manfaat keluarga

Download manfaat keluarga

Post on 23-Nov-2015

105 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

tentang manfaat keluarga

TRANSCRIPT

  • BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1. Konsep Keluarga

    2.1.1. Pengertian keluarga

    Defenisi yang di kemukakan oleh Departemen Kesehatan 1988 adalah unit

    terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang

    berkumpul dan tinggal di suatu tempat dibawah suatu atap dalam keadaan saling

    ketergantungan (Effendy, 1998).

    Menurut Burges, dkk (1963) membuat defenisi yang berorientasi pada tradisi

    dan digunakan sebagai referensi secara luas :

    1. Keluarga terdiri dari orang-orang yang disatukan oleh ikatan perkawinan, darah

    dan ikatan adopsi.

    2. Para anggota sebuah keluarga biasanya hidup bersama-sama dalam satu rumah

    tangga, atau jika mereka hidup secara terpisah, mereka tetap menganggap rumah

    tangga tersebut sebagi rumah mereka.

    3. Anggota keluarga berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain dalam peran-

    peran sosial keluarga seperti suami istri, ayah dan ibu, anak laki-laki dan anak

    perempuan, saudara dan saudari.

    4. Keluarga sama-sama menggunakan kultur yang sama yaitu kultur yang diambil

    dari masyarakat dengan beberapa ciri unik tersendiri. (Friendman, Marlin, M.,

    1998)

    Universitas Sumatera Utara

  • Family Service Amerika (1998), mendefenisikan keluarga dalam suatu cara

    yang komprehensip, yaitu sebagai dua orang atau lebih yang disatukan oleh ikatan

    kebersamaan dan keintiman (Friendman, Marlin, M., 1998).

    Pengertian yang dikemukakan oleh Salvicion G. Bailon dan Aracelis Maglaya

    (1989), keluarga adalah dua atau lebih dari dua individu yang tergabung karena

    hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidup dalam

    satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain, dan didalam perannya masing-masing

    menciptakan serta mempertahankan kebudayaan (Friendman, Marlin, M., 1998).

    Dari defenisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa keluarga adalah :

    1. Unit terkecil masyarakat

    2. Terdiri dari dua orang atau lebih

    3. Adanya ikatan perkawinan dan pertalian darah

    4. Hidup dalam satu rumah tangga

    5. Dibawah asuhan seorang kepala rumah tangga

    6. Berinteraksi diantara sesama anggota keluarga

    7. Setiap anggota keluarga mempunyai peran masing-masing

    8. Menciptakan, mempertahankan suatu kebudayaan.

    2.1.2. Ciri-ciri Struktur Keluarga

    Adapun ciri-ciri struktur keluarga adalah :

    1. Terorganisasi, saling berhubungan, saling ketergantungan antara anggota keluarga

    Universitas Sumatera Utara

  • 2. Ada keterbatasan, setiap anggota memiliki kebebasan tetapi mereka juga

    mempunyai keterbatasan dalam menjalankan fungsi dan tugas masing-masing.

    3. Adanya perbedaan dan kekhususan, setiap anggota keluarga mempunyai peranan

    dan fungsi masing-masing (Effendy, N, 1998).

    2.1.3. Fungsi Keluarga

    Ada beberapa fungsi yang dapat dijalankan keluarga sebagai berikut :

    1. Fungsi biologis

    Untuk meneruskan keturunan.

    Memeliharan dan membesarkan anak.

    Memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

    Memelihara dan merawat keluarga.

    2. Fungsi psikologis

    Memberikan kasih sayang dan rasa aman.

    Memberikan perhatian diantara anggota keluarga.

    Membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.

    Memberikan identitas keluarga.

    3. Fungsi sosialisasi

    Membina sosialisasi pada anak.

    Membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan

    anak.

    Universitas Sumatera Utara

  • Meneruskan nilai-nilai budaya keluarga.

    4. Fungsi ekonomi

    Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

    Pengatur pengguna penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

    Menabung untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga di masa yang akan

    datang misalnya pendidikan anak-anak, jaminan hari tua dan sebagainya.

    5. Fungsi pendidikan

    Menyekolahkan anak untuk memberikan pengetahuan, keterampilan dan

    membentuk perilaku anak sesuai dengan bakat dan minat yang dimilikinya.

    Mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang dalam

    memenuhi peranannya sebagai orang dewasa.

    Mendidik anak sesuai dengan tingkat-tingkat perkembangannya.

    Menurut Bailon dan Maglaya (1978), keluarga yang berfungsi sehat juga harus

    mampu melaksanakan tugas kesehatan keluarga, yaitu antara lain :

    1. Mengenal masalah kesehatan

    2. Membuat keputusan tindakan kesehatan yang tepat

    3. Memberikan perawatan pada anggota keluarga yang sakit.

    4. Mempertahankan suasana lingkungan rumah yang sehat.

    5. Menggunakan fasilitas kesehatan yang ada di masyarakat.

    Universitas Sumatera Utara

  • 2.2. Peranan Keluarga Terhadap Penderita Pasca stroke

    Health care activities, health beliefs, dan health values merupakan bagian yang

    dipelajari dari keluarga. Sehat dan sakit merupakan bagian dari kehidupan dan dapat

    dipelajari individu dari keluarga. Friendman (1992) mengidentifikasi dengan jelas

    kepentingan pelayanan keperawatan yang terpusat pada keluarga (family centered

    nursing care), yaitu :

    1. Keluarga terdiri dari anggota yang saling ketergantungan satu sama lainnya

    (interdependent) dan berpengaruh dengan yang lainnya. Jika salah satu sakit maka

    anggota keluarga lain juga merupakan bagian yang sakit.

    2. Adanya hubungan yang kuat antara keluarga dengan status kesehatan anggotanya,

    maka anggota keluarga sangat penting peranannya dalam setiap pelayanan

    keperawatan.

    3. Tingkat kesehatan anggota keluarga sangat signifikan dengan aktivitas di dalam

    promosi kesehatannya.

    4. Keadaan sakit pada salah satu anggota keluarga dapat sebagai indikasi masalah

    yang sama pada anggota yang lain. (Awie, 2008)

    Pentingnya peran keluarga dalam perawatan penderita pasca stroke dapat

    dipandang dari berbagai segi yaitu :

    Keluarga merupakan tempat dimana individu memulai hubungan

    interpersonal dengan lingkungannya.

    Jika keluarga dipandang sebagai suatu sistem, maka gangguan yang terjadi

    pada salah satu anggota dapat mempengaruhi seluruh sistem, sebaliknya

    Universitas Sumatera Utara

  • disfungsi keluarga dapat pula merupakan salah satu penyebab terjadinya

    gangguan pada anggota.

    Berbagai pelayanan kesehatan bukan tempat penderita seumur hidup tetapi

    hanya fasilitas yang membantu pasien dan keluarga mengembangkan

    kemampuan dalam mencegah terjadinya masalah, menanggulangi berbagai

    masalah dan mempertahankan keadaan adaptif.

    Salah satu faktor penyebab terjadinya stroke berulang adalah keluarga tidak

    tahu cara menangani perilaku penderita di rumah (Irdawati, 2009).

    Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa keluarga berperan penting

    dalam proses pemulihan dan penyesuaian kembali setiap penderita stroke. Oleh karena

    itu, peran serta keluarga dalam proses pemeliharaan dan pencegahan terjadinya

    serangan ulang sangat diperlukan.

    Sangat diharapkan bahwa keluarga dapat membantu pemulihan penderita

    stroke. Untuk itu terlebih dahulu diperlukan sikap saling pengertian antara dokter,

    perawat, fisioterapist, tim rehabilitasi lainnya dengan keluarga perihal keadaan

    penderita. Tidak jarang terjadi keadaan buntu yang mengakibatkan pulang paksa,

    keadaan ini disebabkan oleh beberapa faktor. Yang sering terjadi adalah dana yang

    kurang untuk membiayai pengobatan. Biasanya hal ini berakhir pada hak sepenuhnya

    pada penderita atau keluarga (Harsono, 2000).

    Kadang-kadang ada usulan dari pihak keluarga untuk menambah pengobatan

    dari luar medis, hal ini harus di bicarakan dahulu dengan dokter yang merawat.

    Terkadang timbul pertentangan antara keluarga dan dokter karena bisa mengakibatkan

    Universitas Sumatera Utara

  • komplikasi pada penderita sehingga mengakibatkan pulang paksa, pindah rumah sakit

    atau minta ganti dokter (Harsono, 2000).

    Kerusakan otak pasca stroke bagi penderita meminta perhatian besar baik bagi

    penderita, keluarga dan masyarakat kerena menghambat kemampuan fungsional mulai

    dari aktivitas bergerak, mengurus diri : kegiatan sehari-hari dan berkomunikasi. Bagi

    penderita, mengalami stroke merupakan pukulan bagi dirinya yang menimbulkan

    krisis sosial dan emosional. Ia ingin mendapatkan informasi yang lebih jelas mengenai

    masalah kesehatannya, implikasinya serta petunjuk penyesuaian terhadap masalah

    tersebu ( Lumban Tobing, SM., 1998).

    Penderita yang tadinya aktif, dapat bekerja, dapat berjalan, berbicara, memberi

    nasehat, memberi biaya tiba-tiba tidak berdaya, pingsan, lemah, tergeletak di tempat

    tidur, harus menginap di rumah sakit. Penyakit ini memaksa penderita menjadi

    tergantung kepada orang lain, dalam kebutuhan dasar tertentu juga menimbulkan

    depresi dan berkurangnya harga diri. Mungkin penderita tidak mampu lagi membiaya

    dirinya sendiri dan tanggungan (bagi kepala keluarga) jika anak-anaknya masih belum

    dewasa dan mandiri ( Lumban Tobing, SM., 1998).

    Keluarga merupakan sistem pendukung utama memberi pelayanan langsung

    pada setiap keadaan (sehat-sakit) anggota keluarga. Oleh karena itu, asupan

    pelayanan/perawatan yang berfokus pada keluarga bukan hanya memulihkan keadaan

    pasien, tetapi juga bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan

    keluarga dalam mengatasi masalah kesehatan dalam keluarga tersebut (Effendy, 1998)

    Universitas Sumatera Utara

  • Dari uraian diatas maka peranan keluarga terhadap pen