mengukur laju kinerja ptpp bumn...

1

Upload: nguyendat

Post on 17-Mar-2019

219 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

Page 1: Mengukur Laju Kinerja PTPP BUMN KONSTRUKSIbigcms.bisnis.com/file-data/1/1549/ca0c0f3d_Des15-PPLondonSumatera... · APBN 2016. Ketika diusulkan ... IV/2015 memberikan kontribusi 47%

15K O R P O R A S IJumat, 26 Februari 2016

BUMN KONSTRUKSI

Mengukur Laju Kinerja PTPP

Yodie [email protected]

Sebagai pengingat, emiten berkode saham PTPP ini adalah salah satu emiten BUMN yang diusulkan oleh Kementerian BUMN kepada DPR untuk mendapatkan tam-bahan modal berupa Penyertaan

Modal Negara (PMN) dalam Rancangan APBN 2016.

Ketika diusulkan pada 2015, PTPP di -harapkan dapat menerima PMN senilai Rp2,25 triliun, dari semula Rp2 triliun, untuk menambah modal perusahaan yang berencana melakukan investasi di sejumlah proyek infrastruktur seperti jalan tol, pelabuhan, dan pembangkit listrik tersebut.

Apabila mendapatkan tambahan modal, ma najemen PTPP meyakini kinerja perusa-haan dapat terdongkrak. Dalam salah satu pengumuman yang disampaikan dalam laman Bursa Efek Indonesia, PTPP meyakini laba perusahaan dapat tumbuh 40% apabila PMN diberikan.

Sebaliknya, apabila PMN tidak diberikan, per usahaan memperkirakan pertumbuhan laba bersih mencapai 22%. Penambahan mo dal perusahaan dapat meningkatkan peluang perseroan untuk mendapatkan pen-danaan lebih besar dari lembaga keuangan.

“Dengan diperolehnya penyertaan modal dari pemerintah, pertumbuhan laba perseroan menjadi 39,80% yang jika di -bandingkan tanpa PMN hanya sebesar 22,60%,” tulis perusahaan dalam peng-umuman pada September 2015.

Sebagai emiten, penambahan modal itu dapat dilakukan dengan cara penerbitan saham baru (rights issue). Berkat PMN tersebut, rights issue yang dilakukan oleh perusahaan tidak akan mengurangi atau mendilusi jumlah saham negara sebesar 51% di PTPP.

Seperti telah diketahui, dalam perkem-bangannya, Badan Anggaran DPR menolak memberikan persetujuan pemberian PMN kepada seluruh BUMN, termasuk PTPP, dalam RAPBN 2016. Pembahasan PMN kemungkinan dilakukan pada RAPBN Per -ubahan 2016.

Dengan keputusan DPR dan pemerintah tersebut, PTPP belum dapat dipastikan me -lakukan rights issue pada 2016. Apalagi, se -jauh ini belum ada tanda-tanda akan segera digelarnya pembahasan PMN dalam RAPBN Per ubahan 2016.

Aditya Sastrawinata, analis PT Mandiri Se kuritas, mengomentari PTPP tidak me mi-liki keunggulan menggelar rights issue dan tambahan PMN karena dibatalkan. “Karena kepemilikan pemerintah tidak boleh terdilusi di bawah 51%,” tulisnya dalam publikasi pada Januari 2016 lalu.

Apabila rights issue tetap dilakukan oleh PTPP, saham negara di perusahaan

berpotensi terdilusi atau berkurang dari porsi 51% pada saat ini. Seperti diketahui, UU No.19/2003 tentang BUMN mengharuskan ke pemilikan saham negara di BUMN minimal 51%.

Kendati PMN atau rights issue belum dapat di pastikan, PTPP tetap mematok target per-tumbuhan kinerja double digit pada 2016. Per seroan mengincar laba bersih Rp1,04 triliun pada 2016, atau meningkat 24,58% dibandingkan dengan Rp838 miliar pada 2015.

Sementara itu, perusahaan membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pe -milik entitas induk sebesar Rp732 miliar pada 2015, atau meningkat 38% di ban-dingkan dengan realisasi pada 2014.

PALING TINGGIPertumbuhan tersebut tercatat paling

tinggi dibandingkan dengan pencapaian PTPP dalam 5 tahun terakhir. Pada 2014, pertumbuhan laba bersih mencapai 26,44%, kemudian 35,85% pada 2013, 28,92% pada 2012, dan 18,92% pada 2011.

Perkiraan kinerja perseroan sepanjang 2016 tersebut ditopang oleh proyeksi penca-paian kontrak senilai Rp31 triliun atau me-ningkat 14,56% dibandingkan dengan Rp27 triliun pada 2015.

Pada 2015, perolehan kontrak perseroan paling banyak berasal dari kegiatan usaha konstruksi sebesar Rp15,03 triliun atau sama dengan situasi pada 2014. Namun, nilai kon-trak tersebut turun dibandingkan dengan Rp16,69 triliun pada 2014.

Kendati kontrak konstruksi mengalami penurunan, kontrak dari lini usaha investasi, engineering, procurement and construction (EPC) mengalami peningkatan.

Begitu pula kontrak dari lini usaha pro-perti yang dijalankan oleh anak usahanya, PT PP Properti Tbk., serta precast yang di -kelola PT PP Pracetak, dan peralatan oleh PT PP Peralatan mengalami peningkatan.

Pemilik proyek dari kontrak yang diper-oleh PTPP tersebut paling banyak berasal dari BUMN senilai 44,38%, diikuti oleh pe-merintah 18,82% dan swasta 36,8%.

Realisasi itu meleset dari perkiraan awal di mana proyek BUMN berkontribusi 31,9%, swasta 44,86% dan pemerintah 18,82%. Namun, porsi order book paling besar dari swasta, diikuti oleh BUMN dan pemerintah.

Sekretaris Perusahaan PTPP Samuel Agus

Kana memaparkan kontrak baru perseroan akan didominasi oleh proyek bangunan tinggi (high rise building) pada 2016.

Pihaknya tengah membenahi sumber daya manusia perusahaan untuk menggarap pro-yek high rise building tersebut.

Selain itu, perusahaan juga berencana menggarap sejumlah proyek jalan tol, pe -labuhan dan pembangkit listrik. “Kami kejar power plant yang 35.000 mega watt itu, programnya sudah ke arah sana,” katanya.

Menurut publikasi PT Investa Saran Mandiri yang dibuat oleh Jhon Veter, Hans

Kwee dan Kiswoyo pada Desember 2015, laba bersih PTPP diperkirakan tetap naik pada tahun ini karena PTPP masih akan men dapatkan banyak proyek pembangunan infrastruktur.

Michael Ramba dan Suria Dharma, analis PT Buana Capital, meyakini PTPP dapat men capai target kinerja yang ditetapkan pada tahun ini. Apalagi, secara historis, PTPP selalu berhasil mencapai target kontrak yang ditetapkan.

Buana Capital meyakini laba bersih PTPP pada kuartal IV/2015 akan lebih tinggi

diban dingkan kuartal lainnya, mengingat dalam 3 tahun ke belakang, laba bersih PTPP berkontribusi 45%-66% dari total laba ber sih sepanjang tahun.

“Kami proyeksikan laba bersih kuartal IV/2015 memberikan kontribusi 47% dari total laba bersih 2015, dan kami yakin PTPP dapat mencapai target pada 2015,” seperti dikutip dari riset Buana Capital.

Pada 2016, PTPP meningkatkan target kontribusi dari proyek pemerintah menjadi 40%, lebih tinggi dibandingkan dengan reali sasi pada 2014 sebesar 20%.

Salah satu perusahaan konstruksi milik negara, PT Pem -bangunan Perumahan (Persero) Tbk. membukukan kinerja ke-uangan yang relatif konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

Bagaimana perkiraan kinerja perseroan pada 2016?

Apabila mendapatkan PMN, manajemen PTPP meyakini ki-nerja perusahaan kian cemerlang pada tahun ini.

Kalangan analis meyakini PTPP dapat mencapai target kinerja yang dipatok pada 2015 maupun tahun ini.

BISNIS/TUTUN PURNAMA

Kinerja PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.

Sumber: Bloomberg

Keterangan: *Per 30 September 2015

Uraian 2013 2014 2015* 2016* 2017*

Pendapatan (Rp miliar) 11.656 12.427 15.783 20.364 24.521

Laba sebelum pajak (Rp miliar) 766,89 919,45 1.246 1.679 2.065

Laba bersih (Rp miliar) 420,71 531,85 672,41 913,76 1.126

EPS (Rp) 87 110 138,23 190,3 234,1

Dividen per saham (Rp) 0 21,97 33,15 41,7 54,48

ROE (%) 23,1 24,3 23,9 25,2 24,9

ROA (%) 4 3,9 5,4 5,7 6

Keterangan: *Proyeksi, EPS: Earning per Share (laba per saham), ROE: Return on Equity (tingkat pengembalian terhadap modal), ROA: Return on Asset (tingkat pengem-balian terhadap aset).

Sumber: PT Investa Saran Mandiri

16 Mar 15 Apr 15 Mei 15 Jun 15 Jul 14 Ags 15 Sep 15 Des15 Okt 15 Nov 15 Jan 2016

15 Feb

Rp3.09526/8/15

Rp4.07523/7/15

Pergerakan Harga saham

Rp3.650

Negara

51%

Manajemen

3,41%

Masyarakat

45,59%

Komposisi Pemegang Saham*

Sumber: Perseroan

pusdok
Typewritten Text
Bisnis Indonesia, Jakarta Post: 26 Februari 2016