manusia sebagai subyek dan obyek (autosaved) (autosaved)

Download MANUSIA SEBAGAI SUBYEK DAN OBYEK (Autosaved) (Autosaved)

Post on 30-Jun-2015

1.224 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

MANUSIA SEBAGAI SUBYEK DAN OBYEK DALAM PENDIDIKAN ISLAM

Makalah disusun sebagai Tugas Presentasi Mata Kuliah Filsafat Pendidikan Islam Dosen Pengampu: DR. Ending Bahruddin Oleh :Ahmad Syahirul Alim, Lc. PROGRAM PASCA SARJANA PENDIDIKKAN DAN PEMIKIRAN ISLAM UNIVERSITAS IBN KHALDUN 1431 H/2010 M 2 MANUSIA SEBAGAI SUBYEK DAN OBYEK DALAM PENDIDIKAN ISLAM Oleh : Ahmad Syahirul Alim, Lc I.PENDAHULUAN Pendidikan sejatinya merupakan proses yang tak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Prosespendidikanjugatelahdimulaisemenjaklahirnyamanusiakemukabumi,oleh karenaitubanyaksekalikonsepdanpandanganberbagaifilsafatdanideologitentang bagaimana pendidikan yang ideal itu seharusnya. Keseluruhankonseppendidikanyangdiajukanbaikolehparafilusufataupunpakar-pakar pendidikan, pada dasarnya bergantung pada pandangan mereka terhadap manusia itu sendiri.Menurut Muhammad Quthb keunggulan pendidikan islam terdapat pada model manusia yangingindicapainya.Menurutnyasistempendidikanlainnya,hanyaberusahauntuk mencetakseorangwarganegarayangbaikdenganberbagaiprespektifyangsangat historikalregional,sehinggagambaranwarganegarayangbaikiniakanberbeda-beda.Bagisebuahnegaraiabisadigambarkansebagaiseorangtentarayanggagah berani, bagi lainnya mungkin ia seorang politikus yang kharismatik, atau ekonom yang cerdasataubahkanpekerjaburuhmurahan.Namundalamislam,modelmanusiayang diharapkan ialah manusia bertauhid yang menjadikan dunia sebagai negrinya, tempat ia mengabdikandiri,tidakdibatasiolehbebansejarahataubatasanregional,iatidak terikatolehrasdankelompok.1Singkatkataiaadalahmanusiaglobal;ataudalam istilahAl-Quran;RahmatanLilalamin.Fungsirahmatyangdibawanyaberasaldari dua tugas besar ia, sebagai Abdan Lillah (Hamba bagi Allah) dan sebagai Khalifatullah (Khalifah Allah). Islamjugamemandangmanusiasecarautuhdariberbagaidimensi,baikakal,ruhdan jasad.Olehkarenaitupendidikandalamislammemberikanperhatianyangseimbang terhadapketigafaktortersebutsehinggatumbuhlahmanusiayangmenjadikhairu ummah. 1 Muhammad Quthb, Manhaj at-Tarbiyah al-Islamiyyah, Kairo: Dar Shorouk, cet-16, 2004. hlm. 13 3 Makalah ini berusaha menggali lebih dalam mengenai kedudukan, serta tugas dan peran manusia dalam pendidikan islam, agar umat islam lebih jauh mengenal dan memahami keunggulan pendidikan islam atas sistem-sistem pendidikan lainnya. II.MANUSIA DALAM PENDIDIKAN ISLAM AllahSwttelahmenjadikanmanusiadenganberbagaikesempurnaandankemampuan. Dankemampuanmanusiauntukbelajar,memahamidanmendapatkanpengetahuan merupakankemampuanluarbiasayangmembuatnyalebihmuliadarimakhluk-makhluklainnya.Bahkandiawalpenciptaanmanusia,AllahSWTmenunjukkan keunggulaninidihadapanparamalaikat denganmengajarkankepadaAdamASnama-namayangmalaikatsendiritidakmampuuntukmelakukannya.DalamAl-Quran disebutkan: _! `:!:.. .... .,,!.-!.!.l .>!.. .,,!.-!. _! .l _ .>l _.| `.ls ..s .....lN. `.l.. !. _.... !.. ... _.`..>. "HaiAdam,beritahukanlahkepadamerekaNama-namabendaini."Makasetelah diberitahukannyakepadamerekaNama-namabendaitu,Allahberfirman:"Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa Sesungguhnya aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?" (QS. Al-Baqarah : 33) PakarpendidikanislamUmarAt-ThoumyAs-Syibanimenjelaskantentanghalini dalam bukunya Falsafah at-Tarbiyah al-Islamiyyah mengatakan:Insan bisa mempelajari ilmu pengetahuan, kemahiran dan kecenderungan baru. Ia bisa berimandenganyangghaib,membedakanantarabaikdanburukdanmenahannafsu syahwatnyayangliar.Iapunyakudratmencaricarauntukmencapaicita-citaini.Ia menembusrealitasuntukmembawanyamencapaicita-citaidealiamampumembina hubungan sosial dengan orang lain Ia berdaya untuk bekerja memproduksi, membina peradaban dan menempa kemajuan. Ia bisa menyingkapkan rahasia fenomena alam dan membentukfenomenaitusesuaidenganidealismenya.Lebihjauhiabisamenguasai sumber kekuasaan alam.2 2 Umar At-Thoumy As-Syibani , Falsafah At-Tarbiyah Al-Islamiyyah, diterjemahkan oleh: Hasan Langgulung ke Falsafah Pendidikan Islamm, Jakarta: CV. Bulan Bintang, 1984. hlm. 115 4 PadanganIslamterhadapmanusiaini,berbedadenganpandanganfilsafat-filsafat pendidikanlainnya.Manusiadalampendidikanislamditempatkansebagaihambadan khalifah sekaligus. Dr. Abdurrahman Umaira menjelaskan: Manusiadalampandanganislam,berbedadenganaliraneksperimenyang memasukannyadalamsebuahlaboratorium,meletakkannyadalamwadaheksperimen, diteliti bagian-bagiannya secara terpisah, kemudian keluar dengan hasil: bahwa manusia itu hanya jasad, an sich. Mungkinhalitubisakitamaklumi,karenaperalatanyangadatakmampuuntuk menangkap berbagai sisi (dari manusia). Manusiadalampandanganislam,jugabukanlahhewansepertidalamaliran behaviorisme.Yangmenafsirkanbahwamanusiahanyalahkumpulandarikebiasaan-kebiasaan,besertaaksireaktifyangditimbulkandariumpanbalikataukondisiyang terciptasecaraterusmenerus.Karenahalituhanyaberlakubagihewannamuntidak untuk manusia.3

ManusiadalampendidikanislamialahmakhlukAllahSwtyangunikdanistimewa, diciptakandengantujuandanamanahyangjelas.Dengankemampuannya,manusia mempunyaikewajibanyanglebihdalampendidikanislam.Manusiadiperintahkan untukmempelajaridanmengajarkankebenaran.Manusiajugadilaranguntuk melakukanpekerjaantanpaberdasarkanilmu.Olehkarenanya,manusiadalamislam dituntutuntukselaluberadadalamprosespendidikan;menjadisubyekataupunobyek pendidikan itu sendiri. A.Urgensi Ilmu Bagi Manusia ImamAr-RaghibdalamMufradatal-Qurannyamendefinisikanilmusebagai: Mengetahui sesuatu sesuai dengan hakikatnya.4 Di dalam Al-Quran kata-kata ilm diulangsebanyak70kali,sedangkanfiil(katakerja)yangterdiridarihurufain-lam-mimterulangsebanyak207kali,denganrinciankatatalamun56kali, fasatalamun 3 kali, talamuu 9 kali, yalamun 85 kali, yalamuu 7 kali, dan 47 kaliberasaldarikataallama.5Banyaknyapengulangankata-katailmuinitentunya menunjukkan kedudukan yang penting dalam islam. 3 Abdurrahman Umairah, Manhaj Al-Quran fit-Tarbiyah, Kairo: Maktabat Ukadz, 1981. hlm. 17 4 Yusuf Al-Qardhawi, Al-Aqlu wal-Ilm fil-Quran al-Karim, Kairo: Maktabah Wahbah, 1996. hlm. 71 5 Yusuf Al-Qardhawi, hlm. 71 5 Ilmumerupakankuncikebahagiaanbagikehidupanmanusiadiduniadandiakhirat. Manusiayangtidakberilmuakanmendapatkankerugianyangsangatbesar.Diantara keutamaan-keutamaan ilmu ialah: 1.Ilmumerupakanjalanmenujusurga.Sebagaimanadijelaskanoleh Rasulullah Saw dalam sebuah hadits:

BarangsiapayangmenempuhjalanuntukmenuntutilmumakaAllahakan tunjukkandengannyasatujalandiantarajalan-jalansurga,Dan sesungguhnyaparaMalaikatmerendahkansayapnyakepadapenuntutilmu karenaridhapadanya.Dansesungguhnyaseorangalimitudimohon ampunkanuntuknyaolehseluruhyangberadadilangitdanbumi,sampai ikanpausdilautan.Dansesungguhnyakeutamaanseorangalimatas seorangabidsepertikeutamaanbulanatasbintang-bintang.Sesunggunya para ulama itu pewaris para nabi, karena para nabi tidak mewariskan dinar ataupundirham,(melainkan)merekamewariskanilmu,makabarangsiapa yangmenginginkannyahendaklahmengambilsebanyak-banyaknya.(HR. Abu Daud) 2.AllahSWTmemberikankedudukanyangtinggiterhadaporang-orang yang berilmu. Allah SWT berfirman: !..!. . _ .`... :| _, .>l .>.. l.>.l .>.! ~.. l:|._, .',: .',:! , . .. _. ... .l-l .>: Haiorang-orangberimanapabilakamudikatakankepadamu:"Berlapang-lapanglahdalammajlis",MakalapangkanlahniscayaAllahakanmemberi kelapanganuntukmu.danapabiladikatakan:"Berdirilahkamu",Maka berdirilah,niscayaAllahakanmeninggikanorang-orangyangberimandi antaramudanorang-orangyangdiberi ilmupengetahuanbeberapaderajat. 6 danAllahMahamengetahuiapayangkamukerjakan.(QS.Al-Mujadilah: 11) Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa Allah SWT meninggikan kedudukan orang-orang yang berilmu beberapa derajat lebih tinggi daripada mereka yang tidak memiliki ilmu. 3. IlmuakanmembuatmanusiamenjaditakutkepadaAllahSWT,jika tidakdemikianmakailmutersebuttidakbermanfaat.KarenaAllahSWT berfirman: !..| _:> _!:'l .>._.l.1.. .>.. !.. _| _l .s. !.. N.`-.l _.,>. _!:'l _.>.. `.>..,..l..:> N ' Katakanlah:"Berimanlahkamukepadanyaatautidakusahberiman(samasajabagi Allah).Sesungguhnyaorang-orangyangdiberipengetahuansebelumnyaapabilaAl Qurandibacakankepadamereka,merekamenyungkuratasmukamerekasambil bersujud.Danmerekaberkata:"MahasuciTuhanKami,SesungguhnyajanjiTuhan Kami pasti dipenuhi". Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu'.(QS. Al-Israa: 107-109) Memangterkadangmanusiatertipudenganpenampakanlahiriyyahsaatmelihatakal, jiwadanjasadterpisahkan.Perasaansepertiinisebenarnyahanyapenampakkan lahiriyyah saja, karena pada hakikatnya jiwa, akal dan jasad tak pernah bisa dipisahkan walauterkadangketikasalahsatunyamunculdengankuatakanmembuatsisilainnya tidakterlihat.Demikianadalahfitrahmanusiayangharusdiasah,dilatihdan dikembangkan setiap sisinya dan islam memberikan perhatian kepada ketiganya secara seimbang. Makadalampendidikanislam,sejatinyatidakbolehadadikotomiantarapendidikan yangmelibatkanakal,ruh,danjasad,semuaharusmendapatkanporsiyangseimbang dan terkait satu sama lain dalam pelaksanaannya. C.Ruang Lingkup Pendidikan Islam Dalamislam,ruanglingkuppendidikanmeliputiseluruhaktifitasmanusiadantidak terbatas dari satu kegiatan dengan kegiatan lainnya. Karena tidak ada satu aktifitas pun yang dapat dipisahkan dari ilmu pengetahuan, dan jika terkait dengan ilmu pengetahuan maka sudah tentu pendidikan menjadi keniscayaan. Maka Imam Al-Bukhari menuliskan 9 sebuahBabdalamShahih-nyayangnamakan:Babal-ilmqoblaal-ikhlashwal-amal (Bab ilmu sebelum ikhlas dan amal). ImamIbnulQoyyimbahkanmenjelaskandalambukunyaTuhfatulWadudbahwa seoranganaksemenjakdalamkandungansudahdikenakanhukum-hukumsyariyang dibebankan kepada orang tua anak tersebut untuk mendidik dan membesarkannya sesuai apa yang diperintahkan Allah.9 Dengan demikian maka pendidikan dalam islam dimulai semenjak bayi dalam kandungan sampai manusia kembali kepada Allah SWT. Makamembatasipendidikandengansebataspendidikanformalsajaadalahsebuah kekeliruandalampendidikanislam.InilahyangdikritikolehDR.SaidIsmailAli tentang bebera

Recommended

View more >