hakekat ahlus sunnah wal jama'ah

Download Hakekat Ahlus Sunnah Wal Jama'Ah

Post on 30-Jul-2015

135 views

Category:

Documents

14 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

seperti apakah hakikat ahlus sunnah wal jamaah? selama ini istilah itu sering diperebutkan seolah setiap kelompok merasa sudah paling nyunnah

TRANSCRIPT

Fathiy Syamsuddin Ramadlan al-Nawiy

MEMAHAMI HAKEKAT AHLU SUNNAH WAL JAMAAH

1

BAB I DEFINISI

MEMAHAMI HAKEKAT AHLU AL-SUNNAH WA AL-JAMAAAH Untuk memahami hakekat ahlu al-sunnah wa al-jamaaah harus diurai terlebih dahulu makna frase ini secara literal. Setelah itu, barulah dilakukan analisa, apakah frase ahlu al-sunnah wa al-jamaah, memiliki makna syariy atau tidak; ataukah ia hanyalah istilah yang digunakan oleh para ulama untuk menunjukkan realitas tertentu; ataukah ada maknamakna lain. Berdasarkan analisa inilah, kita bisa merumuskan definisi ahlu al-sunnah wa al-jamaaah secara jaamian wa maanian; dan di atas definisi ini pula, kita bisa menetapkan siapa yang termasuk ahlu al-sunnah wa aljamaaah, dan siapa yang telah keluar dari gugusan ahlu al-sunnah wa aljamaaah. DEFINISI KATA AHLU Kata Ahlu di Dalam al-Quran Al-Quran menyebut kata al-ahlu di banyak tempat dengan makna beragam. Kata ahlu dengan makna penduduk, penghuni suatu negeri, atau penghuni rumah disebutkan di dalam firman Allah swt;

Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah.[TQS Al Baqarah (2):217]

Dia berkata: "Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat.[TQS An Naml (27): 34]

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya (penghuni rumah).[TQS An Nuur (24):27] Kata al-ahlu kadang-kadang disebutkan dengan makna keluarga. Allah swt berfirman;

2

Tatkala mereka membuka barang-barangnya, mereka menemukan kembali barang-barang (penukaran) mereka, dikembalikan kepada mereka. Mereka berkata: "Wahai ayah kami apa lagi yang kita inginkan. Ini barangbarang kita, dikembalikan kepada kita, dan kami akan dapat memberi makan keluarga kami, dan kami akan dapat memelihara saudara kami, dan kami akan mendapat tambahan sukatan (gandum) seberat beban seekor unta. Itu adalah sukatan yang mudah (bagi raja Mesir)". [TQS Yusuf (12):65]

Dan tidak layak bagi seorang mu'min membunuh seorang mu'min (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja), dan barangsiapa membunuh seorang mu'min karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah...[TQS An Nisaa (4): 92]

Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku, termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadiladilnya."[TQS Huud (11):45] Kata ahlu juga disebut di dalam al-Quran dengan makna isteri. Allah swt berfirman;

Wanita itu berkata: "Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan isterimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih?"[TQS Yusuf (12):25] Kata ahlu juga bermakna kaum yang memiliki keyakinan dan pandangan hidup yang sama. Al-Quran telah menyebut makna semacam ini di banyak tempat, diantaranya adalah;

dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. [TQS Al Insyiqaaq (84):9]

Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir). [TQS Al Insyiqaaq (84):13]

3

Kata ahlu juga dipakai dengan konteks pemilik atau tuan. AlQuran menggunakan kata ahlu dalam konteks semacam ini di dalam surat An Nisaa. Allah swt berfirman;

Dan barangsiapa di antara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu; sebahagian kamu adalah dari sebahagian yang lain, karena itu kawinilah mereka dengan seizin tuan mereka dan berilah maskawin mereka menurut yang patut..[TQS An Nisaa (4): 25] Inilah beberapa pengertian dari kata ahlu yang disebutkan di dalam al-Quran. Dari uraian di atas, dapatlah disimpulkan bahwa al-Quran menggunakan kata ahlu dengan beragam makna, diantaranya adalah penduduk suatu negeri, penghuni suatu tempat (bisa rumah, negara, kota, kuburan, surga, dan lain sebagainya), keluarga, isteri, tuan (majikan), kaum yang menganut atau mengikuti keyakinan dan pandangan yang sama. Makna-makna semacam ini juga disebutkan di dalam hadits-hadits shahih1. Definisi Kata Ahlu Menurut Ahli Bahasa Pada dasarnya, para ahli bahasa Arab menggunakan kata ahlu dengan berbagai makna, sama seperti makna-makna yang ditunjukkan oleh al-Quran. Imam al-Raaziy di dalam Kamus Mukhtaar al-Shihaah menyatakan, al-ahlu : ahlu al-rajuli wa ahlu al-daar (al-ahlu: ahlu al-rajul (isteri) atau penghuni (penduduk) rumah atau negeri). Kadang-kadang disebut dengan al-ahlah. Bentuk jamak dari al-ahlu adalah ahlaat, ahalaat, dan ahaal.2 Di dalam Kitab al-Taaariif disebutkan;

Pengikut hawa nafsu adalah ahli kiblat yang aqidah mereka berbeda dengan aqidah yang dipegang oleh pengikut sunnah (ahlu al-sunnah wa aljamaaah). Mereka adalah Jabariyyah, Qadariyyah, Rawaafidl, Khawarij, Muaththalah, dan Musyabbahah. Masing-masing terpecah menjadi 121

2

Sengaja kami tidak menguraikan agar penjelasannya tidak terlalu panjang lebar. Imam Al-Raaziy, Mukhtaar al-Shihaah, hal. 31

4

kelompok (firqah), hingga jumlah mereka menjadi 72. Frase ahlu al-rajul adalah orang yang berkumpul dengannya; dan mereka memiliki nasab, agama, atau yang lain, semacam pabrik, rumah, dan negeri Adapun makna asal dari ahlu al-rajul adalah orang yang (wanita) berkumpul dengan laki-laki itu, dan mereka tinggal bersama di satu tempat; lalu, setelah itu, menikahlah ia dengannya (wanita). Oleh karena itu, dikatakan ahlu baitihi ; sedangkan yang dimaksud adalah orang yang berkumpul dengannya, dan mereka memiliki nasab (garis keturunan), atau seperti yang telah disebutkan. Jika diungkapkan ahlihi, maka yang dimaksud adalah isterinya. Fulan itu ahli untuk ini dan itu, maknanya adalah khaliiq bihi (dia itu pantas (cocok) dengannya).3 Di dalam Kamus al-Muhiith fi al-Lughah dituturkan;

. . . . . . . . Ahala. Ahlu al-Rajuul : zaujahu (istrinya); al-ta`ahhul : al-tazawwuj (menikah). Orang-orang Arab juga menyebut dengan kata ahlah.....Ahlu al-rajul : akhashsh al-naas bihi (orang-orang yang memiliki hubungan paling khusus dengannya). Jika dikatakan: ahlu al-bait, maka maknanya adalah penghuninya (sukkaanuhu). Ahlu al-Islaam : orang yang memeluk agama Islam. Bentuk jamak dari ahlu adalah ahluun, ahaal, wa ahlaat. Wa makaanu ma`huul wa aahal adalah tempat yang berpenghuni......4 Fairuz Abadiy, di dalam Kamus al-Muhiith menyatakan;

.. Ahlu al-Rajul: asyiratuhu (keluarganya, atau orang yang memiliki hubungan kekerabatan dengannya). Bentuk jamaknya adalah ahluun, ahaal, aahaal, dan ahlaat.Ahlu al-amr : wulatuhu (pemimpinnya), dan ahl al-bait: sukkaanuhu (penghuni rumahnya); ahlu al-madzhab (orang yang menganut madzhab itu); ahlu al-rajul : zaujuhu (isterinya); sebagaimana ahlatihi. Ahlu al-nabiy saw, adalah isteri-isterinya, anak-anak perempuannya, dan kerabatnya (Ali bin Abi Thalib ra) atau isteriisterinya5 Khalil bin Ahmad di dalam Kitab al-Ain menyatakan;

:: : . : . : : . : " " 3 4 5

Imam al-Manaawiy, al-Taaariif, juz 1, hal. 105 Al-Shaahib bin Ibaad, al-Muhiith fi al-Lughah, juz 1, hal. 231 Fairuz Abadiy, al-Qaamus al-Muhiith, juz 3, hal. 53

5

" . : "... : Ahlu al-rajul: zaujuhu (isterinya), dan orang yang memiliki hubungan paling khusus dengannya). Al-ta`ahhulu : al-tazawwuj (pernikahan). Ahlu al-bait: sukkaanuhu (penghuni). Ahlu al-Islaam: orang yang menganut agama Islam. Dari sinilah, dinyatakan; si fulan ahli dalam hal ini atau hal itu. Allah swt berfirman, Huwa ahlu al-taqwa, wa huwa ahlu almaghfirah. Tersebut di dalam kitab tafsir, bahwa Allah Azza wa Jalla adalah Ahlun. Pasalnya, Dia Ahlun (Dzat yang wajib untuk paling) ditaati, dan tidak boleh diselisihi; dan Dia Allah Dzat Yang paling berhak memberikan ampunan bagi orang yang mentaatiNya. Bentuk plural dari ahlu : ahluun, ahlaat, dan al-ahaaliy (jamaknya jamak).....6 Di dalam Kitab Tahdziib al-Lughah dituturkan sebagai berikut;

: : . : : : : ..... Al-Laits berkata, Ahl al-rajul: imra`atuhu (isterinya). Wa al-ta`ahhul : al-tazawwuj (pernikahan). Ahlu al-rajul: orang yang memiliki hubungan paling khusus dengannya. Ahlu al-bait: sukkaanuhu (penghuninya); ahlu al-Islaam: orang yang menganut agama Islam.....Kata ahlu jika dijamakkan menjadi :ahliin, ahlaat, dan al-ahaaliy (penggabungan bentuk jamak)...7 Imam Bukhari di dalam al-Qamus al-Fiqhiy menyatakan, Ahlu alrajul: atbaauhu wa auliyaa`uhu (pengikut-pengikut dan wa