Press Release 2010

Download Press Release 2010

Post on 24-Jun-2015

197 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>Bambang Purwoko / Miftah Adhi Ikhsanto JURUSAN POLITIK DAN PEMERINTAHAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS GADJAH MADA</p> <p>PENGANTAR</p> <p>YANG HARUS DIKETAHUI SEBELUM MENULIS PRESS RELEASE</p> <p>VARIASI PRESS RELEASE BERDASARKAN PENEKANAN INFORMASINYA</p> <p>Mencakup berbagai informasi yang terdapat di dalam suatu organisasi/ perusahaan yang memiliki berbagai nilai berita untuk media lokal, regional atau pun nasional</p> <p>Product ReleaseMencakup transaksi tentang target suatu produk khusus atau produk reguler lainnya untuk suatu publikasi perdagangan di dalam suatu industri</p> <p>Digunakan terutama dalam membina hubungan dengan pemegang saham.</p> <p>Basic Press Release</p> <p>Financial Release</p> <p>VARIASI PRESS RELEASE BERDASARKAN TUJUANNYA</p> <p>Release Penelitian Dikeluarkan saat mengumumkan hasil penelitian. Agar optimal, release ini dilengkapi dengan press kit yang berisi: laporan penelitian, intisari hasi l penelitian (maksimal 2 hal), 2/3 foto dan komenter ahli.</p> <p>Release Reaksi Cara jitu memblow-up isu di media masa. Release ini biasanya sangat singkat dan disebarkan ketika cerita baru mulai berkembang dan berisi reaksi lembaga.</p> <p>Release Aksi/Event Berisi informasi yang singkat dan padat mengenai apa dan mengapa dilakukan. Menjelaskan posisi organisasi sehubungan dengan isu yang diadvokasi.</p> <p>METODE PENULISAN PRESS RELEASE Penulisan press release layak muat apabila cara menulisnya seperti halnya wartawan menulis berita langsung (straight news) dengan gaya piramida terbalik (inverted pyramid). Dimulai dengan membuat lead/ teras berita/ kepala berita sebagai paragraf pertama yang mengandung unsur 5W + 1H (What: apa yang terjadi? Where: dimana terjadinya? When: kapan peristiwa tersebut terjad? Who: siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut? Why: mengapa peristiwa tersebut terjadi? How: bagaimana berlangsungnya peristiwa tersebut?). Dilanjutkan dengan mengembangkan lead dalam paragraf kedua untuk menjelaskan atau mendukung paragraf pertama yang perlu dijelaskan atau mendukung paragraf pertama yang perlu dijelaskan. Kemudian masuk kepada tubuh berita. Penulisan dengan gaya piramida terbalik ini berarti menulis berita dari mulai yang sangat penting (lead) sampai kepada semakin tidak penting. Sedangkan judul diambil dari lead (berita yang sangat penting tadi).</p> <p>ALASAN PENULISAN PRESS RELEASE DENGAN GAYA PIRAMIDA TERBALIK</p> <p> Pembaca dikategorikan sebagai orang sibuk dan mempunyai waktu yang singkat untuk mendapatkan berita-berita yang beritafaktual. Redaksi media massa harus memotong Press Release tersebut tanpa mengurangi isi pokoknya. Redaksi tidak mempunyai cukup waktu untuk membaca keseluruhan Press Release. Sebelum redaksi memutuskan dibuang atau dipakai release tersebut, mereka harus tahu dengan cepat apa keseluruhan isi release itu</p> <p>(Cole dalam Soemirat dan Ardianto, 2004)</p> <p>SKEMA PENULISAN PRESS RELEASE</p> <p>KETERANGAN SKEMA Judul berfungsi sebagai etalase berita yang harus ditulis dengan bahasa yang jernih sehingga tidak menimbulkan pengertian ganda. ganda. Baris tanggal adalah ruang untuk menunjukkan tempat berita dibuat dan tanggal pembuatan berita. berita. Sebaris dengan creditline yang menunjukkan jati diri media. Alinea pertama dari berita disebut pusat perhatian maksimal atau teras, atau lead, atau intro dari berita yang dapat disarikan untuk dijadikan judul lead, berita. Isi teras berisi jawaban semua unsur 5 W + 1 H (disebut teras formal) atau jawaban dari dua atau tiga unsur saja (teras informal). Sesudah teras bagian berikutnya disebut Tubuh Berita, tempat menguraikan lebih lanjut unsur-unsur tersebut. unsur Latar berita merupakan keteranga yang akan memperjelas unsur siapa, apa, dimana, mengapa, dan bagaimana . Sedangkan bagian rangkuman sebenarnya merupakan latar yang berisi catatan dibuang sayang dari suatu peristiwa. Bagian ini dapat dipotong kalau ruangan tidak mengijinkan.</p> <p>ATURAN DASAR DALAM PENULISAN PRESS RELEASE (1) Memilih judul yang positif (aktif) dan bukannya pasif. Paragraf pertama (lead) harus tajam dan ringkas; antara 12 sampai 20 kata (lead) merupakan ukuran yang ideal. Usahakan supaya kalimat dan paragraf pendek-pendek. pendek Hindari kata yang berlebihan seperti ini dan itu , serta kata keterangan dan kata sifat yang tidak perlu. Anda tidak perlu mengatakan bahwa sesuatu hebat atau fantastis . Kalau itu sehebat yang anda nyatakan, maka akan jelas dengan sendirinya dari teks yang anda tulis. Hindari kata-kata panjang karena kolom surat kabar sempit. kata Hindari istilah khusus dan penggunaan singkatan. Jawab enam pertanyaan siapa, mengapa, apa, bilamana, di mana dan bagaimana. bagaimana. Kalau anda tidak menjawab keenam pertanyaan ini maka siaran pers anda tidak berisi semua informasi yang diperlukan wartawan.</p> <p>ATURAN DASAR DALAM PENULISAN PRESS RELEASE (2)</p> <p> Jangan menulis awal, bagian tengah dan akhir. Masukkan semua butir yang penting pada awal siaran pers. Kalau artikelnya terlalu panjang mereka akan memotongnya dari bawah dan jika Anda meletakkan butirbutirbutir yang paling penting pada akhir berita, maka bagian itu tidak akan termuat. Tulislah berita dan bukan pandangan (harus berdasarkan fakta). Selalu periksa kembali ejaan nama orang. Ketiklah siaran pers hanya pada satu sisi kertas saja dengan spasi rangkap. Berikan margin yang cukup pada semua sisi halaman. Selalu beri tanggal pada siaran pers. Selalu cantumkan nama kontak dan nomor telepon di siang hari pada bagian bawah siaran. Buatlah siaran pers sesingkat mungkin.Austin, Claire. 1996. Public Relations yang Sukses dalam Sepekan. Megapoin, Jakarta</p> <p>HALHAL-HAL PENTING PERIHAL PERS YANG HARUS DIKETAHUI OLEH SEORANG PR Kebijakan editorial. Hal ini mengungkapkan pandangan dasar dari suatu media editorial. yang dengan sendirinya akan melandasi pemilihan subjek-subjek yang akan dicetak subjekatau yang akan diterbitkannya. Selain itu aturan keredaksian dan aturan kewartawanan juga perlu diketahui PR dalam menulis dan mengirimkan press release. release. Frekuensi penerbitan. Setiap terbitan punya frekuensi penerbitan yang berbedapenerbitan. berbedabeda, bisa harian, mingguan, bulanan, atau bahkan tahunan. Hal itu perlu diketahui oleh para praktisi PR, sehingga dapat menyesuaikan diri dalam pembuatan press release. release. Tanggal/tenggat terbit. Kapan tanggal dan saat terakhir sebuah naskah harus terbit. diserahkan ke redaksi untuk penerbitan yang akan datang? Hal ini ditentukan oleh frekuensi dan proses percetakannya. Hal ini penting diketahui praktisi humas karena kerap kali siaran pers yang dikirimkan tidak bisa termuat karena terganjal oleh tenggat terbit. Proses percetakan. Hal ini wajib diketahui oleh praktisi humas sehingga pemuatan percetakan. press release bisa sesuai dengan yang hiharapkan.</p> <p>Jefkins, Frank. 2003. Public Relations. Edisi Kelima. Direvisi oleh Daniel Yadin. Penerbit Erlangga, Jakarta</p> <p>HALHAL-HAL PENTING PERIHAL PERS YANG HARUS DIKETAHUI OLEH SEORANG PR Daerah sirkulasi. Apakah jangkauan sirkulasi dari suatu media itu berskala lokal, pedesaan, perkotaan, nasional atau internasional. Hal ini dinilai sangat penting agar pesan yang disampaikan efektif dan efisien. Jangkauan pembaca. Berapa dan siapa saja yang membaca jurnal atau media yang bersangkutan? Seorang praktisi PR juga dituntut untuk mengetahui kelompok usia, jenis kelamin, pekerjaan, status sosial, minat khusus, kebangsaan, etnik, agama, hingga ke orientasi politik dari suatu khalayak pembaca media. Metode distribusi. Praktisi PR juga perlu mengetahui metode-metode metodedistribusi suatu media, apakah eceran atau langganan. Kemudian ihwal tiras juga patut diketahui dalam upaya efektivitas dan efisiensi komunikasi yang dijalankan.</p> <p>Jefkins, Frank. 2003. Public Relations. Edisi Kelima. Direvisi Oleh Daniel Yadin. Penerbit Erlangga, Jakarta</p> <p>HAL PENTING YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENGIRIMAN PRESS RELEASE Kirimkan secepat mungkin. Artinya, jika kegiatan berlangsung hari itu, kirimkan hari itu juga. Jangan menunda hingga esok harinya, kecuali jika pelaksanaannya adalah malam hari. Jika pengirim siaran pers sudah mengenal nama wartawan sesuai bidangnya, tujukanlah pada wartawan tadi. Pengiriman bisa pula melalui faksimili (atau e-mail). mail). Jika melampirkan foto atau cetakan berwarna atau contoh produk, lebih baik melalui kurir. Konfirmasikan kembali melalui telepon, apakah siaran pers tadi sudah diterima atau belum.Abdullah, Aceng. 2000. Press Relations. Kiat Berhubungan dengan Media Massa. Remaja Rosdakarya, Bandung. Massa.</p> <p>INOVASI DALAM PRESS RELEASE</p> <p>Seiring perkembangan ICT (Information and Communication Technologies), Press release dapat dipublikasikan menggunakan fasilitas internet</p> <p>Untuk itu, praktisi PR dituntut bisa memposisikan diri dalam E-PR E-</p> <p>PRESS RELEASE BURUK</p> <p>Tidak memiliki nilai berita</p> <p>Pengetikan tidak terbaca/buruk</p> <p>Struktur gaya penulisan tidak sesuai</p> <p>Terlambat</p> <p>REFERENSI Abdullah, Aceng. 2000. Press Relations. Kiat Berhubungan dengan Media Massa, Massa, Remaja Rosdakarya, Bandung. Austin, Claire. 1996. Public Relations yang Sukses dalam Sepekan. Sepekan. Megapoin, Jakarta. Jefkins, Frank. 2003. Public Relations. Edisi Kelima. Direvisi Oleh Daniel Kelima. Yadin, Yadin, Penerbit Erlangga, Jakarta. Mappatoto, Andi B. 1993. Siaran Pers. Suatu Kiat Penulisan, Gramedia Penulisan, Pustaka Utama, Jakarta. Soemirat, Soleh dan Ardianto, Elvinaro. 2004. Dasar-dasar Public DasarRelations. Cetakan Ketiga, Remaja Rosdakarya, Bandung. Ketiga,</p>