laporan praktikum kimia instrumen

Author: egison

Post on 02-Jun-2018

337 views

Category:

Documents


9 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 8/11/2019 LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA INSTRUMEN

    1/20

    LAPORAN PRAKTIKUM

    KIMIA ANALISIS INSTRUMEN

    ANALISIS METILEN BIRU SECARA SPEKTROFOTOMETRI

    NAMA : KARMINDA AGUSTA SIKI

    NIM : 1101061021

    PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

    JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA

    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIVERSITAS NUSA CENDANA

    Kupang

    2014

  • 8/11/2019 LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA INSTRUMEN

    2/20

    TUJUAN PRAKTIKUM

    Tujuan praktikum ini adalah

    1.Menentukan panjang gelombang maksimum

    2.Membuat kurva standar kalibrasi

    3.Menentukan konsentrasi larutan yang tidak

    diketahui

  • 8/11/2019 LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA INSTRUMEN

    3/20

    BAB I

    TINJAUAN PUSTAKA

    Spektofotometri adalah ilmu yang mempelajari tentang penggunaan spektofotometer.

    Spektofotometer adalah alat yang terdiri dari spektofotometer dan fotometer. Spektofotometer

    adalah alah yang digunakan untuk mengukur energi secara relatif jika energi tersebut

    ditransmisikan, direfleksikan, atau diemisikan sebagai fungsi dari panjang gelombang.

    Spektrofotometer menghasilkan sinar dari spectrum dengan panjang gelombang tertentu, dan

    fotometer adalah alat pengukur intensitas cahaya yang ditransmisikan atau yang diabsorpsi.

    Pada umumnya ada beberapa jenis spektrofotometri yang sering digunakan dalam analisis

    secara kimiawi, antara lain :

    a. Spektrofotometri Vis (visibel)

    b. Spektrofotometri UV (ultra violet)

    c. Spektrofotometer UV-VIS

    Yang digunakan dalam praktikum ini adalah spektrofotometri UV-VIS.

    Spektrofotometri UV-VIS merupakan gabungan antara spektrofotometri UV dan Visible.

    Menggunakan dua buah sumber cahaya berbeda, sumber cahaya UV dan sumber cahaya visible.

    Meskipun untuk alat yang lebih canggih sudah menggunakan hanya satu sumber sinar sebagai

    sumber UV dan Vis, yaitu photodiode yang dilengkapi dengan monokromator. Untuk sistem

    spektrofotometri, UV-Vis paling banyak tersedia dan paling populer digunakan. Kemudahan

    metode ini adalah dapat digunakan baik untuk sample berwarna juga untuk sample tak berwarna.

    Spektroskopi ultraviolet-visible atau spektrofotometri ultraviolet-visible (UV-Vis atau UV / Vis)

    melibatkan spektroskopi dari foton dalam daerah UV-terlihat. Ini berarti menggunakan cahaya

    dalam terlihat dan berdekatan (dekat ultraviolet (UV) dan dekat dengan inframerah (NIR))

    kisaran. Penyerapan dalam rentang yang terlihat secara langsung mempengaruhi warna bahan

    kimia yang terlibat. Di wilayah ini dari spektrum elektromagnetik, molekul mengalami transisi

    elektronik. Teknik ini melengkapi fluoresensi spektroskopi, di fluoresensi berkaitan dengan

    transisi dari ground state ke eksited state.

    Penyerapan sinar uv dan sinar tampak oleh molekul, melalui 3 proses yaitu :

    a. Penyerapan oleh transisi electron ikatan dan electron anti ikatan.

    b. Penyerapan oleh transisi electron d dan f dari molekul kompleks

  • 8/11/2019 LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA INSTRUMEN

    4/20

    c. Penyerapan oleh perpindahan muatan.

    Interaksi antara energy cahaya dan molekul dapat digambarkan sbb :

    E = hv

    Dimana , E = energy (joule/second)

    h = tetapan plank

    v = frekuensi foton

    Penyerapan sinar uv-vis dibatasi pada sejumlah gugus fungsional/gugus kromofor

    (gugus dengan ikatan tidak jenuh) yang mengandung electron valensi dengan tingkat eksitasi

    yang rendah. Dengan melibatkan 3 jenis electron yaitu : sigma, phi dan non bonding electron.

    1. Prinsip Kerja UvVis

    Pada prinsipnya spektroskopi UV-Vis menggunakan cahaya sebagai tenaga yang

    mempengaruhi substansi senyawa kimia sehingga menimbulkan cahaya.Cahaya yang

    digunakan merupakan foton yang bergetar dan menjalar secara lurus dan merupakan

    tenaga listrik dan magnet yang keduanya saling tagak lurus. Tenaga foton bila

    mmepengaruhi senyawa kimia, maka akan menimbulkan tanggapan (respon), sedangkan

    respon yang timbul untuk senyawa organik ini hanya respon fisika atau Physical event.

    Tetapi bila sampai menguraikan senyawa kimia maka dapat terjadi peruraian senyawa

    tersebut menjadi molekul yang lebih kecil atau hanya menjadi radikal yang dinamakan

    peristiwa kimia atau Chemical event.

    Senyawa-senyawa yang diukur dengan metoda spektrofotometri harus memenuhi hukum

    Lambert-Beer, yaitu

    Sinar yang digunakan dianggap monokromatis.

    Penyerapan terjadi dalam suatu volume yang mempunyai penampang yang sama.

    Senyawa yang menyerap dalam larutan tersebut tidak tergantung terhadap yang

    lain dalam larutan tersebut.

    Tidak terjadi fluorensensi atau fosforisensi.Indeks bias tidak tergantung pada konsentrasi larutan.

    Hukum Lambert-Beer dinyatakan dalam rumus sbb :

    A= E.b.c

    dimana :

  • 8/11/2019 LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA INSTRUMEN

    5/20

    A = absorban

    E= absorptivitas molar

    b = tebal kuvet (cm)

    c = konsentrasi

    Cara kerja alat spektrofotometer UV-Vis yaitu sinar dari sumber radiasi

    diteruskan menuju monokromator, Cahaya dari monokromator diarahkan terpisah melalui

    sampel dengan sebuah cermin berotasi, Detektor menerima cahaya dari sampel secara

    bergantian secara berulangulang, Sinyal listrik dari detektor diproses, diubah ke digital

    dan dilihat hasilnya, perhitungan dilakukan dengan komputer yang sudah terprogram.

    2. Bagian-bagian Spektrofotometer UV-Vis

    Sumber cahaya

    Sumber cahaya pada spektrofotometer harus memiliki panacaran radiasi yang

    stabil dan intensitasnya tinggi. Sumber cahaya pada spektrofotometer UV-Vis

    ada dua macam :

    a. Lampu Tungsten (Wolfram)

    Lampu ini digunakan untuk mengukur sampel pada daerah tampak. Bentuk

    lampu ini mirip dengna bola lampu pijar biasa. Memiliki panjang gelombang

    antara 350-2200 nm. Spektrum radiasianya berupa garis lengkung.

    Umumnya memiliki waktu 1000jam pemakaian.

    b. Lampu Deuterium

    Lampu ini dipakai pada panjang gelombang 190-380 nm. Spektrum energy

    radiasinya lurus, dan digunakan untuk mengukur sampel yang terletak pada

    daerah uv. Memiliki waktu 500 jam pemakaian.

    Monokromator

    Monokromator adalah alat yang akan memecah cahaya polikromatis

    menjadi cahaya tunggal (monokromatis) dengan komponen panjang gelombang

    tertentu. Bagian-bagian monokromator, yaitu :

    a. Prisma

    Prisma akan mendispersikan radiasi elektromagnetik sebesar mungkin

    supaya di dapatkan resolusi yang baik dari radiasi polikromatis.

  • 8/11/2019 LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA INSTRUMEN

    6/20

    b. Grating (kisi difraksi)

    Kisi difraksi memberi keuntungan lebih bagi proses spektroskopi. Dispersi

    sinar akan disebarkan merata, dengan pendispersi yang sama, hasil dispersi

    akan lebih baik. Selain itu kisi difraksi dapat digunakan dalam seluruh

    jangkauan spektrum.

    c. Celah optis

    Celah ini digunakan untuk mengarahkan sinar monokromatis yang

    diharapkan dari sumber radiasi. Apabila celah berada pada posisi yang tepat,

    maka radiasi akan dirotasikan melalui prisma, sehingga diperoleh panjang

    gelombang yang diharapkan.

    d. Filter

    Berfungsi untuk menyerap warna komplementer sehingga cahaya yang

    diteruskan merupakan cahaya berwarna yang sesuai dengan panjang

    gelombang yang dipilih.

    Kompartemen sampel

    Kompartemen ini digunakan sebagai tempat diletakkannya kuvet. kuvet

    merupakan wadah yang digunakan untuk menaruh sampel yang akan dianalisis.

    Pada spektrofotometer double beam, terdapat dua tempat kuvet. Satu kuvet

    digunakan sebagai tempat untuk menaruh sampel, sementara kuvet lain

    digunakan untuk menaruh blanko.

    Sementara pada spektrofotometer single beam, hanya terdapat satu kuvet. Kuvet

    yang baik harus memenuhi beberapa syarat sebagai berikut :

    a) Permukaannya harus sejajar secara optis

    b) Tidak berwarna sehingga semua cahaya dapat di transmisikan

    c) Tidak ikut bereaksi terhadap bahan-bahan kimia

    d) Tidak rapuh

    e)

    Bentuknya sederhana

    Terdapat berbagai jenis dan bentuk kuvet pada spektrofotometer. Umumnya

    pada pengukuran di daerah UV, digunakan kuvet yang terbuat dari bahan kuarsa

    atau plexiglass. Kuvet kaca tidak dapat mengabsorbsi sinar uv, sehingga tidak

    digunakan pada saat pengukuran di daerah UV. Oleh karena itu, bahan kuvet

  • 8/11/2019 LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA INSTRUMEN

    7/20

    dipilih berdasarkan daerah panjang gelombang yang digunakan. Gunanya agar

    dapat melewatkan daerah panjang gelombang yang digunakan.

    Detektor

    Detektor akan menangkap sinar yang diteruskan oleh larutan. Sinar kemudian

    diubah menjadi sinyal listrik oleh amplifier dan dalam rekorder dan ditampilkan

    dalam bentuk angka-angka pada reader (komputer).

    Syarat-syarat ideal sebuah detector adalah :

    a. Mempunyai kepekaan tinggi

    b. Respon konstan pada berbagai panjang gelombang

    c. Waktu respon cepat dan sinyal minimum tanpa radiasi

    d. Sinyal listrik ayng dihasilkan harus sebanding dengan tenaga radiasi

    Visual display

    Merupakan system baca yang memperagakan besarnya isyarat listrik,

    menyatakan dalam bentuk % Transmitan maupun Absorbansi.

    3. Kegunaan spektroskopi UV-VIS

    UV / Vis spektroskopi secara rutin digunakan dalam kuantitatif penentuan larutan dari

    logam transisi ion dan sangat dikonjugasikan senyawa organik.

    a. Larutan ion logam transisi dapat berwarna (misalnya, menyerap cahaya) karena

    elektron dalam atom logam dapat tertarik dari satu negara elektronik lainnya.

    Warna larutan ion logam sangat dipengaruhi oleh kehadiran spesies lain, seperti

    anion tertentu atau ligan. Sebagai contoh, warna larutan encer tembaga sulfat

    adalah biru yang sangat terang; menambahkan amonia meningkat dan perubahan

    warna panjang gelombang serapan maksimum ( m a x).

    b. Senyawa organik, terutama mereka yang memiliki tingkat tinggi konjugasi, juga

    menyerap cahaya pada daerah UV atau terlihat dari spektrum elektromagnetik.

    Pelarut untuk penentuan ini sering air untuk senyawa larut dalam air, atau etanol

    untuk senyawa organik yang larut. (Pelarut organik mungkin memiliki

    penyerapan sinar UV yang signifikan; tidak semua pelarut yang cocok untuk

    digunakan dalam spektroskopi UV. Ethanol menyerap sangat lemah di paling

    panjang gelombang.).Polaritas pelarut dan pH dapat mempengaruhi penyerapan

  • 8/11/2019 LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA INSTRUMEN

    8/20

    spektrum senyawa organik. Tirosin, misalnya, peningkatan penyerapan

    maksimum dan koefisien molar kepunahan ketika pH meningkat 6-13 atau ketika

    polaritas pelarut berkurang.

    c. Sementara kompleks transfer biaya juga menimbulkan warna, warna sering terlalu

    kuat untuk digunakan dalam pengukuran kuantitatif. Hukum Beer-Lambert

    menyatakan bahwa absorbansi larutan berbanding lurus dengan konsentrasi

    spesies menyerap dalam larutan dan panjang jalan. Jadi, untuk tetap jalan panjang,

    UV / VIS spektroskopi dapat digunakan untuk menentukan konsentrasi dalam

    larutan penyerap. Perlu untuk mengetahui seberapa cepat perubahan absorbansi

    dengan konsentrasi. Ini dapat diambil dari referensi (tabel koefisien molar

    kepunahan), atau lebih tepatnya, ditentukan dari kurva kalibrasi.

    4.

    Zat Warna Metilen Biru

    Zat warna adalah senyawa organik berwarna yang digunakan untuk memberi

    warna ke suatu objek atau suatu kain. Proses terjadinya warna yang paling umum adalah

    adanya absorpsi cahaya dari panjang gelombang tertentu oleh suatu zat. Senyawa organik

    dengan konjugasi yang tinggi dapat menyerap cahaya pada panjang gelombang sekitar

    4000 . Warna juga dapat dibentuk dari senyawa organometalik ataupun senyawa

    anorganik kompleks. Zat warna tekstil mempunya sifat sulit diuraikan oleh bakteri biasa

    ataupun panas. Oleh karena itu kadar zat warna yang tinggi dalam perairan dapat

    mempengaruhi kehidupan air.

    Fenomena absorpsi ini berhubungan erat dengan vibrasi elektron yang distimulasi

    oleh cahaya dengan isolasi frekuensi yang spesifik. Apabila elektronnya tetap

    (tunggal/jenuh) maka molekul ini akan merespon dan mengabsorpsi cahaya dengan

    panjang gelombang rendah. Vibrasi elektron yang terjadi memerlukan energi tinggi untuk

    mengeksitasi elektron dari tingkat dasar ke tingkat yang lebih tinggi. Elektron yang

    bergerak bebas bervibrasi pada panjang gelombang yang lebar. Energi yang diperlukan

    dalam mengeksitasi elektron dari keadaan dasar ketingkat yang lebih tinggi relatif lebih

    kecil.

    Secara umum terjadinya warna desebabkan oleh absorspsi panjang gelombang

    tertentu suatu cahaya putih oleh senyawa organik. Tipe struktur parsial yang berhubungan

    dengan terbentuknya warna (gugus tak jenuh yang dapat mengalami transisi dari -* dan

  • 8/11/2019 LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA INSTRUMEN

    9/20

    n-*) disebut dengan kromofor. Beberapa kromofor dapat diintensifkan warnanya dengan

    menambah suatu gugus lain yaitu auksokrom. Gugus auksokrom antara lain: -OH, -OR, -

    NH2, -NHR, -NR2, -X, dan SO3(Fessenden dan Fessenden, 1982).

    Metilen biru merupakan salah satu zat warna thiazine yang sering digunakan,

    karena harganya ekonomis dan mudah diperoleh. Zat warna metilen biru merupakan zat

    warna dasar yang penting dalam proses pewarnaan kulit, kain mori, dan kain katun,

    Penggunaan metilen biru dapat menimbulkan beberapa efek, seperti iritasi saluran

    pencernaan jika tertelan, menimbulkan sianosis jika terhirup, dan iritasi pada kulit jika

    tersentuh oleh kulit.

  • 8/11/2019 LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA INSTRUMEN

    10/20

    BAB II

    PERCOBAAN

    2.1 ALAT DAN BAHAN

    Alat yang digunakan dalam praktikum ini antara lain :

    Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah :

    Metilen biru

    Aquades

    Labu ukur Pipet Erlenme er

    Spektrometer Uv-Vis

  • 8/11/2019 LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA INSTRUMEN

    11/20

    2.2 PROSEDUR KERJA

    Penyiapan Larutan Standar

    Penentuan Panjang Gelombang maksimum

    Metilen Biru

    3 ppm 1,8 ppm 1,2 ppm 0,6 ppm x ppm

    Metilen Biru 3 ppm Aquades (blanko)

    Mengatur dari 660 670 nm

    Menentukan maksimum

    HASIL

  • 8/11/2019 LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA INSTRUMEN

    12/20

    Penentuan Kurva Standar

    Penentuan Konsentrasi Sampel (x ppm)

    Menentukan nilai x melalui

    regresi

    Metilen Biru1,8 ppm

    Metilen Biru

    1,2 ppmMetilen Biru

    X ppm

    Metilen Biru

    0,6 ppm

    Membuat kurva Standar

    Menentukan nilai absorbansi

    HASIL

    A = 0,082

    (0,6 ppm)A = 0,581(3 ppm)

    A = 0,206

    (1,2 ppm)A = 0,3251,8

    (1,8 ppm)A = 0,127

    (x ppm)

    Nilai x

  • 8/11/2019 LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA INSTRUMEN

    13/20

    BAB III

    HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

    3.1HASIL PENGAMATAN

    Penentuan Panjang Gelombang maksimum

    Panjang Gelombang (nm) Absorbansi

    660 0,564

    661 0,569

    662 0,575

    663 0,578

    664 0,580

    665 0.581666 0,580

    667 0.579

    668 0,571

    669 0,567

    670 0,562

    Ket. Garis putusputus menunjukkan panjang gelombangmaksimum.

    Penentuan Konsentrasi Sampel

    Konsentrasi (ppm) Absorbansi

    3 0.581

    1,8 0,325

    1,2 0,206

    0,6 0,082

    X 0,127

    Y = bx + a.dimana , y : absorbansi

    X : Konsentrasi (ppm)

    Hasil regresi linear x Vs y , menghasilkan :

    a = - 0,044228571

    b = 0,207714285

  • 8/11/2019 LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA INSTRUMEN

    14/20

    Persamaannya menjadi : y = 0,207714285x + (- 0,044228571)

    = 0,207714285x - 0,044228571

    Berdasarkan data ke (5) nilai absorbansi (A) dari x = 0,127 atau y = 0,127,

    maka :

    y = 0,207714285x - 0,044228571

    0,127 = 0,207714285x - 0,044228571

    0,207714285x = 0,127 + 0,044228571

    = 0,171228571

    x = 0,171228571 : 0,207714285

    = 0,82434663

    = 0,82 ppm (dibulatkan)

    3.2PEMBAHASAN

    Percobaan yang dilakukan bertujuan untuk menentukan panjang gelombang

    maksimum, membuat kurva standar dan menentukan konsentrasi larutan yang tidak

    diketahui. Alat alat yang digunakan anatara lain : labu ukur, Erlenmeyer, pipet,

    spectrometer Uv-Vis. Spektrometri berperan sebagai alat utama. Prinsip kerja

    spektrometri adalah ketika suatu sinar dilewatkan ke dalam suatu sampel, maka terjadi

    serapan yang dinyatakan sebgai absorbansi (A).Spektrofotometer digunakan untuk

    mengukur energy secara relative jika energy tersebut ditransmisikan , direfleksikan atau

    diemisikansebagai fungsi dari panjang gelombang. Adapun bahan yang digunakan

    adalah metilen biru dan aquades. Metilen biru disini sebagai samoel yang akan diteliti.Zat warna metilen biru adalah senyawa organik berwarna yang digunakan untuk

    memberi warna ke suatu objek atau suatu kain. Digunakan metilen biru karena berwarna

    sehingga dapt menyerap cahaya. Sebagai pelarutnya, digunakan air karena memiliki sifat

    melarutkan cuplikan; Meneruskan radiasi dalam daerah panjang gelombang yang sedang

    dipelajari; Tidak mengandung system ikatan rangkap terkonjugasi pada struktur

    molekulnya; tidak berwarna; memiliki kemurnian yang tinggi atau derajat untuk

    dianalisis tinggi.

    Penyiapan larutan standar metilen biru

    Pertamatama, dibuat larutan standar metilen biru dengan konsentrasi 3

    ppm, 1.8 ppm, 1.2 ppm, dan 0.6 ppm. Selain itu, dibuat juga larutan metilen biru

    dengan konsentrasi x. Pembuatan larutan ini, menggunakan metode

    pengenceran, dimana sejumlah air yang volumenya (volume pengenceran ) dan

  • 8/11/2019 LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA INSTRUMEN

    15/20

    konsentrasinya telah diketahui ditempatkan ke dalam labu ukur, sejumlah jumlah

    metilen biru yang ditambahkan yang konsentarsinya telah diketahui, disesuaikan

    dengan hasil perhitungan. Untuk menentukan volume metilen biru yang harus

    ditambahkan, digunakan rumus pengenceran, yaitu :

    V1 N1= V2 N2

    Penentuan Panjang Gelombang Pengukuran

    Setelah dibuat larutan standar dengan beberapa konsentrasi yang berebeda,

    ditentukan panjang gelombang pengukuran dari sampel metilen biru. Tujuan dari

    penentuan panjang gelombang pengukuran ini adalah untuk menentukan panjang

    gelombang maksimum. Penentuan panjang gelombang ini menggunakan

    instrument spektrofotometri Uv-Vis. Pertama tama, menempatkan larutan

    pembanding, blangko dalam kuvet (1) Sedangkan larutan yang akan dianalisis

    pada kuvet (2). Dalam praktikum ini, untuk larutan blangko digunakan aquades,

    sedangkan larutan yang akan dianalisis merupakan larutan metilen biru dengan

    konsentrasi 3 ppm. Digunakan larutan metilen biru dengan konsentrasi tertinggi (

    3 ppm ) karena, semakin pekat suatu larutan, kemampuan mengabsorbsinya

    semakin tinggi. Untuk larutan blanko, digunakan air, karena sifatsifatnya yang

    telah disebutkan sebelumnya, diantaranya tidak berwarna. Selanjutnya

    dimasukkan larutan sampel dan larutan blanko ke dalam instrument

    spektrofotometri untuk dianalisis. Kemudian, menentukan panjang gelombang

    yang diinginkan,yaitu dari 660 nm 670nm, lalu dilewatkan berkas cahaya pada

    larutan sampel yang dianalisis (metilen biru). Skala absorbansi yang terlihat,

    menunjukkan absorbansi larutan sampel.

    Berdasarkan percobaan yang dilakukan, nilai absorbansi yang diperoleh

    pada tiap panjang gelombang adalah sebagai berikut :

    Panjang

    Gelombang(nm)

    Absorbansi

    Panjang

    Gelombang(nm)

    Absorbansi

    660 0,564 666 0,580

    661 0,569 667 0,579

    662 0,575 668 0,571

    663 0,578 669 0,567

    664 0,580 670 0,562

    664 0,580

    665 0,581

  • 8/11/2019 LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA INSTRUMEN

    16/20

    Garis putusputus menunjukkan panjang gelombang maksimum, yaitu 665

    nano meter dengan absorbansi terbesar yaitu 0,581.

    Pembuatan Kurva Standar

    Setelah diketahui panjang gelombang maksimum, dibuat kurva

    standar. Untuk membuat kurva standar, ditentukan terlebih dahulu nilai

    absorbansi dari masing masing larutan standar yang telah disiapkan terlebih

    dahulu dengan beberapa konsentrasi ( 3 ppm, 1.8 ppm, 1.2 ppm, 0,6 ppm).

    Absorbansi larutan standar yang digunakan adalah absorbansi pada panjang

    gelombang maksimum, yaitu 665 nano meter. Digunakan absorbansi pada

    panjang gelombang maksimum karena panjang gelombang maksimum

    menghasilkan absorbansi maksimal. Hal ini dikarenakan pada panjang

    gelombang maksimum, kepekaan alat terhadap tingkat absorbansi sampel

    semakin tinggi. Selain itu, pada panjang gelombang maksimum akan terbentuk

    kurva absorbansi yang datar sehingga hukum Lambert-Beer dapat terpenuhi dan

    tingkat kesalahan pada pengukuran ulang akan semakin kecil. Berdasarkan

    percobaan, diperoleh absorbansi larutan standar pada panjang gelombang

    maksimum sebagai berikut :

    Konsentrasi (ppm) Absorbansi

    3 0.581

    1,8 0,325

    1,2 0,206

    0,6 0,082

    Dari hasil di atas, dibuat kurva standarnya (terlampir). Berdasarkan kurva

    tersebut, dapat dilihat hubungan antara absorbansi dan konsentrasi. Dimana

    keduanya berbanding lurus. Hal ini berarti terbukti persamaan :

    A = abC

    Dimana, A : absorbansi dan C : konsentrasi

  • 8/11/2019 LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA INSTRUMEN

    17/20

    Penentuan Konsentrasi Sampel

    Berdasarkan percobaan, diperoleh nilai absorbansi dari sampel dengan

    konsentrasi x = 0,127. Dari data tersebut dialkukan regresi linear pada larutan

    standar dengan persamaan sebgai berikut :

    Y = bx + a dimana , y : absorbansi

    X : Konsentrasi (ppm)

    Hasil regresi linear x Vs y , menghasilkan :

    a = - 0,044228571

    b = 0,207714285Persamaannya menjadi : y = 0,207714285x + (- 0,044228571)

    = 0,207714285x - 0,044228571

    Berdasarkan data ke (5) nilai absorbansi (A) dari x = 0,127 atau y = 0,127,

    maka :

    y = 0,207714285x - 0,044228571

    0,127 = 0,207714285x - 0,0442285710,207714285x = 0,127 + 0,044228571

    = 0,171228571

    x = 0,171228571 : 0,207714285

    = 0,82434663

    = 0,82 ppm (dibulatkan)

    Penentuan konsentrasi x ini,juga dapat ditentukan menggunakan persamaan garis

    dari kurva standar.

  • 8/11/2019 LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA INSTRUMEN

    18/20

    BAB IV

    PENUTUP

    4.1KESIMPULAN

    Pada percobaan dengan menggunakan larutan metilen biru 3 ppm, nilai

    absorbansi yang didapat pada panjang gelombang 660 670 dapat dilihat pada

    table hasil pengamatan. Untuk panjang gelombang 665 nm, didapatkan

    absorbansinya sebesar 0,581. Oleh karena itu panjang gelombang panjang

    gelombang maksimum adalah 665 nm, karena memiliki nilai absorbansi tertinggi.

    Setelah diperoleh panjang gelombang maksimum, menentukan nilai absorbansi

    pada panjang gelombang maksimum dari larutan metilen biru dengan

    konsentrasi 1,8 ppm, 1,2 ppm, 0,6 ppm dan x ppm. Selanjutnya kurva standar

    dapat dibuat menggunakan nilai absorbansi Vs konsentrasi.

    Konsentrasi larutan yang tidak diketahui dapat ditentukan dengan menggunakan

    regresi linear absorbansi Vs konsentrasi. Selain itu dapat juga ditentukan

    menggunakan persamaan garis dari kurva standar yang dibuat. Berdasarkan hasil

    perhitungan, diperoleh konsentrasi dari larutan metilen biru, dengan nilai

    absorbansi 0,127 adalah sebesar 0,82 ppm.

  • 8/11/2019 LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA INSTRUMEN

    19/20

    BAHAN DISKUSI

    1. Jelaskan mengapa pengukuran dilakukan pada panjang gelombang maksimum. ?

    Jawab :

    Pengukuran dilakukan pada panjang gelombang maksimum karena panjang gelombang

    ini menghasilkan absorbansi maksimal. Hal ini dikarenakan pada panjang gelombang

    maksimum, kepekaan alat terhadap tingkat absorbansi sampel semakin tinggi. Selain itu,

    pada panjang gelombang maksimum akan terbentuk kurva absorbansi yang datar

    sehingga hukum Lambert-Beer dapat terpenuhi dan tingkat kesalahan pada pengukuran

    ulang akan semakin kecil.

    2. Apa perbedaan spectrometer single beam dengan double beam ?

    Jawab :

    Perbedaan spectrometer single beam dengan double beam adalah :

    Pada spektrofotometer double beam blanko dan sampel dimasukan atau disinari secara

    bersamaan, sedangkan spektrofotometer single beam blanko dimasukan atau disinari

    secara terpisah.

    3. Tuliskan beberapa contoh penggunaan spectrometer Uv-Vis dalam kehidupan sehari

    hari ?

    Jawab :

    Niacin

    Pyridoxine

    Vitamin B12

    Metal Determination (Fe)

    Fat-quality Determination (TBA)

    Enzyme Activity (glucose oxidase)

    Penentuan konsentrasi sampel : Ukur panjang gelombang maksimum, membuat

    kurva standar, mengukur sampel, Konversi sampel dengan kurva standar.4. Hukum Lamber-Beer, tidak berlaku pada konsentrasi yang terlalu pekat, mengapa ?

    Jawab :

    Hukum lamberBeer tidak berlaku pada konsentrasi terlarut pekat karena pada

    konsentrasi larutan yang terlalu pekat, Absorbansi yang terbaca terlalu tinggi, sehingga

    grafik tidak linear . Oleh karena itu larutan yang diukur harus encer.

    http://wanibesak.wordpress.com/2011/07/04/spektrofotometri-sinar-tampak-visible/http://wanibesak.wordpress.com/2011/07/04/spektrofotometri-sinar-tampak-visible/http://wanibesak.wordpress.com/2011/07/04/spektrofotometri-sinar-tampak-visible/
  • 8/11/2019 LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA INSTRUMEN

    20/20

    DAFTAR PUSTAKA

    Tim Dosen Kimia Instrumen.2014.PENUNTUN PRAKTIKUM KIMIA ANALISIS INSTRUMEN.

    Kupang : Universitas Nusa Cendana.

    Lawa,Yosep.2013.KIMIA INSTRUMEN.Kupang : Universitas Nusa Cendana

    Zysk AM dkk. 2007. Needle Based Reflection Refractometry of Scattering Samples Using

    Coherence Gated Detection. Di dalam Opticts Express (15) No. 8. USA: University of

    Illinois at Urbana Champaign.

    Anonim. 2011. Portable Salinity Refractometer with ATC: Users Guide.

    http://www.extech.com/instruments/resources/manuals/rf20_um.pdf

    Spektrometri_UV-Vis.pdf

    http://wenimandasari.blogspot.com/2011/12/laporan-spektofotometri.html

    http://www.extech.com/instruments/resources/manuals/rf20_um.pdfhttp://www.extech.com/instruments/resources/manuals/rf20_um.pdf