Laporan pratikum identifikasi batuan, tata surya, keranjang takakura dan pencemaran lingkungan

Download Laporan pratikum identifikasi batuan, tata surya, keranjang takakura dan pencemaran lingkungan

Post on 17-Jun-2015

3.150 views

Category:

Education

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Mata Kuliah Kimia

TRANSCRIPT

<ul><li> 1. LAPORAN PRAKTIKUM Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Konsep Dasar IPA 2 Di ampu Oleh : Dr. Peduk Rintayati, M.Pd Disusun Oleh : Nama : Noor Fitriani Jayanti Kelas : 3 B NIM : K7111139 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2012 1 </li></ul><p> 2. IDENTIFIKASI BATUAN A. Tujuan Mengetahui berbagai jenis batuan B. Dasar Teori Batuan merupakan salah satu tenaga pembentuk Litosfer atau lapisan terluar kulit bumi (kerak bumi) yang memiliki ketebalan 1.200 km dan terdiri dari lapisan Silisium dan Alumunium (SiAl) serta Silisium dan Magnesium (SiMg).Ada tiga jenis Batuan yaitu, Batuan Beku, Sedimen dan Metamorf/Malihan. 1. Batuan Beku Batuan Beku terbentuk karena membekunya magma yang keluar akibat proses pendinginan di dalam perut bumi. Jenis jenis Batuan Beku terdiri atas, 1. B. Beku Dalam (abisis, plutonis), pembekuan magma di dalam kulit bumi. Contohnya, diorit, gabro. 2 3. 2. B. Beku Korok (hypoabisis), pembekuan magma yang berada di celah - celah atau retakan bumi. Contohnya granit porfirit, seinit porfirit. 3. B. Beku Luar (effusif), pembekuan magama yang terjadi setelah mencapa permukaan bumi. Contohnya andesit, basalt, riolit, obsidian. 2. Batuan Sedimen Jenis ini terbentuk karena terjadinya suatu pelapukan batuan kemudian terendapkan hingga membentuk suatu batuan. Ada 3 Jenis batuan Sedimen yaitu, 1. Berdasarkan tempat terjadinya oSedimen Klastik/mekanik di angkut tempat asal kemudian di endapkan tanpa mengalami proses kimiawi. Contohnya, batu breksi(krikil dengan sudut tajam), konglomerat(kerikil dengan sudut tumpul) dan pasir. oSedimen Kimiawi, yaitu endapan hasil pelarutan kimiawi. Contohnya, gips. oSedimen Organik terbentuk karena di pengaruhi oleh unsur - unsur Organik. Contohnya, batu bara, batu gamping. 2. Berdasarkan tenaga pengangkutnya o Sedimen Equatis, di endapkan oleh air. Misalnya batu pasir, lumpur 3 4. o Sedimen Aeolis, di endapkan oleh angin. Misalnya tanah loss, pasir o Sedimen Glasial, dengan bantuan tenaga gletser. Misalnya morena, tanah lim. o Sedimen Marine, oleh air laut. Misalnya delta. 3. Berdasarkan tempat di endapkannya o Teritis, berada di darat. Contoh batu tuff o Fluvial, berada di dasar sungai. Misalkan pasir o Marine, berada di dasar laut. Contoh batu karang dan batu garam. o Palludal/limnis, berad di rawa - rawa atau di danau. gambuT,n tanah lim. o Glasial, berada di daerah es. Misal batu morena o Marginal, berada di pantai 4. Batuan Metamorf/Malihan Metamorf atau Malihan adalah jenis batuan beku endapan yang telah berubah sifatnya, pengaruh dari berbagai macam suhu yang tinggi, tekanan, dan waktu. Jenis - jenis Batuan Metamorf/Malihan, 4 5. 1. Metamorf/Malihan Kontak Metamorf/Malihan Kontak Terjadi karena adanya kontak atau pengaruh suhu yang tinggi serta terlalu dekat dengan magma. Contohnya, batu pualam (marmer) dari batu kapur. 2. Metamorf/Malihan Dinamo Metamorf/Malihan Dinamo Terjadi akibat adanya tekanan lapisan yang berada di atasnya dalam kurun waktu yang lama. Misalnya batu sabak dari tanah liat antrasit. 3. Metamorf/Malihan Pneumatolistis Metamorf/Malihan Pneumatolistis Terjadi akibat adanya suatu pengaruh suhu, tekanan dari benda - benda sekitar, kurun waktu serta masuknya unsur - unsur lainnya. Misalnya batu permata, intan. C. Alat dan Bahan a. Berbagai jenis batuan : 1. Batu apung 2. Batu kapur 3. Batu pualam/ marmer 4. Batu konglomerat 5. Batu basalt 6. Batu granit 7. Batu sabak 8. Batu kuarsit 9. Batu gamping 5 6. b. Cairan asam dan basa (secukupnya) c. Pipet tetes D. Cara Kerja 1. Siapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan. 2. Amati setiap ciri-ciri dari tiap batuan, apakah termasuk batuan beku, batuan sedimen atau metamorf. 3. Setelah itu, untuk mengetahui batuan bersifat asam atau basa, teteskan cairan asam dan basa secara bergantian. 4. Amati perubahan yang terjadi. 5. Membuat kesimpulan E. Hasil Pengamatan 1. Batuan beku Warnanya hijau Keras 6 7. Saat ditetesi cairan asam (H2SO4)menghasilkan gelembung kecil sedangkan saat ditetesi cairan basa (C2H5OH) tidak bereaksi, batuan bersifat basa. 2. Batuan metamorf Warnanya putih kekuningan Terdapat garis-garis lembut melintang Mengkilap Keras Bila dipukulkan berbunyi nyaring Saat ditetesi cairan asam (H2SO4) tidak bereaksi sedangkan saat ditetesi cairan basa (C2H5OH) menghasilkan gelembung, batuan bersifat asam. 3. Batuan beku 7 8. Warnanya merah Keras Saat ditetesi cairan asam (H2SO4) menghasilkan gelembung kecil sedangkan saat ditetesi cairan basa (C2H5OH) tidak bereaksi, batuan bersifat basa. 4. Batuan Metamorf Warnanya putih kekuningan Mengkilat dengan garis-garis lembut melintang Keras Saat ditetesi cairan asam (H2SO4) menghasilkan gelembung kecil sedangkan saat ditetesi cairan basa (C2H5OH) tidak bereaksi, batuan bersifat basa. 5. Batuan apung 8 9. Warnanya putih Ringan Tidak terlalu keras Berongga Saat ditetesi cairan asam (H2SO4) menghasilkan gelembung kecil sedangkan saat ditetesi cairan basa (C2H5OH) tidak bereaksi, batuan bersifat basa. 6. Batuan Sedimen Warnanya kuning kecoklatan Berlapis-lapis Berpartikel halus Keras Saat ditetesi cairan asam (H2SO4) menghasilkan gelembung kecil sedangkan saat ditetesi cairan basa (C2H5OH) tidak bereaksi, batuan bersifat basa 7. Batuan beku 9 10. Warnanya hitam Bulat lonjong Keras Saat ditetesi cairan asam (H2SO4) menghasilkan gelembung kecil sedangkan saat ditetesi cairan basa (C2H5OH) tidak bereaksi, batuan bersifat basa. F. Pembahasan Percobaan mengidentifikasi berbagai jenis batuan berdasarkan ciri-cirinya (bentuk, warna) dan sifat fisik lain. Batuan beku, batuan metamorf, batuan sedimen, batuan apung memiliki ciri-ciri yang berbeda. Dengan ciri yang ditampilkan oleh masing-masing batuan dalam percobaan, batuan dapat diidentifikasi jenisnya apa itu masuk dalam batuan beku, batuan metamorf, batuan sedimen atau batuan apung. Batuan juga diidentifikasi sifat asam basa dengan meneteskan larutan asam (H2SO4) dan larutan basa (C2H5OH). Suatu batuan yang ditetesi larutan asam (H2SO4) menghasilkan reaksi berupa gelembung kecil, batuan tersebut bersifat basa, sedangkan bila batuan yang ditetesi larutan basa (C2H5OH) menghasilkan reaksi berupa gelembung kecil, batuan tersebut bersifat asam. G. Kesimpulan 1. Jenis batuan beku apabila memiliki ciri-ciri : 10 11. a. Kebanyakan batuan beku memiliki bentuk bulat dan halus. b. Apabila berwarna merah berarti mengandung feri oksida. c. Apabila berwarna hijau berarti mengandung fero sulfat. d. Bersifat basa 2. Jenis batuan sedimen apabila memiliki ciri-ciri : a. Struktur batuannya berlapis-lapis. b. Partikelnya halus. c. Lapisannya teratur. d. Bersifat basa. 3. Jenis batuan metamorf apabila memiliki ciri-ciri : a. Mengkilap dan halus. b. Terdiri dari silikon dioksida. c. Bersifat asam. Keterangan : 1. Batuan bersifat basa apabila memiliki ciri-ciri : a. Ditetesi asam mengalami reaksi, yaitu adanya gelembung-gelembung pada bagian batuan yang terkena cairan asam. b. Ditetesi basa tidak bereaksi. 2. Batuan bersifat asam apabila memiliki ciri-ciri : a. Ditetesi cairan asam tidak bereaksi. 11 12. b. Ditetesi cairan basa mengalami reaksi, yaitu adanya gelembung- gelembung pada bagian batuan yang ditetesi. Tanggal praktikum: 10 Des. 2012 Surakarta, 02 Januari 2013 Dosen Pembimbing, Praktikan, Dr. Peduk Rintayati, M.Pd. Noor Fitriani Jayanti K7111139 12 13. TATA SURYA A. Tujuan Mengetahui terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan B. Dasar Teori Gerhana Matahari terjadi ketika posisi bulan terletak di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya Matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata- rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer. Gerhana Matahari dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu: gerhana Matahari total, gerhana Matahari sebagian, dan gerhana Matahari cincin. Gb. Gerhana matahari 13 14. 1. Sebuah gerhana Matahari dikatakan sebagai gerhana total apabila saat puncak gerhana, piringan Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Saat itu, piringan Bulan sama besar atau lebih besar dari piringan Matahari. Ukuran piringan Matahari dan piringan Bulan sendiri berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari. 2. Gerhana sebagian terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan. 3. Gerhana cincin terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi bila ukuran piringan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga ketika piringan Bulan berada di depan piringan Matahari, tidak seluruh piringan Matahari akan tertutup oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan, berada di sekeliling piringan Bulan dan terlihat seperti cincin yang bercahaya. Gerhana matahari total Gerhana matahari cincin gerhana matahari cincin terjai saat bulan berada pada jarak terjauh 14 15. sehingga yang menutupi bumi adalah perpanjangan umbra bulan. Gerhana Matahari tidak dapat berlangsung melebihi 7 menit 40 detik. Ketika gerhana Matahari, orang dilarang melihat ke arah Matahari dengan mata telanjang karena hal ini dapat merusakkan mata secara permanen dan mengakibatkan kebutaan. Melihat secara langsung ke fotosfer matahari (bagian cincin terang dari Matahari) walaupun hanya dalam beberapa detik dapat mengakibatkan kerusakan permanen retinamata karena radiasi tinggi yang tak terlihat yang dipancarkan dari fotosfer. Kerusakan yang ditimbulkan dapat mengakibatkan kebutaan. Mengamati gerhana Matahari membutuhkan pelindung mata khusus atau dengan menggunakan metode melihat secara tidak langsung. Kaca mata sunglasses tidak aman untuk digunakan karena tidak menyaring radiasi inframerah yang dapat merusak retina mata. Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi. Gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Tetapi karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika sebesar 5, maka tidak setiap oposisi bulan dengan Matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut node, yaitu titik di mana bulan memotong bidang ekliptika. 15 16. Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi pada node tersebut. Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Maka seharusnya, jika terjadi gerhana bulan, akan diikuti dengan gerhana Matahari karena kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara Matahari dengan bumi. Gb. gerhana bulan Sebenarnya, pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat.Ini dikarenakan masih adanya sinar Matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi.Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun coklat.Gerhana bulan dapat diamati dengan mata telanjang dan tidak berbahaya sama sekali.Jenis-jenis gerhana bulan adalah sebagai berikut: 1. Gerhana bulan total Pada gerhana ini, bulan akan tepat berada pada daerah umbra. 2. Gerhana bulan sebagian Pada gerhana ini, tidak seluruh bagian bulan terhalangi dari Matahari oleh bumi. Sedangkan sebagian permukaan bulan yang lain berada di daerah penumbra. Sehingga masih ada sebagian sinar Matahari yang sampai ke permukaan bulan. 3. Gerhana bulan penumbra Pada gerhana ini, seluruh bagian bulan berada di bagian penumbra.Sehingga bulan masih dapat terlihat dengan warna yang suram. 16 17. 16 Mei 2003 7 November 2003 28 Oktober 2004 14 Maret 2006 3 Maret 2007 21 Februari 2008 C. Alat dan Bahan : 1. Media gerhana matahari dan gerhana bulan 2. Senter 3. stop kontak dan sumber listrik D. Cara Kerja : 1. Menyiapkan alat dan bahan 2. Menata peralatan 17 18. 3. Menyalakan lampu pada replika matahri dengan cara menyambungkan alat peraga dengan sumber listrik. 4. Memosisikan cahaya yang berasal dari replika matahri terhalang oleh replika bulan sehingga sebagian replika bumi menjadi gelap. 5. Memotret alat peraga yang telah dikondisikan. 6. Memosisikan cahaya yang berasal dari replika matahari ke replika bulan terhalang oleh replika bumi. E. Hasil Pengamatan Gerhana Matahari Keterangan: posisi matahari, bulan, dan bumi terdapat dalam satu garis dengan bulan diantara matahari dan bumi. Gerhana Bulan 18 19. Keterangan: Posisi matahari, bumi dan bulan terletak pada satu garis dengan bumi diantara matahari dan bumi. F. Pembahasan a. Gerhana matahari Gerhana Matahari terjadi ketika Matahari, Bumi dan Bulan terletak pada satu garis lurus dimana posisi Bulan terletak di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari, akibatnya sebagian atau seluruh bumi akan gelap karena tidak mendapat cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya Matahari sepenuhnya karena jarak Bulan lebih dekat 19 20. dibandingkan Matahari. Berdasarkan menutupnya piringan Matahari oleh piringan bulan, gerhana Matahari dapat terjadi dalam 3 kategori, yaitu: 1. Gerhana total Terjadi saat puncak gerhana, piringan Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Saat itu, piringan Bulan sama besar atau lebih besar dari piringan Matahari. Ukuran piringan Matahari dan piringan Bulan sendiri berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari. 2. Gerhana sebagian Terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan. 3. Gerhana cincin Terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi bila ukuran piringan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga ketika piringan Bulan berada di depan piringan Matahari, tidak seluruh piringan Matahari akan tertutup oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan, berada di sekeliling piringan Bulan dan terlihat seperti cincin yang bercahaya. b. Gerhana bulan Gerhana Bulan terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan terletak pada satu garis lurus dengan Bumi terletak diantara Matahari dan Bulan sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi. Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi.Gerhana bulan...</p>