laporan shampoo

Download Laporan Shampoo

Post on 15-Nov-2015

22 views

Category:

Documents

7 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Laporan pembuatan shampoo

TRANSCRIPT

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

RAMBUT

Rambut terdiri dari

Akar rambut diselimuti oleh folikel rambut dan didekatnya terdapat kelenjar sebasea yang mengeluarkan sebum untuk melindungi agar rambut tetap melekat pada kulit kepala.

Batang rambut yang kelihatan dari luar.

Siklus pertumbuhan rambut :

1. Fase anagen ( pertumbuhan )

Kecepatan 0,35 mm/hari berlangsung 2 6 tahun.

2. Fase telogen ( istirahat )

Pertumbuhan terhenti beberapa bulan sehingga rambut seakan akan bertambah panjang selama waktu tertentu.

3. Fase katagen ( peralihan )

Berlangsung singkat ( beberapa hari )

Komposisi rambut :

Karbon

50%

Hidrogen6%

Nitrogen17%

Sulfur

5%

Oksigen20%

Komponen sebum pada rambut :

Asam lemak bebas tak jenuh

20%

Asam lemak bebas jenuh

10%

Trigliserida

30%

Ester asam lemak

20%

Kolesterol

5%

Squalence

15%

Jenis rambut :

Rambut normal / sehat

Kuat dan lembut

Elastis dan tidak mudah patah

Tidak mudah terlepas dari akarnya

Berkilap dengan kontur rata

Mudah disisir dalam keadaan basah atau kering

Pada keadaan bersih : berkilat,tidak kelihatan berminyak.

Rambut kering

Tidak bercahaya

Rapuh,mudah patah

Lebih porous sehingga pengeringan lebih cepat

Peningkatan kandungan sulfur karena ada pengeringan

Degradasi rantai polipeptida yang memicu terjadinya eliminasi oligoprotein

Rambut berminyak

Seborrhea : hipersekresi kelenjar palit

Rambut kelihatan lebih berminyak

Kadang diikuti pula oleh sekresi kelenjar keringat

Rambut tampak bergumpal

Penataan rambut tidak tahan lama,sebum membuat rambut jatuh

Debu / kotoran cepat terakumulasi,sehingga rambut cepat / mudah kotor

Sebum dapat mengalami transformasi peroksidasi,sehingga menyebabkan bau.

Karena banyaknya aktivitas yang kita lakukan seringkali badan maupun rambut berkeringat apalagi aktivitas dilakukan di luar ruangan, sehingga menyebabkan kulit kepala terasa gatal dan rambut menjadi lepek. Oleh karena itu, kita perlu membersihkannya dengan menggunakan shampoo.

SHAMPOOShampoo melapisi rambut kita dengan bahan bahan berlemak supaya tetap lembab.

Fungsi Shampoo :

1. Membersihkan kotoran / lemak pada rambut dan kulit kepala

2. Melembabkan rambut dan kulit kepala

3. Menyehatkan ( mengobati ) rambut dan kulit kepala

Syarat shampoo yang baik :

Shampoo yang ideal harus memenuhi persyaratan :

1. Mudah terdistribusi merata

2. Mempunyai kemampuan membentuk busa

3. Mudah dibilas dan rambut mudah disisir dalamkeadaan basah

4. Mudah dikeringkan

5. Menjadikan rambut mudah disisir dan diatur

6. Menjadikan rambut berkilau

7. Tidak toksik

8. Tidak mengiritasi baik mata maupun kulit

B. Rumusan Masalaha. Bahan aktif apa yang dapat digunakan untuk membasmi ketombe serta bagaimana efek sampingnya terhadap rambut ?

b. Bahan bahan lain apa yang digunakan dalam penyusunan formula shampoo serta apa fungsi dan bagaimana efek masing masing komponen terhadap rambut ?

c. Bagaimana mekanisme kerja pembersihan rambut oleh shampoo tersebut dan ditujukan untuk target organ apa ?

d. Apakah sediaan yang dibuat sudah memenuhi spesifikasi sediaan dan sudah layak diproduksi ?

C. Tujuan PraktikumDari rumusan rumusan masalah diatas, maka tujuan dilakukannya praktikum ini antara lain :

1. Menentukan bahan aktif yang dapat digunakan sebagai antiketombe serta memberikan efek yang menguntungkan bagi rambut serta memenuhi syarat shampoo yang baik.

2. Menentukan bahan bahan penyusun lain yang dapat menunjang efek dari shampoo serta tidak memberikan efek yang merugikan bagi rambut.

3. Mengetahui mekanisme kerja pembersihan dari shampoo antiketombe dan ditujukan untuk target organ yang sesuai.

4. Menyusun formula yang sesuai dengan spesifikasi serta menyesuaikan dengan kebutuhan dan kepuasan konsumen ( layak produksi )

D. Manfaat Praktikuma. Dapat menyususn formula serta membuat shampoo antiketombe yang memberikan efek menguntungkan bagi rambut serta sesuai dengan kebutuhan konsumen.b. Dapat melakukan evaluasi mutu sediaan yang dihasilkan memenuhi spesifikasi, sehingga dapat layak diproduksi.BAB II

TINJAUAN PUSTAKAI. Pemilihan Bahan Aktif

1. Zinc pyritioneEfek utama : bacteriostatic and fungistatic. In usual concentrtion of 1% to 2% in the control of seborrhoic dermatitis and dandruff. It has also been used in the treatment of pityriasis versi color. (MD 36. P. 1611)

Efek samping : peripheral neuritis paraesthesia and muscle weakness in a patient was associdted with the prolonge use of a shampoo containing pyrithione zinc 2%. The muscle weakness had disappeared 3 mounth after shopping the shampoo and 2 years later the paraesthesia had improved by about 75%. (MD 36. P. 1611)Indikasi : seborroeic dermatitis dan dandruff. (MD 36. P. 1611)

Kontra indikasi : tidak dapat diberikan pada pasien yang hipersensitif terhadap zinc pyrritione. (Nathan, 1998)

2. Selenium sulfide

Efek utama : selenium sulfide has anti fungal ang anti seborrhoeic properties. It is used topically in the treatment of dandruff (pilyriasis capitis) and seborroeic dermatitis of the scalp. (MD 36. P. 1613)

Efek samping : topical application of selenium sulfide can produce irritation of the scalp and skin, especially in the genital area and skin folds. Nausea, vomiting and diarrhoea may occur and gastrointestinal decontamination in generally considered unnecessary, but systemic absorbtion and toxicity, particulary neurological effects, might develop if large amounts are retained in the gut. A woman with excoriated eruptions on her scalp developed weakness, anorexia, abdominal pain, vomiting, tremors, sweatting and metalic taste in her mouth, and a garlic l.ike smell on her breath after using a shampoo containing selenium sulfide 2 or 3 time weekly for 8 mounths. (MD 36. P. 1613)Indikasi : dandruff and seborroeic dermatitis (MD 36. P. 1613)

Kontra indikasi : tidak dapat diberikan kepada penderita hipersensitif terhadap selenium sulfide, pada ibu hamil dan menyusui (tetapi bagian produksi memperbolehkan pemakaian pada trisemester 1 kehamilan ) serta tidak direkomendasikan untuk anak-anak dibawah 5 tahun. (http://smart-fresh.blogspot.com/2011/12/dandruff-ketombe.html)

Spesifikasi lain : selenium sulfide dapat melunturkan rambut yang diwarnai, jadi pastikan untuk menggunakannya sesuai petunjuk dan dibilas dengan baik setelah keramas (anonim 4, 2009). Pewarnaan dan pengeritingan rambut tidak boleh dilakukan paling tidak 2 hari setelah penggunaan shampoo yang mengandung selenium sulfide.3. Coal tar

Efek utama : tar berfungsi sebagai anti jamur ringan (prawito, 2009). Memperlambat lematian sel kulit kepala (anonim 4, 2009), tar dapat mencegah dan menghalangi serpihan ketombe dengan mengganggu formasi dari cairan intraseluler, serta dapat mengganggu pengeluaran sebum. Tar juga dapat berfungsi sebagai anti gatal (Nathan,1998)Efek samping : kemungkinan karsinogenik dan mutagenik. (Nathan.1998)

Indikasi : ketombe, seborroeic dermatitis dan psoriasis. (Anonim 4. 2009)

Kontra indikasi : Tidak dapat diberikan pada pasien yang hipersensitifitas terhadap tar dan turunannya. (http://smart-fresh.blogspot.com/2011/12/dandruff-ketombe.html)

Spesifikasi lain : apabila terjadi reaksi alergi, hentikan pemakaian dan gunakan shampoo anti ketombe lainnya.

4. Ketokonazole

Efek utama : ketokonazole merupakan antimikotik golongan imidazole (prawito,2009). Ketokonazole sebagai anti jamur yang memiliki spectrum sangat luas (anonim 4, 2009) yaitu kerjanya menghambat replikasi dari sel jamur dengan mengganggu sintesis ergosterol yang merupakan komponen vital dari membran sel jamur (Nathan. 1998).Efek samping : pada penggunaan secara topikal terutama pada shampoo anti ketombe dimana konsentrasi ketokonazole yang digunakan relatif kecil, tidak terdapat efek samping yang ditimbulkan dan sangat jarang terjadi iritasi kulit (Nathan, 1998)

Indikasi : ketokonazole di indikasikan untuk mengobati infeksi pada kulit, rambut, dan kuku (kecuali kuku kaki) yang disebabkan oleh dermatofit dan oleh ragi (dermathopytosis, onychomycosis, candida perionyxixs, pityriasis versicolor, pityriasis capitis, pityrosponum, folloculitis, chronic mucocutaneous candidosis. (Anonim 12, 2009)

Kontra indikasi : jangan diberikan pada pasien dengan gangguan hati/hepar, hipersensitif terhadap ketokonazole. Untuk penggunaan topikal ketokonazole dapat diberikan untuk wanita hamil (Nathan, 1998) sedangkan dikontra indikasikan jika digunakan secara oral. (anonim 12, 2009)Spesifikasi lain : jika terjadi reaksi alergi, hentikan pemakain.

Bahan aktif yang terpilih : Zinc pyrithione

Alasan :

1. Kandungan yang banyak digunakan di shampoo anti ketombe yang dijual bebas dengan sifat anti jamurnya menekan pertumbuhan p.ovale.

2. Efek samping hanya terjadi iritasi ringan pada kulit kepala, adapun terjadi hipersensitifitas terhadap ZPT itupun sangat jarang terjadi.

3. Cocole digunakan sehari-hari karena ZPT berikatan kuat dengan ranbut dan epidermis tetapi tidak berpenetrasi ke dermis (dekat sistemik) sehingga tidak toksik.

4. Selenium sulfidetidak aman untuk wanita hamil dan menyusui.

5. Ketokonazole tidak cocok digunakan untuk sehari-hari dengan tingkat ketombe yang tidak terlalu parah. Ketokonzole hanya digunakan untuk tingkat ketombe yang membandel dan penggunaannya pu