Latihan + jawaban mikro 1 (uts) - FEUI

Download Latihan + jawaban mikro 1 (uts) - FEUI

Post on 28-Nov-2014

14.676 views

Category:

Education

27 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Exercise for UTS Microeconomy 1 + Solution

TRANSCRIPT

<ul><li> 1. BANK SOAL ASISTENSI MIKRO EKONOMI 1 SEMESTER GANJIL (2012-2013) Asisten: Minda Putri Dwinanda SOAL 1. CH 2 &amp; CH 4 (Soal Pyndick Chapter 2) Permintaan hasil pertanian Indonesia kebanyakan berasal dari negara lain. Jika permintaan tersbut sebesar Qd= 3244 283P dengan permintaan Domestik QDom=1700-107P. Penawaran Domestik sebesar Qs = 1944 + 207P. Jika terjadi penurunan permintaan akan ekspor pertanian Indonesia sebesar 40 %: a. Petani Indonesia sangat peduli dengan penurunan permintaan ekspor ini. Apa yang terjadi dengan harga dan kuantitas pertanian di Indonesia? Apakah petani memiliki alasan yang cukup untuk khawatir? b. Hitung elastisitas permintaan dan penawaran Indonesia, sebelum terjadi penurunan ekpor pertanian! (gunakan Point Elasticity) c. Hitung elastisitas penawaran diantara harga akibat terjadinya penurunan ekspor pertanian! (gunakan Arc Elasticity) 2. CH 2 &amp; CH 4 (UTS-22/10/09 no.1) Asumsikan kurva permintaan dan penawaran pakaian adalah sebagai berikut: Permintaan: Qd = 1600 125P Penawaran: Qs = 440 + 165P a. Hitunglah harga dan kuantitas keseimbangan pasar untuk komoditas pakaian tersebut! b. Hitunglah price elasticity supply dan price elasticity of demand yang anda peroleh. Jelaskan arti kedua elastisitas tersebut! c. Apabila pemerintah memberikan subsidi harga sehingga harga pakaian per unit di pasar menjadi sebesar Rp 4,5 , apakah dampaknya terhadap keseimbangan pasar? d. Hitung berapa besar excess supply atau excess demand dari pakaian yang terjadi akibat kebijakan pemerintah tersebut? 3. CH 3 (UTS-22/10/09 no.2) Seorang pelajar bernama Nana bermaksud mengkonsumsi 2 jenis barang yaitu Buku (B) dan Pulpen (P). Fungsi utilitas yang dimilikinya adalah U = B0.25P0.75. Nana mendapat uang dari orang tuanya sebesar Rp 50.000, sementara harga sebuah buku dan pulpen masing-masing sebesar Rp 4.000 dan Rp 2.000 Dengan menggunakan analisis utilitas dan garis anggaran: a. Carilah nilai utilitas optimal untuk Buku dan Pulpen yang dikonsumsi Nana! b. Gambarkan dan jelaskan utilitas optimal yang terjadi pada kasus tersebut! 4. CH 3 (UTS 24/10/07 no.10) Adi mempunyai fungsi utilitas U = X0.5Y0.5 1 </li> <li> 2. a. Turunkan fungsi permintaan untuk barang X dan baran Y b. Jika harga barang X adalah $5, dan harga baragn Y adalah $10, dan pendapatan Ali adalah $100, hitunglah kuantitas permintaan barang X &amp; Y 5. CH 3 (UTS 22/10/09 no.3) Anggaran Leo dinyatakan dalam persamaan berikut: m = Px.X + dimana m adalah pendapatan Leo, Px, dan X adalah harga dan kuantitas baju, sementara adalah nilai barang selain baju (dimana = Py.Y) a. Jika fungsi utilitas Leo dinyatakan dengan: U = 10X1/43/4 , dengan persamaan budget line di atas. Tuliskan dean jelaskan fungsi permintaan baju dari Leo saat pendapatannya sebesar Rp 400.000! b. Berdasarkan hasil tersebut (pada soal a), seandainya di pasar diasumsikan hanya ada tiga prang pembeli baju, yakni Leo dan kedua temannya yang memiliki fungsi permintaan baju yang identik. Maka, tuliskan dan jelaskan fungsi permintaan pasar dari baju! c. Toko baju langganan ketiga orang di atas memberikan diskon sebesar 50% untuk setiap baju. Berapakah total permintaan baju di pasar setelah adanya diskon jika diketahui harga baju sebelum diskon adalah Rp 100.000? Berapa pula jumlah baju dan nilai barang selain baju yang akan dibeli Leo setelah diskon? 6. CH 6 (Soal Pyndick Appendix 7) Manakah dari fungsi produksi ini yang merupakan fungsi produksi Increasing Return to Scale, Constant Return to Scale, atau Decreasing Return to Scale? (berikan penjelasan) a. F(K,L) = K2L b. F(K,L) = 10K + 5L c. F(K,L) = (KL)0.5 d. F(K,L) = K.L0.75 7. CH 7 (UTS 2/11/06 no. 4) Jelaskan pernyataan di bawah ini! Gunakan penjelasan matematis dan grafis jika diperlukan. With constant return to scale, the long run average cost curve consists of the minimum point of short run average cost curves. With economies and diseconomies of scale, the minimum points of short run average cost curves do not lie on the long run average cost cruves. The Long Run Average Cost (LAC) is the envelope of the short run average cost. 8. CH 7 (UTS 22/10/09 no.4) Sebuah perusahaan memiliki fungi produksi sebagai berikut: Q = (K1/2 + L1/2)2 atau Q = ( K + L)2 2 </li> <li> 3. Dimana Q adalah output dan K adalah modal, serta L adalah tenaga kerja a. Tuliskan dan jelaskan fungsi permintaan tenaga kerja dari perusahaan ini di saat tercapainya biaya minimum dalam jangka panjang? (Fungsi permintaan tenaga kerja harus berunsur L = f(Q,w,r), dimana w adalah biaya sewa tenaga kerja dan r adalah biaya sewa modal) b. Tuliskan dan jelaskan fungsi permintaan modal dari perusahaan ini di saat tercapainya biaya minimum dalam jangka panjang? (Fungsi permintaan modal harus berunsur K = f(Q,w,r), dimana w adalah biaya sewa tenaga kerja dan r adalah biaya sewa modal) c. Jika diketahui bahwa biaya sewa setiap tenaga kerja adalah Rp 600.000 dan biaya sewa setiap modal adalah Rp 800.000. Berapakah kombinasi jumlah tenaga kerja dan modal di saat minimum biaya, jika perusahaan ini ingin menghasilkan satu unit output? 9. CH 8 (UTS 22/10/09 no.5) Pasar gorengan dapat dikategorikan sebagai pasar yang kompetitif. Andaikan fungsi permintaan dan penawaran di pasar gorengan dapat dinyatakan dalam persamaan-persamaan berikut: Permintaan per hari: Qd = 2.000.000 1000P Permintaan per hari: Qs = -375.000 + 3750P Qd, Qs berturut-turut melambangkan jumlah permintaan dan penawaran dalam unit, sedangkan P harga dalam rupiah per unit. Berdasarkan informasi di atas, a. Hitunglah harga dan kuantitas keseimbangan gorengan yang terjadi b. Andaikan terdapat 1000 pedagang gorengan yang identik di dalam pasar dan masing-masing pedagang mendapatkan normal (zero economic) profit, berapakah jumlah gorengan yang dijual oleh tiap-tiap pedagang? Berapakah Marginal Cost, Average Cost, Total Cost untuk memproduksi gorengan yang dikeluarkan oleh tiap pedagang? c. Belakangan ini terjadi peningkatan harga minyak goreng dan kedelai (yang berdampak pada peningkatan harga tempe dan tahu yang merupakan bahan dasar pembuatan gorengan), dengan analisis grafis dugalah dampak jangka pendek dari perubahan tersebut terhadap jumlah produksi dan keuntungan yang diperoleh masing-masing pedagang! d. Bagaimana pulak dampak jangka panjang dari peristiwa tersebut (pada nomor c) terhadap jumla pedagang gorengan, keuntungan pedagang, dan harga gorengan di pasaran 10. CH 9 (UTS 22/10/09 no.6) Harga BBM dunia meningkat dengan berakhirnya musim panas di belahan bumi utara sehingga harga pasar dimestik perlu dikaji ulang. Jika diketahui persamaan sebagai berikut: Penawaran : Qs = 1 + 0.25P Permintaan : Qd = 2.5 0.5P a. Hitung harga (dalam USD) dan kuantitas (juta Barrel) ekuilibrium 3 </li> <li> 4. b. Hitung Opportunity Cost per hari dari menjual BBM di pasar domestik seharga Rp 4.500 per liter (asumsi 1 barel = 120 l, 1 USD = Rp 9.000 dan semua produksi dijual domestik) c. Hitung biaya yang ditanggung pemerintah bila harga BBM (di soal a) diturunkan menjadi 1.5 dolar per barel dengan menjual stok minyak JAWABAN 1. a. Qd Total = 3244 283P Keseimbangan awal terjadi saat Qd Total = Qs Total 3244 283P = 1944 + 207P 1300 = 490P Pe = 2,65 Qe = 2494 Qd Dom = 1700 107P Qd Total 3244 283P Qd Ekspor Qd Eks 1 = Qd Domestik + Qd Eskpor = 1700 107P + Qd Eskpor = 3244 283P (1700 107P) = 1544 176P Demand terhadap ekspor turun 40 % [ 100% - 40% = 60% atau 0,6] Qd Eks stlh turun 40% Qd Eks 2 = Qd Eks x 0,6 = (1544 176P) x 0,6 = 926,4 105,6P Qd Total stlh penurunan Ekspor = Qd Ekspor stlh turun 40% + Qd Domestik = 1700 107P + (926,4 105,6P) Qd Total Eks 2 = 2626,4 212,6P Keseimbangan setelah terjadi penurunan Eskpor Qd Total Esk 2 = Qs Total 2626,4 212,6P = 1944 + 207P 682,4 = 419,6 Pe 2 = 1,63 Qe 2 = 2281 4 </li> <li> 5. Akibat terjadi penurunan permintaan ekspor pertanian, kurva Deman shifting dari D1 ke D2. Jika Supply tidak mengalami perubahan, maka harga keseimbangan turun dari 2,65 ke 1,63 dan kuantitas keseimbangan turun dari 2494 ke 2281. Petani akan merasa khawatir jika akibat penurunan permintaan terhadap ekspor permintaan ini akan menurunkan penerimaan mereka. TR 1 = Pe x Qe = 2494 x 2,65 = 6609,1 TR 2 = Pe 2 x Qe 2 = 2281 x 1,63 = 3718,03 2 1 3718,036609,1 % perubahan = x 100% = x 100% = - 56% 6609,1 1 Maka, dengan penurunan total penerimaan sebesar 56% sangatlah wajar jika petani merasa khawatir dengan penurunan ekspor ini. b. = 1/ x Elastisitas Permintaan 2,65 = - 0,3 Inelastis 2494 Pada saat Keseimbangan awal , kenaikan 1 % harga akan mengakibatkan penurunan permintaan pertanian sebesar 0,3 % = - 283 x Elastisitas Penawaran 2,65 = 1/Slope Qs x = 0,22 inelastis 2494 Pada saat Keseimbangan awal , kenaikan 1 % harga akan mengakibatkan kenaikan penawaran pertanian sebesar 0,22 % c. = 207 x Arc Elasticity Pe = 2,65 Qe = 2494 Pe 2 Qe 2 = 2 = 2281 2494 = 213 = 2 = 1,63 2,65 = 1,02 + 2 2494 + 2281 = = = 2387,5 2 2 + 2 2,65 + 1,63 = = = 2,14 2 2 = x = 1,63 = 2281 5 </li> <li> 6. = 213 1,02 x 2,14 2387,5 = 0,187 inelastis Diantara harga pertanian sebesar 1,65 hingga 2,63 , kenaikan 1 % harga akan mengakibatkan kenaikan penawaran pertanian sebesar 0,187 % 2. a. b. Keseimbangan terjadi saat Qd = Qs 1600 125P = 440 + 165P 1160 = 290P P* = 4 Q* = 1100 = 1/ x Elastisitas Harga 4 = - 0,45 Inelastis 1100 Pada saat Keseimbangan awal , kenaikan 1 % harga akan mengakibatkan penurunan permintaan pertanian sebesar 0,45 % = 1/Slope Qs x = - 125 x 4 = 0,6 inelastis 1100 Pada saat Keseimbangan awal , kenaikan 1 % harga akan mengakibatkan kenaikan penawaran pertanian sebesar 0,6% = 165 x c. Subsidi Harga menjadi Rp 4,5 Floor Price Qd = 1600 125P = 1600 125(4,5) Qds = 1037,5 Qs = 440 + 165P = 440 + 165(4,5) Qss= 1182,5 6 </li> <li> 7. Akibat kebijakan pemerintah tersebut terjadi harga menjadi lebih tinggi, sehingga dalam jangka pendek terjadi excess supply atau surplus. Tidak terjadi keseimbangan antara permintaan dan penawaran dengan harga yang lebih tinggi yaitu sebesar 4,5 d. Besarnya excess supply adalah = Qss - Qds = 1182,5 1037,5 = 145 Dari total 1182,5 pakaian yang ditawarkan, terdapat 145 pakaian yang tidak memiliki permintaan. 3. a. max = 0.25 0.75 s.t 50.000 = 4000 + 2000 50 = 4 + 2 = 0.25 0.75 + (50 4 2) = 0.250.75 0.75 4 = 0 = 0.750.25 0.25 2 = 0 = 50 4 2 = 0 4 = 0.250.75 0.75 ..(1) 2 = 0.750.25 0.25 ..(2) .(3) Subsitusi persamaan (1) dan (2) 4 = 2 . 2 0.25 = 2 (0.750.25 0.25 ) 0.250.75 0.75 = 1.50.25 0.25 0.25 0.75 = 6. 0.25 0.75 = 6(4) 0.75 0.75 Subsitusi persamaan (3) dan (4) 50 4 2 = 0 50 4 2(6) = 0 50 -16B = 0 B = 3,125 P = 18,7 Nilai Utilitas U = 0.25 0.75 U = (3,125)0.25 (18,7)0.75 U = 11,98 7 </li> <li> 8. Maka, nilai utilitas optimal Nana untuk mengkonsumsi 3 buku dan 18 pulpen adalah sebesar 11,98 b. Dengan pendapatan sebesar 50.000, kepuasan Nana optimal saat bernilai 11,98 dengan mengkonsumsi 3 Buku dan 18 Pulpen 4. a. max = 0.5 0.5 s.t = . + . = 0.5 0.5 + ( . . ) = 0.5 = 0.5 = 0.5 0.5 0.5 0.5 = 0 = = 0 = . . = 0 0.5 0.5 0.5 0.5 0.5 0.5 ..(1) ..(2) .(3) Subsitusi persamaan (1) dan (2) = 0.5 0.5 0.5 = . = . . = (4) . = (5) 0.5 0.5 0.5 8 </li> <li> 9. Subsitusi persamaan (3) dan (4) . . = 0 . . ( ) . = 0 . . = 0 2. = 0 Y= Subsitusi persamaan (3) dan (5) . . = 0 . . . ( ) =0 . . = 0 2. = 0 X= b. = 100 , = 5 , = 10 100 Y= = =5 2 2(10) 100 X= = = 10 2 2(5) Kuantitas permintaan Adi akan barang X adalah 10 dan barang Y adalah 5 5. a. max = 10 14 34 s.t 400.000 = . + = 10 14 34 + (400.000 . ) = 2.5 34 34 = 0 = = 7.5 14 14 = 400.000 2.53 4 3 4 = 0 = 7.51 4 14 . = 0 ..(1) ..(2) .(3) 9 </li> <li> 10. Subsitusi persamaan (1) dan (2) = 2.53 4 3 4 =7.5 14 14 = 3 = 3. (4) Subsitusi persamaan (3) dan (4) 400.000 . = 0 400.000 . 3. = 0 400.000 4. = 0 4. = 400.000 . = 100.000 . X= Jumlah permintaan baju Leo saat memiliki pendapatan sebesar 400.000 adalah sebanyak 100.000 dibagi dengan harga baju tersebut b. Jika hanya terdapat 3 pembeli dalam pasar dengan persamaan yang identik dengan Leo maka Qd = 3X 100.000 Qd = 3 . . Qd = Jumlah permintaan baju di pasar adalah sebanyak 300.000 dibagi dengan harga baju tersebut c. Total permintaan baju di pasar setelah adanya diskon [100.000 x 50%] = Rp 50.000 = 300.000 300.000 Qd = = = 6 baju 50.000 Jumlah baju (X) dan nilai barang selain baju (y) yang dibeli Leo setelah diskon adalah: 100.000 100.000 X= = = 2 baju 50.000 400.000 = . + y = 400.000 (50.000)(2) y = Rp 300.000 6. a. F(K,L) = K2L F (K,L) (K)2(L) 10 </li> <li> 11. .F(K,L) 3.(K2L) .F(K,L) &lt; 3.(K2L) Fungsi ini menunjukkan kondisi Increasing Return to Scale (IRS) karena kenaikan pada fungsi output (3)lebih besar dibanding kenaikan pada fungsi input (). b. F(K,L) = 10K + 5L F (K,L) 10(K) + 5(L) .F(K,L) .(10K + 5L) .F(K,L) = .(10K+5L) Fungsi ini menunjukkan kondisi Constant Return to Scale (CRS) karena kenaikan pada fungsi output ()sama dengan kenaikan pada fungsi input (). c. F(K,L) = (KL)0.5 F (K,L) (KL) 0.5 .F(K,L) 0.5. 0.5. (K L) 0.5 .F(K,L) . (K L) 0.5 .F(K,L) = .(KL) 0.5 Fungsi ini menunjukkan kondisi Constant Return to Scale (CRS) karena kenaikan pada fungsi output ()sama dengan kenaikan pada fungsi input (). d. F(K,L) = K.L0.75 F (K,L) K.(L) 0.75 .F(K,L) . 0.75.K L .F(K,L) 1.75. (K .L0.75) .F(K,L) &lt; 1.75 (KL 0.75) Fungsi ini menunjukkan kondisi Increasing Return to Scale (IRS) karena kenaikan p...</li></ul>