi, Adaptasi Fisiologi dan Adaptasi Tingkah Laku. 1. Adaptasi Morfologi: Berkaitan dengan bentuk tubuh / organ tubuh organisme. 2. Adaptasi fisiologis: Berkaitan dengan proses/fungsi organ tubuh organisme. 3. Adaptasi Tingkah Laku: perilaku adaptif dalam penyesuaian diri dengan lingkungan.
  8. 8. Psikologi Evolusioner Psikologi evolusioner (evolutionary psychology), mengedepankan pentingnya adaptasi, reproduksi, dan survival of the fittest dalam rangka membentuk perilaku. Menurut pandangan ini, seleksi alam akan mendorong perilaku yang dapat meningkatkan keberhasilan reproduksi, kemampuan untuk mewariskan gen- gen anda sendiri kepada generasi selanjutnya (Confer & kawan-kawan, 2010; Cosmides, 2011) Biologi dan lingkungan berinteraksi untuk menciptakan perilaku. Secara tidak sadar manusia berjuan untuk mempertahankan hidupnya dan mewariskan gen yang ada pada dirinya. Sehingga membentuk mekanisme perkembangan untuk memecahkan masalah.
  9. 9. Psikologi Perkembangan Evolusioner Evolusi masa kanak-kanak manusia berlangsung lama karena manusia membutuhkan waktu untuk mengembangkan otaknya yang besar dan mempelajari kompleksitas komunitas sosialnya. Manusia membutuhkan waktu lebih lama untuk menjadi matang secara reproduktif dibandingan dengan hewan mamalia lainnya. Selama masa kanak-kanak ini, manusia mengembangkan otak yang besar ini, dan pengalaman-pengalaman yang dibutuhkan untuk menjadi orang dewasa yang berkompeten dalam masyarakat yang kompleks. Banyakya mekanisme psikologis yang berkembang bersifat spesifik sesuai bidang-bidang tertentu. Mekanisme yang berkembang tidak selalu adaptif dalam masyarakat kontemporer.
  10. 10. Mengoneksikan Evolusi dengan Perkembangan Masa Hidup Inti dari teori evolusioner adalah individu perlu hidup cukup lama untuk melakukan reproduksi dan mewariskan karakteristik- karakteristik yang dimilikinya. Menurut ahli perkembangan masa hidup Paul Bates (2000), keutungan- keuntungan yang dihasilkan dari seleksi evolusi akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Penyakit Alzheimer, yang merupakan gangguan otak yang tidak dapat disembuhkan dan ditandai dengan kemunduran secara bertahap. Penyakit ini biasanya tidak terasakan hingga seseorang mencapai usia 70 tahun / lebih. Apabila penyakit ini menyerang diusia 20 tahun, mungkin seleksi alam telah menghilangkan penyakit ini sejak beribu- ribu tahun yang lalu.
  11. 11. Evaluasi terhadap Psikologi Evolusioner Albert Bandura (1998) menolak konsep yang disebut evolusionisme satu sisi / one-sided ovolutionism yang memandang perilaku sosial sebagai produk dari perkembangan biologis. Alternatifnya adalah pandangan bidireksional (bidirectional view), bahwa kondisi lingkungan dan biologis saling memengaruhi satu sama lain. Menurut pandangan ini, tuntutan evolusi menciptakan perubahan dalam struktur biologis yang memungkinkan penggunaan alat-alat bantu sehingga nenek moyang kita mampu memanipulasi lingkungan & membangun kondisi- kondisi lingkungan baru. Selanjutnya, inovasi lingkungan menghasilkan tuntutan seleksi baru yang menggiring evolusi pada sistem biologis khusus untuk kesadaran, pikiran dan bahasa. Mempelajari gen-gen khusus dalam diri musia dan spesies dengan lingkungan dan perilaku menjadi pendekatan terbaik untuk menguji ide yang muncul dari psikologi evolusioner.
  12. 12. Teori Etologi Etologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku hewan, mekanisme dan faktor yang mempengaruhinya. Dalam ilmu psikologi, etologi berarti ilmu yang mempelajari perilaku manusia di dalam pengaturan yang alami. Teori Etologi memahami bahwa perilaku manusia mempunyai relevansi dengan perilaku binatang. Teori Etologi dari perkembangan memandang bahwa perilaku sangat dipengaruhi oleh biologi dan evolusi. Teori ini menekankan bahwa kepekaan kita terhadap jenis pengalaman yang beragam berubah sepanjang rentang kehidupan, dengan kata lain, ada periode kritis atau sensitif bagi beberapa pengalaman. Etologi menekankan bahwa perilaku sangat dipengaruhi oleh biologi, terkait dengan evolusi dan ditandai oleh periode penting atau peka.
  13. 13. Ada atau tidaknya pengalaman tertentu akan memiliki dampak jangka- panjang bagi individu. Studi tentang tingkah laku yang khas memiliki nilai adaptif konteks di alam. Bawaan perilaku berevolusi untuk meningkatkan peluang kelangsungan hidup Para Etolog yakin bahwa laboratorium bukanlah setting yang baik untuk mengamati perilaku. Mereka mengamati perilaku secara teliti dalam lingkungan alamiahnya seperti : di rumah, taman bermain, tetangga, sekolah, rumah sakit dll.
  14. 14. Tokoh-tokoh dalam teori Etologi: 1. Konrad Z. Lorenz ( Austria, 1903-1989) Salahsatu teori etologi yang terkenal adalah teori Imprinting yang di cetuskan oleh ahli zoologi Eropa Konrad Lorenz (1903-1989). Merupakan suatu proses belajar yang cepat dan naluriah yang melibatkan kelekatan kepada objek bergerak yang pertama kali dilihat. 2. John Bowlby (1907-1990) John Bowlby (1969, 1989) menyatakan bahwa kelekatan kepada pengasuh selama satu tahun pertama kehidupan memiliki konsekuensi penting bagi keseluruhan masa hidup seseorang. Bowlby menyatakan bahwa kita dapat memahami tingkah laku manusia dengan mengamati lingkungan yang diadaptasinya yaitu : lingkungan dasar tempat berkembang. 3. Nikolas Tinbergen ( Den Haag, 1907 1988) Tinbergen terkenal dengan empat pertanyaan yang dipercayainya yang harus ditanyakan berkenaan dengan berbagai perilaku binatang. Selain itu, dengan metodenya ia menerapkannya untuk menangani gejala autisme pada anak. Tinbergen melakukan percobaan dengan menggunakan sarang tawon yang ditempatkan di tengah lingkaran bunga pinus, kemudian lingkaran bunga pinus dipindahkan disamping sarangnya.
  15. 15. Fase-fase kelekatan dalam etologi: - Fase Pertama : Merespon kepada seseorang. Fase ini akan terjadi pada bayi lahir sampai berusia 3 bulan - Fase Kedua : Fokus hanya pada orang-orang yang dikenalnya. (3 6 bulan) - Fase Ketiga : Kelekatan yang intens dan pencarian kedekatan yang aktif terhadap orang-orang sekitarnya. (6 bulan 3 tahun) - Fase Keempat: Mulai menunjukan tingkah laku persahabatan. (3 tahun akhir masa kanak-kanak) Kelekatan seorang anak mengikuti arah yang serupa dengan proses pencetakan (imprinting) pada hewan. Imprinting adalah proses dimana hewan belajar stimuli pemicu untuk melepaskan insting-insting sosial mereka.
  16. 16. Mekasinme Perkembangan: Etologi menekankan pada proses biologis yang berinteraksi dengan pengalaman. Sebagai tambahan dari perubahan biologis sepanjang rentang kehidupan, terdapat kemampuan belajar yang innate (yang umum & spesifik). Kemampuan belajar yang dibangun sampai sistem saraf inilah yang memungkinkan organisme dapat belajar dari pengalamannya. Etologis juga mempelajari perilaku yang dipelajari (learned behavior) yang ditujukan untuk adaptasi.
  17. 17. Evaluasi terhadap Teori Etologi Sejumlah kritik yang dilontarkan terhadap teori etologi yang terlalu kaku mengenai periode kritis dan sensitif Terlalu menekankan pada dasar biologis. Perhatian terhadap kognisi kurang memadai. Teori tersebut lebih baik dalam menghasilkan penelitian-penelitian dengan hewan daripada dengan manusia.
  18. 18. Thank You