makalah kretinisme

of 48 /48
DAFTAR ISI DAFTAR ISI ..................................................... ..................................................... 1 KATA PENGANTAR ............................................... ............................................ 2 BAB I PENDAHULUAN ............................................. ......................................... 3 A. Latar Belakang ............................................ ................................................ 3 B. Tujuab Penulisan ........................................... .............................................. 3 C. Metode Penulisan ........................................... .............................................. 3 BAB II PEMBAHASAN .............................................. ........................................... 4 A. Anatomi Dan Fisiologi ........................................... ...................................... 4 Page 1

Author: miftahul-ulum

Post on 13-Apr-2017

15 views

Category:

Health & Medicine


1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ..........................................................................................................1KATA PENGANTAR ...........................................................................................2BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................3A. Latar Belakang ............................................................................................3B. Tujuab Penulisan .........................................................................................3C. Metode Penulisan .........................................................................................3BAB II PEMBAHASAN .........................................................................................4A. Anatomi Dan Fisiologi .................................................................................4B. Defenisi ..........................................................................................................11C. Etiologi ...........................................................................................................11D. Patofisiologi ...................................................................................................12E. Klasifikasi .....................................................................................................13F. Manifestasi Klinis ........................................................................................15G. Pemeriksaan Diagnostik ..............................................................................16H. Penatalakasanaan .........................................................................................16I. Komplikasi ....................................................................................................16BAB III ASUHAN KEPERAWATAN ...................................................................17A. Asuhan Keperawatan Kretininisme ............................................................17BAB IV PENUTUP ..................................................................................................30A. Kesimpulan ....................................................................................................30B. Saran ..............................................................................................................DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................................31

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nyalah penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul KRETINISME tepat pada waktunya. Penulisan makalah ini merupakan penugasan dari mata kuliah blok Sistem Endokrin. Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah memberikan sarannya dalam pembuatan makalah ini dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dan membantu dalam pembuatan makalah ini, serta rekan-rekan lain yang membantu pembuatan makalah ini.Penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca guna memberikan sifat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna mengingat penulis masih tahap belajar dan oleh karna itu mohon maaf apabila masih banyak kesalahan dan kekurangan di dalam penulisan makalah ini.

Makassar, 13 januari 2017

Penyusun

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar BelakangKreatnisme merupakan suatu kondisi akibat hipotiroidisme ekstrem yang diderita selama kegidupan janin, bayi, atau kanak-kanak dan terutama ditandai dengan agalnya pertumbuhan tubuh anak tersebut dan retardasi mental. Kreatisme disebabkan oleh ganggan pertumbuhan kelenjar tiroid secara kongenital ( kreatinisme kongenital ), karena kelenjar tiroid gagal memproduksi hormon tiroid akibat defisiensi genetik pada kelenjar, atau karena kurangnya yodium pada diet ( kreatinisme endemik )

B. Tujuan Penulisana. Tujuan UmumTujuan dalam pembuatan makalah ini secara umum adalah untuk membantu mahasiswa dalam mempelajari tentang anatomi dan fisiologi sistem endokrin dan asuhan keperawatan dengan pasien Kretinisme.b. Tujuan KhususSupaya mahasiswa mengetahui pengertian, penyebabnya, manifestasi klinis dll. Serta asuhan keperawatannya.

C. Metode PenulisanDalam penyusunan makalah ini penulis menggunakan metedologi penulisan berdasarkan:a. Mengumpulkan dari litelatur buku dan internetb. Berdiskusi dengan teman kelompok dan teman beda kelompok

BAB IIPEMBAHASAN

A. ANATOMI DAN FISIOLOGIKelenjar endokrin atau kelenjar buntu adalah kelenjar yang mengirim hasil sekresinya langsung ke dalam darah yang beredar dalam jaringan dan menyekresi zat kimia yang disebut hormon. Hormon adalah zat yang dilepaskan ke dalam aliran darah dari suatu kelenjar atau organ yang mempengaruhi kegiatan di dalam sel.Adapun fungsi kelenjar endokrin adalah sebagai berikut :1) Menghasilkan hormon yang dialirkan kedalam darah yang yang diperlukan oleh jaringan tubuh tertentu.2) Mengontrol aktivitas kelenjar tubuh3) Merangsang aktivitas kelenjar tubuh4) Merangsang pertumbuhan jaringan5) Mengatur metabolisme, oksidasi, meningkatkan absorbsi glukosa pada usus halus6) Memengaruhi metabolisme lemak, protein, hidrat arang, vitamin, mineral, dan air.Kelenjar tanpa saluran atau kelenjar buntu digolongkan bersama dibawah nama organ endokrin, sebab sekresi yang dibuat tidak meninggalkan kelenjarnya melalui satu saluran, tetapi langsung masuk ke dalam darah yang beredar didalam jaringan kelenjar. Kata endokrin berasal dari bahasa yunani yang berarti sekresi ke dalam, zat aktif utama dari sekresi interna disebut hormon, dari kata yunani yang berarti merangsang. Beberapa organ endokrin yang menghasilkan suatu hormon tunggal, sedangkan yang lain menghasilkan dua atau beberapa jenis hormon, misalnya klenjar hipofisis menghasilkan beberapa jenis hormon yang mengendalikan kegiatan banyak organ lain: karnaitulah kelenjar hipofisis dilukiskan sebagai kelenjar pimpinan tubuh.1. Beberapa organ endokrin:2. Kelenjar hipofisis, lobus anterior dan posterior3. Kelenjar tiroid dan paratiroid4. Kelenjar suprarenal ,korteks dan medula.5. Kelenjar timus dan barangkali juga badan pineal.Pembentukan sekresi interna adalah suatu fungsi penting, juga pada organ dan kelenjar lain, seperti insulin dari kepulauan Langerhans di dalam pankreas, gastrin didalam lambung, ustrogen dan progresteron di dalam ovarium, dan testoteron di dalam testis.Pengetahuan tentang fungsi kelenjar-kelenjar didapati dengan mempelajari efek dari penyakit yang ada didalamnya dan hal ini biasanya dapat diterangkan sebagai akibat produksi terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon yang diperlukan.

a. HipotalamusHipotalamus terletak tepat dibawah talamus dean dibatasi oleh sulkus hipotalamus. Hipotalamus berlokasi didasar diensepalon dan sebagian dinding lateral ventrikel III. Hipotalamus meluas kebawah sebagai kelenjar hipofiseyng teletak didalam sela tusika os sfenoid.Fungsi utamanya , antara lain:Pusat integrasi susunan saraf otonoma) Regulasi temperaturb) Keseimbangan cairan dan elektrolitc) Integrasi siklus bangun tidurd) Mengontrol intake makanane) Respon tingkah laku terhadap emosif) Pengaturan/ pengontrolan endokring) Respon seksual

b. Kelenjar Hipofisis Kelenjar hipofisis terletak didasar tengkorak, didalam fosa hipofisis tulang sfenoid. Kelenjar itu terdiri atas dua lobus, yaitu anterior dan posterior , dan bagian diantara kedua lobus adalah pars intermedia. Untuk memudahkan mempelajari fungsinya maka dipandang dua bagian, yaitu lobus anterior dan posterior.Lobus aterior kelenjar hipofisis menghasilkan sejumlah hormon yang bekerja sebagai zat pengendali produksi sekresi dari semua organ endokrin lain.a. Hormon pertumbuhan (hormon somatotropik) mengendalikan pertumbuhan tubuh.b. Hormon tirotropik mengendalikan kegiatan kelenjar tiroid dalam menghasilkan tiroksin.c. Hormon adrenokortikotropik (ACTH) mengendalikan kegiatan kelenjar suprarenal dalam menghasilkan kortisol yang berasal dari korteks kelenjar suprarenal ini.d. Hormon gonadotropik e. Hormon perangsang polikel, (follicle stimulating hormon-FSH) merangsang perkembangan folikel graaff didalam ovarium dan pembentukan spermatozoa didalam testis.f. Luteinising hormon (LH) atau interstitial-cell-stimulating-hormon (ICSH) mengendalikan sekresi estrogen dan progresteron didalam ovarium dan testosteron didalam testis. g. Hormon ke tiga dari hormon gonagotropik ini adalah leteotropin atau rolaktin, mengendalikan sekresi air susu dan mempertahankan adanya korpus luteum selama hamil. Lobus posterior kelenjar hipofisis mengeluarkan sekret dua jenis hormon : hormon antidiuretik (ADH) mengatur jumlah air yang melalui ginjal,sedangkan hormon oksitosik merangsang kontraksi uterus sewaktu melahirkan bayi dan mengeluarkan asi sewaktu menyusui.

c. Kelenjar Tiroid Kelenjar tiroid terdiri atas dua buah lobus Yang teletak disebelah kanan dan kiri trakea, dan ikat bersanma oleh secarik jaringan tiroid yang disebut ismus tiroid dan melintasi trakea disebelah depannya. Struktur kelenjar tiroid terdiri atas sejumlah besar vesikel yang dibatasi epitelium silinder, mendapat persediaan darah berlimpah, dan yang disatukan jaringan ikat. Sel itu mengeluarkan sekret cairan yang bersifat lekat yaitu koloida tiroid, yang mengandung zat senyawa yodium; zat aktif yang utama dari senyawa yodium ini ialah hormon tiroxin. Sekret ini mengisi vesikel dan dari sini berjalan ke aliran darah baik langsung maupun melalui saluran limpe.Fungsi. Sekresi tiroid diatur sebuah hormon dari lobus anterior kelenjar hipopisis yaitu hormon tirotropik. Fungsi kelenjar tiroid sangat erat bertalian dengan kegiatan metabolik dalam hal pengaturan susunan kimia dalam jaringan, bekerja sebagai perangsang proses oksidasi, mengatur penggunaan oksigen, dan dengan sendirinya mengatur pengeluaran karbondioksida.Hiposekresi (hipotiroidisma). Bila kelenjar tiroid kuramh mengeluarkan sekret pada waktu bayi maka mengakibatkan suatu keadaan yang dikenal sebagai kreatinisme, berupa hambatan pertumbuhan mental dan fisik. Pada orang dewasa, kekurangan sekresi mengakibatkan mixsudema; proses metabolik mundur dan dapat kecenderungan untuk bertambah berat, gerakannya lamban,cara berpikir dan berbicara lamban, kulit menjadi tebal dan kering, serta rambut rontok dan menjdi jarang. Suhunbadan dibawah normal dan denyut nadi perlahan.Hipersekresi. Pada pembesaran kelenjar dan penambahan sekresi yang disebut hipertiroidisma, semua simtomnya kabilikan dari mixsudema. Kecepatan metabolisme naik dan suhu tubuh dapat lebih tinggi dari normal. Pasien turun beratnya, gelisah dan mudah marah, kecepatan denyut nadi naik, kardiac output bertambah dan simtom kardio vaskuler mencangkup vibrilasi atrium dan kegagalan jantung. Pada keadaan yang dikenal sebagai penyakit Grave atau gondok eksoftalmus, tampak mata menonjol ke luar. Efek ini disebabkan terlampau aktifnya hormon tiroid. Adakalanya tidak hilang dengan pengobatan. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon-hormon sbb:1) Tri-iodo-tironin(T3) dan Tiroksin (T4), berguna untuk merangsang metabolisme zat, katabolisme protein, dan lemak. Juga meningkatkan produksi panas merangsang sekresi hormon pertumbuhan, dan mempengaruhi perkembangan sel-sel saraf dan mental pada balita danjanin. Kedua hormon ini biasa disebut dangan satu nama,yaitu hormon tiroid.2) Kalsitonin : menurunkan kadar kalsium plasma, denagn meningkatkan jumlah penumpukan kalsium pada tulang.

d. Kelenjar ParatiroidDi setiap sisi kelenjar tiroid terdapat 2 kelenjar kecil yaitu kelenjar paratiroid, didalam leher. Sekresi paratiroid yaitu hormon paratiroid, mengatur metabolisme zat kapur dan mengendalikan jumlah zat kapur didalam darah dan tulang. Fungsi kelenjar paratiroid :1) Memelihara konsentrasi ion kalsium yang tetap dalam plasma2) Mengontrol ekskresi kalsium dan fosfat melalui ginjal3) Mempercepat absorbsi kalsium di intestine4) Kalsium berkurang, hormon para tiroid menstimulasi reabsorpsi tulang sehingga menambah kalsium dalam darah5) Menstimulasi dan mentransport kalsium dan fosfat melalui membran selKelenjar ini menghasilkan hormon yang sring disebut parathormon, yang berfungsi meningkatkan resorpsi tulang, meningkatkan reorpsi kalsium, dan menurunkan kadar kalsium darah.Hipoparatiroidisma, yaitu kekurangan kalsium dalam isi darah atau hipoklasemia, mengakibatkan keadaan yang disebut tetani, dengan gejala khas kejang dan konvulsi, khususnya pada tangan dan kaki yang disebut karpopedal spasmus; simtom-simtom ini dapat cepat diringankan dengan pemberiaan kalsium.Hiperparatiroidisma atau over-aktivitas kelenjar, biasanya ada sangkutpautnya dengan pembesaran (tumor) kelenjar. Keseimbangan distribusi kalsium terganggu, kalsium dikeluarkan kembali dari tulang dan dimasukan kembali kedalam serum darah, dengan akibat terjadinya penyakit tulang dengan tanda-tanda khas beberapa bagian keropos, yang dikenal sebagai osteitis vibrosa sistik, karena terbentuk kista pada tulang. Kalsiumnya diendapkan didalam ginjal dan dapat menyebabkan batu ginjal dan kegaglan ginjal.

e. Kelenjar Timus Kelenjar timus terletak didalam thorak, kira-kira pada ketinggian bifurkasi trakea. Warnanya kemerah-merahan dan terdiri atas dua lobus. Pada bayi yang baru lahir sangat kecil dan beratnya kira-kira 10gr atau lebih sedikit. Ukurannya bertambah, pada masa remaja beratnya dari 30 sampai 40gr, dan kemudian mengerut lagi. Fungsinya belum diketahui, tetapi diperkirakan ada hubungannya dengan produksi antibodi.

f. Kelenjar Adrenalkelenjar adrenal atau kelenjar suprarenalis terletak diatas kutub sebelah atas setiap ginjalnya. Krlrnjar adrenal terdiri atas bagian luar yang berwarna kekuning- kuningan yang disebut korteks dan yang menghasilkan kortisol (hidrokortisol), dengan rumus yang mendekati kortisol, dan atas bagian medula disebelah dalam yang menghasilkan adrenalin (epifirin) dan noradrenalin (nerepifirin).Zat-zat tadi disekresikan dibawah pengendalian sistem persyarafansimpatis. Swkresinya bertambah,dalam keadaan emosi,seperti marah dan takut, serta dalam keadaaan asfiksia dan kelaparan. Pengeluaran yang bertambah itu menaikan tekanan darah guna melewan syok yang disebabkan kegentingan ini. Noradrenalin menaikan tekanan darah dengan jalan merangsang serabut otot didalam dinding pembulu darah untuk berkontraksi. Adrenalin membantu metabolisme kharbohidrat dengan jalan menambah pengeluaran glukosa dari hati. Beberapa hormon terpenting yang disekresikan korteks adrenal adalah hidrokrtison,aldosteron, dan koltikosteron, yang semuanya bertalian erat dengan metabolisme pertumbuhan , fungsi ginjal dan tonus otot. Semua fungsi ini menentulkan fungsi hidup. Pada insufisiansi adrenal ( penyakit addison) , pasien menjadi kurus dan tampak sakit dan makin lemah , terutama karena tidakn adanya hormon ini, sedangkan ginjal gagal menyimpan natrium, karena mengeluarkan natrium dalam jumlah terlampau besar. Penyakit ini diobati dengan kortison.

g. Kelenjar pinealisBerbentuk kecil merah seperti buah cemara dan terletak dekat korpus kolosum. Fungsinya belum terang. Kelenjar lai yang menghasilkan sekresi interna penting adalah pankreas dan kelenjar kelamin.

h. Kelenjar PankreasKelenjar ini terdapat di belakang lambung didepan vertebra lumbalis I dan II.Sebagai kelenjar eksokrin akan menghasilkanenzim-enzim pencernaan ke dalam lumenduodenum. Sedangkan Sebagai endokrin terdiri dari pulau-pulau Langerhans, menghasilkan hormon. Pulau langerhans berbntuk oval dan tersebar diseluruh pankreas. Fungsi pulau langerhans sebagai unit sekresi dalam pengeluaran homeostatik nutrisi, menghambat sekresi insulin, glikogen dan polipeptida. Pada manusia, mengandung 4 macam sel, yaitu :1. sel A (atau) : menghasilkan glucagon2. sel B (atau) : menghasilkan insulin3. sel D (atau) : menghasilkansomatostatin4. sel F (sgt kecil) : menghasilkan polipeptida pancreasHormon insulin berguna untuk menurunkan gula darah, menggunakan dan menyimpan karbohidrat. Glukagon berfungsi untuk menaikan glukosa darah dengan jalan glikolisis. Sedangkan somatostatin berguna menurunkan glukosa darah dengan melepaskan hormon pertumbuhan dan glukagon.

i. Kelenjar KelaminDibagi menjadi 2, yaitu kelamin pria ( testis ) dan kelamin wanita ( ovarium ). Testis terletak di skrotum dan menghasilkan hormon testosteron. Hormon ini berfungsi dalam mengatur perkembangan ciri seks sekunder, dan merangsang pertumbuhan organ kelamin pria.Sedangkan ovarium terdapat pada samping kiri dan kanan uterus, yang menghasilkan esterogen dan progesteron. Fungsi estrogen adalah pematangan dan fungsi siklus haid yang normal. Sedangkan fungsi hormon progesteron adalah pemliharaan kehamilan

B. DEFINISIKretinisme adalah suatu kelainan hormonal pada anak-anak yang terjadi akibat kurangnya hormon tiroid . Penderita kelainan ini mengalami kelambatan dalam perkembangan fisik maupun mental.Kreitinisme adalah kurangnya kelenjar pituitary mensekresi HGH, sehingga berdampak pada fisik anak- anak.Kretinisme adalah suatu kelainan hormonal pada anak-anak. Ini terjadi akibat kurangnya hormon tiroid. Penderita kelainan ini mengalami kelambatan dalam perkembangan fisik maupun mentalnya. Kretinisme dapat diderita sejak lahir atau pada awal masa kanak-kanak (Adrian, 2011).Kretinisme yaitu perawakan pendek akibat kurangnya hormon tiroid dalam tubuh (Qeeya, 2010).

C. ETIOLOGIa. Kekurangan yodiumb. Kekurangan hormon tiroidc. Pemakaian obat-obatan anti tiroid oleh ibu hamil (maternal)d. Tiroiditis hashimotoe. Sindroma-sindroma dengan salah satu gejala perawakan pendek misalnya sindroma trunerf. Penyakit-penyakit kronis yang menyebabkan malnutrisi dalam perkembangan penyakitnya.factor di luar hormonal diatas yaitu :a. Sindrom Acushingb. Pseudihipoparatiroidismec. Perawakan pendek konstitusionald. Perawakan pendek genetice. Retardasi pertumbuhan dalam janinf. Sindroma-sindroma dengan salah satu gejala perawakan pendek misalnya sindroma turner dll.g. Penyakit-penyakit kronis yang menyebabkan malnutrisi dalam perkembangan penyakitnya.

D. PATOFISIOLOGIKecepatan pertumbuhan tidak berlangsung secara kontinyu selama masa pertumbuhan, demikian juga faktor-faktor yang mendorong pertumbuhan. Pertumbuhan janin, tampaknya sebagian besar tidak bergantung pada control hormon, ukuran saat lahir terutama ditentukan oleh faktor genetik dan lingkungan. Faktor hormon mulai berperan penting dalam mengatur pertumbuhan setelah lahir. Faktor genetik dan nutrisi juga sangat mempengaruhi pertumbuhan pada masa ini.Kelenjar tiroid yang bekerja dibawah pengaruh kelenjar hipofisis, tempat diproduksinya hormon tireotropik. Hormone ini mengatur produksi hormone tiroid, yaitu tiroksin (T4) dan triiodo-tironin (T3). Kedua hormone tersebut dibentuk dari monoiodo-tirosin dan diiodo-tirosin. Untuk itu diperlukan dalam proses metabolic didalam badan, terutama dalam pemakaian oksigen. Selain itu juga merangsang sintesis protein dan mempengaruhi metabolisme karbohidrat, lemak dan vitamin. Hormon ini juga diperlukan untuk mengolah karoten menjadi vitamin A. Hormone tiroid esensial juga sangat penting untuk pertumbuhan tetapi ia sendiri tidak secara langsung bertanggung jawab menimbulkan efek hormone pertumbuhan. Hormone ini berperan permisif dalam mendorong pertumbuhan tulang, efek hormone pertumbuhna akan maksimum hanya apabila terdapat hormone tiroid dalam jumlah yang adekuat. Akibatnya, pada anak hipotiroid pertumbuhan akan terganggu, tetapi hipersekresi hormone tiroid tidak menyebabkan pertumbuhan berlebihan. Tiroksin mengandung banyak iodium. Kekurangan iodium dalam makanan dalam waktu panjang mengakibatkan pembesaran kelenjar gondok karena kelenjar ini harus bekerja keras untuk membentuk tiroksin. Kekurangan tiroksin menurunkan kecepatan metabolisme sehingga pertumbuhan lambat dan kecerdasan menurun. Bila ini terjadi pada anak-anak mengakibatkan kretini

E. KLASIFIKASIKretinisme ada bermacam-macam bentuk dan stadiumnya, seperti :1. Kretin EndemikKretin ini pun terbagi dalam beberapa klasifikasi :a) Kretin Tipe NervosaGambaran yang tipikal dari kretin nervosa adalah sbb: Retardasi mental yang sangat berat: Gangguan pendengaran dan bisu-tuli. Sindroma paresis sistem piramidalis, khususnya tungkai bawah: hipertonia, klonus, refleks plantaris. Kadang-kadang disertai sindroma ekstrapiramidalis. Sikap berdiri dan cara berjalan khas, spastik dan ataksik. Pada kasus yang sangat berat bahkan tidak mampu berdiri.b) Kretin tipe miksedematosaCiri-ciri klinik kretin tipe ini adalah: Retardasi mental, namun derajatnya lebih ringan dibanding kretin nervosa. Tanda-tanda hipotiroidi klinik: Tubuh sangat pendek (cebol), miksedema, kulit kering, rambut jarang, perkembangan seksual terlambat. Juga terdapat gangguan neurologik seperti spastisitas tungkai bawah, refleks plantaris, dan gangguan gaya berjalan. Kretin jenis ini banyak terdapat di Republik Demokrat Kongo (RDK) sebab di sana ada faktor lain yang mempengaruhi, yaitu defisiensi selenium dan kelebihan (overload) tiosianat.c) Kretin tipe campuranGambaran kliniknya adalah gabungan dari ke dua tipe di atas, yaitu adanya retardasi mental, gangguan neuromotorik yang jelas, disertai tanda-tanda hipotiroidi klinik. Delong dalam studi di China mendeskripsi variasi temuan kliniknya menjadi 5 bentuk sindroma yaitu tipe tipikal (khas), postur talamik, autistik, serebeler, dan hipotonik. Tipe-tipe ini menggambarkan onset yang berbeda-beda dari defisiensi I selama kehamilan, serta berat ringannya defisiensi yang terjadi.

2. HipotiroidismeGangguan regulasi termal:hipotermia, sianosis perifer, ekstremitas dingin Gangguan gastrointestinal:gangguan makan, distensi abdomen, muntah, konstipasi. Gangguan neuromuskuler: hipotonia, letargi. Keterlambatan maturasi skeletal: fontanela dan sutura kranialis lebar, epifisis femoral distal tak tampak. Keterlambatan maturasi biokimiawi:ikterus. Setelah bayi berusia 3 bulan mulai tampak gambaran-gambaran kretin sporadik klasik. Suara tangisnya berat (nada rendah) dan parau, lidah membesar, hipoplasia hidung / nasoorbital, kulit kasar, kering dan dingin, hernia umbilikalis. Refleks tendon menurun,dan terlambat mencapai perkembangan sesuai umur yang diharapkan. Setelah umur 6 bulan, anak tampak 'bodoh' karena retardasi mental. Pada kurun usia berikutnya, disamping pertumbuhan tinggi badan yang sangat terganggu (cebol), juga terdapat gangguan neurologik, khususnya berupa tanda-tanda disfungsi serebeler. Misalnya timbul gangguan keseimbangan, tremor, past-pointing. disdiadokokinesis, dan disartri. Hal ini bisa dimengerti mengingat perkembangan serebelum terjadi sejak awal trimester ke 3 kehamilan sampai masa postnatal, di mana pada saat itu hormon tiroid janin gagal disekresi, padahal seharusnya sudah maksimal berfungsi sebab kontribusi hormon tiroid ibu sudah berkurang atau bahkan pada masa postnatal, tidak ada lagi.

3. Kretin Sub-klinikKretin subklinik bisa dipandang sebagai bentuk ringan dari kretinisme endemik tipe nervosa, karena adanya defisiensi mental serta gangguan neuromotorik, walaupun dalam derajat yang lebih ringan. Dengan mempelajari aspek klinik kretin endemik yang tidak berwujud gambaran klinik tunggal (nervosa,miksedematosa, dan campuran), maka bisa dimengerti kalau bentuk yang ringan (subtle) mempunyai gambaran klinik yang samar, dan cenderung tidak khas. Wangetal mengajukan 4 kriteria, yaitu retardasi mental subklinik (IQ 50-70), defek psikomotor ringan, gangguan pendengaran subklinik, perkembangan, fisik (tinggi badan) agak kurang, dan hipotiroidi kimiawi.

F. MANIFESTASI KLINISa. Gangguan perkembangan fisik (cebol)Bibir tebalb. Lidah tebalc. Bicara terbata-batad. Jarak antara kedua mata lebih besare. Kulit kasar dan keringf. Warna kulit agak kekuningan dan pucatg. Kepala besarh. Muka bulat (moon face)i. Pertumbuhan tulang terlambatj. Hidung besar dan pesekk. Tumbuh gigi terlambatl. Pertumbuah fisik lambat, seperti TB, BB.m. Nafsu makan bertambah tetapi BB berkurang.n. Menurunnya kematangan hormone gonad.o. Postur tubuh tidak proporsional.p. Wajah lebam.q. Hidung, bibir, dan lidah lebar.r. Ekor mata tidak sejajar dengan telinga.s. Rambut kepala kasar dan rapuh.t. Biasanya terjadi penurunan IQ.u. Susah konsentrasi.v. Gangguan system indra.G. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK1. LaboratoriumPemeriksaan darah yang mengukur kadar hormon tiroid (T3 dan T4), TSH, dan TRH akan dapat mendiagnosis kondisi dan lokasi masalah kelenjar tiroid. Pemeriksaan untuk mengetahui fungsi tiroid biasanya menunjukkan kadar T4 rendah dan TSH tinggi.2. USG atau CT ScanTiroid menunjukkan ada tidaknya goiter3. X foto tengkorakMenunjukkan kerusakan hipotalamus atau hipofisis anterior

H. PENATALAKSANAANTerapi yang paling baik untuk kretinisme adalah pencegahan. Pencegahan dapat dilakukan dengan :1. Pemberian makanan yang adekuat dengan cukup kalori dan protein2. Mengkonsumsi makanan yang diberi garam beryodium atau pemberian suplemen yodium untuk merangsang produksi hormon.3. Kecukupan kebutuhan vitamin dan mineral

I. KOMPLIKASIKoma miksedemaKoma miksedema adalah situasi yang mengancam nyawa yang ditandai oleh eksaserbasi (perburukan) semua gejala hipotiroidisme termasuk hipotermi tanpa menggigil, hipotensi, hipoglikemia, hipoventilasi, dan penurunan kesadaran hingga koma. Dalam keadaan darurat (misalnya koma miksedema), hormon tiroid bisa diberikan secara intravena.

BAB IIIASUHAN KEPERAWATAN

Asuhan KeperawatanA. PENGKAJIAN1. BiodataNama: XaxaNomor register: 82013Jenis kelamin: Laki-lakiUmur: 8tahunAgama: IslamPendidikan: Sekolah Dasar (SD)Pekerjaan: PelajarSuku bangsa: JawaAlamat: Jl.Merpati No. 65 RT 5/10 Jakarta Selatan 12345Diagnosa medis: Kretinisme

2. Keluhan utamaa. Riwayat PenyakitSeperti adanya factor resiko potensi penyakit yang lain, seperti tumor, kanker, osteoporosis,dll.b. Riwayat Trauma KepalaAdakah penyakit atau trauma pada kepala yang pernah diderita pasien, serta riwayat adanya terkena radiasic. Sejak Kapan Keluhan dirasakanDampak defisiensi GH mulai tampak pada masa balita sedangkan defisiensi gonadotropin nyata pada masa pra remajad. Kaji adanya keluhan yang terjadi sejak lahirMisalnya apakah orangtua pernah membandingkan pertumbuhan fisik anaknya dengan anak-anak sebayanya yang normale. Kaji TTV dasarUntuk perbandingan dengan hasil pemeriksaan yang akan datingf. Kaji pertumbuhan pasien Timbang dan ukur berat badan(BB) klien saat lahir serta bandingkan pertumbuhan tersebut dengan standarg. Keluhan utama klien Pertumbuhan lambat Ukuran otot dan tulang kecil Tanda-tanda sex sekunder tidak berkembangh. Amati bentuk dan ukuran tubuh, dan juga pertumbuhan rambuti. Palpasi kulit, pada wanita biasanya terdapat kulit yang kering dan kasarj. Kaji dampak perubahan fisikApakah klien sudah mampu dalam memenuhi kebutuhan dasarnya sendiri

3. Faktor ResikoFaktor resiko yang mungkin muncul:1. Hipotiroid yang berdampak pada kekurangan yodium2. Kelainan hipofisis, missal adanya tumor3. Konsumsi obat tertentu tanpa petunjuk tim medis ketika hamil4. Konsumsi obat tertentuketika anak berusia