evolusi

7
Nama : Ade Raya Anggriyani NIM : K4313001 Kelas : A GENE FLOW (ALIRAN GEN) Gene flow (aliran gen) adalah pertukaran genetic akibat migrasi individu yang subur atau perpindahan gamet antar populasi. Sebagai contoh suatu populasi yang dekat dengan populasi bunga liar rekaan kita sepenuhnya terdiri dari individu tumbungan berbunga putih (aa). Angin badai mungkin meniup serbuk sari dari populasi aa ke populasi bunga liar kita. Dan frekuensi alel dapat berubah pada generasi berikutnya. Aliran gen cenderung mengurangi perbedaan antara populasi yang telah terakumulasi akibat seleksi alam atau hanyutan genetic. Jika hal itu terjadi cukup luas, aliran gen akhirnya dapat menyatukan populasi yang berdekatan menjadi sebuah populasi tunggal dengan struktur genetic yang sama. Ketika manusia mulai mampumenjelajahi dunia yang bebas, aliran gen tidak diragukan lagi menjadi suatu pengantar perubahan mikroevolusi yang penting dalam populasi yang sebelumnya mungkin sangat terisolir. GENETIC DRIFT (HANYUTAN GENETIC) Genetic drift (hanyutan genetic) Adalah perubahan dalam kumpulan gen suatu populasi kecil akibat kejadian acak. Hanya factor keberuntungan saja yang mengakibatkan hanyutan acak dapat memperbaiki daya adaptasi populasi itu ke lingkunganya. Secara ideal, suatu populasi harus tak terhingga besarnya supaya dapat mengesampingkan hanyutan genetic sepenuhnya sebagai suatu gen evolusi. Meskipun hal itu tidak mungkin, banyak populasi berukuran cukup kecil sehingga memungkinkan terjadinya hanyutan genetic adalah leher botol populasi dan pembentukan koloni baru oleh sejumlah kecil individu. Efek leher botol (penyempitan). Bencana seperti gempa bumi, banjir, dan kebakaran, yang membunuh korban dengan tidak pandang bulu dapat mengurangi ukuran suatu populasi secara drastis. Hasilnya adalah bahwa susunan genetic populasi kecil yang selamat

Upload: ade-raya-anggriyani

Post on 07-Dec-2015

218 views

Category:

Documents


0 download

DESCRIPTION

okeeee

TRANSCRIPT

Page 1: evolusi

Nama : Ade Raya Anggriyani

NIM : K4313001

Kelas : A

GENE FLOW (ALIRAN GEN)

Gene flow (aliran gen) adalah pertukaran genetic akibat migrasi individu yang subur atau perpindahan gamet antar populasi. Sebagai contoh suatu populasi yang dekat dengan populasi bunga liar rekaan kita sepenuhnya terdiri dari individu tumbungan berbunga putih (aa). Angin badai mungkin meniup serbuk sari dari populasi aa ke populasi bunga liar kita. Dan frekuensi alel dapat berubah pada generasi berikutnya.

Aliran gen cenderung mengurangi perbedaan antara populasi yang telah terakumulasi akibat seleksi alam atau hanyutan genetic. Jika hal itu terjadi cukup luas, aliran gen akhirnya dapat menyatukan populasi yang berdekatan menjadi sebuah populasi tunggal dengan struktur genetic yang sama. Ketika manusia mulai mampumenjelajahi dunia yang bebas, aliran gen tidak diragukan lagi menjadi suatu pengantar perubahan mikroevolusi yang penting dalam populasi yang sebelumnya mungkin sangat terisolir.

GENETIC DRIFT (HANYUTAN GENETIC)

Genetic drift (hanyutan genetic) Adalah perubahan dalam kumpulan gen suatu populasi kecil akibat kejadian acak. Hanya factor keberuntungan saja yang mengakibatkan hanyutan acak dapat memperbaiki daya adaptasi populasi itu ke lingkunganya.

Secara ideal, suatu populasi harus tak terhingga besarnya supaya dapat mengesampingkan hanyutan genetic sepenuhnya sebagai suatu gen evolusi. Meskipun hal itu tidak mungkin, banyak populasi berukuran cukup kecil sehingga memungkinkan terjadinya hanyutan genetic adalah leher botol populasi dan pembentukan koloni baru oleh sejumlah kecil individu.

Efek leher botol (penyempitan). Bencana seperti gempa bumi, banjir, dan kebakaran, yang membunuh korban dengan tidak pandang bulu dapat mengurangi ukuran suatu populasi secara drastis. Hasilnya adalah bahwa susunan genetic populasi kecil yang selamat dari bencana itu tidak mungkin lagi berupa perwakilan susunan populasi semula suatu situasi yang dikenal sebagai efek leher botol. Secara kebetulan, alel-alel tertentu akan terwakili dan beberapa alel kemungkinan bahkan hilang sama sekali. hanyutan genetic dapat terus menerus mempengaruhi populasi selama beberapa generasi, sampai populasi itu suatu saat cukup besar sehingga kemungkinan terjadinya kesalah pengambilan sampel menjadi tidak bermakna lagi.

Page 2: evolusi

SISTEM KLASIFIKASI TERBARU

Klasifikasi 6 kingdom (menurut Thomas Cavalier-Smith tahun 2004)

Seorang ilmuwan Thomas Cavalier-Smith mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 6 Kingdom juga, namun dengan memisahkan Eukaryota dari Protista yang bersifat autotrof menjadi Kingdom baru, yaitu Chromista. 6 Kingdom menurut Klasifikasi Cavalier-Smith:

a. Bacteriab. Protozoac. Chromistad. Fungie. Plantaef. Animalia

Walaupun sekarang Indonesia sedang berusaha mengadaptasikan klasifikasi Domain, namun klasifikasi menurut ketentuan terakhir (yang terbaru) adalah klasifikasi Cavalier-Smith ini.

KEHIDUPAN DI BERBAGAI ERA GEOLOGI

Geologi merupakan ilmu yang membahas perkembangan bumi mulai dari terbentuknya hingga kini. Skala waktu geologi digunakan oleh para ahli geologi dan ilmuwan untuk menjelaskan waktu dan hubungan antar peristiwa yang terjadi sepanjang sejarah Bumi. Bumi diperkirakan berumur 4,6 miliar tahun. Sedangkan, waktu terawal dari pembentukan kehidupan diperkirakan muncul dibumi sekitar 4 miliar tahun yang lalu . Namun kapan kehidupan mulai ada, tidak diketahui secara pasti. Perkembangan yang terjadi di bumi meliputi perkembangan pembentukan batuan perkembangan tektonik perkembangan biotik perkembangan unsur ekonomis.

Ilmuwan dari Scripps Institution of Oceanography di San Diego, California, melaporkan pada November, 1996 dalam jurnal Nature bahwa komposisi karbon batuan kuno dari sebuah pulau di sekitar Greenland mengindikasikan bahwa proses kehidupan bermula sekitar 3,8 miliar tahun yang lalu. Batuan kuno dekat greenland dipercayai tidak lebih tua dibandingkan dengan Formasi Batuan Greenland, yang dikenal dengan nama Formasi Isua, terdiri dari batuan sedimen tertua yang terdekomposisi oleh air.

Bukti langsung pertama adanya kehidupan di bumi yaitu adanya penemuan fosil tertua, yang berasal dari 3,55 miliar tahun yang lalu. Fosil ini terdiri dari bagian mikroskopis, bagian dinding selnya terdegradasi menyatu berbentuk silindris atau elips. Garis luar dinding sel ini terawetkan pada batuan dalam bentuk lembaran tipis kaya akan karbon. Jadi, bukti fosil menunjukkan bahwa kehidupan berawal sekitar 3,8 miliar hingga 3,55 miliar tahun yang lalu.

Bukti geologi membuktikan bahwa bentuk terawal dari kehidupan pasti berkembang pertama-tama tanpa adanya molekul oksigen di atmosfer. Sedikit sekali jejak oksigen bebas di atmosfer 4 miliar tahun lalu. Bukti tentang kekurangan oksigen ini berada dalam batuan sedimen, seperti pasir, lempung, dan chert yang terpendam dalam samudera di awal terbentuknya benua, yang sekarang berada di wilayah Australia, Afrika Selatan, Utara Kanada, dan Greenland.

Page 3: evolusi

Waktu geologi bumi disusun menjadi beberapa unit menurut peristiwa yang terjadi pada tiap periode. Masing-masing zaman pada skala waktu biasanya ditandai dengan peristiwa besar geologi atau paleontologi, seperti kepunahan massal. Dari data yang dihimpun oleh ahli paleontologi maka dapat ditelusuri dan diperkirakan kehidupan dengan berdasarkan waktu geologi. Pembagian waktu geologi yang lengkap adalah sebagai berikut :

1. Era Pre KambrianPrekambrian dianggap sebagai zaman tertua dan terpanjang dalam sejarah Bumi.

Bumi masih merupakan bentukan baru yang keras, plate tektonik belum terbentuk meski segresi magma telah ada. Diperkirakan kehidupan terjadi di akhir masa prekambrian, yaitu terjadi sekitar 3000 juta tahun lalu. Data yang diperoleh saat era ini masih merupakan dugaan, karena pada masa itu jumlah organisme masih sangat sedikit, sehingga fosil tidak mungkin dijumpai pada lapisan tanah. Habitat yang mungkin ada adalah air. Sehingga diperkirakan bahwa muka bumi masih dihuni oleh prokariot dan organisme bersel satu, terutama ganggang biru, yang kemudian diikuti oleh lumut kerak dan lumut yang menghuni sekitar pantai. Suhu permukaan bumipun diperkirakan masih jauh lebih panas dan oksigen mungkin meliputi hanya sekitar 10% dari apa yang ada sekarang.

2. Era PaleosoikTerjadi 600 ± 50 juta tahun yang lalu. Saat era ini iklimnya panas dan lembab.

Kehidupan di darat didominasi rawa-rawa, hewan yang ada adalah kelompok reptilia pertama, selanjutnya siput, di dominasi oleh amphibian, serangga, laba-laba, kalajengking. Sedangkan jenis tanaman yang diperkirakan ada adalah paku berbiji, Lycopsida, Spenopsida, Bryopyta, dan Gymnospermae. Kehidupan di air dijumpai ikan, hiu, Mollusca air, Crustacea, Echinodermata, Porifera, Annelida, Tunicata, Cnidaria. Hal ini berarti bahwa ekosistem yang ada baru terdapat sekitar 480 juta tahun yang lalu. Era paleosoik dipelajari menurut enam zaman yaitu, Kambria, Ordovisi, Silur, Devon, Karbon, dan Perm.

a. KambrianPada zaman ini ditandai dengan adanya endapan yang mengandung jasad fosil

yang telah mencapai tingkat tinggi, bila dibandingkan dengan yang dijumpai pada era Prakrambian. Semua masih hidup terbatas pada air laut, terutama jasad samudera.

b. OrdovisiPada zaman kondisi muka laut lebih tinggi daripada pada saat kambrian, yang

memungkinkan terjadinya bertambahnya jumlah dan keanekargaman fauna laut. Dan juga pada zaman ini oksigen makin bertambah.

c. SilurPada zaman Silur, penyebaran fauna lebih luas dibandingkan dengan zaman

sebelumnya. Banyak kelompok binatang baru yang muncul dalam zaman Silur. Diantaranya adalah vetebrata. Grapalit adalah ciri fosil penunjuk pada zaman Silur dan merupakan kumpulan bintang kecil yang disebut Robdosoma. Ada banyak fosil tumbuhan darat yang berasal dari zaman ini, serta juga echinoderma yang membatu seperti bakung laut, arthropoda seperti kalajengking laut, aneka spesies ikan tak berahang dan ikan berkulit keras, serta juga beberapa spesies laba-laba.

Page 4: evolusi

d. DevonZaman ini bercirikan munculnya tumbuh-tumbuhan darat dan binatang bertulang

belakang. Dilaut dijumpai perkembangan luas kelompok kelompok binatang yang tidak bertulang berlakang.

e. KarbonZaman ini ditandai dengan timbulnya sejarah besar karbon bebas di berbagai

bagian dunia. Karbon beperan penting menjadi pentujuk keadaan cuaca atau iklim. Pada zaman Karbon ini terjadi pembentukan pegunungan; hal inilah yang menyebabkan zaman Karbon dapat dikenal dengan nyata. Terjadinya batu bara sangat erat hubungannya dengan pembentukan pegunungan. Tempat di pinggiran benua yang semula laut berubah menjadi rawa dan di rawa tersebut terjadi pertumbuhan golongan-golongan tumbuhan rawa. Tumbuhan makin banyak dan mulai menyesuaikan dengan tempatnya.

f. PermPada zaman ini batuannya menunjukkan tipe endapan laut tropis, banyak terumbu,

pada terumbu tersebut banyak tumbuh jenis foram besar dari jenis Fusulina. Golongan Fusulina berkembang pesat dan punah pada akhir Perm. Akhir Perm ditandai dengan kepunahan massal.

3. Era MesosoikBerada 230 ± 10 juta tahun yang lalu. Iklimnya kering. Hewan air yang

diperkirakan ada adalah ikan bertulang rawan, ikan bertulang keras dominan. Saat era ini terjadi pemisahan Amerika selatan dan Afrika. Kehidupan darat adalah dinosaurus pertama, mamalia pertama, kadal, Archeopteryx, serangga dominan, kura-kura, buaya thecodonta, therapsida. Jenis tanaman darat adalah Angiospermae pertama, Cycas, Gynko, dan Conifera. Pada zaman pertengahan ini, reptil besar berkembang dan menyebar ke seluruh dunia sehingga pada zaman ini sering pula disebut sebagai zaman reptil. Bumi pada zaman Mesozoikum ditandai dengan terbentuknya benua-benua. Di akhir era Mesosoik, lebih dari 99% spesies punah, termasuk dinosaurus.

4. Era SenozoikEra ini berada 63 ± 2 juta tahun yang lalu. Di kehidupan darat diperkirakan ada

kelompok hewan primate yaitu Homonidae dan Pongidae serta monyet dan kerabatnya serta burung. Pada era ini diperkirakan pula terjadi evolusi kebudayaan manusia pertama. Ekosistem air semakin stabil dengan ditunjukkan semua kehidupan di air ada. Tumbuhan darat sejenis Angiospermae dan tanaman berbatang basah.

DAFTAR PUSTAKA

Dahler, F. dan Julius Chandra. 1976. Asal dan Tujuan Manusia. Yogyakarta: Kanisius

http:///Geologi Sejarah dan Pembagian zaman « Earlfhamfa's Blog.htm (diakses tanggal 13 September 2015)

http:///kehidupan di berbagai era geologi.htm (diakses tanggal 13 September 2015)

http:/// Skala_waktu_geologi.htm (diakses tanggal 13 September 2015)

Widodo, H, dkk. 2003. Bahan Ajar Evolusi. Malang: Depertemen Pendidikan Nasional