blok 7 pbl pernapasan

Download blok 7 pbl pernapasan

Post on 24-Apr-2017

221 views

Category:

Documents

8 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p> Mekanisme Kerja dan Jaras Pernapasan dalam Tubuh Manusia Tinjauan Pustaka</p> <p>AbstrakSemua bagian-bagian tubuh seperti sel, jaringan, dan organ tubuh. Baik itu yang dapat dilihat oleh mata telanjang atau tidak dapat dilihat, semua itu tidak bisa berlangsung dengan sinergis jika tidak terjadinya proses metabolisme. Proses metabolisme merupakan andil yang penting dalam kesinergisan tubuh, dimana energi akan diproduksi jika adanya oksigen dari proses respirasi. Maka dapat diketahui bahwa proses metabolisme sangat berkaitan erat dengan proses respirasi. Tidak adanya proses respirasi maka tidak adanya proses metabolisme tubuh, maka dengan ini seseorang tidak dapat hidup dengan normal. Seperti diketahui proses respirasi dapat disebut dengan bernafas, dimana bernafas merupakan kegiatan sehari-hari yang sudah tidak disadari oleh manusia. Hal itu disebabkan permintaan tubuh akan oksigen untuk terjadinya produksi energi, energi inilah yang dapat menyebabkan tubuh bergerak dan melakukan aktifitas lainnya.Kata kunci: Bernapas, Metabolisme, Respirasi, Oksigen, Energi</p> <p>AbstractAll parts of the body such as cells, tissues, and organs. Whether it is can be seen or can not be seen by eye, none of them, that can take place if no occurrence of synergistic metabolic processes. Metabolic processes is an important part in perfomance body, where the energy would be produced if there is some oxygen from respiration process. It is known that metabolic processes are intimately associated with the process of respiration. The absence of the respiratory process can be interpreted as there is no process of metabolism, so with this occurence a human can not live normally. Such known respiration process can be called as breathe, where breathing is daily activities that are not realized by humans. That is because the body's demand for oxygen for the production of energy, energy that can cause the body to move and perform other activities.Key word: Breath, Metabolism, Respiration, Oksigen, Energi1. PendahuluanPernapasan mungkin sesuatu proses sehari-hari yang tidak kita sadari, dan tidak mengerti apakah sebenarnya fungsi dari bernapas, untuk apa dan dimana proses bernapas itu berlangsung serta berfungsi secara berkesinambungan dalam tubuh. Sebagian besar dari khalayak pasti mengetahui bahwa kita bernapas menghisap oksigen, akan tetapi banyak yang tidak tau diantara kita, ada gas-gas lain yang masuk ke dalam tubuh kita, diproses dan menjadi gas lainnya.Seperti kandungan gas oksigen di udara atmosfer hanya sekitar 21 % saja dan sisanya 78% gas nitrogen, serta 1% lainnya adalah gas seperti CO2 dan yang lainnya. Mungkin dari sini saja kita sudah tersada, bahwa udara sebersih apapun, lebih banyak kandungan gas nitrogen dibanding gas oksigen.1Proses bergerak, melakukan sesuatu, bernyanyi dan seluruh kegiatan manusia, pasti membutuhkan energi untuk melakukannya. Bagaimana energi ini terbentuk, awalnya adalah proses respirasi. Tanpa adanya proses respirasi tidak akan adanya pembentukan energi untuk melakukan sesuatu kegiatan.</p> <p>2. 7 Jumps2.1. Indentifikasi Istilah yang Tidak Diketahui Tidak ada</p> <p>2.2. Rumusan MasalahAnak umur 10 tahun mengeluh serak dan sakit saat menelan.</p> <p>2.3. Analisis MasalahMikroskopis</p> <p>Anak 10 tahun dengan serak dan sakit saat menelanSerak dan Sakit saat menelanVolume PernapasanMekanisme PernapasanPerubahan Tekanan</p> <p>Pengendalian Pernapasan</p> <p>Saluran Pernapasan</p> <p>Makroskopis</p> <p>Otot-otot Pernapasan</p> <p>Transpor O2 dengan CO2</p> <p>2.4. HipotesisSeorang anak yang mengeluh serak dan sakit pada saat menelan dikarenakan adanya gangguan pada saluran pernapasan.</p> <p>2.5. Tujuan PembelajaranDapat memahami, mengerti dan menjelaskan kembali mengenai anatomi, mekanisme kerja pernapasan, volume-volume pernapasan dalam tubuh. Dan gangguan mekanisme pernapasan yang berkaitan langsung dengan serak, dan sakit saat menelan.</p> <p>3. Pembahasan</p> <p>3.1. Mekanisme PernapasanSistem pernapasan atau respirasi adalah proses pengambilan oksigen dari udara bebas saat menarik napas. Oksigen tersebut kemudian melewati saluran napas (hidung, faring, laring, trakea dan bronkus) dan sampai kedinding alveoli (kantong udara). Sesampainya di kantong udara, oksigen akan ditransfer ke pembuluh darah yang didalamnya mengalir sel-sel darah merah untuk dibawa ke sel-sel diberbagai organ tubuh lain sebagai energi dalam proses metabolisme. Setelah metabolisme, sisa-sisa metabolisme, terutama karbondioksida akan dibawa darah untuk dibuang kembali ke udara bebas melalui paru-paru pada saat membuang napas. 2Pada proses pernapasan terjadi tiga hal pokok, yaitu : 1. Inspirasi (kegiatan mengambil udara melalui alat pernapasan,dalam hal ini oksigen) dan ekspirasi (kegiatan mengeluarkan udara,dalam hal ini karbon dioksida).2. Respirasi eksternal (pertukaran gas antara sel dengan lingkungan)3. Reaksi enzimatik (pemanfaatan oksigen yang memerlukan enzim pernapasan atau sitokrom)Inspirasi dan EkspirasiParu paru dan dinding dada adalah struktur elastic. Pada keadaan normal, hanya ditemukan selapis tipis cairan diantara paru paru dan dinding dada. Paru paru dengan mudah dapat bergeser sepnjang dinding dada, tetapi sukar untuk dipisahkan dari dinding dada seperti halnya 2 lempengan kaca yang direkatkan dengan air dapat digeser tetapi tidak dapat dipisahkan. Tekanan di dalam ruang antara paru paru dan dinding kaca (tekanan intrapleura) bersifat subatatmosferik. Pada saat kelahiran jaringan paru dikembangkan sehingga teregang, dan pada akhir ekspirasi tenang, kecenderungan daya recoil jaringan paru untuk menjauhi dinding dada diimbangi oleh daya recoil dinding dada kearah yang berlawanan. Apabila dinding dada dibuka, paru paru akan kolaps dan apabila paru paru kehilangan elastisitasnya, dada akan mengembang menyerupai bentuk gentong. Proses ekspirasi tenang merupakan proses pasif yang akan menyertai diafragma menjadi relaks dan mengembang, volume paru mengecil, beda tekanan negative dan udara keluar.2Inspirasi merupakan proses aktif. Kontrakasi otot otot inspirasi akan meningkatkan volume intrakolateral. Tekanan intrapleura di bagian basis paru akan turun dari nilai normal sekitar - 2.5 mmHg pada awal inspirasi, menjadi 6 mmHg. Jaringan paru semakin teregang. Tekanan di dalam saluran udara menjadi sedikit lebih negative, udara mengalir ke dalam paru. Pada akhir inspirasi, daya recoil paru mulai menarik dinding dada kembali ke kedudukan ekspirasi, sampai tercapai keseimbangan kembali antara daya recoil jaringan paru dan dinding dada. Tekanan di dalam saluran udara menjadi sedikit lebih positif dan udara mengalir meninggalkan paru paru. Selama pernapasan tenang, ekspirasi merupakan proses pasif yang tidak memerlukan kontraksi otot untuk menurunkan volume intratorakal. Namun pada awal ekspirasi, masih terdapat kontrakasi ringan otot inspirasi. Kontraksi ini berfungsi sebagai peredam daya recoil paru dan memperlambat ekspirasi.2Pada inspirasi kuat, tekanan intrapleura turun mencapai 30 mmHg, menimbulkan pengembangan jaringan paru yang lebih besar. Apabila ventilasi meningkat, derajat pengempisan jaringan paru juga ditingkatkan melalui kontraksi aktif otot otot ekspirasi yang menurunkan volume intrakolateral. 2</p> <p>Gambar 1. Mekanisme Pernapasan3</p> <p>3.1.1. Otot-otot Pernapasan</p> <p>Gerakan diafrgma menyebabkan perubahan volume intratorakal sebesar 75 % selama inpirasi tenang. Otot diafragma melekat di sekeliling bagian dasar rongga toraks, membentuk kubah di atas hepar dan bergerak ke bawah seperti piston pada saat berkontrkasi. Jarak pergerakan diafragma berkisar antara 1.5 sampai 7 cm saat inpirasi dalam.4Diafragma terdiri atas 3 bagian : bagian kostal, dibentuk oleh serat otot yang bermula dari iga iga sekeliling bagian dasar rongga toraks, bagian krural, dibentuk oleh serat otot yang bermula dari ligamentum sepanjang tulang belakang, dan tendon sentral, tempat bergabungnnya serat serat kostal dan krural. Serat serat krural melintasi kedua sisi esophagus. Tendon sentral juga mencakup bagian inferior pericardium. Bagian kostal dank rural diafragma dipersarafi oleh bagian lain dari nervbus prenicus dan dapat berkontrkasi secara terpisah. Sebagai contoh, pada waktu muntah dan bersendawa, tekanan intra abdominal meningkat akibat kontrkasi serat kostal diafragma, sedangkan serat serat krural tetap lemas, sehingga memungkina bergeraknya berbagai bahan dari lambung ke dalam esophagus.4Otot inspirasi penting lainya adalah muskulus interkostalis eksternus yang berjalan dari iga ke iga secara miring kea rah bawah dan kedepan. Iga- iga berputar seolah olah bersendi di bagian punggung, sehingga ketika otot interkostalis eksternus berkontraksi, iga iga diabwahnnya akan terangkat. Gerakan ini akan mendorong sternum ke luar dan memperbesar diameter anteroposterior rongga dada. Diameter transversal boleh dikatakan tidak berubah. Masingmasing otot interkostalis eksternus maupun diafragma dapat mempertahankan interkasi yang kuat pada keadaan istirahat. Potongan melintang medulla spinalis di atas segmen servikalis ketiga dapat berakibat fatal bila tidak diberikan pernapasan buatan, namun tidak demikiannya halnya bila dilakukan pemotongan di bawah segmen servikalis ke lima, karena nerfus frenikus yang mempersarafi diafragma tetap ututh, nerfus frenikus yang memersarafi diafragma tetap utuh, nervus frenicus timbul dari medulla spinalis setinggi segmen servikal 3 5. Sebaliknya, pada penderita dengan paralisis bilateral nervus frenikus yang mempersarafi diafragma tetap utuh, pernapasan agak sukar tetapi cukup adekuat untuk mempertahankan hidup. Muskulus skalenus dan sternokleidomastoideus di leher merupakan otot otot inspirasi tambahan yang ikut membantu mengangkat yang sukar dan dalam.4Apabila otot ekspirasi berkontrakasi, terjadi penurunan volume intratorakal dan ekspirasi paksa. Kemampuan ini dimiliki oleh otot otot interkostalis internus karena otot ini berjalan miring ke arah bawah dan belakang dari iga ke iga, sehingga pada waktu berkontrkasi akan menarik rongga dada ke bawah, kontrkasi otot dinding abdomen anterior juga ikut membantu proses ekspirasi dengan cara menarik iga iga ke bawah dan ke dalam serta dengan meningkatkan tekanan intra abdominal yang akan mendorong diafragma ke atas.4</p> <p>3.1.2. Volume PernapasanJumlah udara yang masuk ke dalam paru setiap inspirasi (atau jumlah udara yang keluar dari paru setiap ekspirasi) dinamakan volume alun napas ( tidal volume / TV). Jumlah udara yang masih dapat masuk ke dalam paru pada inspirasi maximal, setelah inspirasi biasa disebut volume cadangan inspirasi (inspiratory reserve volume / IRV). Jumlah udara yang dapat dikeluarkan secara aktif dari dalam paru melalui kontrkasi otot ekspirasi, setelah ekspirasi biasa disebut volume cadangan ekspirasi (ekspiratory reserve volume / ERV), dan udara yang masih tertinggal di dalam paru setelah ekspirasi maksimal disebut volme residu (residual volume / RV). Nilai normal berbagai volume dan istilah yang digunakan untuk kombinasi berbagai volume paru tersebut. Ruang didalam saluran napas yang tidak ikut serta dalam proses pertukaran gas dengan darah dalam kapiler paru disebut ruang rugi pernapasan. Pengukuran kapasitas vital, yaitu jumlah udara terbesar yang dapat dikeluarkan dari paru paru setelah inspirasi maximal, seringkali digunakan di klinik sebagai indeks fungsi paru. Nilai tersebut bermanfaat dalam memberikan informasi mengenai kekuatan otot otot pernapasan serta beberapa aspek fungsi pernapasan lain. Fraksi volume kapasitas vital yang dikeluarkan pada satu detik pertama melalui ekspirasi paksa dapat memberikan informasi tambahan, mungkin diperoleh nilai kapasitas vital yang normal pada nilai FEV menurun pada penderita penyakit seperti asma, yang mengalamai peningkatan tahanan saluran udara akibat konstriksi bronkus. Pada keadaan normal, jumlah udara yang dinspirasikan selama 1 menit sekitar 6L. Ventilasi volunteer maximal atau yang dahulu disebut kapasitas pernapasan maximum adalah volume gas terbsesar yang dapat dimasukkan dan dikeluarkan selama 1 menit volunter. Pada keadaan normal, MVV berkisarkan antara 125 170 L/menit.2Gambar 2. Grafik Volume Udara Pernapasan Manusia3</p> <p>Tujuan utama bernapas adalah secara kontinyu memasuk O2 segar untuk diserap oleh darah dan mengeluarkan CO2 dari darah. Darah bekerja sebagai sistem trnaspor untuk O2 dan CO2 antara paru dan jaringan, dengan sel jaringan mengekstraksi O2 dari darah dan mengeliminasi CO2 ke dalamnya.</p> <p>3.1.3. Perubahan Tekanan dan Transpor O2 dan CO2Udara atmosfer adalah campuran gas : udara kering tipikal mengandung 79% nitrogen (N2) dan 21% O2 , dengan presentasi CO2, uap H2O, gas gas lain dan polutan hampir dapat diabaikan. Secara keseluruhan, gas gas ini menimbulkan tekanan atmosfer total sebesar 760 mmHg di permukaan laut. Tekanan total ini sama dengan jumlah tekanan yang disumbangkan oleh masing masing gas dalam campuran. Tekanan yang ditimbulkan oleh gas tertentu berbanding lurus dengan presentasi gas tersebut dalam campuran udara total. Setiap molekul gas, berapapun ukurannya, menimbulkan tekanan yang sama; sebagai contoh, sebuah molekul N2 menimbulkan tekanan yang sama dengan sebuah molekul O2. Karena 79% udara terdiri dari N2, maka 79% dari 760 mmHg tekanan atmosfer, atau 600 mmHg, ditimbulkan oleh molekul molekul N2 , demikian juga, karena O2 membentuk 21% atmosfer, maka 21% dari 760 mmHg tekanan atmosfer, atau 160 mmHg, ditimbulkan oleh O2. Tekanan ayng ditimbulkan secara independen oleh masing - masing gas dalam suatu campuran gas yang disebut gas parsial, yang dilambangkan oleh Pgas, Karena itu, tekanan parsial O2 dalam udara atmosfer , PO2 , normalnya 160 mmHg. Tekanan parsial CO2 atmosfer, PCO2, hampir dapat diabaikan (0.23 mmHg). Gas gas yang larut dalam cairan misalnya darah / cairan tubuh lain juga menimbulkan tekanan parsial. Semakin besar tekanan parsial suatu gas dalam cairan, semakin banyak gas tersebut terlarut. Gradien Tekanan ParsialPerbedaan tekanan parsial antara darah kapiler dan struktur sekitar dikenal dengan nama gradient tekanan parsial. Terdapat gradient tekanan parsial antara udara alveolus dan darah kapiler paru. Demikian juga terdapat gradient tekanan parsial antara darah kapiler sistemik dan jaringan sekitar. Suatu gas selalu berdifusi menuruni gradien tekanan parsialnya dari daerah dengan tekanan parsial tinggi ke daerah dengan tekanan parsial rendah, serupa dengan difusi menuruni gradient konsentrasi. PO2 dan PCO2 AlveolusKomposisi udara alveolus tidak sama dengan komposisi udara atmosfer karena dua alasan. Pertama, segere setelah udara atmosfer masuk ke saluran napas, pajanan ke saluran napas yang lembab menyebabkan udara tersebut jenuh dengan H2O. Seperti gas lainnya, uap air menimbulkan tekanan parsial. Pada suhu tubuh, tekanan parsial H2O adalah 47 mmHg. Humidifikasi udara yang dihirup ini pada hakekatnya mengencerkan tekanan parsial gas gas inspirasi sebesar 47 mmHg. Karena jumlah tekanan tekanan parsial harus sama dengan 760 mmHg. Dalam udara lembab, PH2O = 47...</p>