piala dunia

Download Piala Dunia

Post on 17-Nov-2015

225 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

review

TRANSCRIPT

ANALISIS ETIKA PENYELENGGARAAN WORLD CUP 2014 DI BRAZIL

(Menggunakan Pendekatan Utilitarian, Right, dan Justice)

Tugas ini dibuat untuk memenuhi tugas kelompok Etika Bisnis

Dosen Pengampu : Sudiyanti, M.Sc.Disusun oleh :

Rivan Hamdani

12/330630/EK/18816Danar Setiyo Utomo 12/332995/EK/19011

Septaria Dinda Putri

12/336326/EK/19189

Khrisna Dewantara

13/346512/EK/19323

Yeni Eka S.

13/346449/EK/19308

Milka Viona R.13/346470/EK/19313JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS

UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA2014BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Piala dunia yang diselenggarakan setiap 4 tahun sekali merupakan tradisi yang sudah ada sejak 1930 di Uruguay dan berhenti selama 12 tahun karena perang dunia. Piala Dunia pada tahun 2014 diadakan di Brazil dengan biaya yang mencapai US$ 14 miliar atau sekitar 168 triliun yang ditaksir kurang lebih 6,8% dari utang pemerintah Indonesia. Tercatat hingga akhir Mei 2014 mencapai Rp2.461,36 triliun (sumber : finance.detik.com)

Biaya penyelenggaraan World Cup 2014 mencapai US$ 14 miliar atau Rp 168 triliun. Angka ini setara dengan kurang lebih 6,8% dari jumlah utang pemerintah Indonesia. Marketing Manager Lamudi, Christiana Joan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/7/2014) pada detik.com mengatakan uang yang dihabiskan untuk Piala Dunia 2014 juga setara dengan 5,6 kali lipat nilai investasi seluruh pengembang properti di Indonesia pada 2013. Bahkan, besarnya biaya tersebut juga setara dengan biaya produksi batu bara per tahunnya di Indonesia atau sekitar 40 persen dari total produksi batu bara pada tahun 2013, yang mencapai 421 juta metrik ton.

Berbagai kalangan mungkin cukup gemas dengan hal seperti ini, apalagi jika dibandingkan dengan kesejahteraan bagi rakyat, uang sebanyak itu bisa untuk mengentaskan kemiskinan atau pelayanan sosial yang ditingkatkan. Tentunya piala dunia yang diselenggarakan di Brazil mempunyai banyak sekali sisi positif dan negatif yang dirasakan, baik oleh negara itu sendiri atau negara yang disekitarnya, atau bahkan mendunia.

Hal inilah yang menarik penulis untuk mengidentifikasi di ranah etika bisnis terselenggaranya World Cup di Brazil pada tahun 2014 ini, dengan acuan berbagai studi pustaka, sumber dari internet, atau juga wawancara pendapat kepada teman di sekitar penulis dalam pendapatnya mengenai World Cup yang diselenggarakan.1.2 Rumusan Masalah

1.2.1 Apa yang menyebabkan masyarakat Brazil menolak terselenggaranya piala dunia 2014 di Brazil?

1.2.2 Apakah penyelenggaran World Cup 2014 di Brazil beretika?1.3 Tujuan Penulisan

1.3.1 Mengetahui apa saja yang menyebabkan masyarakat Brazil menolak terselenggaranya piala dunia 2014 di Brazil.

1.3.2 Mengetahui etis atau tidaknya menggunakan pendekatan utilitarian, right dan justice, tentang World Cup 2014 yang diselenggarakan di Brazil1.4 Batasan Masalah

Dalam membuat rumusan masalah, kami membatasi beberapa ranah karena terbatasnya informasi dan identifikasi. Hal tersebut tertera sebagai berikut.1.4.1 Negara lain yang dimaksud adalah Indonesia, di samping kami warga negara Indonesia, kami juga mempunyai beberapa pengalaman disekitar kami dibandingkan kami mengidentifikasi negara lain yang belum tentu kebenarannya.

1.4.2 Analisis beretika atau tidak menggunakan 3 pendekatan etika bisnis, yakni pendekatan utilitarian, right dan justice.BAB II

LANDASAN TEORI

Menurut Manuel G. Velasquez, dalam buku Business Ethics, etika merupakan suatu disiplin ilmu yang membahas tentang suatu moral standard seseorang atau moral standard masyarakat untuk mengevaluasi alasan dari diberlakukannya moral standard tersebut serta implikasinya.

Sesuatu dapat dinilai beretika atau tidak dengan menggunakan tiga pendekatan, yaitu pendekatan utilitarian yang menyatakan bahwa sebuah tindakan dianggap beretika apabila jumlah manfaat yang dihasilkan dari tindakan tersebut lebih besar dari jumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk tindakan tersebut.

Pendekatan yang kedua adalah right yang menyatakan bahwa sebuah tindakan dianggap beretika apabila tindakan tersebut dapat memenuhi hak-hak yang dimiliki oleh individu.

Pendekatan yang ketiga adalah justice yang menyatakan bahwa sebuah tindakan dapat dikatakan beretika apabila tindakan tersebut mendistribusikan manfaat dan beban secara adil pada pihak-pihak yang terkait.BAB III

PEMBAHASAN3.1. Sejarah Piala Dunia

Piala Dunia merupakan kompetisisepak bolainternasionalyang diikuti olehtim nasional putrasenior anggotaFdration Internationale de Football Association(FIFA), badan pengatur sepak bola dunia, diselenggarakan setiap empat tahun sekali sejaktahun 1930.

Format turnamen diikuti oleh 32 tim yang bersaing memperebutkan gelar juara di di negara tuan rumah dalam waktu sekitar satu bulan. Untuk mendapatkan 32 tim yang akan berlaga di Piala Dunia, diadakan tahap kualifikasiyang diselenggarakan untuk memutuskan jumlah tempat yang diberikan kepada masing-masing zona benua, umumnya didasarkan pada kekuatan relatif tim-tim dalam konfederasi.

Pada awalnya, Piala Dunia diselenggarakan oleh negara-negara yang dipilih melalui kongres FIFA. Pemilihan lokasi ini seringkali kontroversial karena Amerika Selatan dan Eropa, dua pusat kekuatan utama sepak bola, berjarak sangat jauh dan perjalanannya menghabiskan waktu tiga minggu dengan kapal laut. Untuk menghindari kontroversi yang mungkin terjadi di masa depan, FIFA mulai menerapkan pola tuan rumah bergiliran antara Eropa dan Amerika, yang tetap digunakan sejak tahun 1958 hingga tahun 1998.3.2. Overview Case

Pada perhelatan Piala Dunia di brazil tahun 2014 menuai banyak kontroversi dari kalangan masyarakat Brazil sendiri. Dikarenakan biaya yang FIFA berikan kepada Brazil masih jauh dari cukup untuk memenuhi kualitas standart dari FIFA sebagai penyelenggara World Cup. Sehingga pemerintah Brazil harus mengeluarkan lagi setidaknya $12 milyar dollar dari anggaran Negara mereka sendiri. Pengeluaran ini diklaim sebagai spending terbesar dalam penyelenggaraan Piala Dunia sepanjang sejarah sejak digelar tahun 1930. Hingga hal ini pada akhirnya menimbulkan protes dari warga Brazil sendiri. Sekitar 48% warga Brazil menolak Piala Dunia digelar dinegaranya. Ternyata jika kita melihat dari perspektif masyarakat Brazil, ada sesuatu yang salah terjadi di negaranya saat ini. Banyak kepentingan masyarakat Brazil yang dikorbankan demi penyelenggaraan event ini.Banyak masalah yang sudah ada di Brazil sebelum penyelenggaraan World Cup ini, kemudian ditambah dengan pengeluaran secara besar besaran demi terselenggaranya Piala Dunia. Sampai akhirnya, kesabaran masyarakat Brazil mencapai batasnya sehingga mereka sampai melakukan protes secara besar besaran. Masyarakat Brazil mengatakan bahwa sebenernya ada kebutuhan yang lebih mendesak yang seharusnya dipenuhi pemerintah Brazil, yaitu memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan yang masih jauh dibawah standar.Terjadi banyak demonstrasi besar ketika persiapan piala dunia terjadi, banyak orang berharap bahwa Piala Dunia dibatalkan untuk diselenggarakan di Brazil., hingga terjadi kerusuhan Di Sao Paulo hingga Polisi sampai menembakkan peluru karet dan gas air mata ke para pengunjuk rasa yang mengakibatkan 55 orang terluka dan menahan 40 orang, selain itu di Rio de Janeiro dan kota kota lainnya sempat terjadi kerusuhan. Namun, sayangnya tidak ada tanggapan yang serius dari pemerintah dan dunia di balik keprihatinan yang terjadi, hingga pada akhirnya para demonstran ini mencari cara agar mendapat simpati dan dapat disorot oleh Dunia. Hingga pada akhirnya para Demonstran membuat pemukiman yang terbuat tenda tenda plastic yang dekat dengan Stadion, terdapat 3000 penduduk yang ikut dalam demonstrasi tersebut.

Mereka menilai bahwa ini adalah kesempatan bagi mereka agar suaranya tidak hanya didengarkan namun juga ada tindak lanjut dari pemerintah Brazil. Mereka menamakan gerakan para demonstran ini sebagai Peoples Cup. Kenaikan harga pada kebutuhan sehari hari, transportasi, serta sewa tempat tinggal menjelang Piala Dunia ini mencekik warga Brazil yang sudah tersiksa sebelumnya. Hal ini memaksa beberapa orang untuk pindah dari perkotaan hingga memaksa menepi ke daerah pinggiran kota.Masyarakat mengatakan mereka akan terus melaksanakan aksinya ini sampai ada tindak nyata yang dilakukan pemerintah untuk menanggulangi permasalahan ini yaitu rumah bersubsidi. Permasalahan yang lain adalah pemerintah Brazil sudah dikenal sebagai pemerintah yang korup. Sehingga masyarakat menilai adanya indikasi penggelembungan anggaran bagi pemenuhan fasilitas Piala Dunia dan keuntungan yang didapat dari penyelenggaraan Piala Dunia juga tidak berdampak langsung kepada masyarakat sedangkan keuntungan hanya akan dinikmati beberapa golongan saja, melainkan pada tingkat pemerintah dan kalangan elite politik mereka.3.3. Data Pendukung :

3.3.1. Angka kriminalitas di Brazil

TEMPO.CO Angka K, Rio de Janeiro - Tingkat kejahatan di Rio de Janeiro, Brasil, semakin meningkat. Padahal, kota ini akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014 pada Juni hingga Juli mendatang. Menyikapi hal itu, para pejabat setempat memutuskan akan menempatkan tambahan 2.000 personel polisi di jalanan rawan di Rio untuk keamanan ekstra.Data statistik dari Institute Keamanan Republik Negara bagian Rio de Janeiro menunjukkan bahwa perampokan di jalanan pada kuartal pertama melonjak 44 persen menjadi 10.154 dari periode yang sama pada tahun sebelumnya. Diperkirakan angka kemiskinan yang cukup tinggi di Rio menyebabkan masyarakat nekat melakukan pencurian.

Selain itu, masih sering terjadi baku tembak antara polisi dan geng narkoba di sekitar kota kumuh Rio dalam beberapa bulan terakhir. Tak hanya di kota kumuh, kejahatan juga rawan terjadi di daerah wisata, se