ekstrak polifenol

Download ekstrak polifenol

Post on 24-Jun-2015

1.448 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>SKRIPSI</p> <p>POTENSI IMUNOMODULATOR BUBUK KAKAO BEBAS LEMAK SEBAGAI PRODUK SUBSTANDAR SECARA IN VITRO PADA SEL LIMFOSIT MANUSIA</p> <p>Oleh</p> <p>SYARIFAH ZARINA ZAIRISMAN F24102113</p> <p>2006 FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR</p> <p>2</p> <p>POTENSI IMUNOMODULATOR BUBUK KAKAO BEBAS LEMAK SEBAGAI PRODUK SUBSTANDAR SECARA IN VITRO PADA SEL LIMFOSIT MANUSIA</p> <p>SKRIPSI Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknologi Pertanian Pada Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor</p> <p>Oleh</p> <p>SYARIFAH ZARINA ZAIRISMAN F24102113</p> <p>2006 FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR</p> <p>3</p> <p>FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR POTENSI IMUNOMODULATOR BUBUK KAKAO BEBAS LEMAK SEBAGAI PRODUK SUBSTANDAR SECARA IN VITRO PADA SEL LIMFOSIT MANUSIA</p> <p>SKRIPSI Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknologi Pertanian Pada Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor Oleh SYARIFAH ZARINA ZAIRISMAN F24102113 Dilahirkan di Bogor tanggal 18 Desember 1984 Tanggal lulus 29 Juni 2006</p> <p>Menyetujui, Bogor, Juli 2006</p> <p>drh. Bambang Pontjo P., MS, P.hD Dosen Pembimbing II</p> <p>Prof. Dr. Ir. Fransiska R. Zakaria, MSc Dosen Pembimbing I</p> <p>Mengetahui,</p> <p>Dr. Ir. Dahrul Syah, Msi Ketua Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan</p> <p>4</p> <p>SYARIFAH ZARINA ZAIRISMAN. F24102113. Potensi Imunomodulator Ekstrak Bubuk Kakao Bebas Lemak sebagai Produk Substandar secara in vitro pada Sel Limfosit Manusia. Dibawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Fransiska Zakaria, MSc dan drh. Bambang Pontjo Priosoeryanto, MS, P.hD. (2006) ABSTRAK Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia, namun belum dikaji potensinya secara maksimal. Berdasarkan penelitian terdahulu, kakao diketahui memiliki kandungan polifenol yang tinggi sehingga berpotensi sebagai antioksidan yang baik. Dari fakta ini, diduga terdapat pula potensi bubuk kakao sebagai imunomodulator yang ditandai dengan responnya terhadap proliferasi limfosit pada darah manusia. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari potensi imunomodulator ekstrak bubuk kakao secara in vitro terhadap proliferasi sel limfosit, sehingga dapat diketahui potensi bubuk kakao sebagai pangan yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Penelitian dilakukan dengan melakukan ekstraksi terhadap 10 jenis bubuk kakao yang dipilih berdasarkan jenis spesies kakao, tingkat kematangan buah kakao, serta kakao yang terkena serangan hama pada beberapa tingkat serangan. Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan pelarut air pada konsentrasi 0,08 g/ml, untuk kemudian dilakukan pengenceran bertingkat untuk memperoleh tiga tingkatan konsentrasi yang akan diujikan secara in vitro. Ketiga konsentrasi tersebut adalah 1,66 mg/ml (C1), 6,64 mg/ml (C2), dan 13,28 mg/ml (C3). Konsentrasi C1 ditentukan berdasarkan konsumsi normal minuman bubuk kakao sehari-hari bila masuk ke dalam 6 liter darah di tubuh manusia. Sementara itu dua konsentrasi lainnya merupakan peningkatan konsentrasi untuk mengetahui signifikansi peningkatan konsentrasi terhadap respon proliferatif sel limfosit. Dari kesepuluh jenis ekstrak bubuk kakao yang diperoleh dilakukan juga analisis kandungan total polifenol. Teknik in vitro dilakukan dengan mengisolasi sel limfosit manusia dari darah manusia dewasa yang sehat, kemudian dikultur dengan kesepuluh ekstrak tersebut dan diinkubasi selama 72 jam pada suhu 37oC dengan kondisi atmosfer mengandung CO2 5%, O2 95% dan RH 96%. Untuk kontrol, sumur hanya berisi media dan sel, sedangkan untuk kontrol positif ditambahkan larutan LPS (5g/ml). Selanjutnya pengujian proliferasi limfosit dilakukan dengan metode MTT dan biru trifan. Metode MTT memberikan hasil pengukuran absorbansi yang linear terhadap jumlah sel hidup di dalam kultur. Penentuan respon proliferatif sel limfosit dilihat dari nilai absorbansi yang dihasilkan akibat penambahan ekstrak bubuk kakao dibandingkan dengan kontrol. Metode biru trifan digunakan untuk menghitung jumlah sel limfosit yang mati menggunakan hemasitometer dengan bantuan mikroskop, sehingga dapat diketahui viabilitas sel. Hasil analisis metode MTT menunjukkan bahwa penambahan ekstrak bubuk kakao terhadap kultur memberikan pengaruh yang nyata terhadap nilai absorbansi kultur, begitupula dengan peningkatan konsentrasi ekstrak sampel (p</p>

Recommended

View more >