initial public offering (ipo) obligasi sebagai pemicu...

of 47/47
i INITIAL PUBLIC OFFERING (IPO) OBLIGASI SEBAGAI PEMICU MANAJEMEN LABA: BUKTI EMPIRIS DARI PASAR MODAL INDONESIA Oleh : OKTAVIANA BUDI ARUMSARI NIM : 232009043 KERTAS KERJA Diajukan kepada Fakultas Ekonomika dan Bisnis Guna Memenuhi Sebagian dari Persyaratan-persyaratan untuk Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi FAKULTAS : EKONOMIKA DAN BISNIS PROGRAM STUDI : AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA 2013

Post on 21-Nov-2020

16 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • i

    INITIAL PUBLIC OFFERING (IPO) OBLIGASI

    SEBAGAI PEMICU MANAJEMEN LABA: BUKTI

    EMPIRIS DARI PASAR MODAL INDONESIA

    Oleh :

    OKTAVIANA BUDI ARUMSARI

    NIM : 232009043

    KERTAS KERJA

    Diajukan kepada Fakultas Ekonomika dan Bisnis

    Guna Memenuhi Sebagian dari

    Persyaratan-persyaratan untuk Mencapai

    Gelar Sarjana Ekonomi

    FAKULTAS : EKONOMIKA DAN BISNIS

    PROGRAM STUDI : AKUNTANSI

    FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS

    UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA

    SALATIGA

    2013

  • ii

  • iv

    HALAMAN MOTTO

    “Jangan terlalu

    mengkhawatirkan masa

    depan, khawatirlah jika

    hari ini anda tidak

    berbuat sebaik-baiknya

    untuk masa depan anda”

    -Mario Teguh -

  • v

    KATA PENGANTAR

    Pertama-tama penulis ingin memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan

    Yang Maha Esa atas segala limpahan karunia, rahmat, dan berkat-Nya, sehingga

    penulis dapat menyelesaikan kertas kerja ini.

    Initial public offering (IPO) merupakan even penting bagi semua

    perusahaan public di Indonesia. Saat perusahaan melakukan IPO perusahaan ingin

    terlihat baik dimata public terutama bagi para calon investor, sehingga perusahaan

    akan melakukan manajemen laba agar laba mereka terlihat stabil. Obligasi

    merupakan surat hutang yang dijual perusahaan ke public untuk mendapatkan

    tambahan dana bagi perusahaan. Hal inilah yang membuat penulis tertarik untuk

    meneliti tentang permasalahan tersebut, dengan judul penelitian “Initial Public

    Offering (IPO) Sebagai Pemicu Manajemen Laba: Bukti Empiris Dari Pasar

    Modal Indonesia”.

    Penulisan kertas kerja ini dimaksudkan untuk memenuhi sebagian

    persyaratan dalam mencapai gelar sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi

    Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana. Penulis menyadari

    sepenuhnya bahwa dalam penyusunan kertas kerja ini masih jauh dari

    kesempurnaan walaupun penulis telah berusaha semaksimal mungkin. Oleh

    karena itu, penulis sangat menghargai apabila ada saran maupun kritik yang

    membangun untuk menjadi lebih baik.

    Besar harapan penulis agar kertas kerja ini dapat bermanfaat dan

    memperkaya pengetahuan bagi pihak-pihak yang membutuhkan serta dapat

    dijadikan acuan bagi penelitian mendatang.

    Salatiga, 10 Juni 2013

    Penulis

  • vi

    HALAMAN PERSEMBAHAN

    Kertas kerja ini tidak dapat terselesaikan tanpa berkat rahmat dan

    lindungan dari Tuhan Yang Maha Esa, serta bantuan dari pihak-pihak yang telah

    memberikan dukungan, dorongan, serta semangat bagi penulis. Untuk itu, penulis

    ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak terkait yang telah

    membantu terselesaikannya kertas kerja ini, di antaranya :

    1. Kedua orang tua penulis, Bapak Tri Budi Setijana dan Ibu Sari Hartini S.Pd,

    yang telah membesarkan penulis dengan penuh cinta dan kasih sayang,

    memberikan pendidikan yang layak. Terima kasih banyak atas ketulusan dan

    doa yang tidak pernah berhenti.

    2. Adikku Artika Enggar Dwiastuti serta segenap keluarga besar tercinta yang

    telah memberikan dukungan penuh dan doa kepada penulis selama ini.

    3. Ibu Linda Ariany Mahastanti, SE, M.Sc, selaku dosen pembimbing yang

    selalu sabar dalam memberi arahan dan masukan selama penulis menyusun

    kertas kerja ini. Terima kasih banyak atas waktu, bantuan, dan perhatian yang

    telah diberikan.

    4. Ibu Elisabeth Penti Kurniawati, SE., M.Ak. selaku dosen wali yang telah

    memberikan banyak pandangan dan saran yang sangat membangun.

    5. Seluruh pengajar dan staff pegawai FEB UKSW atas seluruh ilmu dan

    kebaikannya.

    6. Deni Irawan terima kasih atas segala perhatian, dukungan, motivasi serta

    kasih sayang yang telah diberikan kepada penulis selama ini.

    7. Teman-teman penulis selama berkuliah, baik yang sudah lulus maupun yang

    masih berjuang, Acid, Arya, Ayu, Cholina, Dedy, Dewi, Keke, Mima, Murta,

    Rendi, Rizki, Riyan, Sisca, Yulius, Ayutriyas, Tuta, Titin serta teman-teman

    yang tidak dapat kami sebut satu persatu. Terima kasih atas persahabatan,

    masukan dan kebersamaan selama ini.

    8. Teman-teman FEB 2009, Orang Muda Katholik (OMK) Santo Pius X

    Karanganyar yang selalu kompak dan saling memotivasi.

  • vii

    9. Serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah

    banyak membantu penulis dalam menyusun dan menyelesaikan kertas kerja

    ini. Semoga Tuhan selalu senantiasa memberikan balasan atas kebaikan yang

    telah diberikan. Amin.

    Salatiga, 1 Juli 2013

    Penulis

  • viii

    ABSTRACT

    This study aims to analyze the practice of earnings management in a

    company that will do an IPO (Initial Public Offering) bonds of public companies

    in Indonesia which is listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). Earnings

    management that wants to be analyzed in this study is the level of discretionary

    accruals, both derived from elements of income or expense on corporate bond

    IPO. Moreover want to see if the company is doing more aggressive bond IPO in

    doing earnings management when compared with did not issued bond. The

    sample used consists of 13 of all companies undertaking an IPO bonds are listed

    on the Stock Exchange in 2006-2011, and for each company also has a

    comparison companies. Method of data analysis used in this study is independent

    test-sample T Test. The findings in this study indicate there is a difference between

    discretionary accruals of revenue elements and cost elements of the corporate

    bond IPO. As well as the company's proven that an IPO bonds more aggressive in

    earnings management when compared with did not issued bond.

    Keywords: Initial public offering of bonds, earnings management, discretionary

    accruals, revenues, expenses.

  • ix

    SARIPATI

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik manajemen laba pada

    perusahaan yang akan melakukan IPO (Initial Public Offering) obligasi pada

    perusahaan publik di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

    Manajemen laba yang ingin diteliti dalam penelitian ini adalah tingkat accrual

    discretionary, baik yang berasal dari unsur pendapatan maupun unsur biaya pada

    perusahaan yang melakukan IPO obligasi. Selain itu ingin melihat apakah

    perusahaan yang melakukan IPO obligasi lebih agresif dalam melakukan

    manajemen laba jika dibandingkan dengan yang tidak melakukan IPO obligasi.

    Sampel yang digunakan terdiri dari 13 semua perusahaan yang melakukan IPO

    obligasi yang terdaftar di BEI tahun 2006-2011, dan untuk setiap perusahaan juga

    memiliki perusahaan pembandingnya. Metode analisis data yang digunakan dalam

    penelitian ini adalah uji Independent-Sampel T Test. Temuan pada penelitian ini

    menunjukkan terdapat perbedaan antara accrual discretionary dari unsur

    pendapatan dan unsur biaya pada perusahaan yang melakukan IPO obligasi. Serta

    terbukti perusahaan yang melakukan IPO obligasi lebih agresif dalam melakukan

    manajemen laba jika dibandingkan dengan yang tidak melakukan IPO obligasi.

    Kata kunci : Initial public offering obligasi, manajemen laba, accrual

    discretionary, pendapatan, biaya.

  • x

    DAFTAR ISI

    Halaman Judul ......................................................................................................... i

    Surat Pernyataan Keaslian Karya Tulis Skripsi ...................................................... ii

    Halaman Persetujuan / Pengesahan ......................................................................... iii

    Halaman Motto ......................................................................................................... iv

    Kata Pengantar ......................................................................................................... v

    Halaman Persembahan ............................................................................................. vi

    Abstract .................................................................................................................... viii

    Saripati ..................................................................................................................... ix

    Daftar Isi ................................................................................................................... x

    Daftar Tabel ............................................................................................................. xii

    Daftar Lampiran ....................................................................................................... xii

    PENDAHULUAN .................................................................................................... 1

    KERANGKA TEORITIS DAN HIPOTESIS PENELITIAN .................................. 4

    Teori Keagenan.................................................................................................. 4

    Manajemen Laba................................................................................................ 5

    Hipotesis Penelitian ........................................................................................... 6

    METODOLOGI PENELITIAN ............................................................................... 9

    Populasi dan Sampel ......................................................................................... 9

    Jenis dan Sumber Data ...................................................................................... 9

    Pengukuran Manajemen Laba .......................................................................... 10

    Teknik Analisis .................................................................................................. 12

    HASIL DAN PEMBAHASAN ................................................................................ 14

    Statistika Deskriptif ........................................................................................... 14

    Pengujian Hipotesis ........................................................................................... 15

    Pembahasan ....................................................................................................... 16

    KESIMPULAN ........................................................................................................ 18

    Kesimpulan ........................................................................................................ 18

  • xi

    Keterbatasan dan Saran Penelitian ................................................................... 18

    DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................. 20

    LAMPIRAN-LAMPIRAN

  • xii

    DAFTAR TABEL

    Tabel 1. Sampel Penelitian ................................................................................. 10

    Tabel 2. Statistika Deskriptif ............................................................................... 14

    Tabel 3. Ringkasan Hasil Uji Statistika ............................................................... 15

    DAFTAR LAMPIRAN

    Lampiran 1. Daftar Identitas Perusahaan Sampel……......................................... 24

    Lampiran 2. Daftar Identitas Perusahaan Pembanding………............................ 25

    Lampiran 3. Data Accrual Discretionary Unsur Pendapatan dan Biaya……… 26

    Lampiran 4. Data Accrual Discretionary Perusahaan IPO dan Non-IPO........... 27

    Lampiran 5. Uji Normalitas One Sample K-S .......................................................... 28

    Lampiran 6. Uji Independent-Sample T Test……….............................................. 29

    Lampiran 7. Daftar Riwayat Hidup .......................................................................... 32

  • 1

    PENDAHULUAN

    Latar Belakang

    Pendanaan adalah salah satu hal yang penting di dalam kelangsungan

    suatu perusahaan, pendanaan dapat berasal dari pihak internal dan eksternal.

    Pendanaan yang berasal dari pihak internal adalah modal sendiri, sedangkan

    pendanaan yang berasal dari pihak eksternal dapat dilakukan dengan penawaran

    umum dan hutang ke bank. Seperti hasil penelitian yang dilakukan oleh Adel

    (2004) bahwa perusahaan memasuki pasar modal (go-public) bertujuan untuk

    mendapatkan dana yang berasal dari para investor agar mampu meningkatkan

    kinerja perusahaan. Penawaran umum yang dilakukan dengan dua cara yaitu,

    menjual saham dan menjual obligasi. Fenomena perusahaan-perusahaan di

    Indonesia saat ini lebih tertarik untuk menjual obligasi ke pasar modal lebih

    diminati oleh perusahaan untuk mendapatkan tambahan modal, terbukti dari data

    yang dipeoleh di BEI bahwa di tahun 2000 terdapat 91 emiten obligasi dan

    sekarang tahun 2012 tercatat 380 emiten obligasi, dan sepanjang tahun tersebut

    selalu ada peningkatan jumlah emiten obligasi (http://id.berita.yahoo.com/bei-

    obligasi-korporasi-semester-ii-masih-diminati-082013059--finance.html)

    Obligasi adalah surat hutang yang dijual perusahaan untuk mendapatkan

    pinjaman dana dari orang lain. Bagi para investor obligasi merupakan bentuk

    investasi yang aman, karena obligasi memberikan penghasilan yang tetap saat

    pembayaran bunga obligasi maupun pokok hutang saat waktu jatuh tempo yang

    telah ditentukan. Akan tetapi obligasi juga dapat memiliki resiko-resiko yang

    dapat menyebabkan kerugian bagi para investor, misalnya resiko gagal bayar

    (default risk) ketika emiten gagal memenuhi kewajiban pembayaran kupon atau

    bunga obligasi yang sudah jatuh tempo (Sari dan Bandi, 2010). Agar investor

    tidak mengalami kerugian saat melakukan investasi, investor perlu melihat

    laporan keuangan perusahaan sebagai bagian yang sangat penting.

    Kinerja suatu perusahaan dapat dilihat dari laporan keuangan perusahaan

    tersebut, di dalam laporan keuangan terdapat informasi-informasi penting bagi

    para investor. Salah satu informasi dari laporan keuangan adalah laba perusahaan,

  • 2

    laba perusahaan yang stabil dari tahun ke tahun dapat menunjukkan kemampuan

    perusahaan saat mereka membayar kupon obligasi maupun pokok hutangnya.

    Selain itu laporan keuangan dapat digunakan sebagai alat untuk

    menganalisis rasio-rasio keuangan yang ada didalamnya. Seperti yang

    diungkapkan oleh Yasa (2010) bahwa para pemakai dapat menganalisis laporan

    keuangan tersebut dengan menggunakan alat analisis berupa rasio-rasio keuangan

    yang dapat digunakan untuk memprediksi kejadian-kejadian dimasa yang akan

    datang. Beberapa penelitian terdahulu juga telah membuktikan bahwa rasio

    keuangan dapat digunakan sebagai alat prediksi yang memadai seperti, rasio

    keuangan dapat digunakan untuk memprediksikan financial distress suatu

    perusahaan (Almilia dan Kristijadi, 2003; Qomarudin, 2008), analisis rasio

    keuangan untuk memprediksi pertumbuhan laba (Hapsari, 2007), rasio keuangan

    juga terbukti mempunyai kemampuan untuk memprediksi peringkat obligasi suatu

    perusahaan (Sari, 2007; Nurhasanah, 2003; Raharja dan Sari, 2008)

    Melihat sangat pentingnya laporan keuangan dalam menarik investor,

    terutama besarnya laba yang dimiliki oleh perusahaan. Biasanya perusahaan akan

    cenderung melakukan manajemen laba sehingga laba perusahaan terlihat tinggi,

    selain itu manajemen membuat agar laba perusahaan terlihat stabil untuk tiap-tiap

    periodenya. Dengan laba yang terlihat stabil perusahaan akan dapat memberikan

    keyakinan terhadap para investor bahwa jika investor berinvestasi kedalam

    perusahaan maka investor akan mendapatkan keuntungan. Banyak penelitian

    terdahulu yang meneliti tentang alasan mengapa perusahaan melakukan

    manajemen laba, seperti berpengaruh terhadap kinerja perusahaan (Setyaningrum

    dan Pujiastuti, 2009; Assih, dkk, 2005), dan nilai perusahaan (Assih, dkk, 2005),

    terhadap tingkat penggungkapan laporan keuangan (Halim, dkk, 2005),

    mendapatkan peringkat yang baik dalam IPO saham maupun obligasi

    (Setyaningrum dan Pujiastuti, 2009).

    Melihat fenomena tersebut Yasa (2010) telah melakukan penelitian awal

    tentang adanya pengaruh pemeringkatan obligasi terhadap praktik manajemen

    laba. Namun pada penelitian awal tersebut Yasa (2010) menggunakan dua agen

    pemeringkatan, yaitu menggunakan data dari PT KASNIC dan PT PEFINDO.

  • 3

    Dikarenakan tidak semua obligasi yang terdaftar di BEI masuk kedalam rating

    dari PT PEFINDO sebagai agen pemeringkatan yang diakui oleh negara, maka

    dalam penelitian ini tidak digunakan agen pemeringkatan obligasi dan berfokus

    pada obligasi IPO obligasi perusahaan yang terdaftar di BEI.

    Persoalan Penelitian

    Sehingga persoalan penelitian yang ingin dijawab dalam penelitian ini

    adalah:

    1. Apakah terdapat perbedaan accrual discresionary (AD) pada

    perusahaan yang melakukan IPO obligasi, jika dilihat dari unsur

    pendapatan dan unsur biaya?

    2. Apakah perusahaan yang melakukan IPO obligasi cenderung

    melakukan manajemen laba, jika dibandingkan dengan perusahaan

    yang tidak melakukan IPO obligasi dilihat dari accrual discresionary

    (AD)?

    Tujuan

    Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis praktik manajemen laba

    pada perusahaan yang akan melakukan IPO (Initial Public Offering) obligasi pada

    perusahaan publik di Indonesia.

    Manfaat

    1. Bagi perusahaan yang akan mengeluarkan obligasi perdana, dapat

    mengetahui tentang tingkat manajemen laba pada perusahaan yang

    melakukan IPO obligasi.

    2. Bagi investor, dapat mengetahui perusahaan mana yang melakukan

    manajemen laba lebih banyak.

  • 4

    KERANGKA TEORITIS DAN HIPOTESIS PENELITIAN

    Teori Keagenan

    Teori keagenan ini menjelaskan tentang hubungan antara principal dengan

    agent, yang intinya tentang pemisahan antara kepemilikan (investor) dan

    pengelolaan (manajer/agen). Teori kegenan adalah adanya konflik kepentingan

    antara manajer dan investor. Seperti yang telah diungkapkan Yasa (2010) inti teori

    keagenan adalah adanya konflik kepentingan antara agen dan prinsipal. Konflik

    yang terjadi ini dikarenakan principal ingin memaksimalkan kekayaannya,

    sedangkan pihak agent ingin meningkatkan dan mengembangkan perusahaannya.

    Konflik inilah yang nantinya menimbulkan adanya asimetri informasi

    (information asymmetry). Asimetri informasi adalah keadaan di mana agent

    mempunyai informasi tentang perusahaan dan prospek tentang masa depan dari

    perusahaan lebih banyak dari pada principal. Sehingga agent dapat memanfaatkan

    keadaaan ini untuk menyembunyikan beberapa informasi dari principal. Hal ini

    sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Wisnumurti (2010) dan Tarigan

    (2011), asimetri informasi adalah suatu keadaan dimana agent mempunyai

    informasi yang lebih banyak tentang perusahaan dan prospek dimasa yang akan

    datang dibandingkan dengan principal. Asimetri informasi ini mengakibatkan

    terjadinya moral hazard berupa usaha manajemen untuk melakukan earnings

    management (Rahmawati, dkk. 2006).

    Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Scott (2000), terdapat dua

    macam asimetri informasi yaitu:

    1. Adverse selection, yaitu bahwa para manajer serta orang-orang dalam

    lainnya biasanya mengetahui lebih banyak tentang keadaan dan prospek

    perusahaan dibandingkan pihak luar. Dan mungkin terdapat fakta-fakta yang

    tidak disampaikan kepada principal.

    2. Moral hazard, yaitu bahwa kegiatan yang dilakukan oleh seorang manajer

    tidak seluruhnya diketahui oleh investor (pemegang saham, kreditor),

    sehingga manajer dapat melakukan tindakan di luar pengetahuan pemegang

  • 5

    saham yang melanggar kontrak dan sebenarnya secara etika atau norma

    mungkin tidak layak dilakukan.

    Manajemen Laba

    Laporan keuangan merupakan gambaran mengenai keadaan perusahaan

    kepada pihak eksternal. SFAC No. 1 (1978) menyatakan bahwa pengguna utama

    laporan keuangan adalah investor dan kreditor, dan mengindikasikan bahwa fokus

    utama dari laporan keuangan adalah informasi mengenai laba. Namun dalam

    pelaksanannya, standar akuntansi memperbolehkan manajer utuk memilih

    kebijakan akuntansi dalam pelaporan laba, tetapi hal ini justru menyebabkan

    manajemen melakukan manajemen laba. Hal ini sesuai dengan penelitian yang

    dilakukan Sudjito (2006) menyatakan bahwa manajemen laba adalah suatu

    tindakan yang dilakukan oleh pihak manajemen untuk memilih kebijakan

    akuntansi dari suatu standar akuntansi tertentu dengan tujuan untuk

    memaksimalkan kesejahteraan dan atau nilai perusahaan.

    Manajemen laba dilakukan melalui pemilihan kebijakan akuntansi atau

    dengan mengendalikan transaksi akrual. Transaksi akrual adalah transaksi yang

    tidak dipengaruhi oleh aliran kas masuk atau kas keluar. Transaksi akrual ini

    terdiri dari transaksi diskresioner (accrual discretionary) dan transaksi non-

    diskresioner (accrual non-discretionary). Akrual diskresioner adalah akrual yang

    masih dapat diubah atau dipengaruhi oleh kebijakan yang dibuat manajemen atau

    manajemen mempunyai beberapa fleksibilitas untuk mengendalikan jumlahnya,

    misalnya penentuan ketetapan kebijakan pemberian kredit, kebijakan cadangan

    kerugian piutang dagang, dan penilaian persediaan. Akrual non-diskresioner

    adalah akrual yang tidak dapat dipengaruhi oleh kebijakan yang dibuat

    manajemen atau manajemen tidak mempunyai fleksibilitas untuk mengendalikan

    jumlahnya (Yasa, 2010). Contoh akrual non-diskresioner penggunaan metoda

    akuntansi dalam perusahaan minyak antara full method dan successful effort,

    perubahan akrual karena perubahan volume bisnis (Scott, 2000), next month’s

    electricity bill, next month’s salary bill (http//thelawdictionaryorg/non-

  • 6

    discretionary-accrual/), peningkatan penjualan secara kredit seiring dengan

    pertumbuhan perusahaan (tanpa perubahan kebijakan) (Yulianto, 2010).

    Kerangka Teoritis dan Pengembangan Hipotesis

    Manajemen Laba yang Dilihat dari Accrual Discretionary (AD) Perusahaan

    yang Melakukan IPO Obligasi dari Unsur Pendapatan dan Unsur Biaya

    Saat manajemen laba dilakukan dengan mengendalikan transaksi akrual,

    harus melihat dari transaksi diskresioner (accrual discretionary) dan transaksi

    non-diskresioner (accrual non-discretionary). Untuk mengetahui adanya

    manajemen laba dilakukan oleh perusahaan perlu melihat transaksi diskresioner,

    karena di dalam transaksi diskresioner manajemen masih dapat mempengaruhi

    laba perusahaan dengan kebijakan yang mereka buat. Transaksi diskresioner perlu

    melihat komponen yang berasal dari unsur pendapatan maupun unsur biaya.

    Unsur pendapatan yang dimaksud adalah pendapatan perusahaan yang

    dapat dimanipulasi oleh manajemen, meskipun Jones (1991), mengatakan bahwa

    pendapatan dalam Model Jones tidak “boleh” dalam keadaan dimanipulasi oleh

    managemen. Tetapi jika manajemen tetap melakukan manipulasi pendapatan

    maka Jones melakukan modifikasi pada penelitiannya. Dechow et al. (1995)

    kemudian memperbaiki kelemahan tersebut dengan mengurangkan variabel

    perubahan piutang dari variabel perubahan pendapatan untuk pengestimasian

    akrual nondiskresioner di saat periode kejadian (i.e. periode yang diduga ada

    manipulasi laba di dalamnya). Manajemen tetap melakukan manipulasi pada

    pendapatan karena manajemen ingin memperlihatkan kepada public terutama para

    calon investor saat perusahaan ingin melakukan penjualan obligasi untuk pertama

    kalinya. Dengan nilai pendapatan yang tinggi investor akan yakin bahwa

    perusahaan tersebut akan mampu membayar hutang kepada mereka, hal ini

    dikarenakan hutang obligasi memiliki jangka waktu yang sangat lama.

    Agar pendapatan perusahaan terlihat tinggi manajemen melakukan

    manipulasi pada unsur piutang, terutama pada piutang dagang perusahaan.

  • 7

    Piutang dagang adalah besarnya penjualan kredit kepada konsumen yang belum

    dibayarkan ke perusahaan, sehingga sangat mungkin manajemen mengakui

    pendapatan lebih cepat pada piutang usaha. Dengan mempercepat pengakuan

    pendapatan pada penjualan kredit ini mengakibatkan pendapatan perusahaan akan

    lebih tinggi dari pada piutang agar para investor mau membeli obligasi yang

    perusahaan jual.

    Selain itu Model Jones Modifikasian (1991) dapat ini secara implisit

    mengasumsikan bahwa semua perubahan dalam penjualan kredit pada periode

    kejadian merupakan hasil manipulasi laba. Hal ini didasarkan pada alasan bahwa

    lebih mudah memanipulasi laba dengan mengubah pengakuan pendapatan dari

    penjualan kredit dari pada mengubah pengakuan pendapatan dari penjualan kas.

    Maka unsur biaya yang dimaksud adalah piutang perusahaan yang berasal dari

    penjualan kredit.

    Berdasarkan uraian di atas maka dapat ditarik hipotesis sebagai berikut :

    H1: Terdapat perbedaan antara accrual discretionary (AD) perusahaan yang

    melakukan IPO obligasi dari unsur pendapatan dan unsur biaya.

    Manajemen Laba yang Dilihat dari Accrual Discretionary (AD) Perusahaan

    yang Melakukan dan yang Tidak Melakukan IPO Obligasi

    Setelah melihat perusahaan yang melakukan IPO obligasi perlu dilihat

    kembali apakah benar-benar perusahaan yang melakukan IPO obligasi melakukan

    manajemen laba? Maka untuk melihat apakah perusahaan yang melakukan IPO

    obligasi benar-benar melakukan manajemen laba, karena perusahaan yang

    melakukan IPO obligasi memiliki hal baru yang ingin dijual kepada public untuk

    pertama kalinya sehingga mereka ingin laporan keuangan mereka dapat

    meyakinkan calon investor. Sehingga perlu untuk dibandingkan dengan

    perusahaan yang tidak melakukan IPO obligasi, karena perusahaan ini tidak ada

    hal baru yang ingin dijual ke public. Hal yang perlu untuk dibandingkan adalah

    kinerja akuntansi dari perusahaan yang akan menerbitkan IPO obligasi, yang

    dilihat dari transaksi akrual perusahaan. Terutama accrual discretionary (AD) dari

  • 8

    masing-masing perusahaan, sehingga perusahaan yang melakukan IPO obligasi

    dapat meningkatkan penjualan obligasinya. Tindakan ini yang disebut dengan

    manajemen laba, beberapa penelitian terdahulu juga membuktikan bahwa saat

    perusahaan melakukan penawaran untuk pertama kalinya ke public baik

    penawaran saham perdana juga melakukan manajemen laba (Sudjito, 2006;

    Gumanti, 2001; Assih, dkk 2005), maupun saat ada pemeringkatan obligasi

    perdana (Yasa, 2010).

    Berdasarkan uraian di atas maka dapat ditarik hipotesis sebagai berikut :

    H2: Terdapat perbedaan accrual discretionary (AD) pada perusahaan yang

    melakukan IPO obligasi dengan perusahaan yang tidak melakukan IPO obligasi.

  • 9

    METODOLOGI PENELITIAN

    Jenis dan Sumber data

    Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang

    meliputi laporan keuangan auditan perusahaan yang terdaftar pada Bursa Efek

    Indonesia sebelum penawaran perdana obligasi mereka periode tahun 2006-2011

    dan daftar perusahaan yang mengeluarkan obligasi perdana yang terdaftar pada

    Bursa Efek Indonesia. Data ini diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (IDX) melalui

    website www.idx.co.id.

    Populasi dan Sampel

    Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan

    yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan melakukan penawaran obligasi

    perdana. Data berupa laporan tahunan (annual report) perusahaan tahun 2006-

    2011, yang berasal dari website perusahaan dan situs resmi Indonesian Stock

    Exchange (IDX). Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu

    purposive sampling untuk mewakili populasi. Sampel yang didapatkan harus

    memenuhi kriteria yaitu sebagai berikut :

    1. Semua obligasi yang diterbitkan perdana pada semua perusahaan kecuali

    perusahaan keuangan dan government dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia

    (BEI) selama tahun pengamatan.

    2. Setiap perusahaan yang menerbitkan obligasi punya pembanding, untuk

    kriteria pemilihan perusahaan pembanding adalah:

    a. Setiap perusahaan pembanding diambil industry yang sama dengan

    peerusahaan yang melakukan IPO obligasi.

    b. Tahun dasar pada perusahaan pembanding sama dengan tahun

    perusahaan mengeluarkan IPO obligasi.

    c. perusahaan yang tidak menerbitkan obligasi perdana dan tidak

    melakukan event penting seperti penggantian CEO dan rekonstruksi

    utang.

    http://www.idx.co.id/

  • 10

    Uraian mengenai prosedur pengambilan sampel dalam penelitian ini

    dijelaskan dalam table berikut ini:

    Tabel 1

    Prosedur Pemilihan Sampel

    No Keterangan Jumlah

    1 Penerbit Obligasi Perdana

    Penerbit obligasi perdana tahun 2006-2011 62

    Perusahaan non public (18)

    Perusahaan publik keuangan (31)

    Jumlah sampel penelitian 13

    2 Perusahaan pembanding 13

    Pengukuran Manajemen Laba

    Pengukuran manajemen laba dalam penelitian ini menggunakan Model

    Jones (1991) Modifikasian, model ini dikatakan model yang paling baik untuk

    mengukur manajemen laba perusahaan. Beberapa penelitian terdahulu juga

    menggunakan Model Jones Modifikasian ini dalam penelitian mereka, seperti

    Setyaningrum dan Pujiastuti (2009), Assih, dkk (2005), Sunarto (2009), Utami

    (2005), dan Yasa (2010). Penelitian Yasa (2010) lebih menegaskan dengan

    mengatakan bahwa modifikasi ini yang paling baik untuk mendeteksi manajemen

    laba, sehingga untuk melihat hal ini dilakukan dengan mengurangi perubahan

    revenue dengan perubahan piutang dagang.

    a) Menghitung akrual total

    …………………………………………………..1

    Keterangan :

    = Akrual total untuk perusahaan i pada periode t-1

    = Laba bersih sebelum pos luar biasa perusahaan i periode t-1

    = Aliran kas operasi pe rusahaan i periode t-1

  • 11

    b) Menghitung akrual diskresioner

    ⁄ = ( ⁄ ) (

    ⁄ )

    (

    ⁄ ) ………………………………………………………2

    Keterangan:

    = Pendapatan perusahaan i periode dikurangi pendapatan periode

    .

    = Piutang perusahaan i akhir tahun dikurangi piutang akhir

    tahun .

    = Aset tetap berwujud kotor perusahaan i pada akhir tahun .

    = Aset total perusahaan i pada akhir tahun .

    Kemudian untuk menghitung eksistensi pengaturan laba dilakukan dengan

    proteksi akrual diskresioner (AD),dengan rumus:

    ⁄ ………………………3

    Keterangan:

    = akrual diskresioner perusahaan i pada akhir tahun .

    = akrual non diskresioner perusahaan i pada akhir tahun .

    Sedangkan untuk perhitungan akrual non-dikresioner adalah:

    = ⁄ (

    ⁄ )

    (

    ⁄ )………………………………………………………………4

  • 12

    Teknik Analisis

    Teknik analisis pada penelitian ini menggunakan analisis statistik

    deskriptif dan pengujian hipotesis. Dalam penelitian ini pengolahan data

    menggunakan bantuan dari software SPSS v.16. Untuk menguji kedua hipotesis

    dalam penelitian ini dilakukan uji t (t-test). Untuk mengetahui manajemen laba

    yang meningkat dilakukan dengan menguji accrual discretionary dari pendapatan

    dan biaya. Apabila kenaikan accrual discretionary yang berasal dari penurunan

    biaya atau kenaikan pendapatan, maka terjadi manajemen laba yang menaikkan

    laba Yasa (2010). Dan untuk mengetahui apakah perusahaan yang melakukan IPO

    obligasi lebih agresif dalam melakukan manajemen laba jika dibandingkan

    dengan perusahaan yang tidak melakukan IPO obligasi.

    Analisis statistik deskriptif dilakukan sebelum melakukan pengujian

    asumsi klasik untuk menemukan jumlah sampel yang akan digunakan. Uji inilah

    yang nantinya menunjukkan kenaikan manajemen laba dengan menguji accrual

    discretionary dari unsur pendapatan atau biaya. Dan menunjukkan kenaikan

    manajemen laba pada perusahaan yang melakukan IPO obligasi dengan menguji

    accrual discretionary yang dibandingkan dengan perusahaan yang tidak

    melakukan IPO obligasi.

    Pengujian secara statistik untuk accrual discretionary (AD) untuk

    hipotesis pertama dinyatakan dalam hipotesis nol dan hipotesis alternatif, yaitu

    sebagai berikut:

    Keterangan:

    = Accrual discretionary dari kenaikan pendapatan sebelum perusahaan

    melakukan IPO obligasi.

  • 13

    = Accrual discretionary dari kenaikan biaya sebelum perusahaan

    melakukan IPO obligasi.

    Jika nilai-p (p-value) statistik t lebih kecil dari 5% satu sisi, maka

    ditolak secara statistik. Menolak menunjukkan bukti empiris mendukung

    hipotesis bahwa sebelum menerbitkan obligasi, perusahaan melakukan

    manajemen laba yang menaikkan laba.

    Selanjutnya menguji perusahaan yang melakukan IPO obligasi akan

    melakukan manajemen laba lebih besar dari pada perusahaan yang tidak

    melakukan IPO obligasi dilakukan secara statistik, yaitu:

    Keterangan:

    = Accrual discretionary dari unsur kenaikan pendapatan atau

    penurunan biaya perusahaan yang melakukan IPO obligasi.

    = Accrual discretionary dari unsur kenaikan pendapatan atau

    penurunan biaya perusahaan yang tidak melakukan IPO obligasi.

    Jika nilai-p (p-value) statistik lebih kecil dari 5% satu sisi maka ditolak

    secara statistik. Menolak menunjukkan bukti empiris mendukung hipotesis

    bahwa sebelum menerbitkan obligasi, perusahaan yang melakukan IPO obligasi

    melakukan manajemen laba yang menaikkan laba lebih besar dibanding dengan

    perusahaan yang tidak melakukan IPO obligasi.

  • 14

    HASIL DAN PEMBAHASAN

    Statistik Deskriptif

    Statistik deskriptif setiap variabel disajikan untuk perioda pengujian yaitu

    satu tahun sebelum menerbitkan obligasi (t-1) bagi perusahaan yang melakukan

    IPO obligasi dan tahun yang sama untuk perusahaan pembanding yang tidak

    melakukan IPO obligasi. Pada tabel 2 disajikan statistik deskriptif untuk

    keseluruhan sampel yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini.

    Tabel 2

    Statistik Deskriptif

    Keterangan N MEAN MIN MAX

    IPO 13 0,35300 -0,07664 1,31744

    IPO 13 0,06567 -0,09882 0,47337

    IPO 13 0,74047 0,27870 1,28051

    Non-IPO 13 -0,10501 -2,53090 1,59671

    Sumber: Data Sekunder Diolah, 2013

    Berdasarkan statistik deskriptif di atas antara accrual discretionary dari

    unsur pendapatan dan unsur biaya menunjukkan, nilai rata-rata accrual

    discretionary perusahaan yang melakukan IPO obligasi dari unsur pendapatan

    adalah 0,35300 lebih besar dari nilai unsur biaya adalah 0,06567. Nilai tersebut

    menyatakan bahwa perusahaan yang melakukan IPO obligasi melakukan

    manajemen laba dengan menaikkan pendapatan dan menurunkan biaya.

    Sedangkan untuk nilai rata-rata accrual discretionary perusahaan yang

    melakukan IPO adalah 0,74047 lebih besar daripada perusahaan yang tidak

    melakukan IPO adalah -0,10501. Nilai rata-rata accrual discretionary (AD)

  • 15

    tersebut menunjukkan bahwa perusahaan yang melakukan IPO obligasi lebih

    agresif melakukan pengaturan laba yang menaikkan laba.

    Setelah dilakukan statistik deskriptif kemudian dilakukan uji normalitas

    data awal dengan uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa semua variabel

    mempunyai nilai probabilitas signifikansi diatas nilai =0,05 . Dengan hasil data

    yang menunjukan normal maka pengujian selanjutnya dilakukan uji t-test dengan

    metode parametrik.

    Hasil Pengujian Hipotesis

    Table 3 menyajikan ringkasan hasil uji baik pada hipotesis pertama

    maupun hipotesis kedua.

    Tabel 3

    Ringkasan Hasil Uji Hipotesis

    Hipotesis Asymp Sig Kesimpulan

    H1: accrual discretionary (AD) perusahaan

    yang melakukan IPO Obligasi dari unsur

    pendapatan dan unsur biaya

    0,020 Ho Ditolak

    H2: accrual discretionary (AD) pada

    perusahaan yang melakukan IPO obligasi

    dengan perusahaan yang tidak melakukan

    IPO obligasi

    0,005 Ho Ditolak

    Sumber: Data Sekunder Diolah, 2013

    Berdasarkan hasil pengujian terhadap accrual discretionary (AD)

    perusahaan yang melakukan IPO obligasi dari unsur pendapatan dan unsur biaya

    terlihat bahwa terdapat perbedaaan secara signifikan pada tingkat sifnifikasi 5%,

    hasil uji beda menunjukkan angka signifikansi 0,020 yang lebih kecil dari =0,05

    sehingga pada hipotesis ini Ho ditolak. Sedangkan untuk hipotesis yang

    menyatakan bahwa accrual discretionary (AD) pada perusahaan yang melakukan

  • 16

    IPO obligasi dengan yang tidak melakukan IPO obligasi terlihat bahwa hasil uji

    beda menunjukkan hasil signifikansi pada angka 0,005 yang lebih kecil dari

    =0,05 sehingga Ho ditolak.

    Pembahasan

    Berdasarkan hasil uji t-test terhadap hipotesis pertama tentang adanya

    perbedaan accrual discretionary perusahaan yang melakukan IPO obligasi jika

    dilihat dari unsur pendapatan dan unsur biaya ini menunjukkan bahwa perusahaan

    yang melakukan IPO obligasi telah melakukan manajemen laba sebelum mereka

    melakukan IPO obligasi. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji tersebut yang

    menunjukkan angka signifikasi 0,020

  • 17

    IPO obligasi dengan perusahaan yang tidak melakukan IPO obligasi adalah

    0,005

  • 18

    KESIMPULAN

    Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan uji T-Test seperti

    yang telah dijelaskan sebelumnya, penelitian ini menunjukkan beberapa hal, yaitu:

    1. Perusahaan yang melakukan IPO obligasi melakukan manajemen laba

    dengan menaikkan pendapatan dan menurunkan biaya. Hal ini sejalan

    dengan penelitian yang dilakukan oleh Yasa (2010).

    2. Manajemen laba yang dilakukan oleh perusahaan yang melakukan IPO

    obligasi lebih besar dibanding perusahaan non penerbit obligasi pada saat

    perioda yang sama. Hal ini sejalan dengan penelitian Yasa (2010).

    Implikasi Teoritis dan Terapan

    1. Berdasarkan teori keagenan yang ada terbukti bahwa jika perusahaan yang

    mengeluarkan obligasi perdana melakukan manajemen laba, karena

    manajemen perusahaan memiliki informasi lebih banyak dari pada

    investor.

    2. Untuk perusahaan yang mengeluarkan obligasi perdana hendaknya

    memperbaiki atau meningkatkan kinerja bukan melakukan manajemen

    laba karena persaingan dalam pasar modal sangat ketat.

    3. Bagi para investor hendaknya lebih selektif dalam berinvestasi khususnya

    pada obligasi dan lebih memperhatikan informasi-informasi keuangan

    yang disajikan perusahaan.

    Keterbatasan dan Saran Penelitian

    1. Peneliti dalam menentukan nilai akrual diskresioner yang didasarkan pada

    nilai residu dari ordinary least square (OLS), dengan menggunakan model

    Jones modifikasian. Model ini mungkin belum dapat menentukan besarnya

    akrual secara akurat sesuai dengan tujuan. Sehingga untuk penelitian

    selanjutnya dapat ditambahkan model lain sebagai pembanding dalam

    menentukan besarnya akrual, contohnya model Kang dan

  • 19

    Sivaramakhrisnan (1995), model ini memiliki nilai koefisien determinasi

    yang tinggi sehingga dapat ditambahkan sebagai pembanding dengan

    model Jones.

    2. Sampel yang dipilih dalam penelitian ini adalah industri non keuangan

    tanpa dikhususkan pada industri tertentu dimana kemungkinan setiap

    sektor industri tertentu memiliki karakter usaha dan perilaku yang tidak

    sama. Hal ini dikarenakan rentang waktu dalam pemilihan sampel sangat

    singkat, karena penelitian ini melanjutkan penelitian sebelumnya.

    Sehingga untuk penelitian selanjutnya dapat membandingkan antar sektor

    industri sehingga dapat dilihat industri mana yang sangat agresif

    melakukan manajemen laba sebelum mereka melakukan IPO obligasi.

    3. Untuk calon investor harus berhati-hati dalam memilih perusahaan, dapat

    dipilih perusahaan yang nilai accrual discretionary (AD) paling rendah

    karena perusahaan itu yang melakukan manajemen laba paling sedikit.

  • 20

    DAFTAR PUSTAKA

    Adel, J.F. 2004. Analisis Pengaruh Penurunan/Perolehan Peringkat Obligasi

    Perusahaan kedalam Kategori Non-Investment Grade Terhadap

    Praktik Manajemen Laba. Makalah Simposium Nasional Akuntansi

    VII Denpasar-Bali. hal. 1102-1121

    Almilia, S.L dan Kristijadi. 2003. Analisis Rasio Keuangan Untuk

    Memprediksi Kondisi Financial Distres Perusahaan Manufaktur

    yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Akuntansi dan

    Auditing Indonesia. Vol. 7. No. 2.

    Assih, Prihat, Hastuti, W.A. Parawiyati. 2005. Pengaruh Manajemen Laba

    pada Nilai dan Kinerja Perusahaan. Jurnal Akuntansi dan

    Keuangan Indonesia. Vol. 2. No. 2.

    BEI, 2012. http://id.berita.yahoo.com/bei-obligasi-korporasi-semester-ii-masih-

    diminati-082013059--finance.html. 11 Oktober 2012.

    BEI. 2013. www.idx.co.id. 20 April 2012

    Dechow, P. M., R. G. Sloan, dan A. P. Sweeney. 1995. Detecting earnings

    management. The Accounting Review 70 (2): 193‐225.

    Gumanti, T.A. 2001. Earning Manajement dalam Penawaran Saham Perdana

    di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. Vol. 4.

    No. 2: hal. 165-183.

    Halim, Julia, Meiden, C., Tobing, L.R. 2005. Pengaruh Manajemen Laba pada

    Tingkat Pengungkapan Laporan Keuangan pada Perusahaan

    Manufaktur yang Termasuk dalam Indeks LO-45. Makalah

    Simposium Nasional Akuntansi VIII Solo.

    Hapsari, A.E. 2007. Analisis Rasio Keuangan untuk Memprediksi

    Pertumbuhan Laba. Tesis Program Pasca Sarjana Fakultas Ekonomi

    Universitas Diponegoro.

    Http// thelawdictionaryorg/non-discretionary-accrual/. 13 Agustus 2013.

    http://id.berita.yahoo.com/bei-obligasi-korporasi-semester-ii-masih-diminati-082013059--finance.html.%2011%20Oktober%202012http://id.berita.yahoo.com/bei-obligasi-korporasi-semester-ii-masih-diminati-082013059--finance.html.%2011%20Oktober%202012http://www.idx.co.id/

  • 21

    Jones, J.J. 1991. Earning Management During Import Relief Investigation.

    Journal Of Accounting Reaserch. Vol. 29. No. 2 (Autumn): hal. 193-

    228.

    Nurhasanah. 2003. Kemampuan Rasio Keuangan dalam Memprediksi

    Peringkat Obligasi Perusahaan Manufaktur: Analisis

    Diskriminan dan Regresi Logistik. Tesis Pasca Sarjana UGM.

    Qomarudin. I. 2008. Rasio Keuangan Sebagai Prediksi Financial Distres pada

    Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta. Skripsi S1

    Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas.

    Raharja dan Sari, P.M. 2008. Kemampuan Rasio Keuangan Dalam

    Memprediksi Peringkat Obligasi (PT KASNIC Credit Rating).

    Jurnal MAKSI. Vol. 8. No. 2: hal. 212-232.

    Rahmawati, Suparno. Y, Qomariyah, N. 2006. Pengaruh Asimetri Informasi

    Terhadap Praktik Manajemen Laba pada Perusahaan

    Perbankkan Publik yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta.

    Simposium Nasional Akuntansi 9 Padang.

    Sari, P.M. 2007. Kemampuan Rasio Keuangan sebagai Alat Untuk

    Memprediksi Peringkat Obligasi (PT PEFINDO) . Jurnal Bisnis

    dan Ekonomi. Vol. 14. No. 2. hal. 172-182.

    Sari, K.R.S. dan Bandi. 2010. Praktik Manajemen Laba Terkait peringkat

    Obligasi. Makalah Simposium Nasional Akuntansi XIII Purwokerto.

    Scott, William R. (2000). Financial Accounting Theory. Second edition. Canada:

    Prentice Hall.

    Setyaningrum, S.I. dan Pujiastuti, S.S.I. 2009. Analisis Pengaruh Manajemen

    Laba (Earning Manajemen) pada Kinerja Perusahaan yang

    Melakukan IPO. Jurnal Bisnis dan Manajemen. Vol. 9. No. 1. hal.

    65-74.

    Sudjito, A.D. 2006. Analisis Praktik Manajemen Laba pada Perusahaan yang

    Melakukan Initial Public Offering dan Listed di BEJ Periode 1997-

  • 22

    2004. Tesis Program Pasca Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas

    Diponegoro.

    Sunarto. 2009. Teori Keagenan dan Manajemen Laba. Kajian Akuntansi. Vol.

    1. No. 1. Hal. 13-28.

    Tarigan, Christina Theresia. 2011. Pengaruh Asimetri Informasi, Corporate

    Governance, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Praktik

    Manajemen Laba. Skripsi S1 Universitas Pembangunan Nasional

    “Veteran” Yogyakarta.

    Utami, Wiwik. 2005. Pengaruh Manajemen Laba Terhadap Biaya Modal

    Ekuitas (Studi Pada Perusahaan Publik Sektor Manufaktur).

    Solo: Simposium Nasional Akuntansi VII.

    Wisnumurti, Adhika. 2010. Analisi Pengaruh Corporate Governance Terhadap

    Hubungan Asimetri Informasi Dengan Praktik Manajemen Laba.

    Skripsi S1 Universitas Diponegoro Semarang.

    Yasa, Gerianta Wirawan. 2010. Pemeringkatan Obligasi Perdana Sebagai

    Pemicu Manajemen Laba: Bukti Empiris dari Pasar Modal

    Indonesia. Simposium Nasional Akuntansi XIII. Purwokerto.

    Yulianto, Eko. 2010. Manajemen Laba. Tugas Mata Kuliah Seminar Akuntansi

    Universitas Pancasakti Tegal.

  • 23

    LAMPIRAN-LAMPIRAN

  • 24

    LAMPIRAN 1

    Daftar Identitas Perusahaan yang Dijadikan Sampel

    NO KODE NAMA PERUSAHAAN

    1 AGII PT Aneka Gas Industri Tbk

    2 AIRJ PT Thames PAM Jaya Tbk

    3 ELTY PT Bakrieland Development Tbk

    4 FREN PT Mobile-8 Telecom Tbk

    5 FAST PT Fast Food Indonesia Tbk

    6 JPFA PT Japfa Comfeet Indonesia Tbk

    7 KLBF PT Kalbe Farma Tbk

    8 MAIN PT Malindo Feedmill Tbk

    9 MAPI PT Mitra Adiperkasa Tbk

    10 RMBA PT Bentoel International Investama Tbk

    11 RUIS PT Radiant Utama Interinsco Tbk

    12 SIMP PT Salim Ivomas Pratama Tbk

    13 TPNI PT Titan Petrokimia Nusantara Tbk

    Sumber : Bursa Efek Indonesia dan Indonesian Bond Market Directory 2006-

    2011

  • 25

    LAMPIRAN 2

    Daftar Identitas Perusahaan yang Dijadikan Pembanding

    NO KODE NAMA PERUSAHAAN

    1 ELSA PT Elnusa Tbk

    2 CMNP PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk

    3 MDLN PT Modernland Realty Tbk

    4 TLKM PT Telecom Tbk

    5 ADES PT Akasha Wira International Tbk

    6 JAPTA PT Japta Comfeed Indonesia Tbk

    7 KAEF PT Kimia Farma Tbk

    8 AISA PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk

    9 AMRT PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk

    10 HMSP PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk

    11 ENRG PT Energi Mega Persada Tbk

    12 JAWA PT Jaya Agra Wattie Tbk

    13 AKPI PT Argha Karya Prima Industri Tbk

    Sumber : Bursa Efek Indonesia

  • 26

  • 26

    LAMPIRAN 3

    Data Accrual Discretionary Perusahaan yang Melakukan IPO Dari Unsur Pendapatan dan Unsur Biaya

    No Kode

    Perusah

    aan

    1 AGII 18.535.976.000 18.318.393.000 1.453.409.381.000 0,01275 0,0126

    2 AIRJ 8.7788.000 -100.935.000 1.021.448.000 0,0086 -0,09882

    3 ELTY 388.874.407.458 268.630.924.699 2.395.677.320.296 0,16232 0,11213

    4 FREN 378.340.776.618 9.485.750.313 8.829.572.619.943 0,04285 0,00107

    5 FAST 459.244.789.000 6.375.621.000 1.041.408.834.000 0,44098 0,00612

    6 JPFA 1.061.249.000.000 101.699.000.000 3.338.840.000.000 0,31785 0,03046

    7 KLBF 2.457.841.310.589.000 454.792.562.559.000 3.016.864.058.832.000 0,8147 0,15075

    8 MAIN 1.015.987.073 27.742.814.000 2.541.268.815.000 0,3998 0,01092

    9 MAPI 760.938.000 36.966.000 2.604.744.000 0,29214 0,01419

    10 RMBA 820.335.968.520 28.366.424.922 1.842.317.142.876 0,44527 0,0154

    11 RUIS 255.392.879.994 91.764.918.558 193.855.808.638 1,31744 0,47337

    12 SIMP 5.344.859.000 302.533.000 12.980.472.000 0,41099 0,02331

    13 TPNI -23.010.000.000 14.674.000.000 300.218.000.000 -0,07664 0,04888

  • 27

    LAMPIRAN 4

    Data Accrual Discretionary Pada Perusahaan yang Melakukan IPO dan yang

    Tidak Melakukan IPO

    No IPO 1 AGII -23.223.643.000 0,31880 1.453.409.381.000 0,31880

    2 AIRJ 62.056.159.000 0,57694 1.021.448.000 0,57694

    3 ELTY -753.265.524.750 0,36507 2.395.667.320.296 0,36507

    4 FREN 33.779.605.404 0,37076 8.829.572.619.943 0,37076

    5 FAST -93.975.445.000 0,84456 1.041.408.834.000 0,84456

    6 JPFA 35.761.000.000 1,01709 3.338.840.000.000 1,01709

    7 KLBF 184.751.421.934.000 1,13840 3.016.864.058.832.000 1,13840

    8 MAIN 26.142.120.000 0,57907 2.541.268.815.000 0,57907

    9 MAPI 205.344.000 0,27870 2.604.744.000 0,27870

    10 RMBA 260.552.174.067 0,91990 1.842.317.142.876 0,91990

    11 RUIS 33.228.620.296 1,28051 193.855.808.638 1,28051

    12 SIMP -1.631.942.000 0,75505 12.980.472.000 0,75505

    13 TPNI -9.596.000.000 1,18137 300.218.000.000 1,18137

    Non-

    IPO

    1

    ELSA 244.935.000.000

    -0,12868 4.808.610.000.000 -

    0,12868

    2 CMNP

    326.468.842.624

    -0,10500 3.940.174.000.000 -

    0,10500

    3 MDLN -8.118.604.012 0,15007 3.683.725.152.296 0,15007

    4

    TLKM -15.690.200.000

    -0,05539 1.648.641.000.000 -

    0,05539

    5

    ADES -2.707.000.000

    -0,00626 1.132.517.000.000 -

    0,00626

    6 JAPFA -150.854.000.000 1,59671 3.338.840.000.000 1,59671

    7

    KAEF -7.769.305.242

    -0,06304 3.173.483.000.000 -

    0,06304

    8

    AISA 2.010.393.182

    -0,04723 4.257.315.183.579 -

    0,04723

    9

    AMRT -69.395.000.000

    -0,07133 3.591.587.000.000 -

    0,07133

    10

    HMSP -8.203.000.000

    -0,03565 29.943.600.000.000 -

    0,03565

    11

    ENRG 320.797.415.000

    -0,02516 4.503.274.199.000 -

    0,02516

    12

    JAWA -43.539.659.225

    -0,04329 1.520.184.000.000 -

    0,04329

    13

    AKPI -112.919.420.000

    -2,53091 1.644.299.905.000 -

    2,53091

  • 28

    LAMPIRAN 5

    Uji Normalitas One Sample Kolmogorov-Smirnov Test

    Hipotesis 1

    Sumber : Data sekunder diolah, 2013

    Hipotesis 2

  • 29

    LAMPIRAN 6

    Uji Indipendent-Sample T Test

    Hipotesis 1: Accrual discretionary pada perusahaan yang melakukan IPO

    dari unsur perndapatan dan unsur biaya

    Hipotesis 2: Accrual discretionary pada perusahaan yang melakukan IPO dan yang tidak melakukan IPO

  • 30

  • 31

    LAMPIRAN 7

    (Daftar Riwayat Hidup)

  • 32

    DAFTAR RIWAYAT HIDUP

    Nama : Oktaviana Budi Arumsari

    Tempat, tanggal lahir : Kab. Semarang, 9 Oktober 1991

    Jenis Kelamin : Perempuan

    Golongan Darah : O

    Tinggi / Berat Badan : 159 cm / 52 kg

    Agama : Katholik

    Kota Asal : Kab. Semarang

    Alamat : Karanganyar RT 03 RW 01 Kec. Tuntang, Kab. Semarang-

    50773

    Email : [email protected]

    Pendidikan : TK Santa Anna Girisonta (1995-1997)

    SDN Karanganyar 01 (1997-2003)

    SMP Pangudi Luhur Ambarawa (2003-2006)

    SMA Virgo Fidelis Bawen (2006-2009)

    Universitas Kristen Satya Wacana (2009-2013)

    Pengalaman : Sie. Konsumsi Kepanitiaan Excelent Generation 2011

    Sie. Konsumsi Kepanitiaan National Accounting

    Competition and Seminar (NATIONS) 2012

    Sie. Konsumsi Kepanitiaan Sosialisasi Otoritas Jasa

    Keuangan 2012

    mailto:[email protected]

  • 33