prosiding seminar nasional rekayasa dan desain itenas 2017

21

Upload: khangminh22

Post on 27-Apr-2023

0 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

PROSIDING SEMINAR NASIONALREKAYASA DAN DESAIN ITENAS 2017

Tema:Peranan Rekayasa dan Desain dalam Percepatan

Pembangunan Nasional Berkelanjutan

5 – 6 Desember 2017Institut Teknologi Nasional Bandung (ITENAS),

Jalan PKH Mustapha No. 23 Bandung 40124, Indonesia

PROSIDING SEMINAR NASIONAL REKAYASA DAN DESAIN ITENAS 2017

TEMA:Peranan Rekayasa dan Desain dalam Percepatan Pembangunan Nasional Berkelanjutan

TIM REVIEWERProf. Meilinda NurbanasariDr. Imam AschuriDr. Dewi Kania SariDr. Nurtati SoewarnoDr. Dwi PrasetyantoTaufan Hidjaz M. DsDr. Andry Masri

TIM EDITORDr. Tarsisius KristyadiAgus WardanaDr. Sony DarmawanDr. JamaludinAnwar Sukiman, M.DsDr. Maya Ramadianti

ISBN : Cetakan Pertama : Pertama., Desember 2017

Penerbit: Penerbit Itenas

Alamat Redaksi: Jl. PKH. Mustapha No.23, Bandung 40124 Telp.: +62 22 7272215, Fax.: +62 22 7202892 Email: [email protected]

Hak Cipta dilindungi UndangοΏ½Undang Dilarang mengutip dan memperbanyak isi buku ini dalam bentuk dan cara apapun tanpa izin tertulis dari penerbit.

Seminar Nasional Rekayasa dan Desain Itenas 2017 - i

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunianya sehingga buku Proceeding Seminar Nasional Rekayasa dan Desain Itenas 2017. Proceeding ini mengambil tema Peranan Rekayasa dan Desain dalam Percepatan Pembangunan Nasional Berkelanjutan. Buku Proceeding ini terdiri dari beberapa bagian yang masing-masing bagian memuat fokus tema. Fokus-fokus tersebut yaitu :

1. Seminar Nasional Bidang Arsitektur : re thinking in Sustainable Design2. Seminar Nasional Bidang Geodesi : State of the Art Industri Geomatika di Indonesia II3. Seminar Nasional Bidang teknik Lingkungan : Rekayasa dan Manajemen Lingkungan

berkelanjutan II4. Seminar Nasional Bidang Teknik Kimia:Seminar Tjipto Utomo Pemanfaatan Sumber

Daya Alam Untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Proses Nasional5. Seminar Nasional Bidang Teknik Industri6. Seminar Nasional Bidang Teknik Desain: Seminar Desain dalm Industri Kreatif7. Seminar bidang Elektro dan Informatika

Kami berharap dengan adanya kumpulan paper-paper yang ada dalam proceeding ini dapat memperluas wawasan mengenai ilmu pengetahuan rekayasa dan desain untuk pembangunan berkelanjutan. Ucapan terima kasih kami haturkan untuk semua pihak yang telah membantu penerbitan Proceeding ini.

Bandung, 6 Desember 2017Hormat Kami

Ketua Editor

Seminar Nasional Rekayasa dan Desain Itenas 2017 - ii

DAFTAR ISI

Kata Pengantar

Daftar Isi

Seminar Nasional Bidang Teknik Geodesi: State of the Art Industri Geomatika di Indonesia II

01. Identifikasi Kerapatan Mangrove Di Muara Sungai Ciasem Menggunakan Data Citra Satelit Landsat Multitemporal oleh Rika Hernawati, Dian Noor Handiani, Soni Darmawan, dan Amalia Vina Dita

1

02. Pembangunan Geodatabase Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 5/PRT/M/2008, Studi Kasus: Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon oleh Indrianawati dan Sumarno

8

03. Kajian Spasial Perubahan Garis Pantai, Penyebab, dan Dampaknya Terhadap Sosial-Ekonomi Masyarakat di Pesisir Subang oleh Dian N. Handiani, S. Darmawan, Y.D. Aditya, M. F. Suryahadi, dan R. Hernawati

16

04. Pemodelan Permukaan Digital Survei Geofisika Udara Menggunakan Metode Geostatistika untuk Ekplorasi Mineral oleh Hary Nugroho

23

Seminar Nasional Bidang Teknik Desain: Seminar Desain dalm Industri Kreatif

01. Optimalisasi Presentasi Mahasiswa Desain Interior Dengan Metode Storyboard oleh Edwin Widia

1

02. Inovasi Desain Furnitur Murah Untuk Pasar Mahasiswa Dengan Konsep Flatpack oleh Andika Dwicahyo Aribowo

8

03. Desain Elemen Interior Ruang dari Limbah Plastik dengan Pendeketan Eksplorasi 3R (Reduce-Reuse-Recycle) oleh Iyus Kusnaedi

19

04. Peningkatan Kualitas Lingkungan di IKM Alas Kaki Melalui Perancangan Tata Ruang dan Perbaikan Alat Bantu Produksi Dengan Konsep Bengkel Sehat oleh Boyke Arief Taufik Firdaus, Muhamad Arif Waskito

26

05. Potensi Bambu untuk Pengembangan Armatur Lampu dari Produk Budaya Lokal oleh Bambang Arief Ruby RZ

34

06. Makna Penerapan Elemen Pembentukan Interior sebagai Konsep Tanda pada Rancang Interior Tematis Mal Boemi Kedaton di Lampung oleh Novrizal Primayudha

41

07. Revitalisasi Tatanen Huma Sunda melalui Penerapan Iptek Aero-hidroponik pada Desain Produk Pertanian Kawasan Desa Hutan oleh Edi Setiadi Putra

47

08. Kajian Fenomenologi Mengenai Perbedaan Persepsi Tentang Kata Pribumi atau Penghuni. Studi Kasus : Spanduk Informasi Dilarang Parkir oleh Sri Retnoningsih, Asep Ramdhan, Inko Sakti Dewanto

58

Seminar Nasional Rekayasa dan Desain Itenas 2017 - iii

Seminar Nasional Bidang Teknik Lingkungan: Rekayasa dan Manajemen Lingkungan Berkelanjutan

01. Kajian Kualitas Air Sungai Cikijing Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat pada Dua Musim yang Berbeda oleh Chrysantiena Lovia Darsita, Eka Wardhani, dan Lina Apriyanti Sulistyowati

1

02. Analisis Potensi Air Baku di Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi oleh Eka Wardhani dan Lina Apriyanti Sulistyowati

12

03. Analisis Kualitas Air Waduk Saguling untuk Memenuhi Kebutuhan Air di Kota Bandung oleh Hasniayati Arey, Eka Wardhani dan Fatimah Dinan Qonita

24

04. Analisis Kualitas Air Waduk Cirata Provinsi Jawa Barat oleh Ilma Prasiwi, Eka Wardhani dan Fatimah Dinan Qonita

31

05. Analisis Kualitas Air Sungai Cilaki sebagai Sumber Air Baku untuk PDAM Kota Bandung oleh Muhammad Syarief Riayatulloh, Eka Wardhani, Kancitra Pharmawati

42

06. Kajian Daya Tampung Tiga Sungai di Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat oleh Lina Apriyanti Sulistiowati, Eka Wardhani, Zulfa Amala, Rhesti Oktaria Putri, Annisa Ulfa Zakiyyah

53

07. Analisis Kualitas Udara Ambien di Kota Cimahi Provinsi Jawa Barat oleh Lina Apriyanti Sulistiowati dan Eka Wardhani

63

08. Analisis Kualitas Air Sungai Cintanduy sebagai Air Baku Air Minum Tiga Kecamatan di Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah oleh Ratna Mutia Sari, Eka Wardhani dan Lina Apriyana Sulistyowati

73

09. Pengurangan Sampah Kota Bandung Melalui Peningkatan Pengelolaan Bank Sampah Resik PD Kebersihan Kota Bandung oleh Baiq Mardhiyanti Kusuma Dewi, Siti Ainun, Iwan Juwana

85

Seminar Nasional Bidang Teknik Kimia: Seminar Tjipto Utomo Pemanfaatan Sumber Daya Alam Untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Proses Nasional

01. Kajian Pengaruh Ukuran Zeolit Alam Modifikasi (ZAM) pada Pemurnian Etanol-Air Fuel Grade Melalui Proses Dehidrasi Secara Uap dan Cair oleh Ronny Kurniawan1, Reski Purwanda1, Nurkhatimah Utami,1 dan Yulianti Pratama

1

02. Penyisihan Kandungan Natural Orgaik Matter Bendungan Jatiluhur Menggunakan MembraneUltrafiltrasi oleh Jono Suhartono, Carlina Noersalim, Stephani Diandra R., Yarra Yulia P.

12

Seminar Nasional Bidang Arsitektur: re-Thinking in Sustainable Design

01. Rancang Bangun Elemen Taman Kota Sebagai Bagian dari Ekonomi Kreatif Subsektor Arsitektur Dalam Peningkatan Citra Kawasan Kota; Studi Kasus: Taman Balaikota Bandung; Taman Sejarah, Taman Merpati, Taman Badak dan Taman Dewi Sartika oleh Irfan Sabarilah Hasim, Eggi Septianto, Saryanto

1

02. Kriteria Konektifitas dalam Sustainable Site Studi Kasus: Ruang Terbuka Publik Kampus Itenas Bandung oleh Dwi Kustianingrum, Eka Virdianti dan Dian Duhita

8

03. Efisiensi Desain Sirkulasi Ruang Dalam pada Bangunan Pasar Pasar Vertikal di Kota Bandung; Studi kasus: Pasar Cihaurgeulis oleh Reza Phalevi Sihombing, Novan Prayoga

16

04. Strategi Green Building Untuk Optimalisasi Penghematan Energi Operasional Bangunan Pada Rancangan Gedung Kantor Pengelola Bendungan Sei Gong - Batam oleh Erwin Yuniar R. dan

22

USER
Highlight

Seminar Nasional Rekayasa dan Desain Itenas 2017 - iv

Nur Laela Latifah

05. Strategi Green Design untuk Optimalisasi Penerapan Prinsip Konektivitas Sustainable Design; Studi Kasus: Koridor Braga, Bandung oleh Nurtati Soewarno, Taufan Hidjaz, dan Eka Virdianti

29

06. Bambu Siam Sebagai Material dalam Rancangan Bentuk Organik beserta Uji Kekuatannya oleh Ardhiana Muhsin, Sofyan Triana

37

Seminar Nasional Bidang Teknik Elektro

01. Prototipe Sistem Monitoring Pergerakan Sudut Tekuk Lutut Dinamis Berbasis Sensor Inertial Measurement Unit oleh Hendi H. Rachmat dan Teguh Perkasa

1

02. Rancangan Awal Pemantauan Kelembaban dengan SCADA secara Nirkabel oleh Waluyo, Nandang Taryana, Andre Widura, Hendi Handian Rachmat

7

03. Perancangan dan Realisasi Sistem Akuisisi Data pada Perangkat Multi Channel Data Loggeroleh Febrian Hadiatna dan Ratna Susana

11

Seminar Nasional Bidang Teknik Industri

01. Analisis Pengembangan Sub-Sektor Industri Kreatif Unggulan di Kabupaten Purwakarta oleh Melati Kurniawati dan Edi Susanto

1

02. Pemodelan Simulasi Hardware In Loop Proses Perebusan Akhir Tahu oleh Fajar Azhari Julian, Rispianda, Fahmi Arif, Cahyadi Nugraha

8

03. Rancangan Blueprint Prototype Alat Panggang Kue Balok yang Ergonomis Menggunakan Liquefied Petroleum (LPG) oleh Dwi Novirani, Hari Adianto, Febrian Giovani

15

04. Model Sistem Pengendalian Persediaan Pada Multi Eselon Multi Indenture Dengan Kriteria Minimasi Ekspektasi Backorder oleh Fifi Herni Mustofa, Yanti Helianty dan Abu Bakar

24

05. Pemodelan dan Simulasi Berbasis Agen Pada Aktivitas Knowledge Transfer antar Asisten Laboratorium: Peran Kesuksesan Knowledge Transfer terhadap Inovasi oleh Fadillah Ramadhan, Rispianda, dan Yoanita Yuniati

31

06. Rancangan Lean Manufacturing System Dalam Meningkatkan Efisiensi Kerja Di Perusahaan Komponen Otomotif (Studi Kasus Di PT. KI Plant Subang) oleh Edi Susanto, Arief Irfan Syah

38

07. Identifikasi Persiapan Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 PT. Armada Pembangunan oleh Yanti Helianty, Abu Bakar, Yoanita Yuniati

46

08. Pengaruh Kecukupan Tidur dan Jam Kerja Terhadap Respon Fisiologis Pada Fase Alarm, Resisten dan Kelelahan Saat Mengemudi Format oleh Caecilia Sri Wahyuning dan Lauditta Irianti

54

09. Rancangan Model Penilaian Produk Unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah oleh Hendang Setyo Rukmi, Fadhilah Ramadhan

61

10. Usulan Perbaikan Sistem Praktikum di Perguruan Tinggi X Berdasarkan Tingkat Beban Kerja dan Stres Mahasiswa oleh Lauditta Irianti , Asterina Febrianti, Toga Agatha

69

11. Perhitungan Harga Pokok Produksi Rancangan Produk Dispenser Makanan dan Minuman Hewan Peliharaan oleh Arie Desrianty, Gita Permata Liansari, Ratna Puspitaningsih

75

SEMINAR NASIONAL REKAYASA & DESAIN ITENAS 2017

Seminar Nasional Bidang Teknik Lingkungan:

Rekasaya dan Manajemen Lingkungan

Berkelanjutan II

Teknik Lingkungan | 1

Kajian Kualitas Air Sungai Cikijing Kabupaten Sumedang Provinsi

Jawa Barat pada Dua Musim yang Berbeda

Chrysantiena Lovia Darsita*, Eka Wardhani, dan Lina Apriyanti Sulistyowati

Jurusan Teknik Lingkungan Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung

Jalan PHH Mustofa No 23 Bandung 40124

E-mail: [email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran kualitas air Sungai Cikijing yang berada Kabupaten

Sumedang pada dua musim yang berbeda. Pengujian kualitas air sungai dilakukan pada Tanggal 7 Agustus

2017 di lima lokasi yang berada di saluran domestik yang masuk ke Sungai Cikijing, Sungai Cikijing Hulu,

Sungai Cikijing Tengah, Sungai Cikijing Hilir dan Sungai Cimande Hilir. Parameter yang diuji sebanyak 26

parameter yang terdiri dari 2 parameter Fisika, 22 parameter Kimia, dan 2 parameter mikrobiologi. Seluruh

kualitas air yang dipantau dibandingkan dengan baku mutu berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82

Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air untuk kelas II yaitu

prasaran/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, pertanaman, dan peruntukkan lain

dengan syarat kualitas yang sama. Kesimpulan yang dapat di tarik dari penelitian ini yaitu parameter yang

tidak memenuhi baku mutu di lima titik sampling yaitu: TSS, TDS, BOD, COD, Total Fospat sebagai P, Nitrat,

Klorin Bebas, Belerang, Minyak dan Lemak, Detergen MBAS, serta Fenol. Hal tersebut menunjukkan bahwa

Sungai Cikijing dan Sungai Cimande telah telah tercemar baik oleh limbah domestic maupun industri. Indek

pencemaran Sungai Cikijing termasuk katagori tercemar berat pada musim kemarau sedangkan musim hujan

indeks pencemaran cenderung lebih baik karena terjadi peningkatan debit yang menyebabkan pengenceran

konsentrasi pencemar.

Kata Kunci: Cikijing, Cimande, Sumedang, Indeks Kualitas Air

1. Pendahuluan

Sungai sangat berhubungan dengan karakteristik yang dimiliki oleh lingkungan yang ada di sekitarnya. Sungai

sebagai suatu ekosistem, tersusun dari komponen biotik dan abiotik, setiap komponen tersebut membentuk

suatu jalinan fungsional yang saling memengaruhi. Sungai berperan penting dalam daur Hidrologi dan

berfungsi untuk memenuhi kebutuhan hidup bagi organisme atau populasi yang ada di daerah sekitarnya.

Sungai adalah alur atau wadah air alami dan/atau buatan berupa jaringan pengaliran air beserta air di dalamnya,

mulai dari hulu sampai muara, dengan dibatasi kanan dan kiri oleh garis sempadan (Asdak.,1995).

Sungai Cikijing berhulu di Kecamatan Jatiroke Kabupaten Sumedang merupakan bagian dari Sungai Citarik

yang merupakan anak Sungai Citarum. Sub DAS Cikijing mengalami tekanan lingkungan yang sangar berat

dari sektor industry, domestik, dan pertanian yang mengakibatkan menurunnya kualitas maupun kuantitas air

sungai. Kondisi Sungai Cikijing sudah tercemar industri tekstil yang ada di sekitar Sub DAS tersebut sehingga

menyebabkan pencemaran air, limbah yang masuk ke sungai Cikijing sudah melebihi daya tampung sungai

(DLH Provinsi Jawa Barat., 2017)

Maksud dilaksanakannya kajian ini adalah mendapatkan gambaran kualitas air Sungai Cikijing yang berada

Kabupaten Sumedang. Tujuan dilaksanakannya kajian ini adalah: diketahuinya kualitas air Sungai Cikijing

pada dua musim yang berbeda serta Indeks Pencemar (IP) di sungai tersebut. Ruang lingkup penelitian terdiri

dari lingkup lokasi dan lingkup kegiatan. Lingkup lokasi di laksanakan di Sungai Cikijing dan Cimande yang

Teknik Lingkungan | 2

berada di Kabupaten Sumedang meliputi 2 Kecamatan yaitu Kecamatan Cimanggung dan Kecamatan

Jatinangor, serta Kecamatan Rancaekek yang termasuk wilayah Kabupaten Bandung. Lingkup materi yaitu

melakukan survey kualitas air, perhitungan indeks pencemar serta perhitungan konstribusi sumber pencemar

terhadap indeks pencemar di Sungai Cikijing. Hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan informasi yang

berguna bagi masyarakat, dan acuan bagi pemerintah dalam melakukan pengendalian pencemaran air di

lingkungan Kabupaten Sumedang.

2. Metode Penelitian

Pengujian kualitas air sungai dilakukan pada Tanggal 7 Agustus 2017 dengan lima lokasi titik sampling sungai

yang ada di sekitar lokasi kegiatan antara lain: Saluran Domestik yang masuk ke Sungai Cikijing, Sungai

Cikijing Hulu, Sungai Cikijing Tengah, Sungai Cikijing Hilir dan Sungai Cimande Hilir. Peta lokasi sampling

disajikan pada Gambar 1.

Gambar 1. Lokasi Titik Sampling

Parameter yang diuji sebanyak 26 parameter yang terdiri dari 2 parameter Fisika, 22 parameter Kimia, dan 2

parameter mikrobiologi. Tabel 2 menjabarkan secara rinci metode yang dipergunakan untuk menganalisis

kualitas air sungai di Sungai Cikijing. Seluruh kualitas air yang dipantau dibandingkan dengan baku mutu

berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian

Pencemaran Air untuk kelas II yaitu prasaran/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan,

pertanaman, dan peruntukkan lain dengan syarat kualitas yang sama.

Tabel 2. Parameter dan Metode Pengujian Kualitas Air Sungai Cikijing

No Parameter Satuan Metode

FISIKA

1 Padatan Terlarut Total (TDS) mg/L SNI 06-6989.27-2005

2 Padatan Tersuspensi Total (TSS) mg/L SNI 06-6989.3-2004

KIMIA

1 pH - SNI 06-6989.11-2004

2 BOD5 mg/L SNI 6989.72:2009

Teknik Lingkungan | 3

No Parameter Satuan Metode

3 COD mg/L SNI 6989.2:2009

4 Total Fosfat Sebagai P mg/L APHA 4500 P-D-2012

5 Nitrat (NO3-N) mg/L SNI 6989.79:2011

6 Arsen (As)* mg/L APHA 3114-C-2012

7 Kobal (Co)* mg/L SNI 6989.68:2009

8 Boron (B)* mg/L US EPA Methode No 200.7-2001

9 Selenium (Se)* mg/L APHA 3114-C-2012

10 Kadmium (Cd)* mg/L SNI 6989.16:2009

11 Krom Heksavalen (Cr6+) mg/L SNI 6989.71:2009

12 Tembaga (Cu)* mg/L SNI 6989.6:2009

13 Timbal (Pb)* mg/L SNI 6989.8:2009

14 Air Raksa (Hg)* mg/L SNI 6989.78:2009

15 Seng (Zn)* mg/L SNI 6989.7:2009

16 Sianida (CN-) mg/L SNI 689.77-2011

17 Nitrit (NOβ‚‚ -N) mg/L SNI 06-6989.9-2004

18 Klorin Bebas (Cl2) mg/L Colometri

19 Belerang Bebas (Hβ‚‚ S) mg/L SNI 6989.70:2009

20 Minyak dan Lemak mg/L SNI 6989.10:2011

21 Detergen (MBAS) mg/L SNI 06-6989.51-2005

22 Fenol mg/L SNI 06-6989.21-2004

MIKROBIOLOGI

1 Fecal Coliform Jumlah/100

mL SM 9221 E*

2 Coliform Jumlah/100

mL SM 9221 B*

Sumber: PP No 82 Tahun 2011 tentang PKA dan PPA

Penetapan Status Mutu Air Sungai Menggunakan Metode Indeks Pencemaran (IP)

Indeks pencemaran (Pollution Index) yang digunakan untuk menentukan tingkat pencemaran relatif terhadap

paremeter kualitas air yang diizinkan. (Nemerow, 1974 dalam KepMenLH No. 115 tahun 2003). Indeks ini

memiliki konsep yang berlainan dengan Indeks Kualitas Air (Water Quality Index). IP ditentukan untuk suatu

peruntukan, kemudian dapat dikembangkan untuk beberapa peruntukan bagi seluruh bagian badan air atau

sebagian dari suatu sungai.

Prosedur penggunaan IP, jika Lij menyatakan konsentrasi parameter kualitas air yang dicantumkan dalam baku

mutu suatu peruntukan air (j), dan Ci menyatakan konsentrasi parameter kualitas air (i) yang diperoleh dari hasil

analisis cuplikan air pada suatu lokasi pengambilan cuplikan dari suatu alur sungai, maka PIj adalah IP bagi

peruntukan (j) yang merupakan fungsi dari Ci/Lij. Harga Pij ini dapat ditentukan dengan cara:

1. Pilih parameter-parameter uang jika harga parameter rendah maka kualitas air akan membaik.

2. Pilih konsentrasi parameter bakumutu yang tidak memiliki rentang.

3. Hitung harga Ci/Lij untuk tiap parameter pada setiap lokasi pengambilan cuplikan.

a. Jika nilai konsentrasi parameter yang menurun meyatakan tingkat pencemaran meningkat, missal DO.

Tentukan nilai teoritik atau nilai maksimum Cim (missal untuk DO, maka Cim merupakan nilai DO jenuh).

Dalam kasus ini nilai Ci/Lij hasil pengukuran digantikan oleh nilai Ci/Lij hasil perhitungan, yaitu:

(Ci/Lij)baru = πΆπ‘–π‘šβˆ’πΆπ‘–β„Žπ‘Žπ‘ π‘–π‘™π‘π‘’π‘›π‘”π‘’π‘˜π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘›

πΆπ‘–π‘šβˆ’πΏ 𝑖𝑗

b. Jika nilai baku Lij memiliki rentang

- untuk Ci≀Li rata – rata

Teknik Lingkungan | 4

- C /L ) =

[πΆπ‘–βˆ’πΏπ‘–π‘—) π‘Ÿπ‘Žπ‘‘π‘Žβˆ’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘π‘Ž]

i ij baru {(𝐿𝑖𝑗)π‘šπ‘–π‘›π‘–π‘šπ‘’π‘šβ€“(𝐿𝑖𝑗)π‘Ÿπ‘Žπ‘‘π‘Žβˆ’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘π‘Ž

- untuk Ci>Li rata – rata

- (C /L ) =

[𝐢 π‘–βˆ’(𝐿𝑖𝑗)π‘Ÿπ‘Žπ‘‘π‘Žβˆ’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘π‘Ž]

i ij baru {(𝐿𝑖𝑗)π‘šπ‘Žπ‘˜π‘ π‘–π‘šπ‘’π‘šβ€“(𝐿𝑖𝑗)π‘Ÿπ‘Žπ‘‘π‘Žβˆ’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘π‘Ž

c. keraguan timbul jika dua nilai (Ci/Lij) berdekatan dengan nilai acuan 1,0, missal C1/L1j = 0,9 dan C2/L2j

= 1,1 atau perbedaan yang sangat besar, misal C3/L3j = 5,0 dan C4/L4j = 10,0. Dalam contoh ini tingkat

kerusakan badan air sulit ditentukan. Cara untuk mengetasi kesulitan ini adalah:

- penggunaan nilai (Ci/Lij)hasil pengukuran kalau nilai ini lebih kecil dari 1,0.

- penggunaan nilai (Ci/Lij)baru jika nilai (Ci/Lij)hasil pengukuran lebih besar dari 1,0.

4. Tentukan nilai rata-rata dan nilai maksimum dari keseluruhan Ci/Lij ((Ci/Lij)R dan (Ci/Lij)M).

5. tentukan harga PIj

PI = √(𝐢𝑖/𝐿𝑖𝑗)

2 + (𝐢𝑖/𝐿𝑖𝑗)2

𝑀 𝑅 j

2

3. Hasil dan Pembahasan

Sub DAS Cikijing meliputi 3 Kecamatan antara lain Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang, Kecamatan

Cimanggung Kabupeten Sumedang, serta Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung Peta DAS Cikijing dapat

dilihat pada Gambar 1. Berdasarkan data yang diperoleh dari Kecamatan Jatinangor dalam Angka 2016,

Kecamatan Rancaekek dalam Angka 2016 dan Kecamatan Cimanggung dalam Angka 2016, rekapitulasi data

penduduk yang masuk ke DAS Cikijing diperkirakan sebanyak 90.378 jiwa, seperti disajikan pada Tabel 3. Di

Sub DAS Cikijing terdapat beberapa industri yang cukup besar seperti industri tekstil, makanan minuman,

bahan kimia dll.

Tabel 3. Jumlah Penduduk di DAS Cikijing

No. Lokasi Kecamatan Desa JumlahTotal Penduduk

(Jiwa)

1

Sungai

Cikijing

Hulu

Jatinangor

Jatiroke 5.832

2 Jatimukti 5.318

3 Cisempur 8.424

4 Cinta Mulya 8.139

7 Cimanggung

Mangunarga 6.884

8 Sawah Dadap 5.277

10 Sungai

Cikijing

Hilir

Rancaekek

Linggar 12.351

11 Jelegong 17.656

12 Bojongloa 20.497

Jumlah 90.378

Sumber: BPS Kecamatan Dalam Angka Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Bandung, Tahun 2017

Tabel 4. menjabarkan mengenai hasil rekapitulasi kualitas air Sungai Cikijing pada 2 kali pengamatan Bulan

Januari dan Bulan Agustus Tahun 2017. Hasil pada Bulan Januari mewakili musim hujan dan Bulan Agustus

mewakili musim kemarau. Data Bulan Januari Tahun 2017 merupakan data sekunder yang berasal dari PT.

Kahatex, sedangkan data Bulan Agustus Tahun 2017 merupakan data primer. Berdasarkan Tabel 3. hasil

pengukuran kualitas air di titik lokasi pengambilan sampling yang sama antara Bulan Januari dan Bulan Agustus

2017, ada beberapa parameter yang melebihi baku mutu yang dipersyaratakan dalam Peraturan Pemerintah

Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air untuk kelas II

antara lain parameter TSS, TDS, BOD, COD, Detergen MBAS, Belerang (H2S), Minyak dan Lemak, Nitrit,

nitrat dan Fenol.

Teknik Lingkungan | 5

Berdasarkan hasil pengukuran pada Bulan Agustus 2017 nilai TDS di Sungai Cikijing (Tengah, Hilir) dan

Sungai Cimande Hilir tidak memenuhi baku mutu yang dipersyaratakan dalam Nomor 82 Tahun 2001 tentang

Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air untuk kelas II dan Kelas 3 sebesar 1.000 mg/L.

Nilai masing-masing parameter TDS di lokasi tersebut sebesar 3.165 mg/L dan 3.605 mg/L untuk Sungai

Cikijing Tengah serta Hilir dan sebesar 3.440 mg/L untuk Sungai Cikijing Hilir. Hasil pengukuran Bulan

Agustus 2017 nilai TSS di 3 titik lokasi sampling yang tidak memenuhi baku mutu yang disyaratakan dalam

Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air untuk kelas II

sebesar 50 mg/L. Titik tersebut antara lain di Sungai Cikijing baik di Hulu maupun di Tengah.

Berdasarkan hasil pengukuran Bulan Agustus 2017 nilai BOD di 5 titik lokasi sampilng tidak memenuhi baku

mutu yang disyaratakan dalam Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian

Pencemaran Air untuk kelas II sebesar 3 mg/L. Berdasarkan hasil pengukuran Bulan Agustus 2017 nilai COD

di 5 titik lokasi sampling tidak memenuhi baku mutu yang disyaratakan dalam Nomor 82 Tahun 2001 tentang

Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air untuk kelas II sebesar 25 mg/L.

Berdasarkan hasil pengukuran Bulan Agustus 2017 nilai Total Fosfat di 5 titik lokasi sampling, titik yang tidak

memenuhi baku mutu yang disyaratakan dalam Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan

Pengendalian Pencemaran Air untuk kelas II sebesar 0,2 mg/L. Bulan Agustus 2017 nilai Nitrat di 5 titik lokasi

sampling, yang tidak memenuhi baku mutu yang disyaratakan dalam Nomor 82 Tahun 2001 tentang

Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air untuk kelas II sebesar 10 mg/L. Bulan Agustus

2017 nilai Belerang di 5 titik lokasi sampling, tidak memenuhi baku mutu yang disyaratakan dalam Nomor 82

Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air untuk kelas II sebesar 0,002

mg/L.

Berdasarkan hasil pengukuran Bulan Agustus 2017 nilai Minyak dan Lemak di 5 lokasi sampling, hanya di titik

Sungai Cimande Hilir yang tidak memenuhi baku mutu yang disyaratakan dalam Nomor 82 Tahun 2001 tentang

Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air untuk kelas II sebesar 1 mg/L. Sungai Cimande

Hilir konsentrasi Minyak dan Lemak dibawah baku mutu yang disyaratkan dengan nilai <0,94 mg/L. Bulan

Agustus 2017 nilai Detergen MBAS di 5 titik lokasi sampling, tidak memenuhi baku mutu yang disyaratakan

dalam Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air untuk kelas

II sebesar 0,2 mg/L. Parameter Nitrit berdasarkan hasil pengukuran Bulan Agustus 2017 di 5 titik lokasi

sampling, hanya di titik sampling Sungai Cikijing (Hulu, Tengah, Hilir) yang tidak memenuhi baku mutu yang

disyaratakan dalam Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air

untuk kelas II sebesar 0,06 mg/L.

Teknik Lingkungan | 6

Tabel 5. Hasil Rekapitulasi Kualitas Air Sungai Cikijing berdasarkan Baku Mutu Kelas II

No

Parameter

Satuan

Baku

Mutu**

)

Bulan Januari 2017 *) Bulan Agustus 2017

Sungai Cikijing

Sungai Cimande

Saluran

Domesti

k

Sungai Cikijing

Sungai

Cimand

e

Hulu Hilir Tengah Hulu Hilir Hulu Tengah Hilir Hilir

A Fisik

1

Padatan Terlarut Total (TDS) mg/L 1.000 405,00

1.850,0

0

2.170,0

0 175,00 700,00 545 630,00 3165,00 3605,00 3440,00

2 Padatan Tersuspensi Total

(TSS) mg/L 50 29,00 138,00 161,00 31,00 279,00 95,00 59,00 63,00 32,00 17,00

B Kimia

1 pH - 6,0-9,0 7,02 7,59 7,62 7,19 7,24 7,2 6,87 7,38 7,64 7.76

2 BOD5 mg/L 3 5,45 40,11 31,9 17,26 28,65 70,94 86,75 91,42 40,78 103,47

3 COD mg/L 25 17,19 95,09 83,29 49,44 66,32 184,74 266,06 256,81 116,5 275,91

4 Total Fosfat Sebagai P mg/L 0,2 0,0724 0,5187 0,492 <

0,0038 0,1169 0,242 0,7723 1,1405 1,9064 2,4805

5 Nitrat (NO3-N) mg/L 10 6,8036 20,8607 26,1756 7,2708 14,721

7 10,37 17,5 62,15 112,78 121,33

6 Arsen (As)* mg/L 1 <

0,0050

<

0,0050

<

0,0050

<

0,0050

<

0,0050 <0,0021

<0,002

1

<0,002

1

<0,002

1 <0,0021

7 Kobal (Co)* mg/L 0,2 0,0675 <

0,0277 0,0504 0,0387

<

0,0277 <0,0033

<0,003

3

<0,003

3

<0,003

3 <0,0033

8

Boron (B)*

mg/L

1

<

0,0723

2

0,0898

<

0,07232

<

0,0723

2

<

0,0723

2

0,109

0,175

0,143

0,127

0,139

9 Selenium (Se)* mg/L 0,05 <

0,0100

<

0,0100

<

0,0100

<

0,0100

<

0,0100 <0,0013

<0,001

3

<0,001

3

<0,001

3 <0,0013

10 Kadmium (Cd)* mg/L 0,01 < < < < < <0,0092 <0,009 <0,009 <0,009 <0,0092

Teknik Lingkungan | 7

No

Parameter

Satuan

Baku

Mutu**

)

Bulan Januari 2017 *) Bulan Agustus 2017

Sungai Cikijing

Sungai Cimande

Saluran

Domesti

k

Sungai Cikijing

Sungai

Cimand

e

Hulu Hilir Tengah Hulu Hilir Hulu Tengah Hilir Hilir

A Fisik

0,0205 0,0205 0,0205 0,0205 0,0205 2 2 2

11 Krom Heksavalen (Cr6+) mg/L 0,05 <

0,0154

<

0,0154

<

0,0154

<

0,0154

<

0,0154 <0,0083 0,0183 0,0192 0,0174 0,0163

12 Tembaga (Cu)* mg/L 0,02 <

0,0295

<

0,0295

<

0,0295

<

0,0295

<

0,0295 <0,0081

<0,008

1

<0,008

1

<0,008

1 <0,0081

13 Timbal (Pb)* mg/L 0,03 <

0,0307

<

0,0307

<

0,0307

<

0,0307

<

0,0307 <0,0103

<0,010

3 0,0147 0,0201 0,0209

14 Air Raksa (Hg)* mg/L 0,002 <

0,0010

<

0,0010

<

0,0010

<

0,0010

<

0,0010 <0,0004

<0,000

4

<0,000

4

<0,000

4 <0,0004

15 Seng (Zn)* mg/L 0,05 <

0,0052 0,0123 0,0407

<

0,0052 0,0079 <0,0189

<0,018

9 0,0493

<0,018

9 <0,0189

16 Sianida (CN-) mg/L 0,02 <

0,0240

<

0,0240

<

0,0240

<

0,0240

<

0,0240 <0,0050

<0,005

0

<0,005

0

<0,005

0 <0,0050

17 Nitrit (NOβ‚‚-N) mg/L 0,06 0,0342 0,0533 0,0521 0,0263 0,0374 0,0286 0,1171 0,6633 1,9645 1,831

18 Klorin Bebas (Cl2) mg/L 0,03 0,1 0,1 0,1 0,05 0,1 0,02 0,01 0,03 0,02 0,02

19 Belerang Bebas (Hβ‚‚S) mg/L 0,002 0,0103 0,037 0,0499 0,0174 0,0241 0,0187 0,0293 0,053 0,0435 0,0425

20 Minyak dan Lemak mg/L 1 < 2,21 4,00 4,00 < 2,21 4,00 4,00 3,00 2,00 3,00 <0,94

21 Detergen (MBAS) mg/L 0,2 0,1772 0,9067 1,0879 0,2559 0,3774 1,3103 0,3661 0,4849 0,2113 0,2786

22 Fenol mg/L 0,001 0,0007 0,0079 0,0066 0,0009 0,004 0,0005 0,0003 0,0007 0,0002 0,0002

C Mikrobiologi

1 Fecal Coliform Jml/100

mL 1.000 120 460 460 240 460 920 540 1300 920 350

2 Coliform Jml/100 5.000 160 2.400 1.100 1.100 1.100 1600 1600 2100 1600 1600

Teknik Lingkungan | 8

No

Parameter

Satuan

Baku

Mutu**

)

Bulan Januari 2017 *) Bulan Agustus 2017

Sungai Cikijing

Sungai Cimande

Saluran

Domesti

k

Sungai Cikijing

Sungai

Cimand

e

Hulu Hilir Tengah Hulu Hilir Hulu Tengah Hilir Hilir

A Fisik

mL

Sumber: *) Data dari PT Kahatex analisis dilakukan di Laboraturium LPKL PDAM Kota Bandung pada Tanggal 18 Januari 2017

Keterangan: **) berdasarkan PP No 82 Tahun 2001 tentang PKA dan PPA, tanda kuning menyatakan nilai melebihi baku mutu

Teknik Lingkungan | 9

Langkah untuk mengetahui tingkat pencemaran suatu badan air dapat dilakukan perhitungan terhadap

Status Mutu Air dengan Metode Indeks Pencemaran Air (IP) yang mengacu pada Keputusan Menteri

Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Status Mutu Air. Status Mutu Air

merupakan indikasi untuk menilai tingkat pencemaran sungai, mata air dan sumber air lainnya.

Perhitungan Status Mutu Air juga didasarkan pada klasifikasi kualitas tertentu dari badan air yang akan

dinilai. Klasifikasi kualitas air yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang

Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air berdasarkan jenis pemanfaatan air, yaitu

sebagai berikut:

a. Kelas satu: air baku air minum, dan peruntukkan lain dengan syarat kualitas yang sama.

b. Kelas dua: prasaran/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, pertanaman,

dan peruntukkan lain dengan syarat kualitas yang sama.

c. Kelas tiga: pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, pertanaman, dan peruntukkan lain dengan

syarat kualitas yang sama.

d. Kelas empat: mengairi pertanaman dan peruntukkan lain dengan syarat kualitas yang sama.

Berdasarkan perhitungan nilai Indeks Pencemaran Air (IP) hasil pemantauan Sungai Cikijing dan Sungai

Cimande pada Bulan Agustus 2017 dari segmen hulu sampai dengan segmen hilir dengan

membandingkan baku mutu Kelas II, menunjukkan bahwa semua titik lokasi yang dipantau memiliki

status mutu Cemar Berat. Terjadinya pencemaran air sungai disebabkan oleh buangan limbah industri

dan domestik yang masuk ke sungai sehingga menurunnya kualitas air sungai. Parameter yang dominan

melampui Baku Mutu Kelas II, adalah Total Suspended Solid (TSS), Total Disolved Solid (TDS) ,BOD,

COD, Total Phospat, Nitrat, Nitrit, Minyak dan Lemak, Sulfida sebagai H2S, Detergen MBAS, Clorin,

%Na serta SAR. Gambar 2 menyajikan status mutu air sungai di Sungai Cikijing Bulan Agustus 2017.

Gambar 2. Nilai IP Sungai Cikijing dan Sungai Cimande Menurut Kelas Air

pada Bulan Agustus Tahun 2017

Sedangkan dari hasil perhitungan nilai IP hasil pemantauan Sungai Cikijing pada Bulan Januari 2017

dari segmen tengah dan segmen hilir dengan membandingkan baku mutu Kelas II, Kelas III, dan Kelas

IV, menunjukkan bahwa status mutu dari segmen tersebut dikatagorikan Cemar Berat.

30

25

20

Nilai IP Kelas II

15 Nilai IP Kelas III

Nilai IP Kelas IV

10 Cemar Berat

Saluran Domestik S. Cikijing Hulu S. Cikijing Tengah S. Cikijing Hilir S. Cimande Hilir

Teknik Lingkungan | 10

Kemudian pada segmen Sungai Cimande Hulu dan Hilir status mutu dari segmen ini adalah Cemar

Sedang, dan pada segmen Sungai Cikijing Hulu status mutu masih dalam katagori Cemar Ringan.

Terjadinya pencemaran air sungai disebabkan oleh buangan limbah industri dan domestik yang masuk

ke sungai sehingga menurunnya kualitas air sungai. Gambar 3 menyajikan status mutu air Sungai

Cikijing Bulan Januari 2017. Indeks pencemaran Bulan Agustus menunjukan cemar berat disemua titik

pemantauan sedangkan pada Bulan Januari kualitas air lebih baik. Hal tersebut disebabkan karena Bulan

Januari 2017 merupakan musim hujan sehingga terjadi pengenceran yang menyebabkan kualitas air

menjadi lebih baik.

Gambar 3. Nilai IP Sungai Cikijing dan Sungai Cimande Menurut Kelas Air

pada Bulan Januari Tahun 2017

Kontribusi Setiap Kelompok Parameter di Sungai Cikijing

Berdasarkan perhitungan kontribusi tiap kelompok parameter terhadap Indeks Pencemaran (IP) Air

Sungai Cikijing tahun 2017, menunjukkan bahwa di lokasi Sungai Cikijing Hulu tahun 2017 parameter

organik memberikan kontribusi terbesar terhadap status mutu yaitu sebesar 55,20%, disusul parameter

toksik sebesar 28,96%, (Deterge MBAS, Fenol, Minyak dan Lemak, CN, Cl2) dan parameter Zat lainnya

sebesar 14,60%. Sedangkan di lokasi Sungai Cikijing Tengah tahun 2017 parameter zat lain

memberikan kontribusi terbesar terhadap status mutu yaitu sebesar 39,3%, disusul parameter

mikrobiologi sebesar 31,5%, hal yang sama untuk Sungai Cikijing Hilir kontribusi parameter zat lainnya

memberikan kontribusi terbesar yaitu sebesar 56,2% disusul parameter toksik (Deterge MBAS, Fenol,

Minyak dan Lemak, CN, Cl2) sebesar 25,2%. Berikut ini diilustrasikan kontribusi masing-masing

pencemar pada Gambar 4 sampai dengan Gambar 6.

20

18

16

14

12

10

Nilai IP Kelas II

Nilai IP Kelas III

Nilai IP Kelas IV

Cemar Berat

Cemar Sedang

Cemar Ringan

S. Cikijing Hulu S. Cikijing

Tengah

S. Cikijing Hilir S. Cimande Hulu S. Cimande Hilir

Teknik Lingkungan | 11

Gambar 4. Kontribusi Konsentrasi Pencemar terhadap IP Sungai Cikijing Hulu Tahun 2017

Gambar 5. Kontribusi Konsentrasi Pencemar terhadap IP Sungai Cikijing Tengah Tahun 2017

Gambar 6. Kontribusi Konsentrasi Pencemar terhadap IP Sungai Cikijing Hilir Tahun 2017

Kontribusi Setiap Kelompok Parameter di Sungai Cimande Hilir

Berdasarkan perhitungan kontribusi tiap kelompok parameter terhadap Indeks Pencemaran (IP) Air

Sungai Cimande Hilir tahun 2017, menunjukkan bahwa parameter zat lain memberikan kontribusi

terbesar terhadap status mutu yaitu 46,3% disusul parameter organik sebesar 35,1% dan parameter

toksik (Detergen MBAS, Fenol, Minyak dan Lemak, CN, Cl2) sebesar 18,1%. Kontribusi masing-

masing pencemar pada Gambar 7.

Logam Organik Mikrobiologi Toksik Zat lain

1.20

28.96

55.20

14.60

1.7

27.5

39.3

18.0

1.2

Logam Organik Mikrobiologi Toksik Zat lain

56.2

25.2

17.4

Teknik Lingkungan | 12

0.00

35.1

46.3

0.5

Logam Organik 18. M

1

ikrobiologi Toksik Zat lain

Gambar 7. Kontribusi Konsentrasi Pencemar terhadap IP Sungai Cimande Hilir Tahun 2017

4. Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat di tarik dari penelitian ini yaitu parameter yang tidak memenuhi baku mutu di

lima titik sampling yaitu: TSS,TDS, BOD, COD, Total Fospat sebagai P, Nitrat, Klorin Bebas, Belerang,

Minyak dan Lemak, Detergen MBAS, serta Fenol. Hal tersebut menunjukkan bahwa Sungai Cikijing

dan Sungai Cimande telah telah tercemar. Indek pencemaran Sungai Cikijing termasuk katagori

tercemar berat pada musim kemarau sedangkan musim hujan indeks pencemaran cencerung lebih baik

karena terjadi peningkatan debit yang menyebabkan pengenceran konsentrasi pencemar.Kontribusi

konsentrasi pencemar terhadap indeks pencemar di Sungai Cikijing hulu tenga dan hilircenderung

berbeda sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai kajian Potensi sumber pencemar yang

yang menyebabkan pencemaran di Sungai Cikijing dan perhitungan potensi beban pencemar dari 5

sektor yaitu: industri, domestik, pertanian, peternakan, dan perikanan yang berada di sub DAS Cikijing.

Daftar Pustaka

[1] Asdak, Chay. 1995. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Yogyakarta: UGM Press.

[2] Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian

Pencemaran Air

[3] Badan Pusat Statistik Republik Indonesia Kecamatan Dalam Angka Kabupaten Sumedang, dan

Kabupaten Bandung, Tahun 2017

[4] Kajian Daya Tampung Beban Pencemaran Sungai Cikijing, PT. Kahatex, 2017

[5] Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Status Mutu Air

[6] Peaturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 01 Tahun 2010 Tentang Tata Laksana

Penegndalian pencemaran Air.

Teknik Lingkungan | 13